EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 24-29 JURNAL SOSIAL HUMANIORA DAN PENDIDIKAN Halaman Jurnal: http://journal. id/index. php/Education Halaman Utama : http://journal. id/index. KRITIK SOSIOLOGIS DALAM PUISI AuPADA SUATU HARI NANTIAy KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO MENGGUNAKAN PENDEKATAN EKSPRESIF Muhamad Luthfi Shafarudin Naufal a. Riani Anjanib. Trisnawati c a Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Muhammadluthfi97@gmail. IKIP Siliwangi Bandung b Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, anjaniriani20@gmail. IKIP Siliwangi Bandung c Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, trisnawatitrisnawati29@gmail. IKIP Siliwangi Bandung ABSTRACT Social criticism in the poem "Pada Suatu Hari Nanti" by Sapardi Djoko Damono uses an expressive approach which is a representation of the content of the poem, the social criticism that exists in each stanza of the poem indicates that this poem has deep meaning, this can be seen from the many social criticisms that Yes, the author's view is seen from the existence and personal experience also gives a big influence to find out more specific things in the poem, the use of qualitative descriptive methods also makes it easier for researchers to understand any information data obtained, the use of library research techniques also provides an convenience for researchers collect data relevant to the study. The result of this research is social criticism which in the poem "Pada Suatu Hari Nanti" by Sapardi Djoko Damono communicates more to the reader or the public that death will come, whenever and wherever we are, it inspires or makes people aware that death will definitely happen to someone else. everyone and everyone will definitely leave this mortal world, therefore it would be better to prepare himself, meaning through an expressive approach, in the poem the author seems to give a signal to his loved ones, if one day he dies, it is not will make her lover feel lonely or alone, that's because the author wants to say that he is always beside his lover, he will always be there through many things that will be remembered by the lover, from this we know that the essence of this poem is to describe after death of a person, what does he want to give and y what he wanted to say. Keywords: Poetry. Social Criticism. Expressive Approach. Poetry "Pada Suatu Hari Nanti" by Sapardi Djoko Damono Abstrak Kritik sosial pada puisi AuPada Suatu Hari NantiAy karya Sapardi Djoko Damono menggunakan pendekatan ekspresif merukapan sebuah representasi isi dari puisi tersebut, kritik sosial yang ada pada setiap bait puisi menandakan bahwa puisi ini begitu dalam pemaknaanya, hal tersebut sangat terlihat dari banyaknya kritik sosial yang ada, pandangan penulis dilihat dari eksistensi dan pengalaman pribadi juga memberikan sebuah pengaruh besar untuk mengetahui hal yang lebih spesifik lagi dalam puisi tersebut, penggunaan metode deskriptif kualitatif juga memudahkan peneliti untuk memahami setiap data informasi yang didapatkan, penggunaan teknik studi pustaka juga memberikan suatu kemudahan untuk peneliti mengumpulkan data-data yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitaian ini adalah kritik sosial yang di dalam puisi AuPada Suatu Hari NantiAy karya Sapardi Djoko Damono lebih mengomunikasi kepada pembaca atau masyarakat bahwa kematian itu akan datang, kapan dan dimanapun kita berada, hal itu menggugah atau menyadarkan masyarakat bahwa kematian itu pasti terjadi kepada semua orang dan semua orang pasti akan meninggalkan dunia yang fana ini, oleh karena itu akan lebih baik untuk mempersiapkan dirinya, pemaknaan melalui pendekatan secara ekspresif, dalam puisi tersebut pengarang seperti memberikan suatu isyarat kepada orang terkasihnya, jika suatu hari nanti dia tiada, itu tidak akan membuat kekasihnya merasa kesepian atau sendirian, hal itu dikarenakan pengarang ingin mengatakan bahwa dia selalu berada di samping kekasihnya, dia akan selalu ada lewat banyak hal yang nantinya dapat dikenang oleh sang kekasih, dari hal tersebut kita tahu bahwa inti dari puisi ini adalah menggambarkan setelah kematian seseorang, apa yang ingin dia berikan dan yang ingin dia sampaikan. Kata Kunci: Puisi. Kritik Sosial. Pendekatan Ekspresif. Puisi AuPada Suatu Hari NantiAy Karya Sapardi Djoko Damono PENDAHULUAN Puisi atau sajak AuPada Suatu Hari NantiAy karya Sapardi Djoko Damono merupakan salah satu puisi yang memiliki makna yang cukup dalam, dimana puisi tersebut seperti menyiratkan atau mengingatkan bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini, semua orang akan kembali pada Yang Maha Kuasa dan semua EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 24-29 orang akan meninggalkan dunia ini, namun di dalam puisi ini juga seperti memberikan suatu gambaran bahwa seseorang yang bermanfaat bagi orang lain atau seseorang yang pernah berjuang untuk orang lain, setelah kepergiaanya dia tetap memeberikan hal-hal yang dapat dikenang oleh orang banyak, namun pemaknaan ini tidak bisa mutlak dijadikan sebagai patokan atau arti sesungguhnya dari puisi tersebut, pendapat menurut Isnaini . mengatakan bahwa puisi-puisi yang ditulis Sapardi Djoko Damono cenderung puisi-puisi yang imajis-intelektual, yakni adanya perpaduan antara pikiran, perasaan, dan emosi yang menyatu dalam struktur terdalam dalam puisi-puisinya. Dengan demikian, di dalamnya ada gagasan-gagasanyang menunjukkan bahwa karya sastra . alam hal ini puis. tidak bersifat otonom, hal tersebut sejalan dengan pendapat menurut Saddhono . karya sastra adalah dunia dalam kata. Setiap pembaca karya sastra mempunyai persepsi yang berubah-ubah. Tanpa adanya persepsi yang berubah-ubah karya sastra hanyalah artefak tanpa makna. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa Inggris disebut poem atau poetry. Puisi diartikan sebagai membuat atau pembuatan karena seseorang dapat menciptakan dunia baru dalam puisi tersebut, baik secara batiniah maupun lahiriah, kemudian menurut Hartani . , puisi adalah jenis sastra yang bentuknya dipilih dan ditata dengan cermat sehingga mampu meningkatkan kesadaran seseorang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan lewat bunyi, irama, dan makna, dan yang terakhir menurut I. Richard yang dijelaskan oleh Waluyo . sebagai unsur batin puisi yang terdiri atas: sense . , feeling . , tone . , dan intention . Selain itu, puisi AuPada Suatu Hari NantiAy karya Sapardi Djoko Damono ini dapat ditinjau menggunakan pendekatan ekspresif, menurut Yuhdi . 8, hlm. mengemukakan bahwa pendekatan ekspresif ini pendekatan dititik beratkan pada eksistensi pengarang sebagai pencipta karya seni, sejauh manakah keberhasilan pengarang dalam mengespresikan ide-idenya. Karena itu, tinjauan ekspresif lebih bersifat spesifik, dapat dikatakan bahwa pendekatan ekspresif ini merupakan pendekatan yang dilihat dari eksistensi penciptanya atau dari pengalaman pribadi dari pengarangnya sendiri, dari puisi AuPada Suatu Hari NantiAy karya Sapardi Djoko Damono telah memperlihatkan bahwa pengarang menyampaikan bahwa bila nanti dia sudah tiada, pengarang tidak akan meninggalkan dunia ini secara kosong, tapi pengarang menyimpan karya-karyanya yang nantinya akan dibaca dan dikenang oleh banyak orang. Kemudian dalam kritik sosisologis, puisi AuPada Suatu Hari NantiAy karya Sapardi Djoko Damono memberikan efek sosisal yang besar bagi masyarakat, hal tersebut diciptakan oleh pengarang untuk mempengaruhi masyarakat bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini dan sebaik-baiknya orang adalah yang dapat meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak, karya tersebut benar-benar menghubungkan antara teks dalaam suatu karya sastra dengan kenyataan sosial di masyarakat, hal tersebut sejalan dengan pendapat menurut Wellek . mengemukakan bahwa kritik sastra adalah studi karya sastra yang konkret dengan penekanan pada penilaiannya, kemudian pendapat menurut Faruk . 7, hal. bahwa bentuk kritik sastra sosiologik diartikan sebagai sebuah cara pandang dalam menganalisis unsur ekstrinsik khususnya pada bentuk nilai-nilai sosial, kemudian yang terakhir pendapat menurut Sugiwardana . mendefinisikan kritik sosial sebagai salah satu bentuk komunikasi, khususnya pada masyarakat tutur yang sekaligus berfungsi untuk menjadi kontrol atau kendali dalam jalannya suatu sistem sosial. TINJAUAN PUSTAKA Kritik sosial berfungsi sebagai penekanan pada penilaian sebuah cara pandang dalam menganalisis nilai-nilai sosial masyarakat yang ada dalam sebuah karya sastra, menurut pendapat Sugiwardana . mendefinisikan kritik sosial sebagai salah satu bentuk komunikasi, khususnya pada masyarakat tutur yang sekaligus berfungsi untuk menjadi kontrol atau kendali dalam jalannya suatu sistem sosial, kemudian menurut pendapat menurut Faruk . 7, hal. bahwa bentuk kritik sastra sosiologik diartikan sebagai sebuah cara pandang dalam menganalisis unsur ekstrinsik khususnya pada bentuk nilai-nilai sosial, jadi dapat disimpulkan bahwa kritik sosial merupakan cara berkomunikasi kepada masyarakat dan berfungsi sebagai cara pandang juga bentuk kendali dalam jalannya suatu sistem sosial. Pendekatan ekspresif adalah suatu pendekatan yang menitik beratkan pada ekspresi atau apa yang dirasakan oleh pengarang, hal tersebut juga tidak terlepas dari pengalaman pribadi dari pengarang, hal tersebut yang membuat suatu karya sastra menjadi lebih spesifik, menurut Yuhdi . 8, hlm. mengemukakan bahwa pendekatan ekspresif ini pendekatan dititik beratkan pada eksistensi pengarang sebagai pencipta karya seni, sejauh manakah keberhasilan pengarang dalam mengespresikan ide-idenya. Karena itu, tinjauan ekspresif lebih bersifat spesifik, jadi dapat disimpulkan bahwa pendekatan ekspresif merupakan pendekatan yang dilihat dari kacamata pencipta atau penulisnya, selain itu juga dilihat dari EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 24-29 eksistensi dari sang penulis dalam menulis karya sastranya juga pengalaman pribadi penulis juga memengaruhi dalam pendekatan tersebut. Puisi merupakan salah satu karya sastra ditulis dengan menggunakan tata bahasa atau diksi yang tersusun dengan cermat untuk menciptakan keindahan di dalamnya, puisi biasanya ditulis atas dasar pengalaman yang terjadi pada pengarangnya, hal tersebut dapat memengaruhi isi atau diksi yang dipakai dalam pembuatan puisi tersebut, menurut Hartani . , puisi adalah jenis sastra yang bentuknya dipilih dan ditata dengan cermat sehingga mampu meningkatkan kesadaran seseorang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan lewat bunyi, irama, dan makna, dan yang terakhir menurut I. Richard yang dijelaskan oleh Waluyo sebagai unsur batin puisi yang terdiri atas: sense . , feeling . , tone . , dan intention . , dan yang terakhir menurut terakhir pendapat menurut Isnaini . puisi-puisi Sapardi Djoko Damono memperlihatkan penggambaran manusia dalam budaya Jawa yang memiliki pola pikir selalu mengaitkan segala aspek dalam kehidupan . ulai dari kelahiran, kehidupan, kematian, dan pascakematia. dengan kepercayaan adanya kekuatan di luar mereka. Konsep-konsep tersebut dapat diklasifikasikan melalui alur sebagai berikut. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Menurut Polit & Beck . 9, 2. deskriptif kualitatif (QD) adalah istilah yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk suatu kajian yang bersifat deskriptif. Jenis penelitian ini umumnya dipakai dalam fenomenologi Puisi AuPada Suatu Hari NantiAy karya Sapardi Djoko Damono menjadi sumber data di dalam penelitian ini, puisi AuPada Suatu Hari NantiAy merupakan salah satu puisi yang ditulis pada tahun 1991 oleh Sapardi Djoko Damono selain puisi AuHujan Bulan juniAy,AuAku InginAy, dan lainnya. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dimana peneliti melakukan kegiatan membaca, memahami, dan mencari data-data yang relevan dengan penelitian ini, hal tersebut dilakukan untuk mempelajari sumber data yang dapat memberikan informasi tentang penelitian yang sedang dilakukan, hal tersebut dilakukan untuk memahami makna yang terkadung di dalam puisi AuPada Suatu Hari NantiAy karya Sapardi Djoko Damono dan itu dilakukan untuk memberi gambaran dan pemahaman tentang puisi tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Puisi AuPada Suatu Hari NantiAy karya Sapardi Djoko Damono memiliki makna yang sangat dalam, puisi ini memberikan sebuah gambaran bahwa tidak ada yang abadi di duni yang fana ini, puisi ini menggambarkan bahwa semua orang akan mengalami kematian, hal tersebut dapat dilihat pada bait bait pertama, yaitu Pada suatu hari nanti Jasadku tak akan ada lagi Pada lirik AuJasadku tak akan ada lagiAy memberikan sebuah makna bahwa pada satu hari nanti semua orang akan mengalami kematian dan jasad mereka tidak akan ada lagi di dunia ini, selain itu puisi ini juga menyadarkan para pembacanya bahwa kematian akan datang kapan dan di mana saja, sehingga kita jangan sampai terlena dengan kehidupan yang fana dan singkat ini, kita harus mempersiapkan bekal menuju alam yang kekal, pada puisi ini juga memberikan gambaran bahwa meskipun kematian itu akan merenggut jasadnya, tapi dia tidak akan membiarkan orang-orang yang mencintainya kesepian dan merasa sendirian, hal tersebut dapat terlihat pada bait pertama juga, yaitu Tapi dalam bait-bait sajak ini Kau tak akan kurelkan sendiri Sebenarnya pada lirik AuKau tak akan kurelkan sendiriAy mengandung makna yang romantis dan dalam, hal ini terlihat bahwa AuKuAy dalam puisi ini tidak mau meninggalkan seseorang terkasihnya sendirian dengan duka yang mendalam atas kepergaiannya, ia ingin mengatakan bahwa meski jasadnya sudah tiada, tapi selalu ada yang akan menemani dan mengingatkan tentang dia, namun dalam pandangan lain lirik tersebut semeprti memmberikan isyarat bahwa seseorang yang bijaksana tidak akan menginggalkan dunia ini dengan tangan kosong, dia akan mewariskan hal yang bermanfaat bagi banyak orang, yang pada nantinya hal tersebut dapat dikenang dan dapat dilakukan kembali oleh orang banyak, jadi dapat disimpulkan bahwa puisi ini bermakna sebuah nasihat dan juga sebuah peringatan bahwa EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 24-29 semua orang akan kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam bentuk sebuah kematian dan sebaikbaiknya seseorang adalah dia yang dapat meninggalkan hal yang bermanfaat bagi manusia lainnya setelah kepergiaanya, sehingga ketika kematian datang orang-orang tidak akan merasa sendirian, karena hal besar yang telah ditinggalkan akan membuatnya dikenang oleh banyak orang, selain dari itu terdapat makna romantis yang ada di dalam puisi, hal tersebut seperti menggambarkan kesetian dan rasa cinta yang amat dalam kepada sang kekasih, sehingga meski kematian memisahkan jasad, namun sosok yang ada di dalam puisi akan senantiasa ada untuk menemani sang kekasih. Kritik Sosial dalam Puisi AuPada Suatu Hari NantiAy Karya Sapardi Djoko Damono Kritik sosial berfungsi sebagai penekanan pada penilaian sebuah cara pandang dalam menganalisis nilai-nilai sosial masyarakat yang ada dalam sebuah karya sastra, kritik sosial merupakan cara berkomunikasi kepada masyarakat dan berfungsi sebagai cara pandang juga bentuk kendali dalam jalannya suatu sistem sosial. Dalam puisi AuPada Suatu Hari NantiAy karya Sapardi Djoko Damono terdapat kritik sosial yang digunakan sebagail alat komunikasi kepada masyarakat, hal tersebut terilhat dari setiap bait yang ada pada puisi, seperti Bait pertama: Pada suatu hari nanti Jasadku tak akan ada lagi Tapi dalam bait-bait sajak ini Kau tak akan kurelkan sendiri Kritik sosial yang terdapat di dalam bait pertama lirik pertama dan kedua adalah sebuah pengkomunikasian kepada masyarakat bahwa pada suatu hari nanti AujasadAy atau tubuh semua orang tidak akan ada lagi, maksudnya semua orang akan mengalami kematian, hal ini memberi gambaran bahwa setiap orang akan meninggalkan dunia ini dan hal tersebut adalah suatu kenyataan yang harus diterima oleh semua orang, namun pada lirik ke tiga dan keempat menyatakan bahwa seseorang yang bijaksana tidak akan meninggalkan orang-orang terkasihnya dengan tangan kososng, dia pasti akan menyiapkan suatu hal yang nantinya dapat dijadikan sebuah kenangan bagi orang-orang terkasihnya, pendapat lain juga mengatakan bahwa hal tersebut memberikan gambaran kepada semua orang untuk menyiapkan suatu hal yang bermanfaat bagi orang lain agar nantinya hal itu bisa dilakukan dan membuatnya bisa terkenang oleh orang lain. Bait kedua: Pada suatu hari nanti Suaraku tak terdengar lagi Tapi di antara larik-larik sajak ini Kau akan tetap ku siasati Kritik sosial yang ada pada bait kedua lirik pertama dan kedua adalah sebuah pengkomunikasian kepada masyarakat bahwa pada suatu hari nanti semua orang dapat pergi dan tidak lagi suaranya dapat didengar oleh siapapun, sama seperti bait pertama yang menggambarkan sebuah kematian, pada bait kedua ini gambaran kematian pada seseorang dipertegas kembali, bahwa nanti saat seseorang meninggalkan dunia ini, suaranya tidak akan dapat didengar lagi oleh siapapun, hal ini mempertegas bahwa kematian itu pasti ada dan akan menghampri siapapun, lalu pada lirik ketiga dan keempat, menggambarkan bahwa sebelum meninggalkan dunia ini seseorang yang bijaksanan akan melakukan atau menyiasati agar dirinya bisa tetap ada atau tetap bermanfaat bagi masyarakat banya, hal itu memberikan sebuah tamparan bagi semua orang agar dapat meinggalkan hal-hal yang baik dan bermanfaat agar dapat di kenang oleh banyak orang. Bait ketiga: Pada suatu hari nanti Impianku pun tak dikenal lagi Namun di sela-sela huruf sajak ini Kau tak akan letih-letihnya kucari EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 24-29 Kritik sosial pada bait ketiga lirik pertama dan kedua adalah sebuah pengkomunikasian kepada masyarakat bahwa pada suatu hari nanti mungkin segala impian yang kita inginkan, nama, jabatan, bahkan semua tentang kita lambat laun kan luput pada ingatan orang lain setelah kematian kita, hal tersebut memberikan gambaran kepada semua orang bahwa setelah kematian kita, mungkin lambat laun kita akan terlupakan oleh mereka, namun pada lirik ketiga dan keempat memberikan suatu penguatan bahwa kita bisa meinggalkan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi banyak orang, maka tidak sedikit orang akan mengenang bahkan mencari kita pada kehidupan mereka, hal tersebut tanpa disadari menjadi sebuah kenangan yang mengikat orang-orang agar tidak melupakan kita. Sudut Pandang dari Eksistensi dan Pengalaman Pribadi Penulis Pendekatan ekspresif adalah suatu pendekatan yang menitik beratkan pada ekspresi atau apa yang dirasakan oleh pengarang dan tidak terlepas dari pengalaman pribadi dari pengarang, hal tersebut yang membuat suatu karya sastra menjadi lebih spesifik, juga merupakan suatu pendekatan yang dilihat dari kacamata pencipta atau penulisnya, selain itu juga dilihat dari eksistensi dari sang penulis dalam menulis karya sastranya. Dalam puisi AuPada Suatu Hari NantiAy karya Sapardi Djoko Damono dapat dilihat dalam sudut pandang pengarang berdasarkan eksistensi dan pengalaman pribadi dari pengarangan itu sendiri atau yang lebih dikenal menggunakan pendekatan ekspresif, hal ini membuat makna puisi lebih sepsifik lagi, dalam pemaknaan puisi berikut. Bait pertama: Pada suatu hari nanti Jasadku tak akan ada lagi Tapi dalam bait-bait sajak ini Kau tak akan kurelkan sendiri Pada bait pertama pengarangan seperti mengisahkan bahwa ketika kematiannya datang dan jasad atau tubuhnya sudah hilang, dia tetap tidak akan meninggalkan orang yang dia cintai, hal ini sangan memberikan kesan yang sagat romantis dan memberi gambara kesetian, bahkan kematian sendiri tidak akan bisa membuatnya berpisah dengan sang kekasih, hal tersebut memperlihatkan betapa penulis sangat mencintai sosok kekasihnya, hal tersebut sesuai dengan . Bait kedua: Pada suatu hari nanti Suaraku tak terdengar lagi Tapi di antara larik-larik sajak ini Kau akan tetap ku siasati Pada bait kedua pengarang seperti mengisahkan meski suatu saat nanti suaranya tidak dapat didengar lagi oleh sang kekasih, dia akan mencari cara agar sang sekaksih selalu bisa melihatnya ada disampingnya dan tidak pernah pergi sama sekali, hal itu membuat sang kekasih tidak merasakan Bait ketiga: Pada suatu hari nanti Impianku pun tak dikenal lagi Namun di sela-sela huruf sajak ini Kau tak akan letih-letihnya kucari Pada bait ketiga pengarang seperti mengisahkan, mungkin orang lain nantinya akan melupakannya setelah kematiannya, namun dia yakin bahwa dirinya akan selalu terkenang oleh sang kekasihnya sampai kapanpun, ia akan menciptakan dirinya dalam sebuah huruf dari setiap sajak yang dia buat untuk memberikan rasa bahwa dia selalu ada untung kekasihnya. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa yang pertama, kritik sosial yang di dalam puisi AuPada Suatu Hari NantiAy karya Sapardi Djoko Damono lebih mengomunikasi kepada pembaca atau masyarakat bahwa kematian itu akan datang, kapan dan dimanapun kita berada, hal itu menggugah atau EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 24-29 menyadarkan masyarakat bahwa kematian itu pasti terjadi kepada semua orang dan semua orang pasti akan meninggalkan dunia yang fana ini, oleh karena itu akan lebih baik untuk mempersiapkan dirinya, selain itu dalam puisi tersebut mengandung sebuah kritik sosial agar setiap orang untuk selalu memberikan kebaikan dan selalu bermanfaat bagi orang lain sebelum dirinya tiada, hal itu dimaksudkan agar hal yang baik-baik yang dia lakukan dapat ditiru oleh orang banyak, sehingga hal tersebut membuatnya selalu dikenang oleh orang banyak, yang kedua adalah pemaknaan melalui pendekatan secara ekspresif, dalam puisi tersebut pengarang seperti memberikan suatu isyarat kepada orang terkasihnya, jika suatu hari nanti dia tiada, itu tidak akan membuat kekasihnya merasa kesepian atau sendirian, hal itu dikarenakan pengarang ingin mengatakan bahwa dia selalu berada di samping kekasihnya, dia akan selalu ada lewat banyak hal yang nantinya dapat dikenang oleh sang kekasih, dari hal tersebut kita tahu bahwa inti dari puisi ini adalah menggambarkan setelah kematian seseorang, apa yang ingin dia berikan dan yang ingin dia sampaikan. DAFTAR PUSTAKA