Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Pembelajaran Berbasis Lingkungan: Budidaya Maggot Black Soldier Fly dalam Pengelolaan Limbah Organik sebagai Alternatif Pakan Ternak di Pesantren al Markaz Uus Muhammad Husaini1. Nur Wachid Rustam Aji2. Rizal Zulfitra3. Muhammad Izzudin4. Galih Saputra5. Roy Dwi Handoko6. Steffany Clarinta Dwi7 . Fenti Pitaloka8. Ilham Faozi,9 1PAI. Fakultas Studi Islam dan Pendidikan. Universitas Serang Raya. Banten 2-6Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Serang Raya. Banten 7Ilmu Komunikasi. FISIPKUM. Universitas Serang Raya. Banten 8Akuntansi. FEB. Universitas Serang Raya. Banten 9Teknik Kimia. Fakultas Teknik. Universitas Serang Raya. Banten Email uusmhusaini@unsera. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Markaz sebagai respons terhadap permasalahan pengelolaan limbah organik dan kebutuhan alternatif pakan ternak yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis situasi, diketahui bahwa lingkungan pesantren menghasilkan limbah organik dari sisa dapur dan pertanian yang belum dikelola secara optimal, sementara kebutuhan akan pakan ternak terus meningkat. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan santri dalam mengelola limbah organik secara produktif. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan partisipatif melalui pelatihan dan praktik langsung budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai agen pengurai limbah organik dan sumber pakan bernutrisi tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta, khususnya para santri dan pengurus pesantren, mampu memahami konsep dasar ekosistem magot, teknik budidaya, serta pemanfaatan hasil magot sebagai pakan alternatif. Pembelajaran berbasis lingkungan ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga membangun kesadaran ekologis dan jiwa kewirausahaan di kalangan santri. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi pendidikan lingkungan dengan praktik budidaya magot dapat menjadi solusi nyata dalam pengelolaan limbah dan penyediaan pakan ternak di lingkungan pesantren secara berkelanjutan. Kata kunci: Alternatif Pakan Ternak. Maggot Black Soldier Fly. Pembelajaran Berbasis Lingkungan. Pengelolaan Limbah Organik. Pesantren ABSTRACT This community service activity was carried out at Pondok Pesantren Al Markaz in response to the issues of organic waste management and the need for environmentally friendly and sustainable alternative livestock feed. Based on a situational analysis, it was found that the pesantren environment generates organic waste from kitchen and agricultural residues that have not been optimally managed, while the demand for livestock feed continues to increase. The main problem identified was the lack of understanding and skills among the students . in managing organic waste productively. This activity employed a participatory approach through training and hands-on practice in cultivating Black Soldier Fly (BSF) larvae as decomposers of organic waste and as a source of high-nutrient animal feed. The results showed that participants, especially the students and pesantren administrators, gained a solid understanding of maggot ecosystem basics, cultivation techniques, and the utilization of maggots as alternative feed. This environment-based learning not only provided practical skills but also fostered ecological awareness and an entrepreneurial spirit among the students. This initiative demonstrated that integrating environmental education with maggot cultivation practices can offer a practical solution for waste management and livestock feed provision in pesantren settings in a sustainable manner. Keywords: Alternative Animal Feed. Black Soldier Fly Maggot. Environment-Based Learning. Islamic Boarding School. Organic Waste Management SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Pendidikan di pesantren memiliki karakteristik unik yang memadukan nilainilai keislaman dengan praktik kehidupan Dalam konteks pesantren modern, lingkungan menjadi sangat relevan untuk membentuk karakter santri yang peduli terhadap kelestarian alam dan mampu masyarakat (Risana et al. , 2. Salah satu tantangan lingkungan yang nyata dan mendesak saat ini adalah meningkatnya volume limbah organik, baik dari dapur pesantren maupun dari lingkungan sekitarnya, yang belum dikelola secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Pesantren Al Markaz merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang berbasis praktik dan kemandirian. Dengan jumlah santri yang cukup banyak dan aktivitas dapur yang aktif setiap harinya, volume limbah organik yang dihasilkan cukup signifikan. Di sisi lain, pesantren juga memiliki unit peternakan yang memerlukan pasokan pakan ternak yang stabil dan Sayangnya, biaya pakan ternak cenderung tinggi dan sering kali menjadi beban operasional yang cukup besar. Situasi ini menjadi dasar penting bagi Salah satu solusi potensial adalah budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), yang dikenal mampu mengurai limbah organik dengan cepat dan menghasilkan larva berkandungan protein tinggi sebagai alternatif pakan ternak (Sholahuddin et al. , 2. Penerapan teknologi budidaya maggot BSF tidak hanya memberikan solusi pengelolaan limbah organik yang ramah lingkungan, tetapi juga mendukung kemandirian ekonomi dan penguatan keterampilan santri melalui pendekatan . nvironmental-based learnin. Permasalahan yang diidentifikasi adalah belum adanya sistem pengelolaan pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber pakan ternak, serta kurangnya wawasan pengelolaan limbah berbasis teknologi Oleh karena itu, melalui program pengabdian ini, diharapkan akan tercipta sinergi antara pendidikan lingkungan, penguatan ekonomi pesantren, dan khususnya dalam bidang pertanian dan peternakan berkelanjutan. Pembelajaran berbasis lingkungan melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau maggot telah menjadi salah satu yang menjanjikan dalam pemberdayaan ekonomi, termasuk di lingkungan pesantren. Penelitian Nahrowi menekankan pentingnya penguatan model bisnis budidaya magot berbasis ekonomi masyarakat dan manajemen lingkungan. Fokus utama penelitian tersebut adalah aspek ekonomi sirkular dan skema (Nahrowi et al. , 2. Sementara itu. Nurhasanah et al. mengangkat optimalisasi pengelolaan mendukung pemberdayaan ekonomi, yang pengelolaan limbah skala institusional secara mandiri di lembaga keagamaan. (Nurhasanah et al. , 2. Fikrisyaha dan Hanif melakukan menggunakan larva BSF di tingkat desa, yang menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif dalam peningkatan kesadaran (Fikrisyaha & Hanif, 2. Senada. Mukhlishin memfokuskan budidaya magot sebagai upaya mendorong kemandirian pesantren melalui ekonomi keterlibatan langsung santri dalam proses (Mukhlishin, 2. Mahmudi berbasis rumah tangga dalam rangka optimalisasi bank sampah, yang lebih menitikberatkan pada kontribusi ekonomi Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 masyarakat di lingkungan perumahan. (Mahmudi et al. , 2. Umami Krismayanti mengembangkan pelatihan kewirausahaan santri melalui budidaya maggot, yang kewirausahaan di pesantren. (Umami & Krismayanti, 2. Di sisi lain. Wulandari et al. peran maggot sebagai pakan alternatif dan penjaga kualitas lingkungan peternakan ayam kampung di pesantren, sehingga menegaskan potensi integrasi antara budidaya maggot, peternakan, dan (Wulandari et al. , 2. Namun, dari berbagai kajian tersebut, masih terdapat kesenjangan dalam lingkungan secara sistematis di pesantren pengelolaan limbah, dan produksi pakan alternatif berbasis maggot dalam satu Belum banyak pengabdian yang secara spesifik menargetkan model menanamkan kesadaran ekologis kepada santri melalui praktik langsung budidaya maggot, sekaligus menjadikannya bagian dari kurikulum pembelajaran lingkungan hidup dan kewirausahaan. Oleh karena itu, pengabdian di Pesantren Al Markaz yang mengusung pembelajaran berbasis lingkungan melalui budidaya magot BSF sebagai solusi penyediaan alternatif pakan ternak sekaligus sarana edukasi, menjadi penting dan relevan untuk menjawab kesenjangan Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman santri dan masyarakat di lingkungan Pesantren Al Markaz tentang pentingnya pengelolaan limbah organik secara Melalui kegiatan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), santri diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola sampah organik menjadi mempelajari alternatif pakan ternak yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Selain itu, pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan praktis menumbuhkan kesadaran ekologis serta Dengan demikian, program ini juga mendorong kemandirian pangan di pesantren dan membuka peluang replikasi kegiatan serupa di lingkungan masyarakat sekitar sebagai bagian dari kontribusi pesantren dalam pelestarian lingkungan Kegiatan pengabdian masyarakat AuPembelajaran Berbasis Lingkungan: Budidaya Magot Black Soldier Fly dalam Pengelolaan Limbah Organik sebagai Alternatif Pakan Ternak di Pesantren Al MarkazAy memberikan berbagai manfaat strategis dan Pertama, kegiatan ini meningkatkan kesadaran dan kepedulian lingkungan di kalangan santri dan warga pesantren dengan menjadikan limbah organik sebagai sumber daya produktif. Melalui pengalaman belajar kontekstual yang memadukan teori dan praktik secara langsung, khususnya dalam teknik budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Hasil dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak yang murah dan bergizi, sehingga mendorong kemandirian pangan dan ekonomi pesantren secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini menjadi solusi praktis dan ramah lingkungan dalam mengelola limbah dapur pesantren, sehingga menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Santri juga dibekali keterampilan hijau . reen skil. melalui pelatihan teknis yang dapat menjadi bekal untuk berwirausaha di bidang pertanian dan peternakan berkelanjutan. Kegiatan dikembangkan menjadi model eduekowisata berbasis pesantren yang menginspirasi, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Islam lingkungan yang sesuai dengan nilai-nilai lokal dan keagamaan. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan pada keterlibatan aktif santri dalam setiap tahapan kegiatan. Langkah pertama diawali dengan observasi dan identifikasi terhadap potensi serta permasalahan limbah organik di Pesantren Markaz, pertanian, dedaunan, dan kotoran ternak. Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan yang bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang pentingnya pengelolaan limbah organik dan manfaat budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan ternak alternatif yang ramah lingkungan. Setelah itu, dilakukan pelatihan teknis budidaya maggot, mencakup pengenalan siklus hidup BSF, pembuatan media ternak, teknik pemeliharaan larva, serta proses panen dan pemanfaatan maggot sebagai pakan ikan atau unggas. Sebagai bentuk penerapan langsung, dibangun unit mini-farm BSF di area pembelajaran berbasis lingkungan yang Budidaya pembelajaran melalui pembuatan modul berbasis praktik. Kegiatan ini dilengkapi dengan monitoring dan evaluasi berkala untuk menilai perkembangan budidaya dan efektivitas pemanfaatannya, serta refleksi bersama guna mengidentifikasi kendala dan peluang pengembangan lebih Sebagai tindak lanjut, dibentuk tim santri sebagai Auduta lingkunganAy yang bertugas menjaga keberlanjutan program, disertai penyusunan panduan budidaya Harapannya, program ini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan limbah, tetapi juga sebagai bagian dari pendidikan kontekstual yang membekali santri dengan keterampilan berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di lingkungan Pesantren Al Markaz menunjukkan hasil yang cukup meningkatkan pengetahuan, pemahaman Melalui pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan, kegiatan ini berhasil mentransformasikan teori menjadi praktik langsung yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pesantren. Salah satu capaian utama adalah keterlibatan aktif santri dalam budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai bentuk nyata pengelolaan sampah organik. Santri pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengelola limbah dapur dan sampah organik harian menjadi sumber daya yang bermanfaat, yakni maggot sebagai pakan alternatif ternak yang ekonomis dan ramah lingkungan. Hal ini menjadi pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan nilai-nilai ekologis dengan keterampilan kewirausahaan. Gambar 1. Budi daya Maggot di al Markaz Secara memahami siklus hidup maggot BSF (Black Soldier Fl. , teknik budidaya, serta manajemen pakan dan habitat larva. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Mereka mengidentifikasi jenis sampah organik yang tepat untuk proses dekomposisi oleh larva maggot. Proses ini menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan santri, sekaligus membuka cakrawala baru tentang pentingnya kontribusi mereka terhadap pelestarian lingkungan. Dari sisi sosial dan ekonomi, program ini mulai menunjukkan dampak positif. Beberapa santri mulai menunjukkan minat untuk mengembangkan budidaya maggot BSF (Black Soldier Fl. sebagai potensi pakan ternak pesantren. Hal ini lingkungan mulai tumbuh, seiring dengan terhadap ekonomi sirkular. Lebih lanjut, kegiatan ini juga membuka ruang dialog dan kolaborasi antara pesantren al Markaz dengan pesantren-pesantren lainnya yang ingin mengembangkan pengelolaan limbah organik untuk pakan ternak. Dengan kata lain replikasi program di luar pondok pesantren Al Markaz memungkinkan untuk dilakukan. Dengan demikian, pesantren berperan sebagai pusat edukasi dan inovasi lingkungan yang memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kemandirian pangan dan keberlanjutan komunitas Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak utamanya, tetapi juga membuka peluang pengembangan berkelanjutan melalui integrasi pendidikan, lingkungan, dan Ke depan, penguatan sistem pendampingan dan dukungan teknis keberlangsungan dan perluasan dampak dari program ini. TANTANGAN DAN SOLUSI Dalam pelaksanaan program budidaya maggot BSF (Black Soldier Fl. di lingkungan pesantren, terdapat sejumlah tantangan yang perlu dihadapi dengan pendekatan solutif dan partisipatif. Salah satu kendala utama adalah kurangnya pemahaman para santri dan ustadz terkait siklus hidup BSF (Black Soldier Fl. , manajemen budidaya, serta Untuk mengatasi hal ini, diperlukan langkah awal untuk seluruh santri berupa workshop atau seminar pengenalan, penyusunan modul atau buku saku praktis, serta kunjungan belajar langsung ke peternakan BSF (Black Soldier Fl. guna memberikan pengalaman nyata yang Gambar 2 Modul Pembelajaran Maggot Selain itu, kendala lain muncul dari belum adanya lokasi tetap untuk budidaya karena perbedaan kepentingan di antara ustadz dan pengurus pondok, sehingga lokasi sering berpindah-pindah. Solusi mengadakan musyawarah resmi antar pihak terkait guna menentukan dan menyepakati lokasi tetap sebagai bentuk komitmen bersama, agar keberlangsungan budidaya dapat terjaga dengan baik. Gangguan dari hama seperti belatung liar dan predator seperti semut juga menjadi tantangan teknis yang cukup Solusinya adalah dengan menjaga media pakan agar tidak terlalu becek, menutup wadah menggunakan insect net untuk mencegah lalat liar, serta membuat perlindungan fisik seperti parit air, olesan oli, atau taburan kapur serangga di sekitar wadah. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 dengan baik dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi sasaran Seluruh rangkaian kegiatan yang dirancang, mulai dari tahap perencanaan, terlaksana sesuai dengan jadwal dan tujuan yang ditetapkan. Partisipasi antusiasme dan kepedulian terhadap peningkatan kapasitas dan pengetahuan di bidang yang disasar, seperti pengelolaan maupun peningkatan kualitas pendidikan. Secara pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membuka peluang berkelanjutan untuk pengembangan potensi lokal yang lebih Gambar 3. Insect Net untuk mencegah lalat liar dan mengkolonikan BSF Tantangan rendahnya ketelatenan dan konsistensi santri maupun ustadz dalam pengelolaan harian budidaya. Untuk menjawab hal ini, dibentuklah tim kecil dengan sistem piket bergilir, dilengkapi buku log harian berisi menjadikan budidaya ini sebagai bagian program wajib. Terakhir, kendala struktural yang terintegrasinya kegiatan budidaya maggot BSF dalam sistem pembelajaran formal pesantren, yang menyebabkan pelatihan hanya diikuti sebagian santri dan kurang Sebagai solusinya, kegiatan budidaya ini perlu dimasukkan ke dalam kurikulum atau mata pelajaran seperti IPA atau kewirausahaan, serta membentuk program Ausantri trainerAy agar mereka dapat menularkan ilmunya kepada santri lain, sehingga tercipta kesinambungan dan pemerataan pemahaman di seluruh lapisan santri. KESIMPULAN Kegiatan masyarakat telah berhasil dilaksanakan UCAPAN TERIMA KASIH Dengan penuh rasa syukur dan hormat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Serang Raya (UNSERA) yang telah memberikan kesempatan kepada kami Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) sebagai bagian dari pengabdian nyata kepada masyarakat. Ucapan terima kasih yang tulus juga Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSERA atas bimbingan, arahan, dan dukungan yang terus-menerus program ini. Kami juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pondok Pesantren Al Markaz yang telah menerima kami dengan hangat, memberikan ruang kolaborasi, serta mendukung setiap kegiatan yang kami laksanakan. Tak lupa, kepada seluruh anggota Kelompok 6 KKM UNSERA, terima kasih atas kerja sama, kekompakan, dan semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan seluruh program kerja. Semoga semua kontribusi yang telah diberikan menjadi amal jariyah dan membawa manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lembaga yang kita cintai bersama. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 DAFTAR PUSTAKA