Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM RITUALISASI NADRAN SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI ANTARA BUDAYA DAN AGAMA Dikhorir Afnan Dosen Tetap Program Studi D3 Hubungan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Cirebon. Jl. Tuparev No. 70 Cirebon. Telp/Fax: 0231-209806 Email : dikhorir@umc. Abstrak Ritual merupakan ekspresi dari sistem upacara keagamaan yang merefleksikan adanya hubungan manusia dengan alam spiritual. Bagi pelakunya, ritual memiliki fungsi sosial yang sangat penting, yaitu mengintegrasikan individu-individu dalam masyarakat dan menjadi instrumen untuk menyalurkan energi negatif (Ismail, 2012:. Dalam konteks upacara Nadran, ritualisasi yang dilakukan masyarakat pesisir ini secara implisit mempunyai nilai-nilai filosofi yang kuat. Solidaritas, etis, kultural, dan religius adalah bentuk refleksi yang tercipta dari simbol-simbol pada upacara pesta laut yang diselenggarakan setiap setahun sekali ini. Jika sebelum kedatangan Islam prosesi Nadran lebih menonjolkan pada kulturalisasi Hinduisme, maka pasca-Islam hadir di bumi pertiwi, tradisi Nadran tidak lagi dimaknai sebagai persembahan kepada Sanghyang Jagat Batara . enguasa alam semest. Mantra-mantra yang dibacakan dalam prosesi Nadran juga dikonversi menjadi kumpulan doa-doa bernuansa islami yang dipimpin oleh tokoh muslim. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sugiyono . menjelaskan, metode penelitian kualitatif sering disebut juga metode penelitian naturalistik, karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah . atural settin. disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi disebut sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa ritualisasi Nadran memiliki dimensi yang sangat universal meskipun masih sebatas dimensi kultural. Tradisi Nadran merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat pesisir sekaligus sebagai manifestasi upaya manusia untuk mendapatkan ketenangan rohaniah. Tradisi Nadran mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat sekaligus sebagai sarana untuk mempertahankan dan melestarikan budaya lokal. Kata Kunci: Ritual. Nadran. Komunikasi. Budaya. Agama Dalam pemahaman masyarakat Jawa kuno, upacara Nadran kerap direpresentasikan penghormatan kepada penguasa laut dengan harapan senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari segala malapetaka. Selain tradisional dan hiburan lainnya juga ikut mewarnai rangkaian pesta rakyat yang berlangsung selama sepekan ini. Kabupaten Cirebon, pelaksanaan Nadran diselenggarakan pada pertengahan Juli hingga Agustus. Sementara di daerah pesisir di sekitarnya, seperti Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang. Nadran dilaksanakan pada awal Oktober hingga Desember. Ritualisasi yang dilakukan masyarakat pantai ini secara implisit mempunyai nilai- Pendahuluan Sebagai negara kepulauan yang kaya akan sumber dayanya. Indonesia menyimpan ratusan ragam budaya dan tradisi dengan ciri khasnya masing-masing. Tradisi pesta laut atau yang biasa dikenal dengan sebutan Nadran misalnya, adalah salah satu contoh warisan budaya leluhur yang tetap lestari hingga kini meski usianya telah berabad-abad Upacara Nadran adalah upacara adat masyarakat pesisir Cirebon sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas karunia dan rizki yang telah diberikan kepada masyarakat pencaharian sebagai nelayan. Selain di Cirebon, upacara Nadran juga dirayakan oleh masyarakat di pesisir pantai utara Jawa lainnya, seperti Subang dan Indramayu. Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM nilai filosofi yang kuat. Solidaritas, etis, kultural, dan religius adalah bentuk refleksi yang tercipta dari simbol-simbol upacara Aungalap berkahAy yang diselenggarakan setahun sekali tersebut. Jika sebelum kedatangan Islam prosesi Nadran lebih menonjolkan kulturalisasi Hinduisme, maka pasca-Islam hadir di bumi pertiwi, tradisi Nadran tidak lagi dimaknai sebagai persembahan kepada Sanghyang Jagat Batara . enguasa alam semest. Mantra-mantra yang dibacakan dalam prosesi Nadran juga dikonversi menjadi kumpulan doa-doa bernuansa islami yang dipimpin oleh tokoh Dari uraian singkat latar belakang di atas, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian terkait ritualisasi upacara Nadran yang kental dengan corak Hindu tersebut. Di sisi lain. Cirebon sebagai daerah pesisir yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam ini justru masih tetap mempertahankan budaya nenek moyang Agar penelitian ini fokus pada apa yang diteliti, penulis membatasi penelitian ini hanya pada aspek komunikasi antara budaya dan agama pada prosesi upacara adat Nadran. agar tidak mengganggu hidup dan aktivitas manusia (Turner dalam Ismail, 2012:. Lalu apa korelasi antara agama dan budaya serta komunikasi dengan budaya? Ahmad Fuad Effendi dalam artikelnya AuAntara Agama dan Budaya dalam Perspektif IslamAy seperti dirilis caknun. com menjelaskan agama dan budaya secara umum dapat dikatakan bahwa agama bersumber dari Allah, sedangkan budaya bersumber dari manusia. Agama adalah AukaryaAy Allah, sedangkan budaya adalah karya manusia. Dengan demikian, agama bukan bagian dari budaya dan budaya pun bukan bagian dari agama. Ini tidak berarti bahwa keduannya terpisah sama sekali, melainkan saling berhubungan erat satu sama lain. Melalui agama, yang dibawa oleh para nabi dan rasul. Allah Sang Pencipta menyampaikan ajaran-ajaran-Nya mengenai hakekat Allah, manusia, alam semesta, dan hakekat kehidupan yang harus dijalani oleh Ajaran-ajaran Allah, yang disebut agama itu, mewarnai corak budaya yang dihasilkan oleh manusia-manusia yang Sementara Mohammad Shoelhi . 5:39-. komunikasi dengan budaya memang tidak bisa dipisahkan kendati komunikasi dan budaya adalah dua hal yang berbeda. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan di antara para pelaku komunikasi dengan tujuan untuk saling memahami satu sama lain. Sedangkan budaya atau kebudayaan dapat dikatakan sebagai cara berperilaku suatu komunitas masyarakat secara berkesinambungan. Namun demikian, komunikasi dan kebudayaan eksistensinya saling berkaitan. Suatu budaya dapat lestari dan diwariskan kepada generasi penerus melalui proses komunikasi. Shoelhi . menambahkan, perbedaan budaya pada satu sisi dapat mendorong orang untuk saling mengenal dan memperkaya wawasan budaya. Dengan wawasan budaya yang memadai, seseorang dapat menjalin hubungan baik dengan orang lain dari budaya berbeda. Dari hubungan baik tersebut dapat diperoleh berbagai keuntungan sosial, budaya, ekonomi, politik, dan Namun, pada sisi lain, perbedaan budaya juga menampilkan krusialitas yang Landasan Teoretis Arifuddin Ismail dalam bukunya AuAgama Nelayan: Pergumulan Islam dengan Budaya LokalAy menjelaskan bahwa ritual merupakan ekspresi dari sistem upacara keagamaan yang merefleksikan adanya hubungan manusia dengan alam spiritual. Bagi pelakunya, ritual memiliki fungsi sosial yang sangat penting, yaitu mengintegrasikan individu-individu dalam masyarakat dan menjadi instrumen untuk menyaluran energi negatif (Ismail, 2012:. Pelaksanaan ritual dicitakan dapat mengembalikan ritme harmonitas dan unitas masyarakat dari tekanan-tekanan sosial. Terkait dengan ini. Turner membagi ritual ke dalam dua kategori, yaitu ritual krisis hidup dan ritual . Yang pertama, berhubungan dengan krisis hidup manusia, terutama ketika masuk pada siklus peralihan. Dan yang kedua, digelar ketika seseorang atau individu menghadapi gangguan. Walhasil, ritual dilakukan sebagai negosiasi kepada roh Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM menyimpan potensi berbahaya ketika menjauhkan jarak antarbudaya, menimbulkan konflik budaya, dan disintegrasi sosial. Stuart Hall (Lihat Rachma Ida dalam Metode Penelitian Studi Media dan Kajian Budaya, 2014:. AubudayaAy yang dimaksudkannya meliputi: praktik-praktik representasirepresentasi, bahasa, dan kebiasaan-kebiasan dari sutau masyarakat tertentu. Sementara Barker menyatakan bahwa konsep-konsep kunci dalam kajian budaya yang di antaranya adalah praktik-praktik budaya . ignifiying practice. di dalam masyarakat akan Budaya dimaksudkan adalah makna sosial yang dibagi, yakni bagaimana dunia . an kehidupanny. Bahasa, bagi kajian budaya, bukan merupakan medium yang netral bagi formasi dan pengetahuan tentang dunia objek yang independen Aout thereA atau di luar. Onong Uchjana Effendy dalam Awwad komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaan makna antara kedua belah pihak yang sedang terlibat komunikasi. Dikatakan minimal karena kegiatan komunikasi tidak hanya informatif, agar orang lain mengerti dan tahu, tetapi juga persuasif, agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan dan lain-lain. Sementara Bernard menjelaskan, kebanyakan individu-individu yang berasal dari kebudayaan yang berbeda bergantung pada bahasa nonverbal (Bernad T. Adeney dalam Muhammad Awwad pada jurnal Komunike,Vol. No. Juni 2015 dengan judul Komunikasi dalam Bingkai Lintas Budaya dan Agam. metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat Convelo . 3:71-. berpendapat, penelitian kualitatif . dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang keadaan-keadaan nyata sekarang yang sementara berlangsung. Pada hakikatnya, penelitian kualitatif . adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek dengan tujuan membuat deskriptif, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai faktafakta atau fenomena yang diselidiki. Pada tradisi metodologi cultural studies, bisa pula dilakukan dengan penelitian empiris. Kombinasi ini bisa dilakukan melalui penggunaan metode pengamatan/observasi . ived experinc. dengan analisis tekstual atau discourse, dan konteks sosial. Namun sebenarnya, penelitian tidak harus atau tidak penelitian yang berbeda. Jika masih bisa dilakukan dengan satu metodologi, peneliti diharapkan tidak menggabung-gabungkan dengan metodologi lainnya. Akan tetapi, jika peneliti harus menggunakan kombinasi metodologi satu dengan lainnya, maka peneliti diharapkan melakukan proses triangulasi penelitian dengan cara melakukan asesmen atau penilaian satu per satu terhadap setiap pendekatan metodologi penelitian yang ditempuhnya (Ida, 2014:34-. Adapun subjek pada penelitian ini adalah warga di pesisir pantai Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon sekaligus sebagai key informan, sementara intervieuwer adalah para relawan peneliti. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data kualitatif yang tidak berupa angka-angka, melainkan diuraikan dalam bentuk kalimat. Data kualitatif yang dimaksud adalah. Data tentang gambaran umum mengenai objek penelitian, dan . Data lain yang tidak berupa angka. Adapun sumber data primernya diperoleh dari key informan. Metodologi Penelitian Metode penelitian ini adalah metode penelitian Sugiyono . menjelaskan, metode penelitian kualitatif sering disebut juga metode penelitian naturalistik, karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah . atural settin. disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM Teknik pengumpulan data diperoleh . Wawancara, yaitu upaya pengumpulan data dengan mengajukan beberapa pertanyaan dengan key informan terpilih, . Observasi, yaitu pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan dan pencatatan secara cermat dan sistematik, dan . Kajian literatur, yaitu upaya mendekatkan informasi dengan cara mengumpulkan referensi-referensi yang mendukung data ulama Jawa sekaligus anggota Wali Songo. Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan pusat kota Cirebon, kecamatan ini tergolong maju. Pada pelayanan kesehatan misalnya, di kecamatan ini terdapat dua rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Tangkil yang terletak di Desa Jadimulya . udah tidak akti. dan Rumah Sakit Pertamina Cirebon yang berlokasi di Kompleks Pertamina EP Region Jawa. Klayan. Kecamatan Gunungjati memiliki 15 desa, yaitu: Desa Pasindangan. Adidarma. Jadimulya. Klayan. Jatimerta. Astana. Kalisapu. Wanakaya. Grogol. Mertasinga. Mayung. Babadan. Buyut. Sirnabaya, dan Desa Sambeng (Dikutip dari https://id. org/wiki/Gunungjati,_Cir Berada di wilayah pesisir utara Laut Jawa. Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon menyimpan tradisi dan budaya lokal khas masyarakat pantai. Salah satunya adalah tradisi Nadran. Asal kata AuNadranAy sendiri belum dibakukan dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). Namun menurut sebagian masyarakat lokal, kata Nadran berasal dari kata Nazar yang mempunyai makna dalam agama Islam: pemenuhan janji. Adapun inti upacara Nadran adalah mempersembahkan sesajen . ang merupakan ritual dalam agama Hindu untuk menghormati roh leluhurny. kepada penguasa laut agar diberi limpahan hasil laut, sekaligus merupakan ritual tolak (Dikutip https://id. org/wiki/Nadra. AuMenurut penuturan para sesepuh dan tokoh masyarakat kami, kata Nadran berasal dari bahasa Arab, yaitu nazar, yang berarti memenuhi janji. Jadi, nazar di sini dimaksudkan agar kita menepati janji untuk melakukan syukuran manakala kita dilimpahkan rezeki dari diselenggarakan melalui prosesi upacara Agar acaranya berlangsung semarak, maka warga pesisir secara swadaya menghimpun dana untuk mengadakan rangkaian acara hiburan. Oleh karenanya, istilah Nadran sendiri bisa juga disebut dengan pesta laut,Ay kata Iskandar, warga pesisir Pantai Cirebon. Pembahasan Hasil penelitian lingkungan pantai wilayah pesisir Kabupaten Cirebon yang dilakukan P. Astjario dan FX. Harkins dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (Jurnal Geologi elautan, ol , o . Agustus , secara geografis kawasan pantai abupaten Cirebon berada pada posisi A AyA dan AA BT yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Indramayu di bagian barat-utara. Sedangkan di bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Brebes. Provinsi Jawa Tengah. Kawasan pesisir Kabupaten Cirebon terdiri dari sembilan wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Kapetakan. Cirebon Utara . ermasuk pesisir pantai di Kecamatan Gunungjat. Cirebon Kota. Mundu. Astanajapura. Pangenan. Babakan, dan Losari. Kabupaten Cirebon dalam catatan penelitian tersebut adalah salah satu kabupaten di pantai utara dan terletak paling timur di Provinsi Jawa Barat dengan luas bentangan wilayah kabupaten mencapai 70 km2 atau A 3. 735,82 hektare yang terukur dari ujung utara, timur, dan selatan abupaten Cirebon beriklim tropis dengan suhu rata-rata C dengan kelembaban Ae Walaupun suhu di wilayah ini cenderung tidak fluktuatif secara drastis, akan tetapi suhu tertinggi bisa mencapai sedangkan suhu terendah sekitar C Kecamatan Gunungjati merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Cirebon. Awalnya bernama Kecamatan Cirebon Utara, dan berubah menjadi Kecamatan Gunungjati pada tahun 2006. Perubahan nama tersebut sebagai ciri adanya situs Makam Sunan Gunung Jati yang merupakan salah satu tokoh Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM Tradisi Nadran merupakan akulturasi antara budaya Hindu sebagai agama pendahulu dengan agama Islam yang datang Tradisi Nadran memiliki dimensi yang sangat luas, meskipun masih sebatas dimensi kultural atau tradisi saja. Pada dasarnya, upacara Nadran merupakan refleksi dari ucapan rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil tangkapan ikan di laut. Mereka juga berharap dengan menyelenggarakan ritual Nadran ini akan dilimpahkan rezeki di masa mendatang sekaligus dijauhkan dari segala macam rintangan pada saat mereka melaut. Prosesi yang paling sakral pada upacara Nadran adalah pada saat dilakukan penyembelihan kepala kerbau yang kemudian dilarungkan ke tengah laut. Mereka meyakini melalui prosesi pelarungan kepala kerbau itu akan senantiasa dijaga oleh penguasa laut. Terkait dengan ritual, komunitas nelayan memiliki pandangan serta tata cara khusus. Pelaksanaan ritual bagi mereka berkait dengan persoalan pekerjaannya di laut yang dianggap sangat keras dan menantang. Sebagaimana lazimnya ketika melaut, nelayan berhadapan dengan gelombang dan cuaca yang tidak menentu. Keadaan laut yang sulit diprediksi tersebut menjadikan profesi nelayan berada pada lingkup ketidakpastian (Ismail, 2012:1-. Sistem keyakinan secara khusus mengandung banyak subunsur. Untuk itu, para ahli antropologi biasanya menaruh perhatian terhadap konspesi tentang dewadewa yang baik maupun yang jahat. sifat-sifat dan tanda-tanda para dewa. konsepsi tentang makhluk-makhluk halus lain, seperti roh-roh leluhur, roh-roh lain yang baik maupun yang jahat, hantu dan lain-lain. konsepsi tentang Yang Tertinggi dan Pencipta Alam. terciptanya dunia dan alam . masalah bentuk dan sifat-sifat dunia maupun alam . konsepsi tentang hidup dan konsepsi tentang dunia roh dan dunia akherat, dan lain-lain (Sujarwa, 2014:. Dalam Nadran membuktikan bahwa kepercayaan sebagian orang pesisir terhadap kekuatan-kekuatan magis masih sangat kuat sekalipun mereka saat ini hidup di era milenial. Melengkapi perayaan pesta laut, warga setempat biasanya menyelenggarakan serangkaian acara hiburan yang digelar selama sepekan. Pertunjukan wayang kulit atau wayang golek, arak-arakan, dan hiburan pasar malam kerap mewarnai semarak pesta rakyat yang dilaksanakan setahun sekali ini. Meski cukup mengganggu arus lalu lintas karena padatnya pengunjung yang hadir, namun upacara Nadran yang dikemas dalam konsep festival ini mampu memberikan kontribusi positif bagi kelangsungan ekonomi masyarakat pesisir Gunungjati dan para pendatang yang ikut serta mengais rezeki pada acara tersebut. AuYa. Alhamdulillah sih, penghasilannya rata-rata meningkat dua kali lipat setiap kali diselenggarakan Nadranan. Kami berharap pesta laut di tahun-tahun berikutnya juga bisa ramai seperti ini,Ay ujar Maslicha, pedagang makanan musiman di acara pesta laut tersebut. Salah satu pergelaran seni yang paling khas pada upacara Nadran adalah pementasan wayang golek dan wayang kulit. Pergelaran wayang merupakan sarana yang efektif untuk memotivasi satu pesan dan strategis sebagai upaya memelihara moral di kalangan Effendy . menjelaskan, seni wayang golek merupakan paduan harmonis dari berbagai keahlian senimanseniwati: Pak Dalang, juru kawih, wiraswara, juru rebab, juru kendang, dan sebagainya. Setiap seniman-seniwati yang terpadukan dalam seni wayang golek tersebut mempunyai peranan yang sama pentingnya. satu alat saja yang tidak kedengaran bunyinya atau salah menabuhnya, akan merusak harmoni. Mohammad Shoelhi . dalam bukunya AuKomunikasi Lintas Budaya dalam Dinamika Komunikasi InternasionalAy berpendapat, perbedaan budaya pada satu sisi dapat mendorong orang untuk saling mengenal dan memperkaya wawasan budaya. Dengan wawasan budaya yang memadai, seseorang dapat menjalin hubungan baik dengan orang lain dari budaya berbeda. Dari hubungan baik tersebut dapat diperoleh berbagai keuntungan sosial, budaya, ekonomi, politik, dan sebagainya. Namun, pada sisi lain, perbedaan budaya juga menampilkan berbahaya ketika perbedaan itu dipertajam. Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM Geologi Kelautan. Vol. No. 2 Agustus Bandung Awwad. Muhammad. Komunikasi dalam Bingkai Lintas Budaya dan Agama. Jurnal Komunike. Vol. No. Juni 2015. Fakultas Dakwah dan Komunikasi Institut Agama Islam Negeri IAIN Mataram. Convelo G. Cevilla, dkk. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Indonesia. ttp://digilib. id/7354/3/bab%2 Dikutip 8 Nov 2017 Pkl. Effendy. Onong Uchjana. Dinamika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya Ismail. Arifuddin. Agama Nelayan: Pergumulan Islam dengan Budaya Lokal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Ida. Rachmah. Metode Penelitian Studi Media dan Kajian Budaya. Jakarta: Prenada Media Group Shoelhi. Mohammad. Komunikasi Lintas Budaya Dinamika Komunikasi Internasional. Bandung: Simbiosa Rekatama Media Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta Sujarwa. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar: Edisi Terbaru Manusia dan Fenomena Sosial Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar sehingga menjauhkan jarak antarbudaya, menimbulkan konflik budaya, dan disintegrasi Pada dasarnya setiap perilaku dan aktivitas manusia adalah komunikasi, baik komunikasi verbal maupun non-verbal yang mengandung dimensi antarbudaya. Apabila kita sepakat dengan asumsi ini, maka sudah menjadi suatu kewajiban bagi setiap individu untuk mempelajari dan mengenal setiap prilaku budaya dari individu dan kelompok. Oleh karena itu, efektivitas komunikasi yang terjalin antarindividu akan berjalan dengan baik apabila masing-masing kedua belah pihak dapat memahami setiap perilaku budaya (Muhammad Awwad, 2. Tradisi Nadran merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat sekaligus sebagai mendapatkan ketenangan rohani. Mengutip kalimat Sujarwa . bahwa sistem religi dalam suatu kebudayaan selalu mempunyai ciri-ciri untuk sedapat mungkin memelihara emosi keagamaan itu di antara pengikut-pengikutnya. Dengan demikian, emosi keagamaan merupakan unsur penting dalam religi, di samping tiga unsur yang lain, yaitu: . sistem keyakinan. sistem upacara dan . umat yang menganut Kesimpulan Dari pembahasan tersebut, penulis dapat menyimpulkan secara ringkas penelitian sederhana ini, yaitu: Tradisi Nadran memiliki dimensi yang sangat luas, meskipun masih sebatas dimensi kultural atau tradisi saja. Tradisi Nadran merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat sekaligus sebagai manifestasi upaya manusia untuk mendapatkan ketenangan rohani. Tradisi Nadran mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat sekaligus sebagai sarana untuk mempertahankan dan melestarikan budaya lokal. Website: https://kpiaku. com/artikel_ku/ca/. (Diakses pada 15 Desember 2017 pukul https://id. org/wiki/Gunungjati,_Cir (Diakses pada 17 Desember 2017 https://id. org/wiki/Nadran. (Diakses pada 19 Desember 2017 pukul https://w. com/2016/antara-agamadan-budaya-dalam-perspektif-islam/ (Diakses 17 Desember 2017 pukul. DAFTAR PUSTAKA