Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Penerapan Lagu Bermain Dan Berhitung Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Lambang Bilangan Hilma Mithalia Shalihat . Ruth Donda E. Panggabean . Ermeka Paulina 1,2,3 Program Studi PG-PAUD. Fakultas Ilmu Pendidikan *penulis korespondensi : hilmamithalia15@gmail. Abstrak. Penerapan lagu dalam pembelajaran berhitung adalah pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep lambang bilangan pada anak-anak. Lagu-lagu dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan mudah diingat bagi anak-anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengimplementasikan lagu bermain dan berhitung untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep lambang bilangan di TK Hasanuddin. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu tentang penerapan lagu bermain dan berhitung, faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penerapan di TK Hasanuddin. Historis Artikel: Diterima : 26 Juli 2023 Direvisi : 02 Agustus 2023 Disetujui : 07 Agustus 2023 Abstract. The application of songs in numeracy learning is an effective approach to improve the ability to recognize the concept of number symbols in children. Songs can make learning more fun and memorable for children. The purpose of this community service activity is to implement playing and counting songs to improve the ability to recognize the concept of number symbols in Hasanuddin Kindergarten. The results of community service activities are about the application of playing and numeracy songs, supporting factors and inhibiting factors in the application at Hasanuddin Kindergarten. Kata Kunci: Lagu Bermain dan Berhitung. Kemampuan Mengenal Konsep Lambang Bilangan PENDAHULUAN Anak usia dini ialah anak yang berada pada rentang masa usia lahir sampai usia 8 tahun (Soegeng Santoso dalam M. Ramli, 2005: . Namun demikian, dalam kerangka pelaksanaan pendidikan anak usia dini (PAUD). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. dinyatakan bahwa anak usia dini ialah anak yang berada pada rentang masa lahir sampai usia 6 tahun. Pengenalan konsep bilangan dan lambang bilangan sangat penting dikuasai oleh anak, sebab akan menjadi dasar bagi penguasaan konsep-konsep matematika selanjutnya di jenjang pendidikan berikutnya. Bilangan adalah suatu objek matematika yang sifatnya abstrak dan termasuk ke dalam unsur yang tidak didefinisikan. Untuk menyatakan suatu bilangan dinotasikan dengan lambang bilangan yang disebut angka (Sudaryanti, 2006: . Ketika kegiatan pembelajaran mengenal lambang bilangan, guru sering kali menggunakan buku tulis maupun menuliskannya di papan tulis. Hal tersebut dapat membuat anak menganggap bilangan sebagai rangkaian kata-kata yang tidak bermakna dan pembelajaran mengenal lambang bilangan merupakan hal yang Sehingga guru harus menggunakan metode serta media yang menarik dan menyenangkan dalam mengenalkan konsep lambang bilangan tersebut. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Dalam pengenalan konsep bilangan dan lambang bilangan kepada anak, diperlukan cara dan stimulasi yang tepat dan menyenangkan. Salah satunya adalah melalui kegiatan bermain. Sebab pada prinsipnya pembelajaran di TK tidak terlepas dari kegiatan bermain yang Pembelajaran di TK harus menerapkan esensi bermain. Esensi bermain meliputi perasaan menyenangkan, merdeka, bebas, memilih, dan merangsang anak terlibat aktif (Slamet Suyanto, 2005: . Selain itu melalui kegiatan bermain, diharapkan pengenalan konsep bilangan dan lambang bilangan pada anak tidak monoton, tidak hanya menggunakan model pembelajaran yang klasikal, serta guru dapat memasukkan unsur edukatif dalam permainan tersebut. Sehingga, secara tidak sadar anak telah belajar berbagai hal. Berdasarkan hasil observasi di TK Hasanuddin, kenyataannya kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan masih rendah. Sebagian besar siswa masih melakukan kesalahan dalam menyebutkan urutan bilangan 1-10. Ketika anak diminta oleh guru menyebutkan urutan bilangan 1-10 secara bersama-sama, hampir semua anak dapat melakukannya. Tetapi, saat satu per satu anak diminta untuk menyebutkannya ternyata masih banyak anak yang masih bingung. Anak masih terbalik dalam menuliskan beberapa lambang bilangan seperti terbalik menuliskan lambang bilangan 3, 4, 5, 6, dan 9. Hal tersebut terlihat pada saat anak menuliskan lambang bilangan 1- 10 di buku masing-masing setelah membilang banyak benda yang telah digambarnya sesuai dengan contoh di papan tulis. Anak masih melakukan kesalahan dalam menunjuk lambang bilangan 1-10. Pada saat guru meminta anak untuk menunjuk lambang bilangan 1-10 yang terdapat pada LKA, masih ada beberapa anak yang melakukan kesalahan dalam kegiatan itu. Misalnya, saat menyebut AulimaAy, tetapi tangan anak menunjuk pada lambang bilangan 4 atau 6. Anak masih melakukan kesalahan saat mengerjakan LKA dalam menghubungkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 10, terutama gambar benda yang jumlahnya di atas lima. Sebagai contoh pada saat anak menghubungkan dengan garis untuk gambar bintang yang berjumlah delapan, anak justru menghubungkan gambar tersebut dengan angka 9 bukan angka 8. Hal ini disebabkan masih terbatas dan kurang bervarisinya dalam penggunakan media pembelajaran ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung, 5 Sebagian besar kegiatan mengenal lambang bilangan masih menggunakan LKA (Lembar Kerja Ana. , buku tulis, papan tulis, dan jarang menggunakan APE (Alat Permainan Edukati. seperti kartu angka. Ketika menggunakan buku tulis, anak diminta untuk menuliskan angka 1, 2, 3, dan seterusnya di dalam kotak-kotak besar yang terdapat pada buku itu. Misalnya, pada kotak baris pertama guru memberikan contoh menuliskan angka 1. Selanjutnya anak diminta untuk menuliskan angka 1 pada kotak baris ke dua Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. dan seterusnya hingga baris terakhir dalam lembar buku tersebut. Dalam kegiatan ini, anak terkadang merasa bosan. Sebab kegiatannya hanya menuliskan angka yang sama hingga memenuhi buku. Selain itu anak menjadi kurang paham apa makna dari angka-angka tersebut. Padahal angka/lambang bilangan merupakan simbol dari banyaknya benda. Sebaiknya dalam mengenalkan konsep lambang bilangan kepada anak TK Kelompok A . sia 4-5 tahu. melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna. Sehingga anak tidak bosan dan memahami makna dari simbol angka/lambang bilangan tersebut. Guru mempunyai peranan sangat besar dalam proses kegiatan belajar mengajar dan diharapkan dapat memilih serta menggunakan metode maupun media pembelajaran yang tepat dalam setiap kegiatannya. Kegiatan pembelajaran mengenal lambang bilangan di TK sebaiknya melalui kegiatan yang menarik, menyenangkan, bervariasi, dan kreatif, seperti melalui kegiatan bermain sambil belajar. Kegiatan tersebut dapat melalui kegiatan bermain kartu angka. Dengan kegiatan bermain kartu angka diharapkan dapat mempermudah siswa dalam mengenal lambang bilangan matematika secara sederhana. Kegiatan pembelajaran dengan bermain kartu angka yang mempunyai variasi gambar, warna, dan disertai lambang bilangan diharapkan dapat memberi stimulasi bagi perkembangan kognitif dan dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak. Tujuan Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan lagu bermain dan berhitung untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep lambang bilangan. METODE Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu : Tahapan Pra Persiapan Tahapan ini merupakan tahapan awal yang terdiri atas : Melakukan studi pendahuluan ke sekolah yang dilaksanakan kegiatan Melakukan koordinasi atau konsultasi dengan kepala TK Hasanuddin dan guru Tahap Persiapan Melakukan pengkajian, penyusunan kuesioner dan mengajukan instrumen untuk mengetahui motivasi belajar dan perhatian orangtua Tahap pelaksanaan Melakukan penerapan penggunaan lagu bermain dan berhitung dalam kegiatan belajar mengajar di TK Hasanuddin Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. HASIL PEMBAHASAN Penerapan lagu anak-anak dalam kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara yang kreatif dan menarik. Lagu-lagu dapat digunakan untuk memperkenalkan konsep-konsep baru kepada anak-anak. Misalnya, lagu tentang abjad untuk mengajarkan hurufhuruf, atau lagu tentang angka untuk mengajarkan konsep bilangan. Setelah konsep diperkenalkan, lagu dapat digunakan untuk memperkuat pemahaman anak-anak tentang konsep Lagu-lagu dengan lirik yang berulang-ulang dapat membantu anak-anak mengingat informasi dengan lebih baik. Lagu-lagu dalam bahasa asing dapat digunakan untuk mengajar anak-anak kosakata baru dan membantu mereka mempelajari bahasa dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Lagu-lagu yang melibatkan gerakan tubuh atau tarian dapat membantu mengembangkan keterampilan motorik anak-anak sambil belajar. Misalnya, lagu-lagu dengan gerakan tangan atau kaki yang sesuai dengan lirik. Lagu-lagu tentang perasaan dan emosi dapat digunakan untuk mengajarkan anak-anak tentang empati, toleransi, dan keterampilan sosial-emosional lainnya. Anak-anak dapat diminta untuk membuat lagu sendiri tentang topik tertentu sebagai bagian dari proyek kreatif. Ini membantu mereka mengasah keterampilan kreatif mereka sambil memperdalam pemahaman tentang materi pelajaran. Lagu-lagu dapat diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran seperti matematika, sains, atau studi sosial untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan holistik. Lagu-lagu dengan tantangan atau teka-teki matematika atau logika dapat membantu anak-anak mengasah keterampilan pemecahan masalah mereka sambil Lagu-lagu yang diterapkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada bermain dan berhitung dan digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan konsep lambang Lagu-lagu tersebut diantaranya : "Lagu Angka" Satu, dua, tiga, empat, lima. Angka-angka ini kita pelajari. Enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh. Mari kita bernyanyi dan berhitung. "Mari Kita Hitung Bersama" Mari kita hitung bersama-sama. Angka-angka dari satu hingga sepuluh. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Satu, dua, tiga, empat, lima. Enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh. "Bersama Mengenal Angka" Bersama-sama kita kenali angka. Mulai dari satu hingga sepuluh. Dengan lagu ini kita menghafal. Angka-angka yang penting untuk diingat. "Angka adalah Temanku" Angka adalah temanku. Angka membuatku ceria. Dari satu hingga sepuluh, kita bernyanyi bersama. Angka-angka membantu kita berhitung. Mari kita pelajari bersama-sama Dengan menggunakan lagu-lagu ini, anak-anak bisa lebih mudah mengingat dan memahami konsep lambang bilangan secara menyenangkan dan interaktif. Lagu-lagu ini juga dapat diiringi dengan gerakan tubuh atau manipulatif matematika untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran mereka. Faktor pendukung dalam penerapan lagu bermain dan berhitung dalam optimalisasi kemampuan konsep lambang bilangan anak adalah pengalaman konkrit, pembelajaran aktif, model pembelajaran visual dan audio, interaksi sosial, penguatan positif, konsistensi dan kesinambungan, penerapan yang bervariasi dan kegiatan diferensiasi. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil kegiatan ini memberikan gambaran tentang penerapan bermain dan berhitung untuk mengenalkan konsep lambang bilangan. Faktor pendukung anak dalam meningkatkan konsep lambang bilangan adalah pengalaman konkrit, interaksi sosial, interaksi sosial, pembelajaran berbasis permainan, konsisten, dan berkesinambungan. Faktor-faktor pendukung ini dapat diterapkan dalam penggunaan lagu bermain dan berhitung. Saran Penerapan lagu bermain dan berhitung yang bervariasi dapat dijadikan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran mengenal lambang bilangan dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak Kelompok A di TK Hasanuddin. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. DAFTAR PUSTAKA Affrida. Ervin Nurul, 2017. strategi ibu dengan Peran Ganda dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Pra Sekolah. Jurnal Obsesi, 1 . , 114-130. Ali, & Asrori, 2018. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara Arikunto. Suharsimi, 2012. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta Aisyah. Siti dkk, 2010. Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta : Universitas Terbuka . Olds. , & Feldman. Papalia, 2015. Human Development (Perkembangan Manusi. Jakarta: Salemba Desmita, 2015. Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Djamarah. , 2014. Pola Asuh Orang Tua dan Komunikasi Dalam Keluarga. Jakarta : Salemba Medika _______, 2011. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta Drew. Edwards C. , 2006. Ketika Anak Sulit Diatur, (Alih bahasa: Oetih. D). Bandung: Mizan Pustaka