ANALISIS METODE PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA AL-QURAoAN TPA IHSAAN UNIT 023 KELURAHAN DEMPO KECAMATAN LUBUKLINGGAU TIMUR II Yusnita1. Muhammad Saleh2. Agung Subakti3. Elce Purwandari4 1,2,3,4 Institut Agama Islam Al-Azhaar Lubuklinggau Abstract:. The purpose of this research is the formation of students who have character and personality traits with a foundation of faith and devotion as well as strong moral values or manners that are reflected in the overall attitude and behavior of everyday life and then give patterns to the formation of national character. Among the missions, namely combining aspects of teaching, practice, learning activities to read Al-Quran, followed by habituation of practicing worship together at home, visiting and paying attention to the surrounding environment and the application of values and moral norms in daily behavior. This research used descriptive qualitative method. The results of the study concluded that the management of TPA Ihsaan Unit 023 Dempo Lubuklinggau Timur II used learning and evaluation methods. The supporting factor is the existence of an environment that supports both the school and community environment, while the inhibiting factor is the lack of support from some parents of students, the many challenges from outside such as tv and games, the lack of available learning media such as teaching aids, pictures, books and Islamic magazine, the minimum salary for teachers so that teachers cannot focus too much on the activities of students or students. Keyword: Educational Methods. Interest in Reading Al-Quran. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah terbentuknya sosok anak didik yang memiliki karakter watak dan kepribadian dengan landasan iman dan ketaqwaan serta nilai akhlak atau budi pekerti yang kokoh dan tercermin dalam keseluruhan sikap dan perilaku seharihari dan selanjutnya memberi corak bagi pembentukan watak bangsa. Adapun diantara misinya yaitu memadukan aspek pengajaran, pengamalan, bahwa kegiatan belajar membaca Al-Quran, diikuti dengan pembiasaan pengamalan ibadah bersama dirumah, kunjungan dan memperhatikan lingkungan sekitar serta penerapan nilai dan norma akhlak dalam perilaku sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa manajemen TPA Ihsaan Unit 023 Kelurahan Dempo Lubuklinggau Timur II menggunakan metode pembelajaran dan evaluasi. Faktor pendukungnya adalah adanya lingkungan yang mendukung baik lingkungan sekolah maupun masyarakat, sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya dukungan dari sebagian orang tua santri, banyaknya tantangan dari luar seperti tv dan game, kurang tersedianya media belajar seperti alat-alat peraga, gambar, buku -buku dan majalah islami, minimnya gaji bagi guru sehingga guru tidak bisa terlalu fokus dalam kegiatankegiatan anak didik atau santri. Kata Kunci: Metode Pendidikan. Minat Baca Al-Quran. 1IAI Al-Azhaar Lubuklinggau. Email: purwandari. elce@gmailcom Yusnita. Muhammad Saleh. Agung Subakti. Elce Purwandari: [Analisis Metode Pendidika. PENDAHULUAN Sebagai pedoman hidup manusia agar selamat dunia dan akhirat. Al-Quran menjadi muAojizat terbesar, bagi orang yang membacanya akan mendapatkan pahala ibadah. Ibadah yakni menghamba hanya kepada Allah, sehingga ketika membaca Al-Quran semata mengikuti perintah Allah yang dilakukan dengan ihklas, untuk mendekatkan hamba kepada-Nya agar memperoleh karunia serta syafaAoat kelak di Yaumul Mahsyar. Al-Quran adalah jamuan Tuhan, rugilah yang tidak menghadiri jamuanNya, dan lebih rugi lagi bagi yang hadir tapi tidak menyantapnya. Al-Quran datang dengan membuka lebar-lebar mata manusia, agar mereka menyadari jati diri hakekat keberadaan mereka di pentas bumi ini. Juga agar mereka tidak terlena dengan kehidupan ini sehingga mereka tidak menduga bahwa hidup mereka hanya dimulai dengan kelahiran dan berakhir dengan kematian (Shihab. Salah satu hal penting dalam mempelajari Al-Quran adalah metode. Metode adalah suatu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan (Djamarah, 2. Sedangkan Mahfudh Shalahudin mendefinisikan metode adalah cara tertentu yang paling tepat digunakan untuk menyampaikan suatu bahan pelajaran sehingga tujuan dapat dicapai. Selain metode, minat juga hal yang penting dalam mempelajari Al-Quran. Minat belajar adalah perhatian seseorang berdasarkan perasaan terhadap sesuatu yang dilakukan atau yang ingin dilakukan (Dimyati, 2. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan (Sugiono, 1. Namun, minat baca Al-Quran terhadap generasi muda saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Generasi saat ini sudah sangat disibukkan oleh kemajuan tehnologi dan moderenisasi. Para orang 2 Al-Idarah: Vol. 1 No. Desember 2020 tua sudah tidak mampu lagi membimbing anak-anak mereka untuk menjadi generasi yang mencintai Al-Quran. Para orang tua sering terkesan tidak peduli bahkan malah asik dengan dunia mereka yang banyak menghabiskan waktunya dengan sia-sia. Para orang tua pun sibuk dengan pekerjaan masingmasing, sementara para guru ngaji di bantu dengan para tokoh masyarakat terus mengajak dan mengingatkan kepada para orang tua ini untuk menyuruh anak-anak mereka datang ke Masjid. Hal ini disampaikan oleh Fitriyani, salah satu guru ngaji TPA Ihsaan Unit 023 di Kelurahan Dempo Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Untuk mencari tahu penyebab mengapa para anak-anak di kelurahan Dempo ini kurang bersemangat untuk belajar membaca Al-Quran. Sungguh sangat memprihatinkan jika kondisi ini terus berlangsung dan tanpa ada perhatian khusus bagi mereka untuk menciptan metode khusus agar keadaan ini tidak terus berlanjut sehngga dapat merugikan generasi muda saat ini. Tentu saja kerjasama antar para guru ngaji dengan para orang tua anak-anak didik harus tercipta dengan baik, agar dalam mempengaruhi anak-anak agar mereka gemar membaca dan menulis Al-Quran Hal inilah yang melatarbelakangi peneliti mengangkat judul penelitian sebagai berikut AuAnalisis Metode Pendidikan Dalam Meningkatkan Minat Baca Al-QurAoan TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo Kecamatan Lubuklinggau Timur IIAy. METODE PENELITIAN Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif Subjek penelitian adalah pengasuh, guru ngaji, santri, wali santri TPA Ihsaan Kelurahan Dempo Lubuklinggau Timur II. Teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara bertahap mulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Metode yang diterapkan di TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo adalah Qiroati. Metode ini sudah diterapkan kurang lebih 3 tahun, namun bia juga menggunakan metode iqraAo apabila guru mengalami kesulitan untuk memberikan pemahaman kepada santri. Selain itu juga divariasikan dengan metode-metode lain seperti pembiasaan, keteladanan, latihan, penugasan, dan Hal ini dilakukan karena dalam menerapkan metode-metode tersebut disesuaikan dengan kemampuan dan tujuan yang ingin dicapai baik kognitif, afektif dan psikomotorik anak. TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo memiliki dua tujuan yaitu tujuan utama dan penunjang, sehingga materi yang di ajarkan ada dua pokok yaitu materi pokok dan penunjang. Materi pokok yang diajarkan adalah QiroAoati dan Al-QurAoan, penunjangnya adalah Aqidah meliputi: Dasar-dasar dienul Islam. Sifat-sifat wajib bagi Allah. Sifat Muhal bagi Allah. Nama-nama Nabi dan Rasul dan Akhlak meliputi: Sopan santun kepada yang lebih dan lebih muda, kewajiban terhadap orang tua, hablum minallah dan hablum minannas. Fiqih meliputi: Thaharoh . ata cara wudh. Tata cara sholat wajib dan sholat sunnah, dan hafal doAoa-doa sholat. Tajwid meliputi: Hukum nun mati dan tanwin. Bacaan panjang pendek, dan Tarikh meliputi: sejarah rasul, teladan umat terdahulu dan Bahasa Arab meliputi: Mufrodat, kata keseharian, muhadatsah, imlaAo, dasar nahwau dan sorrof. Bahasa Inggris meliputi: kata-kata sehari-hari dan conversation. Selain metode Qiroati. TPA Ihsaan Unit 023 di Kelurahan Dempo menerapkan Metode IqraAo yaitu suatu metode membaca Al-QurAoan yang menekankan langsung pada latihan membaca Al-QurAoan. Metode ini di gunakan apabila guru kesulitan dalam pemahaman pada anak didik atau santri. Sedangkan dalam menanamkan nilainilai agama di TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo adalah menggunakan metode yang bervariasi sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak serta materi atau bahan ajar yang paling dasar sesuai dengan kehidupan yang nyata atau kongkrit antara lain: Metode pembiasaan ini dilakukan agar anak terbiasa dengan hal-hal yang bersifat baik misalnya membiasakan anak membaca doAoa sebelum dan sesudah melakukan Metode digunakan karena anak didik di usia dini lebih suka meniru apa yang dilihat dan di dengarnya seperti pendidik memakai pakaian yang menutupi aurat dan bersih, bertutur kata baik antar sesama guru, berdoAoa sebelum melaksanakan sesuatu Metode hafalan. Metode ini dilakukan karena pada usia ini anak lebih mudah dan cepat dalam menghafal sesuatu, maka dari itu di TPA ini metode hafalan masih ditekankan agar kelak setelah dewasa mempunyai pegangan. Metode cerita, bermain dan bernyanyi dilakukan apabila anak kelihatan jenuh dalam proses belajar mengajar. Selain itu mengandung makna yang mendalam. Melalui metode tersebut guru dapat memasukakan unsur-unsur agama. Untuk mengukur berhasil tidaknya suatu kegiatan belajar mengajar itu tergantung dari tujuan, metode yang digunakan serta kondisi dan kemampuan anak itu sendiri. Sebagaimana yang di ungkapkan kepala TPA Ihsaan Unit 023 di Kelurahan Dempo adalah Evaluasi dilakukan setiap semester dan setiap proses belajar mengajar. Evaluasi ini Yusnita. Muhammad Saleh. Agung Subakti. Elce Purwandari: [Analisis Metode Pendidika. 3 bertujuan untuk mengetahui penguasaan santri terhadap pelajaran yang telah diberikan, apabila sudah menguasai, maka santri berhak untuk diberikan materi selanjutnya, tetapi sebaliknya apabila tidak, maka santri tetap diberikan materi yang lalu sampai santri benarbenar menguasai. Materi yang di evaluasi adalah yang berkaitan dengan tujuan pokok dapat membaca dengan baik dan benar serta lancar sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu Sedangkan keagamaan dilihat dari semangat santri ketika ada kegiatan-egiatan keagamaan lomba-lomba kegiatan-kegiatan keagamaan, terbiasa sholat berjamaAoah baik disekolah maupun rumah, berdoAoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu dan sebagainya. Usaha atau upaya yang dilakukan para pembina TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo dalam meningkakan perkembangan jiwa keagamaan anak adalah mengikutsertakan santri dalam kegiatan-kegiatan keagamaan seperti tahlilan, dan sholawatan. Membimbing anak-anak dengan bacaan-bacaan Islami. Menanamkan kebiasaan-kebiasaan beribadah seperti sholat berjamaoah, prakter wudhu dan sholat, dan pemberian contoh yang baik kepada anak baik penampilan fisik maupun prilaku karena anak diusia yang masih dini ini lebih suka meniru. Mengadakan kegiatan ekstra seperti qiroAoah, kaligrafi, dibaiyah dan memperingati hari-hari besar Islami serta perlombaan-perlombaan seperti tartil, adzan, muhadastah dan lain-lain. Menanamkan dasar-dasar agama kepada anak melalui materi-materi sebagai berikut: fiqih, akidah, tauhid, tarikh dan lain-lain. Bahasa Arab mufrodat, kata keseharian, muhadatsah, imlaAo, dasar nahwu dan sorrof. Bahasa Inggris meliputi: kata-kata sehari-hari dan conversation. Faktor yang mempengaruhi para guru Ngaji dalam rangka meningkatkan minat 4 Al-Idarah: Vol. 1 No. Desember 2020 baca Al-QuraAoan di TPA Ihsaan Unit 023 Kelurahan Dempo Lubuklinggau Timur II antara lain faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung yang ada di TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo adalah tersedianya sarana dan prasarana terlaksana apabila sarana dan prasana tidak menunjang. Sarana dan prasarana tersebut antara lain: gedung, musholla, perpustakaan, dan inventaris yang ada seperti: dampar, papan tulis, tape recorder dan lain lain. Kebersamaan antara guru. Adanya antusias dan kebersamaan antara sesama guru atau pembina TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo dalam upaya pembinaan kepribadian santri seperti semua ustad atau ustadzah ikut serta memantau aktivitas santri baik kegiatan harian, mingguan, maupun bulanan. Adanya antusias santri. Dalam proses belajar mengajar santri atau anak didik adalah obyek yang menjadi salah satu Berkaitan dengan hal ini santri bersemangat dalam kegiatan belajar mengajar ini dapat diketahui dalam proses belar mengajar, santri menyimak apa yang disapaikan oleh pengajar dan tanggap apabila diberikan tugas serta pertanyaan. Suasana Dalam keagamaan anak suasana yang Agamis itu sangat mendukung seperti sebelum pelajaran di mulai terkadang di sambut dengan lagu-lagu Islami, berbusana Islami dan lain-lain Materi atau bahan penunjang di TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo selain baca tulis Al-QurAoan ada pula materi bahan ajar lain seperti tauhid, tarikh, akidah, akhlak, bahasa arab, dan bahasa inggris. Ini diharapkan agar santri Melaksanakan kegiatan - kegiatan Kegiatan ekstra ini diadakan agar anak lebih termotivasi dalam belajar, kegiatan tersebut diantaranya: kaligrafi, qiroAoah, dibaAoiyah, perayaan PHBI dan Faktor penghambat yang ada di TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo adalah Kurang disiplin baik guru maupun Bagi santri kurang disiplin dikarenakan letak rumah mereka yang Sedangkan bagi guru karena terlalu banyaknya urusan rumah tangga yang belum erselesaikan, sehingga terkadang terlambat, selain itu juga dikarenakan gaji yang minim sehingga kurang termotivasi. Kurang perhatian dan kerjasama dari sebagian orang tua santri. Keluarga merupakan peletak dasar pendidikan yang pertama dan utama. Dalam hal ini peran orang tua sangat penting akan tetapi Sebagian dari orang tua santri kurang memperhatikan terhadap perkembangan anak itu. Dapat dilihat dari kepasrahan orang tua dalam menyerahkan anak ke suatu lembaga tanpa adanya bantuan bimbingan oleh orang tua di rumah. Keterbatasan waktu. Waktu belajar di TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo hanya berkisar 60-75 menit. Dalam hal waktu yang sedikit harus berbagai kemampuan yang dimiliki santri baik kognitif, afektif dan psikomotorik Sedangkan materinya mencakup banyak hal oleh sebab itu, waktu ditambah agar dalam proses belajar mengajar tidak tergesa-gesa dan anak tidak kesulitan memahami apa yang didapat kanya. Keterbatasan media ajar. Dalam pendidikan atau pembelajaran di TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo harus ada media yang memadai seperti tape rekorder, buku-buku Islami, majalah Islami, rambu-rambu makhorijul huruf, balok rukun Islam serta alat permainan anak dan sebagainya karena pada tingkat ini anak tidak hanya diberikan pembelajaran yang abstrak. Berkaitan dengan hal ini media yang dimiliki TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo masih minim. Kurangnya pengetahuan psikologi anak. Pada awalnya TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo hanya terfokus pada pendidikan baca tulis Al-QurAoan saja, akan tetapi semakin berkembangnya tuntutan zaman, maka guru-guru TPA kesulitan karena perbedaan santri baik minat dan kemampuannya. Keterbatasan Keterbatasan dana itu akan mempengaruhi dalam proses belajar mengajar karena dana adalah faktor yang sangat menunjang dalam berhasil tidaknya suatu kegiatan belajar mengajar. Tanpa adanya dana maka kegiatan belajar mengajar tidak berjalan dengan lancar. Metode pengajaran adalah suatu cara yang dipilih dan dilakukan guru ketika berinteraksi dengan anak didiknya dalam upaya menyampaikan bahan pengajaran tertentu, agar bahan pengajaran tersebut pembelajaran yang ditargetkan. Untuk kegiatan belajar mengajar di TPA atau TPQ hanya sejumlah metode tertentu saja mengingat tingkat perkembangan anak yang masih dini, yaitu usia 5-12 tahun. Penerapan metode pengajaran itu pun harus dilandasi dengan prinsip Bermain sambil belajar atau Belajar sambil Bermain. Oleh karenanya metode berdasarkan pengalaman guru yang Salah kemungkinannya adalah dengan cara memadukan sejumlah metode pertemuan, pendekatan seni tersendiri yaitu dengan seni bermain, bernyanyi, dan bercerita. Maka dari itu pendidik harus memahami perkembangan agama pada anak usia pendidikan dasar dan strategi atau Sebagaimana yang telah dikemukakan Muhaimin perkembangan jiwa keagamaan anak didik dapat dilihat dari karakteristik anak Yusnita. Muhammad Saleh. Agung Subakti. Elce Purwandari: [Analisis Metode Pendidika. 5 Berdasarkan karakteristik tersebut diketahui bahwa anak di usia TPA yakni, 6-15 Tahun sudah dapat meniru apa yang dilihatnya baik itu perbuatan yang baik maupun yang buruk, masa individualis dan penyesuain diri, dalam pembelajaran Al-Qu'an di TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo, para Pembina dalam menetapkan metode yang digunakan disesuaikan dengan sifat dan jenis bahan ajar atau materi pelajaran yang akan disampaikan dalam pembelajaran AlQur'an. SIMPULAN Metode pendidikan TPA Ihsaan Unit 023 Kelurahan Dempo Lubuklinggau Timur II terdiri dari Penerapan metode pembelajaran dan evaluasi, di TPA Ihsaan Unit 023 Di Kelurahan Dempo adalah menggunakan metode yang bervariasi sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak yaitu: Metode Qiroati. Metode ketauladanan. Metode Adapun materi yang di evaluasi adalah yang berkaitan dengan tujuan pokok dapat membaca dengan baik dan benar serta lancar sesuai dengan kaidahkaidah ilmu tajwid. Sedangkan untuk materi penunjangnya seperti dalam hal keagamaan tidak begitu berpengaruh terhadap kenaikan tingkat selanjutnya, di sebabkan pengetahuan ini tidak sampai pada tingkat pemahaman. Usaha atau upaya yang dilakukan para pembina dalam meningkakan perkembangan jiwa keagamaan anak. Menanamkan dasardasar agama kepada anak melalui materimateri sebagai berikut: fiqih, akidah, tauhid dan lain-lain. Faktor yang mempengaruhi para guru Ngaji dalam rangka meningkatkan minat baca AlQuraAoan terdiri dari faktor pendukung yaitu lingkungan yang mendukung baik lingkungan sekolah maupun masyarakat . Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya dukungan dari sebagian orang tua santri, banyaknya tantangan dari luar seperti TV dan game, kurang tersedianya media belajar seperti alat-alat peraga, 6 Al-Idarah: Vol. 1 No. Desember 2020 gambar, buku-buku dan majalah islami, minimnya gaji bagi guru sehingga guru tidak bisa terlalu fokus dalam kegiatankegiatan anak didik atau santri. DAFTAR PUSTAKA