STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PEMBESARAN IKAN LELE (Clarias s. DI KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG RIZA MUTAQIN Riza Mutaqin1. Leni Handayani2. Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah Medan Jl Garu II A No. 93 Medan Telp . 7867044 Fax 78627471 Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah Medan Jl Garu II A No. 93 Medan lenihandayanii@umnaw. mrizamutaqin@umnaw. Abstrak Pengembangan usaha pembesaran ikan lele kerap terhambat oleh biaya pakan yang tinggi, fluktuasi harga jual, serta serangan penyaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor Internal dan eksternal . ekuatan dan kelemahan, peluang dan ancama. dan menemukan alternatif strategi yang sesuai dalam upaya terhadap pengembangan usaha Ikan Lele di daerah penelitian. Metode analisis data menggunakan adalah Analisis SWOT dan untuk menyusun alat digunakan faktorAefaktor strategi adalah matrik SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi perkembangan usaha pembesaran Ikan Lele di Kecamatan Tanjung Morawa antara lain, kekuatan yaitu potensi SDA yang dimiliki sangat mendukung kegiatan budidaya, potensi SDM pelaku usaha budidaya ikan lele, budidaya mudah dan modal terjangkau, kontinuitas Hasil Panen Ikan Lele, permintaan pasar tinggi sedangkan kelemahan antara lain : Keterbatasan moda. Kemampuan manajemen usaha pembudidaya masih terbatas. Jumlah bibit lele berkualitas terbatas. Pola usaha budidaya masih bersifat tradisional. Hasil produksi belum optimal dan belum berkembangnya diversifikasi usaha. Faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan usaha pembesaran Ikan Lele Kecamatan Tanjung Morawa antara lain : peluang yaitu perkembangan teknologi pengolahan pangan, permintaan produk Ikan Lele yang semakin meningkat, perhatian pemerintah terhadap pengembangan usahatani Ikan Lele, keberadaan industri pakan, munculnya permintaan produk olahan ikan lele. Berdasarkan hasil analisis SWOT diketahui bahwa usaha budidaya ikan lele di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang mempunyai keunggulan dalam produktivitas dan sumberdaya, dan memiliki kelemahan dalam hal kurangnya modal dan pengetahuan serta kurangnya promosi hasil produksi ikan sehingga pemasaran kurang maksimal. Adapun strategi pengembangan yang bisa diterapkan adalah: a. Meningkatkan kerjasama dengan pemerintah untuk mendapatkan bantuan baik berupa modal, peralatan maupun pelatihan b. Meningkatkan promosi agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Meningkatkan kualitas produksi ikan agar mampu bersaing dengan petani ikan dari daerah lain sehingga dapat menjaring lebih banyak konsumen. Meningkatkan kualitas SDM dan motivasi pelaku usaha untuk dapat mengembangkan usahanya Kata Kunci : Strategi. Pengembangan. Ikan Lele. Tanjung Morawa Abstract The development of catfish farming businesses is often hampered by high feed costs, fluctuating selling prices, and disease attacks. This study aims to determine the influence of internal and external factors . trengths and weaknesses, opportunities and threat. and find appropriate alternative strategies in efforts to develop catfish businesses in the research The data analysis method used is SWOT analysis and to compile the tools used for strategic factors is the SWOT matrix. The results of the study indicate that internal factors that influence the development of catfish farming businesses in Tanjung Morawa District include, strengths, namely the potential of natural resources that are very supportive of farming activities, the potential of human resources for catfish farming businesses, easy farming and affordable capital, continuity of catfish harvest results, high market demand, while weaknesses include: Limited capital, limited management capabilities of farmers' businesses, limited number of quality catfish seeds, and traditional farming business Production results are not optimal and business diversification has not developed. External factors that influence the development of catfish farming businesses in Tanjung Morawa District include: opportunities, namely the development of food processing technology, increasing demand for catfish products, government attention to the development of catfish farming businesses, the existence of the feed industry, the emergence of demand for processed catfish products. Based on the results of the SWOT analysis, it is known that catfish farming businesses in Tanjung Morawa District. Deli Serdang Regency have advantages in productivity and resources, and have weaknesses in terms of lack of capital and knowledge as well as lack of promotion of fish production results so that marketing is less than optimal. The development strategies that can be implemented are: a. Increasing cooperation with the government to obtain assistance in the form of capital, equipment, and training. Increasing promotion to be able to reach a wider Improving the quality of fish production to be able to compete with fish farmers from other regions and thus attract more consumers. Improving the quality of human resources and the motivation of business actors to be able to develop their businesses Keywords: Strategy. Development. Catfish. Tanjung Morawa PENDAHULUAN Latar Belakang Ikan lele (Clarias gariepinu. adalah satu diantara ikan air tawar yang telah banyak masyarakat Indonesia terutama di Provinsi Sumatera Utara. Ikan lele dumbo umunya dibudidayakan pada kolam terpal, kolam beton ataupun kolam tanah. Budidaya ikan lele dumbo pada kolam terpal memiliki banyak keunggulan antara lain mudah dibuat, memberikan suhu kolam lebih stabil dari pada kolam tanah dan biaya pembuatannya lebih kecil dari pada kolam permanen (Wiranatha et , 2. Ikan lele dumbo banyak dibudidayakan karena memiliki produktivitas yang tinggi dan dapat dibudidayakan dalam jumlah banyak dengan waktu yang singkat (Irawan dan Helmizuryani, 2. Ada beberapa hal yang mendorong masyarakat untuk membudidayakan ikan lele Dapat dibudidayakan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, . Teknologi budidayanya mudah dikuasai oleh masyarakat, . Pemasarannya reletif mudah, dan . Modal usaha yang dibutuhkan relative Ikan lele dapat dipelihara diberbagai wadah dan lingkungan seperti perairan mengalir, kolam terpal, dibawah kandang ayam . ina Ae aya. dan keramba (Augusta, 2. Ikan lele yang dibudidayakan biasanya dapat berkembang diberbagai lingkungan seperti lingkungan dengan kepadatan yang tinggi dengan kondisi air yang minim (Alviani, 2. Ikan lele dumbo (Clarias gariepinu. mempunyai pertumbuhan sangat cepat, resisten terhadap penyakit dan mampu bertahan hidup pada kondisi lingkungan yang kurang baik (Jailani et al. , 2. Faktor pemeliharaan ikan yaitu pemberian pakan yang cukup, tepat waktu dan bernilai gizi tinggi karena sebagai faktor penting dalam pertumbuhan ikan, reproduksi ikan dan kondisi darah ikan. Pakan yang baik harus memiliki sifat mudah dicerna, banyak beredar dipasaran, harga yang ekonomis dan mempunyai kadar protein yang cukup tinggi sehingga memberikan pertumbuhan individu yang optimal (Ratnasari et al. , 2. Tingginya minat masyarakat terhadap komuditas ikan lele dumbo mendorong pelaku usaha budidaya ikan mengoptimalkan kualitas dan efisiensi pakan untuk meningkatkan produksi ikan lele. Harga jual pakan pelet yang tinggi mengakibatkan keuntungan yang dapat diperoleh pembudidaya tidak maksimal bahkan dapat merugikan, maka dari itu disiasati dengan pemberian pakan alternatif seperti dedak, manggot dan ayam tiren (Muntafiah, 2. Menurut Putra & Sudibia, 2017, pembangunan subsektor perikanan diperlukan, tidak hanya untuk meningkatkan standar gizi masyarakat, tetapi juga, khususnya, untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak, meningkatkan kesempatan kerja, dan mendukung komoditas ekspor nonmigas sebagai penghasil devisa. Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu daerah perikanan budidaya dimana komoditas utamanya adalah ikan lele dan sebagian besar pencaharian pada sub sektor perikanan darat. Desa Tanjung Morawa Pekan. Desa Bangun Rejo dan Desa Bandar Labuhan merupakan salah satu desa yang sedang berkembang dalam usaha pembesaran dan pemasaran ikan. Hal ini keefisiensian usaha pembesaran dan pemasaran ikan lele di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara dengan keunggulan dan potensi di bidang perikanan dan juga subsektor pertanian lainnya yang sangat menjanjikan. Kondisi lahan dataran rendah dan menjadikan kabupaten ini perikanan, khususnya ikan lele. Hal ini mendorong kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan kabupaten ini merupakan salah satu Kawasan Pengembangan Budidaya Ikan Lele Dumbo untuk di Provinsi Sumatera Utara. Perikanan sebagai salah satu penggerak ekonomi dan penyumbang pendapatan terbesar di Kabupaten Deli Serdang memiliki banyak macam komoditas ikan yang di budidayakan sebagai usahanya, diantara nya ikan patin, ikan lele, ikan mas dan ikan gurami. Itulah jenisjenis yang paling dominan yang di budidayakan oleh para peternak di Kabupaten Deli Serdang. Ikan lele merupakan salah satu komoditas penting ikan air tawar dengan produksi yang meningkat dari tahun ke tahun. Agribisnis ikan lele kini tengah berkembang pesat (Sulistiono et al. , 2. salah satunya di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan pengalaman sebagai warga yang tinggal di Desa Tanjung Morawa Pekan. Desa Bangun Rejo dan Desa Bandar Labuhan, ikan lele olahan begitu mudah dijumpai di restoran, supermarket dan industri olahan ataupun ikan lele segar yang dijumpai di pasar lokal, bahkan info yang beredar bahwa di pasar lokal, lapak yang berjualan ikan lele mampu menjual hingga 300 kg lebih ikan lele dalam sehari. Beberapa permasalahan yang dihadapi peternak ikan lele, yaitu tidak stabilnya harga pasar, adanya praktik monopoli harga oleh beberapa pelaku ekonomi dan juga terjadi peningkatan biaya produksi yang dikeluarkan petani akibat terjadinya inflasi harga input produksi seperti harga pakan, obat-obatan, yaitu akan berdampak pada penerimaan dan keuntungan petani dan pada akhirnya akan menentukan pendapatan usaha pembesaran ikan lele di Kecamatan Tanjung Morawa. Permasalahan lain yang dihadapi oleh peternak usaha pembesaran ikan lele adalah masalah harga jual yang berfluktuatif dan cenderung berada pada posisi dibawah harga produksi menyebabkan petani kuatir untuk meningkatkan jumlah produksi. Apa bila harga jual terlalu rendah maka petani tidak akan mampu menutupi biaya produksi yang diperlukan seperti biaya pembelian bibit dan pakan ikan sehingga akan merugikan peternak ikan lele. Analisis SWOT dipakai untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi pengembangan usaha pembesaran ikan lele. konvensional yaitu dengan pemberian pakan menggunakan pellet yang berasal dari pabrik. Pakan ternak menyumbang 60% keberhasilan di bidang budidaya ikan lele, dengan pola pakan yang tepat waktu,pemilihan pakan yang sesuai dengan umur benih ikan maka proses pertumbahan ikan akan semakin cepat dan waktu panen menjadi cepat. Pola pakan yang teratur juga meminimalisir tingkat kematian pada ikan sehingga produksi yang dihasilkan akan sangat optimal. Pola perawatan yang teratur juga membutuhkan tenaga kerja yang cukup dan telaten yang dapat mengatur dan mengontrol pembudidayaan di berbagai macam kendala antara lain pemberian pakan, pergantian air kolam, dan pensortiran ukuran ikan (Zaenuri et al. , 2. Melihat peningkatan akan kebutuhan konsumsi dan permintaan pasar yang besar terhadap ikan lele konsumsi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut sangat dibutuhkan stategi pengembangan usaha perikanan. Dalam hal ini mendasari penelitian untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan usaha pembesaran ikan lele di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Penelitian menganalisis faktor Internal . ekuatan dan kelemaha. dan faktor Eksternal . eluang dan ancama. pengembangan usaha pembesaran Ikan Lele di daerah penelitian. Untuk mendapatkan alternatif strategi yang sesuai dalam upaya pengembangan usaha pembesaran Ikan Lele di daerah penelitian Desa Tanjung Morawa Pekan. Desa Bangun Rejo dan Desa Bandar Labuhan merupakan salah satu desa yang sedang berkembang dalam usaha pembesaran dan pemasaran ikan. Hal ini menjadi dasar perlunya pengkajian keefisiensian usaha pembesaran dan pemasaran ikan lele di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu daerah penghasil Ikan Lele di Provinsi Sumatera Utara yang masuk dalam wilayah pengembangan i Sumatera Utara. Usaha perikanan di Kecamatan Tanjung Morawa mengalami pembenihan ikan lele, hal ini di karenakan banyaknya permintaan pasar akan kebutuhan benih ikan lele yang berkualitas. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan yang ada dan meningkatkan produksi usaha Ikan Lele maka dilakukan penelitian yang berjudulAo Strategi Pengembangan Usaha Pembesaran Analisis ini didasarkan pada logika yang (Strength. dan peluang (Opportunitie. , menininalkan kelemahan (Weaknesse. dan ancaman (Threat. Proses pengambilan keputusan strategi selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi dalam pengembangan usaha tersebut. Ada beberapa penelitian tentang faktorfaktor produksi budidaya yang berpengaruh terhadap peningkatan jumlah produksi usaha. Luas lahan budidaya merupakan faktor kunci dalam usaha perikanan. Jumlah produksi yang dihasilkan juga ditentukan oleh banyak benih yang akan dimasukan untuk pembesaran dan cara agar menekan tingkat kematian yang tinggi perlu juga diketahui karakteristik ikan lele dumbo yang di budidayakan, contohnya ikan lele, merupakan ikan predator yang rakus dan kanibal bila pola konsumsi pakan tidak terkontrol dengan baik (Sasmi & Hendri, 2. Menurut Fery, at al . , dengan judul buku Budidaya Ikan Lele Organik Dalam Tinjauan Berbagai Aspek. Ikan lele adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan sudah dibudidayakan secara komersial di masyarakat Indonesia, sehingga merupakan salah satu sumber penghasilan yang potensial. Perkembangan budidaya lele berjalan pesat di tanah air tidak terlepas dari penerimaan masyarakat secara luas terhadap jenis ikan ini. Ikan lele Kemampuan adaptasinya pun cukup tinggi, sehingga dalam proses penyebarannya tidak mengalami kesulitan, terutama dalam perkembangbiakannya. Pada awalnya lele belum memiliki varietas yang dapat di unggulkan sehingga usaha budidaya ini belum dilirik oleh masyarakat. Saat itu lele yang dibudidayakan hanya sebatas lele lokal dan lele dumbo yang kurang menghasilkan. Budidaya ikan lele yang banyak dikembangkan saat ini masih menggunakan metode konvensional yang membutuhkan membutuhkan modal relatif besar. Di samping itu, produk pakan yang digunakan petani lele masih sulit ditemukan di beberapa daerah di Indonesia. Produk pakan lele dapat disubstitusi dengan pakan organik yang mudah diperoleh dan berbiaya lebih murah. Implementasi penggunaan pakan organik dalam budidaya lele disebut budidaya lele organik. Budidaya Ikan Lele di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli SerdangAy METODE PENELITIAN penentuan sampel dilakukan secara simple random sampling, yakni pengambilan data dari sampel secara acak yang sesuai dengan kriteria penelitian. Jumlah sampel adalah sebesar 38 KK yang ditentukan dengan metode Slovin dengan batas toleransi kesalahan 10 persen, dengan rumus sebagai Populasi penelitian merupakan petani yang mengusahakan usahatani Ikan Lele di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti dan dianggap dapat menggambarkan populasi. Populasi petani yang mengusahakan usahatani Ikan Lele berjumlah 60 KK dan ycu= ycA 1 ycAyce 2 Serdang yang terdiri dari matriks EFAS (Eksternal Strategic Factors Analysis Summar. matriks SWOT dan matriks InternalEksternal (IE) sebagai alat analisisnya tahapan analisis data sebagai berikut : Menentukan tujuan penelitian yaitu mengetahui bagaimana kondisi usahatani Ikan Lele di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Menganalisis faktor-faktor mempengaruhi perkembangan usahatani Ikan Lele di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Sedang, studi literatur mengenai usahatani pembesaran Ikan Lele. Faktor-faktor pengembangan usahatani pembesaran Ikan Lele di Kecamatan Tanjung Morawa. Penelitian ini di rencanakan mulai pada bulan Juli hingga Agustus Tahun 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Keterangan : = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi e = Batas toleransi kesalahan . sebesar 10 ycu= 1 60 . , 12 ) ycu= n = 37,5 dibulatkan menjadi 38 KK Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung kepada petani Ikan Lele di Kecamatan Tanjung Morawa serta data sekunder diperoleh dari instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik Sumatera Utara. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Deli Serdang. Kantor Kecamatan Tanjung Morawa, serta internet dan buku-buku yang mendukung penelitian ini. Data yang diperoleh untuk Strategi Pengembangan Ikan Lele Identifiaksi Faktor Internal (Kekuatan dan Kelemahan ) dan Faktor Eksternal (Peluang dan Ancama. Tahapan pengidentifikasian faktorfaktori internal dan eksternal dilakukan dengan pemberian nilai skor yang terdiri dari 4 skor. Berdasarkan rata-rata skor tiap faktor dapat ditentukan faktor internal yang memiliki skor 1 dan 2 adalah kelemahan sedangkan faktor internal yang memiliki skor 1 dan 2 adalah ancaman, sedangkan faktor eksternal yang memiliki skor 3 dan 4 merupakan peluang. perumusan alternatif strategi adalah data kualitatif dan kuantitatf yang kemudian diolah dan di analisis dengan menggunakan metode analisis SWOT untuk merumuskan alternatif strategi pengembangan agribisnis Ikan Lele di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Tabel 1. Penentuan Faktor Internal (Kekuatan dan Kelemaha. Ikan Lele No. Uraian Skor Potensi SDA yang dimiliki sangat mendukung kegiatan budidaya Potensi SDM pelaku usaha budidaya ikan lele Budidaya mudah dan modal terjangkau Kontinuitas Hasil Panen Ikan Lele Permintaan pasar tinggi Keterbatasan modal Kemampuan manajemen usaha pembudidaya masih Jumlah bibit lele berkualitas terbatas Pola usaha budidaya masih bersifat tradisional Hasil produksi belum optimal dan belum berkembangnya diversifikasi usaha. Sumber : Data Primer Diolah. Tahun 2022 Berdasarkan Tabel 1. dapat diketahui bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan lebih banyak daripada kelemahan. Terdapat 5 faktor internal yang menjadi kekuatan yaitu Potensi SDA yang dimiliki sangat mendukung kegiatan budidaya. Potensi SDM pelaku usaha budidaya ikan lele. Budidaya mudah dan modal terjangkau. Kontinuitas Hasil Panen Ikan Lele. Permintaan pasar tinggi. Sedangkan faktor Keterangan Kekuatan Kekuatan Kekuatan Kekuatan Kekuatan Kelemahan Kelemahan Kelemahan Kelemahan Kelemahan internal yang menjadi kelemahan ada 5 yaitu keterbatasan modal, kemampuan manajemen usaha pembudidaya masih terbatas, jumlah bibit lele berkualitas terbatas, pola usaha budidaya masih bersifat tradisiona, hasil produksi belum optimal dan belum berkembangnya diversifikasi usaha Tabel 2. Penentuan Faktor Eksternal (Peluang dan Ancama. Ikan Lele No. Uraian Skor Keterangan Perkembangan Teknologi Pengolahan Pangan Peluang Permintaan Produk Ikan Lele yang Semakin Peluang Meningkat Perhatian Pemerintah terhadap Pengembangan Ancaman Usahatani Ikan Lele Keberadaan Industri Pakan Peluang Munculnya permintaan produk olahan ikan lele Peluang Kenaikan harga jual pakan ternak Ancaman Harga jual yang berfluktuasi akibat ada Ancaman pengaruh pengumpul Pasar yang semakin selektif Ancaman Persaingan usaha semakin kompetitif dengan Ancaman daerah lain Pemeliharaan sumber-sumber air belum optimal Ancaman Sumber : Data Primer Diolah. Tahun 2022 Pada Tabel 2. Faktor eksternal yang berfluktuasi akibat ada pengaruh pengumpul, merupakan peluang ada 5 yaitu. Perkembangan Pasar yang semakin selektif. Persaingan usaha Teknologi Pengolahan Pangan. Permintaan semakin kompetitif dengan daerah lain. Produk Ikan Lele yang Semakin Meningkat. Pemeliharaan sumber-sumber air belum Perhatian Pemerintah terhadap Pengembangan Setelah diperoleh nilai skor dari Usahatani Ikan Lele. Keberadaan Industri masing-masing faktor kemudian dapat Pakan. Munculnya permintaan produk olahan dilakukan pembobotan. Pembobotan faktorikan lele sedangkan faktor-faktor eksternal faktor internal dan faktor-faktor eksternal dapat yang merupakan ancaman ada 5 yaitu Kenaikan diketahui pada Tabel 3. berikut ini : harga jual pakan ternak. Harga jual yang Tabel 3. Pembobotan Faktor Internal (IFAS) No. Uraian Potensi SDA yang dimiliki sangat mendukung kegiatan budidaya Potensi SDM pelaku usaha budidaya ikan lele Budidaya mudah dan modal terjangkau Kontinuitas Hasil Panen Ikan Lele Permintaan pasar tinggi Keterbatasan modal Kemampuan manajemen usaha pembudidaya masih terbatas. Jumlah bibit lele berkualitas terbatas Pola usaha budidaya masih bersifat tradisional Hasil produksi belum optimal dan belum berkembangnya diversifikasi usaha. Sumber : Data Primer Diolah. Tahun 2022 Pada Tabel 3 menunjukkan bahwa kontinuitas hasil panen ikan lele merupakan faktor internal yang memiliki nilai bobot paling besar yaitu 0,16. Hal ini berarti ketersediaannya dipasar merupakan faktor internal yang dianggap sangat penting dalam pengembangan Ikan Lele. Kemudian diikuti oleh Potensi SDA yang Skor 0,12 0,12 0,12 0,16 0,12 0,08 0,08 0,08 0,08 0,04 dimiliki sangat mendukung kegiatan budidaya. Potensi SDM pelaku usaha budidaya ikan lele. Budidaya mudah dan modal terjangkau. Permintaan pasar tinggi dengan bobot 0,12. Faktor internal dengan bobot terkecil yaitu 0,04. Tabel 4. Pembobotan Faktor Eksternal (EFAS) No. Uraian Skor Perkembangan Teknologi Pengolahan Pangan 0,13 Permintaan Produk Ikan Lele yang Semakin Meningkat 0,17 Perhatian Pemerintah terhadap Pengembangan Usahatani Ikan Lele 0,08 Keberadaan Industri Pakan 0,13 Munculnya permintaan produk olahan ikan lele 0,13 Kenaikan harga jual pakan ternak 0,04 Harga jual yang berfluktuasi akibat ada pengaruh pengumpul 0,08 Pasar yang semakin selektif 0,08 Persaingan usaha semakin kompetitif dengan daerah lain 0,08 Pemeliharaan sumber-sumber air belum optimal 0,04 Sumber : Data Primer Diolah. Tahun 2022 Pada Tabel 4. menunjukkan bahwa eksternal dengan bobot terkecil yaitu 0,04 yaitu permintaan produk ikan Lele yang semakin kenaikan harga jual pakan ternak terkadang meningkat merupakan faktor eksternal yang menjadi penghambat pengembangan usaha memiliki nilai bobot paling besar yaitu 0,17. ikan lele. Hal ini berarti ketersediaannya dipasar Setelah perhitungan nilai bobot selesai merupakan faktor internal yang dianggap kemudian dilakukan perhitungan nilai skor sangat penting dalam pengembangan Ikan Lele. terbobot dengan cara mengalihkan skor dengan Kemudian diikuti oleh bobot pada masing-masing faktor perhitungan teknologi pengolahan pangan, keberadaan skor terbobot dapat diketahui pada Tabel 5 industri pakan, munculnya permintaan produk berikut ini : olahan ikan lele dengan bobot 0,13. Faktor Tabel 4. Matriks Evaluasi Faktor Strategis Internal dan Eksternal Faktor Strategi Internal Bobot Rating Bobot X Rating KEKUATAN Potensi SDA yang dimiliki sangat 0,36 mendukung kegiatan budidaya Potensi SDM pelaku usaha budidaya ikan 0,12 0,36 Budidaya mudah dan modal terjangkau 0,12 0,36 Kontinuitas Hasil Panen Ikan Lele 0,16 0,64 Permintaan pasar tinggi 0,12 0,36 KELEMAHAN Keterbatasan modal 0,08 0,16 Kemampuan manajemen usaha 0,08 0,16 pembudidaya masih terbatas. Jumlah bibit lele berkualitas terbatas 0,08 0,16 Pola usaha budidaya masih bersifat 0,08 0,16 Hasil produksi belum optimal dan belum 0,04 0,04 berkembangnya diversifikasi usaha. Total 1,00 2,76 PELUANG Perkembangan Teknologi Pengolahan 0,13 0,39 Pangan Permintaan Produk Ikan Lele yang 0,17 0,68 Semakin Meningkat Perhatian Pemerintah terhadap 0,08 0,16 Pengembangan Usahatani Ikan Lele Keberadaan Industri Pakan 0,13 0,39 Munculnya permintaan produk olahan ikan 0,13 0,39 ANCAMAN Kenaikan harga jual pakan ternak 0,04 0,04 Harga jual yang berfluktuasi akibat ada 0,08 0,16 pengaruh pengumpul Pasar yang semakin selektif 0,08 0,16 Persaingan usaha semakin kompetitif 0,08 0,16 dengan daerah lain Pemeliharaan sumber-sumber air belum 0,04 0,04 Total 1,00 2,73 Selisih Internal-Eksternal 0,03 Sumber : Data Primer Diolah. Tahun 2022 Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui Sedangkan hasil pembobotan faktor internal bahwa faktor Internal yang paling tinggi adalah yang paling rendah adalah pada kenaikan harga Kontinuitas Hasil Panen Ikan Lele . pakan ternak . Ini menunjukkan dan Hasil produksi belum optimal dan belum bahwa faktor mahalnya harga pakan ikan lele merupakan faktor internal yang memberikan . dengan bobot yang paling kecil. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh pengembangan Ikan Lele dan perlu faktor internal yang paling dominan terjadi pada ketersediaan ikan lele saat dibutuhkan. Pada Tabel 5. dapat diketahui bahwa Adanya ketersediaan ikan lele dipasar sangat faktor permintaan produk Ikan Lele yang mendukung pengembangan Ikan Lele dapat semakin meningkat . dan permintaan dimanfaatkan untuk peningkatan modal petani. produk Ikan Lele yang semakin. Sedangkan faktor kenaikan harga jual pakan ternak, harga menunjukkan bahwa faktor-faktor strategi jual yang berfluktuasi akibat ada pengaruh pengumpul. Pasar yang semakin selektif , pengembangan budidayaa ikan lele di persaingan usaha semakin kompetitif dengan Kecamatan Tanjung Morawa dibanding dengan daerah lain dan pemeliharaan sumber-sumber faktor-faktor strategi eksternalnya. air belum optimal merupakan ancaman yang Berdasarkan Tabel 4. Matrik harus diatasi karena sangat mempengaruhi Internal Ae Eksternal, dengan nilai total skor perkembangan usaha pembesaran Ikan Lele di faktor internal = 2,76 dan faktor eksternal = Kecamatan Tanjung Morawa. 2,73 strategi yang tepat bagi pembudidaya ikan Skor total faktor strategi internal lele di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten sebesar 2,76 lebih besar dari skor total faktor Deli Serdang adalah strategi integrasi strategi eksternal sebesar 2,73. Nilai tersebut horizontal atau stabilitas. Tabel 6 Matrik Internal Ae Eksternal Kuat . Ae . Rata Ae Rata . Ae . Lemah . Ae . GROWTH GROWTH Konsentrasi RETRENCHMENT Kuat . Ae . Konsentrasi melalui melalui integrasi horizontal Strategi turn-around integrasi vertical STABILITY GROWTH Konsentrasi RETRENCHMENT Rata- Rata melalui integrasi horizontal Strategi divestasi . Ae . atau STABILITY profit GROWTH GROWTH Diversifikasi LIKUIDASI Lemah . Ae Diversifikasi Strategi stabilitas bersifat defensif. Strategi integrasi horizontal adalah yaitu menghindari kehilangan penjualan dan suatu kegiatan untuk memperluas usaha dengan kehilangan profit. Pada budidaya ikan lele di cara membangun di lokasi yang lain, dan Kecamatan Tanjung Morawa berarti budidaya meningkatkan jumlah produksi. Pada budidaya ikan lele dapat memperkuat kerjasama antar ikan lele di Kecamatan Tanjung Morawa berarti petani ikan lele misalnya dengan pembentukan budidaya ikan lele dapat meningkatkan kualitas Kelompok Usaha Bersama atau koperasi petani produk dan memperluas pasar dengan cara Tabel 7. Penentuan Strategi Faktor Internal KEKUATAN KELEMAHAN Potensi SDA yang dimiliki a. Keterbatasan modal sangat mendukung Kemampuan manajemen kegiatan budidaya usaha pembudidaya masih Potensi SDM pelaku usaha budidaya ikan lele Jumlah bibit lele Budidaya mudah dan berkualitas terbatas modal terjangkau Pola usaha budidaya masih Kontinuitas Hasil Panen bersifat tradisional Ikan Lele Hasil produksi belum Permintaan pasar tinggi diversifikasi usaha. Faktor Eksternal PELUANG Perkembangan Teknologi Pengolahan Pangan Permintaan Produk Ikan Lele yang Semakin Meningkat STRATEGI S-O Meningkatkan kualitas produk ikan agar mampu menjaring lebih banyak STRATEGI W-O Perhatian pemerintah dalam bentuk pemberian bantuan modal dan c. Perhatian Pemerintah terhadap Pengembangan Usahatani Ikan Lele Keberadaan Industri Pakan Munculnya permintaan produk olahan ikan lele ANCAMAN Kenaikan harga jual pakan Harga jual yang berfluktuasi akibat ada pengaruh Pasar yang semakin selektif Persaingan usaha semakin kompetitif dengan daerah Pemeliharaan sumber-sumber air belum optimal Memperkuat kerjasama baik antar petani ikan maupun antara petani ikan dengan pemerintah Meningkatkan promosi agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas STRATEGI S-T Meningkatkan kualitas produksi ikan agar mampu bersaing dengan petani ikan dari daerah lain Menjaga kontinuitas bibit ikan yang baik agar menghasilkan jumlah produksi bisa meningkat. STRATEGI W-T Menciptakan hasil produksi ikan lele yang baik agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan Meningkatkan motivasi pelaku usaha untuk dapat mengembangkan usahanya Kecamatan Tanjung Morawa. Adapun strategi pengembangan yang bisa diterapkan adalah: Meningkatkan kerjasama dengan bantuan baik berupa modal, peralatan maupun pelatihan. Meningkatkan penjualan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Meningkatkan kualitas produksi ikan agar mampu bersaing dengan petani ikan dari daerah lain sehingga dapat menjaring lebih banyak konsumen. Meningkatkan kualitas SDM dan motivasi mengembangkan usahanya. Analisis SWOT dan Strategi Pengembangan Suatu usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya perlu mengetahui strategi yang tepat agar usaha tersebut mendapatkan keuntungan dan mampu berkembang dengan Oleh karena itu, perlu adanya sebuah analisis untuk merumuskan strategi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi. Analisis ini memaksimalkan kekuatan . dan peluang . , namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan . dan ancaman . Berdasarkan hasil analisis SWOT diketahui bahwa budidaya ikan air tawar di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang mempunyai kekuatan dalam hal produktivitas yang tinggi dan potensi SDM yang cukup baik. Peluang yang dimiliki oleh budidaya ikan lele di Kecamatan Tanjung Morawa antara lain adalah adanya dukungan kuat dari pemerintah daerah dan peluang pasar yang cukup tinggi. Budidaya ikan lele di Kecamatan Tanjung Morawa memiliki kelemahan dalam hal kurangnya modal. Selain itu promosi masih kurang gencar sehingga peluang pasar yang ada tidak termanfaatkan dengan maksimal. Belum lagi tingginya tingkat persaingan dengan petani ikan lele dari wilayah lain merupakan ancaman Maka perlu disusun strategi untuk mengembangkan usaha budidaya ikan lele di KESIMPULAN Berdasarkan strategi pengembangan budidaya ikan lele di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang dapat diambil simpulan sebagai berikut : Faktor internal yang mempengaruhi perkembangan usaha pembesaran Ikan Lele di Kecamatan Tanjung Morawa antara lain, kekuatan yaitu potensi SDA yang dimiliki sangat mendukung kegiatan budidaya, potensi SDM pelaku usaha budidaya ikan lele, budidaya mudah dan modal terjangkau, kontinuitas Hasil Panen Ikan Lele, permintaan pasar tinggi sedangkan kelemahan antara lain : Keterbatasan moda. Kemampuan manajemen usaha pembudidaya masih terbatas. Jumlah bibit lele berkualitas terbatas. Pola usaha budidaya masih bersifat tradisional. Hasil produksi belum optimal dan belum berkembangnya diversifikasi usaha Faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan usaha pembesaran Ikan Lele Kecamatan Tanjung Morawa perkembangan teknologi pengolahan pangan, permintaan produk Ikan Lele yang semakin meningkat, perhatian pemerintah terhadap pengembangan usahatani Ikan Lele, keberadaan industri pakan, munculnya permintaan produk olahan ikan lele Berdasarkan hasil analisis SWOT diketahui bahwa usaha budidaya ikan lele di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang mempunyai keunggulan dalam produktivitas dan sumberdaya, dan memiliki kelemahan dalam hal kurangnya modal dan pengetahuan serta kurangnya promosi pemasaran kurang maksimal. Usaha budidaya ikan lele di Kecamatan Tanjung Morawa memiliki peluang UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih di ucapkan kepada Dekan Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah Ibu Dr. Leni Handayani. SP. MSi, sekaligus Dosen Pembimbing. Penguji I Ibu Nomi Noviani. SP. MP dan Penguji II Bapak Sugiar. SP. MP atas pasar yang cukup tinggi dan perhatian yang baik pemerintah dan memiliki ancaman dalam hal persaingan dengan petani ikan wilayah lain. Maka perlu mengembangkan usaha budidaya ikan lele di Kecamatan Tanjung Morawa. Adapun strategi pengembangan yang bisa diterapkan adalah: Meningkatkan dengan pemerintah untuk mendapatkan bantuan baik maupun pelatihan. Meningkatkan promosi agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Meningkatkan produksi ikan agar mampu bersaing dengan petani ikan dari daerah lain sehingga dapat Meningkatkan kualitas SDM dan motivasi pelaku usaha untuk dapat mengembangkan arahan dan bimbingannya sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan dengan Terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Dian Habibie. SP. MP selaku Ketua Program Studi Agribisnis DAFTAR PUSTAKA