Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH KONFLIK TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA APARAT DESA DI KECAMATAN ONOHAZUMBA KABUPATEN NIAS SELATAN Suadi Laia1. Yurmanius Waruwu2 1Mahasiswa Program Studi Manajemen 2Dosen Program Studi Manajemen suadilaia03@gmail. com, 2yurmaniuswar@gmail. ABSTRAK Ruang lingkup penelitian bertujuan, untuk mengetahui pengaruh konflik terhadap produktivitas kerja aparat desa di Kecamatan Onohazumba Kabupaten Nias Selatan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh konflik terhadap produktivitas kerja aparat desa di Kecamatan Onohazumba Kabupaten Nias Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Berdasarkan nilai thitung sebesar 7. 309 dan tingkat signifikan 0,000. Sedangkan ttabel pada alfa . = 0,05 dengan degree of freedom . n-k-1 = 32-1-1 = 30 sebesar 1. Dengan demikian thitung = 7. 309 > ttabel = 1,697dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Maka Ha di terima H0 ditolak, artinya variabel konflik (X) berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja aparat desa (Y). Maka disimpulkan bahwa konflik memiliki pengaruh yang positif terhadap produktivitas kerja aparat desa di Kecamatan Onohazumba Kabupaten Nias Selatan. Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah diuraikan. Maka disimpulkan bahwa konflik memiliki pengaruh yang positif terhadap produktivitas kerja aparat desa di Kecamatan Onohazumba Kabupaten Nias Selatan. Kata Kunci: Konflik. Produktivitas Kerja Aparat. ABSTRACT The scope of the study aims to determine the effect of conflict on the work productivity of village officials in Onohazumba District. South Nias Regency. The purpose of this study was to see how much influence the conflict had on the work productivity of village officials in Onohazumba District. South Nias Regency. This research uses quantitative research with associative approach. Based on the tcount value of 7,309 and a significant level of 0. While the ttable at alpha () = 05 with a degree of freedom . n-k-1 = 32-1-1 = 30 of 1. Thus tcount = 7. 309 > ttable = 1. and the significant level is 0. 000 <0. So Ha is accepted. H0 is rejected, meaning that the conflict variable (X) has a positive effect on the work productivity of village officials (Y). It was concluded that conflict had a positive influence on the work productivity of village officials in Onohazumba sub-district. South Nias Regency. Based on the results of the study, discussion of research results and conclusions that have been described, it is concluded that conflict has a positive influence on the work productivity of village officials in Onohazumba sub-district. South Nias Regency. Key Word: Conflict. Work Productivity of Apparatus. https://jurnal. id/index. php/jim Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 Pendahuluan Peran Sumber daya manusia di dalam suatu pemerintahan desa sangat penting karena sumber daya manusia dipandang sebagai unsur yang sangat menentukan dalam proses pengembangan kinerja pemerintahan desa. Peran sumber daya manusia menjadi semakin penting terutama pada lembaga pemerintahan desa akan terealisasi apabila ditunjang oleh aparat desa yang berkualitas. Sumber daya manusia didalam pemerintahan desa, memiliki cara kerja dengan sumber daya lainnya, dimana manusia selalu berusaha kemampuan yang dimiliki. Tersedianya fasilitas kerja yang dimiliki oleh sebuah pemerintahan desa tidak didukung oleh aparat desa yang dapat bekerja, maka tujuan suatu pemerintahan desa tidak berjalan secara efektif dan efisien, bahkan dapat berakibat kegagalan didalam sebuah pemerintahan Oleh mempergunakan sumber daya manusia yang ada dengan cara menggerakkan dan mengarahkan sumber daya manusia untuk mampu bekerja dengan baik, sehingga tujuan yang ada dalam pemerintahan desa Setiap pemerintahan desa memiliki persoalan konflik antara aparat desa yang satu dengan lainnya. Hal tersebut terjadi dimana tidak adanya kesesuaian atau tidak sependapat para aparat desa yang satu dengan lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh ketidak sependapat, ketidak serasian serta adanya gejala-gejala lain yang mengakibatkan keduanya saling bertentangan. Sikap seperti ini dapat memberikan dua hal yaitu adanya peningkatan terhadap kinerja https://jurnal. id/index. php/jim E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X aparat desa karena saling bersaing untuk menunjukkan kinerja yang baik didalam pemerintahan desa. Sebaliknya, ketika hal demikian terjadi, adanya penurunan kinerja pemerintahan desa. Oleh karena itu, manajemen konflik sangat dibutuhkan dalam hal mengatasi dan memperbaiki permasalahan antara aparat desa untuk produktivitas kerja di dalam pemerintahan Mewujudkan tujuan pemerintahan desa tidaklah mudah, keberhasilan aparat desa dalam menjalankan tugas juga sangat tergantung pada pimpinan desa. Bila pimpinan tidak memiliki kemampuan memimpin, maka tugas-tugas yang sangat kompleks tidak dapat dikerjakan dengan Apabila melaksanakan fungsi-fungsinya dengan baik, sangat mungkin pemerintahan desa tersebut dapat mencapai sasarannya. Pemerintahan pemimpin yang efektif, yang mempunyai anggotanya atau anak buahnya. Jadi, seorang pemimpin atau kepala desa akan diakui sebagai seorang pemimpin apabila ia dapat memberi pengaruh dan mampu mengarahkan bawahannya ke arah tujuan untuk membangun desa. Konflik pada dasarnya merupakan suatu interaksi antara individu yang tidak sependapat atau adanya pertentangan terhadap apa yang menjadi tujuannya. Menurut Handoko dalam Depiansah dkk . Aukonflik adalah segala macam interaksi pertentangan antara dua orang atau lebih, ketidaksesuaian antara dua orang atau kelompok yang timbul karena adanya perbedaan baik dari segi status, tujuan dan persepsiAy. Dan menurut Hasibuan . Aukonflik adalah Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 persaingan yang kurang sehat berdasarkan ambisi dan sikap emosional dalam memperoleh kemenanganAy. Adapun indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur konflik menurut Wahyudi dalam Hulu . Menstimulasi Konflik Menstimulasi konflik dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan prestasi, mengadakan evaluasi kinerja secara terpadu, memotivasi pegawai, menetapkan standar kinerja. Mengurangi atau Menurunkan Konflik Mengurangi konflik dapat dilakukan mutasi jabatan, menggabungkan unit yang konflik dan membuka forum Resolusi Konflik Resolusi konflik dapat dilakukan melalui cara musyawarah, campur tangan pihak ketiga, konfrontasi, tawar menawar, kompromi. Persoalan produktivitas kerja aparat desa adalah menyangkut mengenai hasil finalnya suatu aktivitas pekerjaan para aparat desa di dalam pemerintahan desa, dapat tercermin dari output yang dihasilkan baik yang berupa jumlah Manajemen pemerintahan desa menginginkan aparat pekerjaannya, memiliki kemampuan dalam bidang pekerjaan dan konsisten terhadap pekerjaan sehingga mengurangi kerugian atau resiko pekerjaan pada sebuah kegiatan yang dilaksanakan pemerintahan desa. Setiap desa selalu berusaha agar aparat desa bisa berprestasi dalam bentuk memberikan produktivitas kerja yang https://jurnal. id/index. php/jim E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Produktivitas kerja aparat desa bagi suatu desa sangatlah penting sebagai alat pengukur keberasilan bagi aparat. Menurut Tohardi dalam Sutrisno . Mengatakan bahwa produktivitas kerja merupakan Ausikap mental. yang selalu mencari perbaikan terhadap apa yang telah Suatu keyakinan bahwa seseorang dapat melakukan pekerjaan lebih baik hari ini dari pada hari kemarin dan hari esok lebih baik hari iniAy. Menurut Ravianto dalam Sutrisno . mengungkapkan bahwa Auproduktivitas pada dasarnya mencakup sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok hari lebih dari hari iniAy. Sedangkan Menurut Utami dalam Lucia dkk . indikator-indikator produktivitas kerja antara lain adalah : Pengetahuan . Pengetahuan merupakan hasil proses pendidikan yang diperoleh secara formal maupun nonformal yang memberikan kontribusi pada seseorang didalam pemecahan masalah, daya cipta, termasuk dalam melakukan atau seorang karyawan diharapkan mampu melakukan pekerjaan secara produktif. Ketrampilan . Ketrampilan adalah kemampuan dan mengenai bidang tertentu, ketrampilan diperoleh melalui proses belajar dan Dengan ketrampilan yang dimiliki seorang karyawan diharapkan mampu menyelesaikan pekerjaan secara Sikap . dan perilaku . Sangat erat hubungan antara kebiasaan atau sikap dan perilaku. Jika sikap Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 karyawab baik, maka hal tersebut dapat menjamin perilaku kerja juga baik. Dengan demikian, perilaku manusia ditentukan oleh sikap-sikap yang telah tertanam dalam diri karyawan sehingga dapat mendukung kerja yang efektif. Kemampuan . Kemampuan terbentuk dari sejumlah kompetensi yang dimiliki oleh seorang demikian jika seseorang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi diharapkan akan memiliki kemampuan yang tinggi pula. Aparat Desa yang berada di Kecamatan Onohazumba di Kabupaten Nias Selatan, berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya masyarakat di Kecamatan Onohazumba, peran tersebut tak pernah lepas dalam kegiatan-kegiatan kebutuhan-kebutuhan lainnya khususnya masyarakat di Kecamatan Onohazumba. Para pimpinan desa di kecamatan Onohazumba mengontrol dan mengawasi bawahannya untuk menjalankan dan melaksanakan tugas atau amanah yang diberikan sesuai dengan tupoksi pekerjaan yang telah ditentukan dan sesuai dengan fungsinya masing-masing aparat desa, sehingga proses pekerjaan yang dilaksanakan keberhasilan sesuai dengan harapan Desa Kecamatan Onohazumba. Berdasarkan . engamatan awa. yang di dapatkan peneliti pada wilayah Kantor Desa di Kecamatan Onohazumba https://jurnal. id/index. php/jim E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X pembagian kerja yang tidak sesuai dengan fungsi kerja atau tupoksi kerja yang dimiliki aparat desa dimana banyaknya aparat desa tidak paham dengan tupoksi kerja tersebut sehingga menimbulkan konflik kerja didalam pemerintahan desa, berdampak pada produktivitas kerja aparat, produktivitas kerja aparat desa menurun, hal ini disebabkan kurangnya kemampuan dalam bekerja sebagai aparat desa sehingga menyebabkan rancangan kegiatan desa yang telah diprogramkan sebelumnya tidak berjalan. Masih ada aparat desa yang tidak bertanggung jawab pada pekerjaannya hal ini disebabkan pimpinan kepada bawahanya sehingga masih ada aparat desa yang terlambat masuk kantor, pulang kerja pada jam kantor dan masih ada aparat desa yang menggunakan fasilitas kantor yang tidak terkait dengan pekerjaannya. Hal ini disebabkan kurangnya disiplin kerja produktivitas kerja dan pencapaian tujuan Desa Kecamatan Onohazumba. Dengan demikian, peran dan kemampuan pemerintahan desa dalam mengelola sumber daya manusia sangat penting untuk mencapai tujuan. Berdasarkan uraian permasalahan tersebut diatas, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul: AuPengaruh Konflik terhadap Produktivitas Kerja Aparat Desa di Kecamatan OnohazumbaAy. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Menurut Arikunto . Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 Aupenelitian assosiatif adalah penelitian variabelAy. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Artinya data yang diperoleh secara langsung dari sumber utama melalui penyebaran angket kepada seluruh pegawai atau aparat Desa di Kecamatan Onohazumba. Dalam mengetahui besarnya pengaruh konflik terhadap produktivitas kerja Aparat Desa di Kantor Desa di Kecamatan Onohazumba dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan menggunakan alat bantu perangkat lunak program SPSS 21 for windows. Adapun model persamaan regresi linear sederhana menurut Suliyanto . Y= f(X) Atau Y=a b(X) Keterangan: Y = Produktivitas Kerja kerja a = koefisien konstanta b = koefisien variabel bebas X = Konflik Nilai a . dan nilai b . oefisien regres. dalam persamaan di atas oleh Suliyanto . dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut: n(Oc ycUycU) Oe (Oc ycU)(Oc ycU) yca= n(Oc X 2 ) Oe (Oc ycU)2 Oc Y Oe yca(Oc ycU) yca= Dalam penelitian ini, metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dengan menggunakan alat bantu pengolah data yaitu SPSS 2 for https://jurnal. id/index. php/jim E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Hasil Dan Pembahasan Hasil disimpulkan dapat disimpulkan bahwa sampel yang diambil dari populasi terdistribusi secara normal. Karena dari nilai residual kolmogorov-sminorv z sebesar 0,730 untuk masing-masing variabel penelitian dan Asymp Sig . -taile. 0,661 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdistribusi secara normal. Selanjutnya metode lain juga dapat digunakan untuk terstandarisasi normal atau tidak dengan melihat normal probability plot bahwa model regresi memenuhi asumsi klasik karena data hanya menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal sehingga menunjukan pola distribusi normal. Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah regresi yang terjadi memiliki kesamaan atau ketidaksamaan. Varians residual antara pengamatan jika terjadi persamaan varians maka akan terjadi heteroskedastisitas dan apabila terjadi varians dari residual yang tetap maka akan terjadi homokedastisitas. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat dengan menggunakan uji parsial . Hasil uji t dapat dijelaskan bahwa ycEaycnycycycuyci variabel konflik (X) terdapat nilai sebesar 7,309 dan tingkat signifikanya sebesar 0,000. Sedangkan nilai pada c = 0,05 dan . -k-. atau 32-1-1=30 adalah sebesar 1,697. Jika nilai ycEaycnycycycuyci < ycycycaycayceyco maka Ho diterima dan Ha ditolak , artinya variabel bebas . tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat . roduktivitas kerj. Sebaliknya jika ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco maka Ho ditolak dan Ha diterima, . Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 terhadap variabel terikat . roduktivitas Berdasarkan hasil diatas maka dapat disimpulkan bahwa nilai ycEaycnycycycuyci . > ycycycaycayceyco . dan tingkat signifikan 0,000 > 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya variabel bebas (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat (Y). Maka dapat disimpulkan bahwa variabel konflik (X) berpengaruh positif produktivitas kerja (Y) aparat Desa Di Wilayah Kecamatan Onohazumba Kabupaten Nias Selatan. Dari diperoleh koefisien determinasi (R2 ) sebesar 0,64 ini berarti 64% Variabel bebas Sedangkan sisanya sebesar 36% dapat dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak disebut dalam model penelitian. Dari hasil penelitian yang sudah diuraikan, maka dalam pembahasan penelitian ini akan dijelaskan dan diuraikan seberapa besar pengaruh konflik terhadap produktivitas Aparat Desa Di Wilayah Kecamatan Onohazumba Kabupaten Nias Selatan. Untuk lebih mempermudah menganalisis hasil serta interpretasi regresi sederhana. Nilai 7,215 merupakan nilai hasil persamaan regresi linear sederhana dari koefisien variabel produktivitas kerja aparat desa . sebagai konstanta . ilai Sedangkan nilai 1,042 merupakan nilai koefisien dari variabel konflik . Artinya setiap kenaikan variabel konflik sebesar sebesar 0,824 maka produktivitas aparat desa akan mengalami kenaikan sebebesar 7,215. Jika variabel konflik tetap maka variabel produktivitas kemudian, jika variabel konflik https://jurnal. id/index. php/jim E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X mengalami penurunan maka variabel produktivitas ikut menurun. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka diharapkan adanya kemampuan tim memperhatikan indikator-indikator konflik yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kerja aparat desa dalam hal mengurangi atau menurunkan konflik dan resolusi konflik. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja aparat desa di wilayah kecamatan onohazumba Kabupaten Nias Selatan baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan Hasil penelitian ini, menunjukan produktivitas kerja aparat Desa di wilayah Kecamatan Onohazumba Kabupaten Nias Selatan. Hal ini diperkuat oleh penelitian Panggabean dan Yohana Lasmaria . mengenai pengaruh konflik terhadap produktivitas kerja aparat desa di kecamatan siantar simalungun. Tujuan penelitian Panggabean dan Yohana Lasmaria pengaruh konflik terhadap produktivitas kerja aparat desa di kecamatan siantar Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian Berdasarkan menunjukan bahwa variabel konflik terhadap produktivitas kerja aparat desa di kecamatan siantar simalungun. Penelitian sebelumnya memiliki kesamaan dengan penelitian yang dilakukan saat ini. Dapat dilihat dari judul penelitian atau topik pembahasan yakni mengenai pengaruh konflik terhadap produktivitas kerja serta Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 memiliki kesamaan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh konflik terhadap produktivitas kerja. Selain itu, jenis penelitian yang digunakan memiliki kesamaan yaitu dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang bersifat Hasil dari penelitian sebelumnya menunjukan bahwa variabel konflik (X) terhadap variabel produktivitas kerja (Y) aparat desa di kecamatan siantar Demikian pula dengan penelitian saat ini yang menunjukan bahwa konflik berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja aparat desa di kabupaten Nias Selatan. Perbedaan yang diperoleh terletak pada objek penelitian dan subjek sebelumnya dilaksanakan di kecamatan Siantar Simalungun dan subjeknya aparat Sedangkan pada penelitian saat ini dilaksanakan di wilayah kecamatan onohazumba Kabupaten Nias Selatan dan subjeknya adalah aparat desa. Penutup Berdasarkan hasil penelitian dan sebelumnya, maka dapat di tarik kesimpulan tentang pengaruh konflik terhadap produktivitas kerja aparat desa di Kecamatan onohazumba Kabupaten Nias Selatan. Hasil dari pengujian hipotesis secara parsial mengatakan bahwa Konflik Terhadap Produktivitas Kerja Aparat Desa Di Wilayah Kecamatan Onohazumba Kabupaten Nias Selatan. Nilai hasil persamaan regresi linear sederhana yaitu 7,215 dari koefisien variabel produktivitas kerja aparat desa . https://jurnal. id/index. php/jim E-ISSN: 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X sebagai konstanta . ilai teta. Sedangkan nilai 1,042 merupakan nilai koefisien dari variabel konflik . Dari hasil penelitian, maka variabel konflik (X) berpengaruh positif terhadap variabel produktivitas kerja (Y), aparat desa dikecamatan onohazumba Kabupaten Nias Selatan. Dengan perolehan thitung sebesar 7. 309 dan tingkat signifikan 0,000. Sedangkan ttabel pada alfa . = 0,05 dengan degree of freedom . n-k-1 = 32-1-1 = 30 sebesar 1. Dengan demikian thitung = 7. 309 > ttabel = 1,697dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Maka Ha di terima H0 ditolak, artinya variabel konflik (X) berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja aparat desa (Y). Maka disimpulkan bahwa konflik memiliki pengaruh yang positif terhadap produktivitas kerja aparat desa di kecamatan onohazumba Kabupaten Nias Selatan. Untuk mengetahui seberapa besar variabel terikat (Produktivitas Kerja aparat des. dapat dijelaskan oleh varibel bebasnya . , diperoleh nilai R Square (R. sebesar 0,640 atau . %) artinya 64% produktivitas kerja aparat desa (Y) dapat dijelaskan oleh variabel bebas yaitu konflik (X) sedangkan sisanya 36% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini. Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, sehingga peneliti menyampaikan beberapa saran antara lain: Untuk meningkatkan produktivitas kerja aparat desa di kecamatan onohazumba Kabupaten Nias Selatan, bawahannya agar bekerja lebih baik produktivitas kerja dapat meningkat. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 1 Edisi Januari 2024 Dalam hal ini menjaga agar hubungan kerja didalam suatu pemerintahan desa dapat terjalin secara harmonis seperti, hubungan dengan atasan, hubungan dengan sesama aparat desa/ rekan kerja dan hubungan dengan bawahan. sehingga setiap keputusan dan aturan yang diberikan atasan dapat diterima dan dilaksanakan oleh bawahan dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian dapat meningkatkan produktivitas kerja dari para aparat desa dan tujuan dari pemerintahan desa dapat tercapai secara maksimal. Selain pemerintahan desa mampu meningkatkan hubungan kerja sama yang baik serta memperhatikan setiap keluhan aparat desa tentang pekerjaan didalam pemerintahan desa produktivitas kerja dari para aparat desa yang bekerja. Daftar Pustaka