Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317embrio RESPON BAWANG MERAH (Allium cepa L. ) TERHADAP KOMPOS PERVEG Afridawati. Milda Ernita. Ermawati. Aslan Sari Thesiwati. Sunadi. Afri Rona Diyanti. Ediwirman. Penyuluh Pertanian Kota Padang Provinsi Sumatera Barat . Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang E-mail :mildaernita28@gmail. Submetted : 20 Agustus 2025 Reviced: 29 Septemer 2025 Apccepted: 28 Oktoer 2025 ABSTRAK Kompos perveg merupakan kompos yang terdiri dari bahan organik yang mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos perveg terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Percobaan dilaksanakan di lahan kering ultisol di Kelurahan Korong Gadang. Kecamatan Kuranji Kota Padang, ketinggian tempat 15 m dpl, dari April - Juli 2025. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan dosis kompos perveg terdiri dari 6 taraf yaitu 0 ton/ha, 5 ton/ha, 10 ton/ha, 15 ton/ha, 20 ton/ha, dan 25 ton/ha. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi per rumpun, bobot basah umbi per rumpun, bobot basah umbi per plot, bobot kering umbi per rumpun, bobot kering umbi per plot dan produksi per hektar, dan kualifikasi umbi. Hasil penelitian menunjukan pemupukan kompos perveg berpengaruh terhadap jumlah anakan, jumlah umbi, bobot basah umbi per rumpun, bobot basah umbi per plot, bobot kering umbi per rumpun, bobot kering umbi per plot dan produksi per hektar. Dosis kompos perveg terbaik yaitu 25 ton/ha dengan produksi 28ton/ha. Untuk meningkatkan produksi bawang merah disarankan menggunakan kompos perveg dengan dosis 25 ton/ha. Kata kunci : bawang merah, kompos, perveg . Pendahuluan Bawang merah merupakan komoditas Produksi bawang merah pada tahun sayuran berpotensi untuk dikembangkan 590 ton, 1. 360 ton, dan 1. Kemampuan produksi budidaya masih belum ton (BPS, 2. Sedangkan pada tahun 2024 mampu memenuhi permintaan pasar dalam produksi bawang merah pada Juli 2024 negri yang terus meningkat. Tingginya diperkirakan akan mencapai 182. 377 ton dan permintaan bawang merah tidak di iringi dengan produksi bawang merah yang stabil. 612 ton (Kementan, 2. Produksi bawang merah di Indonesia terus Agustus Sumatera berturut-turut Barat (Sumba. , mengalami fluktuasi, hal ini disebabkan komoditas bawang merah adalah salah satu //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 134 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317embrio meningkatkan pertumbuhan vegetative dan pertanaman sekitar 2. 700 ha, kedua terluas juga generative tanaman. setelah pertanaman cabai. Sebagian besar Metode Penelitian . %), bawang merah dikembangkan di Sumbar di dataran tinggi Alahan Panjang Kabupaten Solok. Produksi bawang merah pada tahun 2021 sampai 2023 berturut-turut 366 ton, 209. 100 ton, dan 233. Rata-rata hasil bawang merah di Sumbar masih tergolong rendah dibanding potensi yang dapat dicapai. (BPS Sumbar, 2. Produksi disesbabkan karena penggunaan pupuk kimia dalam jumlah dan konsentrasi yang tinggi penurunan kesuburan atau kekurangan hara produksi bawang merah dengan pemberian pupuk kompos. Salah satu solusi mengurangi pupuk anorganik yaitu dengan pemakaian kompos perveg. Kompos perveg adalah Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang, dengan ketinggian tempat 15 m dpl, lahan kering jenis tanah utisol dan penelitian dilakukan dari April - Juli 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 1 faktor yaitu dosis kompos perveg (K) terdiri dari 6 taraf yaitu 0 ton/ha (K. , 5 ton/ha (K. , 10 ton/ha (K. , 15 ton/ha (K. , 20 ton/ha (K. , ton/ha (K. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi per rumpun, bobot basah umbi per rumpun, bobot basah umbi per plot, bobot kering umbi per rumpun, bobot kering umbi per plot dan produksi per hektar, dan kualifikasi pupuk kompos yang di buat dari limbah yang sehingga dengan menggabungkan bahanbahan tersebut akan didapatkan kompos yang lengkap dan dapat menyumbang hara pada Untuk sumber N dari pupuk kandang sapi, sumber P dari bonggol pisang, sumber K dari cocopeat dan akar bambu sebagai penyumbang mikroorganisme yang Sebagai pengurai ditaburkan trichoderma yang juga berperan sebagai Diharapkan kompos perveg dapat //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Pembuatan kompos perveg dimulai dengan mempersiapan bahan berupa pupuk kandang sapi, bonggol pisang, cocopeat, akar bambu, dan trichoderma sp. Perbandingan pembuatan kompos perveg ini yaitu 5:3:1:1 yaitu pupuk kandang sapi 50 kg, bonggol pisang 30 kg, cocopeat 10 kg, akar bambu 10 kg , sedangkan untuk pemberian trichoderma yaitu 100 kg bahan ditambah 1kg trichoderma sp. Kemudian semua bahan sampai tercampur merata. Page 135 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317embrio kelembapan kompos. Kemudian kompos dolomit dengan rekomendasi 1,5 ton/ha atau dimasukkan kedalam kantong plastic dan setara dengan 0,250 g/plot. Selanjutnya lahan dibuat plot menjadi 24 plot. Dan selama 30 hari. Kompos perveg siap Kompos minggu sebelum tanam dengan digunakan ketika berwarna cokelat gelap, ton/ha (K. , 5 ton/ha (K. setara dengan 0,75 berbau seperti tanah, dan teksturnya halus. kg/plot, 10 ton/ha (K. setara dengan 1,5 Lahan kg/plot, 15 ton/ha (K. setara dengan 2. percobaan dibersihkan dari gulma dan batuan kg/plot, 20 ton/ha (K. setara dengan 3 yang terdapat disekitar areal percobaan dan kg/plot , dan 25 ton/ha (K. setara dengan dibuang ke luar areal percobaan. Pengolahan 75 kg/plot. Kompos perveg diberikan dengan cara tebarkan keseluruh bagian plot pertama menggunakan cangkul sedalam 30- secara merata. 40 cm yang berbentuk bongkahan tanah dan Pemupukan diberikan dengan dosis pembalikan bongkahan tanah, lalu dibiarkan pupuk NPK 16-16-16 untuk tanaman bawang selama seminggu agar aerasi tanah baik. merah 300 kg/ha atau setara 45 g/plot, yang Pengolahan akan digunakan adalah 2/3 ( dua per tig. menghancurkan bongkahan menggunakan dari rekomendasi yaitu 30 g/plot. Pemberian Pembuatan plot dilakukan setelah pupuk ini dilakukan 2 kali, pemupukan pengolahan tanah kedua. Plot dibuat dengan pertama pada umur tanaman 10 HST . g ukuran 100 cm x 150 cm dan tinggi plot 30- /plo. dan pemupukan kedua pada umur 25 40 cm, jarak antar plot 50 cm. Selanjutnya HST . g/plo. Untuk pengaplikasiannya lahan dibuat plot menjadi 24 plot. Sesudah pembuatan plot dilakukan pemberian kapur Hasil dan Pembahasan Tinggi Tanaman. Jumlah Daun, dan Jumlah Anakan Tabel 1. Tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan bawang merah dengan pemupukan kompos perveg Kompos Perveg Tinggi Tanaman Jumlah Daun . Jumlah Anakan . on/h. 45,17 34,56 8,63 abc 46,23 32,81 9,19 abc 45,98 34,44 8,56 bc 45,44 33,69 8,44 45,63 36,69 10,31 ab //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 136 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317embrio 47,26 7,12 % Tabel 1 memperlihatkan bahwa pemberian 36,06 10,44 10,94 % 11,74 % Tabel 1 juga memperlihatkan bahwa beberapa dosis kompos perveg tidak berbeda pemupukan kompos perveg berbeda nyata nyata terhadap tinggi bawang merah dan terhadap jumlah anakan perumpun. Jumlah jumlah daun bawang merah. Hal ini kompos anakan terbanyak diperoleh pada dosis 25 belum optimal diserap oleh tanaman pada ton/ha dengan jumlah anakan 10,44 anakan masa vegetatif dan juga kompos bersifat yang tidak berbeda nyata dengan dosis 0, 5 , organik sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai sempurna menjadi unsur dibandingkan dosis 10 dan 15 ton/ha. Diduga hara dalam tanah. Berdasarkan hasil uji ketika pembentukan anakan, kompos sudah laboratorium kompos perveg mengandung diserap optimal oleh tanaman sehingga dapat 78 % N-total. Hasil penelitian Ichwan et al menstimulasi jumlah anakan bawang merah yang terbentuk. Melalui pemupukan kompos trichokompos kotoran sapi tidak berpengaruh perveg, terjadi peningkatan jumlah anakan terhadap tinggi bawang merah, walaupun bawang merah. Semakin banyak jumlah trichokompos kotoran sapi mengandung hara anakan, tanaman berpotensi mengahasilkan N yang tinggi, ini lebih diarahkan kepada umbi yang lebih banyak. Pupuk kotoran sapi pembentukan jumlah daun dibandingkan memiliki kandungan unsur hara makro yang dengan peningkatan tinggi tanaman. Hara lengkap dan terdapat unsur kalium di dalam pupuk kandang sapi tidak mudah tersedia bagi tanaman, ketersediaan hara pembentukan anakan bawang merah (Sofiani et al. , 2. Tanaman yang mendapat suplai pengomposan karena dalam pupuk kandang unsur hara yang cukup akan berproduksi sapi, hara N,P, dan K tersedia dalam bentuk senyawa kompleks organo protein yang kekurangan unsur hara tidak dapat memberi membutuhkan waktu lebih lama agar dapat hasil secara optimal (Nganji, 2. ton/ha, diserap oleh tanaman dalam bentuk hara (Sakiah et al. , 2. //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 137 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317embrio Jumlah Umbi Per Rumpun. Bobot Basah Umbi Per Rumpun. Bobot Kering Umbi Per Rumpun. Bobot Basah Umbi Per Plot . Bobot Kering Umbi Per Plot dan Produksi Umbi Per Hektar. Tabel 2. Jumlah umbi per rumpun, bobot basah umbi per rumpun, bobot kering umbi per rumpun, bobot basah umbi per plot, bobot kering umbi per plot dan produksi umbi per Bobot Bobot Bobot Dosis Jumlah Basah Kering Produksi Basah Bobot Kering Kompos Umbi Per Umbi Umbi Per Per Umbi Per Umbi Per Perveg Rumpun Per Plot . Hektar Rumpun Rumpun . on/h. Plot 8,63 ab 87,34 c 69,00 b 3,68 b 3,35 ab 22,33 9,19 ab 98,31 bc 77,00 a 4,23 a 3,85 ab 25,67 8,50 b 99,19 abc 77,50 a 4,30 a 3,88 b 25,83 8,44 b 109,67 ab 75,0 0 a 4,33 a 3,75 ab 25,00 8,43 b 108,78 ab 78,00 a 4,25 a 3,90 a 26,00 10,44 a 115,64 a 84,00 a 4,50 a 4,20 28,00 5,48 % 5,51 % 5,51 % 11,38 % 11,38 % 10,39% Angka sekolom diikuti huruf kecil sama tidak berbeda menurut DMRT 5 % Tabel 2 memperlihatkan bahwa pemupukan dengan jumlah umbi bawang yang dihasilkan kompos perveg berbeda nyata terhadap jumlah umbi perumpun. Jumlah umbi per Menurut Meriati . semakin rumpun terbanyak diperoleh pada dosis 25 tinggi dosis pupuk kandang sapi maka ton/ha dengan jumlah umbi 10,44 umbi yang jumlah umbi yang dihasilkan akan semakin tidak berbeda nyata dengan dosis 0, dan 5, menambah jumlah umbi per rumpun. Pada namun lebih banyak dibandingkan dosis 10, saat tanaman bawang merah membentuk 15, dan 20 ton/ha. Hal ini diduga kandungan umbi, unsur hara yang berasal dari pupuk hara pada kompos perveg 1. 78 % N-total, kandang sudah mulai tersedia dan dapat 14 % P-total, 1. 24 % K-total dan 0. diserap oleh tanaman sehingga memberikan Ca-total dapat memenuhi kebutuhan hara pengaruh yang nyata pada jumlah umbi tanaman bawang merah sehingga jumlah bawang merah yang dihasilkan. umbi yang terbentuk banyak. Jumlah umbi per rumpun berkaitan erat dengan jumlah anakan yang dihasilkan tanaman, dapat dilihat pada jumlah anakan berbanding lurus Tabel pemupukan kompos perveg berbeda nyata terhadap bobot basah umbi perumpun. Bobot basah umbi per rumpun tertinggi diperoleh //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 138 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317embrio pada dosis 25 ton/ha dengan bobot 115,64 g berat kering angin umbi bawang merah yang tidak berbeda nyata dengan dosis 10, 15 varietas bima brebes. Pemberian pupuk ton/ha, ton/ha dibandingkan dosis 0 dan 5 ton/ha. Hal ini diduga kandungan hara pada kompos perveg produktivitas tanaman bawang merah. Pada mampu memenuhi nutrisi tanaman dan percobaan ini diperoleh dosis terbaik yaitu 25 kompos sudah terurai sempuran dalam tanah ton/ha kompos perveg. sehinga penyerapan oleh tanaman optimal. Hasil penelitian Suryana et al . Hasil pemberian pupuk organik kotoran sapi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter berat segar umbi. Memberikan hasil yang berpengaruh sangat nyata pada pemberian dosis pupuk kandang sapi terbaik 20 ton/ha. Pada percobaan ini kompos pupuk kandang sapi dengan tambahan bonggol pisang, akar bambu dan cocopeat untuk meningkatkan unsur hara serta dan trichoderma sebagai Tabel 2 juga memperlihatkan bahwa pemupukan kompos perveg berpengaruh terhadap bobot kering umbi rumpun. Bobot kering umbi per rumpun tertinggi diperoleh pada dosis 25 ton/ha dengan bobot 84,00 g yang tidak berbeda nyata dengan dosis 5, 10, 15 dan 20 ton/ha, namun lebih tinggi dibandingkan dosis 0 ton/ha. Sejalan dengan penelitian Sofiani et al . Hasil analisis pemupukan kompos perveg berbeda nyata terhadap bobot basah umbi plot. Bobot basah umbi per plot tertinggi diperoleh pada dosis 25 ton/ha dengan bobot 4,50 kg yang tidak berbeda nyata dengan dosis 5, 10, 15 dan 20 ton/ha, namun lebih tinggi dibandingkan dosis 0 ton/ha. Pada saat fase generatif kompos telah terurai menjadi mineral hara yang bia diserap oleh tanaman, sehingga menghasilkan umbi yang bagus. Semakin tinggi pemberian dosis kompos, semakin tinggi bobot umbi yang dihasilkan. Menurut mempercepat proses pengomposan. Tabel kotoran sapi secara tunggal berpengaruh nyata terhadap variabel berat basah umbi dan //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Marlina et al . Perlakuan takaran kompos kotoran sapi berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap berat umbi per rumpun dan berat umbi per petak, dengan nilai rata - rata tertinggi pada perlakuan pupuk organik kotoran sapi yaitu berat umbi perumpun . ,06 . dan berat umbi perpetak ( 1,62 k. Penggunaan pupuk organik kotoran sapi yang memiliki kandungan N. 30%) ,P205 . 45%). K2O. ,78%) . Ca . ,72%) . Mg . ,25%) . C/N . pH . , 20%) dengan jumlah yang Page 139 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317embrio cukup besar untuk pertumbuhan bawang ton/ha dengan bobot 28 ton/ha yang tidak dikarnakan takaran yang cukup dari pupuk berbeda nyata dengan dosis 5, 10, dan 20 kotoran sapi semakin baik pertumbuhan umbi ton/ha, namun lebih tinggi dibandingkan pada bawang merah. dosis 0 dan 15 ton/ha. Hal ini diduga Tabel 2 juga memperlihatkan bahwa pemupukan kompos perveg sampai dengan pemupukan kompos perveg berbeda nyata dosis 25 ton/ha mencukupi kebutuhan hara terhadap bobot kering umbi plot. Bobot dan nutri tanaman bawang merah sehingga kering umbi per plot tertinggi diperoleh pada tanaman berproduksi optimal. Pengunaan dosis 25 ton/ha dengan bobot 4,20 kg yang kompos dari pupuk kotoran sapi dapat tidak berbeda nyata dengan dosis 5, 10, dan meningkatkan penumpukan fotosintat dalam 20 ton/ha, namun lebih tinggi dibandingkan dosis 0 dan 15 ton/ha. Sejalan dengan kotoran sapi pada bawang merah dapat penelitian Supiyanto et al . perlakuan memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman ini pupuk kandang sapi pada taraf 60 ton/ha karena fotosintat diubah menjadi biomassa menunjukkan nilai rata-rata tertinggi pada yang disimpan dalam tanaman, sehingga parameter berat basah sebesar 1,5 kg. Pemberian pupuk kandang sapi sebagai peningkatan produksi. Saat kadar klorofil pada daun meningkat, fotosintat juga akan meningkatkan kandungan hara pada tanah Penggunaan meningkat (Erianti et al. , 2. sehingga dapat membantu dalam produksi Berdasarkan deskripsi varietas Bima tanaman yang lebih baik. Bahan organik Brebes pupuk kandang sapi terdapat unsur hara produksi umbi kering 9,9 ton per hektar umbi kalium (K) yang berfungsi untuk membentuk kering, pada percobaan ini produksi bawang (Lampiran rata-rata merah meningkat signifikan hingga 28 ton/ha pada dosis kompos perveg 25 ton/ha. Hal ini menaikkan pertumbuhan jaringan meristem, diduga karena dalam kompor perveg kaya dan meningkatkan kadar karbohidrat. akan unsur hara yang berasal dari kotoran sapi, cocopeat, bonggol pisang, akar bambu. Tabel 2 juga memperlihatkan bahwa pemupukan kompos perveg berpengaruh terhadap Hasil umbi per hektar. Hasil umbi sehingga mampu meningkatkan produksi bawang merah. per hektar tertinggi diperoleh pada dosis 25 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 140 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317embrio Kualifikasi Umbi Tabel 3. Kualifikasi umbi bawang merah dengan pemupukan kompos perveg Kompos Perveg . on/h. Tabel Diamter Umbi . Besar (> 1,8 c. Sedang . ,5-1,8 c. Kecil (< 1,5 c. 58,33 16,67 16,67 83,33 8,33 8,33 66,67 25,00 8,33 75,00 8,33 16,67 58,33 25,00 16,67 75,00 8,33 16,67 P dan K serta hara mikro lainya melalui kualifikasi umbi tanaman bawang merah pemupukan kompos perveg yang kaya akan mendapatkan diameter yang berskala kecil unsur hara. sampai besar. Diameter umbi yang dominan penting pada saat pembentukan umbi yaitu yaitu umbi yang berukuran besar pada semua Unsur hara kalium berperan dalam Persentase diameter umbi besar membantu tanaman ketika penyerapan unsur yang paling tinggi yaitu 75,00 % pada hara serta membantu pembentukan dan perlakuan kompos perveg 15 dan 25 ton/ha. pengisian umbi bawang merah (Jamaludin et Kompos , 2. Salah satu unsur hara yang diameter umbi bawang merah sehingga Kesimpulan produksinya pun meningkat. Kualifikasi umbi berkaitan erat dengan hasil umbi Hasil perhektar yang diperoleh, semakin besar pemupukan kompos perveg berpengaruh umbi yang dihasilkan semakin tinggi bobot terhadap jumlah anakan, jumlah umbi, bobot umbi yang akan mengingkatkan produksi basah umbi per rumpun, bobot basah umbi umbi perhektar. per plot, bobot kering umbi per rumpun. Pada percobaan ini, dominan yang bobot kering umbi per plot, dan produksi per Dosis kompos perveg terbaik yaitu 25 tercukupinya kebutuhan hara tanaman seperti ton/ha dengan produksi 28 ton/ha. Untuk //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 141 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317embrio Ichwan. Irianto. Eliyanti. Zulkarnain. Nizori. , dan Pangestu. Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Pada Berbagai Dosis Trichokompos Kotoran Sapi. Jurnal Media Pertanian, 7. April 2022. Jamaludin. Krisnarini, dan Rakhmiati. Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L. ) dalam Polibag Akibat Pemberian Pupuk KNO3 Berbagai Dosis. Jurnal Planta Simbiosa Volume 3 . Oktober MaAoarif. Suzanna. , dan Prihanani. Respon Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium Ascalonicum ) Pada Pemberian Pupuk Kandang Kotoran Sapi Dan Sekam Padi. Jurnal Agroqua Volume 21 No. 1 Tahun Marlina,N. Aminah. , dan Puspa. Peningkatan Produktivitas Bawang Merah (Allium Ascalonicum ) Dengan Pemberian Kompos Kotoran Sapi Dan Jenis Mulsa. Klorofil XV - 1 : 23 Ae 29. Juni 2020. Meriati. Aplikasi Beberapa Dosis Pupuk Kandang Sapi Dalam Peningkatan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L). Menara Ilmu Vol. XII No. 5 April Ndiwa. Mau,Y. Oematan. , dan Arsa. A 2023. Kajian Kebutuhan Pupuk Kompos Kotoran Sapi Dan Dosis Npk Majemuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah Varietas Lokal Sabu. Fruitset Sains, 10 . Marlina. Aminah. S ,dan Puspa. Peningkatan Produktivitas Bawang Merah(Allium ascalonicum ) Dengan Pemberian Kompos Kotoran Sapi Dan Jenis Mulsa. KlorofilXV-1 : 23Ae29. Sakiah. Tarigan. Tarigan. Nadeak. , dan Sitinjak. Pupuk Organik Kompos. Unpri Press2023 Universitas Prima Indonesia Medan. Sofiani. Santoso. , dan Surachman. Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah Terhadap Pemberian Pupuk Kotoran Sapi Dan Kalium Pada Tanah Gambut. Jurnal Sains Pertanian Equator Copyright Universitas Tanjungpura. Supiyanto. Umairi. , dan Widiarti. Respon pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum l. ) terhadap pemberian pupuk kotoran sapi dan poc ampas Callus: Journal Agrotechnology Science. Volume: 2. Number 2, 2024. Page: 34-46 Suryana. Yuniti. Listihani. Ramdhoani. Daka. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L). Agrofarm Vol 3. No. 1 : 7 - 15. Mei 2024 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 142 disarankan menggunakan kompos perveg dengan dosis 25 ton/ha. Daftar Pustaka