Eastasouth Journal of Positive Community Services Vol. No. Januari, 2026, pp. ISSN: 2963-2625. DOI: 10. 58812/ejpcs. Menumbuhkan Ekonomi Kerakyatan dari Desa: Strategi Pemasaran Digital UMKM Babatan Melalui Landing Page Whatsapp Nurul Siti Jahidah1*. Yasir Maulana2. Fauziyah Adzimatinur3 1,2,3 Universitas Kuningan *Corresponding author E-mail: nurul. jahidah@uniku. id (Nurul Siti Jahida. * Article History: Received: Januari 2026 Revised: Januari 2026 Accepted: Januari 2026 Abstract: Pengabdian masyarakat ini berfokus pada penguatan kapasitas pemasaran pelaku UMKM di Desa Babatan. Kabupaten Kuningan, sebagai bagian dari upaya mendukung ekonomi kerakyatan berbasis Permasalahan utama yang di hadapi UMKM adalah keterbatasan akses pasar dan rendahnya literasi digital. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan literasi digital, mendorong transformasi pemasaran dari pola konvensional ke digital, serta meningkatkan kemandirian UMKM melalui landing page whatsapp. Pendekatan yang digunakan yaitu Participatory Action Research (PAR) dengan metode observasi, diskusi kelompok, pelatihan berbasis praktik, serta pendampingan intensif. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pada pengetahuan, keterampilan, dan perilaku pemasaran digital UMKM. Pelaku UMKM mampu membuat dan mengelola landing page Whatsapp secara mandiri, memperluas jangkauan promosi, serta memperkuat jejaring usaha lokal. Pengabdian ini berkontribusi pada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis digital yang inklusif dan berkelanjutan. Keywords: Desa Babatan. Ekonomi Kerakyatan. Landing Page Whatsapp. Participatory Action Research. Pemasaran Digital UMKM Pendahuluan Ekonomi kerakyatan merupakan fondasi penting dalam pembangunan nasional yang menempatkan rakyat sebagai subjek utama pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pembangunan ekonomi tidak lagi hanya berorientasi pada sektor besar dan padat modal, tetapi juga menuntut penguatan usaha produktif lokal yang mampu menciptakan nilai tambah dan menyerap tenaga Dalam konteks tersebut. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan strategis sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan mendorong pemerataan pembangunan Journal homepage: https://ejcs. eastasouth-institute. com/index. php/ejpcs Vol. No. Januari, 2026, pp. hingga wilayah pedesaan. Secara UMKM perekonomian Indonesia melalui sumbangan lebih dari 60% terhadap PDB dan perannya dalam menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional (Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, 2. Namun, kontribusi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi UMKM di tingkat lokal, terutama di pedesaan. Akses pasar yang terbatas, literasi digital dan pemanfaatan teknologi yang masih minim menjadi hambatan utama dalam meningkatkan daya saing UMKM desa. Desa Babatan. Kecamatan Kadugede. Kabupaten Kuningan. Jawa Barat, merupakan wilayah pedesaan dengan potensi UMKM berbasis pertanian dan usaha rumah tangga, seperti makanan olahan dan keripik singkong. Desa ini memiliki jumlah penduduk 1. 471 jiwa yang sebagian besar berada pada usia produktif dan bergantung pada sektor pertanian (Badan Pusat Statistik, 2. Ketersediaan bahan baku lokal dan keterampilan produksi tradisional menjadi modal penting dalam pengembangan UMKM desa (Tambunan, 2. Namun demikian, hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM masih mengandalkan pemasaran konvensional dan belum memanfaatkan media digital secara optimal, sehingga jangkauan pasar terbatas dan pertumbuhan usaha berjalan lambat. Kondisi ini sejalan dengan temuan OECD . yang menyebutkan bahwa rendahnya adopsi teknologi menjadi permasalahan utama UMKM khususnya wilayah pedesaan. Rendahnya literasi digital pelaku UMKM menyebabkan belum optimalnya pemahaman terhadap konsep pemasaran digital, seperti pengelolaan konten, identitas merek, dan komunikasi digital dengan konsumen. Padahal, perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah pada transaksi daring menuntut UMKM untuk beradaptasi agar tetap kompetitif. Pemasaran digital terbukti mampu memperluas jangkauan pasar secara lebih efisien dan personal (Kotler. , & Keller, 2. serta berdampak positif terhadap kinerja dan penjualan UMKM (Jahidah et al. Taiminen. , & Karjaluoto, 2. Salah satu media pemasaran digital yang cukup potensial dan dapat digunakan oleh UMKM yaitu WhatsApp. Berdasarkan DataReportal . tingkat penetrasi penggunaan WhatsApp di Indonesia telah mencapai 90 persen. Pemanfaatan WhatsApp Business melalui landing page yang terintegrasi dengan katalog produk dan media sosial merupakan solusi pemasaran yang sederhana, berbiaya rendah, dan mudah diadopsi oleh UMKM desa. Penelitian menunjukkan bahwa platform pesan instan mampu meningkatkan interaksi produsen dan konsumen serta mendorong keputusan pembelian (Hartono et al. , 2024. Muhamad Al Faruq Abdullah. Fathihani, 2. Vol. No. Januari, 2026, pp. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini difokuskan pada penguatan kapasitas pemasaran digital UMKM Desa Babatan melalui pemanfaatan landing page WhatsApp. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan literasi digital pelaku UMKM, mendorong transformasi pemasaran dari pola konvensional ke digital, serta meningkatkan kemandirian UMKM dalam memperluas akses pasar. Metode Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan kesesuaian program dengan kebutuhan riil masyarakat, meningkatkan keberlanjutan program, serta mendorong kemandirian UMKM dalam jangka panjang. Subjek pengabdian adalah pelaku UMKM produktif bidang olahan makanan lokal di Desa Babatan. Kecamatan Kadugede. Kabupaten Kuningan. Jawa Barat, dengan jumlah 15 UMKM yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria: . usaha aktif dan berkelanjutan, . belum memanfaatkan pemasaran digital secara optimal, dan . memiliki kemauan untuk mengikuti seluruh rangkaian pendampingan. Kegiatan dipusatkan di balai desa sebagai lokasi pelatihan dan pendampingan. Metode pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara dan diskusi kelompok (FGD), serta pelatihan berbasis praktik . ands-on trainin. Pelaku UMKM dilibatkan dalam penentuan bentuk pelatihan, jadwal kegiatan, dan pemilihan media digital yang digunakan guna membangun rasa kepemilikan . ense of ownershi. dan memperkuat kohesi sosial komunitas. Identifikasi Masalah dan Pemetaan Potensi Perencanaan Pelatihan Pendampingan Evaluasi Gambar 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahapan kegiatan pengabdian dilaksanakan secara sistematis sebagai berikut: Identifikasi Masalah dan Pemetaan Potensi Mengidentifikasi kondisi UMKM, pola pemasaran, tingkat literasi digital, serta potensi lokal melalui observasi dan wawancara. Perencanaan Penyusunan rencana kegiatan secara partisipatif melalui FGD, termasuk Vol. No. Januari, 2026, pp. penentuan tujuan, strategi, dan indikator keberhasilan. Pelatihan Pelatihan digital marketing dasar, penggunaan WhatsApp Business, pembuatan landing page WhatsApp, serta desain konten promosi menggunakan Canva. Implementasi dan Penerapan Teknologi Pembuatan dan aktivasi landing page WhatsApp UMKM yang terintegrasi dengan katalog produk dan media sosial. Pendampingan dan Monitoring Pendampingan intensif dalam penggunaan media digital, pembuatan konten, dan pengelolaan komunikasi dengan konsumen. Evaluasi dan Refleksi Bersama Evaluasi capaian program melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan literasi digital para pelaku UMKM, serta observasi terhadap perubahan perilaku pemasaran digital, seperti kemampuan mengelola WhatsApp Business dan penggunaan landing page. Hasil Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Babatan. Kecamatan Kadugede. Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini berlangsung dengan baik secara partisipatif dengan peran aktif dari para pelaku UMKM di Desa Babatan. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) memungkinkan pelaku UMKM terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelatihan, hingga evaluasi, sehingga program berjalan sesuai dengan kebutuhan riil Proses pengabdian dimulai dengan identifikasi masalah dan pemetaan, selanjutnya sosialisasi (FGD). Pada tahap awal, dilakukan pemetaan masalah dan sosialisasi serta diskusi partisipatif untuk mengidentifikasi permasalahan utama UMKM. Hasil identifikasi masalah awal sejalan dengan hasil diskusi yang menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM masih mengandalkan pemasaran konvensional, seperti promosi dari mulut ke mulut dan penjualan langsung, serta belum memahami strategi pemasaran digital sederhana yang mudah diterapkan. Pada tahap ini, pelaku UMKM menunjukkan keterbatasan pemahaman terhadap pemasaran digital dan masih bergantung pada sistem penjualan Namun, antusiasme peserta meningkat ketika diperkenalkan pada konsep pemasaran digital berbasis WhatsApp yang dinilai mudah, murah, dan relevan dengan kebiasaan komunikasi sehari-hari. Vol. No. Januari, 2026, pp. Tahap selanjutnya yaitu pelatihan dan implementasi teknologi. Pelatihan dilakukan secara dua arah antara tim pengabdian dan mitra. Pelaku UMKM tidak hanya menerima materi namun aktif pula dalam diskusi terkait kondisi riil usahanya. Pendekatan yang dilakukan dalam pelatihan ini yaitu praktik langsung . ands-on trainin. sehingga peserta mampu langsung menerapkan keterampilan baru yaitu membuat landing page whatsapp sebagai salah satu solusi praktis pemasaran digital. Kegiatan pelatihan ini meliputi : Pengenalan konsep pemasaran digital dasar berbasis Whatsapp Pembuatan akun Whatsapp Business Penyusunan pesan promosi yang persuasif Praktik pembuatan landing page Whatsapp menggunakan template yang tersedia di Canva Simulasi penggunaan landing page untuk melayani konsumen Gambar 2. Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan pelaku UMKM oleh Narasumber Pelaku UMKM terlibat aktif dalam setiap sesi, mulai dari praktik langsung hingga diskusi kendala yang di hadapi. Pendampingan dilakukan secara individual maupun kelompok untuk memastikan setiap peserta mampu menghasilkan landing page Whatsapp secara mandiri. Hal ini terlampir pada Gambar 2, dimana narasumber dan panitia melakukan praktik langsung dan pendampingan secara individu dalam membuat landing page Whatsapp. Bentuk aksi teknis yang dilaksanakan dalam program ini meliputi pembuatan dan aktivasi landing page WhatsApp untuk setiap UMKM, penyusunan katalog digital produk, serta optimalisasi penggunaan WhatsApp Business sebagai kanal komunikasi dan penjualan. Landing page yang dikembangkan berfungsi sebagai pusat informasi produk yang memuat foto, harga, deskripsi, serta tombol interaksi langsung dengan penjual. Vol. No. Januari, 2026, pp. Gambar 3. Materi pelatihan landing page dengan bantuan aplikasi Canva Gambar 3 menunjukkan salah satu materi pelatihan pembuatan landing page dengan bantuan apliaksi Canva. Pelatihan dilakukan dengan praktik secara langsung menggunakan handphone atau gawai masing-masing pelaku UMKM. Pelaku UMKM diberikan pula pelatihan terkait membuat Call to Action dan memasukkan link Whatsapp pada tombol tertentu. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan pemasaran digital berbasis landing page WhatsApp memberikan perubahan yang nyata pada aspek pengetahuan, keterampilan, perilaku, serta kapasitas sosial ekonomi pelaku UMKM di Desa Babatan. Perubahan ini diidentifikasi melalui observasi partisipatif, diskusi kelompok, serta evaluasi pre-test dan post-test selama kegiatan pengabdian Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait pemasaran digital, khususnya penggunaan WhatsApp Business dan pembuatan landing page WhatsApp. Tabel 1. Hasil Pre-Test dan Post-Test Pelaku UMKM Indikator Penilaian Pemahaman konsep digital marketing Pemahaman Whatsapp Business Pengetahuan tentang landing page WhatsApp Kemampuan dasar membuat konten promosi digital Rata-rata keseluruhan skor Rata-rata Pre-Test Rata-rata Post-Test Peningkatan Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor sebesar 35 poin atau sekitar 76% dibandingkan kondisi awal. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator pemahaman dan pembuatan landing page WhatsApp, yang Vol. No. Januari, 2026, pp. sebelumnya hampir tidak dipahami oleh sebagian besar peserta. Secara konkret, seluruh peserta mampu: Membuat landing page WhatsApp secara mandiri Mengintegrasikan link WhatsApp ke media promosi digital Menggunakan landing page sebagai sarana komunikasi bisnis dengan konsumen Pendampingan pasca pelatihan menjadi fase penting dalam menjaga keberlanjutan program. Pada fase ini, tim pengabdian membantu mitra mengevaluasi efektivitas konten promosi, memperbaiki desain visual, serta menyesuaikan strategi komunikasi berdasarkan respons konsumen. Proses ini memperlihatkan peningkatan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam mengelola pemasaran digital secara mandiri. Selain perubahan perilaku individu, muncul pula kesadaran kolektif tentang pentingnya kolaborasi antar pelaku UMKM. Beberapa peserta mulai saling berbagi pengalaman, bertukar informasi pemasok, serta melakukan promosi silang . antar produk UMKM desa. Kesadaran ini menjadi fondasi awal terbentuknya pranata sosial baru berupa kelompok UMKM digital Desa Babatan yang berfungsi sebagai wadah belajar dan berbagi praktik baik pemasaran digital. Secara sosial, program ini mendorong transformasi awal menuju masyarakat desa yang lebih adaptif terhadap teknologi digital. Peningkatan literasi digital tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga membuka wawasan baru tentang peluang usaha berbasis teknologi, khususnya bagi ibu rumah tangga. Transformasi ini menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa yang inklusif. Diskusi