Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. September 2025 - Februari 2026 E-ISSN 2776-7752 P-ISSN 2775-197X Pemanfaatan Pemanas Berbasis Embedded Controller Sebagai Upaya Pemberdayaan Petani Kentang di Dusun Jampit Desa Jampit Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso Achmad Maududie 1*. Anang Andrianto 2. Rini Purwatiningsih 3 Program Studi Teknologi Informasi. Universitas Jember. Indonesia Program Studi Agribisnis. Universitas Bondowoso. Indonesia Abstrak Masyarakat Dusun Jampit. Desa Jampit. Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso, khususnya masyarakat yang tergabung dalam kelompok pengajian PANCASONA memiliki permasalahan dalam pasca produksi kentang putih yaitu kentang yang tidak memenuhi sandar yang ditentukan oleh mitra. Meskipun memiliki keinginan untuk mengolah secara mandiri menjadi keripik kentang putih. Masyarakat dusun Jampit masih sangat tergantung pada keberadaan sinar matahari dalam proses pengeringannya. Hal inilah yang menjadi hambatan terbesar karena dusun Jampit termasuk dataran tinggi yang sangat dipengaruhi cuaca yang cenderung sedikit matahari. Terkait denan hal tersebut diperlukan terobosan teknologi yang mampu mengatasi ketergantung pengeringan menggunakan sinar matahari yaitu melalui penerapan sistem pemanas berbasis embedded controller. Hasil penerapan system pemanas ini telah memberikan dampak yang positif dari sisi pemberdayaan Masyarakat Dusun Jampit. Desa Jampit. Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso. Saat ini Masyarakat dusun tersebut telah berhasil meminimalkan ketergantungan pada sinal matahari dalam mengolah kentang putih hasil panen yang tidak termanfaatkan. Kentang putih yang awalnya tidak bernilai ekonomis kini dapat diolah menjadi keripik kentang putih yang bernilai ekonomi tinggi yang siap dijual di pasar. Selain itu Masyarakat dusun Jampit juga sudah memiliki struktur organisasi usaha yang dapat menjalankan produksi dan pemasaran keripik kentang putih secara kontinyu. Kata Kunci: Keripik Kentang. Mesin Pengering. Embedded Controller. Jampit. Pancasona. Korespondensi: Achmad Maududie . aududie@unej. Submit: 16-12-2025 Revisi: 20-01-2025 Diterima: 25-02-2026 Terbit: 28-02-2026 Pendahuluan Dusun Jampit. Desa Jampit. Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu wilayah terpencil dengan potensi pertanian kentang yang sangat besar (BPS Bondowoso, 2. Namun demikian, ketika hasil panen kentang putih yang berasal dari kemitraan dengan PT Indofood Sukses Makmur tidak memenuhi standar kualitas . akan menjadi sisa panen yang tidak memiliki nilai ekonomis sehingga hanya menjadi limbah pertanian. Gambar 1. Variasi ukuran kentang putih hasil produksi masyarakat dusun Jampit Sumber: Penulis . Saat kentang sisa panen tersebut akan diolah, masyarakat Dusun Jampit menghadapi keterbatasan dalam penguasaan teknologi pengolahan produk yaitu dalam proses pengeringan, dimana masyarakat masih mengandalkan panas matahari yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Selain itu, belum terdapat kelompok masyarakat dengan struktur organisasi yang tertata juga menjadi hambatan dalam pengembangan usaha berbasis masyarakat. Melihat problem yang muncul di masyarakat dusun Jampit maka diperlukan langkah nyata untuk membantu meminimalkan keberadaan problem tersebut. Langkah tersebut diwujudkan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi dalam mengatasi ketergantung dengan pengeringan dengan sinar matahari melalui penerapan sistem embedded controller. Disamping itu, program ini juga bermaksud menguatkan kelompok Pengajian PANCASONA yang telah ada sebagai mitra pelaksanaan kegiatan karena memiliki anggota aktif dan dapat diarahkan menjadi kelompok usaha produktif. Metode Metode pelaksanaan kegiatan pemberdayaan Masyarakat dikemas dalam kegiatan pengabdian Masyarakat dengan judul AuProduksi Keripik Kentang Berbasis Embedded Controller sebagai upaya memberdayakan masyarakat Dusun AuTerpencilAy Jampit Desa Jampit Kecamatan Ijen Kabupaten BondowosoAy yang secara garis besar digambarkan dalam proses berikut. Sosialisasi Kegiatan untuk mengenalkan secara detail maksud dan tujuan kegiatan PKM kepada seluruh anggota mitra. Disamping itu, kegiatan ini juga mulai mengenalkan pentingnya penguatan organisasi, posisi strategis mitra dalam pemberdayaan masyarakat, pentingnya keberadaan program kerja organisasi, serta pentingnya usaha secara berkelompok yang berbasis pada potensi lokal. Pengembangan Kelompok Usaha untuk penguatan mitra yang diselenggarakan dalam bentuk pelatihan pengelolaan kelompok usaha Pancasona. Penerapan Teknologi Pengolahan dan Pelatihan Produksi dengan berfokus pada penyiapan dan pembuatan alat produksi serta pelatihan penggunaan peralatans dan produksi keripik kentang putih. Pendampingan Kelompok yang berfokus pada kegiatan pendampingan produksi kripik kentang mulai dari penyiapan bahan hingga pengepakanproduk. Hasil dan Pembahasan Secara umum pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat telah berjalas sesuai dengan Adapun hasil setiap tahapan adalah sebagai berikut. Sosialisasi Kegiatan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan berdiskusi bersama masyarakat setempat,dalam hal ini utamanya kelompok pengajian PANCASONA. Kegiatan ini dilakukan di lokasi . usun Jampit desa Jampit Kec. Ijen Kab Bondowos. yang dimulai pada tanggal 27 Juli 2025. Gambar 2. Diskusi bersama masyarakat Sumber: Penulis . Secara umum kegiatan sosialisasi dilakukan dengan lancar serta mendapat sambutan yang positif dari anggota kelompok pengajian PANCASONA. Berbagai pandangan disampaian oleh para anggota dan didiskusikan untuk mendapatkan kesepakatan, salah satunya adalah kesepakatan penempatan mesin produksi disalah satu rumah anggota, yaitu di rumah bapak Supandi. Pengembangan Kelompok Usaha Salah satu tujuan dari kegiatan abdimas ini adalah mendorong kelompok pengajian yang ada . aitu PANCASONA) berkembang juga menjadi kelompok usaha. Kelompok usaha ini didominasi oleh kaum perempuan . emaja putri dan ibu-ib. sebagai upaya membantu meningkatkan tingkat ekonomi keluarga dengan memanfaatkan produksi kentang yang tidak termanfaatkan. Pelatihan ini diselenggarakan di mushollah Al-Ikhlas Dusun Jampit Desa Jampit Kec. Ijen Kab. Bondowoso pada tanggal 10 Agustus 2025. Gambar 3. Pelatihan pengelolaan kolompok usaha PANCASONA Sumber: Penulis . Kegiatan ini telah menghasilkan kesepakatan struktur organisasi usaha keripik kentang di bawah kelompok pengajian PANCASONA. Anggota organisasi usaha saat ini disepakati berasal dari anggota dari kelompok pengajian PANCASONA saja dengan ketua pengajiannya sebagai ketua organisasi usaha. Penerapan Teknologi Pengolahan dan Pelatihan Produksi A Penyiapan dan pembuatan alat produksi Proses pembuatan keripik kentang putih dibutuhkan beberapa peralatan utama, yaitu pengupas dan perajang kentang, peniris bahan, pengering bahan, penggoreng, serta peniris minyak. Sebagian besar peralatan tersebut dibeli di pasaran yang ada kecuali alat pengeringnya bahan keripink kentang. Alat pengering tersebut dibuat secara custom untuk memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan yaitu melakukan pengeringan bahan keripik kentang dengan menjaga suhu di sekitar 60-70 derajat celcius hingga didapatkan kelembaban sebesar 10% (Pedreschi et al. , 2014. Lisinska & Leszczynski, 1. Selama peroses pengeringan, bahan keripik harus dibolakbalik secara kontinyu agar mendapatkan bahan keripik yang berkualitas tinggi (Lisinska & Leszczynski, 1. Pembuatan tabung pengering Tabung pengering bahan keripik kentang didesain menggunakan stainless steal dengan alasan bahan tersebut aman digunakan untuk pengolahan makan (Mujumdar, 2014. Fellows, 2. Untuk membolakbalik bahan keripik kentang, tabung pengering tersebut dibuat secara horizontal dengan menggunakan as berupa pipa sebagai poros tabung (Bala, 2. dan mengalirkan udara panas. Mesin penggerak tabung tersebut didesain menggunakan motor yang dihubungkan dengan pully yang dilekat di samping tabung. Gambar 4. Pembuatan tabung mesing pengering keripik kentang putih Sumber: Penulis . Pembuatan modul pengontrol Modul pengontrol mesing pengering keripik kentang menggunakan microcontroller ESP32-S3 dengan memanfaatkan modul sensor SHTC3 untuk mendeteksi temperatura dan kelembaban relative (Fraden. Sensirion, 2. Aktuator untuk memutar tabung pengering menggunakan motor DC RS-555 sedangkan untuk mengalirkan udara panas menggunakan blower 12 volt. Perakitan komponen Pembuatan kemasan Pemasangan rangkaian dalam Gambar 5. Pembuatan pengontrol tabung pengering kentang putih Sumber: Penulis . A Pelatihan penggunaan peralatan dan produksi keripik kentang putih Program abdimas ini juga memberikan penguatan teknis kepada mitra tentang penggunaan peralatan dan cara memproduksikeripik kentang putih. Pelatihan ini mencakup persiapan yaitu membersihkan, mengupas, dan merajang kentang menjadi irisan tipis . , pengolahan, pengeringan, hingga penggorengan. Peserta pelatihan ini mayoritas diikuti oleh ibu-ibu petani kentang putih yang menjadi anggota pengajian PANCASONA yang nantinya menjadi timproduksi dalam unit usaha PANCASONA. Pelatihan penggunaan peralatan dan produksi keripik kentang putih diselenggarakan di rumah Bapak Supandi. tempat lokasi peralatan produksi. Pelatihan ini dilakukan pada tanggal 26 Oktober 2025 dimulai pukul 10:00 hingga 17:00 WIB. Secara umum pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan para peserta dalam proses penyiapan, pengolahan, pengeringan, hingga penggorengan keripik kentang putih. Gambar 6. Pelatihan penggunaan peralatan dan produksi keripik kentang putih Sumber: Penulis . A Pendampingan Kelompok Tahapan pendampingan bertujuan untuk memastikan bahwa mitra tidak menemui kendala dalam proses pembuatan keripik kentang putih. Tahapan ini dilakukan melalui kegiatan diskusi yang dilesenggarakan bersama anggota yang terlibat langsung dalam unit usaha PANCASONA. Hingga saat ini tim Abdimas telah melakukan dua kali pendampingan, yaitu pendampingan pertama yang dilaksanakan tanggal 5 Nopember 2025 yang dilakukan di rumah Bapak Supandi dan pendampingan ke dua yang dilaksanakan tanggal 10 Nopember 2025 yang dilakukan di Mushollah Al-Ikhlas. Pendampingan pertama fokus pada pembahasan penggunaan peralatan setelah dilakukan Dalam kegiatan pendampingan ini para anggota yang fokus dalam produksi keripik kentang tidak banyak meenemui kendala. Bahkan dalam pendampingan tersebut bagian produksi mengusulkan untuk mengembangkan dua varian olahan yaitu kerupuk kentang dan keripik kentang Menanggapi usulan tersebut, tim Abdimas memberikan resep serta langsung melakukan pelatihan pembuatan kerupuk kentang dan keripik kentang manis. Sebagai hasilnya, para anggota produksi telah memahami resep dan secara terampil membuat kedua varian tersebut. Gambar 7. Pendampingan pertama tanggal 5 Nopember 2025 Sumber: Penulis . Kegiatan pendampingan kedua dilakukan bersama bagian unit usaha yang fokus pada pengemasan dan penjualan. Tim Abdimas memberikan gambaran pengemasan makana yang baik serta potensi pasar yang ada. Pada proses pendampingan para peserta sudah berhasil menyepakati desain kemasan yang diinginkan serta logi yang digunakan. Dengan adalnya desain kemasan dan logo tersebut saat ini Masyarakat dusun Jampit Desa Jempit Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso telah dapat memulai memasarkan produk keriping kentang putih yang mereka hasilkan. Gambar 8. Pendampingan kedua tanggal 10 Nopember 2025 Sumber: Penulis . Kesimpulan Pemanfaatan pemanas berbasis embedded system dalam proses pembuatan keripik kentang putih oleh Masyarakat Dusun Jampit Desa Jampit Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso telah memberikan dampak yang positif dari sisi pemberdayaan Masyarakat. Saat ini Masyarakat dusun tersebut telah berhasil meminimalkan ketergantungan pada sinal matahari dalam mengolah kentang putih hasil panen yang tidak termanfaatkan. Kentang putih yang awalnya tidak bernilai ekonomis kini dapat diolah menjadi keripik kentang putih yang bernilai ekonomi tinggi yang siap dijual di pasar. Selain itu Masyarakat dusun Jampit juga sudah memiliki struktur organisasi usaha yang dapat menjalankan produksi dan pemasaran keripik kentang putih secara Daftar Pustaka