Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 6 . , 2026 p-ISSN: 2774-6291 e-ISSN: 2774-6534 Available online at http://cerdika. id/index. php/cerdika/index Landasan Psikologi dalam Pembelajaran Seni: Teori Perkembangan Kreativitas Anak Sri Murwati. Hartono. Wahyu Lestari Universitas Negeri Semarang. Indonesia Email: srimurwati@students. id, hartono_sukorejo@mail. wahyupyarlestari@mail. Abstrak Penelitian ini menganalisis landasan psikologi yang fundamental dalam pembelajaran seni di sekolah dasar (SD) dengan focus dengan teori perkembangan kreatifitas anak. Penelitian ini menggunakan metode studi Pustaka untuk mensitesis dua kerangka teoretis utama: teori perkembangan artistic oleh Viktor Lowenfeld dan teori kecerdasan majemuk . ultiple intelegence. oleh Howard Gardner. Tujuannya Adalah membangun argumen bawa integrasi kedua teori ini menyediakan landasan pedagogis yang komperhensif bagi kurikulum seni di Tingkat dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa Lowenfled memberikan kerangka diagnostik dengan memetakan tahapan perkembangan visual anak . ra-skematik, skematik, awal realism. , yang penting agar guru dapat mendukung ekspresi diri otentik tanpa menghambat proses kreatif alami. Sebaliknya. Gardner memberikan kerangka inklusif yang menegaskan seni . elalui kecerdasan special dan kinesteti. sebagai bentuk kecerdasan yang sah, menurut kurikulum yang kaya media untuk mengakomondasi beragam potensi anak. Sintesis kedua teori ini menyimpulkan bahwa pembelajarn seni yang efektif di SD harus bersifat sensistif perkembangan (Lowenfel. dan majemuk (Gardne. Landasan psikologi ini mengarahkan guru untuk menjadi fasilitataor yang terinformasi yang tidak hanya menilai produk, tetapi juga memelihara proses kreatif sebagai manifestasi dari pertumbuhan kognitif dan perkembangan kecerdasan anak secara holistik. Kata kunci: Pembelajaran Seni SD. Kreativitas Anak. Teori Lowenfeld. Teori Gardner. Psikologi Pendidikan Seni. Abstract This article analyzes the fundamental psychological foundations in art learning in elementary school (SD) with a focus on the theory of children's creativity development. This study uses the Literature study method to situate two main theoretical frameworks: the theory of artistic development by Viktor Lowenfeld and the theory of multiple intelligences by Howard Gardner. The goal is to build an argument for the integration of these two theories to provide a comprehensive pedagogical foundation for the arts curriculum at the elementary level. The results of the analysis show that Lowenfled provides a diagnostic framework by mapping the stages of the child's visual development . re-schematic, schematic, early realis. , which is important for teachers to support authentic self-expression without inhibiting the natural creative process. Instead. Gardner provides an inclusive framework that affirms art . hrough special and kinesthetic intelligenc. as a legitimate form of intelligence, according to a media-rich curriculum to accommodate the diverse potential of children. The synthesis of these two theories concludes that effective art learning in elementary school must be developmentally sensitive (Lowenfel. and pluralistic (Gardne. This foundation of psychology leads teachers to become informed facilitators who not only assess products, but also nurture creative processes as a manifestation of cognitive growth and holistic development of children's intelligence. Keywords: Elementary Art Learning. Child Creativity. Lowenfeld Theory. Gardner Theory. Psychology of Art Education. *Correspondence Author: Sri Murwati. Hartono Email: srimurwati@students. Landasan Psikologi Dalam Pembelajaran Seni: Teori Perkembangan Kreativitas Anak PENDAHULUAN Pendidikan di abad ke-21 menetapkan kreativitas sebagai kompetensi inti yang harus dimiliki setiap individu untuk menghadapi kompleksitas kehidupan dan inovasi global(Dere. Eggen & Kauchak, 2016. Vansieleghem, 2. Dalam konteks perkembangan anak, masa kanak-kanak sering disebut sebagai golden age, merupakan priode krusial untuk menstimulasi daya cipta. Pembelajaran seni Adalah media yang paling otentik dan efektif dalam memupuk potensi ini karena secara alamiah mendorong ekspresi diri, imajinasi, dan berpikir divergen (Alter-Muri & Vazzano, 2014. Morgan, 2. Peneltian ini akan mengupas secara mendalam tentang landasan psikologi dalam Pendidikan seni di sekolah dasar (SD) yang merupakan kunci untuk mengembangkan potensi holistic anak. Pembelajaran seni yang evektif harus didasarkan pada pemahaman akan bagaimana anak berpikir, merasa, dan tumbuh terutama dalam konteks kreativitas. Oleh sebab itu, penelitian ini berfokus pada dua kerangka teori utama yang menjadi pilar dalam memahami dan mengoptimalkan perkembangan kreativitas anak melalui seni: teori perkembangan artistic oleh Viktor Lowenfeld dan teori kecerdasan majemuk . ultiple intelligence. oleh Howard Gardner (Beaty et al. , 2019. Cheng et al. , 2. Pendekatan psikologis ini sangat relevan karena Pendidikan seni ditingkat dasar bukan sekedar mengajarkan Teknik melaikan juga memupuk ekspresi diri, kemampuan memecah masalah, dan kepekaan visual (Corbisiero-Drakos et al. , 2021. Craft, 2. Lowenfel memberikan perspektif berharga mengenai tahapan-tahapan yang dilalui anak dalam proses penciptaan karya seni mulai dari coretan hingga representasi visual yang lebih kompleks, yang wajib dipahami guru untuk menyajikan materi yang sesuai usia dan perkembangan (Permatasari & Zulkarnaen, 2. Sementara itu. Gardner menekankan bahwa seni seperti kecerdasan special, kinestetik, atau interpribadi merupakan bentik kecerdasan yang sah dan penting (Goodman et al. , 2. Memahami teori Gardner memugkinkan pendidik untuk merancang kurikulum seni yang tidak hanya mengakomondasi tetapi juga merayakan beragam cara anak menunjukkan dan mengembangkan kecerdasan mereka. Dengan memadukan kedua teori ini artikel ini bertujuan memberikan landasan teoretis dan praktis bagi guru, pendidik, dan pembantu kebijakan kurikulum untuk memperkuat peran seni sebagao katalisator perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik anak SD. Analisisn ini akan menjadi sumber acuan penting dalam merancang metodologi pembelajaran seni yang berakar kuat pada ilmu psikologi perkembangan anak. METODE PENELITIAN Tujuan penelitian ini Adalah mendeskripsikan landasan psikologis dalam pembelajaran seni sekolah dasar: teori perkembangan kreativitas anak dengan berlandaskan teori perkembangan artistik anak (Viktor Lowenfel. dan teori kecerdasan majemuk (Howard Gardne. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur . ajian Pustak. atau analisis dokumen . ocument analysi. Menurut Sugiyono, . Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif karena data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka. Data yang terkumpul setelah dianalisis selanjutnya dideskripsikan agar mudah dipahami oleh orang lain. Menurut Sugiyono, . studi literatur . tau sering disebut pula Landasan Psikologi Dalam Pembelajaran Seni: Teori Perkembangan Kreativitas Anak tinjauan pustaka atau studi kepustakaa. adalah Kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang telah ada dari sumber-sumber tertulis yang relevan dengan masalah penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasikan, serta mensintesis informasi dan konsep yang relevan dari sumber-sumber ilmiah dan teoritis yang sudah ada. Penelitian ini berfokus untuk membangun landasan teoritis yang kuat mengenai hubungan antara psikologi, seni, dan kreativitas anak disekolah dasar berdasarkan teori Lowenfeld dan Gardner. Sumber data dalam penelitian ini Adalah data sekunder yang berasal dari literatur Dengan sumber primer berasal dari karya-karya utama dari Viktor Lowenfeld terutama tentang Creative and Mental Growth dan karya-karya Howard Gardner dengan pembahasan Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences dan Multiple Intelligences: The Theory in Practic. Selain itu digunakan sumber data sekunder yang berkaitan dengan kedua sumber primer tersebut yang berasal dari buku, jurnal ilmiah, tesis atau disertasi, dan konferensi yang membahas aplikasi teori Lowenfeld dan Gardner dalam konteks Pendidikan seni, perkembangan kreativitas anak, dan psikologi Pendidikan di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data dokumentasi dan penelusuran basis data . atabase searchin. Teknik penelusuran dan pencarian basis data menggunakan kombinasi kata kunci seperti AuLowenfeld art education,Ay Gardner Multiple Intelligences art,Ay Auperkembangan kreativitas anak,Ay Aupsikologi pembelajaran seni Sekolah Dasar,Ay dan Auteori perkembangan artistic. Ay Sumber-sumber data dicari melalui basis data akademik terkemuka seperti google scholar. ERIC. ScienceDirect. ProQuest, dan portal jurnal nasional maupun Dalam pengumpulan data juga menggunakan kriteria inklusi Dimana sumber harus relevan dengan topik dari Psikologi. Lowenfeld dan Gardner, dan seni sekolah dasar. Sumber-sumber data tersebut juga bersumber dari penerbit yang kredibel seperti jurnal bereputasi maupun penerbit universitas, dan idealnya diterbitkan dalam 10 tahun terakhir kecuali karya-karya klasik dari Lowenfeld dan Gardner. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan induktif melalui beberapa langkah, dimulai dengan reduksi data, yaitu membaca, menyeleksi, dan meringkas sumber-sumber yang relevan untuk mengidentifikasi konsep, argumen, dan temuan utama terkait pertanyaan penelitian. Selanjutnya, data disajikan dengan mengelompokkan konsepkonsep yang telah diringkas ke dalam kategori tematik yang terstruktur, seperti tahap Lowenfeld dan implikasinya, kecerdasan spasial atau kinestetik Gardner dalam seni, serta sintesis atau integrasi kedua teori. Tahap berikutnya adalah verifikasi atau penarikan kesimpulan, yang mencakup analisis isi terhadap teks yang dipilih, sintesis temuan Lowenfeld dan Gardner untuk membangun kerangka psikologis yang koheren dalam pembelajaran seni di sekolah dasar, dan penarikan kesimpulan mengenai bagaimana kedua teori tersebut mendukung pengembangan kreativitas Kredibilitas penelitian dijamin melalui ketepatan sumber dengan hanya menggunakan karya asli dan jurnal peer-reviewed, keterlacakan atau auditability melalui daftar pustaka yang komprehensif sehingga sumber data dapat diverifikasi, serta objektivitas, di mana interpretasi dan sintesis data dilakukan secara netral berdasarkan kutipan langsung dan argumen logis dari teks yang dianalisis. Landasan Psikologi Dalam Pembelajaran Seni: Teori Perkembangan Kreativitas Anak HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk memberikan landasan psikologis yang mendasari efektivitas pembelajaran seni ditingkat sekolah dasar (Setiawan et al. , 2022. yulger, 2. Pembelajaran seni dipandang bukan sekedar aktivitas mengisi waktu atau keterampilan, akan tetapi sebagai sarana esensial untuk memfasilitasi pertumbuhan mental dan pengembangan potensi kreatif anak (Holochwost et al. , 2021. Huang et al. , 2. Dalam kerangka analisis berikut secara khusus berfokus pada dua sumber teori psikologi perkembangan yang paling berpengaruh dalam Pendidikan seni, yaitu teori perkembangan artistic oleh Viktor Lowenfeld dan teori kecerdasan majemuk . ultiple intelligence. oleh Howard Gardner (Moerdisuroso, 2. Dengan memadukan pandangan dari kedua tokoh ini, kerangka analisis berikut berupaya memberikan landasan psikologis yang komprehensif bagi para pendidik. Victor Lowenfeld menawarkan perspektif berharga mengenai tahap-tahap perkembangan visual dan mental anak, yang membantu guru menentukan ekspresi dan metode yang sesuai dengan usia anak. Sementara itu. Howard Gardner memperluas cakupan kreativitas seni di luar seni rupa, mengakui keragaman potensi anak melalui berbagai jenis kecerdasan. Table kerangka analisis berikut akan memandu penulisan dan pembahasan artikel, mengelompokkan pokok bahasan, sub-pokok bahasan, relevansi praktis, serta sumber-sumber teoritis utama yang menjadi pondasi argument. Table 1 kerangka analisis Bagian Analisis Landasan Psikologi Umum II. Teori Perkemban Seni (Victor Lowenfel. Pokok Bahasan Pengertian dan Peran Psikologi Pendidikan Sub-Pokok Bahasan Konsep dasar landasan psikologis dalam Kreativitas Sasaran Psikologis Definisi kreativitas dan urgensinya dalam perkembangan anak SD. Pembelajar an Seni di Tujuan dan fungsi pembelajaran seni dalam konteks perkembangan Tahap Perkemban gan Artistik Anak Masa Mencoreng . -4 th. Masa pra-skematis . -7 th. Masa skematis . -9 th. Masa Awal Realisme . -12 th. Dimensi Perkemban Perkembangan Intelektual. Emosional. Sumber Teoritis Utama Teori-teori Psikologi Pendidikan . isalnya Piaget. Vygotsk. Tokoh Psikologi Kreativitas . isalnya Lowenfeld. Rhodes. Torranc. Kurikulum Pendidikan Seni . asional atau releva. & Prinsip Pendidikan Anak Usia Sekolah Dasar Victor Lowenfeld & W. Lambert Brittain: Creative and Mental Growth Relevansi dengan Pembelajaran Seni di SD Memahami karakteristik usia dan tahap berpikir anak SD sebagai dasar perancangan kegiatan seni yang efektif dan sesuai perkembangan. Menetapkan tujuan pembelajaran seni, yaitu kemampuan 4C . erutama Creative Thinkin. Memastikan kegiatan seni bukan hanya keterampilan, tetapi juga sarana ekspresi emosi, sosial, dan kognitif. Victor Lowenfeld Memberikan kerangka penilaian yang holistik pada Menentukan metode, media, dan harapan hasil karya seni yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan visualspasial anak SD. Landasan Psikologi Dalam Pembelajaran Seni: Teori Perkembangan Kreativitas Anak Bagian Analisis i. Teori Kecerdasan Majemuk (Howard Gardne. Pokok Bahasan Kreativitas Lowenfeld Implikasi Mengajar Seni Konsep Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence s - MI) Kecerdasan Pembelajar an Seni Implikasi Penilaian IV. Sintesis Rekomenda Integrasi Teori Lowenfeld & Gardner Model Pembelajar an Seni Kreatif SD Sub-Pokok Bahasan Estetik. Persepsi. Keterampilan melalui kegiatan seni. Prinsip-prinsip stimulasi kreatif berdasarkan tahap perkembangan . isalnya kebebasan berekspresi, pentingnya prose. Definisi MI, khususnya Kecerdasan VisualSpasial. Musikal. Kinestetik-Badani, dan Interpersonal/Intraperson Peran masing-masing kecerdasan dalam kegiatan seni . isalnya Visual-Spasial dalam menggambar. Musikal dalam menyany. Penilaian yang tidak seragam dan menghargai semua jenis "kecerdasan" dalam karya seni. Keterkaitan antara tahap perkembangan artistik Lowenfeld dengan kebutuhan stimulasi multi-kecerdasan Gardner. Usulan model implementasi yang konkret dan praktis untuk Sumber Teoritis Utama Lowenfeldian Approach Howard Gardner: Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences Howard Gardner & Teori Pembelajaran Berbasis MI Teori Gardner (Assessment in MI) Analisis kritis dan sintesis dua teori. Implikasi Pedagogis dari Lowenfeld dan Gardner. Relevansi dengan Pembelajaran Seni di SD proses dan produk seni, tidak hanya fokus pada realisme/kemiripan. Panduan bagi guru untuk memilih materi dan memberikan instruksi yang mendorong orisinalitas dan menghindari paksaan. Mengakui dan memfasilitasi keragaman potensi anak dalam seni . idak hanya menggamba. , seperti seni musik atau tari. Merancang aktivitas seni yang bervariasi . royek kelompok, komposisi musik sederhana, dram. untuk mengakomodasi semua Mengembangkan instrumen evaluasi yang komprehensif dan adil, menilai ekspresi diri, pemecahan masalah, dan kreativitas pada setiap Menyediakan model pembelajaran seni terpadu yang menghormati tahap perkembangan dan memanfaatkan semua potensi kecerdasan anak SD. Memberikan rekomendasi strategi pengajaran . isalnya eksplorasi material, diskusi karya, proyek seni terpad. Kerangka analisis ini disusun untuk memengetahui tentang landasan psikologi pembelajaran seni di sekolah dasar melalui lensa dua teori utama, yaitu teori perkembangan artistic Lowenfeld dan teori kecerdasan majemuk Gardner. Pembahasan penelitin ini akan berorientasi pada bagaimana kedua teori ini dapat diintegrasikan menjadi model pedagogi seni yang efektif. (Slameto, 2. Psikologi Pendidikan sangat penting untuk memahami karakteristik peserta didik, terutama pada usia sekolah dasar yang berada dalam tahap operasi konkret (Piage. Pembahasan akan menekankan bahawa tujuan utama pembelajaran seni Adalah memupuk kreativitas, yang didefinisikan secara komprehensif melalui model 4P (Person. Process. Press. Produc. dari Rhodes . dan ciri-ciri kognitif kreativitas (Utami Munandar. Landasan Psikologi Dalam Pembelajaran Seni: Teori Perkembangan Kreativitas Anak Seni bukan sekedar mata Pelajaran keterampilan, melainkan sarana integral untuk mengembangkan seluruh aspek mental anak. landasan psikologi dari sudut pandang Lowenfeld: respon terhadap tahap perkembangan, hasil analisis menunjukkan bahwa teori Viktor Lowenfeld . reative and mental Growt. berfungsi sebagai panduan diagnostic dan prognostic bagi guru seni. Teorinya menekankan bahwa ekspresi seni bukan sekedar keterampilan, melainkan cerminan langsung dari perkembangan kognitif, emosional, dan sosial Tahapan dan implikasinya dalam pembelajaran sekolah dasar menurut lowenfeld tahap pra-skematis . -7 tahu. dengan karakteristik psikologis penemuan hubungan antara gambar dan objek pemikiran egosentris. Sehingga Implikasi praktis bagi guru seni sekolah dasar yakni dengan mendorong ekspresi bebas dan penceritaan, hindari kritik teknis, dan focus pada makna yang ingin disampaikan anak. Tahap skematis . -9 tahu. dengan karakteristik pengembangan skema visual berulang, kesadaran akan garis dasar, dan representasi yang terorganisir. Dengan demikian implikasi praktis bagi guru seni Adalah memperkuat konsep ruang . i atas, di bawah, dan di depa. serta mendorong penggunaan symbol dan pattern pribadi. Awal realisme . -12 tahu. dengan karekteristik kesadaran sosial dan kelompok, siswa mulai menyadari ketidak cukupan skema sehingga mencari proporsi dan detail yang lebih realistis. Sehingga implikasi praktis bagi guru yakni dengan memperkenalkan konsep proporsi, perspektif sederhana, dan bayangan untuk menambah kedalaman dengan melibatkan proyek kelompok untuk menunjang aspek sosial peserta didik. Kesimpulan dari Lowenfeld Adalah dengan memahami tahap-tahap ini, guru dapat menghindari intervensi yang tidak tepat, seperti memaksa realisme pada anak usia 7 tahun, yang justru dapat menghambat spontanitas dan kreativitas mereka (Saefurrohman, 2. Guru harus focus pada proses berkarya . rocess over produc. untuk menjaga Kesehatan mental dan kreatif anak. Landasan psikologi dari sudut pandang Gardner: seni sebagai kecerdasan Teori Howard Gardner . ultiple intellegences-MI) memberi pembenaran kognitif yang mendalam bagi pembelajaran seni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gardner menempatkan seni rupa dan seni pertunjukan sebagai manifestigasi langsung dari bentuk kecerdasan yang sah, terutama kecerdasan special dan kecerdasan kinestetik tubuh. seni sebagai pengembangan kecerdasan majemuk (MI) Kecerdasan special yaitu pembelajaran seni rupa . enggambar, melukis, dan memaha. secara langsung melatih kemampuan anak untuk memvisualisasikan, memanipulasi bentuk di ruang imajinatif, dan memahami hubungan special. Kreativitas disini Adalah kemampuan untuk merekonstruksi dunia secara visual dengan cara yang baru. Kecerdasan kinestetik-tubuh, dalam seni kriya, patung, atau bahkan drama/tari, anak mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar, yang merupakan Landasan Psikologi Dalam Pembelajaran Seni: Teori Perkembangan Kreativitas Anak manifestasi dari kecerdasan ini. Hal ini membuktikan bahwa kreativitas fisik . emampuan membua. sama berharganya dengan kreativitas kognitif. Kesimpulan dari pendapat Gardner Adalah teori ini memaksa pergeseran paradigma bahwa seni bukan sekedar pelengkap, melaikan jalur penting menuju pemahaman dan ekspresi Kurikulum seni harus dirancang untuk menantang dan mengembangkan kreativitas berpikir divergen. Sintesis: membangun kreativitas yang terlandasi psikologi Sintesis Lowenfeld dan Gardner menghasilkan model pembelajaran seni yang holistic dan terstruktur psikologis. Lowenfeld . anduan kapan dan bagaiman. : memberikan kerangka kerja untuk Tingkat kesulitan dan jenis dukungan yang sesuai usia. Kreativitas harus didorong dengan menghargai representasi pribadi anak sesuai dengan tahapan mereka, misalnya memuji penggunaan warna emosional pada usia pra-skematis. Gardner . anduan mengap. : memberikan tujuan Pendidikan yang lebih tinggi, mengklasifikasikan kegiatan seni sebagai pengembangan kecerdasan. Hal ini memastikan guru memperlakukan kelas seni sebagai lingkungan yang merangsang fungsi kognitif dan kreatif, bukan sekedar relaksasi. Implementasi praktis: kurikulum yang ideal di sekolah dasar harus mengadopsi pendekatan berbasis proyek yang memungkinkan anak menggunakan seni untuk memecahkan masalah spasial (Gardne. sementara tetap menghormati tahap perkembangan artistic mereka (Lowenfel. Misalnya, meminta anak usia 8 tahun . ahap skemati. untuk merancang denah rumah Impiannya . patial intrllegenc. menggunakan garis dasar dan symbol-simbol pribadi . kema Lowenfel. Kontribusi psikologis dari kedua teori ini merupakan pengakuan bahwa kreativitas Adalah hasil dari interaksi antara perkembangan alami anak (Lowenfel. dan lingkungan belajar yang memupuk kecerdasan unik mereka (Gardne. KESIMPULAN Penelitian ini menegaskan bahwa landasan psikologi yang kuat, yang menggabungkan teori Viktor Lowenfeld tentang perkembangan kreativitas anak dan Howard Gardner mengenai kecerdasan majemuk, menjadi kunci utama dalam pembelajaran seni di sekolah dasar. Teori Lowenfeld memberikan kerangka tahapan perkembangan seni anak . ra-skematik, skematik, dan realisme awa. yang membantu guru menetapkan ekspektasi sesuai usia dan menghindari kesalahan pengajaran yang dapat menghambat kreativitas dan spontanitas anak, sementara teori Gardner menegaskan bahwa seni merupakan bentuk kecerdasan yang sah dan setara dengan literasi dan numerasi, khususnya melalui pengembangan kecerdasan spasial dan kinestetiktubuh. Implikasi praktisnya, guru harus mengadopsi pendekatan holistik dan berpusat pada proses, menghargai upaya dan makna pribadi anak, serta merancang kegiatan yang merangsang kemampuan visualisasi, manipulasi materi, dan pemecahan masalah spasial, sehingga pembelajaran seni tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada pengembangan berbagai bentuk kecerdasan dan kreativitas anak secara maksimal dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA