e-ISSN: 2549-9122 P- ISSN: 2776-2297 Kebijakan Teknologi Pendidikan dalam islam: Sebuah Meta-Analisis Sederhana Literasi Digital di Sekolah Dasar Putu Eka Suarmika Universitas Abdurachaman Saleh Situbondo suarmika@gmail. Faisal Faliyandra STAI Muhammadiyah Probolinggo faisalfaliyandra@gmail. Bagus Cahyanto Universitas Islam Malang baguscahyanto@unisma. Nuris Hidayat Universitas Abdurachaman Saleh Situbondo hidayat89@gmail. Abstrac Digitization of education is a fundamental problem when understanding only uses technological learning media. The purpose of writing this article is to get the concept of digital literacy for life in the elementary school environment. The use of a simple meta-analysis was used to review the literature, criteria, and analysis of characteristics in various literatures. The Google Scholar. Eric. Springer database was used to study more than 300 articles in the last 10 years, to find digital literacythemed keywords and their application in elementary schools. The results and discussion show that digital literacy policies must be held in elementary schools to . Lifetime Digital Learning. The Need for Digital Learning in Every Institution. Finally. Special Implementation in Special Education Units in SD. The results and discussion of each point can be read further in this paper. They will be digital for life and use a student-centered learning approach. In the future, it is hoped that the results of this simple meta-analysis can add to the basic concepts of applying digital literacy technology for practitioners and teachers as a basis for further theory and practice. Keywords: Education Policy. Lifelong Education. Elementary School Digital Literacy Putu Eka Suarmika. Faisal Faliyandra. Bagus Cahyanto. Nuris Hidayat Abstrak Digitalisasi pendidikan menjadi permasalahan mendasar ketika pemahamannya hanya menggunakan media pembelajaran teknologi. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendapatkan konsep litersi digital sepanjang hayat di lingkungan SD . Penggunaan meta-analisis sederhana digunakan mengkaji literatur, kriteria, dan analisis karakteristik diberbagai literatur. Data base Google Scholar. Eric. Springer lebih digunakan untuk mengkaji 300 lebih artikel dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, guna mencari kata kunci dengan tema literasi digital dan implementasi di SD. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa kebijakan literasi digital harus diadakan dilingkungan SD guna menemukan. Pembelajaran Digital Sepanjang Hayat. Kebutuhan Pembelajaran Digital Disetiap Lembaga. Terakhir Khusus Implementasinya pada Satuan Pendidikan Khusus di SD. Hasil dan pembahasan setiap poin dapat lebih lanjut dibaca pada tulisan ini akan digital sepanjang hayat dan menggunakan pendekatan student centered learning. Kedepan hasil dari meta-analisis sederhana ini diharapkan dapat menambah konsep dasar penerapan teknologi literasi digital untuk praktisi dan guru sebagai dasar teoritis dan praktis lebih lanjut. Kata kunci: Kebijakan Pendidikan. Pendidikan Sepanjang Hayat. Literasi Digital Sekolah Dasar. 2 | Edukais. Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol: 01. Nomor: 1. Juli 2018 Putu Eka Suarmika. Faisal Faliyandra. Bagus Cahyanto. Nuris Hidayat Pendahuluan Pendidikan ini merupakan ilmu sosial yang pada dasarnya terus berkembang untuk meningkatkan setiap mutu personal manusia agar tetap pada arus zaman yang tidak Terlebih ketika saat ini masuk pada zaman dengan kemudahan yang sangat luar biasa dengan bantuan media teknologi dan informasi, maka mengikuti arus perkembangan yaitu digitalisasi pendidikan 1. Banyak negara yang mengikuti perkembangan dunia pendidikan dan teknologi, misalnya seperti Rusia 2. Australia 3, dan bahkan negara tertinggal lainnya mengikuti digitalisasi pendidikan dengan pengaruh kebijakan ekonomi Di Australia, perdebatan tentang pendidikan sebagai bahasa global di era digital telah ada sejak tahun 2015. Duggan 5, dalam bukunya AuEducation Policy. Digital Disruption and the Future of Work Framing Young PeopleAos Futures in the PresentAy menggambarkan terjadi perdebatan bagaimana coding diaplikasikan pada pendidikan dasar hingga menengah untuk meningkatkan keterampilan para persaingan ekonomi global. Ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara sangat meningkatkan mutu pendidikannya dibidang teknologi dan bahasa pengcodingan di abad ke-21. Namun, dilapangan banyak pengaplikasian digitalisasi pendidikan tidak pada ke prosedurnya 6, karena Papa & Armfield menjelaskan ketika berbicara kebijakan digitalisasi pendidikan mencakup empat aspek yang sangat berbeda dan komplek yaitu, . sumber daya teknologi di sekolah secara menyeluruh, . sumber daya teknologi sebagai pendukung proses belajar berhubungan dengan teknologi, . tata kelola dan sistem pendidikan berbasis teknologi, yang semua itu berbeda dalam fokus kajiannya. Harusnya ketika berbicara digitalisasi pendidikan maka segala sesuatunya harus berhubungan dengan teknologi 8. Maka, menyadari bahwa pemerintah teknologi butuh bantuan dari berbagai pihak, karena jika merujuk pada konsep digitalisasi teknologi maka sangat sulit sekali Education Journal: Comparative Perspectives 18, no. : 111Ae127. Vladimir Lvovich Vasilev et al. AuDigitalization Peculiarities of Organizations: A Case Study,Ay Entrepreneurship and Sustainability Issues 7, no. : 3173. Pekka Mertala. AuParadoxes of Participation in the Digitalization of Education: A Narrative Account,Ay Learning. Media and Technology 45, no. : 179Ae192. ( 2018, p. Bilalova et al. AuDigital Educational Resources in the Study of Humanities Subjects in a Technical University. Ay Neil Selwyn and Keri Facer. AuThe Sociology of Education and Digital Technology: Past. Present and Future,Ay Oxford Review of Education 40, no. : 482Ae496. D N Bilalova et al. AuDigital Educational Resources in the Study of Humanities Subjects in a Technical University,Ay in Advances in Social Science. Education and Humanities Research. Proceedings of the International Scientific Conference" Digitalization of Education: History. Trends and Prospects"(DETP, 2020, 315. Shane B Duggan. AuExamining Digital Disruption as Problem and Purpose in Australian Education Policy. ,Ay International 2 | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 5. No 1. Juli 2020 Kebijakan Teknologi Pendidikan dalam islam A. memproduksi perangkat keras dan perangkat lunak untuk digunakan pada sekala nasional. Inipun nantinya juga akan bergantung pada perusahan Google. Microsoft yang berkaitan dengan penghematan biaya nasional. Namun digitalisasi pendidikan dapat dilihat dari sudut pandang yang keterampilan dan kemampuan tenaga kerja untuk daya saing ekonomi global Oleh karena itu, kajian tentang bagaimana kebijakan pendidikan dan bahasa pengcodingan abad-21, hubungannya dengan ekonomi global sangat menarik untuk dibahas. Kajian Konseptual Kebijakan dan Masa Depan Pendidikan SD Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) Internasional menginginkan kaum muda mengisi berbagai pekerjaan di berbagai sektor. Untuk mensukseskan pendidikan Internasional mengalami perubahan dengan mengedapankan teknologi digital sebagai dasar inovasi masa depan. Ini memberikan gambar bahwa pertumbuhan ekonomi suatu Martin Lackyus and Karen Williams Middleton. AuVenture Creation Programs: Bridging Entrepreneurship Education and Technology Transfer,Ay Education Training 57, no. 1 (January 1, 2. : 48Ae73, https://doi. org/10. 1108/ET-02-2013-0013. Duggan. AuExamining Digital Disruption as Problem and Purpose in Australian Education Policy. Ay Jacqueline J Sack. AuDevelopment of a TopView Numeric Coding Teaching-Learning Trajectory within an Elementary Grades 3-D Visualization Design Research Project,Ay The Journal of Mathematical Behavior 32, no. : 183Ae196. Tim Foutz. AuTeaching Coding to Elementary StudentsAethe Use of Col-Lective Argumentation,Ay in ASEE Annual bangsa tidak lepas dengan baik buruknya sistem pendidikan itu Sebagai contoh terdapat memfokuskan kaum muda lebih meningkatkan pengetahuan tentang teknologi dan komputasi untuk dipersiapkan sebagai peningkatan Salah diterapkannya pembelajaran coding dari tinggkat SD dengan berbagai Dilihat dari akar mulanya pembelajaran coding telah muncul pada tahun 1960 yang secara perlahan diterapkan pada peserta didik di SD12, pembelajaran pemograman, logo di sekolah dasar hingga tahun 1980, kemudian tahun 2010 muncul kembali di kurikulum sekolah dasar Estonia 13. Berbagai alasan pembelajaran coding kemudian muncul menjadi tren pendidikan masa depan untuk SD, . adanya suatu hentakan dari dari perkembangan zaman pada setiap perekonomian digitalnya dimasa depan, yang kemudian diwujudkan pada praktik dunia pendidikan 14, . proses pembaharuan dari suatu ilmu yang diterapkan pada berbagai Conference & Exposition, vol. 1, 2019. Breanne K Litts et al. AuStitching Codeable Circuits: High School StudentsAo Learning about Circuitry and Coding with Electronic Textiles,Ay Journal of Science Education and Technology 26, no. : 494Ae507. Wallace Feurzeig. Seymour A Papert, and Bob Lawler. AuProgramming-Languages as a Conceptual Framework for Teaching Mathematics,Ay Interactive Learning Environments 19, no. : 487Ae501. Shahira Popat and Louise Starkey. AuLearning to Code or Coding to Learn? A Systematic Review,Ay Computers & Education 128 . : 365Ae376. Ibid. Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 1. No 1. Juli 2. 3 Putu Eka Suarmika. Faisal Faliyandra. Bagus Cahyanto. Nuris Hidayat kegiatan produksi 15, . menjadikan kebijakan bahwa pengetahuan pada abad ke-21 ialah untuk memperoleh bahasa komputasi yang perlu diketahui setiap masyarakat global 16. Begitupun seperti pidato Bill Shorten salah seorang Pimpinan Oposisi Federal Australia, pada Kamis, 14 Mei 2015. Ada dua benang merah yang dapat dipetik dari Shorten. Pertama, di masa depan perlunya mengedepankan teknologi tinggi untuk menanggapi perubahan global, agar meningkatkan produktivitas. Kedua, peningkatan bahasa komputer dan teknologi . harus diajarkan di SD. Alasan Shorten mempidatokan dua pokok idenya karena dimasa depan nanti coding merupakan bahasa global di era digital sehingga siswa SD harus memiliki keterampilan pada bahasa Maka secara garis besar harus ada perubahan kebijakan pendidikan yang mefokuskan pada perkembangan keterampilan teknologi disetiap satuan pendidikan, khususnya di SD. Maka pembuatan kebijakan pendidikan di SD telapak tangan, perlu adanya proses kajian teoritis dan empiris yang mendalam sehingga pengembangan desain, implementasi dan kemudian dievaluasi sebagai sebuah solusi Jika proses ini terlaksana dengan baik, kebijakan pendidikan pembaharuan di masa dengan dengan menganalisis perubahan sosial dimasa Semua itu juga perlu dukungan sekolah yang melibatkan orang tua, guru, dan pemahaman kaum muda terhadap teknologi digital dengan merujuk pada masa depan ekonomi digital. Platfrom dan Pendidikan Masa Depan Perkembangan suatu negara tidak lepas dari berbagai indikator, entah dari politik, ekonomi, pendidikan, dan Namun, pada era saat ini indokator ekonomi dan pendidikan saling berkorelasi dan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat. Dengan proses dan kebijakan yang menumbuhkan keterampilan yang baik pada sektor pekerjaan masyarakat, atau sebaliknya kebijakan pendidikan dibuat untuk menghasilkan dan menghabiskan suatu produk. Seperti yang digambarkan oleh 17 ekonomi digital menjadikan suatu negara menjadi dominan daripada negara lainnya dengan suatu produknya, sehingga mau tidak mau mereka akan terikat menggunakan produk digital untuk proses pembelajarannya, ini merupakan bentuk korporasi dan Ini lah budaya kapitasi yang menggrogoti aspek pendidikan. Organization Economic Cooperation Development (OECD) kumpulan dari berbagai negara yang khusus membincangkan masalah ekonomi dunia. Organisasi ini bukan hanya menentukan kebijakan ekonomi global, organiasasi ini juga turut berperan dalam penetuan kebijakan Filiz Kaleliolu. AuA New Way of Teaching Programming Skills to K-12 Students: Code. Org,Ay Computers in Human Behavior 52 . : 200Ae210. Jeannette M Wing. AuComputational Thinking,Ay Communications of the ACM 49, 3 . : 33Ae35. Duggan. Education Policy. Digital Disruption and the Future of Work: Framing Young PeopleAos Futures in the Present, 106. Nick Srnicek. Platform Capitalism (Cambridge: Polity Press, 2. , 97. 4 | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 5. No 1. Juli 2020 Kebijakan Teknologi Pendidikan dalam islam A. anggotanya bekerjasama dengan Bank Dunia 19. Namun data yang sangat menggambarkan bahwa pada tahun OECD mengalami krisis ekonomi sosial dikarenakan permasalahan pekerjaan dan penurunan upah bagi kaum muda, lalu diperparah dengan melonjaknya biaya pendidikan. Mungkin dapat kita dengar juga banyak orang tua yang rendah ekonominya mengeluh tentang biaya Seolah-olah pendidikan yang bisa dinikmati semua kalangan, namun ketika ditelisik lebih jauh kedalam pelosok desa hanya menyentuh kasta sosial yang lebih tinggi, modal besar, pangkat sosial yang tinggi. Pendidikan menjadi barang mewah yang masyarakat bawah membayangkan, jika mereka mampu juga karena menitipkan beberapa barang untuk digadaikan sebagai memperoleh pendidikan tinggi 21. Maka dari itu perlulah suatu kebijakan pendidikan yang proses melibatkan dengan keadaan ekonomi masyarakat menengah ke bawah . ottom-u. , sehingga seperti yang Dewey, masyarakat yang demokratis, yang berarti perlu juga menyediakan kesampatan pendidikan bagi semua Tantangan dan Persoalan Kebijakan Pendidikan Digital Penjelasan pendidikan digital diatas sangat kompleks sekali terkait pendidikan digital, dari bagaimana di abad ke-21 ini kita mengalami penggunaan teknologi entah dari berbagai informasi dan medianya menyebabkan perubahan baru arah pendidikan, sehingga memunculkan evolusi keterampilan di dunia pendidikan, hingga hubungan ekonomi global dalam kebijakan dunia Semua ini menjadi suatu fenomena global pedang bermata dua teknologi dalam dunia pendidikan. Satu sisi teknologi memiliki dampak baik didunia pendidikan, namun disisi lainnya memiliki persoalan yang menimbulkan berbagai kontrofersi publik global 22. Seperti contoh di India, yang kopetensi guru dalam menggunakan aplikasi pembelajaran online, bahasa konten digital, dan pemeiharaan berbagai perangkat yang buruk 23. Permasalahan pembelajaran bahwa masih banyak persoalan yang sangat kompleks sekali diberbagai belahan dunia terkait pendidikan digital. Seperti contoh ketika proses pembelajaran digital biasanya menggunakan perekaman data berbentuk data diri angka maupun deskripsi peserta didik, sangat mudah untuk disalah gunakan oleh berbagai S Ball. Global Education Inc: New Policy Networks and Neoliberal Imaginary (New York: Routledge, 2. Means . Muhammad Solihin. AuKapitalisme Pendidikan (Analisis Dampaknya Terhadap Upaya Mencerdaskan Kehidupan Bangs. ,Ay Nur El-Islam 2, no. : 56Ae73. Shailendra Palvia et al. AuOnline Education: Worldwide Status. Challenges. Trends, and ImplicationsAy (Taylor & Francis, 2. Rampravesh Gond and R Gupt. AuA Study on Digital Education in India: Scope and Challenges of an Indian Society,Ay AnveshanaAos international journal of research in regional studies, law. Soc Sc J Manag Prac 2, no. : 12Ae18. Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 1. No 1. Juli 2. 5 Putu Eka Suarmika. Faisal Faliyandra. Bagus Cahyanto. Nuris Hidayat pihak yang berkepentingan 24. Kemudian kerlibatan interaksi aktif orang tua, guru dan sekolah dalam tantangan berat untuk membentuk proses pembelajaran yang bermakna di Lalu yang lebih parah lagi tentang kesenjangan antara akses internet di perkotaan dan pesedaan pendidikan yang sangat tidak merata 26. Bayangkan jika dilihat dari data South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC), menjelaskan bahwa 68 dari 100 pengguna internet memiliki akses jaringan yang mempuni Ini mengakibatkan jika negara-negara yang menengah kebawah yang tidak merata khusus akses internet maka penggunaan teknologi informasi dan Permasalahan dan kesenjangan diatas merupakan permasalaha utama yang harus segera dipecahkan. Perlunya kebijakan dan inovasi untuk pendidikan digital abad ke-21 27. William M Stahl and Joanne Karger. AuStudent Data Privacy. Digital Learning, and Special Education: Challenges at the Intersection of Policy and Practice. ,Ay Journal of Special Education Leadership 29, no. : 79Ae88. S N Bamiah. Sarfraz N Brohi, and Babak Bashari Rad. AuBig Data Technology in Education: Advantages. Implementations, and Challenges,Ay Journal of Engineering Science and Technology 13 . : 229Ae241. Kirsten Hutchison. Louise Paatsch, and Anne Cloonan. AuReshaping HomeAeSchool Connections in the Digital Age: Challenges for Teachers and Parents,Ay E-learning and Digital Media 17, no. : 167Ae182. Sumanjeet Singh. AuDigital Divide in India: Measurement. Determinants and Policy for Addressing the Challenges in Bridging the Digital Divide,Ay in Digital Economy Terdapat tiga kebijakan yang perlu diperhatikan secara global, yaitu . pembatasan penggunaan data siswa pada lingkungan pendidikan, seperti yang dilakukan di Amerika Serikat membentuk bantuan privasi peserta didik yaitu Privacy Technical Assistance Center (PTAC) untuk menanggulangi permasalahan privasi peserta didik saat pembelajaran online . kebijakan pedagogis, tentang dilaksanakan oleh sekolah, guru dan orang tua harus melahirkan inovasi . kebijakan regioanal, perlengkapan dan peralatan yang pembelajaran digital khususnya dalam menggunakan akses internet terbuka 30 Metode Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan ialah meta analisis sederhana dengan pencarian literatur, kriteria, dan karakteristik untuk mencari fokus studi Innovations and Impacts on Society (IGI Global, 2. , 106Ae130. Ranbir Singh Malik. AuEducational Challenges in 21st Century and Sustainable Development,Ay Journal of Sustainable Development Education and Research 2, no. : 9Ae20. Stahl and Karger. AuStudent Data Privacy. Digital Learning, and Special Education: Challenges at the Intersection of Policy and Practice. Ay Hutchison. Paatsch, and Cloonan. AuReshaping HomeAeSchool Connections in the Digital Age: Challenges for Teachers and Parents. Ay Papa and Armfield. The Wiley Handbook of Educational Policy. Singh. AuDigital Divide in India: Measurement. Determinants and Policy for Addressing the Challenges in Bridging the Digital Divide. Ay 6 | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 5. No 1. Juli 2020 Kebijakan Teknologi Pendidikan dalam islam A. yang akan dilaksanakan31. Maka dari dasar tersebut, pertama peneliti diawal mencari sumber data literlatur seperti buku dan artikel yang diambil dari database internasional bereputasi dan Platfrom Google Scholar. Springer, dan Proquest dengan jumlah 500 artikel. Kedua, kemudian semua artikel di kerucutkan lagi dengan kriteria 10 tahun terakhir dan kata kunci yang relevan. Sehingga ditemukan pendidikan digital (N=. Kebijakan pendidikan digital (N=. , dan Pelaksanaan Literasi Digital di SD (N=. Ketiga, analisis karakteristik dilakukan dengan membaca abstrak, hasil, kesimpulan pada tulisan, dan isi konten buku. Bagian ini berisi pembahasan hasil . ntuk penelitia. atau kupasan, asumsi, dan komparasi . ntuk artikel konseptua. Dan mendeskripsikan temuan utama penelitian harus jelas, ringkas dan dapat dilaporkan dalam bentuk teks atau grafik. dapat belajar dimanapun tanpa melihat baik atau buruknya tempat, sedangkan menggambarkan bahwa personal manusia menikmati proses pendidikan tidak dibatasi oleh umur. Seperti yang dijelaskan 32, konsep pembelajaran pembelajaran sepanjang hanyat ini tidak bukan hanya dilakukan disekolah formal, namun dapat diaplikasikan pembelajaran informal dan nonformal tanpa menghiraukan tempat33. Maka konsep pembelajaran digital sepanjang hayat SD dapat menggunakan konsep kolaborasi sistem pendidikan pada gambar dibawah ini: Gambar 1. Konsep Pendidikan Sepanjang Hasil dan Pembahasan Pendidikan Digital Sepanjang Hayat Belajar merupakan konsep dimana personal penerimaan pengetahuan . yang tidak dibatasi dengan kualitas dan Kuantitas disini memiliki arti bahwa manusia belajar hakikatnya Gambar 1 diatas merupakan konsep integrasi pendidikan digital pada setiap jenang formal, informal, dan nonformal. Permbelajaran yang menitik fokuskan pada salah satu proses ini tidak harus dilakukan, terlebih ketika kita berada di era teknologi yang memberikan sumber . embelajaran digital ). Kini konsep pembelajaran digital yang berbasis Robert Rosenthal. AuWriting Meta-Analytic Reviews. ,Ay Psychological bulletin 118, no. : 183. Papa & Armfield . 8, p. Todd J B Blayone et al. AuDemocratizing Digital Learning: Theorizing the Fully Online Learning Community Model,Ay International Journal of Educational Technology in Higher Education 14, no. : 13, https://doi. org/10. 1186/s41239-017-0051-4. M Mursalim and M Inf Tech. AuKebijakan Dan Strategi: Membangun Interkoneksi Antara Pendidikan Formal. Non-Formal. Dan Informal Dalam Konteks Pendidikan Sepanjang Hayat Di Indonesia (Makala. ,Ay Kendari. Kendari . Alfin Julianto. AuKolaborasi Pendidikan Nonformal. Informal. Dan Formal Dalam Pendidikan Pemuda Di Daerah Istimewa Yogyakarta,Ay Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah 3, no. : 14Ae Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 1. No 1. Juli 2. 7 Putu Eka Suarmika. Faisal Faliyandra. Bagus Cahyanto. Nuris Hidayat kelas terbuka menyediakan berbagai sumber belajar yang melimpah sehingga 35, peserta didik entah itu dirumah atau lingkungan masyarakat dapat menggunakan teknologi untuk mendapatkan pendidikan secara formal Contoh pada sekolah formal yang segala sesuatunya telah dirancang sedemikian rupa dari perencanaan hingga proses evaluasi dan tidak lanjutnya dengan output peningkatan disegala potensi 37. Sekolah formal harus bekerjasama dengan informal khususnya keluarga yang pendidikannya tidak terstruktur Sekolah juga harus bekerjasama dengan masyarakat untuk menciptakan komunitas pembelajaran digital39. Jadi pendidikan sepanjang hayat40, maka ketiga pendidikan tersebut harus terintegrasi dengan digitaliasi 41. Lembaga Pendidikan dan Pembelajaran Digital Duni telah berkembang kearah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, yang menandakan bahwa pendidikanpun harus juga mengikuti Terlebih ketika pandemi covid-19 melanda seluruh negara yang berimplikasi terhadap perubahan proses pembelajaran tatap muka kepada pembelajaran online, memiliki berbagai permasalahan mendasar yang perlu diperhatikan khususnya bagi lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan dari atas hingga satuan sekolah sudah harus dapat memprediksi bahwa pentingnya pendidikan dan pembelajaran digital diterapkan pada masa ini. Namun kita kita melihat realita dilapangan, banyak sekali permasalahan pendidikan dan pembelajaran digital yang salah satunya yaitu kopetensi pendidik yang masih tidak memahami penggunaan platform media pembelajaran online 42 dan pembelajaran satu arah yang masih digunakan guru dalam pembelajaran online terbatas memberikan tugas yang Ini menggambarkan butuh peran penting berbagai lembaga pendidikan untuk memperbaiki segelinter permasalahan, yang mungkin masih-banyak lainnya. Pembahasan tetntang lembaga pendidikan disini berkaitan dengan pembelajaran sepanjang hayat yang Pembelajaran sepanjang hayat dengan berbantuan Simplice A Asongu and Jacinta C Nwachukwu. AuThe Role of Lifelong Learning on Political Stability and Non Violence: Evidence from Africa,Ay Journal of Economic Studies . Julian McDougall. Mark Readman, and Philip Wilkinson. AuThe Uses of (Digita. Literacy,Ay Learning. Media and Technology 43, no. : 263Ae279. Jim Anderson and Vicky Macleroy. AuConnecting Worlds: Interculturality. Identity and Multilingual Digital Stories in the Making,Ay Language and Intercultural Communication 17, no. : 494Ae517. Gond and Gupt. AuA Study on Digital Education in India: Scope and Challenges of an Indian Society. Ay Papa and Armfield. The Wiley Handbook of Educational Policy. Achmad Choirul. AuMeningkatkan Profesionalisme Guru Fiqih Di Era Digital,Ay TASAMUH 5, no. Dini Palupi Putri. AuPendidikan Karakter Pada Anak Sekolah Dasar Di Era Digital,Ay AR-RIAYAH: Jurnal Pendidikan Dasar 2, no. : 37Ae50. OECD. AuRecognition of NonAaformal and Informal Learning. Ay Julianto. AuKolaborasi Pendidikan Nonformal. Informal. Dan Formal Dalam Pendidikan Pemuda Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ay Nichole Pinkard et al. AuDigital Youth Divas: Exploring Narrative-Driven Curriculum to Spark Middle School GirlsAo Interest in Computational Activities,Ay Journal of the Learning Sciences 26, no. 477Ae516. 8 | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 5. No 1. Juli 2020 Kebijakan Teknologi Pendidikan dalam islam A. pembelajaran digital yang sumber daya belajarnya tidak dibatasi ruang dan waktu, para peserta didik dapat menemukannya pada jaringan internet dimana dan kapan saja. Semua proses ini harus diterapkan oleh satuan pendidikan dari pemerintahan hingga Menurut 44, menerangkan ada dilakukan setiap lembaga pendidikan untuk menerapkan pembelajaran sepanjang hayat berbasis digitalisasi. Gambar 2. Kebutuhan Lembaga Pelaksanaan Pendidikan Digital Filosofi Sumber Daya Berbasis Digital Kurikulu Pedagogi Papa & Armfield . 8, p. James E Willis. Kim Flintoff, and Bridget McGraw. AuA Philosophy of Open Digital Badges BT - Foundation of Digital Badges and Micro-Credentials: Demonstrating and Recognizing Knowledge and Competencies,Ay Dirk Ifenthaler. Nicole Bellin-Mularski, and Dana-Kristin Mah (Cham: Springer International Publishing, 2. , 23Ae40, https://doi. org/10. 1007/978-3-319-15425-1_2. Birgit Pepin et al. AuDigital Curriculum Resources in Mathematics Education: Foundations for Change,Ay ZDM 49, no. : 645Ae661, https://doi. org/10. 1007/s11858-017-0879-z. Simon F Roy and Matthew J Cecchini. AuImplementing a Structured Digital-Based Online Pathology Curriculum for Trainees at the Time of COVID-19,Ay Journal of Clinical Pathology 73, no. 8 (August 1, 2. : 444 LP Ae 444, http://jcp. com/content/73/8/444. Pertama, filosofi pendidikan terbuka sehingga peserta didik mendapatkan sumber pengembangan literasinya45. Kedua, memetakan kurikulum dan pedagogi yang berbasis digital sesuai dengan kebutuhan lingkungan46, karena setiap masing-masing tempat berbeda-beda kebutuhan peserta didiknya47. Tidak dapat dipungkiri masih banyak peserta didik yang tidak paham bagaimana cara berinteraksi melalui dunia Ketiga, mempersiapkan sumber daya untuk melaksanakan pendidikan terbuka yang berbasis Ini yang paling penting dipenuhi oleh satuan pendidikan karena permasalahan banyak satuan pendidikan yang masih belum memedai dari jaringan internet dan perlengkapan teknologi itu Literasi Digital di SD Diatas panjanga lebar tentang pembelajaran sepanjang hayat pendidikan terbuka yang benang merahnya sama-sama membutuhkan proses pembelajaran I Nyoman Suardana et al. AuStudentsAo Critical Thinking Skills in Chemistry Learning Using Local Culture-Based 7E Learning Cycle Model. ,Ay International Journal of Instruction 11, no. : 399Ae P A Kirschner and P De Bruyckere. AuThe Myths of the Digital Native and the Multitasker,Ay Teaching and Teacher Education . , https://w. com/science/article /pii/S0742051X16306692. Garry Falloon. AuFrom Digital Literacy to Digital Competence: The Teacher Digital Competency (TDC) Framework,Ay Educational Technology Research and Development 68, no. : 2449Ae2472. Maciel M Queiroz et al. AuIndustry 4. 0 and Digital Supply Chain Capabilities,Ay Benchmarking: An International Journal 28, 5 (January 1, 2. : 1761Ae1782, https://doi. org/10. 1108/BIJ-12-2018-0435. Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 1. No 1. Juli 2. 9 Putu Eka Suarmika. Faisal Faliyandra. Bagus Cahyanto. Nuris Hidayat digital, yang didalamnya terdapat literasi digital. 51,menggambarkan bahwa literasi digital merupahan sehingga keterampilan dan kopetensi teknologi digital. Begitu juga, misalnya 52, menggabarkan literasi digital lebih merujuk pada kopetensi baru di era teknologi yaitu teknologi digital yang harus dipahami oleh kalangan anak hingga dewasa. Maka literasi digitial merupakan arah menghubungkan kopetensi literasi kemampuan alfabet juga dibutuhkan dalam literasi digital terlebih dalam teknologi digital. Namun, menurut 54, literasi konvensional berbeda dengan literasi digital, yang fokus utama literasi konvensional hanya pada kemampuan teks non digital, sedangkan literasi digital harus memiliki kemampuan teks digital. Jadi, dari berbagai konsep yang kabur tentang literasi digital, mengakibatkan proses pelaksanaannya Dilapangan banyak pendidik sekolah dasar yang menggunakan pendekatan literasi digital namun prosesnya masih konvensional siswa, yang padahal proses digitalisasi pembelajaran juga harus merujuk pada bagaimana siswa aktif dalam pendidikan teknologi. menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses literasi SRL Barton . JISC . Marsh . Neumann. Finger, & Neumann . Papa & Armfield . 8, p. Papa and Armfield. The Wiley Handbook of Educational Policy. keterampilan utaman. ONLE sebagai desain pelaksanaan, dan PLE sebagai praktik literasi digital. Gambar 3. Adaptasi Literasi Digital Papa & Armfield PLE Litersi Digital di SD ONLINE SRL Gambar diatas merupakan proses digitalisasi pendidikan yang perlu mengimplementasikan literasi digital. Self-Regulated Learning (SRL) merupakan keterampilan dasar utama dalam pelaksanaan pembelajaran digital sepanjang hayat. Definisi personal atau kelompok manusia untuk pengetahuan, persaingan dunia kerja, pengatahuan diri yang melibatkan masyarakat global . Maka siswa (SD), melaksanakan pembelajaran digital komunikasi sistem komputer57. Ini memberikan siswa SD pahaman awal sesuai dengan karakternya tentang komputasi, karena banyak dari mereka tidak memahami 58 Marlina Eliyanti Simbolon. Arita Marini, and Maratun Nafiah. AuPengaruh Literasi Digital Terhadap Minat Baca Siswa Sekolah Dasar,Ay Jurnal Cakrawala Pendas 8, no. : 532Ae542. Joanne Orlando and Catherine Attard. AuDigital Natives Come of Age: The Reality of TodayAos Early Career Teachers Using Mobile 10 | Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 5. No 1. Juli 2020 Kebijakan Teknologi Pendidikan dalam islam A. Open Network Learning Evironment (ONLE) lingkungan pendidikan teknologi yang harus digunakan dalam pelaksanaan praktek literasi digital. Mislanya 59 mengaplikasian ONLE ini lembaga pendidikan harus mensuguhkan suatu informasi yang tersedia media online pruduk elektronik yang dapat diakses oleh peserta didik. Maka dari itu siswa SD harus diberikan kebutuhan dan dukungan dasar akan digitalisasi pendidikan penuh, entah ingin menggunakan media yang diinginkan dibutuhkan dalam akses terbuka . Personal Learning Environment (PLE) merupakan praktik memberikan siswa untuk berperan aktif memilih sendiri pembelajaran yang mereka inginkan dan butuhkan. Ini yang paling penting ketika dilakukan dalam proses pembelajaran sekolah dasar yang melibatkan teknologi, termasuk literasi digital. menjelaskan bahwa terdapat tiga aspek yang harus dipenuhi dalam PLE ini, yaitu personal manusia, sumber daya, dan alat. Jika ketiga ini terpenuhi maka peserta didik SD, dalam konteks PLE dapat mengaktualisasikan diri mereka sendiri seperti, peserta didik dapat membuat pilihan dan peningkatan untuk mereka sendiri dalam proses Bukan hanya itu, dalam pengaplikasiannya di SD juga harus menggunakan media elektrok apapun Kesimpulan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memasuki era baru pada bidang Siap ataupun tidak, pendikan di SD akan memasuki permasalahan pendidikan yang sangat pedagogis, kurikulum pendidikan digital, proses pembelajaran inovatif dan sumber daya menusia . endidik dan peserta didi. Maka dua dimensi fokus tujuan pemecahan masalah diselesaikan oleh SD yang ingin mengembangkan pendidikannya, yaitu teknologi dan literasi digital. Pertama, tentang pendidikan teknologi. Dalam pengembangan pendidikan teknologi beberapa indikator utama yang perlu . perlu adanya inovasi pengembangan desain, implementasi, dan evaluasi coding di setiap satuan perkembangan pendidikan digital. keterampilan dan berbagai inovasi pendidikan digital dari pemrosesan data dan analisis data komputasi. perlu adanya pengembangan pasar digital yang terkait dengan pendidikan harus berpihak pada masyarakat menengah kebawah. perlu Kedua, tentang literasi digital. Literasi digital ini perlu dipahami oleh semua Devices to Teach Mathematics,Ay Mathematics Education Research Journal 28, no. 107Ae121, https://doi. org/10. 1007/s13394-0150159-6. Papa & Armfield . 8, p. Najat Smeda. Eva Dakich, and Nalin Sharda. AuThe Effectiveness of Digital Storytelling in the Classrooms: A Comprehensive Study,Ay Smart Learning Environments 1, no. : 6, https://doi. org/10. 1186/s40561-014-0006-3. Papa & Armfield . 8, p. Chih-Hsiung Tu et al. AuA Study of the Predictive Relationship between Online Social Presence and ONLE Interaction,Ay in Cyber Behavior: Concepts. Methodologies. Tools, and Applications (IGI Global, 2. , 1731Ae1744. yang sejalan dengan pembelajaran digital yang akan dilakukan 62. Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman. Vol 1. No 1. Juli 2. 11 Putu Eka Suarmika. Faisal Faliyandra. Bagus Cahyanto. Nuris Hidayat kalangan pendidikan yang bukan hanya konsepnya saja namun pada peserta didik. Realia dilapangan banyak sekali para pendidik yang masih menggunakan pembelajaran menggunakan digital, penggunaan ini tentu keluar dari literasi digital menggunakan pendekatan keaktifan Maka dari itu penggunakan literasi digital harus mencakup mengimplementasikan pembelajaran digital sepanjang hanyat sebagai dasar dari pendidikan dan literasi digital. perlu dukungan dari berbagai lembaga pendidikan dari pemerintahan swasta untuk mensukseskan pembelajaran digital sepanjang hanyat. dalam literasi digital perlu menggunakan proses Self-Regulated Learning (SLR). Open Network Learning Evironment (ONLE), dan Personal Learning Environment (PLE) mengefektifkan literasi digital. Ketika diaplikasikan setiap negara yang ingin mengikuti atau mengintegrasikan pendidikan, diharapkan prosesnya akan berjalan baik dilihat dari segi kebijakan dan literasi digitalnya itu Namun, pastinya dalam tulisan ini tidaklah sempurna dan perlu beberapa perbaikan dari segi kekayaan kajian pustaka, sehingga diharapkan adanya penelitian lanjutan dari beberapa konsep pendidikan teknologi dan proses literasi digital sesuai teori yang telah disampaikan diatas. Daftar Pustaka