Jagad Pustaka: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. Januari 2024 pISSN: 3032-4947 | eISSN: 3032-4823 Problematika dan Tantangan dalam Penyajian Koleksi Kitab Klasik di Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam Asyfiya Qurratal Jamilah*. Anis Masruri. Bagas Aldi Pratama. Machsun Rifauddin. 1,2,3UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 4UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung *Penulis Korespondensi: qurratalasy@gmail. ARTIKEL INFO Dikirim: 25 Januari 2024 Diterima: 25 Januari 2024 Diterbitkan: 26 Januari 2024 ABSTRAK Pendahuluan Koleksi kitab klasik seringkali menjadi fokus utama dalam warisan intelektual dan budaya, namun mengelola koleksinya melibatkan beberapa masalah yang memerlukan penanganan strategis. Perpustakaan perguruan tinggi Islam sering kali menghadapi kendala terkait usia kitab, nilai historis yang tinggi, dan kerapuhan fisiknya yang rentan terhadap kerusakan. Metode Pengumpulan Data. Peneliti menggunakan tinjauan pustaka untuk menganalisis informasi yang dikumpulkan dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dan Diskusi. Pemeliharaan fisik, aksesibilitas, penggunaan teknologi, dan digitalisasi menjadi permasalahan dalam pengelolaan koleksi kitab klasik. Digitalisasi koleksi, pengemasan ulang informasi, kolaborasi dengan para ahli, dan peran strategis aksesibilitas diperlukan untuk menjamin nilai intelektual dan kekayaan budaya yang terkandung dalam buku klasik untuk generasi mendatang. Simpulan. Keterlibatan aktif pustakawan diperlukan untuk memastikan nilai intelektual koleksi kitab klasik di perpustakaan universitas Islam dapat diakses secara Kata kunci: Kitab klasik. Perpustakaan. Koleksi perpustakaan Aksesibilitas. Digitalisasi. Kemas ulang ABSTRACT Introduction. Classical book collections are often the main focus of intellectual and cultural heritage, but managing these collections involves several issues that Jagad Pustaka: https://journal. id/index. php/jp/ Keywords: Classical book. Library. Library Collection. Asyfiya Qurratal Jamilah, dkk. Problematika dan Tantangan require strategic handling. Islamic university libraries often face problems related to the age of the books, their high historical value, and their physical fragility which is susceptible to damage. Method of Data Collection. Researchers employ literature reviews to analyze information collected from books, journals, and scholarly articles that pertain to the research topic. Miles and Huberman models with data reduction, data presentation, and conclusion drawing to analyze the data. Results and Discussion. Physical maintenance, accessibility, the use of technology, and digitization are all issues in managing traditional book collections. Digitization of collections, repackaging of information, collaboration with experts, and the strategic role of librarians in collection management and accessibility are required to ensure the intellectual value and cultural riches contained in classical books for future Conclusion. The active involvement of librarians is necessary to ensure the intellectual value of classical book collections in Islamic university libraries is accessed sustainably. Accessibility. Digitalization. Information Repackaging. PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, perpustakaan dianggap sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam menjaga warisan budaya nasional. Tugas utamanya adalah mengelola karya tulis, karya cetak, atau karya rekam dengan cara yang profesional. Hal ini dilakukan dengan menerapkan sistem tertentu guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, penyediaan informasi, dan rekreasi bagi pengunjungnya. Dengan demikian, penting bagi perpustakaan untuk menjaga dan merawat koleksi klasik sebagai bagian dari kewajibannya dalam melindungi warisan budaya yang berharga (Ratmono, 2022:. Fungsi perpustakaan bisa diwujudkan dengan menyediakan koleksi dari berbagai disiplin ilmu. Koleksi yang tersedia sebagai pemenuhan kebutuhan informasi sekaliguas pondasi pengembangan riset dan penelitian. Dengan demikian perpustakaan berperan tidak hanya sebagai tempat untuk mengakses informasi, tetapi sebagai pangkalan yang menginspirasi dan mendorong eksplorasi pengetahuan yang lebih mendalam bagi para Salah satu jenis perpustakaan yang memiliki koleksi beragam adalah perpustakaan perguruan tinggi. Koleksi perpustakaan perguruan tinggi beragam jenisnya untuk memenuhi kebutuhan pemustaka berdasarkan konsentrasi program studi. Salah satu jenis koleksi klasik yang termasuk kedalam koleksi khusus di perpustakaan perguruan tinggi islam adalah koleksi kitab klasik. Koleksi kitab klasik di perpustakaan perguruan tinggi islam sering dianggap langka karena beberapa alasan tertentu. Pertama, umur kitab-kitab tersebut cenderung sangat tua dan terpelihara dengan baik, membuatnya klasik karena hanya sedikit salinan yang tersisa di dunia ini. Kedua, nilai historis dan kebudayaan yang terkandung di dalamnya membuatnya dianggap sebagai harta karun intelektual yang sangat berharga (Hajiri, 2. Selain itu, beberapa kitab klasik sering kali dicetak dalam jumlah terbatas pada zamannya menjadi sulit ditemukan dalam kondisi yang baik. Hal ini mengakibatkan koleksi tersebut sangat dicari oleh para kolektor dan peneliti untuk Asyfiya Qurratal Jamilah, dkk. Problematika dan Tantangan studi lebih lanjut. Keterbatasan aksesibilitas dan keunikan isi kitab-kitab klasik membuat koleksi tersebut langka sehingga menimbulkan ketertarikan yang besar bagi pemustaka yang ingin menjelajahi warisan literatur dan pengetahuan dari zaman Koleksi klasik ini bukan sekadar penanda sejarah juga sebagai sumber inspirasi yang mendorong pemahaman mendalam terhadap berbagai aspek budaya, ilmiah, dan sejarah, memberikan kontribusi tidak ternilai dalam peningkatan pengetahuan dan wawasan pemustaka (Hajiri, 2. Penyajian koleksi kitab klasik di perpustakaan perguruan tinggi islam sering kali menghadapi berbagai problematika dan tantangan yang memerlukan pendekatan yang teliti dan strategis. Koleksi kitab klasik memiliki nilai historis, kultural, dan intelektual yang tinggi, namun menyajikannya dengan tepat di dalam perpustakaan dapat menjadi sebuah tantangan tersendiri. Dalam penyajian koleksi kitan klasik terdapat beberapa faktor seperti keberagaman jenis kitab, kondisi fisik yang rentan, serta pemeliharaan nilai autentisitas yang memerlukan penanganan khusus. Penyajian koleksi kitab klasik dalam perpustakaan perguruan tinggi menekankan pada aksesibilitas, ketersediaan, dan Nilai-nilai bersejarah dan pengetahuan yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan dapat diakses oleh generasi saat ini maupun mendatang. Dalam konteks ini, pembahasan mengenai problematika dan tantangan dalam penyajian koleksi kitab klasik di perpustakaan perguruan tinggi islam menjadi krusial untuk menjaga warisan intelektual dan kultural manusia. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Moch. Isra Hajiri . dalam tesisnya menggambarkan bahwa koleksi kitab kuning di perpustakaan perguruan tinggi islam perguruan tinggi Islam tidak digunakan dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun topik hadits, al-Qur'an, dan fiqh paling sering digunakan, penggunaan total koleksi masih rendah baik dalam peminjaman maupun penggunaan langsung. Salah satu alasan utamanya adalah pengguna tidak fasih berbahasa Arab. Sementara sebagian kecil dosen menggunakan kitab kuning dalam pembelajaran, banyak yang percaya bahwa koleksi itu bagus namun sebagian besar percaya bahwa jumlah judul perlu ditambah Setelah kebakaran menghancurkan sebagian besar koleksi pada tahun 1998, tidak ada pembelian kitab kuning yang signifikan. Terlepas dari kenyataan bahwa anggaran yang ditetapkan pada tahun 2011, hanya sebagian kecil dari dana tersebut digunakan untuk membeli kitab kuning (Hajiri, 2. Penelitian terdahulu kedua yang dilakukan oleh Pustakawan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yaitu Miftakhus Salami . Penelitian tersebut berfokus pada peluang dan tantangan yang dihadapi oleh para pustakawan. Pustakawan koleksi klasik di layanan tersebut memiliki potensi besar untuk mengungkap informasi sejarah yang belum terjamah dengan berkonsentrasi pada pengumpulan surat kabar klasik. Ketika datang untuk menemukan informasi tersembunyi yang mendukung perkembangan ilmu, keterampilan dan kemampuan mereka dalam memahami isi surat kabar klasik sangatlah penting. Untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka tentang sejarah masa lalu yang belum terungkap, para pustakawan menghadapi tantangan seperti memahami aksara, bahasa, dan makna kata yang beragam (Salami & Hum, 2. Penelitian tentang penyajian koleksi kitab klasik di perpustakaan perguruan tinggi islam menjadi suatu hal yang penting dan mendesak. Perpustakaan sebagai pusat pembelajaran memiliki tanggung jawab untuk memberikan akses kepada koleksi langka seperti kitab klasik guna mendukung pengunjung dalam memperluas pengetahuan dan pemahaman mereka. Tinjauan literatur menekankan nilai unik secara historis dan Asyfiya Qurratal Jamilah, dkk. Problematika dan Tantangan budaya dari koleksi ini sering kali klasik dan sulit ditemukan dalam kondisi yang baik. Tantangan dalam penyajian koleksi kitab klasik meliputi pemeliharaan kondisi fisik yang rentan serta strategi penyajian yang tepat guna menjaga nilai-nilai bersejarah yang terkandung di dalamnya. Pentingnya penelitian lanjutan tercermin dalam kebutuhan akan strategi penyajian yang dapat meningkatkan aksesibilitas dan pemeliharaan koleksi ini demi memastikan keberlanjutan warisan intelektual dan budaya bagi METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka . ibrary Pendekatan ini melibatkan pengumpulan data melalui pemahaman serta penelitian terhadap teori-teori yang terdapat dalam berbagai literatur terkait dengan topik penelitian (Fadli, 2021:. Data dalam penelitian ini didapatkan dari berbagai sumber referensi yang berhubungan dengan topik penelitian baik dari buku, jurnal, maupun artikel ilmiah yang relevan. Terdapat tahapan utama dalam melakukan studi pustaka dalam penelitian ini. Pertama, tahap persiapan di mana peralatan yang diperlukan dipersiapkan dan daftar pustaka yang akan menjadi referensi dalam penelitian disusun. Kedua, tahap pengorganisasian waktu untuk membaca dan mencatat informasi penting dari literatur yang relevan. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari informasi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan penelitian terdahulu. Setelah itu, bahan pustaka yang terkumpul dari berbagai referensi tersebut dianalisis secara kritis dan mendalam untuk mendukung gagasan serta proposisi yang diusung dalam penelitian. Analisis tersebut bertujuan untuk membangun pemahaman yang kuat dan memperkuat argumentasi yang disampaikan dalam karya tulis ilmiah (Adlini et al. Model Miles dan Huberman digunakan untuk analisis data penelitian yang diawali dengan reduksi data, dilanjutkan dengan penyajian data dan penarikan HASIL DAN PEMBAHASAN Kitab klasik atau AuAl-kutub Al-qadimahAy merujuk pada karya-karya tradisional para ulama, menggunakan bahasa Arab dan memiliki gaya serta format penulisan yang berbeda dari buku-buku modern. Gaya penulisan dalam kitab klasik ini seringkali mengikuti pola dan norma yang berbeda dari apa yang umumnya ditemui dalam karyakarya modern saat ini (Endang Turmudi, 2004:. Kitab klasik mengandung pengetahuan tentang ilmu-ilmu keislaman terutama fikih yang disusun atau dicetak dengan menggunakan aksara Arab dalam bahasa Arab atau bahasa-bahasa seperti Melayu. Jawa. Sunda, dan sejenisnya. Kitab klasik adalah jenis buku yang sudah tidak lagi dicetak, sulit ditemukan, dan mengandung informasi relevan dengan sejarah. Kitab klasik merupakan bagian dari koleksi khusus yang dikelola secara hati-hati karena nilai dan keunikannya. Koleksi khusus biasanya disimpan di tempat aman dengan kondisi lingkungan yang terkendali serta memiliki kebijakan akses berbeda dari koleksi buku lainnya (Aulia & Rachman, 2023:. Kitab klasik sebagai bagian dari koleksi khusus di perpustakaan perguruan tinggi islam tentu menjadi sumber referensi penelitian bagi para pemustaka. Oleh karena itu, tanggung jawab perpustakaan bukan hanya memastikan akses mudah terhadap koleksi ini, tetapi melibatkan perawatan cermat serta pengelolaan yang efisien. Problematika Penyajian Koleksi Kitab Klasik di Perpustakaan Perguruan Tingg Islam Asyfiya Qurratal Jamilah, dkk. Problematika dan Tantangan Untuk dapat memberikan layanan unggul dalam menyediakan akses terhadap ilmu pengetahuan dan informasi, perpustakaan dihadapkan pada keharusan untuk terus memperluas koleksinya. Pengembangan koleksi bertujuan untuk memperkaya layanan dengan menyediakan sumber informasi yang sesuai dengan kebutuhan Upaya untuk menyajikan koleksi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa koleksi perpustakaan benar-benar efektif, yaitu relevan sesuai dengan preferensi informasi yang dicari pemustaka. Perpustakaan menyesuaikan keefektifan koleksinya dengan kebutuhan informasi dari penggunanya. Dalam usaha memenuhi kebutuhan informasi perpustakaan secara aktif melakukan kegiatan pengadaan koleksi yang sesuai dengan minat dan kebutuhan pemustaka (Oktavianto & Suliyati, 2017:. Dalam dunia perpustakaan memahami konsep penyajian informasi sangatlah penting karena memungkinkan untuk mengetahui jenis informasi apa yang dibutuhkan oleh pemustaka dan seberapa besar kebutuhannya. Perpustakaan sebagai lembaga informasi memiliki peran penting dalam mencerdaskan secara religius, intelektual, afektif, kognitif, dan aktif. Pembelajaran sebenarnya adalah pembelajaran melalui proses yang tertanam dengan baik bukan pembelajaran instan tetapi tidak hanya didapat dari pengajar, keluarga, lingkungan, kantor, dan sebagainya (Hutapea, 2017:. Penyajian koleksi kitab klasik di perpustakaan perguruan tinggi islam seringkali menimbulkan beberapa problematika yang perlu mendapatkan perhatian Pertama, pemeliharaan fisik menjadi salah satu aspek utama dalam menangani koleksi ini. Kitab klasik cenderung terbuat dari bahan-bahan yang rentan terhadap kerusakan karena usia dan kondisi fisiknya yang rapuh. Kondisi cuaca, kelembaban, serta paparan cahaya dapat menjadi ancaman serius bagi kelestarian bahan-bahan tersebut. Oleh karena itu, perawatan yang tepat dan konservasi secara hati-hati menjadi kunci dalam menjaga agar koleksi ini tetap terpelihara dengan baik (Daryono, 2. Kedua, masalah aksesibilitas dan ketersediaan menjadi hambatan penting. Koleksi kitab klasik sering kali terbatas dalam jumlahnya dan sulit untuk ditemukan dalam kondisi baik. Hal ini menyulitkan para peneliti, pemustaka, atau pengunjung perpustakaan yang ingin mengaksesnya untuk tujuan studi atau referensi. Upaya meningkatkan aksesibilitas terhadap koleksi ini merupakan tantangan, terutama dalam menghadapi keterbatasan jumlah salinan dan kondisi fisiknya yang rentan (Ratmono, 2022:. Ketiga, penggunaan teknologi dan digitalisasi juga menjadi problematika (Sugiarti, 2017:. Meskipun upaya digitalisasi telah dilakukan, terdapat kendala teknologi dalam mengabadikan koleksi kitab klasik secara komprehensif. Keterbatasan dalam teknologi digitalisasi dapat menghambat upaya menyajikan kitab klasik secara luas sehingga sulit diakses. Hal ini salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam konteks penyajian koleksi kitab klasik di perpustakaan perguruan tinggi islam. Tantangan Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam dalam Penyajian Kitab Klasik Pustakawan mengalami banyak tantangan dalam proses menyusun dan menerapkan kebijakan koleksi. Kekurangan anggaran adalah tantangan utama sebagai kebijakan pengembangan koleksi yang efektif. Tantangan selanjutnya adalah kekurangan atau tidak adanya pustakawan yang berpengalaman dalam Asyfiya Qurratal Jamilah, dkk. Problematika dan Tantangan koleksi pengembangan serta pemilihan, akuisisi, dan pengoperasian komputer. Tantangan terakhir meliputi kenaikan biaya buku dan jurnal, keamanan akses ke perpustakaan, masalah hak cipta, ketersediaan bahan pustaka dalam berbagai bentuk media fisik, dan peningkatan permintaan. Untuk mengatasi masalah tersebut pustakawan harus mencari bahan yang relevan dan murah tergantung pada anggaran mereka (Siti MaAorifah & Zulaikha, 2023:. Perpustakaan perguruan tinggi islam sering mengalami kesulitan saat mengembangkan koleksi kitab klasik, adapun beberapa tantangan dalam penyajian koleksi kitab klasik, diantaranya: Ketersediaan fisik dan kondisi kitab klasik Kitab klasik cenderung rentan terhadap kerusakan karena usia dan penggunaan yang intensif. Menjaga kondisi fisik baik dari koleksi kitab klasik merupakan tantangan terutama jika kitab tersebut telah berusia ratusan tahun. Pengetahuan dalam merawat dan menjaga kitab klasik adalah keharusan bagi perpustakaan terhadap pelestarian koleksi tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh Kilmarx . Menurutnya, perpustakaan harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap koleksi klasik perlu memiliki pustakawan yang memahami cara tepat untuk merawat koleksi tersebut sesuai dengan standar yang berlaku (Aulia & Rachman, 2023:. Pengelolan dan pemeliharaan koleksi Perpustakaan perguruan tinggi Islam harus memiliki kebijakan jelas untuk merawat dan mengelola koleksi kitab klasik. Hal ini mencakup penanganan khusus dalam penyimpanan, pemeliharaan, dan restorasi bila diperlukan. Restorasi merupakan solusi untuk menjaga koleksi klasik yang sulit ditemukan di pasaran karena telah berhenti dicetak atau hanya tersedia dalam jumlah Tujuan utama restorasi adalah melestarikan informasi yang terkandung di dalam koleksi tersebut agar tidak hilang (Asaniyah, 2019:. Pengelolaan dan pemeliharaan koleksi kitab kasik penting untuk memastikan koleksi tetap terjaga baik secara fisik maupun konten. Hal tersebut karena kitab klasik ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. Dengan demikian, informasi terkandung di dalam kitab klasik tetap bermanfaat bagi para pemustaka yang Aksebilitas terhadap kitab klasik Ketersediaan beberapa kitab klasik dalam bahasa kuno atau bahasa yang tidak dipahami dapat menghambat aksesibilitasnya kepada pembaca modern. Dengan menerjemahkan teks-teks ini ke dalam bahasa yang lebih umum dipahami atau menyediakan sumber daya tambahan seperti kamus atau Aksesibilitas terhadap karya-karya tersebut dapat ditingkatkan secara signifikan (Rohmah & Muklas, 2018:. Hal ini akan memungkinkan lebih banyak orang untuk menjelajahi, memahami, dan menghargai warisan sastra yang berharga ini tanpa terkendala oleh bahasa. Pembaharuan teknologi dan infrastruktur Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menghasilkan beragam sumber informasi dari berbagai cabang ilmu terdokumentasikan dalam buku Asyfiya Qurratal Jamilah, dkk. Problematika dan Tantangan teks, jurnal riset, majalah, dan berbagai media lainnya (Rifqi, 2017:. Untuk menyajikan koleksi kitab klasik secara efektif perpustakaan memanfaatkan teknologi terbaru juga memiliki infrastruktur yang memadai untuk penyimpanan, manajemen data, dan akses online. Konversi kitab klasik ke format digital dapat mempermudah akses dan menjaga salinan secara Meski demikian, proses digitalisasi ini membutuhkan investasi waktu dan sumber daya yang besar. Proses digitalisasi tidak boleh sembarang dilakukan untuk menjaga kondisi fisik kitab klasik. Pendidikan dan promosi Perpustakaan perguruan tinggi Islam harus mengenalkan nilai dan pentingnya koleksi kitab klasik kepada pemustaka, serta memotivasi minat baca. Hal tersebut sebagai sebuah tantangan bagi perpustakaan perguruan tinggi Tantangan tersebut memerlukan pendekatan yang efektif dalam bidang pendidikan dan promosi literasi. Pustakawan harus melakukan upaya untuk menyampaikan relevansi kekayaan nilai-nilai dan keunggulan dari karya-karya klasik agar dapat menarik perhatian serta membangkitkan minat pemustaka akan membaca dan mempelajari warisan sastra yang berharga ini. Solusi Terhadap Penyajian Kitab Klasik Penyajian kitab klasik di perpustakaan perguruan tinggi islam dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi untuk memastikan informasi tersampaikan dengan jelas. Adapun solusi yang dapat dilakukan oleh perpustakaan diantaranya sebagai berikut: Digitalisasi koleksi Perpustakaan sebagai pengelola informasi dihadapkan pada kebutuhan untuk memenuhi standar kinerja yang tinggi, meningkatkan mutu layanan, dan mengikuti perkembangan teknologi informasi. Transisi menuju perpustakaan digital sangat penting agar perpustakaan dapat memastikan pemustaka mendapatkan akses informasi yang cepat dan akurat. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang semakin kompleks, tetapi memperbaiki pengelolaan koleksi Hal ini memerlukan rencana strategis matang, infrastruktur yang mendukung, serta pengembangan teknologi informasi terintegrasi untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan bagi perpustakaan (I Gusti Ayu Ketut Yuni Masriastri, 2018:. Koleksi di perpustakaan perguruan tinggi islam harus didigitalisasi, terutama koleksi kitab klasiknya. Ada beberapa alasan mendasar untuk digitalisasi koleksi kitab klasik di perpustakaan perguruan tinggi islam. Pertama, koleksi kitab klasik memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang signifikan dapat dimanfaatkan oleh para pemustaka. Kedua, dengan digitalisasi koleksi kitab klasik yang dilestarikan dengan lebih baik, maka kerusakan atau kehilangan koleksi kitab klasik menjadi lebih rendah. Pengembangan koleksi digital keislama khususnya untuk perpustakaan Islam untuk memenuhi kebutuhan pemustaka, karena kesadaran akan Asyfiya Qurratal Jamilah, dkk. Problematika dan Tantangan pentingnya melestarikan literatur keislaman seperti kitab klasik. Upaya dalam melibatkan pengelolaan dan evaluasi literatur pustakawan yang relevan. Digitalisasi kitab klasik merupakan hal penting untuk mempertahankan warisan ilmu pengetahuan. Perpustakaan memainkan peran penting dalam menjaga informasi dan budaya bangsa melalui media dan digitalisasi. Upaya tersebut menunjukkan betapa pentingnya kontrol informasi agar akses terbuka ke perpustakaan digital dapat dilakukan tanpa hambatan. (Rifauddin & Halida, 2023:. Kemas ulang informasi Kemas ulang informasi koleksi perpustakaan berarti mengubah informasi dalam koleksi perpustakaan menjadi format yang lebih menarik, mudah dipahami, dan jelas tentang kebenaran sumber informasi bagi pemustaka. Kemas ulang informasi dapat mempermudah penyebaran dan proses temu kembali informasi. Hal ini dimulai dengan memilih berbagai informasi dari berbagai sumber, membuat pendataan yang relevan, menganalisis dan mensintesa informasi tersebut, kemudian menyajikan informasi sesuai dengan kebutuhan pemustaka (Santoso, 2021:. Pentingnya kemas ulang informasi dari koleksi kitab klasik di perpustakaan perguruan tinggi Islam adalah untuk memperluas akses dan pemahaman warisan intelektual. Terjemahan ke bahasa Indonesia memungkinkan akses bagi pemustaka yang tidak memahami bahasa aslinya, sementara penjelasan isi kitab meningkatkan pemahaman tentang ide-ide di Membuat ulasan mendalam tentang kitab klasik membantu memperjelas makna, relevansi, dan pesan yang disampaikan. Perpustakaan sebagai pusat pengetahuan, menyediakan sumber yang beragam untuk berbagai tingkat pemahaman pemustaka. Menulis syarah dapat menghidupkan kembali nilai-nilai keilmuan kitab klasik, menjadikannya relevan dengan era saat ini, dan memastikan pengetahuan ini bermanfaat bagi generasi mendatang. Kemitraan dan pustakawan ahli dalam kitab klasik Dalam penyajian koleksi kitab klasik, kemitraan ahli melibatkan kolaborasi antara berbagai pakar untuk menjaga relevansi dan aksesibilitas warisan Pustakawan memainkan peran sentral dengan mengelola fisik dan digital koleksi serta memfasilitasi kolaborasi antara ahli untuk merawat, menginterpretasi, dan memperdalam pemahaman terhadap koleksi kitab klasik Menurut UU No. 43 tahun 2007 Bab I Pasal 1, pustakawan adalah seseorang yang memiliki kemampuan diperoleh melalui pendidikan atau pelatihan kepustakawanan serta memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan memberikan layanan perpustakaan. UU No. 43 tahun 2007 Pasal 29 Ayat 2 menyatakan bahwa pustakawan dapat mengambil alih pekerjaan tenaga teknis perpustakaan sesuai dengan keadaan perpustakaan yang bersangkutan. (Wahyuni, 2015:. Pustakawan bekerja untuk memfasilitasi akses yang mudah terhadap koleksi kitab klasik melalui sistem katalogisasi terstruktur dan pengelolaan informasi yang akurat. Dengan memainkan peran sebagai Asyfiya Qurratal Jamilah, dkk. Problematika dan Tantangan pengelola pengetahuan dan pendukung kolaborasi multidisiplin, pustakawan membantu menjaga relevansi serta mempromosikan pemeliharaan dan penggunaan yang berkelanjutan terhadap warisan intelektual bagi masa kini dan masa mendatang. Peluang dalam Penyajian Kitab Klasik Penyajian koleksi kitab klasik membuka peluang yang beragam dalam konteks pendidikan, pengembangan pribadi, dan pengayaan budaya. Dalam ranah pendidikan eksposur terhadap kitab-kitab klasik memungkinkan pemustaka untuk mengeksplorasi warisan literatur yang kaya serta memahami aspek-aspek historis, budaya, dan filosofis. Hal ini tidak hanya memperluas wawasan pemustaka terhadap peradaban masa lalu tetapi membantu memperkaya pemahaman akan bahasa, tata nilai, dan pemikiran manusia. Di samping itu, penyajian koleksi kitab klasik juga memicu refleksi diri dan pengembangan kepribadian. Pemahaman atas konsep-konsep moral, etika, dan filosofis terdapat dalam karya-karya klasik memberikan peluang untuk refleksi mendalam tentang nilai-nilai yang mendasari kehidupan serta membentuk karakter individu. Pengorganisasian penyajian koleksi kitab klasik membuka peluang untuk meningkatkan apresiasi budaya bagi pemustaka. Dengan mengadakan diskusi, seminar, atau festival yang berfokus pada kitab-kitab klasik, komunitas dapat mengeksplorasi dan merayakan warisan budaya. Hal ini tidak hanya menghidupkan kembali kekayaan intelektual masa lalu, tetapi juga menciptakan ruang untuk dialog antargenerasi serta memperkuat rasa identitas budaya. Penyajian koleksi kitab klasik menjadi kesempatan untuk menumbuhkan minat akan literatur klasik dalam pemustaka, mempromosikan pemahaman yang lebih dalam tentang warisan intelektual, dan merangsang pertukaran ide yang berharga. SIMPULAN Penyajian koleksi kitab klasik di perpustakaan perguruan tinggi Islam merupakan suatu tantangan yang kompleks, memerlukan strategi, dan upaya Tiga poin utama yang menjadi fokus utama dalam meningkatkan penyajian koleksi kitab klasik adalah pemeliharaan fisik, aksesibilitas, dan pengelolaan Pemeliharaan fisik menjadi kunci dalam menjaga kelestarian kitab klasik yang rentan terhadap kerusakan karena usia dan kondisi fisiknya yang rapuh. Kemudian, masalah aksesibilitas menjadi hambatan penting, mengingat keterbatasan jumlah dan kondisi fisik kitab klasik yang sulit ditemukan dalam kondisi yang baik. Sementara itu, pengelolaan teknologi dan digitalisasi juga menjadi problematika penting dalam menyajikan kitab klasik secara luas dan mudah diakses. Solusi yang dapat diterapkan perguruan tinggi Islam untuk mengatasi tantangan tersebut antara lain adalah melalui digitalisasi koleksi kitab klasik, kemas ulang informasi, serta kemitraan dengan pustakawan ahli dalam kitab klasik. Digitalisasi koleksi memungkinkan akses yang lebih mudah dan melestarikan koleksi tanpa risiko kerusakan fisik yang lebih lanjut. Kemas ulang informasi memperkaya cara penyajian informasi agar lebih menarik, mudah dipahami, dan relevan bagi pemustaka. Terakhir, kemitraan dengan pustakawan ahli dan berbagai ahli lainnya dapat memastikan interpretasi yang tepat serta pemeliharaan Asyfiya Qurratal Jamilah, dkk. Problematika dan Tantangan koleksi yang lebih baik untuk menjaga relevansi dan pemahaman akan kitab klasik bagi generasi masa kini dan mendatang. DAFTAR PUSTAKA Adlini. Dinda. Yulinda. Chotimah. , & Merliyana. Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6. , 974Ae980. https://doi. org/10. 33487/edumaspul. Asaniyah. Pelestarian Koleksi Langka Melalui Restorasi. Buletin Perpustakaan Universitas Islam Indonesia, 2. , 93Ae104. Aulia. , & Rachman. Preservasi Koleksi Buku Langka di Perpustakaan AuX. Ay JIPK Jurnal Ilmu Informasi. Perpustakaan, dan Kearsipan, 25. , 10. https://doi. org/10. 7454/JIPK. Daryono. Pemeliharaan Bahan Pustaka di Perpustakaan. Sebelas Maret University Library. https://library. id/pemeliharaan-bahan-pustaka-diperpustakaan/ Endang Turmudi. Perselingkuhan Kyai Dan Kekuasaan. LKiS Yogyakarta. Fadli. Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika. Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21. , 33Ae54. https://doi. org/10. 21831/hum. Hajiri. Evaluasi Pemanfaatan Koleksi Kitab Kuning di Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Universitas Indonesia. Hutapea. Peranan Perpustakaan dalam menyajikan informasi ilmiah dan jauh dari hoax. Shaut al-Maktabah Jurnal Perpustakaan dan Arsip, 8. , 169Ae174. https://doi. org/10. 15548/shaut. I Gusti Ayu Ketut Yuni Masriastri. Perpustakaan dan Masyarakat Informasi. Maktabah : Jurnal Kajian Ilmu Dan Perpustakaan, 3. , 72Ae83. Oktavianto. , & Suliyati. Ketersediaan Koleksi Bagi Kebutuhan Informasi Pemustaka di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan. Jurnal Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro, 6. , 401Ae410. Ratmono. Pelestarian Buku Langka di Pusat Preservasi dan Alih Media Bahan Perpustakaan Perpustakaan Nasional RI. Maktabatuna:Jurnal Kajian Kepustakawanan, 4. Rifauddin. , & Halida. Urgensi Perpustakaan Islam Digital dalam Menyediakan Literatur Keislaman bagi Muslim Milenial. Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 7. , 1. https://doi. org/10. 29240/tik. Rifqi. Penggunaan Subject Authority Pada Sistem Temu Kembali dan Relevansinya Untuk Penelusuran Koleksi Kitab Kuning Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pustakaloka, 9. Asyfiya Qurratal Jamilah, dkk. Problematika dan Tantangan Rohmah. , & Muklas. Aplikasi Metode Penerjemahan dalam Pembelajaran Kitab Kuning. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 10. , 92Ae98. https://doi. org/10. 30599/jti. Salami. , & Hum. Peluang dan Tantangan Pustakawan Koleksi Langka Perpustakaan Nasional Republik Indonesia: Representasi Pada Layanan Surat Kabar Langka Terjilid. Maktabatuna:Jurnal Kajian Kepustakawanan, 4. Siti MaAorifah, & Zulaikha. Tantangan Pengembangan Koleksi Pada Perpustakaan Universitas. Jurnal Pustaka