Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 98-109 Contents list available at JKP website Jurnal Kesehatan Perintis Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/JKP Formulasi Ekstrak Bunga Kembang Bulan Tithonia Diversifolia (Hemsle. Gray Dalam Sediaan Serum Sunscreen Dewi Rahma Fitri*. In Rahmi Fatria Fajar. Dedri Syafei Institut Sains dan Teknologi Alkamal. Jakarta. Indonesia Article Information : Received 15 September 2024 . Accepted 15 January 2025. Published 17 January 2025 *Corresponding author: dewirahmafitri@ista. ABSTRAK Salah satu kosmetik yang dapat digunakan untuk melindungi kulit wajah adalah serum. Serum merupakan sediaan cair konsentrat tinggi dengan kemampuan penetrasi lebih dalam menghantarkan bahan aktif ke dalam kulit. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula serum wajah dari ekstrak bunga kembang bulan sebagai antioksidan dan tabir surya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi bunga kembang bulan (Tihthonia diversifolia (Hemsle. Gra. mengunakan etanol 70% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kental dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dan penentuan nilai Sun Protection Faktor (SPF) menggunakan metode spektrofotometer UV VIS. Nilai SPF dihitung menggunakan metode Mansur. Formula basis serum dilakukan optimasi penggunaan Tween 80 dan Span 80 untuk mendapatkan formula basis terbaik selanjutnya dibuat formula serum sunscreen. Kosentrasi ekstrak bunga kembang bulan berdasarkan nilai IC50 ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak adalah 129, 2 ppm dan nilai SPF ekstrak berturut-turut kosentrasi 100ppm, 200ppm, 300ppm, 400ppm, dan 500ppm adalah 14, 16, 19, 22 dan 33. Hal ini menunjukkan nilai SPF ekstrak bunga kembang bulan masuk kategori maksimal dan ultra. Diperoleh formula basis terbaik adalah kombinasi Tween 80 3,75 dan Span 80 1,25. Hasil diperoleh dari Analisa menggunakan Simple Lattice Desain menggunakan software Desain Expert. Formula serum dibuat menjadi F1. F2 dan F3, dimana F1 adalah basis serum. F2 formula serum dengan kadar ekstrak 1,29 gram dan F3 formula serum dengan kadar ekstrak 2,58 gram. Ketiga formula serum sunscreen mempunyai nilai SPF berturut-turut adalah F1 17. F2 21 dan F3 31. Kesimpulan penelitian ini adalah ketiga formula serum sunscreen mempunyai sifat fisik yang memenuhi persyaratan sediaan topikal yaitu homogen, pH 5, daya sebar 5-7 cm viskositas 1000-7000 cps dan ketiga formula mempunyai nilai SPF dengan kategori proteksi ultra. Kata kunci : Antioksidan, serum, sunscreen. SPF ABSTRACT Cosmetics that can be used to protect facial skin are serums. Serum is a highly concentrated liquid preparation that has deeper penetration ability to deliver active ingredients into the skin. A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 98-109 The aim of the research is to create a facial serum formula from Thitonia diversifolia flower extract as an antioxidant and sunscreen. Research is an experimental method. Extraction of Thitonia diversifolia flowers using 70% ethanol and a rotary evaporator. The thick extract was tested for antioxidant activity and the Sun Protection Factor (SPF) value was determined using the UV VIS spectrophotometer method. The SPF value is calculated using the Mansur The serum base formula was optimized using Tween 80 and Span 80 to get the best base formula which was then formulated into the sunscreen serum. The concentration of Thitonia diversifolia flower extract is based on the IC50 value of the extract. The IC50 value of the extract is 129. 2 ppm and the SPF value of the extract is a concentration of 100ppm, 200ppm, 300ppm, 400ppm, and 500ppm is 14, 16, 19, 22 and 33. The SPF value of Thitonia diversifolia flower extract is in the maximum and ultra categories. The best combination of Tween 80 3. 75 and Span 80 1. 25 was obtained. The results were analyzed using Simple Lattice Design with Expert Design software. three formulas F1. F2 and F3 were created. F1 is the serum base. F2 has an extract content of 1. 29 grams and F3 has an extract content of 58 grams. The conclusion of this research is that all serum sunscreen formulas meet the requirements for homogeneous topical preparations, pH 5, spreadability 5-7 cm, viscosity 1000-7000 cps Keywords: Antioxidant. Serum. Sunscreen. SPF PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis secara geografis terletak dekat garis katulistiwa, hal ini menyebabkan Indonesia sepanjang tahun. Paparan sinar ultraviolet dengan intensitas tinggi dapat menimbulkan efek kulit terbakar . , kulit kemerahan . , kulit menjadi gelap . , bahkan dapat menimbulkan kanker kulit (Azyyati Adzhani, dkk. , 2. Selain itu radiasi sinar ultraviolet mendorong pembentukan ROS . eactive oxygen specie. dan nitrogen species (RNS) mengakibatkan kerusakan kulit. Untuk antioksidan (Jesus et al. , 2. Kanker kulit merupakan salah satu kanker yang umum terjadi di Indonesia. Indonesia Cancer Care Community (I. menunjukan data kasus kanker kulit nonmelanoma 6. 170 dan kasus kanker kulit 392 pada tahun 2018 dan terus meningkat pada tahun 2023. Salah satu penyebab kanker kulit yang dapat kita cegah adalah paparan sinar ultraviolet (UV) yang belebihan, baik dari matahari maupun dari sumber buatan seperti tanning bed. Kosmetik skin care terdiri atas pembersih, pelembab, penipis dan tabir Tabir surya merupakan kosmetik pelindung yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit dan melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar ultraviolet (Minerva, 2. Kekuatan tabir surya dalam melindungi kulit dari radiasi sinar ultraviolet dipegaruhi oleh nilai SPF Nilai SPF merupakan indikator yang menjelaskan keefektifan dari produk bersifat UV protector (Rusydi. , dkk 2. Tabir surya harus diformulasikan untuk menghasilkan proteksi maksimal dan pengaplikasiannya dapat diterima (Fitri dkk. Penggunaan bahan kimia seperti oksibenzone dalam tabir surya dilaporkan mengkontaminasi lingkungan dan penyebab masalah kesehatan (DiNardo et al. , 2. Penelitian lain melaporkan penggunaan bahan kimia tabir surya mengganggu sistem endokrin, karsinogenik, neurotoksik, dan beracun pada organ reproduksi (Santander. Sehingga dibutuhkan pelindungan kulit yang aman bagi kesehatan dengan fungsi menyerap atau melemahkan sinar ultraviolet sehingga intensitas sinar yang mencapai kulit lebih sedikit. Serum konsentrasi yang tinggi tetapi dengan viskositas yang rendah. Serum wajah yang memiliki kemampuan penyerapan pada kulit yang cukup baik, pelepasan dari zat aktif serum baik dan mudah untuk di aplikasikan pada wajah (Hikmah. , dkk 2. Pencarian bahan aktif dari alam sebagai tabir surya terus dilakukan. Bahan alam lebih disukai karena spektrum penyerapan UV yang luas, foto stabilitas. A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 98-109 efek perlindungan terhadap stress oksidatif, peradangan dan kanker (Mikha dkk. , 2. Senyawa bahan alam yang mempunyai antioksidan tinggi dapat mencegah dan meminimalisir kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh sinar UV (Jesus et al. Tithonia diversifolia (Hemsle. Gray yang dikenal dengan bunga kembang bulan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bunga kembang bulan mempunyai nilai IC50 121, 27 AAg/mL dan hasil hasil analisa GCMS ekstrak bunga kembang bulan menunjukkan senyawa bioaktif metil linolelaidat 19,55%, palmitat18,73%, 1-dotriacontanol 15,35% (Roopa et al. , 2. Pada penelitian yang dilakukan oleh Veby, dkk yang menguji sebanyak 12 tanaman famili Asteraceae terhadap aktivitas inhibitor tyrosinase menggunakan microplate reader (ELISA) L-DOPA menunjukkan fraksi air tanaman kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsle. Gra. memberikan aktivitas terbaik dari semua sampel yang diuji dengan IC50 terkecil sebesar 143. 03 A 0. 77 AAg/mL (Yani dkk, 2. Aktivitas antioksidan tanaman kembang bulan sangat kuat, dengan menggunakan pelarut metanol dengan metode DPPH nilai IC50 25,83 AAg/mL, metode ABTS nilai IC50 15,40 AAg/mL, metode CUPRAC IC50 19,69 AAg/mL, dan pengahambat enzim tyrosinase nilai IC50 15,62 AAg/mL (Ngenge Tamfu et al. , 2. Berdasarkan penelitian diatas terlihat bahwa tanaman kembang bulan sangat berpotensi untuk dijadikan bahan aktif kosmetik alami dan merupakan sumber antioksidan fenolat yang sangat kuat dalam pencegahan stress oksidatif. Namun demikian belum ada penelitian yang melaporkan penggunaan bunga kembang bulan dalam sediaan kosmetik serum. Maka, pada penelitian ini akan dibuat suatu formulasi sediaan serum wajah dari ekstrak bunga kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsle. Gra. yang mempunyai aktivitas antioksidan sebagai perlindungan kulit wajah dari pengaruh radiasi sinar Tujuan dari penelitian ini adalah membuat formula sediaan serum ekstrak kembang bulan yang memenuhi mutu fisik antioksidan serta nilai SPF proteksi ultra. METODE PENELITIAN Determinasi tanaman Determinasi dengan cara menyerahkan sampel bagian tanaman berupa daun, ranting dan bunga tanaman pada Laboratoriom Botani Brin guna untuk diidentifikasi. Pembuatan simplisia Bunga (Tithonia diversifolia (Hemsle. Gra. Bunga kembang bulan diperoleh dari daerah Cipanas. Bogor sebanyak 10 kg. Bunga kembang bulan yang dipetik adalah bunga yang sudah mekar dalam kondisi Sampel dicuci dengan air mengalir, dirajang dan dikeringkan anginkan tanpa sinar matahari langsung. Pembuatan ekstrak Bunga (Tithonia diversifolia (Hemsle. Gra. Simplisia dimasukan ke dalam bejana yang dilapisi aluminium foil sebanyak 3 kg untuk dilakukan maserasi. Maserasi dilakukan menggunakan pelarut etanol 70% selama 24 jam dan diaduk sesekali, saring menggunakan kertas saring. Lakukan proses remaserasi sebanyak dua kali. Maserat yang diperoleh dipekatkan dan diuapkan menggunakan rotary evaporator setelah disimpan dalam wadah kedap udara dan dijauhkan dari cahaya (Gama et al. Uji antioksidan ekstrak . Pembuatan larutan DPPH. Larutan DPPH 100 ppm dibuat dengan menimbang 5 mg DPPH kemudian menambahkan metanol hingga menjadi 50 mL. Persiapan larutan sampel ekstrak bunga kembang bulan 25 mg ekstrak bunga kembang bulan ditimbang, dilarutkan dalam 25 ml metanol, dan ditempatkan dalam labu ukur untuk mendapatkan larutan stok 1000 Serangkaian konsentrasi 20, 40, 60, 80 dan 100 ppm dibuat dari larutan induk. Pembuatan larutan vitamin C sebagai bahan Timbang 5 mg Vitamin C. Larutkan dalam metanol secukupnya, masukkan ke dalam labu takar 50 mL, dan tambahkan hingga 50 mL metanol untuk Serangkaian konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm dibuat dari larutan induk. A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 98-109 Pengukuran spektrofotometer UV-Vis. Pipet 1 ml masingmasing sampel dan larutan pembanding ke dalam tabung reaksi, campur dengan 1 ml DPPH 100 ppm dan 2 ml metanol pa, lalu kocok hingga homogen. Larutan ini diinkubasi selama 30 menit pada suhu kamar dan absorbansinya diukur pada panjang gelombang DPPH optimal yang Replikasi dilakukan sebanyak tiga kali. Penentuan % Inhibisi dan Nilai IC50. Nilai IC50 dihitung menggunakan persamaan regresi linier dari y = ax b antara konsentrasi larutan uji . dengan % Inhibisi . Uji SPF Ekstrak Secara Invitro Pembuatan larutan induk ekstrak Timbang ekstrak 100 mg dilarutkan dalam labu ukur 10 ml tambahkan pelarut methanol:aquadest . sampai tanda batas. Pembuatan seri larutan 500 ppm, 400 ppm, 300 ppm, 200 ppm, dan 100 Pipet masing-masing 1, 0,4. , 0,3. , 0,2. 0,1 ml masukan kedalam labu ukur 10 ml tambahkan pelarut methanol:aqudest . sampai tanda batas. Dilakukan pengukuran absorbansi terhadap sampel pada kisaran 290 hingga 320 nm dan aquadest sebagai Data penyerapan diperoleh dalam kisaran 290 hingga 320, pengukuran dilakukan pada setiap rentan 5 nm, dan dilakukan 3 kali penentuan pada setiap titik, hasil absorbansi masing-masing konsentrasi ekstrak larutan dicatat dan kemudian dihitung nilai SPF nya hitung menggunakan persamaan Mansur. kedalam mortar gerus homogen masukan fase air . liserin,propilen glikol,Phenoxy etanol dan Tween . gerus sampai homogen dan terbentuk massa 1. Tambahkan . inyak bekatul,span . gerus sampai terbentuk massa setengah padat sampai homogen. Tambahkan sisa air gerus sampai homogen. Tambahkan pewangi Sun Flower 1-2 tetes gerus sampai homogen. Masukan ke Penentuan formula menggunakan metode simplex lattice desain (SLD) dengan memasukan 2 kombinasi zat yaitu tween 80 dan span 80 pada desain expert. Diperoleh seri kombinasi yang selajutnya dilakukan pengujian dilaboratorium dan diuji sifat Formulasi basis serum dapat dilihat pada tabel 1. Evaluasi basis serum Pengamatan organoleptis. Pengujian basis serum meliputi warna, aroma, dan sensasi di kulit dengan cara mengamati penampilan visual dan sensasi di kulit Uji Homogenitas. Uji homogenitas dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan basis serum pada preparat kaca kemudian diamati apakah bahanAebahan yang digunakan tersebut terdispersi merata pada lempeng kaca tersebut. Sementara untuk Uji pH sebanyak 0,5 g serum diencerkan dengan 5 dicelupkan dalam larutan sampel tersebut. Dibiarkan alat menunjukkan harga pH sampai konstan. Angka yang ditunjukkan pH meter merupakan pH sediaan SPF = CF y OcEE () y 320 290 I() y abs() Keterangan: CF = Faktor Koreksi . EE = Spektrum Efek Eritema I = Spektrum Intensitas Cahaya Abs = Absorbansi Sampel Formulasi Serum Wajah Ekstrak Bunga (Tithonia diversifolia (Hemsle. Gra. Optimasi basis serum Semua bahan formula ditimbang dengan seksama. Na Cmc dikembangkan selama 15 menit menggunakan Aquades 20x bobot Na CMC. Na CMC yang sudah Uji viskositas Dimulai dengan memasukkan sampel ke beaker glass 100 ml lalu pilih nomor spindle yang sesuai 63, menggunakan 3 kecepatan 30rpm, 50 rpm dan 60 rpm. Uji Daya Sebar Sampel seberat 0,5 g diletakkan di atas kaca dan ditunggu selama 1 menit. Diameter sebar sampel diukur. Selanjutnya ditambah 150 g beban dan didiamkan selama 1 menit lalu diukur diameter yang A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 98-109 Tabel 1. Desain formula basis serum Nama Bahan Minyak Bekatul Na CMC Gliserin Propilen Glikol Phenoksi Etanol Tween 80 Span 80 Pewangi Sun Flower . 1,25 3,75 3,75 1,25 Air HASIL DAN PEMBAHASAN Determinasi tanaman Determinasi tanaman dilakukan dengan cara menyerahkan sampel bagian tanaman berupa daun, ranting dan bunga tanaman ke UPT Laboratorium Herba Materia Medica Batu. Jl. Lahor 87 Kota Batu. Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Diperoleh hasil sertifikat determinasi tanaman dengan nama latin (Tithonia diversifolia (Hemsle. Gra. No. 3/2125/102. 20/2024 . ada pada tananaman dimana pada saat matahari terbit beranjang naik dianggap waktu terbaik dalam pengambilan simplisia. Simplisia bunga kembang bulan diperoleh sebanyak 370 gram . Gambar 2. Simplisia Bunga Tithonia diversifolia (Hemsle. Gray Gambar 1. Bunga Tithonia diversifolia (Hemsle. Gray Pembuatan simplisia bunga (Tithonia diversifolia (Hemsle. Gra. Bunga kembang bulan diperoleh dari daerah Cipanas. Bogor sebanyak 3500 Bunga kembang bulan dipetik pada pagi hari sekitar jam 07. 00 WIB saat matahari baru beranjak naik, bagian bunga yang diambil adalah bunga yang sudah mekar dan segar. Pemetikan bunga mempengaruhi kadar senyawa aktif yang Pembuatan ekstrak bunga (Tithonia diversifolia (Hemsle. Gra. Diperoleh ekstrak kental sebanyak 127,36 gram dan diperoleh nilai rendemen 18,19%. Rendemen adalah perbandingan jumlah ekstrak yang dihasilkan dari ekstraksi Semakin tinggi konsentrasi bahan pelarut maka rendemen semakin meningkat, dikarenakan banyaknya konsentrasi pelarut mengakibatkan tercukupinya komponen senyawa yang terekstrak seiring bertambah banyaknya komponen lain yang tidak diinginkan juga ikut terekstrak. Kenaikan rendemen hasil ekstraksi dikarenakan kontak antara matriks bahan dan pelarut akan lebih besar ketika jumlah pelarut yang mempermudah pellarut untuk melakukan penetrasi ke dalam sel matriks bahan dan melarutkan senyawa target. A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 98-109 Uji aktivitas antioksidan ekstrak Diperoleh nilai IC50 Vitamin C adalah 4,662822 ppm. Nilai antikoksidan Vitamin C masuk kategori sangat kuat . % Inhibisi % Inhibisi y = 24. RA = 0. dikategorikan sebagai antioksidan sedang . Penentuan nilai SPF ekstrak secara Dibuat 5 seri kosentrasi ekstrak buga kembang bulan yang diukur nilai SPF nya menggunakan spektrofotometer UV dengan Panjang gelombang dari 290-320 nm dengan interval 5 nm. Seri kosentrasi ekstrak bunga kembang bulan adalah 100, 200, 300, 400 dan 500 ppm . Konsentrasi . Gambar 4. Kurva Persen Inhibisi Vitamin C % Inhibisi % Inhibisi Gambar 6. Seri Kosentrasi Ekstrak y = 22. - 61. RA = 0. Konsentrasi . Gambar 5. Kurva Persen Inhibisi Ekstrak Bunga Kembang Bulan Diperoleh nilai IC50 ekstrak bunga kembang bulan 129,2 ppm. Metode pengujian antioksidan secara in vitro yang DPPH dikarenakan penggunaannya sederhana, cepat, dan tidak membutuhkan banyak Senyawa dikatakan sebagai antioksidan sangat aktif apabila nilai IC50 kurang dari 50 ppm, apabila nilai IC50 antara 50-100 ppm dikategori aktif, nilai IC50 101250 ppm dikategori sedang, dan nilai IC50 diantara 250- 500 ppm dikategori lemah (Anugrah dkk. , 2. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak bunga kembang bulan. Hasil Perhitungan Rumus Mansur Nilai SPF dihitung terhadap masingmasing kosentrasi dimana nilai absorban pada panjang gelombang 290-320 interval 5 nm dikalikan dengan Nilai EExI kemudian hasil perkalian dijumlahkan . abel 2-. Hasil penelitian menunjukkan nilai SPF ekstrak pada kosentrasi 100 ppm adalah 14,6. kosentrasi 200 ppm adalah 16,2. kosentrasi 300 ppm adalah 19 . kosentrasi 400 ppm adalah 22. 500 ppm adalah 33. Menurut FDA (Food Drug Administratio. kemampuan tabir surya adalah Minimal . ila SPF antara 2-. Sedang . ila SPF antara . Ekstra . ila SPF antara 6-. Maksimal . ila SPF antara 8-. , dan Ultra . ila SPF lebih dari . Ekstrak bunga kembang bulan memiliki nilai SPF dengan kategori maksimal sampai ultra. Artinya ekstrak bunga kembang bulan berpotensi untuk dijadikan sumber aktif tabir surya kimia. Tabir surya kimia adalah senyawa Biasanya, senyawa ini melindungi kulit dengan menyerap radiasi. Saat ini, ada tabir surya organik di pasaran yang tidak A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 98-109 Tabel 2. Nilai SPF Kosentrasi 500 ppm Panjang Gelombang Nilai EExI Absorban Hasil 0,015 0,0817 0,2874 0,3278 0,1864 0,0839 0,018 2,526 2,886 3,026 3,749 3,394 3,704 3,885 0,03789 0,235786 0,869672 1,228922 0,632642 0,310766 0,06993 3,385608 Nilai SPF 33,85608 Tabel 3. Nilai SPF Kosentrasi 400 ppm Panjang Gelombang Nilai EExI Absorban Hasil 0,015 0,0817 0,2874 0,3278 0,1864 0,0839 0,018 1,877 2,141 2,209 2,262 2,281 2,25 2,172 0,028155 0,17492 0,634867 0,741484 0,425178 0,188775 0,039096 2,232474 Nilai SPF 22,32474 Tabel 4. Hasil SPF Kosentrasi 300 ppm Panjang Gelombang Nilai EExI Absorban Hasil 0,015 0,0817 0,2874 0,3278 0,1864 0,0839 0,018 1,521 1,887 2,009 1,979 1,94 1,916 1,873 0,022815 0,154168 0,577387 0,648716 0,361616 0,160752 0,033714 1,959168 Nilai SPF 19,59168 Tabel 5. Hasil SPF Kosentrasi 200 ppm Panjang Gelombang Nilai EExI Absorban Hasil 0,015 0,0817 0,2874 0,3278 0,1864 0,0839 0,018 1,488 1,532 1,645 1,646 1,631 1,603 1,566 0,02232 0,125164 0,472773 0,539559 0,304018 0,134492 0,028188 1,626514 Nilai SPF 16,26514 A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 98-109 Tabel 6. Hasil SPF Kosentrasi 100 ppm Panjang Gelombang Nilai EExI Absorban Hasil 0,015 0,0817 0,2874 0,3278 0,1864 0,0839 0,018 1,186 1,472 1,487 1,475 1,46 1,444 1,412 0,01779 0,120262 0,427364 0,483505 0,272144 0,121152 0,025416 1,467633 Nilai SPF 14,67633 hanya menyerap 95% dari panjang gelombang . Ae320 n. , melindungi dari eritema dan kerutan kulit, tetapi juga memantulkan radiasi UV (Nunes et al. Optimasi formula basis serum Dalam menetukan formula basis serum terbaik dilakukan dengan variasi kosentrasi span 80 dengan tween 80. Hal ini dilakukan karena basis serum yang akan dibuat berupa basis serum minyak dimana menggunakan minyak bekatul sebanyak Selain fungsinya sebagai bahan kandungan y-Oryzanol juga memiliki fungsi seperti efeksirkulasi, secretomotor efek sebum dan efek menyerap ultraviolet (Safitri, 2. Pengamatan organoleptis Pengujian basis serum meliputi warna, aroma, dan sensasi di kulit dengan cara mengamati penampilan visual serta sensasi Dari semua basis serum mempunyai organoleptis yang sama yaitu berwarna putih susu, aroma fragrans sunflower dan bertekstur lembut saat dioleskan . ambar Setiap formula diuji derajat keasamannya . H) menggunakan pH meter. Hasil uji pH menunjukkan hasil tidak berbeda signifikan karena nilai p>0,05 yaitu 0,1504. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antar kelima formula hasil Pengukuran pH 7 formula 5,636,35 persyaratan pH sediaan untuk penggunaan di kulit, yakni 4,5Ae6,5 Gambar 7. Organoleptis basis serum Hasil Uji Homogenitas Hasil uji homogenitas menunjukkan semua sediaan homogen. Dalam sediaan homogenitas merupakan bagian penting hal ini menunjukkan zat aktif tersebar secara merata dalam sediaan serum. Hasil Uji pH Hasil uji pH basis serum semua pH dipersyaratkan untuk sediaan topikal yaitu 4,5-6,5. Sediaan topikal merupakan sediaan yang diaplikasikan pada kulit. Jika pH sediaan asam maka sediaan akan menimbulkan efek iritasi pada kulit dan jika sediaan bersifat basa maka sediaan berpotensi untuk membuat kulit men jadi kering . Hasil Uji Viskositas Viskositas menunjukkan ketahanan cairan saat mengalir. Sediaan topikal harus memenuhi syarat viskositas yang baik. Hal ini berkaitan dengan kemampuan daya A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 98-109 Tabel 7. Hasil uji pH Formula Basis Hasil Evaluasi 5,63 5,95 5,91 5,85 6,34 6,10 6,35 Syarat Nilai pH kulit 4,5-6,5 tahan mengalir suatu sediaan. Viskositas juga mempengaruhi saat sediaan dituang dalam wadah . Viskositas diuji menggunakan alat viscometer Brookfild. Hasil uji viskositas menunjukkan hasil tidak berbeda signifikan karena nilai p>0,05 yaitu 0,1504. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antar kelima formula hasil percobaan. Tabel 8. Hasil Uji Viskositas Basis Serum Formula Syarat Hasil Uji Daya Sebar Daya kemampuan sediaan untuk menyebar di kulit setelah dioleskan. Semakin besar daya sebar, semakin luas zat aktif yang akan terdistribusi saat dioleskan. Zat aktif yang tersebar merata saat digunakan akan mempengaruhi efektivitas dari sediaan . Daya sebar diukur menggunakan jangka sorong dimana sediaan dibebani dengan anak timbangan 150 gram selama 1 Hasil uji daya sebar semua formula Tabel 9. Hasil uji daya sebar Formula Basis Beban 150 gram 5,05 5,48 5,36 5,24 4,87 5,54 5,44 Syarat Daya sebar 5-7 cm menunjukkan hasil tidak berbeda signifikan karena nilai p>0,05 yaitu 0,8578. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antar kelima formula hasil Semua nilai daya sebar memenuhi syarat sediaan yang baik yaitu 57 cm. Hasil Analisis menggunakan desain expert diperoleh hasil formula yang optimum adalah formula dengan kosentrasi Tween 80: 3,750% dan Span: 1,250%. Merupakan Formula 7. Sifat fisik sediaan yang diujikan meliputi pH, viskositas dan daya sebar. Hasil evaluasi sifat fisik krim tabir surya kemudian dianalisis pada software Design Expert. Grafik respon antara konsentrasi Tween 80 dan Span 80 terhadap sifat fisik sediaan meliputi pH, viskositas, daya sebar didapatkan dengan metode SLD. Bentuk grafik respon yang dihasilkan pada perangkat lunak adalah linear dan quadratic. Penentuan formula menggunakan metode simplex lattice desain (SLD) dengan memasukan 2 kombinasi zat yaitu tween 80 dan span 80 pada desain expert. Diperoleh seri kombinasi yang selajutnya dilakukan pengujian dilaboratorium dan diuji sifat Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa semakin tinggi konsentrasi Tween 80 dan semakin rendah Span 80 maka viskositas dan daya lekat menurun (Wikantyasning. , 2. Tabel 10. Formula Sediaan Serum Nama Bahan Ekstrak Bunga Kembang Bulan Minyak Bekatul Na CMC Gliserin Propilen Glikol Phenoksi Etanol Tween 80 Span 80 Pewangi Sun Flower Air Basis 1,29 2,58 3,75 1,25 1 tts 3,75 1,25 1 tts 3,75 1,25 1 tts Formulasi Serum Wajah Ekstrak Bunga (Tithonia diversifolia (Hemsle. Gra. Formula Serum Wajah Kosentrasi ekstrak dalam sediaan ditentukan berdasar106 A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 98-109 Hasil uji pH Syarat pH sediaan topikal adalah 4,56,5. Nilai pH mendekati nilai pH tubuh diharapkan sediaan aman digunakan pada Uji pH bertujuan melihat apakah sediaan tidak mengiritasi kulit atau menjadi kering setelah penggunaan sediaan. Nilai pH sediaan serum sunscreen ekstrak Bungan kembang bulan sesuai dengan syarat nilai pH yang baik . Gambar 8. Formula Sediaan Serum Ekstrak Bunga Kembang Bulan kan nilai IC50 ekstrak ekstrak yang divariasikan menjadi beberapa formula serum . Dihasilkan sediaan serum sunscreen dengan 2 varian zat aktif dan 1 basis serum . Tabel 13. Uji pH Formula Hasil uji Syarat 5,63 5,48 5,19 4,5-6,5 Hasil uji organoleptis Uji fisik sediaan ini bertujuan untuk memastikan mutu suatu sediaan dan menjamin bahwa sediaan. Oragoleptis merupak uji awal mengidentifikasi sediaan menggunakan panca indera meliputi warna,aroma dan tekstur sediaan. Hasil uji organoleptis dapat dilihat pada tabel 11. Hasil uji daya sebar Daya sebar sediaan serum sunscreen ekstrak bunga kembang bulan memenuhi syarat daya sebar yang baik. Daya sebar merupakan kemampuan sediaan menyebar saat diolekan. Nilai daya sebar berhubungan dengan nilai viskositas sediaan. Semakin tinggi nilai viskositas sediaan maka sebakin luas daya sebarnya. Nilai daya sebar sediaan dapat dilihat pada tabel 14. Tabel 11. Uji organoleptis Tabel 14. Uji daya sebar Formula Warna Putih Kuning Kuning Aroma Sunflower Tektur Lembut Sunflower Lembut Sunflower Lembut Tabel 12. Uji homogenitas Hasil uji Homogen Homogen Homogen Hasil uji 5,05 6,02 6,52 Syarat 5-7 cm Tabel 15. Uji viskositas Hasil uji homogenitas Homegenitas menunjukan semua bahan tercampur merata dalam sediaan. Uji homogenitas dilakukan dengan pengamatan sediaan yang dioleskan pada preparat kaca Hasil uji homogenitas ditunjukkan pada tabel 12. Formula Formula Syarat Bebas dari partikel yang menggumpal Formula Syarat Dalam pengujian kekentalan suatu sediaan dapat dilakukan dengan melihat nilai viskositas sediaan. Kekentalan sediaan akan berpengaruh pada penggunaannya secara topikal. Kekentalan yang baik sesuai dengan acuan pada SNI 16-4399-1996 nilai viskositas sediaan yang baik yaitu 200050. 000 cps. (Fitri, dkk 2. nilai viskositas sediaan dapat dilihat pada tabel 15. Diperoleh nilai SPF sedian masuk dalam kategori proteksi ultra . Nilai A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 98-109 Hasil Uji SPF Serum Sunscreen Secara Invitro Tabel 16. Nilai SPF Sediaan Formula Hasil uji Kategori Proteksi Proteksi ultra Proteksi ultra Proteksi ultra SPF basis (F. diperoleh 17 menunjukkan Basis menggunakan minyak bekatul sebagai basis oil dalam sediaan. Selain fungsinya sebagai bahan tambahan minyak bekatul dengan kandungan y-Oryzanol juga memiliki fungsi menyerap sinar UV. Pada sediaan F2 dan F3 nilai SPF berturut-turut adalah 21 dan 31. Kenaikan nilai SPF seriring dengan penambahan ekstrak bunga kembang bulan pada Kekuatan proteksi terhadap sinar UV pada sediaan F2 dan F3 masuk dalam kategori proteksi ultra. Zat aktif ekstrak bunga kembang bulan dapat melindungi kulit dari pengaruh radiasi sinar UV yang berasal dari matahari. Kandungan senyawa flavonoid dan fenol yang ada pada ekstrak bunga kembang bulan adalah senyawa yang mempunyai kemapuan sebagai fotopreteksi dari radiasi sinar UV (Indarto et al. , 2. KESIMPULAN F1 adalah basis serum. F2 formula serum dengan kadar ekstrak 1,29 gram dan F3 formula serum dengan kadar ekstrak 2,58 gram. Ketiga formula serum sunscreen mempunyai sifat fisik yang memenuhi persyaratan sediaan topikal yaitu homogen, pH 5, daya sebar 5-7 cm viskositas 10007000 cps nilai SPF ketiga sediaan berturutturut adalah F1 17. F2 21 dan F3 31 masuk dalam kategori perlindungan ultra. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan sampaikan kepada Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi serta . Institut Sains dan Teknologi Al Kamal atas hibah dengan skema AuPenelitian Dosen PemulaAy dengan no kontrak 760/LL3/AL. 04/2024 REFERENSI