Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi e-ISSN: 2461-0585 PENGARUH ARUS KAS. PROFITABILITAS. DAN LIKUIDITAS TERHADAP FINANCIAL DISTRESS Noor Hanna Rahmawatie rahmawatienoorhanna@gmail. David Efendi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya ABSTRACT This research determines . the effect of operational cash flow on financial distress, . the effect of profitability on financial distress, and . the effect of liquidity on financial distress. Furthermore, the population consists of Property and Real Estate sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2021-2023. The research applies quantitatively with secondary data. The data were in the form of the company's financial statements. Moreover, the data collection technique used was purposive sampling, in which the sample was based on the criteria given. In line with that, 42 data samples from 14 companies in the population were taken. Additionally, the data analysis technique used was logistic regression with SPSS (Statistical Product and Service Solution. The result shows that . operational cash flow does not affect the financial distress, . profitability, which was measured by Return On Assets (ROA), does not affect the financial distress, and . liquidity, which was measured by Current Ratio, has an effect on financial distress. In brief, the three variables, namely operational cash flow, profitability, and liquidity, overall have a significant effect on financial distress. Keywords: operational cash flow, return on assets, current ratio, and financial distress. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . pengaruh arus kas operasi terhadap financial distress, . pengaruh profitabilitas terhadap financial distress, . pengaruh likuiditas terhadap financial distress. Populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021Ae2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data Data yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan. Selain itu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling, dimana pengambilan sampel didasarkan pada kriteria yang diberikan. Sejalan dengan itu, 42 sampel data perusahaan dari 14 perusahaan dalam populasi Selain itu. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi logistik dengan SPSS (Statistical Profuct and Service Solution. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . arus kas operasi tidak berpengaruh terhadap financial distress, . profitabilitas yang menggunakan pengukuran ROA tidak berpengaruh terhadap financial distress, . likuiditas yang menggunakan pengukuran current ratio berpengaruh terhadap financial distress. Secara singkat, ketiga variabel, yaitu arus kas, profitabilitas, dan likuiditas secara keseluruhan berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Kata kunci: arus kas operasi, return on assets, current ratio, dan financial distress. PENDAHULUAN Financial distress diakibatkan oleh situasi keuangan perusahaan yang sedang dalam krisis. Kondisi ini terjadi pada tahap pra-kebangkrutan, ini kondisi di mana perusahaan gagal bayar kewajiban kepada debitur, hingga tidak dapat melanjutkan operasionalnya lagi. Sinyal pertama dari terjadinya financial distress biasanya ditunjukkan dengan pelanggaran terhadap persyaratan hutang, yang diikuti dengan menghapus atau mengurangi pembayaran dividen. Laporan keuangan menyediakan informasi kondisi keuangan suatu industri dan dapat menjadikan dasar pengambilan keputusan. Pada tahun 2017. Pengadilan telah menetapkan status pailit untuk PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk karena dituntut kreditur dengan kewajiban sebesar Rp428,27 miliar dan dihapus pencatatannya efektif tahun 2018 dari Bursa Efek Indonesia. Nyonya Meneer digugat dan dinyatakan pailit karena tidak mampu menyelesaikan utang sebesar 7,04 miliar rupiah. Pengaruh Arus Kas. Profitabilitas. Noor Hanna Rahmawatie. David Efendi Selanjtnya pada tahun 2018. PT Sariwangi Agricultural Estate Agency yang telah berdiri sejak tahun 1973 dinyatakan pailit karena gagal bayar kewajiban kepada Bank ICBC Indonesia sebesar Rp316 miliar. Pada tahun 2020. Airy Rooms menghentikan operasionalnya hingga memberhentikan ratusan karyawannya karena penurunan yang signifikan meskipun Airy Rooms ingin mulai lebih fokus pada profitabilitas dengan mengeluarkan biaya terbaiknya. Pada tahun 2021, perusahaan ritel Giant menutup seluruh gerainya di Indonesia dikarenakan rugi selama 3 tahun dan kerugian terakhir tahun 2021 sebesar Rp1,65 miliar. Pada tahun 2022. Merpati Airlines dinyatakan bangkrut karena tidak mampu memenuhi kewajiban sejak tahun 2011. Selain Merpati Arlines. Fabelio juga mengalami penurunan penjualan dikarenakan penjualan menurun hingga tidak mampu menghasilkan laba yang mengakibatkan Fabelio tidak dapat membayarkan kewajibannya kepada para kreditur dan karyawan, sehingga Fabelio dinyatakan pailit. Pengaruh besar bagi ekonomi nasional terjadi di sektor property and real estate. Industri property serta real estate yaitu bidang yang memberikan sinyal terkait perekonomian negara yang akan naik ataupun menurun (Lukman dan Soliqin, 2. Tahun 2016 agar bisa menjadi tahun kebangkitan pada industri property, real estate serta bangunan, namun sektor ini tumbuh pada pertengahan tahun 2017 kembali bergejolak dan investor harus berhati-hati untuk melakukan investasi (Nirmalasari, 2. Pada saat pandemi sektor property and real estate terdampak karena masyarakat lebih memilih untuk membeli konsumsi pangan dan alat kesehatan daripada membeli properti. Jika ini terus berlanjut, sektor property and real estate akan bangkrut dikarenakan penurunan penjualan. Sejumlah perusahaan properti besar di Indonesia mengalami kebangkrutan. Pada tahun 2020. PT Cowell Development Tbk (COWL) dinyatakan pailit karena gagal bayar kewajiban sebesar Rp53,4 miliar. Pada tahun yang sama. PT Forza Land Indonesia juga dinyatakan pailit akibat ketidakmampuan melunasi utang yang mencapai Rp305 miliar. Financial distress mengacu pada situasi ketika perusahaan mengalami krisis keuangan dan asetnya tidak dimanfaatkan secara efektif, bahkan sampai bangkrut. Mengidentifikasi potensi kesulitan keuangan dengan melihat laporan keuangan perusahaan adalah salah satu aspek terpenting dari manajemen keuangan yang efektif. Pada penyajian laporan arus kas dijelaskan informasi arus kas kegiatan operasional perusahaan yang diperlukan bagi stakeholder sebagai pengukuran bagaimana perusahaan bisa mengelola dan menggunakan kas mereka, kemudian informasi ini bermanfaat guna mengetahui bagaimana kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban dalam penilaian (Isdina dan Putri, 2. Menurut Igariana . arus kas mempengaruhi signifikan terhadap financial distress. Oleh karenanya apabila arus kas menurun maka risiko financial distress meningkat. Profitabilitas menjelaskan kemampuan perusahaan dalam suatu periode dalam memperoleh laba (Fahlevi dan Mukhibad, 2. Profitabilitas berfungsi sebagai penilai kompetensi perusahaan untuk pengoptimalan aset untuk mendapatkan pendapatan yang bertujuan untuk memperoleh laba. Maka sebab itu, keefektifan dan keefisienan dalam menggunakan aset perusahaan untuk pengeluaran biaya operasional adalah hal utama yang Memanfaatkan Return On Assets (ROA) sebagai pengukuran profitabilitas. Menurut Rizkiyah dan Amanah . laba berpengaruh negatif terhadap kondisi financial distress. menurut Murni . return on assets mempengaruhi negatif dan signifikan terhadap tingkat financial distress. Financial distress menjadi lebih meningkat sebagai akibat dari menurunnya profitabilitas perusahaan. Likuiditas yang memanfaatkan Current Ratio (CR) untuk mengevaluasi kompetensi terhadap pembayaran kewajiban lancar hingga batas pembayaran. Likuiditas berfungsi sebagai cerminan kompetensi perusahaan mempertahankan keberlangsungan perusahaan dengan cara menjaga operasional perusahaan tetap berjalan tanpa gangguan dengan cara Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 menjaga likuiditas tetap stabil. Menurut Baghaskara dan Retnani . likuiditas mempengaruhi negatif terhadap financial distress. Maka financial distress akan berkurang ketika likuiditas meningkat. Berikut Adalah beberapa permasalahan berdasarkan latar belakang penelitian: . Apakah arus kas berpengaruh terhadap financial distress?, . Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap financial distress?, . Apakah likuiditas berpengaruh terhadap financial Berikut adalah beberapa tujuan penelitian permasalahan berdasarkan permasalahan diatas: . Untuk memberikan bukti empiris pengaruh arus kas terhadap financial distress, . Untuk memberikan bukti empiris pengaruh profitabilitas terhadap financial distress, . Untuk memberikan bukti empiris pengaruh arus kas terhadap financial distress. TINJAUAN TEORITIS Signaling Theory Teori sinyal memaparkan bagaimana investor dan calon investor bisa mempunyai informasi yang serupa dari informan, yakni manajemen memperoleh informasi yang bermanfaat mengenai keadaan suatu kondisi perusahaan (Darmayanti et al. , 2. Pada teori sinyal, likuiditas yang besar menjelaskan kemampuan yang baik terkait pelunasan hutang, sehingga ini adalah sinyal positif yang menjelaskan jika perusahaan ada pada keadaan yang sehat (Restianti dan Agustina, 2. Pada teori sinyal, sinyal negatif yang diperoleh investor dan pihak lainnya sebab perusahaan mempunyai intensitas pengeluaran yang besar karena ada hutang, maka investor bisa menggali alternatif pengembalian investasi mereka (Sanchiani dan Bernawati, 2. Sinyal negatif menjelaskan kegagalan perusahaan pada pengelolaan aset sehingga ada risiko financial distress (Annisa et al. , 2. Agency Theory Menurut teori agensi, ada hubungan kontraktual antara principal . dan agen . Menurut hubungan ini, konflik dapat muncul jika dua belah pihak memiliki tujuan yang berbeda. Biasanya, investor ingin meningkatkan kekayaan dan kemakmuran, tetapi manajer selalu fokus pada upaya untuk meningkatkan kesejahteraannya. Asimetri informasi yaitu ketidakseimbangan informasi yang dikarenakan terdapat distribusi informasi tidak serupa dari agen dan principal yang dikarenakan terdapat kesulitan principal sebagai pengawasan dan menerapkan kontrol pada aktivitas yang diterapkan para agen (Chrissentia dan Syarief, 2. Sebagai akibat dari asimetri informasi, principal mengalami kesulitan dalam memonitoring dan mengendalikan keputusan agen disebabkan oleh principal tidak punya akses informasi untuk kebutuhan mengevaluasi agen. Arus Kas Laporan arus kas digunakan para manajemen untuk melakukan evaluasi kinerja operasional perusahaan, dan menjadi dasar untuk merencanakan kegiatan investasi dan pembiayaan di masa mendatang. Arus kas memiliki tiga komponen utama, salah satunya komponen aktivitas operasi ialah sumber utama kas perusahaan dari transaksi terkait beban operasional dan pendapatan. Kondisi keuangan perusahaan menjadi informasi penting tentang kesehatan perusahaan, serta arus kas operasi perusahaan. Perubahan kas bisa berdampak signifikan terhadap keadaan keuangan perusahaan (Bachtiar dan Handayani 2. Suatu manfaat informasi arus kas yaitu melihat hasil kegiatan operasional perusahaan (Finishtya, 2. Profitabilitas Perusahaan menghasilkan laba dari kegiatan operasionalnya, perusahaan memaksimalkan untuk menekan biaya operasionalnya guna memperoleh laba yang jauh lebih Tetapi jika biaya operasional melebihi pendapatan maka yang didapatkan adalah rugi. Pengaruh Arus Kas. Profitabilitas. Noor Hanna Rahmawatie. David Efendi Oleh karena itu, rasio ini dapat menjadi faktor keberhasilan kemajuan suatu perusahaan di mata investor (Hermuningsih et al. , 2. Profitabilitas juga menggambarkan tingkat efektivitas manajemen perusahaan, sehingga dapat menjadi dasar dalam melakukan evaluasi (Azalia dan Rahayu, 2. Profitabilitas menjelaskan laba perusahaan yang bisa digunakan menjadi landasan dalam mengambil keputusan (Saputri dan Asrori, 2. Likuiditas Likuiditas mengacu pada pengevaluasian kompetensi terhadap pembayaran kewajiban lancar menggunakan aset lancar hingga batas pembayaran. Likuiditas melakukan lebih dari sekadar menunjukkan stabilitas keuangan yaitu mampu mengubah aset lancar menjadi kas, kompetensi tersebut yang digunakan penilaian tingkat likuiditas. Semakin tinggi rasio likuiditas maka menjelaskan perusahaan pada keadaan likuid dimana keadaan keuangan ada dalam kondisi baik dan bisa memberikan jaminan liabilitas lancar dengan aset lancar yang dimiliki (Rizkiyah dan Amanah, 2. Financial distress Financial distress adalah kondisi kesulitan keuangan perusahaan sebagai pemenuhan kewajiban yang bisa menyebabkan kebangkrutan (Syafira dan Asyik, 2. Perusahaan dengan tingkat penjualan yang tinggi belum tentu memiliki beban yang sedikit, dimana jika beban yang dimiliki cukup besar maka dapat menyebabkan laba yang dihasilkan hanya sedikit akibat pendapatan perusahaan telah digunakan untuk menutupi beban perusahaan sehingga kemungkinan perusahaan mengalami financial distress akan semakin besar (Rahayu dan Sopian, 2. Kondisi-kondisi tersebut membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam dalam mengambil tindak untuk melindungi aset yang perusahaan miliki dari risiko kebangkrutan. Pengelolaan kesulitan keuangan jangka pendek . idak mampu membayar kewajiban keuangan pada saat jatuh temp. yang tidak tepat maka akan menimbulkan permasalahan perusahaan yang lebih besar yaitu menjadi tidak solvable . umlah utang lebih besar dari pada jumlah ase. dan akhirnya mengalami kebangkrutan (Munawir, 2. PENELITIAN TERDAHULU Pertama. Zulpahmi et al. menunjukkan hasil bahwa arus kas operasi berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Kedua. Susanti et al. Wardana et al. menunjukkan hasil bahwa arus kas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial Ketiga. Igariana . menunjukkan hasil bahwa arus kas mempengaruhi signifikan terhadap financial distress. Keempat. Rizkiyah dan Amanah . menunjukkan hasil bahwa laba berpengaruh negatif terhadap kondisi financial distress. Kelima. Murni . menunjukkan hasil bahwa return on assets mempengaruhi negatif dan signifikan terhadap tingkat financial distress. Keenam. Maulidia dan Asyik . Indarti dan Sapari . menunjukkan hasil bahwa Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial Ketujuh. Nurhayani dan Sapari . Nabawi dan Efendi . Venisa dan Widjaja . Susanti et al. Annisa et al. Baghaskara dan Retnani . Kharismawan dan Efendi . menunjukkan hasil bahwa Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap financial distress. Kedelapan. Baghaskara dan Retnani . menunjukkan hasil bahwa likuiditas mempengaruhi negatif terhadap financial distress. Kesembilan. Bukhori et al. , . menunjukkan hasil bahwa likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial Kesepuluh. Kharismawan . Annisa et al. Ramadani dan Ratmono . Naibaho dan Natasya . menunjukkan hasil bahwa likuiditas berpengaruh negatif terhadap financial distress. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Rerangka Konseptual Rerangka konseptual dalam penelitian dijabarkan dalam bentuk bagan untuk menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, sebagai berikut: Arus Kas Financial Profitabilitas Likuiditas Gambar 1 Rerangka pemikiran Pengembangan Hipotesis Pengaruh Arus Kas Terhadap Financial distress Arus kas operasi memiliki peran utama pada perusahaan yakni berfungsi sebagai kegiatan perusahaan yang berperan sebagai pemberi pemasukan utama dikarenakan menjalankan fungsinya yakni sebagai operasional perusahaan, tentunya sebagai dasar evaluasi kompetensi perusahaan dalam memperoleh pemasukan kas dan setara kas. Maka sebab itu, arus kas sebagai komponen informasi kompetensi mengenai kesehatan perusahaan. Apabila arus kas suatu perusahaan jumlahnya besar, maka pihak kreditur akan memiliki keyakinan pengembalian atas kredit yang diberikan. Financial distress adalah sebuah keadaan dimana arus kas operasi perusahaan tidak cukup untuk memenuhi kewajiban lancarnya (Hartanto dan Dwidjosumarno, 2. Arus kas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress (Susanti et al. , 2022. Wardana et al. Semakin diperkuat oleh Zulpahmi et , . arus kas operasi berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Maka dapat disimpulkan apabila perusahaan memiliki penurunan arus kas berhubungan dengan peningkatan risiko financial distress. H1: Arus kas berpengaruh negatif terhadap financial distress Pengaruh Profitabilitas Terhadap Financial distress Profitabilitas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari setiap tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu (Hanafi dan Halim, 2. Rasio profitabilitas juga mengukur kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan kepemilikan aset agar dapat menghasilkan laba. Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap financial distress (Nurhayani dan Sapari, 2020. Nabawi dan Efendi, 2020. Venisa dan Widjaja, 2022. Susanti et al. , 2022. Annisa et al. , 2022. Baghaskara, 2022. Kharismawan, 2. Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress (Maulidia dan Asyik, 2020. Indarti dan Sapari, 2. Semakin diperkuat oleh Igariana . Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Maka dapat disimpulkan semakin tinggi profitabilitas perusahaan maka semakin rendah terjadinya financial distress. H2: Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap financial distress Pengaruh Profitabilitas Terhadap Financial distress Perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi mengindikasikan perusahaan memiliki sejumlah aset lancar yang siap untuk membayar utang jangka pendeknya sehingga perusahaan tersebut terhindar dari kondisi financial distres (Carolina et al. , 2. Likuiditas berpengaruh negatif terhadap financial distress (Kharismawan, 2022. Annisa et al. , 2022. Ramadani dan Ratmono, 2022. Naibaho dan Natasya, 2. Semakin diperkuat oleh Bukhori Pengaruh Arus Kas. Profitabilitas. Noor Hanna Rahmawatie. David Efendi et al. , . likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Maka dapat disimpulkan semakin tinggi likuiditas perusahaan maka semakin rendah terjadinya financial distress. H3: Likuiditas berpengaruh negatif terhadap financial distress METODE PENELITIAN Jenis Penelitian dan Gambaran Populasi Penelitian Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono. Filsafat positivisme memandang realitas/gejala/fenomena itu dapat diklasifikasikan, relatif tetap, konkret, teramati, terukur, dan hubungan gejala bersifat sebab akibat (Sugiyono. Variabel independennya ialah likuiditas, profitabilitas, dan kas arus. Financial distress menjadi variabel dependen. Populasinya dari perusahaan sektor property and real estate yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Teknik Pengambilan Sampel Sampel yang digunakan adalah seluruh perusahaan di sektor property and real estate yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2023. Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Kriteria penentuan sampel dalam penelitian ini yaitu: . Perusahaan property and real estate yang terdaftar di BEI pada periode 2021-2023, . Perusahaan property and real estate yang menerbitkan laporan keuangan di periode 2021-2023 secara berturut-turut, . Perusahaan property and real estate yang mengalami kerugian pada periode 2021-2023. Tabel 1 Daftar Kriteria Penentuan Sampel No. Kriteria Penentuan Sampel Perusahaan property and real estate yang terdaftar di BEI pada periode 2021-2023. Perusahaan property and real estate yang laporan keuangannya tidak tersedia pada periode 2021-2023 secara berturut-turut Perusahaan property and real estate yang mengalami laba pada periode 2021-2023. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria penelitian Sampel pengamatan 2021-2023 Sumber: Laporan Keuangan. Diolah Jumlah . Teknik Pengumpulan Data Memanfaatkan teknik dokumentasi pada perusahaan sektor property and real estate untuk memperoleh data laporan keuangan yang dipublikasi pada periode 2021-2023. Memanfaatkan laporan keuangan perusahaan sebagai data sekunder, yang berada di sektor property and real estate periode 2021Ae2023 dalam situs resmi Bursa Efek Indonesia dan situs resmi sampel Variabel dan Definisi Operasional Variabel No. Variabel Definisi Operasional Variabel Arus kas berperan sebagai variabel independen dalam penelitian ini. Arus kas merupakan suatu laporan yang memberikan informasi yang relevan mengenai penerimaan kas suatu perusahaan dalam suatu periode Arus kas tertentu (Harahap, 2. Semakin tinggi tingkat rasio ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengubah sales perusahaan menjadi kas. Profitabilitas berperan sebagai variabel independen Profitabilitas dalam penelitian ini. Profitabilitas berfungsi menilai kemampuan berdasarkan keuntungan perusahaan. Proksi Arus Kas Operasi: Arus Kas Operasi Total Aset Return On Assets: Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 No. Variabel Likuiditas Financial distress Definisi Operasional Variabel Return On Assets (ROA) adalah rasio yang menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam memproduksi hingga memperoleh laba selama satu periode waktu relatif terhadap total aset yang dimiliki. Likuiditas berperan sebgai variabel independen. Likuiditas dengan pengukuran Current Ratio (CR) sebagai rasio penilaian pemenuhan kewajiban jangka pendeknya oleh perusahaan. Apabila nilainya rendah menunjukkan perusahaan memiliki keterbatasan aset lancar untuk membayar liabilitas lancar, sehingga menandakan kondisi keuangan yang menurun. Financial distress berperan sebagai variabel dependen. Variabel ini diklasifikasikan sebagai variabel biner, yang disajikan dalam bentuk dummy. Kategori binernya meliputi nilai 0 untuk perusahaan yang tidak masuk kategori financial distress, dan nilai 1 untuk perusahaan yang masuk kategori financial distress. Dalam penelitian ini, kondisi financial distress diproksikan menggunakan metode Altman ZAo-Score, di mana ambang batas yang digunakan adalah 1,81. Perusahaan yang memiliki nilai ZAo-Score < 1,81 masuk kategori financial distress, sedangkan perusahaan dengan nilai ZAo-Score > 2,99 tidak masuk kategori financial distress. Zona abu-abu muda yang mendekati batas aman dalam kisaran 2,5 Ae 2,99 yang menunjukkan perusahaan masih dapat dianggap cukup sehat tetapi perlu tetap berhati-hati dan zona abu-abu gelap yang mendekati batas kisaran 1,81 Ae 2,5 yang menunjukkan risiko financial distress yang lebih nyata dan munculnya tanda-tanda kerentanan yang serius, dengan nilai 1 jika ZAo-Score perusahaan menunjukkan zona gagal bayar atau zona abu-abu gelap. dan 0 jika tidak (Lagasio et al. , 2. Proksi Laba Bersih Total aset Current Ratio: Aset Lancar Liabilitas Lancar ZAo-Score: 0,717 X1 0,847 X2 3,107 X3 0,420 X4 0,988 X5 Teknik Analisis Data Uji Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewness (Ghozali, 2. Analisis statistik deskriptif secara obyektif mengklasifikasi, menganalisis, dan menginterpretasikan data yang diteliti untuk mempermudah memahami variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian (Nabawi dan Efendi, 2. Uji Analisis Regresi Logistik Biner Pada regresi logistik biner, outcome dari variabel dependen memiliki 2 kategori yaitu Aumasuk kategori financial distressAy dan Autidak masuk kategori financial distressAy yang disimbolkan dengan coding angka y=1 . asuk kategori financial distres. dan y=0 . idak masuk kategori financial distres. (Susila et al. , 2. P (FD=. Keterangan: FD=1 1, 2, 3 ARS_KAS 1 ARS_KAS 2 PROFIT 3 LIK) 1 e. 1 ARS_KAS 2 PROFIT 3 LIK) : Probabilitas perusahaan yang masuk kategori finansial distress : Konstanta : Koefisien regresi : Arus Kas Pengaruh Arus Kas. Profitabilitas. Noor Hanna Rahmawatie. David Efendi PROF LIK : Profitabilitas : Likuiditas Uji Kelayakan Model Menguji kesesuaian model menggunakan Hosmer and LameshowAos Goodness of Fit Test (Susila et , 2. Jika hasil uji < 0. 05, maka model tidak layak dengan data. Jika hasil uji >0. maka model layak dengan data Uji Keseluruhan Data Pengujian ini digunakan bertujuan untuk menilai keseluruhan model yang telah dihipotesiskan apakah fit atau tidak dengan data (Ghozali, 2. Untuk menilai keseluruhan model ditunjukkan dengan -2 log likelihood value yaitu membandingkan nilai antara -2 log likelihood pada awal . lock number = . dengan nilai -2 log likelihood pada akhir . lock number = Apabila nilai -2 log likelihood . lock number = . lebih besar dari nilai -2 log likelihood . lock number = . , maka menunjukkan keseluruhan model yang baik. Penurunan log likelihood menunjukkan model semakin baik. Uji Koefisien Determinasi Menguji kebaikan model menggunakan NagelkerkeAos R Square (Susila et al. , 2. NagelkerkeAos R Square merupakan suatu pengujian untuk menguji seberapa besar pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen (Nabawi dan Efendi, 2. Nilai NagelkerkeAos R Square bervariasi dari 0 . sampai 1 . Nilai yang kecil menandakan kompetensi variabel independen yakni arus kas, profitabilitas, dan likuiditas dalam menjelaskan variabel dependen yakni financial distress menjadi terbatas. Apabila nilai NagelkerkeAos R Square semakin mendekati 1 . maka model dianggap semakin goodness of fit (Ghozali, 2. Tabel Klasifikasi Tabel klasifikasi digunakan untuk menghitung nilai estimasi yang benar dan salah (Ghozali, 2. Tabel klasifikasi berfungsi guna menjadi prediksi dari model regresi yang digunakan untuk memprediksi probabilitas perusahaan yang berada dalam situasi masuk dalam kategori financial distress. Pada kolom terdapat dua nilai prediksi dari variabel dependen yaitu financial distress . dan tidak financial distress . Sedangkan pada baris menunjukkan nilai observasi yang sesungguhnya dari variabel (Nabawi dan Efendi, 2. Daya prediksi dari model regresi berfungsi menjadi memprediksi probabilitas terjadinya financial disress yang dinyatakan dalam persentase. Uji Hipotesis Omnibus Tests Of Model Coefficients adalah pengujian serentak (Susila et al. , 2. Menurut (Susila et al. , 2. Ada pun hipotesisnya sebagai berikut: . HCA: tidak ada satupun variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. HCA: minimal terdapat satu variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Dengan tingkat signifikansi = 5%, maka kriteria pengujian adalah menerima HCA dan menolak HCA jika signifikansi > 0,05 (Nabawi dan Efendi, 2. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewness (Ghozali, 2. Berikut Statistik deskriptif disajikan: Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 ARS_KAS PROFIT LIK Valid N . Sumber: Output SPSS25 Tabel 2 Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif Minimum Maximum Mean Std. Deviation Dari hasil uji dapat diinterpretasikan pada perusahaan yang rugi 3 tahun. Arus kas menunjukkan nilai minimum sebesar -0,2690 dan nilai maksimum sebesar 2,467 dengan nilai ratarata 0,000 dan standar deviasi 1,000 menunjukkan terdapat arus kas operasi yang menurun -2,690 dari total aset karena kondisi keuangan yang krisis hingga perusahaan kesulitan menghasilkan kas dari aktivitas operasi dan nilai maksimum 2,647 menunjukkan penundaan pembayaran kewajiban hingga perusahaan berada pada kondisi financial distress. Profitabilitas menunjukkan nilai minimum sebesar -3,203 dan nilai maksimum sebesar 0,946 dengan nilai rata-rata 0,000 dan standar deviasi 1,000 menunjukkan terdapat kerugian perusahaan -3,203 maka profitabilitas semakin menurun hingga berakibat pada financial distress karena perusahaan tidak dapat mengoptimalkan aset guna memperoleh laba dan nilai maksimum 0,946 menunjukkan mengalami kerugian yang paling ringan. Namun perusahaan tersebut tetap berada pada kondisi financial distress. Likuiditas menunjukkan nilai minimum sebesar -0,617 dan nilai maksimum sebesar 3,730 dengan nilai rata-rata 0,000 dan standar deviasi 1,000 menunjukkan terdapat likuiditas perusahaan -0,617 maka likuiditas perusahaan sangat rendah hingga aset lancar tidak mampu memenuhi kewajibannya dan nilai maksimum 0,946 menunjukkan penumpukan aset lancar perusahaan, seperti piutang tak tertagih dan persediaan yang tidak terjual. Penumpukan aset lancar ini akan memperparah kondisi financial distress. Hasil Uji Analisis Regresi Logistik Biner Analisis regresi logistik sangat sesuai pada penelitian dengan variabel dependennya bersifat kategorikal yakni variabel dependen yang memiliki penilaian 2 kategori yaitu Aumasuk kategori financial distressAy dan Autidak masuk kategori financial distressAy yang disimbolkan dengan coding angka y=1 . asuk kategori financial distres. yang mencerminkan perusahaan tidak masuk dalam kategori financial distress dan y=0 . idak masuk kategori financial distres. yang mencerminkan perusahaan masuk dalam kategori financial distress. Hasil analisis regresi logistik ditunjukkan: Tabel 3 Hasil Analisis Regresi Logistik Variables in the Equation Step 1a ARS_KAS PROFIT LIK Constant Sig. Exp(B) 95% C. for EXP(B) Lower Upper Sumber: Output SPSS25 Berdasarkan hasil uji analisis regresi logistic maka diperoleh persamaan regresi logistik sebagai berikut: P (FD=. ,625 0,381 ARS_KAS-2,473 PROFIT--1,131 LIK) 1 e. ,625 0,381 ARS_KAS-2,473 PROFIT--1,131 LIK) Dari hasil uji dapat diinterpretasikan pada perusahaan yang rugi 3 tahun, arus kas menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,381 dan signifikansi 0,395>0,05 dengan Exp(B) sebesar Pengaruh Arus Kas. Profitabilitas. Noor Hanna Rahmawatie. David Efendi 1,644 menunjukkan pengaruh positif ke kondisi financial distress karenaa operasional perusahaan tidak dapat menghasilkan kas, hingga defisit kas. Namun tidak memiliki pengaruh signifikan, maka dari itu setiap kenaikan akan meningkatkan peluang financial distress sebesar 1,464 kali lipat. Profitabilitas menunjukkan koefisien regresi sebesar -2,473 dan signifikansi 0,114>0,05 dengan Exp(B) sebesar 0,084 menunjukkan pengaruh negatif ke kondisi financial distress. Maka dari itu semakin meningkatnya profitabilitas maka financial distress pun menurun. Serta sebaliknya, profitabilitas yang menurun maka financial distress meningkat karena aset perusahaan tidak dioptimalkan secara efisien hingga berisiko bangkrut. Namun tidak memiliki pengaruh signifikan, maka dari itu setiap kenaikan akan menurunkan peluang financial distress sebesar 0,084 kali lipat. Likuiditas menunjukkan koefisien regresi sebesar -1,131 dan signifikansi 0,021<0,05 dengan Exp(B) sebesar 0,323 menunjukkan pengaruh negatif ke kondisi financial distress. Maka dari itu semakin meningkatnya likuiditas maka financial distress pun menurun. Serta sebaliknya, likuiditas yang menurun maka financial distress meningkat karena penumpukan aset yang tidak termanfaatkan secara optimal seperti piutang tak tertagih dan persediaan tidak terjual yang berakibat kesulitan memenuhi kewajiban hingga gagal bayar kewajiban. Hal tersebut memilki pengaruh yang signifikan, maka dari itu setiap kenaikan akan menurunkan peluang financial distress sebesar 0,323 kali lipat. Hasil Uji Kelayakan Model Pengujian kelayakan dilakukan dengan menggunakan Hosmer and LemeshowAos Goodness Fit Test guna menguji hipotesis nol, apakah data sesuai dengan model . idak ada perbedaan antara model dengan data sehingga model dapat dikatakan fi. Hosmer and LemeshowAos Goodness Fit Test adalah menguji kesesuaian model (Susila et al. , 2. Jika hasil uji < 0. maka model tidak layak dengan data. Jika hasil uji >0. 05, maka model layak dengan data. Step Sumber: Output SPSS25 Tabel 4 Hasil Uji Kelayakan Model Regresi Hosmer and Lemeshow Test Chi-square Sig Dari hasil uji dapat diinterpretasikan, chi-square memiliki nilai sebesar 15,252 dengan nilai signifikansi 0,054>0,05 dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol diterima maka model layak dan dapat memprediksi nilai atau data. Hasil Uji Keseluruhan Model Pengujian ini digunakan bertujuan untuk menilai keseluruhan model yang telah dihipotesiskan apakah fit atau tidak dengan data (Ghozali, 2. Untuk menilai keseluruhan model ditunjukkan dengan -2 log likelihood value yaitu membandingkan nilai antara -2 log likelihood pada awal . lock number = . dengan nilai -2 log likelihood pada akhir . lock number = . Apabila nilai -2 log likelihood . lock number = . lebih besar dari nilai -2 log likelihood . lock number = . , maka menunjukkan keseluruhan model yang baik. Penurunan log likelihood menunjukkan model semakin baik Tabel 5 Hasil Uji Overall Model Fit Step 0 Iteration Historya,b,c -2 Log Likelihood Coefficient Constant Constant is included in the model. Initial -2 Log Likelihood: 40. Estimation terminated at iteration number 4 because parameter estimates changed by less than . Iteration Steip 0 Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Step -2 Log Likelihood Sumber: Output SPSS25 Tabel 6 Hasil Uji Overall Model Fit Step 1 Model Summary Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square Dari hasil uji dapat diinterpretasikan. Pada step 0 terdiri dari -2 Log Likelihood sebesar 40,901 menunjukkan nilai ketika belum memasukkan variabel independen dan menjadi pembanding awal karena nilainya masih cukup tinggi, berarti model awal belum akurat dalam memprediksi data belum akurat dalam memprediksi data. Pada step 1 terdiri terdiri dari -2 Log Likelihood sebesar 40,901 menunjukkan nilai ketika semua variabel independen seperti arus kas, profitabilitas, dan likuiditas dimasukkan ke dalam model. Penurunan dari 40,901 ke 27,799, menunjukkan model akhir lebih baik dalam memprediksi financial distress dibandingkan model awal. Hasil Uji Koefisien Determinasi Menguji kebaikan model menggunakan NagelkerkeAos R Square (Susila et al. , 2. NagelkerkeAos R Square merupakan suatu pengujian untuk menguji seberapa besar pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen (Nabawi dan Efendi, 2. Nilai NagelkerkeAos R Square bervariasi dari 0 . sampai 1 . Nilai yang kecil menandakan kompetensi variabel independen yakni arus kas, profitabilitas, dan likuiditas dalam menjelaskan variabel dependen yakni financial distress menjadi terbatas. Apabila nilai NagelkerkeAos R Square semakin mendekati 1 . maka model dianggap semakin goodness of fit (Ghozali, 2. Step -2 Log Likelihood Sumber: Output SPSS25 Tabel 7 Hasil Uji Overall Model Fit Step 1 Model Summary Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square Dari hasil uji dapat diinterpretasikan. Nagelkerke R Square memiliki nilai sebesar 43,1% menunjukkan model dapat menjelaskan 43,1% kondisi financial distress pada perusahaan. Sedangkan 56,9% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Hasil Uji Tabel Klasifikasi Tabel klasifikasi digunakan untuk menghitung nilai estimasi yang benar dan salah (Ghozali, 2. Tabel klasifikasi berfungsi guna menjadi prediksi dari model regresi yang digunakan untuk memprediksi probabilitas perusahaan yang berada dalam situasi masuk dalam kategori financial distress. Pada kolom terdapat dua nilai prediksi dari variabel dependen yaitu masuk kategori financial distress . dan tidak masuk financial distress . Sedangkan pada baris menunjukkan nilai observasi yang sesungguhnya dari variabel (Nabawi dan Efendi, 2. Hasil klasifikasi ditunjukkan sebagai berikut: Tabel 8 Hasil Uji Klasifikasi Classification Table Observed Tidak Masuk Kategori FD Masuk Kategori FD Overall Percentage The cut value is . Sumber: Output SPSS25 Step 1 Financial distress Predicted Financial distress Tidak Masuk Masuk Kategori Kategori FD Percentage Correct Pengaruh Arus Kas. Profitabilitas. Noor Hanna Rahmawatie. David Efendi Dari hasil uji dapat diinterpretasikan, menurut prediksi yang tidak masuk kategori financial distress memiliki jumlah observasi 8 perusahaan yang sebenarnya tidak masuk kategori financial distress yaitu 3 perusahaan diprediksi benar tidak masuk kategori financial distress dan 5 perusahaan diprediksi yang semestinya tidak masuk kategori financial distress namun diprediksi masuk kategori financial distress. Selanjutnya menurut prediksi yang masuk kategori financial distress memiliki jumlah observasi 34 perusahaan yang sebenarnya masuk kategori financial distress yaitu 34 perusahaan diprediksi benar masuk kategori financial distress dan 0 perusahaan diprediksi yang semestinya masuk kategori financial distress namun diprediksi tidak masuk kategori financial distress. Hasil Uji Hipotesis Omnibus Tests Of Model Coefficients adalah pengujian serentak (Susila et al. , 2. Menurut (Susila et al. , 2. Ada pun hipotesisnya sebagai berikut: . HCA: Tidak ada satupun variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. HCA: Minimal terdapat satu variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Dengan tingkat signifikansi = 5%, maka kriteria pengujian adalah menerima HCA dan menolak HCA jika signifikansi > 0,05 (Nabawi dan Efendi, 2. Step 1 Step Block Model Sumber: Output SPSS25 Tabel 9 Hasil Uji Hipotesis Omnibus Tests of Model Coefficients Chi-square Sig. Dari hasil uji dapat diinterpretasikan, step yaitu tahap seluruh variabel independen dimasukkan ke dalam model regresi dan menunjukkan nilai chi-square 13,102 dengan signifikansi 0,004<0,05 yang menunjukkan arus kas, profitabilitas, dan likuiditas secara keseluruhan memiliki pengaruh signifikan terhadap financial distress, block yaitu kelompok seluruh variabel independen yang dimasukkan sebagai satu block dan menunjukkan nilai chisquare 13,10 dengan signifikansi 0,004<0,05 yang menunjukkan arus kas, profitabilitas, dan likuiditas secara keseluruhan memiliki pengaruh signifikan terhadap financial distress, dan model yaitu keseluruhan model akhir setelah semua variabel dimasukkan dan menunjukkan nilai chi-square 13,102 dengan signifikansi 0,004<0,05 yang menunjukkan arus kas, profitabilitas, dan likuiditas secara keseluruhan memiliki pengaruh signifikan terhadap financial distress. Pembahasan Pengaruh Arus Kas Terhadap Financial distress Dari seluruh hasil analisis pada perusahaan yang rugi 3 tahun menunjukkan hasil koefisien regresi positif sebesar 0,381 ke kondisi financial distress karena aktivitas operasional perusahaan tidak dapat menghasilkan kas, hingga berakibat defisit kas. Namun tidak memiliki pengaruh signifikan 0,395>0,05, maka dari itu setiap kenaikan akan meningkatkan peluang financial distress sebesar 1,464 kali lipat. Dalam perspektif teori sinyal, penurunan arus kas memberi sinyal negatif bahwa kinerja keuangan perusahaan menurun dan berisiko mengganggu keberlanjutan operasional karena tidak ada kas masuk untuk membayar biaya. Hal ini membuat investor kehilangan kepercayaan, sebab kemampuan perusahaan mengelola modal melemah sehingga return berkurang, dan perusahaan tampak tidak efektif maupun efisien. Kondisi ini menurunkan nilai serta citra perusahaan di mata pihak eksternal seperti investor, kreditor, masyarakat, dan Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 pemerintah, yang pada akhirnya tercermin dari turunnya harga saham sebagai tanda krisis Dalam perspektif teori agensi, penurunan arus kas operasi menunjukkan manajemen tidak mampu memenuhi kewajibannya mengelola arus kas secara efisien karena tujuan dengan investor tidak selaras. Investor mengharapkan efisiensi untuk meningkatkan nilai perusahaan, sementara manajemen mengejar kepentingan pribadi. Namun demi hasil evaluasi kinerja yang baik, manajemen menyajikan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ketidakseimbangan informasi . simetri informas. ini meningkatkan risiko financial distress karena kinerja perusahaan tidak dapat diperbaiki. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Financial distress Dari seluruh hasil analisis pada perusahaan yang rugi 3 tahun menunjukkan hasil koefisien regresi negatif sebesar -2,473 ke kondisi financial distress. Maka dari itu semakin meningkatnya profitabilitas maka financial distress pun menurun. Serta sebaliknya, profitabilitas yang menurun maka financial distress meningkat karena aset perusahaan tidak dioptimalkan secara efisien hingga berisiko bangkrut. Namun tidak memiliki pengaruh signifikan 0,144>0,05, maka dari itu setiap kenaikan akan menurunkan peluang financial distress sebesar 0,084 kali lipat. Dalam perspektif teori sinyal, profitabilitas yang meningkat akan menurunkan peluang financial distress dan memberi sinyal positif kepada investor karena perusahaan mampu meningkatkan nilai. Sebaliknya, ketika profitabilitas menurun maka peluang financial distress meningkat, yang memberi sinyal negatif kepada kreditur bahwa kinerja keuangan perusahaan melemah dan berisiko mengganggu keberlanjutan karena tidak mampu menghasilkan laba dari aset sehingga kesulitan membayar biaya operasional. Oleh karena itu, manajemen berkewajiban menekan biaya operasional agar efisien demi meningkatkan laba sehingga investor tidak menerima sinyal negatif. Jika sinyal negatif tetap diterima pihak eksternal, citra perusahaan akan memburuk dan harga saham menurun. Dalam perspektif teori agensi, ketika profitabilitas menurun maka manajemen tidak mampu memenuhi kewajibannya menghasilkan laba secara optimal, padahal laba dapat mengurangi risiko financial distress sebesar 0,084 kali lipat. Tujuan investor dan manajemen seharusnya selaras untuk mengoptimalkan laba, di mana manajemen berperan langsung pada operasional dan investor mengevaluasi kinerja manajemen agar kinerja keuangan semakin Namun tujuan ini dapat tidak selaras karena manajemen memiliki kepentingan pribadi yang merusak kinerjanya. Meskipun demikian, manajemen tetap ingin terlihat baik di hadapan investor sehingga informasi kondisi keuangan yang diberikan menjadi tidak akurat. Pengaruh Likuiditas Terhadap Financial distress Dari hasil analisis tersebut pada perusahaan yang rugi 3 tahun menunjukkan hasil koefisien regresi negatif sebesar -1,131 ke kondisi financial distress. Maka dari itu semakin meningkatnya likuiditas maka financial distress pun menurun. Serta sebaliknya, likuiditas yang menurun maka financial distress meningkat karena penumpukan aset yang tidak termanfaatkan secara optimal seperti piutang tak tertagih dan persediaan tidak terjual yang berakibat kesulitan memenuhi kewajiban hingga gagal bayar kewajiban yang menyebabkan risiko kebangkrutan. Hal tersebut memilki pengaruh yang signifikan 0,021<0,05, maka dari itu setiap kenaikan akan menurunkan peluang financial distress sebesar 0,323 kali lipat. Dalam perspektif teori sinyal, likuiditas yang rendah merupakan sinyal negatif bagi kreditur, pemasok, dan investor karena perusahaan dinilai tidak mampu menjaga kestabilan Kondisi ini menurunkan kepercayaan terhadap keberlangsungan usaha, mengurangi peluang memperoleh tambahan modal, dan pada akhirnya memperparah financial distress. Dalam perspektif teori agensi, rendahnya likuiditas memperbesar konflik antara Pengaruh Arus Kas. Profitabilitas. Noor Hanna Rahmawatie. David Efendi manajemen dan pemegang saham. Saat kekurangan kas, manajemen cenderung fokus menjaga likuiditas jangka pendek dengan menjual aset yang masih bermanfaat atau menambah utang jangka pendek, yang justru menurunkan nilai dan memperburuk stabilitas SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Objek perusahaan menggunakan sektor property and real estate yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2023. Hasil berikut didasarkan pada temuan penelitian: . Dari seluruh hasil analisis pada perusahaan yang rugi 3 tahun menunjukkan hasil koefisien regresi positif ke kondisi financial distress karena aktivitas operasional perusahaan tidak dapat menghasilkan kas, hingga berakibat defisit kas. Namun tidak memiliki pengaruh signifikan, maka dari itu setiap kenaikan akan meningkatkan peluang financial distress, . Dari seluruh hasil analisis pada perusahaan yang rugi 3 tahun menunjukkan hasil koefisien regresi negatif ke kondisi financial distress. Maka dari itu semakin meningkatnya profitabilitas maka financial distress pun menurun. Serta sebaliknya, profitabilitas yang menurun maka financial distress meningkat karena aset perusahaan tidak dioptimalkan secara efisien hingga berisiko Namun tidak memiliki pengaruh signifikan, maka dari itu setiap kenaikan akan menurunkan peluang financial distress, . Dari hasil analisis tersebut pada perusahaan yang rugi 3 tahun menunjukkan hasil koefisien regresi negatif sebesar -1,131 ke kondisi financial Maka dari itu semakin meningkatnya likuiditas maka financial distress pun menurun. Serta sebaliknya, likuiditas yang menurun maka financial distress meningkat karena penumpukan aset yang tidak termanfaatkan secara optimal seperti piutang tak tertagih dan persediaan tidak terjual yang berakibat kesulitan memenuhi kewajiban hingga gagal bayar kewajiban yang menyebabkan risiko kebangkrutan. Hal tersebut memilki pengaruh yang signifikan 0,021<0,05, maka dari itu setiap kenaikan akan menurunkan peluang financial distress sebesar 0,323 kali lipat. Keterbatasan Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan maka keterbatasan dalam penelitian ini sebagai berikut: . Terdapat 14 perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini yang hanya menggunakan perusahaan sektor property and real estate yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), . Perusahaan yang mengalami kerugian selama 3 tahun sebagai sampel khusus dan menggunakan periode 2021-2023. Saran Dari kesimpulan dan keterbatasan dalam penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan penulis yaitu sebagai berikut: . Bagi peneliti selanjutnya diharapkan juga untuk melakukan penelitian terhadap perusahaan sektor lainnya seperti consumer non-cyclicals, consumer cyclicals, retailing, dan sektor lainnya, . Bagi perusahaan seharusnya agar lebih meningkatkan kinerja perusahaan dan pengelolaan manajemen yang baik sehingga mengurangi risiko-risiko dari faktor-faktor yang dapat menimbulkan kondisi, financial distress sehingga dapat mencegah serta meminimalisir akan terjadinya kondisi financial distress, . Bagi investor, sebaiknya lebih memahami serta mampu mendapatkan informasi perusahaan untuk mendukung keputusan investasi. DAFTAR PUSTAKA