BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ Peningkatan Literasi Keuangan Anak Sejak Dini Pada Sekolah Paud Sempoa Mawaddah Pekanbaru Melalui Gamifikasi Febri Delmi Yetti. Univeritas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Meri Sandora. Univeritas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau SyafeAoi. Univeritas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada Sekolah PAUD Sempoa Mawaddah Pekanbaru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan literasi keuangan sejak dini pada siswa PAUD. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yakni dengan metode gamifikasi. Terdapat tiga puluh siswa dan lima guru yang mengikuti kegiatan abdimas. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh tiga dosen dan empat mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Metode gamifikasi menjelaskan penyampaian materi manajemen keuangan yakni terkait belajar mengelola uang dengan cara menabung melalui celengan sederhana yang dibagikan kepada para siswa. Metode gamifikasi ini akan mempermudah membantu siswa dan guru PAUD untuk mengaplikasikan pengelolaan keuangan secara sederhana yaitu melalui sistem belajar sembari bermain. Hasil pemberian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan literasi keuangan bagi siswa PAUD untuk belajar hemat dan menabung yakni dengan akurasi dari 71% sebelum Abdimas menjadi 96% Melalui metode gamifikasi ibu guru PAUD memperoleh informasi baru berupa cara dalam sistem belajar keuangan sembari bermain yang meningkatkan literasi keuangan dari 87% menjadi 93% setelah abdimas, selain itu juga dapat membantu wali murid PAUD untuk turut serta memberikan pemahaman keuangan dalam keluarga yang menjadi lebih mudah saat celengan dibawa pulang dan diulas kembali dalam kelas selama pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Peningkatan literasi keuangan orang tua atau wali murid PAUD dari sebelum kegiatan abdimas adalah 71%, menjadi 96% setelah adanya diskusi bersama terkait kemampuan literasi keuangan. 30 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ Kata Kunci: literasi keuangan, metode gamifikasi, siswa PAUD Abstract Community service activities are carried out at the Sempoa Mawaddah Pekanbaru PAUD (Early Childhood Education Program. School. The aim of community service is to increase financial literacy from an early age in PAUD students. The method used in community service activities is the gamification method. There were thirty students and five PAUD mothers participating in community service activities. The implementation of the activity was carried out by two lecturers and four students from the Faculty of Economic and Social Science State Islamic University Sultan Syarif Kasim Riau. The gamification method explains the delivery of material, namely financial management related to learning to manage money by saving it through a simple piggy bank that is distributed to students. This gamification method will make it easier to help PAUD students and teachers to apply simple financial management, namely through a learning-whileplaying system. The result of providing this community service activity is an increase in financial literacy for PAUD students to learn to save, with an accuracy of 71% before Abdimas to 96% afterward. Through the gamification method. PAUD teachers obtain new information in the form of ways in the financial learning system while playing which increases financial literacy from 87% to 93% after community service, besides that, it can also help PAUD parents to participate in providing financial understanding in families who become it's easier when the piggy bank is brought home and reviewed again in class during the implementation of community service activities. The increase in the financial literacy of parents PAUD students from before community service activities was 71%, to 96% after joint discussions regarding financial literacy skills. Keywords: financial literacy, gamification method. PAUD students PENDAHULUAN Pada tahun 2020, kalangan remaja di Indonesia mengenal istilah FOMO (Fear of Missing Ou. terkait pengelolaan keuangan. Trend FOMO ini diartikan sebagai bentuk akan ketinggalan fenomena keuangan terbaru. Para remaja dapat berlomba-lomba untuk memperoleh suatu barang supaya tidak tertinggal suatu tren. Apalagi jika terdapat diskon pada toko tertentu, sehingga para remaja akan berusaha ikut-ikutan untuk turut 31 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ serta dalam kegiatan trend diskon. Para remaja takut kecewa jika melewatkan suatu trend pada waktu tertentu. Keuangan pribadi seorang remaja dapat terdampak dari kegiatan FOMO tersebut. Sifat emosional dalam mengelola keuangan dapat menyebabkan timbulnya sifat boros dan enggan untuk menabung (Sirine & Utami, 2. Selain itu, pada tahun 2020 tren kehadiran Pinjol (Pinjaman Onlin. juga menjadi alternatif sumber dana ketika para remaja masuk dalam fenomena FOMO ini. Adanya masalah ini menyebabkan adanya kecemasan keuangan pada setiap orang tua yang dikhawatirkan menjadi ancaman di masa depan bagi putra-putri (Rapih, 2. Kecemasan keuangan ini dapat menimbulkan adanya kekurangan kepuasan keuangan seseorang di masa depan (Memarista, et al. Pemberian literasi keuangan sejak dini di Indonesia masih kurang dilaksanakan (Asnawi et al. , 2. Pemberian literasi keuangan sejak dini umumnya diberikan oleh orang terdekat yakni keluarga, namun belum maksimal. Di dalam keluarga, orang tua mempunyai peran intervensi yang tinggi untuk pendidikan secara non formal (Retnaningtya & Paramitha, 2. Apalagi disaat pandemi, masyarakat juga memerlukan edukasi dan pendampingan untuk dapat meningkatkan pendapatan (Memarista, et al. , 2. Selain itu, adanya literasi keuangan yang mumpuni akan meningkatkan kemampuan ekonomi seseorang (Lusardi & Mitchell, 2. Sebaliknya, alangkah baiknya apabila pendampingan keuangan dimulai sejak Hal ini disebabkan pemberian literasi keuangan anak-anak sejak dini masih kurang dalam penyampaian informasi untuk membekali mengelola keuangan dibandingkan melalui pendidikan keuangan formal di sekolah. Berdasarkan fenomena kecemasan keuangan di atas maka peningkatan literasi keuangan bagi setiap pribadi sejak dini menjadi hal yang sangat penting (Ariyani, 2. Literasi keuangan sejak awal akan membantu setiap orang untuk menemukan strategi belajar mengelola keuangan 32 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ (Mokoginta et al. , 2. Dengan demikian, setiap anak akan mengenal uang dengan lebih baik, hidup tidak boros, hingga dapat menyisihkan uang untuk menabung sejak dini (Novieningtyas, 2. Kepedulian terhadap sesama untuk memberikan edukasi dalam rangka meningkatkan literasi keuangan, maka tim Dosen Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat kepada anak sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Din. Sempoa Mawaddah Pekanbaru. Anak yang sedang menempuh pendidikan usia dini menjadi usia pada tingkat golden age, sehingga dapat mempunyai daya serap pengetahuan keuangan yang tinggi (Asnawi et al. , 2. Para siswa PAUD diharapkan dapat belajar menunggu mendapatkan apa yang diinginkan, belajar membuat pilihan, memahami konsep sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, serta belajar memberi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam pemberdayaan berbasis komunitas bermasyarakat yang juga ditujukan kepada guru - guru PAUD sebagai guru pendidikan pada anak di usia dini. Siswa yang mengikuti pendidikan ini secara formal berusia pada rentang empat hingga enam tahun. Sekolah PAUD juga memiliki peran yang baik dan penting dalam hal keuangan. Hal tersebut dapat berupa penanaman nilai keuangan yang lebih efektif melalui pendidikan formal. Bekerjasama dengan pihak sekolah PAUD akan menjadi langkah yang komprehensif supaya pengajaran peningkatan literasi keuangan berjalan dengan lancer dengan bimbingan Ibu Guru yang dapat secara berulang memberikan arahan. Misalkan menyanyikan bersama lagu menabung hingga pengenalan angka uang yang sederhana dan cara berhemat membelanjakan uang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode gamifikasi supaya mempermudah penyampaian pembelajaran sambil bermain. Metode gamifikasi ini merupakan salah satu metode pembelajaran (Sitorus, 2. Metode tersebut akan meningkatkan motivasi belajar serta menciptakan solusi dari mempelajari suatu aktivitas 33 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ (Marisa et al. , 2. Tim pengabdian masyarakat memilih sekolah PAUD Sempoa Mawaddah yang berada di Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru. Hal ini dapat mendukung fasilitas pembelajaran literasi keuangan yang mungkin belum maksimal. Ibu Guru PAUD di sekolah ini juga mendapat pendampingan dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Target luaran dari kegiatan ini diharapkan terdapat peningkatan literasi keuangan pada siswa dan Ibu Guru PAUD. Setidaknya, para siswa dapat memiliki pengetahuan keuangan sejak dini secara sederhana dari mengenal uang hingga dapat belajar Selain itu. Ibu Guru dapat menggunakan metode gamifikasi untuk kegiatan belajar mengajar selanjutnya serta bagi orang tua atau wali murid PAUD yang dapat digunakan sebagai strategi stimulasi kemampuan literasi keuangan (Fardana & Tairas. Indikator dari kegiatan ini adalah para siswa dapat menyisihkan uang jajan yang diberikan melalui celengan yang diberikan oleh Tim Dosen Pengabdian Masyarakat. METODE Pengabdian masyarakat dalam rangka meningkatkan literasi keuangan sejak dini bagi siswa PAUD dilakukan dengan dua metode. Metode pertama melalui kegiatan ceramah, yakni pemberian pengajaran pengelolaan keuangan yang sederhana kepada mahasiswa yang akan membantu pelaksanaan pengabdian masyarakat, kepada Ibu Guru, siswa, serta wali murid PAUD. Metode kedua adalah melalui metode gamifikasi, yakni Tim Dosen Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau bersama empat mahasiswa akan bersama Ae sama belajar dan bermain bersama dengan siswa dan guru - guru PAUD untuk praktik menggunakan celengan sederhana yang kemudian menghias dengan hasil karya para siswa dengan kertas lipat dan stiker dengan bentuk terkait kebutuhan dan keuangan sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kegiatan pengabdian masyarakat mandiri. 34 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ Permohonan Perijinan Sekolah PAUD Kordinasi dengan guru PAUD Pelaksanaan Abdimas Evaluasi Gambar 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pada gambar 1 menunjukkan tahapan kegiatan pengabdian masyarakat. Tahap pertama, sebelum kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan. Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau melakukan permohonan ijin dengan Kepala Sekolah PAUD Paud Sempoa Mawaddah Pekanbaru pada hari JumAoat, tanggal 15 September 2023. Kemudian, pada tahap kedua terdapat kordinasi bersama dengan guru PAUD dilakukan mulai pada hari Rabu, tanggal 4 Oktober 2023. Kemudian pertemuan kedua dan ketiga dilaksanakan pada hari Senin tanggal 13-17 November 2023 dimulainya pelaksanaan pertemuan untuk melaksanakan pengabdian masyarakat untuk metode ceramah kemudian melakukan metode gamifikasi. Selanjutnya, pada tahap ketiga kami melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Berikut ini adalah informasi terkait alat, bahan, serta framework pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan abdimas terdapat pada gambar 2, yakni sebagai berikut: Alat : Laptop. Flipchart, dan Celengan Bahan : Stiker. Kertas Lipat, dan Uang Kertas Mainan 35 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ Pemberian Ceramah Pengenalan Metode Gratifikasi : Kertas Lipat dan Stiker Kegiatan Menabung di Celengan Evaluasi Kegiatan Abdimas Gambar 2. Framework Pelaksanaan Abdimas Setelahnya, pada tahap keempat tim pengabdian masyarakat akan melakukan kegiatan evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat. HASIL KEGIATAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini terlaksana dengan tujuan meningkatkan literasi keuangan. Kegiatan ini mengajarkan sejak dini tentang keuangan yang diawali dengan mengenal angka lalu mengenal uang yang berlaku di Indonesia dengan cara yang sederhana dengan Tim Dosen pemateri adalah Febri Delmi Yetti. EI. MA. beserta Meri Sandora. SE. MM dan DR. Jasmina SyafeAoI SE. MAk. AK. CA. dari Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Proses pelaksanaan kegiatan ini terdapat empat pertemuan. Pertemuan dilaksanakan selama 2 hingga 3 jam pada setiap kegiatan dengan penggabungan dua kelas PAUD yakni kelas A dan kelas B dengan total peserta siswa adalah 30 siswa PAUD serta 5 guru PAUD. Pelaksanaan kegiatan kelas PAUD dimulai pukul 08. 00 hingga pukul 30 WIB, kemudian para siswa akan istirahat dan waktu istirahat itu akan digunakan untuk memberikan pengarahan kepada para Ibu Guru serta Wali Murid PAUD. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, para orang tua atau wali murid PAUD juga dilibatkan untuk memiliki intervensi secara langsung (Amini, 2. Pembelajaran pada siswa PAUD diawali dengan persiapan membuka kelas, yakni menggunakan tikar yang dibantu oleh siswa PAUD untuk mengajarkan kemandirian. 36 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ Kemudian, kami berdoa bersama sebelum pemberian materi. Setelah berdoa, kami memulai untuk bernyanyi dengan siswa PAUD, kemudian memberikan materi dengan metode ceramah, kemudian melaksanakan metode gamifikasi. Pada gambar 3 menunjukkan kegiatan praktik peningkatan literasi keuangan terhadap siswa PAUD. Foto pertama hingga kedua pada gambar 3 ini menunjukkan adanya pemberian dengan metode ceramah dilaksanakan dengan materi pengabdian masyarakat ini diawali dengan pengenalan uang yakni menggunakan uang kertas palsu yang ditempel menggunakan flip chart, karena terdapat kesederhanaan fasilitas yang ada pada sekolah. Selanjutnya, foto ketiga dan keempat pada gambar 3 ini menunjukkan para siswa PAUD diajari untuk membuat hiasan kertas lipat dan stiker yang akan ditempel pada celengan sebagai bentuk metode gamifikasi. Metode gamifikasi ini akan meningkatkan interaksi antara pemberi materi, siswa PAUD, serta Ibu Guru PAUD (Fadilla & Nurfadhilah, 2. Kemudian, bagi yang berhasil menebak hiasan kertas lipat dan stiker uang-uangan akan diberi uang receh untuk ditabung. Nantinya, siswa PAUD akan menambah kembali uang yang ditabung selama di rumah, setelah terkumpul, para siswa akan ditanya, uang hasil tabungan di celengan ini dapat digunakan untuk keputusan pembelian tertentu sebagai bentuk belajar kesabaran dalam mengambilan keputusan keuangan dari menyisihkan uang jajan siswa PAUD untuk membelanjakan uang hasil menabung tersebut. Para siswa PAUD diharapkan dapat mengaplikasikan kegiatan belajar menabung yang baik ini. Berikut ini adalah gambar 4 yang menunjukkan pengarahan literasi keuangan kepada Ibu Guru dan Wali Murid. Literasi keuangan yang disampaikan adalah berupa cara mengelola keuangan sederhana yakni menyisihkan atau menyisahkan uang jajan siswa PAUD hingga manfaat yang diperoleh ketika seseorang dapat mengelola keuangan dengan baik. 37 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ Gambar 3. Praktik Peningkatan Literasi Keuangan terhadap Siswa PAUD Selanjutnya, tindak lanjut kami sebagai Tim Pengabdian Masyarakat adalah bersama orang tua atau wali murid evaluasi berdiskusi bersama untuk cara-cara sederhana supaya para siswa PAUD tidak melupakan untuk menyisihkan atau menyisahkan uang jajannya bersama dengan Ibu Guru PAUD, seperti pengingatan kepada siswa setiap pulang sekolah menabungkan sebagian uang jajan dan tujuan hasil tabungan sisawa. Dalam hal ini kegiatan menabung juga merupakan suatu proses secara psikologis (Yusbardini & Darryl, 2. Dengan demikian, para siswa dapat belajar dan terkontrol supaya tidak menghabiskan uang jajan dan dapat mengurangi sifat Gambar 4. Pengarahan Literasi Keuangan pada Ibu Guru serta Wali Murid PAUD Kegiatan evaluasi pemberian literasi keuangan ini dilaksanakan kepada pihak siswa PAUD, orang tua atau wali murid, serta Ibu Guru atau Bunda PAUD. Pada tanggal 4 Desember 2023 menjadi pertemuan keempat yang dilaksanakan untuk pengecekan evaluasi serderhana atas kegiatan kepada mitra pengabdian masyarakat terkait 38 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ peningkatan literasi keuangan. Kemudian, kegiatan evaluasi tersebut dilakukan dengan Bagi siswa PAUD, kegiatan evaluasi dilakukan dengan cara mengecek jumlah uang yang ada di celengan. Mayoritas siswa PAUD telah menabung Rp10. 000 di celengan masing-masing. Siswa PAUD juga diberi kertas lipat serta stiker kembali untuk ditempel pada celengan dalam bentuk gamifikasi serta diskusi tanya-jawab, apabila siswa PAUD dapat menjawab dengan benar, terkait pertanyaan evaluasi literasi keuangan, khususnya menabung yang diberikan oleh tim pengabdian Berikut ini adalah pertanyaan evaluasi yang diberikan untuk mengetahui peningkatan literasi keuangan: Bagaimana cara mencari uang? Jika punya uang, kita bisa membeli apa saja? Bagaimana caranya supaya uang tidak cepat habis? Jika sudah menabung, hasilnya bisa untuk apa? Sampai kapan kita harus menabung? Siswa diminta untuk angkat tangan ketika ingin menjawab pertanyaan tersebut. Pada gambar 5 menunjukkan celengan siswa yang telah diberikan stiker dan hiasan kertas lipat. Hal ini diperoleh dari hasil tanya-jawab tersebut. Semua siswa berhasil menjawab dengan benar dan diberi stiker. Bentuk stiker yang diberi dalam bentuk gambar peralatan sekolah, makan, minuman, fasilitas rumah, serta pakaian, untuk menunjukkan hasil tabungan dapat dibelikan sesuai kebutuhan setiap orang. 39 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ Gambar 5. Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat bersama Siswa PAUD Selain itu, stiker ini akan menjadi tanda penghargaan bagi siswa karena sudah mempunyai peningkatan literasi keuangan karena sudah bisa menjawab pertanyaan dibandingkan sebelumnya. Stiker yang diterima siswa PAUD akan di tempel pada Dibandingkan dengan periode kedatangan tim pengabdian masyarakat sebelumnya, siswa PAUD telah merespon secara baik dan secara keseluruhan ketika ditanya dengan pertanyaan yang sama pada periode kedatangan tim pengabdian masyarakat berikutnya. Selanjutnya evaluasi terhadap siswa PAUD juga dilaksanakan dengan mengevaluasi literasi keuangan terhadap siswa tersebut. Adapun hasil evaluasi tersebut disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Evaluasi literasi keuangan siswa PAUD ( n = 30 ) Pre Kegiatan Post 63% 26 77% 27 77% 29 Siswa telah dapat menyebutkan dengan ben 1 benar cara mencari uang Siswa dapat menjelaskan manfaat memiliki 2 uang dengan benar Siswa mengetahui cara supaya uang tidak 3 cepat habis 40 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ 4 Siswa megetahu tentang tabungan 83% 30 5 Siswa mengetahui sampai kapan harus men a 24 80% 29 6 Siswa mengetahui tidak boleh hidup boros 77% 30 137 76% 30 Total Berdasarkan hasil evaluasi pada Tabel 1 menunjukkan peningkatan literasi keuangan siswa PAUD dari sebelum kegiatan Abdimas adalah 76%, menjadi 95% setelah adanya pemberian ceramah, metode gamifikasi, hingga praktik menabung dengan celengan kepada siswa PAUD. Bagi orang tua atau wali murid PAUD, kegiatan evaluasi diberikan melalui diskusi bersama terkait kegiatan pengabdian masyarakat ini. Tim pengabdian masyarakat menanyakan terkait perilaku siswa PAUD kepada orang tua atau wali murid PAUD yakni kemampuan literasi keuangan dalam bentuk kemampuan siswa untuk menyisihkan uang jajan yang diberikan orang tua untuk disimpan di Tabel 2. Evaluasi literasi keuangan orang tua atau wali murid PAUD ( n = 30 ) No Kegiatan Pre Post Saya telah mengetahui cara atau metode yang 18 mudah untuk emberikan edukasi keuangan epada anak sejak dini dengan baik Saya secara pribadi telah keuangan yang baik memiliki edukasi 41 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ Saya telah memiliki konsep hemat dalam mengatur 21 uang jajan supaya anak saya mau menabung Saya bisa mengajarkan anak untuk dapat 24 menunggu atau sabar terhadap keinginan membeli sesuatu atau lainnya. Saya dapat memberikan arahan kepada anak untuk 23 membuat pilihan yang baik terkait kegiatan keuangan seperti membeli sesuatu yang bermanfaat untuk kebutuhannya. Saya dapat mengajarkan anak untuk belajar 23 menyisihkan atas uang jajan yang dimilikinya untuk menabung. Saya dapat mengarahkan anak untuk mengetahui 21 konsep menyimpan tabunganseperti sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit. 149 71% Total Berdasarkan informasi dari orang tua atau wali murid PAUD, siswa selalu meminta uang jajannya supaya dapat disisihkan. Siswa PAUD suka untuk mengenggam sisa uang jajan dan disimpan di celengan ketika sampai di rumah masing-masing. Terkait kondisi perekonomian sederhana yang dimiliki oleh orang tua atau wali murid PAUD, maka uang jajan yang diberikan oleh orang tua atau wali murid PAUD tidak terlalu banyak, biasanya di sekitar uang Rp2. 000 hingga Rp5. Para orang tua atau wali murid PAUD merasa senang, karena putera atau puterinya mengalami perubahan sikap menjadi lebih hemat serta lebih memahami 42 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ beberapa literasi keuangan sederhana dibandingkan sebelum kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat berlangsung. Menurut informasi dari orang tua siswa PAUD, siswa PAUD suka mengulang kata-kata menabung dan celengan di rumah. Kemudian, evaluasi terhadap orang tua atau wali murid PAUD juga dilaksanakan dengan mengevaluasi literasi keuangan dari kegiatan Abdimas. Adapun hasil evaluasi tersebut disajikan pada Tabel 2. Berdasarkan hasil evaluasi pada Tabel 2 menunjukkan peningkatan literasi keuangan orang tua atau wali murid PAUD dari sebelum kegiatan Abdimas adalah 71%, menjadi 96% setelah adanya diskusi bersama terkait kemampuan literasi keuangan. Bagi Ibu Guru PAUD atau yang dikenal sebagai Bunda PAUD, kegiatan evaluasi PAUD juga dilaksanakan dengan berdiskusi bersama. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini, bahan-bahan seperti uang imitasi, lembar informasi jenis pekerjaan atau profesi, stiker, serta celengan yang telah digunakan sebagai alat peraga gamifikasi serta yang masih belum terpakai diberikan kepada tim Ibu Guru PAUD supaya dapat digunakan kembali pada sesi berikutnya. Tabel 3. Evaluasi pemanfaatan kegiatan pengabdian masyarakat untuk literasi guru PAUD . = . No. Kegiatan Pre Saya telah mengetahui metode pengajaran 3 keuangan untuk meningkatkan anak didik sejak dini dengan cara yang mudah Post 43 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ Saya telah mengetahui fasilitas atau alat yang dapat 5 mendukung pembelajaran literasi keuangan 100% 5 Secara keseluruhan tingkat literasi keuangan saya 5 sebagai guru PAUD telah memadai dan dapat disalurkan kepada anak PAUD kami sehingga literasi siswa menjadi baik. 100% 5 Total Pada kesempatan tersebut, kami tim pelaksana pengabdian masyarakat bersama sama guru PAUD dan siswa PAUD ke toko untuk membeli sesuatu dari hasil celengan. Dalam kegiatan pembelian tersebut, metode gamifikasi juga digunakan untuk mengetahui siswa yang mempunyai peningkatan literasi yakni dapat membeli sesuatu berdasarkan kebutuhan dan membeli dengan tidak berlebihan. Menurut Ibu Guru PAUD metode gamifikasi menjadi cara sederhana dan efektif untuk membantu berkomunikasi menyampaikan materi, khususnya dalam hal ini adalah materi peningkatan literasi Kemudian, evaluasi dari ibu guru PAUD juga dilaksanakan dengan mengevaluasi pemanfaatan kegiatan abdimas ini untuk peningkatan literasi keuangan terhadap siswa PAUD. Adapun hasil evaluasi tersebut disajikan pada Tabel 3. Berdasarkan hasil evaluasi pada Tabel 3 menunjukkan peningkatan literasi keuangan guru PAUD dari sebelum kegiatan Abdimas adalah 87%, menjadi 93% setelah adanya diskusi dan praktik bersama terkait kemampuan literasi keuangan dengan metode gamifikasi. PEMBAHASAN KEGIATAN Menabung merupakan bagian dari investasi yang paling sederhana, karenanya ada baiknya apabila diperkenalkan kebiasaan menabung kepada anak sejak dini sebagai 44 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ awal pembelajaran mereka tentang investasi. Berikut merupakan manfaat kebiasaan menabung sejak dini: Anak menjadi terbiasa menyisihkan sebagian uang untuk masa depannya. Anak bias mengatur uang sebaik-baiknya sejak kecil. Melatih anak untu bersabar, mampu menahan diri, berdisiplin, dan anak mampu memenuhi keinginannya / sesuatu tanpa tergantung kepada orang tua. Dapat memberikan kepada anak suatu cara untuk meraih tujuannya. Misal, bila sang anak menginginkan sepeda, dengan menabung dia fdapat mengumpulkan uang untuk membeli sepeda. Akan terbiasa dan mampu me-manage uang sampai anak tumbuh dewasa. Menghindarkan anak dari sifat boros dan konsumtif. Menabung merupakan salah satu kebiasaan positif yang memiliki tujuan utama untuk mempersiapkan hasil atau manfaat di masa depan. Uang yang ditabung tidak digunakan untuk kebutuhan saat ini, melainkan disimpan untuk digunakan pada waktu yang telah direncanakan. Bagi orang dewasa, konsep masa depan dalam menabung biasanya mengacu pada jangka panjang, misalnya untuk dana pensiun, biaya pendidikan anak, atau persiapan membeli rumah. Proses menabung ini membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, dan pengelolaan keuangan yang baik agar tujuan keuangan dapat tercapai. Bagi anak-anak, pemahaman tentang masa depan dalam konteks menabung seringkali lebih efektif jika diarahkan pada jangka waktu yang relatif singkat. Misalnya, enam bulan menabung untuk membeli sepeda impian, tiga bulan untuk membeli jam tangan baru, atau satu bulan untuk mendapatkan mainan yang diinginkan. Target-target jangka pendek ini lebih mudah dipahami dan diantisipasi oleh anak-anak, sehingga mampu menumbuhkan rasa semangat, motivasi, dan kedisiplinan dalam menyisihkan uang sakunya. 45 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ Selain itu, menabung dengan suka cita dapat membentuk karakter anak menjadi pribadi yang sabar, bertanggung jawab, dan mampu mengelola keinginan. Dengan menjadikan proses menabung sebagai pengalaman yang menyenangkanAimisalnya melalui celengan dengan desain menarik, mencatat kemajuan tabungan, atau memberikan apresiasi ketika target tercapai anak-anak akan memandang menabung bukan sebagai kewajiban yang membebani, melainkan sebagai kegiatan yang seru dan penuh makna. Kebiasaan ini, jika ditanamkan sejak dini, akan menjadi bekal penting bagi anak untuk menghadapi kehidupan dewasa yang memerlukan pengelolaan keuangan secara bijak. PENUTUP Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan bagi anak usia dini yakni dalam rangka meningkatkan literasi keuangan siswa PAUD. Hal tersebut dilaksanakan dengan mengenalkan uang dan melakukan kegiatan belajar budaya menabung dengan metode Para siswa PAUD dibantu oleh Ibu Guru PAUD diarahkan bersama dengan wali murid untuk belajar berhemat uang jajan. Dengan demikian, para siswa PAUD sejak dini diharapkan mampu untuk mengurangi tindakan konsumtif, sehingga saat menginjak usia remaja nanti dapat mengelola keuangan dengan baik. Tim dosen pelaksana abdimas juga membagikan kuesioner untuk mengetahui kemanfaatan kegiatan yang telah dilakukan. Hasil pemberian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan literasi keuangan bagi siswa PAUD dengan akurasi dari 71% sebelum Abdimas menjadi 96% setelahnya. Selanjutnya, ibu guru atau bunda PAUD juga memperoleh metode belajar keuangan sembari bermain dengan metode gamifikasi. Para guru mengalami peningkatan literasi keuangan dari 87% menjadi 93% setelah abdimas. Kemudian, orang tua atau wali murid PAUD juga terjadi peningkatan literasi keuangan dari sebelum kegiatan abdimas adalah 71%, menjadi 96% setelah adanya diskusi bersama terkait kemampuan literasi keuangan. 46 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan bersama, maka rekomendasi kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilaksanakan kembali serta lebih sering dengan waktu yang lebih panjang mengingat banyak siswa PAUD yang akan mengikuti belajar keuangan sejak dini. Selanjutnya, media pengajaran dapat disediakan dengan metode gamifikasi yang lebih banyak menggunakan kegiatan kinestetik supaya lebih mdah dipahami oleh para siswa PAUD. DAFTAR PUSTAKA