TERAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial Budaya Vol. No. November 2024, pp. eISSN 3089-2988 | https://ejournal. org/index. php/teras Pendampingan Mewarnai Kaligrafi Pada Sekolah Dasar Negeri 1 Perampuan Qatrunnada1*. Muhammad Arfa2. Nahdlatuzzainiyah3 1,2,3 Fakultas Seni dan Desain. Universitas Bumigora. Indonesia *Email: haryono@universitasbumigora. ABSTRACT Pendampingan mewarnai kaligrafi merupakan langkah peningkatan kemaupun pengimplementasian warna pada gambar kaligrafi yang sudah disediakan sketsanya. Pendampingan merupakan kegiatan yang dapat mendorong tingkat kreativitas peserta menggambar baik peningkapan pada sisi pemahaman maupun pengimplementasian warna. pendampingan ini bersasaran pada peserta bimbingan belajar Ririh calistung dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang. Peserta mewarnai menggambar pada bimbingan Ririh Calistung berfokus pada siswa SDN yang ada di kota mataram. Tujuan dari pendampingan mewarnai ini untuk memperkuat kemampuan memahami pengolahan warna maupun pengimplementasian warna pada Adapun metode pendampingan mewarnai terdiri dari tahap observasi, pengumpulan data, pendampingan, dan evaluasi hasil pendampingan mewarnai. Adapun hasil dari pendampingan peserta mewarnai pada bimbingan belajar calistum. Ketercapaian hasil mewarnai gambar pada Bimbingan Belajar Ririh Calistung selama dua kali. Article History Received 2024-09-31 Revised 2024-10-23 Accepted 2024-11-01 Keywords Pendampingan. Mewarnai. Bimbingan. Belajar Copyright A 2024. The Author. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license PENDAHULUAN Perkembangan seni rupa di Indonesia tentu tidak bisa lepas dari pengaruh globalisasi. Seni dan perkembangan global memiliki poros yang sama untuk berpusat pada arus kesadaran akan kreativitas. Kreativitas tumbuh dalam ruang-ruang tersendiri seperti ruang akademik maupun non akademik . , p. Dalam dunia pendidikan, seni sudah punya ranah disiplin ilmu masing-masing sebagai ruang kreativitas seperti adanya kampus seni dan fakultas seni yang ada pada tiap-tiap universitas. dalam konteks pendidikan kegiatan pembelajaran akan dipusatkan pada tiga rana yaitu rana kognitif, rana psikomotorik, dan rana afektif . , p. Seni adalah sesuatu yang sangat erat dengan sikap kreativitas manusia yang selalu berkembang tanpa batas. bahkan seni merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan kebutuhan kreativitas manusia akan tuntutan hidup. seni bukan hanya membicarakan bagai mana kedudukan nilai indah dan tidak indah, tetapi seni membicarakan lebih jauh lagi tentang kehidupan manusia bahkan ranah seni dan Agama sudah dipersoalkan . , p. Beberapa jenis ekspresi, seni tentu melahirkan nilai yang berbeda-beda tergantung tuntutan dan kebutuhan. seperti hadirnya seni tari, seni teater, seni musik, dan seni rupa. pembuatnya dari setiap bidang seni berusaha menyampaikan sesuatu nilai melalui karya yang diekspresikan . , p. Dalam dunia seni rupa berusaha menyampaikan suatu nilai melalui bahasa visual berupa lukisan. peran ini tentu membutuhkan kompetensi diri yang harus dimiliki oleh seniman sebagai mana yang telah di uraikan di atas. Bahasa visual bukan hanya sekedar memiliki kemampuan menggambar atau melukis tetapi juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi melalui gagasan karya yang selalu berbasis pada fenomena sosial. Kompetensi melukis ini merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh pelajar selama proses pembelajaran pada tingkat pendidikan dasar sampai pada tingkat pendidikan menengah. Karena interaksi sosial tidak melulu pada komunikasi verbal melainkan komunikasi visual juga How to cite: Qatrunnada. Arfa. Nahdlatuzzainiyah. Pendampingan Mewarnai Kaligrafi Pada Sekolah Dasar Negeri 1 Perampuan. TERAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial Budaya, 1. , 1-5. https://doi. org/10. 71094/teras. TERAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial Budaya Vol. No. November 2024, pp. e-ISSN 3089-2988 adalah bagai yang memiliki peranan penting dalam interaksi sosial. Maka perlu ada pengayaan atau pembinaan melalui transformasi gagasan tentang visual sebagai bentuk tanggung jawab pada generasi. kegiatan ini merupakan bentuk perwujudan tanggung jawab akademis pada generasi melalui pendampingan mewarna gambar pada peserta bimbingan belajar Ririn Calistung. Mengingat adanya pengaruh globalisasi teknologi yang tentu tidak bisa kita bendungi, melainkan kita mencoba menyesuaikan diri dengan perubahan. Peranan kita perlu mendorong sumber daya Manusia seni agar dapat beradaptasi dengan peradaban dunia baru. Disisi lain juga interaksi kreativitas manusia tidak bisa berdiri sendiri tanpa teknologi, teknologi kita memicu kesadaran tanggung jawab manusia untuk mampu menyesuaikan diri dengan perubahan baik di lingkungan akademis maupun non akademis . , p. Pendidikan menggambar atau melukis salah satu rangkaian kegiatan yang di dalamnya memiliki tahap proses mewarnai yang harus dijawab oleh siswa. Mewarnai merupakan bagian unsur terpenting dalam bahasa visual seperti menggambar ataupun melukis. Dalam dunia seni warna dapat hadir sebagai simbol untuk menjelaskan sesuatu gagasan yang dapat mewakili sesuatu yang lain. Seperti hadirnya lukisan Fita Mala yang berjudul Audinamika bentuk dan warna segehan panca warna sebagai seni lukis kontemporerAy. Penerapan warna dalam lukisan ini demi untuk mencapai kesan magis . , p. Kedudukan warna dalam kehidupan sosial tidak jauh dari kebutuhan antara subjek, objek, dan penikmat warna itu sendiri. tiga hal ini masing-masing memiliki peranan yang berbedabeda terhadap kebutuhan akan warna. subjek mencoba menghadirkan warna sebagai kebutuhan produksi untuk kebutuhan estetik dalam karya. Sedangkan penikmat sebagai konsumsi warna yang sangat dekat dengan kesukaan yang lebih implisit untuk kebutuhannya. Sedangkan objek itu sendiri, kita mencoba mendudukan warna sebagai pusat kebutuhan antara subjek sebagai produksi dan penikmat sebagai konsumen warna. Pada desain interior salah satu yang diperhatikan adalah konsep warna akan mempertimbangkan tiga hal yaitu pengguna warna, warna . , dan pemakai warna . saling menukar kebutuhan sebagai mana yang sudah dijelaskan di atas . , p. Psikologi mencoba mendudukan warna sebagai sesuatu yang dapat merepresentasikan pengalaman batin. Interaksi batin individu dapat diartikan melalui warna. Sebagaimana yang ditemukan oleh Edwar De Bono mencoba menghubungkan metode pembelajaran dengan konsep enam topi berfikir. Edwar de Bono adalah seorang psikologis, dengan karyanya yang terkenal melalui topi berfikir sebagai simbol konsepnya, seperti topi putih, topi merah, topi hitam, topi kuning, topi hijau, topi biru. Topi warna mencoba menghadirkan konsep berdasarkan makna dari setiap jenis warna topi di atas . , p. Ririh Kalistung merupakan sebuah lembaga bimbingan belajar, salah satunya bergerak di bidang menggambar yang dirikan sejak tahun 2015. Ririn Calistung sudah berjalan selama beberapatahun untuk membawa bidang menggambar husus pada anak-anak SDN, sasaran peserta yang mendaftar di Ririn Calistung merupakan peserta seputar Mataram. Ririn Calistung sudah mengganti guru bimbel beberapa kali sehingga dapat berpengaruh pada tingkat semangat belajar anak . epala Calistun. Beberapa bulan ini anak-anak mulai semangat lagi untuk belajar menggambar karena yang mendampingi guru baru yang betul-betul dari bidang seni rupa. Selama proses 6 bulan menggambar guru pendamping bimbel melihat kekurang bahwa kemampuan anak-anak dalam memilah warna dan mengolah warna pada gambar adalah hal yang sulit. Hanya sebagian kecil saja peserta yang bisa dari sekian peserta menggambar. Mengingat dengan adanya kendala yang di hadapi oleh Calistung dengan guru pengajar gambar mengiginkan adanya kerja sama dengan instansi yang berbasis seni untuk membantu peningkatan pemahaman dan pengaplikasian warna pada gambar. Kerja sama Calistung dengan jurusan desain komunikasi visual merupakan pertama kalinya dengan bimbingan belajar yang bergelut dalam bidang menggambar. Dari latar belakang di atas maka perlu adanya pendampingan untuk meningkatkan kemampuan memahami dan pengaplikasian warna pada Qatrunnada et al. (Pendampingan Mewarnai Kaligrafi Pada Sekolah Dasar Negeri 1 Perampua. TERAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial Budaya Vol. No. November 2024, pp. e-ISSN 3089-2988 Pendapingan mewarnai ini dilaksanakan selama tiga kali pertemuan dengan tema Aupendampingan mewarnai pada Bimbingan belajar Ririn Calistung peserta menggambarAy. Berdasarkan latar belakang di atas bahwa Bimbingan Belajar Ririn Calistung bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan mengaplikasikan warna pada gambar. Manfaat dari kegiatan pendampingan mewarnai pada bimbingan belajar menggambar kalistum yaitu, . untuk menjawab tuntutan minat peserta menggambar salah satunya kompetensi mewarnai. untuk mendorong kemampuan akademis berdasarkan minat. salah satu bentuk pengabdian pada masyarakat bagi pendamping. METODE Metode Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan mewarnai pada Ririn Calistung yang di Pejanggik kota Mataram terdiri dari beberapatahap tahap yaitu, tahap observasi, tahap pengumpulan data, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Beberapa tahap pada metode ini akan diuraikan di bawah ini: Tahap observasi yaitu tahap awal untuk menggali sebuah informasi terkait dengan peserta menggambar yang ada pada bimbingan kalistum. tahap pengumpulan data yaitu di mana data dikumpul melalui wawancara dan dokumentasi yang terkait dengan keberadaan situasi peserta kalistum. Informasi terkait permasalahan diatas kami dapat dari beberapa sumber yatu kepala kalistum yang dan guru pengajar gambar pada kalistum. Selain itu kami juga mendokumentasi data hasil observasi pada kalistum yang berfokus pada kegiatan Pelaksanaan, kegiatan pelaksanaan mewarnai akan mulai dari beberapa tahap yaitu. tahap pengenalan mewarnai melalui vidio tehnik mewarnai, alat menggambar, dan bahan menggambar seperti sketsa dan pewarna. tahap pelaksanaan mewarnai di mana mewarnai akan didampingi oleh pendamping yang mengajarkan mewarnai. tahap ini akan melakukan evaluasi pada hasil mewarnai peserta kalistum. Bagan pendampingan mewarnai pada peserta PKMB Calistum. MEWARNAI GAMBAR Perencanaan Kegiatan Mewarnai Observasi Kegiatan pengamatan terhadap fenomena yang berkembang dan permasalahan yang HASIL PENGABDIAN Menyajikan hasil mewarnai pada peserta menggambar Pengumpulan Data Tahap pengumpulan data dari kepala Calistum dan guru Pelaksanaan Tahap pelaksanaan yaitu pembuka, pemilahan warna dan Tahap Evaluasi Tahap pengumpulan data dari kepala Calistum dan guru HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam pelaksanaan sosialisasi Pendanaan Usaha Melalui Investor dan Pengembangan Potensi serta Value Produk Untuk Meningkatkan Nilai Jual di Desa Kiangroke Banjaran dapat dilihat bahwa para peserta mampu mengikuti kegiatan secara baik, hal ini dapat dilihat dari Keseriusan Peserta dalam Memahami Materi dan Antusias Peserta dalam sesi tanya jawab Bersama dengan narasumber. Pendampingan mewarnai gambar pada peserta Bimbingan Belajar Ririn Calistung merupakan kegiatan pendampingan masyarakat yang berpusat pada peningkatan pemahaman dan kemampuan pengaplikasian warna pada gambar. Berdasarkan latar belakang masalah di atas sebagaimana yang sudah disajikan pada tahap pendahuluan. Maka tahap ini menguraikan hasil pendampingan mewarnai menggambar pada Bimbingan Belajar Calistung akan di uraikan dibawa ini. Qatrunnada et al. (Pendampingan Mewarnai Kaligrafi Pada Sekolah Dasar Negeri 1 Perampua. TERAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial Budaya Vol. No. November 2024, pp. e-ISSN 3089-2988 Tahap pelaksanaan, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 05 November 2023 di Bimbingan Belajar Calistung. Adapun tahap-tahap kegiatan pada pendampingan mewarnai menggambar terdiri dari tahap Observasi, pembukaan, tahap memperkenalkan sketsa, pendampingan mewarnai, dan tahap Tahap pembukaan, kegiatan ini akan di buka langsung oleh ketua Bimbingan Belajar Ririn Calistung. setelah itu akan dilakukan pengisian materi di mana materi akan memberikan pengarahan pada sketsa, memperkenalkan alat dan bahan, dan sekaligus mendemonstrasikan bagaimana cara mewarnai gambar dengan baik dan benar. ini menyajikan hasil dengan diskripsi yag jelas. Hasil dapat dilengkapi dengan tabel, grafik . , dan/atau bagan. Bagian pembahasan memaparkan hasil pengolahan data, menginterpretasikan penemuan secara logis, mengaitkan dengan sumber rujukan yang relevan, dan implikasi dari temuan. Tahap sketsa, tahap ini merupakan rangkaian kegiatan dalam pendampingan mewarnai menggambar, karena seketsa adalah bagian dari yang tidak bisa dipisahkan dengan mewarnai. Sketsa akan dibuat oleh pendamping secara seragam dengan objek pemandangan. Tahap pendampingan, tahap pendampingan ini akan dilakukan pendampingan terhadap setiap peserta mewarnai menggambar pada bimbingan belajar calistum. Jumlah peserta mewarnai menggambar pada calistum sejumlah 15 orang peserta yang terdiri dari kelas tiga sampai kelas enam. Adapun pendampingan mewarnai menggambar dilaksanakan selama dua kali pendampingan. Pendampingan pertama. Pendampingan ke dua. Tahap evaluasi, tahap ini mengevaluasi hasil capaian peserta melukis baik pemahaman maupun pengimplementasian warna pada gambar. Evaluasi pendampingan mewarnai menggambar pada peserta Bimbingan Belajar Ririh Calistung akan di uraikan secara deskripsi berdasarkan hasil pengamatan selama proses pendampingan belangsung. Uraian hasil evaluasi akan mulai dari tahap pengamatan kemampuan merespon pada materi yang di sajikan dan pengimplementasian warna pada gambar yang sudah disediakan. Kemampuan peserta merespon materi dan pengimplementasian warna pada gambar selama dua kalipertemuan dengan hasil gambar yang berbeda dan warna yang berbeda sangat baik. Rata-rata kemampuan siswa merespon dari 15 peserta Bimbingan Ririh Calistung terdapat 70% yang bisa menagkap dan mengiplementasikan warna pada gambar. Hasil ini di ukur dari hasil pengamatan pada hasil mewarnai menggambar pada peserta Bimbingan Belajar Ririh Calistung. KESIMPULAN Pendampingan mewarnai menggambar pada peserta Bimbingan Belajar Ririh Calistum dapat kesimpulan akhir. Adapun kesimpulan akhir dari pendampingan mewarnai terdapat ketercapaian keberhasilan 70% dari 15 peserta mewarnai. Adapun 30% merupakan hasil yang tidak memenuhi capaian pendampingan berdasrkan indikator capaian. Keberhasilan dari kemampuan menggunakan teknik mewarnai, kemampuan untuk mengolah warna, dan kemampuan memahami komposisi warna pada gambar. Sedangkan ketercapaian dari 30% dipengaruhi oleh tingkat kelas. Rata- rata siswa yang kurang memahami dan kemampuan mengaplikasikan warna dengan baik adalah kelas 1 sampai kelas 3 SDN. Kekurangan ini tentu membutuhkan pendampingan oleh guru pendamping yang sangat intens dan lama. Pendampingan peserta mewarnai pada Bimbingan Belajar Ririh Calistung merupakan pendampingan yang pertama kali, dalam hal ini tentu BIMBEL Ririh Calistung membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan lagi kemampuan mewarnai. DAFTAR PUSTAKA