Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. SKRINING DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN WARGA KELURAHAN SENDANGMULYO KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG "Health Screening and Medical Check-Up for Residents of Sendangmulyo Subdistrict. Tembalang District. Semarang City" Bintang Tatius1*. Rina Purnamasari1. Yanuarita Tursinawati1. Nabil Hajar1. Ika Dyah Kurniati1 1Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Semarang. Kota Semarang. Indonesia *Penulis Korespondensi bintangtatius@unimus. Riwayat Artikel: Dikirim: 5 Mei 2025 Diterima: 31 Juli 2025 Diterbitkan: 31 Agustus 2025 Abstrak Penyakit degeneratif, terutama penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, dan hiperurisemia, menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk Indonesia. Salah satu upaya untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit tersebut adalah melalui skrining kesehatan yang dapat mendeteksi penyakit sejak dini. Pengandian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi kesehatan komunitas masyarakat di Kelurahan Sendangmulyo. Kecamatan Tembalang. Kota Semarang melalui kegiatan skrining dan pemeriksaan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan preventif-promotif melalui pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta edukasi kesehatan langsung kepada masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47% peserta mengalami hipertensi, 68% memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 44% mengalami hiperurisemia. Mayoritas peserta menyatakan kepuasan tinggi terhadap pelayanan yang diberikan, dengan 70,7% sangat puas dan 29,3% puas. Skrining kesehatan berbasis komunitas memiliki peran yang sangat penting dalam mendeteksi dini penyakit degeneratif pada dewasa akhir dan lansia serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala. Kata kunci: intervensi komunitas, lansia, penyakit degeneratif, skrining kesehatan Abstract Degenerative diseases, particularly non-communicable diseases such as hypertension, diabetes mellitus, hypercholesterolemia, and hyperuricemia, are among the leading causes of death worldwide, including in Indonesia. One of the efforts to reduce morbidity and mortality from these diseases is through health screening, which can detect diseases early. This community service aims to evaluate the health of the community in Sendangmulyo Village. Tembalang District. Semarang City, through screening and health The method used is a preventive-promotive approach, offering free health checks, including blood pressure, blood sugar, cholesterol, and uric acid tests, along with direct health education to the public. The results show that 47% of participants have hypertension, 68% have high cholesterol, and 44% have hyperuricemia. The majority of participants expressed high satisfaction with the services provided, with 70. 7% very satisfied and 29. 3% satisfied. Community-based health screening plays a crucial role in the early detection of degenerative diseases in late adults and the elderly and can increase public awareness of the importance of regular health check-ups. Keywords: community intervention, elderly, degenerative diseases, health screening Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. PENDAHULUAN Penyakit degeneratif menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization, 2. , penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus bertanggung jawab atas 74% dari seluruh kematian secara global, dengan sebagian besar kematian terjadi di negara berkembang. Di Indonesia, berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi mencapai 34,1% dan diabetes melitus 10,9% pada penduduk usia Ou15 tahun. Permasalahan ini semakin rumit dengan tingginya angka kejadian hiperkolesterolemia dan hiperurisemia, yang merupakan bagian dari sindroma metabolik. Sayangnya, banyak masyarakat yang belum menyadari adanya penyakit ini karena sifatnya yang asimptomatik pada tahap awal, sehingga sering kali baru terdeteksi setelah terjadi Kendala utama dalam penanggulangan penyakit degeneratif di Indonesia adalah terbatasnya akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan, terutama di wilayah padat penduduk atau pinggiran kota, serta rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Lansia sebagai kelompok rentan sering kali menghadapi hambatan dalam transportasi, biaya, dan minimnya edukasi tentang pentingnya deteksi dini (Arokiasamy, 2. Pemeriksaan kesehatan yang bersifat preventif dan promotif belum menjadi kebiasaan umum, sehingga upaya penanganan cenderung lebih bersifat kuratif. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi berbasis komunitas yang dapat menjangkau masyarakat secara langsung dengan pendekatan yang mudah, murah, dan edukatif (Borges, 2. Skrining kesehatan merupakan prosedur sederhana namun sangat strategis yang digunakan untuk mengidentifikasi individu dalam populasi yang tampaknya sehat tetapi memiliki risiko tinggi terhadap penyakit tertentu (Fitriani et al. , 2. Tujuan utama skrining bukan untuk menegakkan diagnosis, melainkan untuk memisahkan individu yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dari yang tidak. Proses ini harus memenuhi beberapa kriteria, seperti keamanan, akseptabilitas, akurasi, reliabilitas, serta adanya sistem rujukan lanjutan. Dalam konteks penyakit degeneratif, skrining menjadi langkah awal yang penting dalam pencegahan dan penanganan dini, khususnya pada populasi usia dewasa dan lansia (Apriyani et al. , 2. Sebagai tenaga pengajar pada institusi pendidikan tinggi berbasis kedokteran, dosen memiliki tanggung jawab dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat. Melalui pengabdian masyarakat, dosen dan mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu kedokteran secara langsung kepada masyarakat luas. Salah satu bentuk nyata implementasi ini adalah pelaksanaan kegiatan skrining dan pemeriksaan kesehatan di wilayah Kelurahan Sendangmulyo. Kecamatan Tembalang. Kota Semarang. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mendeteksi penyakit secara dini, tetapi juga sebagai upaya promosi kesehatan dan penguatan hubungan antara institusi akademik dan komunitas lokal. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan preventif-promotif melalui skrining kesehatan terpadu dan edukasi kesehatan langsung kepada masyarakat. Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. Pendekatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi gangguan metabolik seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, dan hiperurisemia, serta memberikan penyuluhan terkait pola hidup sehat guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala. Metode pelaksanaan dilakukan dalam bentuk cek kesehatan gratis, konsultasi medis, dan ceramah kesehatan secara langsung kepada Kegiatan dilaksanakan pada hari JumAoat, 27 Januari 2023, bertempat di Kantor Kelurahan Sendangmulyo. Kecamatan Tembalang. Kota Semarang. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil koordinasi dengan aparat kelurahan dan pertimbangan aksesibilitas masyarakat setempat terhadap layanan kesehatan primer. Target sasaran kegiatan ini adalah warga Kelurahan Sendangmulyo, dengan prioritas pada peserta usia dewasa akhir . -60 tahu. dan lanjut usia (>60 tahu. Sebanyak 41 orang hadir dan mengikuti pemeriksaan kesehatan, yang terdiri dari 36 perempuan . %) dan 5 laki-laki . %). Sebelum kegiatan dimulai, peserta diberikan penjelasan tentang tujuan pemeriksaan serta diminta untuk mengisi formulir administrasi dan persetujuan mengikuti kegiatan . nformed consen. Alat dan Bahan pada pengabdian ini adalah sphygmomanometer dan stetoskop untuk pemeriksaan tekanan darah. alat tes darah digital 3-in-1 (Gula darah. Kolesterol, dan Asam ura. menggunakan stik reagen. serta alkohol swab dan handscoon sebagai perlengkapan protokol higienis. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan administrasi dan pendaftaran peserta dengan cara mencatat identitas serta keluhan umum, kemudian dilanjutkan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah sewaktu (GDS), kolesterol, dan asam urat, dan ditutup dengan konsultasi medis dilakukan oleh dokter, yang meninjau hasil pemeriksaan dan memberikan edukasi terkait risiko serta perubahan gaya hidup Setiap 5 peserta periksa, salah satu peserta akan diberikan dooprize yang dipilih secara acak sesuai nomor urutan periksa. Kegiatan ini melibatkan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang sebagai penanggung jawab utama, dibantu oleh mahasiswa kedokteran dari berbagai angkatan. Total anggota tim berjumlah 23 orang, termasuk dokter, tenaga teknis, dan mahasiswa. Setiap hasil pemeriksaan dicatat dalam lembar evaluasi individu dan kemudian dikompilasi dalam basis data untuk dianalisis secara deskriptif. Dokumentasi kegiatan dilakukan dalam bentuk foto, laporan tertulis, serta rekapitulasi hasil pemeriksaan laboratorium sederhana. Evaluasi kegiatan dilakukan secara reflektif oleh tim, dan peserta diminta untuk mencentang tingkat kepuasan terhadap layanan kesehatan yang telah HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian No. 0554/UNIMUS/ST. KP/2023. Kegiatan skrining dan pemeriksaan kesehatan ini diikuti oleh 41 warga Kelurahan Sendangmulyo. Kecamatan Tembalang. Kota Semarang. Berdasarkan data demografis, mayoritas peserta adalah perempuan . %), dengan peserta Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. laki-laki sebanyak 12%. Kelompok usia peserta didominasi oleh kelompok lanjut usia (>60 tahu. yaitu sebesar 66%. Kegiatan dimulai pukul 08. 00 WIB dan berakhir pukul 12. 00 WIB, dengan pelaksanaan dibagi menjadi dua pos utama, yaitu Pos 1 untuk pendaftaran dan pemeriksaan tekanan darah oleh mahasiswa dan Pos 2 untuk pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS), kolesterol, dan asam urat oleh dokter, serta konsultasi medis. Setiap peserta mengikuti alur pemeriksaan secara berurutan. Setelah seluruh parameter diperiksa, peserta diberikan penjelasan tentang hasilnya serta edukasi mengenai gaya hidup sehat. Pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS), kolesterol total, dan asam urat. Keluhan umum yang disampaikan oleh peserta meliputi pegal-pegal, pusing, dan cepat lelah, yang merupakan gejala tidak spesifik namun sering terkait dengan gangguan metabolik ringan. Rangkuman hasil pemeriksaan disajikan dalam Tabel 1 berikut: Tabel 1: Hasil Pemeriksaan Kesehatan Peserta Pengabdian Masyarakat Parameter Kategori Jenis Kelamin Usia Tekanan Darah Gula Darah Sewaktu Kolesterol Asam Urat Laki-laki Perempuan Dewasa akhir . Lanjut usia (>. Hipertensi Normal DM (Ou200 mg/dL) Normal Ou200 mg/dL (Tingg. <200 mg/dL (Norma. Hiperurisemia Normal Jumlah . Persentase (%) Nilai RataRata (Mea. 118,97 mg/dL 223,12 mg/dL 5,94 mg/dL Sebagai bagian dari evaluasi, peserta diminta mengisi kuesioner kepuasan setelah kegiatan selesai. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 70,7% peserta merasa sangat puas, sedangkan 29,3% merasa puas, tanpa ada respon negatif. Hal ini mencerminkan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Tabel 2: Hasil Kuesioner Kepuasan Peserta Kegiatan Tingkat Kepuasan Jumlah . Persentase (%) Sangat puas Puas Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. Gambar 1: Jalannya kegiatan skrining kesehatan dan pembagian doorprize Sumber: Dokumentasi Pribadi Skrining kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam upaya promotif dan preventif, terutama bagi masyarakat lansia yang rentan terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan dislipidemia. Deteksi dini melalui skrining memungkinkan penanganan lebih cepat dan lebih tepat daripada ketika sudah muncul komplikasi (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa 47% peserta mengalami hipertensi, 68% memiliki kadar kolesterol tinggi, 44% mengalami hiperurisemia, dan 5% mengalami diabetes melitus. Data ini menegaskan bahwa masalah kesehatan tersembunyi masih banyak ditemukan di masyarakat, bahkan pada mereka yang tidak memiliki keluhan kesehatan. Fenomena ini sejalan dengan pengabdian masyarakat oleh Apriyani et al. yang menemukan bahwa skrining kesehatan yang dilakukan di Kabupaten Sleman menunjukkan tingginya prevalensi hipertensi dan hiperkolesterolemia pada lansia, yang juga seringkali tidak terdeteksi. Maharani dan Nuryanto . dalam studi mereka di Semarang juga menekankan pentingnya skrining kesehatan berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan berkala dan pengendalian penyakit tidak menular. Sambutan masyarakat yang sangat positif terhadap kegiatan ini tercermin dari tingkat kepuasan yang tinggi, di mana 70,7% peserta menyatakan sangat puas dan 29,3% Tingginya kepuasan ini kemungkinan besar disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kemudahan akses, karena kegiatan dilakukan di lingkungan mereka sendiri tanpa perlu ke puskesmas atau rumah sakit. pelayanan ramah dan edukatif dari tim pengabdian yang menjelaskan hasil pemeriksaan dengan bahasa sederhana. dan adanya pemberian konsultasi langsung serta rekomendasi kesehatan yang bersifat personal. Fenomena ini sejalan dengan pengabdian masyarakat oleh Fitriani et al. di Kabupaten Bandung yang menyebutkan bahwa 93% peserta kegiatan skrining merasa puas karena merasa diperhatikan kesehatannya, mendapatkan edukasi yang mudah dipahami, serta tidak dikenai biaya. Hal ini memperkuat bahwa pelayanan kesehatan yang bersifat dekat, sederhana, dan edukatif sangat diapresiasi oleh masyarakat. Med-Com Empowerment Journal Vol. 2 No. Agustus 2025. Hal. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian masyarakat berupa skrining kesehatan pada lansia di Kelurahan Sendangmulyo telah memberikan manfaat nyata, baik dalam deteksi dini masalah kesehatan maupun peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan berkala. Skrining kesehatan sebaiknya dilakukan secara rutin dan terjadwal, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Kolaborasi dengan kader kesehatan dan tokoh masyarakat dapat memperkuat keberlanjutan program ini, sehingga dapat menjangkau lebih banyak individu dan memperpanjang dampak positif yang dihasilkan. DAFTAR PUSTAKA