Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 2. Issue 2. November 2022 Page 25 - 33 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 PENYULUHAN EDUKASI DEMAM BERDARAH DAN PERENCANAAN PENGELOLAAN BIAYA KESEHATAN BAGI MASYARAKAT WARAKAS Melitina Tecualu1. Hery Winoto Tj2. Elly Ingkiriwang3. Fredella Colline4. DwiAprillita5 1, 2,3,4,. Universitas Kristen Krida Wacana. Jakarta. Indonesia Corresponding author: elly. ingkiriwang@ukrida. Abstrak: Musim Pancaroba adalah merupakan siklus pergantian cuaca / iklim alam, dimana saat ini kita akan mulaimemasuki musim penghujan. Biasanya di masa pergantian musim ini, mulai mengintai penyakit selain Covid-19. Penyakit yang telah menjadi endemik berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), dimana penyakit DBD dapat mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi di Indonesia sebagai daerah tropis. Masyarakat banyak yangtidak menyadari bahwa penyakit DBD ini mulai mengintai, karena kita terlalu fokus kepada pencegahan virus Covid-19 sehingga terkesan lalai untuk menghadapi penyakit lain. Tidak hanya perlu mengantisipasi pencegahannya, namun kitaperlu memiliki perencanaan dan pengelolaan biaya Kesehatankeluarga, terkhusus dalam rencana mengelola biaya yang muncul karena musibah penyakit DBD yang terkena salah satu anggota keluarga inti. Peran Perguruan Tinggi penting dalam membantu menyampaikan informasi-informasi pengingat bagi masyarakat, sehingga perlu adanya satu tindakan nyata untuk membantu memberikan penyuluhan atau edukasi dengan tujuan dapat membantu meminimalisir dapat terjangkitnya penyakit lain selain Covid-19 dan juga setidaknya mengantisipasi biaya yang muncul yang harus dikeluarkan akibat timbulnya musibah ini. Selain melaksanakan salah satu tridharma Perguruan Tinggi, kita juga telah turut serta berpartisipasi mendukung Diterima : 04/03/2022 salah satu program Pemerintah membawa masyarakat menuju hidup sehat. Direvisi : 15/10/2022 Dipublikasi : 30/11/2022 Kata Kunci: demam berdarah. Covid-19, tridharma, pengelolaan biaya. Abstract: The Transitional Season is a cycle of natural weather/climate changes, where we will now begin to enter the rainy season. Usually during this seasonal change, diseases other than Covid-19 begin to lurk. A disease that has become endemic based on data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia is Dengue Fever (DHF), where DHF can cause high mortality rates in Indonesia as a tropical area. Many people do not realize that DHF is starting to lurk, because we are too focused on preventing the Covid-19 virus so that it seems negligent to deal with other diseases. Not only do we need to anticipate prevention, but we need to have a plan and manage family health costs, especially in plans to manage costs that arise due to the disaster of DHF disease affected by one of the nuclear family members. The role of Higher Education is important in helping to convey reminder information for the community, so that there needs to be a real action to help provide counseling or education with the aim of helping to minimize the contraction of other diseases besides Covid-19 and also at least anticipate the costs that must be incurred due to this disaster. In addition to carrying out one of the tridharma of Higher Education, we have also participated in supporting one of the Government programs to bring people to a healthy life. Keywords: dengue fever. Covid-19, tridharma, cost management, planning. Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Page 25 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 2. Issue 2. November 2022 Page 25 - 33 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 PENDAHULUAN Analisis Situasi Permasalahan Indonesia sebagai negara tropis memiliki 2 . musim, yakni musim kemarau dikaitkan dengan kondisi kekeringan yang dikenal dengan fenomena El Nino dan musim penghujan dikaitkan dengan kondisi intensitas hujan lebih tinggi yang dikenal dengan fenomen La Nina . com, 2022. com, 2. Siklus musim ini terjadi masing-masing sekali dalam setiap tahunnya, dan saat ini Indonesia akan memasukimusim penghujan. Masa peralihan musim ini biasanya rentan memicu adanya berbagai penyakit lain yang muncul di permukaan alam (Beritabaik. id, 2. Virus, bakteri dan mikroba biasanya akan lebih mudah berkembang biak di saat musim penghujan dan dapat menginfeksi tubuh kita . com, 2. Tubuh kita akan lebih mudah terserang penyakit akibat perubahan cuaca, salah satunya yang perlu kita waspadai pula di masa peralihan musim seperti ini adalah penyakit Deman Berdarah Dengue yang lebih popular dengan sebutan DBD (Beritabaik. id, 2021. com, 2. Perubahaniklim cuaca di saat panas terik kemudian tiba-tiba turun hujan sangat memungkinkan berkembangnya jentik nyamuk, khususnya nyamuk aedes aegypty . com, 2021. Kita perlu lebih waspada agar kita tidak terjangkit penyakit DBD yang sedang merebak di peralihan iklim ini, selain itu kita juga tetap fokus mengantisipasi virus Covid-19 yang masih belum berakhir hingga hari ini (Beritabaik. id, 2. Gugus Tugas Nasional meminta kepada semua lapisan masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman DBD di saat kita juga masih harusmelawan virus Covid-19 (Covid19. id, 2. DBD merupakan suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue, dan apabila menyerang tubuh manusia dapat mengakibatkan yang berujung pada kematian. Virus ini dapatmasuk ke dalam tubuh manusia dengan perantara nyamuk aedes aegypti yang dapat menyebabkan munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue. Penyakit Demam Berdarah Dengue dapat menyerang siapa saja tanpa melihat golongan usia, jenis kelamin dan tingkat ekonomi. Dapat menyerang pada anak-anak atau dewasa, baik laki-laki maupun perempuan, kaya atau miskin (Nurhayati, 2. Kelengahan kita sebagai masyarakat awam yang tidak memahami habitat nyamuk aides aegypty dapat membuka peluang terjangkitnya virus Demam Berdarah Dengue di lingkungan kita tanpa kita sadari . id, 2. Kita akan tersadar diri membutuhkan biaya tak terduga, apabila penyakit DBD menyerang salah satu anggota keluarga kita, entah suami, istri atau anak. Karena mau tidak mau untuk dapat amenyelamatkan jiwa anggota keluarga yang terserang penyakit DBD kita harus membawanya ke Rumah Sakit sebagai langkah darurat pertolongan pertama agar nyawa anggota keluarga kita terselamatkan. Kita akan membutuhkan biaya pengeluaran yang besar untuk biaya perawatan tersebut, dan tidak terpikirkan memiliki perencanaan biaya keluarga yang harus disisihkan di saat anggota keluarga kita baik-baik saja. Banyak keluarga yang tidak akan memikirkan rencana pengelolaan biaya pada jauh-jauh hari, karena hal perencanaan pengelolaan biaya keluarga dianggap sesuatu yang tidak perlu (Handoyo. Permasalahan Mitra Perubahan cuaca atau iklim akan kita alami pada saat-saat sekarang ini memasuki bulan September sampai dengan 6 bulan ke depan. Kadangkala kita tidak menyadari adanya perubahan cuaca atau iklim karena kita masih berfokus pada meminimalisir penyebaran Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, sehingga kita lengah untuk mewaspadai pula pencegahan penyakit Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Page 26 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 2. Issue 2. November 2022 Page 25 - 33 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 lain yang mengintai kehidupan kita (Kkn. id, 2. Masyarakat di lingkungan kita mulai melupakan kemungkinan muncul penyakit lain yangmemiliki tingkat kematian yang tinggi sama seperti Covid-19, yakni penyakit Demam Berdarah Dengue. Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. DBD merupakan penyakit endemik dan menjadi salah satu masalah utama pula di Indonesia, dimana dikatakan dalam data tersebut bahwa kecenderungan penderita penyakit DBD senantiasa meningkat setiap tahunnya . Pengendalian untuk pencegahan keduanya (Covid-19 dan DBD) adalah sangat penting di saat-saat sekarang ini, mengingat koinfeksi DBD dan Covid- 19 merupakan hal yang tidak mudah Diperlukan adanya informasi-informasi penting yang dapat diberikan oleh kalangan medis/kesehatan guna membantu meminimalisir terpaparnya kedua jenis penyakit tersebut. Perlu dilakukan pengupayaan pencegahan kedua penyakit tersebut bagi masyarakat awam. Dapat dimulai dari kader-kader jumantik yang beradadi lingkungan sekitar tempat tinggal kita, di sekitar RT 005 RW 010. Kelurahan Warakas. Kecamatan Tanjung Priuk. Jakarta Utara. Selain daripada itu perlu adanya edukasi bagaimana cara keluarga mempersiapkan suatu perencanaan pengelolaan biaya keluarga yang dibutuhkansecara mendadak atau darurat yang diperlukan keluarga untuk mengatasi masalah menangani penyelamatan jiwa salah satu anggota keluarga yang terserang penyakit salah satunya adalah DBD (Susanti, 2. Solusi Mengatasi Permasalahan Mitra Upaya yang dapat kita lakukan adalah menyampaikan penyuluhan dan edukasi bagi para kader jumantik yang ada di lingkungan RT 005/RW 10 terkait bagaimana mewaspadai untuk dapat menghindari penyakit DBD di masa Pandemi ini, agar tidak lengah adanya penyakit lain yang mengintai kehidupan kita. Selain itu juga memberikan wawasan edukasi bagi keluarga masyarakat lingkungan RT 005/RW 010 bagaimana cara mempersiapkan perencanaan pengelolaan biaya keluarga khususnya untuk biaya kesehatan dalam keluarga. Dibutuhkan peran Perguruan Tinggi yang dapat melibatkan dosen dengan menggandeng tenaga medis . untuk menyampaikan informasi edukasi kepada para kader jumantik dalam masyarakat yang menjadi subyek pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selain sebagai salah satu kewajiban dan tuntutan yang harus dipenuhi suatu Perguruan Tinggi,kita juga telah membantu pemerintah dalam upaya membantu program Gerakan Masyarakat menuju sehat (GERMAS). METODE Pendistribusian Flyer Ketua RT 005 Kelurahan Warakas Bapak Nuryadi menunjuk salah satu kader Juru Pemantau Jentik (Jumanti. bertugas sebagai nara hubung dan membantu Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) secara teknis di lapangan. Ibu Selvi Danus yang juga sebagai warga RT 005 melakukan tugas mendistribusikan flyer sebagai undangan yang telah disiapkan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat UKRIDA kepada masing-masing keluarga warga RT 005 dan para kader Jumantik RW 010. Flyer berisikan tentang waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, narasumber dantopik edukasi yang akan disampaikan. Adapun flyer yang dimaksudkan adalah sebagai Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Page 27 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 2. Issue 2. November 2022 Page 25 - 33 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Gambar 1. Desain Flyer sebagai undangan untuk didistribuskan kepada peserta Persiapan Menjelang Pelaksanaan Kegiatan Tim Pengabdian kepada Masyarakat melakukan koordinasi secara intern dalam Tim untuk mempersiapkan hal-hal perlengkapan yang berkaitan di lapangan seperti peralatan penunjang kegiatan yaitu meja, kursi peserta, peralatan laptop, layar. LCD, dan sound system serta jaringan link zoom untuk virtual. Penunjukan mahasiswa-mahasiswa yang bertugas sebagai Master of Ceremony (MC), pengoperasian laptop, dokumentasi. IT support dan penerima tamu serta pendistribusian presensi kehadiran peserta. Mengingatkan para narasumber yang akan menyampaikan edukasi untuk memberikan materi yang akan disajikan agar dapat dimasukan ke dalam laptop yang akan dipakai pada hariH dengan tujuan mempermudah pelaksana lapangan yang akan mengoperasikan laptop. Susunan Acara Kegiatan pada hari H Susunan acara yang dilaksanakan secara teknis di lapangan adalah sebagai berikut : - Pembukaan oleh MC (Mahasiswa Prodi Psikologi UKRIDA). - Sambutan Ketua RW 010 bapak Drs Figur Dwiatmoko. - Penyuluhan Edukasi tentang Demam Berdarah oleh pakar kesehatan dr. Elly Ingkiriwang. Sp. KJ (FKIK). Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Page 28 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 2. Issue 2. November 2022 Page 25 - 33 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Edukasi tentang perencanaan biaya kesehatan bagi keluarga oleh Dwi Aprillita,S. M (FEB). Tanya jawab dipandu langsung oleh Narasumber. Kata penutup dari Tim UKRIDA melalui virtual oleh ibu Fredella Colline. SE,MM yang juga sebagai Sekretaris Prodi MM UKRIDA. Sesi Foto Bersama perserta. Tim pengabdian kepada masyarakat dan masyarakatbaik yang ada di lapangan maupun melalui virtual zoom. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 27 November 2021, pukul 16. 00 WIB, bertempat di salah satu rumah warga Kader Juru Pemantau Jentik (Jumanti. yang juga adalahsalah satu warga setempat di Jl. Warakas Gang 10. Kegiatan diselenggarakan secara tatap maya dan tatap muka dengan tetap mengikuti aturan protokol kesehatan (ProtKe. 3 M. Peserta yang hadir adalah perwakilan keluarga warga RT 005 RW 010 dan para Kader Jumantik RW 10. Kegiatan diselenggarakan oleh Tim Abdimas Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan FakultasKedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UKRIDA, dibantu oleh 3 . orang mahasiswa dari Prodi Teknik Sipil. Prodi Psikologi, dan Prodi Ekonomi, serta dibantu oleh beberapa ibu rumah tangga dan beberapa kaum Bapak warga RT 005. Total yang yang membantu di lapangan 10 orang. Materi edukasi yang disampaikan narasumber kepada peserta warga yang hadir adalah Narasumber dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan dr. Elly Ingkiriwang. Sp. menjelaskan mengenai bahayanya nyamuk aedes aegypti apabila menggigit seseorang anggota dalam keluarga, akan membawa petaka meninggal dunia apabila tidak ditangani dengan serius dalam pengobatannya atau terlambat dalam mengobatinya. Dijelaskan bagaimana gejala awal yang muncul, masa kritis yang harus diwaspadai agar tidak menimbulkan petaka meninggal dunia, dan bagaimana pencegahannya agar tidak memberikan kesempatan munculnya jentik nyamuk jenis tersebut. Narasumber dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dwi Aprillita. betapa pentingnya memiliki pengelolaan keuangan keluarga khususnya persiapan dana untuk Kesehatan keluarga dengan tujuan untuk berjaga-jaga saat ada anggota keluarga yang mengalami sakit, dan hal ini perlu disadari oleh keluarga akan pentingnya memulaiwalaupun terlambat daripada tidak sama sekali melakukannya. Foto-Foto Kegiatan sesuai susunan acara : Gambar 2. Kata Pembukaan oleh MC Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Page 29 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 2. Issue 2. November 2022 Page 25 - 33 Gambar 3. E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Sambutan Ketua RW Gambar 4. Edukasi oleh Dosen FKIK Gambar 5. Edukasi oleh Dosen FEB Gambar 6. Sesi Tanya Jawab Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Page 30 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 2. Issue 2. November 2022 Page 25 - 33 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Gambar 7. Kata Penutup oleh Ibu Fredella Colline. SE. MM secara virtual Gambar 8. Sesi Foto Bersama Gabungan Tim Abdimas dan Mahasiswa di lapangan dan virtual zoom Gambar 9. Sesi Foto Bersama Gabungan Tim Abdimas dan Mahasiswa di lapangan dan virtual zoom Gambar 10. Sesi Foto Bersama sebagian Peserta warga Kelurahan Warakas dan Narasumber Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Page 31 Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 2. Issue 2. November 2022 Page 25 - 33 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Gambar 11. Sesi Foto Bersama sebagian Peserta warga Kelurahan Warakas dan Narasumber Gambar 12. Peserta adalah warga RT 005 dan Kader Jumantik KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan secara kolaborasi2 . Fakultas yang ada di UKRIDA yakni FEB dan FKIK berjalan dengan baik dan Dilaksanakannya kegiatan secara tatap muka tersebut tetap mengacu kepada protokoler kesehatan yang dianjurkan Pemerintah yakni para peserta menggunakan masker dan menjaga jarak duduk antar peserta satu dengan peserta lainnya. Para peserta terlihat antusiasme dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta kepada pakar kesehatan dr. Elly Ingkiriwang. Sp. karena merasa perlunya mencegah sebelum terjadi, sedangkan untuk bidang ekonomi terkait perencanaan memiliki dana khusus kesehatan bagi keluarga, mereka merasakan bahwa yang dipaparkan belum sesuai dengan yang mereka alami dalam keseharian, karena mereka masih merasakan bahwa besar pasak daripada tiang. Saran