JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ FAKTOR- FAKTOR YANG MENYEBABKAN KETIDAKENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS DI PUSKESMAS PLERET BANTUL YOGYAKARTA Tutik Wahyuningsih1. Anis Khotimah1 1Kesehatan Masyarakat/STIKES Surya Global Yogyakarta tutikwahyuningsih86@gmail. Keywords: health care. Kata Kunci Ketidakleng Resume Puskesmas. ABSTRACT The results of the recapitulation of the Bantul Health Office stated that the data from the Pleret Bantul Yogyakarta Health Center showed that the medical record service showed a completeness rate of 81% of the targeted 100%. The impact of incomplete medical resumes is that the medical record review rate is not good, hampering BPJS patient claims which disrupts the treatment continuation process because the patient's treatment history is incomplete. The purpose of this study was to determine the faktors that cause incompleteness of doctors in filling out medical resumes at the Pleret Health Center. This research is descriptive qualitative with a case study The number of subjects was five people consisting of three doctors, the head of the medical records department and assembling officers. The cause of incomplete filling of medical resumes from the HR faktor is because there are unscrupulous doctors who delay the work of filling out medical resumes. New human resources at the health center do not know the procedure for filling out medical resumes. Material faktors there is no health center policy in filling out medical The method faktor is that there is no SOP for filling out medical resumes. Faktors that cause incompleteness in filling out medical resumes are HR faktors, namely the presence of new doctors and the discipline of doctors who delay work in filling out medical resumes, the absence of policies from the puskesmas and the absence of SOP for filling out medical resumes also cause doctors not to complete filling out medical resumes and there is no reward for resume filling ABSTRAK Latar belakang: Hasil rekapitulasi Dinas Kesehatan Bantul menyatakan bahwa data Puskesmas Pleret Bantul DIY pada pelayanan rekam medis menujukkan angka kelengkapan 81% dari yang ditargetkan yaitu 100%. Dampak yang ditimbulkan dari ketidaklengkapan resume medis adalah angka review rekam medis menjadi tidak baik, terhambatnya klaim pasien BPJS yang membuat proses kelanjutan pengobatan terganggu, riwayat pengobatan pasien tidak lengkap. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian resume medis di Puskesmas Pleret. Metode penelitian: Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Jumlah subjek lima orang yang terdiri dari tiga orang dokter, kepala bagian rekam medis dan petugas assembling. Hasil penelitian: Penyebab ketidaklengkapan pengisian resume medis dari faktor SDM karena adanya oknum dokter yang menunda pekerjaan pengisian resume medis. SDM baru yang ada dipuskesmas belum mengetahui prosedur pengisian resume Faktor material belum adanya kebijakan puskesmas dalam pengisian resume medis. Faktor metode belum ada SOP pengisian resume medis. Kesimpulan: Faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan dalam pengisian resume medis adalah adanya dokter yang terburu buru dan kedisiplinan dokter yang menunda pekerjaan dalam mengisi resume medis. Belum adanya kebijakan dari puskesmas dan belum adanya SOP juga menjadi penyebab ketidaklengkapan pengisian resume medis, sarana dan prasarana yang disediakan belum digunakan secara optimal, serta belum adanya reward dan punishment bagi petugas pengisi resume medis. Korespondensi Penulis: Submitted : 01-08-2025. Accepted : 15-04-2026. Published : 01-06-2026 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Tutik Wahyuningsih. STIKES Surya Global Yogyakarta. Jalan Ahmad Yani. Mutihan. Wirokerten. Banguntapan Bantul. Yogyakarta Telepon : 622745064033 Email: tutikwahyuningsih86@gmail. Copyright . 2024 The Author . This article is distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA PENDAHULUAN Pelayanan rekam medis merupakan bagian dari progam pengendalian mutu pelayanan kesehatan, untuk itu harus ada prosedur baku untuk menilai kualitas pelayanan dan menanggulangi masalah yang timbul di layanan kesehatan. Pengisian rekam medis dilakukan dan menjadi tanggungjawab para tenaga Hal ini dijelaskan dalam undang- undang praktik kedokteran Nomor 29 tahun 2004 pasal 46 ayat 1- 3. Rekam medis harus diisi dengan lengkap sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam keputusan menteri kesehatan nomor 129 tahun 2008 tentang standar pelayanan minimal rumah sakit bahwa rekam medis yang lengkap adalah rekam medis yang telah diisi lengkap oleh dokter dalam waktu kurang dari 24 jam setelah selesai pelayanan rawat jalan atau setelah pasien rawat inap diputuskan untuk pulang yang meliputi identitas pasien, anamnesis, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan, tindak lanjut dan resume dengan standar kelengkapan 100%. Pentingnya kelengkapan pengisian rekam medis ini maka diperlukan pengendalian dalam pengisian formulir rekam medis . Ketidaklengkapan pengisian rekam medis karena disebabkan adanya beberapa kesamaan antara formulir satu dengan yang lain sehingga petugas pada penulisan identitas sehingga pada lembar- lembar berikutnya tidak perlu dituliskan kembali, hal tersebut menunjukkan bahwa material juga menyebabkan ketidaklengkapan dalam pengisisan rekam medis . Salah satu berkas rekam medis yang harus lengkap terisi adalah berkas resume medis. Resume medis yang lengkap sangat penting karena menjadi ringkasan informasi pasien yang mendasar untuk perawatan medis selanjutnya, pengajuan klaim, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Kelengkapan resume medis memastikan kontinuitas pelayanan dan memungkinkan dokter untuk memberikan pengobatan yang tepat dan berjenjang. Ketidaklengkapan pengisian resume medis masih menjadi permasalahan di berbagai macam fasilitas pelayanan kesehatan salah satunya adalah puskesmas. Resume medis merupakan dokumen ringkasan informasi mengenai diagnosis, tindakan medis, terapi serta kondisi pasien selama menjalani Berdasarkan pelayanan rekam medis, resume medis harus diisi secara lengkap, jelas dan tepat waktu oleh dokter penaggungjawab pasien . Namun dalam praktiknya masih ditemukannya berbagai ketidaklengkapan dalam pengisian resume medis. Hasil rekapitulasi dinas kesehatan Bantul data Puskesmas Pleret Bantul DIY menunjukkan pelayanan rekam medis baru mencapai 81% angka kelengkapan dari yang ditargetkan yaitu 100%. Hasil observasi di Puskesmas Pleret dari 10 dokumen rekam medis yang diambil secara acak terdapat tiga berkas rekam medis yang tidak lengkap yaitu pada bagian autentikasi dokter dan resume medis. Dampak yang ditimbulkan dari ketidaklengkapan tersebut adalah angka review rekam medis menjadi tidak baik serta bagi pasien BPJS klaim terhambat yang membuat proses kelanjutan pengobatan terganggu karena riwayat pengobatan pasien tidak lengkap dan berdampak juga pada akreditasi puskesmas. Beberapa penelitian sebelumnya umumnya hanya berfokus pada pengukuran tingkat kelengkapan dokumen rekam medis dan ketidaklengkapan pengisian resume medis. Penelitian mengenai ketidaklengkapan pengisian resume medis ini masih banyak dilakukan di rumah sakit sedangkan kajian pada tingkat puskesmas masih bersifat deskriptif dan relative terbatas . Belum banyak peneliti yang menganalisis unsur manajemen secara menyeluruh serta mengaitkan dengan mutu pelayanan primer. Sebagai pusat layanan kesehatan primer puskesmas memiliki peran strategis dalam system rujukan nasional dan pengelolaan program kesehatan masyarakat. Ketidaklengkapan pengisian resume medis berpotensi memengaruhi kesinambungan pelayanan, kualitas data survailans serta evaluasi kinerja puskesmas. Oleh karena itu, penelitian faktor faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian resume medis ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam upaya peningkatan kualitas pengelolaan rekam medis dan mutu layanan 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor -faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan dokter dalam pengisian rekam medis khususnya pada resume medis di Puskesmas Pleret dan penelitian ini mendeskripsikan secara kualitatif faktor- faktor yang menyebabkan resume medis tidak terisi dengan METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dimana metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana penelitia adalah sebagai instrument kunci. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain . Desain studi kasus ini dipilih karena peneliti hanya mengkaji satu kasus tertentu secara mendalam pada individu maupun kelompok individu dengan menggunakan berbagai macam teknik pengumpulan data sehingga hasil penelitian ini lebih menekankan pada makna daripada generalisasi. Penelitian ini melibatkan beberapa subjek penelitian yaitu 3 orang dokter, staf rekam medis bagian assembling serta kepala bagian rekam medis. Pemilihan subjek penelitian, peneliti mengunakan Teknik purposive sampling, peneliti memilih subjek berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dan kriteria yang relevan dengan masalah penelitian serta dapat memberikan informasi yang baik mengenai pertanyaan penelitian dan meningkatkan pemahaman terhadap fenomena yang sedang diteliti. Penelitian ini dilaksanakan dilingkup Puskesmas Pleret yang dimulai bulan September sampai bulan Desember 2024. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara semi terstruktur untuk memberikan ruang pada informasi tak terduga dengan menggunakan alat perekam digital serta observasi menggunakan lembar checklist pada subjek dan objek penelitian. Aspek etika, seluruh subjek penelitian dan informan telah menandatangani inform consent dan identitas subjek telah disamarkan untuk melindungi privasi serta keamanan data pribadi selama proses penelitian hingga publikasi hasil. Keabsahan data penelitian kualitatif ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi Teknik. Analisis data kualitatif dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi HASIL DAN ANALISIS Penelitian ini akan menganalisis tentang ketidaklengkapan pengisian resume medis di Puskesmas Pleret yang di tinjau dari bebrapa faktor yaitu sumber daya tenaga kesehatan, faktor sarana dan prasarana, faktor metode atau standar prosedur pengisian dan faktor pembiayaan. 1 Faktor Sumber Daya Manusia Kesehatan Resume medis merupakan ringasan tertulis mengenai seluruh proses pelayanan kesehatn yang diterima pasien selama menjalani perawatan di fasilitan kesehatan yang memuat informasi penting secara singkat dan penting yang biasanya dibuat oleh tenaga kesehatan saat pasien pulang atau selesai menjalani perawatan. Resume medis ini penting karena berkaitan langsung dengan mutu pelayanan, keselamatan pasien serta aspek administrasi dan hukum. Sumber daya manusia dan kelemgkapan pengisian resume medis ini memiliki hubungan yang erat karena kualitas pengisian resume medis sangat ditentukan oleh sumber aya manusia yang ada pada organisasi. Hal ini dibenarkan oleh subjek penelitian yang menyatakan bahwa dokter sering lupa dalam mengisis rekam medis dikarenakan buru buru dalam menulis dokumen rekam medis. AuA. kadang ada suatu kondisi yang membuat terburu- buruay I AuA. Faktornya seringnya lupaA. Ay S1 AuA. Seringnya lupa kalau banyak pasienAAy S2 AuA. Kalau keburu- buru sih dan kalau banyak pasienAAy S3 AuA. Masih kurang disiplin karena buru- buruA. Ay S4 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Tabel 1. Temuan Masalah pada Faktor Sumber Daya Manusia Faktor Sumber Daya Manusia Temuan Masalah Satu kondisi yang membuat dokter terburu buru saat kondisi pasien banyak. Dokter yang kurang disiplin. Dokter lupa mengisi lembar resume medis ketika pasien selesai perawatan. Ketidaklengkapan pengisian resume medis di Puskesmas Pleret disebabkan oleh dokter yang bertanggungjawab dalam mengisi resume medis terburu buru saat kondisi pasien banyak sehingga dalam pengisian ditunda menunggu waktu luang, selain itu dokter sering lupa dalam megisi lembar resume medis seketika pasien pulang sehingga menyebabkan ketidaklengkapan pengisian resume Kesibukan dokter yang bertanggungjawab mengisi rekam medis termasuk resume medis ini menjadi penyebab ketidaklengkapan pengisian . Dokter menganggap bahwa mengisi rekam medis menjadi aktifitas sekunder yang mengiringi jalannya pelayanan sehingga dokter menjadi tidak focus dalam kelengkapan pengisian. Selain itu kedisplinan dokter dalam pengisian juga menjadi penyebab mengapa resume medis tidak terisi dengan lengkap. Faktor lain yang menyebabkan ketidaklengkapan resume medis antara lain adalah keterbatasan waktu dokter, kurangnya ketelitian dokter yang merawat pasien serta dokter yang sibuk dan memiliki waktu yang padat dalam memberikan pelayanan kepada pasien . Dokter praktek yang ada di Puskesmas Pleret telah mengetahui pentingnya mengisi resume medis, namun berdasarkan hasil penelitian ada beberapa dokter yang memiliki waktu kerja di Puskesmas Pleret belum lama juga menjadikan penyebab dokter tidak mengisikan resume medis dengan baik dan benar serta puskesmas pleret belum memberikan sosialisasi kepada dokter tersebut . Faktor masa kerja karyawan juga berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan . Mutu rekam medis sangat dipengaruhi oleh kompetensi petugas yang mengelola dan pengisinya. Ketidaklengkapan dokumen termasuk resume medis . Setiap dokter dan doker gigi yang selesai memberikan pelayanan kepada pasien harus segera melengkapi rekam medis. Catatan medis sangat penting untuk pelayanan pasien karena dengan data yang lengkap dapat memberikan informasi yang dapat dijadikan bukti perjalanan penyakit pasien dan pengobatan yang telah diberikan, alat komunikasi diantara para tenaga kesehatan yang memberikan perawatan kepada pasien, sumber informasi untuk riset dan Pendidikan serta sebagai sumber dalam pengumpulan data statistic kesehatan yang ditulis dalam sebuh lembaran formulir . Peneliti lain menyatakan bahwa dokter penanggungjawab pasien kurang disiplin dalam mengisi lembar resume medis. 25 artikel didapatkan bahwa kurangnya kedisiplinan pada petugas yang bertanggungjawab mengisi resume medis sebanyak 24% . Pada penelitian lain menyatakan bahwa kettidaklengkapan pengisian rekam medis disebabkan karena kurangnya ketelitian dan kelelahan, faktor lainya adalah perhatian yang kurang terhadap detail isian beban pasien yang tinggi serta tergesa gesa dalam proses administrasi menyebabkan masalah ini terjadi yang berakibat pada ketidaklengkapan pengisian dan dapat beresiko pada kesalahan dan tindaklanjut pada proses pengobatan . 2 Faktor Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana merupakan faktor yang penting dalam pengisian rekam medis yang mendukung kelancaran, ketepatan dan kelengkapan pendokumentasian medis, termasuk didalamnya adalah resume medis. Tanpa sarana dan prasarana yang memadai, proses pengisian resume medis akan terhambat dan berpotensi tidak lengkap. Sarana dan prasarana yang dimaksud adalah adanya lembar atau formulir atau status, tempat dan fasilitas lain untuk pengisian rekam Berdasarkan hasil observasi peneliti sarana dan prasaran masih belum terpenuhi dengan Hal ini dikarenakan Puskesmas Pleret baru melayani pasien rawat inap untuk persalinan 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Dalam wawancara yang dilakukan oleh peneliti juga didapatkan hasil bahwa berkas rekam medis termasuk resume medis tersedia namun apabila terjadi ketidaklengkapan pengisian berkas maka akan disampaikan secara lisan serta diingatkan oleh petugas rekam medis. Tabel 2. Temuan Masalah pada Faktor Sarana dan Prasaran Temuan Masalah Perangkat komputer, system informasi dan jaringan ada tapi belum digunakan secara Faktor Sarana dan Prasarana Formulir resume medis ada, namun belum digunakan optimal dengan alasan puskesmas hanya melayani rawat inap utuk pasien persalinan saja. Faktor sarana dan prasarana merupakan alat yang digunakan untuk membantu pekerjaan agar lebih cepat dan sebagai penunjang dalam menciptakan kegiatan pengisian rekam medis dengan baik . Ketersediaan sarana prasarana atau fasilitas yang memadai akan mempermudah tenaga kesehatan dalam melakukan pencatatan sehingga menghasilkan rekam medis yang lengkap akurat, dan tepat waktu, dan sebaliknya keterbatasan sarana dan prasarana dapat menyebabkan ketidaklengkapan pengisian rekam medis yang akan berdampak pada mutu layanan dan keselamatan pasien . Penelitian lainnya menyatakan bahwa faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan dalam pengisian resume medis pada pasien rawat inap bersumber dari Sumber daya manusia. Standar Operating Procedure, masa kerja, status kepegawaian serta sarana prasaran yang tidak memadai . Hal ini juga disampaikan oleh peneliti lainnya yang menyatakan agar faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian resume medis ini tidak terjadi adalah dengan menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kelengkapan pengisian resume medis . Peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang terselenggaranya rekam medis dengan baik adalah penggunaan computer dan jaringan internet. Komputer yang dengan jaringan internet yang buruk atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya dapat menyebabkan pencatatan rekam medis tidak teratur . Audit system dan analisis terhadap resume medis perlu untuk dilakukan agar kelengkapan dan ketepatan dalam pengisian dapat dipertanggungjawabkan. Audit dan analisis kelengkapan pengisian resume medis dilakukan dengan cara meneliti rekam medis yang dihasilkan oleh dokter dan tenaga medis lainnya yang ikut memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada pasien agar ketepatan dan kebenaran diagnosis serta kelengkapan pengisian rekam medis dapat dipertanggungjawabkan . 3 Faktor Metode/ Prosedur dalam Pengisian Resume Medis Standar operasional prosedur merupakan dokumen yang menjabarkan aktifitas operasional yang dilaksankan sehari- hari dengan tujuan agar pekerjaan yang dilaksanakan secara benar, tepat dan konsisten dengan tujuan agar menghasilkan produk sesuai dengan standart yang telah ditetapkan sebelumnya. berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di Puskesmas Pleret bahwa hasil observasi belum ditemukan SOP pengisian resume medis hal ini juga dibenarkan oleh subjek AuAKalo untuk SOP pengisian resume medis belum ada mbakAAy I AuASOP ngga ada mbayS1 AuAKalo SOP belum adayS2 AuABelum ada. Soalnya masih baruAAyS3 AuASOPnya belum adayS4 Belum adanya kebijakan pengisian resume medis dan penerapan system reward dan punishment juga menjadi hal yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian resume medis di 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Puskesmas Pleret berdasarkan hasil wawancara subjek penelitiandan informan menyampaikan bahwa selama ini jika terdapat ketidaklengkapan pengisian resume medis, maka dokumen akan dikembalikan ke DPJP, namun hal ini juga belum berdampak pada kelengkapan pengisian resume Tabel 3. Temuan Masalah pada Faktor Metode/ Prosedur Pengisian Resume Medis Faktor Metode/ Prosedur Pengisian Resume Medis Temuan Masalah Belum ada SOP terkait pengisian resume medis Belum ada system reward dan punishment Faktor metode ini berkaitan dengan prosedur kerja atau aturan yang mendukung jalannya pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan sepeti cara pelaksanaan kerja atau tugas pokok dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan disuatu organisasi . Mutu layanan kesehatan termasuk pendokumentasian rekam medis dipengaruhi oleh penerapan standar dan prosedur kerja yang konsisten . Kelengkapan rekam medis sangat bergantung pada adanya standar prosedur yang jelas dan dipatuhi oleh tenaga kesehatan . Pada penelitian lain menjelaskan bahwa penyebab ketidaklengkapan adalah karena ketiadaan kebijakan mengenai kelengkapan pengisian rekam medis yang mengakibatkan belum adanya standar tetap (SOP) pengisian rekam medis . Faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan dalam pengisian rekam medis dikarenakan ada beberapa yang belum memiliki panduan. SOP dan kebijakan dibagian rekam medis, sosialisasi SOP rekam medis yang belum optimal, tidak adanya monitoring dan evaluasi, alur rekam medis yang tidak sesuai standart dan tidak adanya system reward and punishment . Faktor yang mendorong dalam pengisian rekam medis yaitu prosedur dan kebijakan. Hal ini menjadi penting dalam rekam medis dan harus sesuai mengenai kewenangan, kebijakan, prosedur tentang rekam medis dan resume medis yang harus dipatuhi oleh dokter . Fasilitas pelayanan kesehatan perlu menyusun serta memberikan sosialisasi terkait kelengkapan dokumen rekam medis, memberikan pelatihan kepada perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya terkait pentingnya melengkapi dokumen rekam medis, perlu membuat standar operasional prosedur tetap mengenai pengisian rekam medis rawat inap dengan tujuan untuk memudahkan petugas dalam mengisi dokumen rekam medis dan dapat meminimalkan tidak lengkapnya dokumen rekam medis . 4 Faktor Material/ Kebijakan Pengisian Resume Medis Material dalam pengisian resume medis merupakan faktor yang penting. Faktor material dalam penelitian ini adalah kebijakan pengisian resume medis di Puskesmas. Hal ini terlihat dalam hasil wawancara dengan subjek penelitian yang menyatakan bahwa kebijakan pengisian resume medis secara lengkap di Puskesmas Pleret belum maksimal dengan penyebab belum ada kebijakan dan sosialisasi tentang pengisian resume medis yang baik dan benar. Berikut ini hasil wawancara dengan subjek penelitian AuA. Untuk kebijakan hanya disampaikan secara umum sihA. Hanya sekilas saja dan itupun lisanA. Ay. Au A. Kebijakan belum ada mbak cuma ada penyampaian lisan berkasnya resume medis pasien juga diisi yayS1 AuA. Belum, belum ada kebijakan secara khususA. Ay. AuA. Kebijakan Pengisian resume medis belum ada sih mbak yang secara tertulisAAyS3 AuA. Belum mbak, belum ada ya setahu sayayS4 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Tabel 4. Temuan Masalah pada Faktor Material/ Kebijakan Pengisian Resume Medis Faktor Material/ Kebijakan Pengisian Resume Medis Temuan Masalah Belum ada kebijakan pengisian resume medis secara khusus yang tertulis. Menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain menyatakan bahwa faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan dalam pengisian resume medis adalah kurangnya sosialisasi pihak rumah sakit/ puskesmas kepada dokter penanggungjawab pengisian rekam medis rawat inap . Monitoring pengisian resume medis belum dilaksanakan oleh puskesmas pleret sehingga resume medis yang belum lengkap masih banyak. Kebijakan yang diterapkan dan dibuat oleh rumah sakit/ puskesmas digunakan sebagai acuan bagi petuas dalam melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar . Kebijakan merupakan konsep asas yang menjadi garis besar dan rencana dari pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan dan cara bertindak. Kurangnya sosialisasi baik SOP maupun kebijakan rumah sakit menjadikan faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian resume medis . Menurut kebijakan terbaru pemerintah mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menggunakan rekam medis elektronik. Resume medis sebagai bagian dari rekam medis inin harus diisi secara lengkap, akurat, dan tepat waktu dengan memeperhatikan prinsip keakuratan, keamanan, kerahasiaan dan integritas data agar mutu pelayanan kesehatan meningkat serta mampu memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan . Belum adanya dan atau belum optimalnya kebijakan terkait pengisian rekam medis rawat inap di rumah sakit menyebabkan petugas medis tidak memiliki acuan dalam mengisi dokumen rekam medis sehingga menimbulkan ketidaklengkapan rekam medis (Pratiwi et al. , 2. Penelitian lain menyebutkan bahwa organisasi yang belum memiliki kebijakan mengakibatkan tidak adanya acuan bagi petugas pelaksana . Menurut peneliti lain menyatakan bahwa belum adanya kebijakan tetap terkait pengisisan rekam medis yang tidak lengkap mengakibatkan belum adanya stadar tetap dalam pengisian dokumen rekm medis . 5 Faktor Pendanaan/ Money Pendanaan atau money ini berhubungan dengan besarnya anggaran yang disediakan untuk menyelenggarakan atau untuk menunjang suatu kegiatan. Hasil penelitian di Puskesmas Pleret terkait dengan pendanaan penyelenggaraan rekam medis rawat inap belum secara optimal terpenuhi, dengan alasan karena Puskesmas Pleret melayani pasien rawat inap hanya pada kasus persalinan saja. Hal ini dapat dilihat pada hasil wawancara berikut ini AuA. Dana untuk mendukung penyediaan ATK ada, tapi untuk mendukung motivasi yang berupa reward dan punishment karyawan belum adayI AuA Dana pendukung peralatan sudah ada mbak tapi untuk pendukung SDM yang belum tersedia secara khususAAy S1 AuA dana apanih? Dana untu pemberian reward belum ada tapi untuk membeli keperluan pendukung sudah adayS2 AuA reward belum ada sih mbah setahu saya, kalua dana untuk beli ATK dan peralatan lain sudah adayS3 AuA. Belum. belum ada reward terkait iniA. AyS4 Tabel 5. Temuan Masalah pada Faktor Money/ Pendanaan Faktor Money/ Pendanaan Temuan Masalah Belum ada dana khusus yang digunakan untuk memberikan reward pada pengisian dokumen yang telah lengkap. 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Pendanaan untuk alat tulis kantor yang mendukung kegiatan penyelenggaraan rekam medis telah dilaksanakan dengan baik oleh pihak puskesmas, hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh peneli lain yang menyatakan bahwa faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis adalah faktor pendanaan yang terbatas untuk mendukung kelengkapan . Konsep manajemen rekam medis menyebutkan bahwa faktor sumberdaya, hal ini termasuk finansial sangat mempengaruhi kualitas rekam medis karena tanpa dukungan dana system pencatatan tidakberjalan efektif, control kualitas lemah sehingga data menjadi tidak lengkap . Pendapat lain mengatakan bahwa unsur pendanaan atau pembiayaan merupakan sesuatu yang penting dlam manajemen pelayanan kesehatan, karena dengan keterbatasan pembiayaan dapat menyebabkan rendahnya mutu pelayanan termasuk dalam aspek administrasi seperti ekam medis . Hasil wawancara dengan informan menyatakan bahwa di Puskesmas Pleret dokter yang mengisi berkas resume medis dengan baik belum mendapat motivasi berupa reward dari pihak manajemen puskesmas. Reward merupakan sesuatu yang diberikan kepada seseorang karena telah melakukan sesuatu . Peningkatan kinerja pegawai akan mendorong produktivitas dan faktorfaktor lainnya dari seluruh kinerja dari selurih usaha atau perusahaan. Kinerja yang tinggi merupakan salah satu keunggulan kompetitif bagi suatu perusahaan. Hal ini disebabkan peran serta tenaga kerja sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan pekerjaan dimana kinerja merupakan unsur penting yang harus dimiliki . Salah satu bentuk motivasi karyawan salah satunya adalah pemberian reward and punishment oleh pimpinan atau organisasi kepada bawahan juga dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi karyawan dalam pengisian resume medis . KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data terkait dengan ketidaklengkapan pengisian resume medis di Puskesmas Pleret dapat disimpulkan bahwa faktor SDM adalah Dokter terburu buru, ketidakdisiplinan dokter dalam mengisi resume medis masih menjadi aktifitas sekunder yang mengiring jalannya pemeriksaan pasien, dokter lupa tidak langsung mengisi resume medis. Faktor Sarana dan prasarana yang disediakan oleh Puskesmas Pleret dalam pengisian resume medis belum maksimal penyebabnya adalah Puskesmas Pleret hanya menerima pasien partus saja serta sarrana dan prasarana yang ada belum digunakan secara optimal. Faktor metode menjadi salah satu penyebab ketidaklengkapan pengisian resume medis di Puskesmas Pleret adalah belum adanya SOP dan audit pengisian resume medis. Faktor kebijakan dan sosialisai pengisian resume medis yang baik dan benar di Puskesmas Pleret belum ada sehingga terjadi ketidaklengkapan pengisian resume medis. Faktor pendanaan menjadi penyebab ketidaklengkapan pengisian resume medis karena belum ada reward terkait dengan pengisian resume medis untuk mendukung terselenggaranya rekam medis di Puskesmas Pleret. Berdasarkan temuan penelitian mengenai ketidaklengkapan pengisian resume medis maka diperlukan beberapa upaya untuk perbaikan yang dirumuskan dalam bentuk rekomendasi yaitu perlunya puskesmas melakukan pelatihan SDM dan sosialisasi tentang pentingnya pengisian resume medis, meningkatkan kedisiplinan melalui system reward and punishment, mengatur beban kerja tenaga medis agar lebih seimbang. Faktor sarana dan prasarana mengoptimalkan penggunaan system informasi yang telah ada dengan memberikan pelatihan penggunaan system informasi dan pemeliharaan system secara berkala. Faktor metode dan dan material puskesmas perlu untuk merumuskan kebijakan yang tertulis serta penyusunan SOP sebagai standar acuan kinerja tenaga medis dalam pengisian dokumen rekam medis secara lengkap. Faktor pendanaan puskesmas Pleret dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk peningkatan mutu rekam medis dan untuk mendukung pengembangan system rekam medis yang efektif. REFERENSI