Paradigma. Volume 14. Number 2, 2025, pp. 6 1-70 Eksistensi Fenomena Konser Musik : Perilaku Menyimpang Remaja Nurma Sri Mudhiana Fatimah 1 dan moh. Mudzakir2 Program Studi Sosiologi. Jurusan Ilmu Sosial. FISIP-Unesa Nurmasri. 21061@mhs. Abstract The existence of music concerts is never timeless, even though it was vacuumed for 2 years due to the COVID19 pandemic that hit. However, with the existence of music concerts that continue to show an increase, it actually has an impact on the public's perspective regarding teenagers who watch the concert because deviant behavior has also increased so that people give labeling or giving a negative connotation. Based on the research, the results show that there is a relationship between the existence of music concerts and deviant behavior by adolescents based on existing factors. And there is labeling given by the community to young people who like music concerts. This can lead to negative connotations in the social environment experienced by the individual. So it can be justified the existence of community labeling of teenagers because it is influenced by the existence of music concerts with deviant behavior in it. Keywords: Existence. Music Concert. Deviant Behavior Abstrak Eksistensi konser musik tidak pernah lekang oleh waktu, meskipun sempat vakum selama 2 tahun akibat pandemic covid-19 yang melanda. Namun dengan eksistensi konser musik yang terus menunjukkan peningkatan hal tersebut malah berdampak pada perspektif masyarakat mengenai remaja yang menonton konser tersebut karena perilaku menyimpang juga mengalami peningkatan sehingga masyarakat memberikan lebeling atau pemberian cap yang berkonotasi negative. Berdasarkan penelitian mendapatkan hasil yang menunjukkan adanya hubungan eksistensi konser musik dengan perilaku menyimpang yang dilakukan remaja didasarkan faktor-faktor yang ada. Dan adanya labelling yang diberikan oleh masyarakat kepada para pemuda yang menyukai konser Hal tersebut dapat menimbulkan konotasi negative dilingkungan sosial yang dialami individu tersebut. Sehingga dapat dibenarkan adanya labelling masyarakat terhadap remaja karena dipengaruhi eksistensi konser musik dengan perilaku menyimpang didalamnya. Kata Kunci : Eksistensi. Konser Musik. Perilaku Menyimpang Pendahuluan Music merupakan suatu karya yang dibuat untuk mengekspresikan suatu rasa agar dapat dinikmati oleh para penikmatnya. Menurut (Sunart. music merupakan bentuk bunyi yang teratur dan memiliki keselarasan yang dibuat menjadi indah sebagai suatu ungkapan penghayatan isi hati yang mendengarkan. Dapat dipastikan semua orang pernah mendengarkan music, music memiliki tempat yang khusus dihati penggemarnya karena music dapat menunjukkan emosi seseorang yang secara tidak langsung disampaikan kepada orang lain. Dalam perkembangannya, music berasal dari Bahasa Yunani yaitu AuMousikeAy yang memiliki arti merupakan nama sakah satu dari dewa-dewa yang dipercaya di zaman Yunani Kuno. Sehingga perkembangan music bermula dari zaman Yunani kuno, musik dijadikan sebagai sebuah alat untuk iringan upacara adat dalam kepercayaan sebagai keperluan keagamaan saja, dan pada abad pertengahan music mengalami perkembangan yaitu music tidak hanya untuk keperluan keagamaan tapi, music juga digunakan untuk hiburan. Melihat dari perkembangan musik di dunia tidak lain juga terjadi perubahan musik di Indonesia. Perubahan tersebut ditandai dengan munculnya musisi-musisi dengan berbagai aliran genre yang bermacam bahkan kadang melupakan ciri khas dari musik Indonesia. Musik di Indonesia sering disebut Musik Nusantara yang memiliki ciri khas Indonesia. Perkembangan musik di Indonesia dimulai pada era Hindu-Budha dimana musik juga digunakan untuk melakukan ritual keagamaan, karena dipercaya suara-suara yang dihasilkan dari musik memiliki kekuatan magis. Pada abad ke-4 saat berdirinya Kerajaan Kutai dan Tarumanegara musik mulai digunakan untuk hiburan para tamu kerajaan dari sini Paradigma. Volume 14. Number 2, 2025, pp. 6 1-70 terjadi perkembangan musik dengan penggunaan alat musik yang lebih beragam yaitu seperti penggunaan gamelan untuk memperindah musik tersebut. Perkembangan musik semakin pesat dengan masukknya kebudayaan Islam dengan dikenalkannya berbagai alat musik seperti rebana, gambus, dan rebab oleh para pedagang Arab. Ketika memasuki era globalisasi dimana musik digunakan untuk hiburan bahkan musik dapat diajadikan sebagai sarana kritik akan sesuatu hal yang terjadi didalam kehidupan. Musik dijadikan tempat mengekspresikan diri seseorang denga melodi dan irama yang sangat menarik dan bahkan dapat diterima oleh berbagai generasi penikmatnya dengan berbagai banyak jenis aliran musik yang berkembang di Indonesia. Musik mudah diterima oleh hampir semua kalangan masyarakat sehingga musik juga menjadi suatu kebutuhan batin manusia, berbagai aliran musik memiliki penggemar masingmasing dimana hal tersebut membuat dunia produksi musik mengambil keuntungan dimana mereka mengadakan konser musik untuk meningkatkan minat para penggemar musik untuk dapat langsung bertemu dengan idola mereka secara langsung. Di Indonesia tren konser musik bermunculan mulai tahun 1960-an dan pada tahun 2010-an Indonesia mulai dimasuki oleh berbagai artis atau musisi asing yang melakukan konser tunggal. Sehingga konser mulai eksis lagi setelah beberapa tahun selanjutnya. Kajian Pustaka Penelitian Terdahulu Dalam penelitian ini kami juga memaparkan tinjauan dari berbagai penelitian terdahulu yang masih memiliki kaitan dengan penelitian yang kami lakukan yaitu berkaitan dengan perilaku menyimpang para remaja yaitu yang pertama penelitian yang dilakukan (Hardiyanto & Romadhona, 2. yang memiliki judul REMAJA DAN PERILAKU MENYIMPANG ( Studi Kasus Remaja di Kota Padangsisimpua. , dalam penelitian ini berfokus pada faktor-faktor yang menyebabkan perilaku menyimpang yang dilakukan para remaja. Kedua, penelitian yang dilakukan oleh (Osinov et al. , 1. yang berjudul PENGARUH LOCUS OF CONTROL. KOMITMEN ORGANISASI. KINERJA AUDITOR. DAN TURNOVER INTENTION PADA PERILAKU MENYIMPANG DALAM AUDIT yang berfokus peran beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku menyimpang dalam sebuah audit yang menunjukkan semakin tinggi locus of control eksternal akan semakin tinggi juga perilaku menyimpang yang dilakukan, semakin tinggi komitmen organisasi yang dimiliki auditor maka semakin rendah perilaku menyimpang yang dilakukan, semakin tinggi kinerja auditor maka semakin rendah perilaku menyimpang yang dilakukan , dan semakin tinggi turnover intention maka semakin tinggi pula perilaku menyimpang yang dilakukan oleh auditor. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh (Rezeky & Sabrina, 2. berjudul EKSISTENSI JAVA JAZZ FESTIVAL SEBAGAI EVENT MUSIK DI INDONESIA yang berfokus penelitian pada konsep manajemen yang diterapkan oleh penyelenggara Java Jazz Festival yaitu melalui tahap praevent yaitu dengan melakukan riset, desain, dan perencanaan, kedua yaitu main event dengan melakukan koordinasi, dan yang terakhir pascaevent dengan melakukan evaluasi. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh (Komariah & Budimansyah, 2. berjudul PENGARUH GAYA HIDUP REMAJA TERHADAP MENINGKATNYA PERILAKU MELANGGAR NORMA DI MASYARAKAT (Studi pada Remaja di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Bara. yang berfokus pada perubahan gaya hidup yang dilakukan oleh remaja di Kecamatan Cisarua yang berdasarkan data yang terkumpul menunjukkan peningkatan perilaku melanggar norma di masyarakat meskipun hanya memberikan kontribusi nilai yan rendah. Penelitian yang sedang dilakukan ini memiliki tujuan untuk dapat dijadikan sebagai kelanjutan dari penelitian-penelitian yang terdahulu, dalam penelitian ini terdapat perbedaan dari penelitian-penelitian terdahulu baik dari segi focus penelitian dan landasan teori yang digunakan. Dalam penelitian ini berfokus pada stigma masyarakat tentang eksistensi fenomena konser musik yang berhepotesa adanya perilaku menyimpang yang ditimbulkan. Teori yang digunaan dalam penelitian ini adalah teori Labelling Paradigma. Volume 14. Number 2, 2025, pp. 6 1-70 yang dikemukakan oleh Edwin M, dimana proses pemberian label atau cap yang diberikan kepada orang lain atau kelompok yang berkonotasi kearah yang tingkah laku yang negative. Metode penelitian 1 Sifat Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, penelitian kualitatif bertujuan memahami pola pikir dan perilaku masyarakat yang dapat mengungkap berbagai fenomena sosial yang terjadi, dengan merancang pertanyaan-pertanyaan untuk menjawab seluruh rumusan masalah yang terdapat dalam judul penelitian (Sadewo, 2. Penelitian kualitatif berlandaskan pada filsafat post-positivisme, yang sangat berguna untuk mengkaji objek-objek yang bersifat alami, bertolak belakang dengan metode percoban. Di dalam penelitian ini, posisi peneliti berperan sebagai instrumen kunci. 2 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini merujuk pada informan yang akan dimintai informasi terkait dengan penelitian yang dilakukan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode purposive. Sugiyono . teknik purposive adalah metode pengambilan sampel dilakukan dengan memilih sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Tujuan dari pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan deskripsi mengenai ciri-ciri unit observasi yang terdapat dalam sampel, serta untuk melakukan generalisasi dan evaluasi kriteria populasi (Lenaini, 2. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang sedang mengemari kegiatan konser music yang sedang melejit di beberapa waktu terakhir ini. 3 Teknik Pengumpulan Data Sesuai dengan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian kualitatif maka yang digunakan sebagai mengumpulkan data ialah melalui proses wawancara dan observasi. Penelitian dengan melakukan wawancara secara mendalam kepada informan. Selain itu, untuk mendukung pengumpulan data dan dapat dijadikan sebagai data tambahan peneliti juga melakukan dokumentasi yang akan digunakan dalam pengumpulan data berupa foto sebagai bukti dan data sekunder. 4 Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Metode ini dirancang untuk memungkinkan pengembangan pertanyaan yang lebih luas. Diharapkan melalui pendekatan ini, peneliti akan memperoleh berbagai informasi dan data yang dapat mengungkapkan realitas mengenai peristiwa yang terjadi di lapangan. Disebutkan oleh Miles dan Huberman terdapat tiga tahapan yang digunakan dalam mengerjakan penelitian kualitatif adalah : Kondensasi Data, merupakan proses pemilihan data utama maupun sekunder yang diperlukan serta pengelompokan yang memusatkan dan merangkum berbagai informasi yang diperoleh dari kegiatan yang berlangsung di lapangan melalui catatan-catatan yang dituliskan saat di Penyajian Data, merupakan proses yang menampilkan bentuk penjelasan secara ringkas, grafik, dan sejenisnya. Data-data yang diperoleh dapat dikelompokkan atau dikategorikan agar dapat memudahkan peneliti merencanakan tahap berikutnya yang telah dipahami dan mempermudah peneliti dalam penarikan kesimpulan. Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi, merupakan langkah terakhir bagi peneliti untuk Paradigma. Volume 14. Number 2, 2025, pp. 6 1-70 mengartikan data dari proses yang dimulai dengan pengumpulan diikuti dengan pembuatan pola dan penjelasan. Hal ini merupakan bukti bahwa tahap penelitian telah Hasil dan Pembahasan 1 Fenomena Konser Musik dan Remaja Kebutuhan hidup di era globalisasi seperti saat ini tidak hanya kebutuhan primer saja, kebutuhan sekunder seperti kebutuhan untuk mencari hiburan merupakan salah satu kebutuhan yang harus terpeneuhi. Seperti kebutuhan manusi terhadap musik untuk dijadikan penghilang strees dan dijadikan sebagai sarana ekspresif diri. Fenomen konser musik di Indonesia tidak pernah lekang oleh waktu, dibuktikan dengan adanya berbagai konser yang dilakukan secara terus menerus dari generasi ke generasi. Dan para penikmat musik memiliki alasan tersendiri mengapa mereka tetap menikmati berbagai konser karena beberapa alasan konser musik tetap menjadi hiburan yang dipilih. Konser musik tidak hanya acara musik yang diadakan secara besar di ruangan terbuka dengan banyak penonton, namun juga penampilan penyanyi atau band yang langsung bertemu dengan para pengemar atau penonton dengan membayar tiket sebagai Biasanya konser kecil dilakukan di indoor dengan kapasitas penonton yang dibatasi sedangkan konser besar biasanya dilakukan di outdoor dengan kapasitas penonton yang sangat banyak namun biasanya konser outdoor memiliki banyak resiko atau ancaman yang terjadi karena acara outdoor sangat tergantung dengan kondisi alam sekitar. Banyak kasus konser musik yang dibatalkan karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Sedangkan konser musik indoor lebih sedikit memiliki resiko karena tidak tergantung oleh keadaan alam. Konser musik memiliki banyak penikmat dari berbagai generasi dengan genre musik masing-masing. Namun dari fenomena konser musik yang terjadi belakangan ini penikmat konser musik lebih banyak dari kalangan remaja, karena dimasa remaja mereka masih mulai mencari jati diri untuk mengekspresikan diri. Dengan hal tersebut peneliti melakukan wawancara kebeberapa remaja yang memiliki hobi menonton konser. Tabel 1. Data Wawancara Narasumber Nama Kategori Jumlah Menonton Remaja Remaja Remaja Tidak terhitung E Sebagai Hiburan Remaja E Sebagai Hiburan Remaja E Refleksi Diri Alasan E Sebagai Hiburan Kepuasan Diri Pelarian dari Masalah Sebagai Hiburan Refleksi Diri Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa banyak remaja yang menyukai konser dimulai dari yang hanya pernah menonton dua kali hingga tidak terhitung. Hal tersebut juga terdapat beberapa alasan yang membuat mereka beralasan untuk menonton konser musik tersebut yaitu Paradigma. Volume 14. Number 2, 2025, pp. 6 1-70 sebagai hiburan, kepuasan untuk diri, sebagai refleksi diri, bahkan dijadikan sebagai pelarian dari permasalahan yang dihadapi. Dengan musik para penikmatnya dapat mengekspresikan emosi diri dengan nada-nada dan lirik yang ada dengan sepenuhnya. Karena genre dalam musik sangat mempengaruhi ekspresi diri seseorang, sehingga dalam menikmati musik pasti disesuaikan dengan kebutuhan diri seseorang. 2 Eksistensi Konser Musik Masa Pandemi Wabah virus dari Wuhan Cina pada tahun 2019 atau sering disebut Covid-19 yang menyebar di hampir semua negara yang ada di dunia termasuk Indonesia memberikan perubahan diberbagai aspek kehidupan, dimasa pandemic covid-19 ini masyarakat dituntut untuk mampu melakukan adaptasi dengan berbagai batasan yang diberikan untuk mencegah penyebaran semakin luas dan semakin memakan banyak korban jiwa. Pandemic berdampak salah satunya dibidang perekonomian, menurut (Aeni, 2. pembatasan sosial dan adanya karantina wilayah yang menyebabkan peredaran barang dan jasa menjadi terhambat yang menjadikan segi ekonomi terdampak saat pandemic. Pembatasan tersebut menyebabkan adanya penurunan tingkat produksi dan daya beli suatu perusahaan, hampir semua industri berdampak dan banyak juga yang mengalami kerugian sehingga tidak dapat berkembang bahkan dapat mengalami kebangkrutan industry musik termasuk didalamnya. Kerugian yang dialami oleh industry musik dikarenakan adanya pembatalan berbagai acara yang menyebabkan kerugian besar karena hilangnya pendapatan dan aspek lain yang harus dipertanggungjawabkan. Dilansir dari . industry musik di Indonesia juga terdampak karena pandemic covid-19, karena hal ini para pelaku industry berkolaborasi untuk menggelar berbagai aktivitas melalui online seperti halnya industry musik. Banyak berbagai acara musik seperti tur konser, festival, atau pemberian penghargaan yang seharusnya dilaksanakan menggalami penundaan, pembatalan atau diubah menjadi konser secara online sejak tahun 2020. Konser yang disajikan secara virtual saat pandemic sering disebut sebagai konser new normal atau konser yang diselenggarakan dengan menggunakan teknologi yang mendukung. Terdapat beberapa konser yang berhasil diselenggarakan secara virtual dan mendapatkan antusias yang sangat luar biasa dari para penggemarnya dilansir dari . beberapa konser tersebut seperti : Konser BLACKPINK. Konser BTS. Konser Monsta X. Konser Joji. Konser Dua Lipa. Beberapa konser tersebut merupakan konser yang sebenarnya dilaksanakan secara offline, namun karena pandemic covid-19 yang membuat konser-konser tersebut harus tetap dilaksanakan secara virtual. Namun hal tersebut tidak mengurangi minat para penggemarnya untuk tetap menonton konser para penyanyi atau band yang menjadi idolanya. Konser-konser tersebut merupakan salah satu usaha yang dilakuan oleh industry musik untuk tetap mempertahankan eksistensinya pada masa pandemic covid-19 seperti ini. keberhasilan tersebut juga terlihat dari pendapatan yang sangat fantastis tidak kalah dibandingkan konser yang dilakukan secara langsung. Pasca Pandemi Kebijakan pemerintah untuk memulihkan keadaan pandemic covid-19 sudah digalakkan mulai dari bulan Januari dengan memberikan vaksin secara berkala kepada seluruh masyarakat Paradigma. Volume 14. Number 2, 2025, pp. 6 1-70 Indonesia. Dari upaya pemerintah ini diharapkan dapat memulihkan keadaan seperti semula namun dalam proses pemulihan tersebut dibutuhkan peranan masyarakat juga dalam tetap mematuhi berbagai kebijakan yang dibuat pemerintah serta tetap menjalankan protocol kesehatan dalam segala aktivitas. Program vaksin yang dilakukan pemerintah berhasil menurunkan angka kematian karena covid-19 dengan hal ini diharapkan akan adanya pemulihan diberbagai sector tanpa terkecuali industry musik. Dari berbagai persoalan yang ada di industry musik Indonesia, potensi yang dimiliki industry musik Indonesia merupakan bagian dari kegiatan kontributif dalam proses pembangunan Kembali pasca pandemic. Dengan adanya perubahan kondisi pasca pandemic tersebut lahirlah berbagai keleluasaan yang diberikan pemerintah untuk masyarakatnya untuk melakukan aktivitas Kembali seperti sebelum pandemic covid-19 melanda. Hal tersebut tidak dilewatkan oleh para musisi Indonesia atau para pelaku industry musik untuk dapat melakukan gelaran berbagai acara besar yang sebelumnya sempat tertunda atau bahkan dibatalkan seperti halnya konser-konser musik nusantara. Dalam proses penyelenggaraan konser Kembali juga harus melewati beberapa tahapan yang diberikan oleh pihak pemerintah untuk penyelenggara, karen konser musik pasti akan memicu kerumunan dimasa pemulihan seperti ini harus tetap menjaga agar angka covid-19 tidak naik Kembali di Indonesia. Beberapa konser besar akan dilaksanakan dengan kurung waktu dekat ini seperti yang dilansir dari . Konser LEXICONCERT- Isyana Sarasvati. IDGAF (I DonAot Give A Fes. Ubud Village Jazz Festival 2022. Balkonjazz Festival 2022. PESTAPORA 2022. JEMBER FESTIVAL 2022. Dan masih banyak lagi konser-konser musik yang diselenggarakan, dengan adanya banyak konser tersebut menunjukkan adanya eksistensi konser musik yang tetap tidak kehilangan para penggemarnya meskipun sempat vakum selama beberapa tahun karena pandemic covid-19 yang melanda. Dapat disimpulkan bahwasanyya konser musik tidak akan pernah menurun eksistensinya meskipun diadakan secara virtual maupun lansung. Karena para penggemar musik tidak akan menghilangkan hobi mereka hanya karena kondisi yang tidak mendukung untuk menikmati konser musik secara langsung. Dan pada pasca pandemic seperti ini membuat eksistensi konser musik semakin melejit karena merupakan obat yang dibutuhkan para penggemar untuk dapat merasakan kembali kenikmatan konser musik secara langsung. 3 Perilaku Menyimpang Remaja Perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja merupakan masalah sosial yang masih sering bermunculan dalam kehidupan bermasyarakat. Perilaku menyimpang dalam berbagai bentuk yang jelas melanggar norma yang ada dalam masyarakat, dari hal tersebut perilaku menyimpang dapat dikatakan perilaku yang melanggar hukum. Sehingga timbul kekhawatiran berkaitan dengan perilaku menyimpang tersebut apabila tidak mendapat penangganan yang serius baik dari masyarakat itu sendiri atau dari pihak yang berwajib. Persoalan tersebut terus berkembang dalam masyarakat karena tidak adanya aktivitas positif yang dilakukan para remaja dan keterlibatan remaja dalam berbagai acara di lingkungan sekitar sekarang sangat sedikit bahkan tidak ada. Remaja lebih enukai hal-hal yang menurut mereka milenial atau keren dengan aktivitas-aktivitas yang kadang malah merujuk ke hal-hal yang tidak berguna dan negative. Seperti halnya konser musik, dari hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti para remaja menonton konser hanya karena alasan yang sebatas mencari hiburan atau bahkan hanya sebatas sebuah kegiatan pelarian dari permaslahan yang dihadapi. Hal tersebut merupakan pandangan remaja yang mengharuskan untuk mencari hiburan atau mencari jalan keluar dari suatu masalah lewat menonton konser musik. Dalam acara konser musik dapat menimbulkan beberapa perilaku menyimpang yang dapat berpotensi dilakukan oleh remaja yaitu: Paradigma. Volume 14. Number 2, 2025, pp. 6 1-70 Bentrok antar penonton Dalam konser musik sering terjadi aksi bentrok antar penonton, hal tersebut dapat terjadi karena membludaknya jumlah penonton dan biasanya konser diadakan diruang yang terbuka. Dalam proses menikmati konser musik biasanya penikmatnya melakukan reaksi moshing (Gerakan membenturkan badan ke penonton lain dengan sengaj. dan headbanging (Gerakan meganggukkan kepal. seperti yang dilansir dari . terjadinya bentrok atau kerusuhan saat konser musik yang diadakan di Yogyakarta pada 12 Juni 2022 yang menyebabkan 11 orang terluka. Kerusuhan berawal dari pihak panitia yang menutup lokasi dikarenakan terbatasnya kapasitas konser tersebut, dan begi para pengunjung yang masih antre diminta untuk pulang sehingga beberapa pengunjung tidak terima dan melakukan kericuhan yang menyebabkan konser dtersebut dihentikan. C Mabuk atau minum-minuman keras Mabuk atau minum minuman beralkohol dipengaruhi oleh faktor-faktor pendukungnya salah satunya yaitu adanya emosional yang negative yang dilakukan seseorang dan mencari jalan keluar dengan hal yang negative pula. Lingkungan disekitar yang dapat dikatakan tidak ideal dan karena kurangnya pemahaman akan larangan norma yang ada di masyarakat. Remaja yang berperilaku mminum minuman beralkohol menjadi fenomena di masyarakat yang cukup meresahkan karena akibat yang ditimbulkan mulai dari kesehatan sampai masalah sosial. Dalam penyelenggaraan konser musik sering terjadi kerusuhan yang terjadi karena pengaruh dari minum minuman berakohol yang dikonsumsi, karena apabila sseorang meminum minuman berakohol dengan berlebihan akan menyebabkan kesadaran dan akal sehat seseorang Biasanya rusuh karena hal ini terjadi di konser musik yang bergenre rock, karena genre musik ini yang memiliki hingar binger, irama dan lirik yang keras salah satu musik yang dapat meningkatkan denyut jantung. C Mencuri atau pencurian Pencurian merupakan tindakan kriminal yang dapat merugikan orang lain atau pihak lain yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang. Dalam sebuah acara konser musik didalamnya juga sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang ingin mnedapatkan keuntungan lebih dari keramaian konser musik. Banyaknya kasus pencurian yang terjadi saat berlangsungnya acara konser musik, karena keadaan yang ramai dengan hingar binger keseruan konser musik menjadi kesempatan para oknum tersebut melakukan pencurian. Biasanya para korban baru mneyadari akan kerugian yang di alami setelah konser musik sudah selesai, hal tersebut sebenarnya sudah diantisipasi oleh pihak penyelenggara. Namun pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut tetap dapat melancarkan aksinya ditenggah keramain penonton menikmati konser C Pelecehan Tindak pelecehan juga sering terjadi di suatu konser, seperti yang dilansir dari . menyebutkan bahwa masih sangat sering terjadi adanya pelecehan seksual saat berselenggaranya konser. Hal tersebut di tunjang dengan banyaknya laporan mengenai pelecahan seksual yang terus menjadi fenomena. Konser yang seharusnya menjadi ruang lingkup untuk bersenang-senang dan raung aman tidak tercerminkan karena dalam pelaksanaan konser tidak adanya pembeda tempat anatara perempuan dan laki-laki yang menyebabkan perilaku menimpang ini tetap menjadi fenomena bagaikan gunung es dimasyarakat. Namun pelecehan tidak hanya hanya terjadi antar penonton saja, namun berbagai pelecehan yang bentuknya verbal sering terjadi karena adanya anggapan normalisasi dan kurangnya kondusifitas penonton saat menonton konser tersebut. C Penipuan Paradigma. Volume 14. Number 2, 2025, pp. 6 1-70 Penipuan, sering terjadi didalam sebuah konser karena adanya calo yang menjual tiket kepada para calon penonton. Contohnya seperti saat konser Justin Bieber yang akan dilaksanakan pada bulan November di Jakarta. Hal tersebut sangat menarik antusiasme para penggemar Justin Bieber yang ada di Indonesia sehingga permintaan tiket konser semakin Hal tersebut dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan biasanya keuntungan tersebut dapat menembus puluhan juta rupiah. Dalam penyelewengan seperti ini baru disadari saat para korban tidak mendapatkan titik terang dari pembelian tiket tersebut, dikarenakan para korban diharuskan mengirimkan sejumlah uang terlebih dahulu dan menunggu untuk tiketnya. Dilansir dari . kerugian dari kasus penipuan tiket konser Justin Bieber ini mencapapai 20 juta rupiah dan dengan jumlah korban sebanyak 10 orang. C Melawan orang tua Perilaku menyimpang yang sering dilakukan oleh remaja yaitu melawan orangtua, dalam proses tumbuh kembang seorang remaja mereka kadang mengambil keputusan dengantidak mempertimbangkan restu dari orangtuanya karena merasa mereka sudah dapat menentukan pilihan untuk hidupnya sendiri. Hal tersebut juga terjadi saat berbagai acara konser musik yang diselenggarakan oleh berbagai pihak penyelenggara. Biasanya para remaja menonton konser yang mereka minati dengan tanpa izin dari orang tua, karena biasanya konser dilakukan di malam hari dan jarang dilaksanakan siang hari dan tiket yang harus dibeli untuk menonton sebuah konser biasanya tidak murah. Hal tersebut membuat orangtua tidak memberikan izin kepada anaknya didasari karena beragai pertimbangan. Namun kadang izin dari orangtua dirasa tidak penting karena mereka sudah dapat mengambil keputusan apa yang mereka suka dan apa yang mereka bisa lakukan tanpa campur tangan orangtua. C Bertindak anarkis Tindakan anarkis dalam sebuah konser sangat sering terjadi. Tindakan anarkis dilatarbelakangi dari berbagai alasan yang cukup sering timbul akibat diadakannya konser musik Seperti yang dilansir dari . konser Tipe-X dalam acara Jatim Fair 2022 yang diadakan di Grand City Mall sengaja dihentikan karena buntut dari kericuhan yang terjadi akibat penonton yang berada diluar dan tidak memiliki tiket memaksa untuk masuk. Kericuhan yang dilakukan oleh penonton yang diperkirakan masih remaja-remaja ini mengamuk dengan melakukan Tindakan pelemparan barang-barang kepada para petugas. Akibat dari kericuhan tersebut ada beberapa anggota kepolisian yang terluka dan ada dua penonton terkena lemparan 4 Perspektif Masyarakat Perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja dalam masyarakat sering dipandnag sebagai sebuah Tindakan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Karena dalam masyarakat terdapat norma-norma yang ditati baik dalam bentuk tertulis atau tidak. Pandangan masyarakat terhadap para pelaku penyimpangan pastinya memberikan tuntutan untuk para pelaku tersebut diberikan sanksi agar tidak mengulangi perilaku menyimpang tersebut. Terdapat berbagai perspektif dalam sosiologi tentang perilaku menyimpang salah satunya yang dikemukakan oleh Marshall B. Clinard dan Robert F. Meimer, dalam penyimpangan sosial terdapat empat sudut pandang yang berbeda dan hal tersebut dipengaruhi oleh cara pandang seseorang terhadap perilaku tersebut ( Clinard and Meier. Statistikal. Penyimpangan sosial merupakan segala perilaku yang tidak sesuai atau bertolak belakang dari perilaku atau tindakan yang normal dilakukan oleh umum Paradigma. Volume 14. Number 2, 2025, pp. 6 1-70 Absolut. Penyimpangan sosial merupakan penyimpangan terhadap norma atau peraturan yang berkembang dimasyarakat dalam bentuk perilaku dan tindakan yang dilakukan oleh seorang individu/kelompok. Kaum reaktivis. Penyimpangan sosial merupakan gejala yang ada dilingkup sosial yang disebabkan karena adanya suatu tindakan yang dilakukan seseorang atau individu yang memunculkan reaksi atau pandangan dari lingkungan disekitarnya. Normative. Penyimpangan sosial merupakan tindakan yang menyimpang seseorang dikarenakan melanggar norma yang berlaku di masyarakat dan tindakan tersebut sengaja Perspetif masyarakat terhadap perilaku menyimpang didasari dari berbagai dasar pandangan individu masing-masing. Teori Labelling yang dikemukakan oleh Edwin M. membahas dalam konteks sosial yaitu proses pemberian label atau cap dari orang lain untuk orang lain. Dalam teori ini proses pemberian label yang diberikan berkonotasi negative, dapat disimpulkan orang yang mendapat label tersebut merupakan pelaku yang berbuat hal yang melanggar aturan yang ada. Jika dikaitkan dengan fenomena ini, proses pemberian label yang berlaku di masyarakat terhadap fenomena melejitnya konser musik yang diberikan kepada para remaja yang berkaitan dengan berbagai perilaku menyimpang yang dapat ditimbulkan seperti yang dipaparkan sebelumnya. Labeling yang diberikan kepada pihak-pihak tersebut dapat memberikan dampak negative bagi keberadaan individu dilingkungan masyarakat Kesimpulan & Saran 1 Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi konser musik memiliki keterkaitan erat dengan munculnya perilaku menyimpang di kalangan remaja. Konser musik yang semakin marak pasca pandemi menjadi wadah ekspresi diri bagi remaja, namun juga berpotensi menimbulkan tindakan menyimpang seperti mabuk-mabukan, pencurian, pelecehan seksual, tindakan anarkis, hingga pembangkangan terhadap orang tua. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat yang akhirnya memberikan label negatif terhadap remaja yang gemar menghadiri konser. Labeling ini, menurut teori Edwin M. Lemert, dapat menimbulkan stigma sosial yang menghambat proses sosialisasi dan penerimaan individu di lingkungan masyarakat. Konser musik yang seharusnya menjadi ruang aman untuk mengekspresikan diri malah menjadi arena munculnya perilaku menyimpang akibat kurangnya pengawasan, ketidaksiapan penyelenggara, serta lemahnya kontrol Oleh karena itu, perlu adanya sinergi antara penyelenggara, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan ruang hiburan yang aman dan edukatif. Kesimpulannya, eksistensi konser musik tidak salah, namun kontrol dan pendidikan moral kepada remaja sangat penting agar mereka dapat menikmati hiburan tanpa menyimpang dari norma sosial yang berlaku. Dengan pendekatan yang bijak, konser dapat menjadi sarana positif, bukan sumber masalah. 2 Saran Berdasarkan hasil temuan dan analisis dalam penelitian ini, peneliti memberikan beberapa saran yang ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sebagai berikut : Bagi Remaja Orang tua, sekolah, dan masyarakat perlu memberikan edukasi tentang norma sosial dan dampak perilaku menyimpang. Pengawasan terhadap aktivitas remaja, terutama saat menghadiri konser musik, juga perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya pelanggaran nilai dan norma yang berlaku. Paradigma. Volume 14. Number 2, 2025, pp. 6 1-70 Bagi Pihak Penyelenggara Penyelenggara konser musik harus memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan dengan menyediakan sistem keamanan yang ketat, zona aman yang ramah perempuan, serta aturan ketat terkait alkohol, kapasitas penonton, dan akses keluar-masuk area konser. Bagi Pemerintah Pemberdayaan ruang ekspresi positif bagi remaja, pemerintah dan lembaga terkait dapat menyediakan ruang atau kegiatan alternatif yang positif, seperti festival seni, workshop musik, atau kegiatan komunitas, agar remaja dapat menyalurkan minatnya secara sehat dan produktif tanpa terjebak dalam perilaku menyimpang. Daftar Pustaka