ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 KAJIAN PENANGANAN TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Purba Bagus Sunarya, . Muchamad. Irvan dan . Dian Puspa Dewi. Mahasiswa, . , . Dosen Pogram Studi Pendidikan Khusus FKIP Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Email: purbasunarya@gmail. Mch. Irvan@gmailcom. Dianpuspadewi90@gmail. ABSTRAK Anak-anak dengan kebutuhan khusus adalah anak-anak cacat atau hambatan fisik, mental, intelektual, sosial, atau emosional, seperti: anak-anak dengan autisme, tuli, buta, retradasi mental, cacat fisik dan lain-lain dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap proses pertumbuhan atau perkembangan dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, perkembangan kemampuan anak mengalami kendala dan beban orang tua, keluarga, masyarakat dan negara. Tujuan penanganan yang dilakukan oleh semua ahli akan berdampak positif bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Dalam berbagai aspek seperti di bidang akademik mampu mengikuti pelajaran dengan baik, di bidang sosial anak-anak mampu bersosialisasi dengan masyarakat dan di bidang emosi anak dapat menyalurkan emosi menjadi hal-hal positif. Orang tua atau keluarga sebagai penyedia layanan utama untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, pada umumnya masih kurang memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk memberikan hak dan kesempatan yang sama bagi anak-anak. Ini karena kurangnya pengetahuan orang tua atau keluarga tentang cara merawat, mendidik, memelihara dan memenuhi kebutuhan anak-anak ini. Orangtua atau keluarga adalah faktor yang paling penting dalam memfasilitasi pertumbuhan dan perlindungan anak-anak dengan kebutuhan khusus. Kata Kunci: Anak Berkebutuhan Khusus. Layanan ABSTRACT Children with special needs are children with disabilities or physical, mental, intellectual, social, or emotional barriers, such as: children with autism, deaf, blind, mental retradation, physical disability and others can have a significant effect on the process of growth or development compared to other children of his age. The problem of children with special needs is a problem that is quite complex in quantity and quality. This condition if not handled properly, the development of the child's ability to experience obstacles and the burden of parents, family, community and country. The purpose of handling done by all experts will have a positive impact for children with special needs. In various aspects such as in the field of academics able to follow the subjects well, in the social field of children able to socialize with the community and in the field of emotion children can channel emotions into positive things. Parents or families as primary service providers to children with special needs, generally still lack the awareness and responsibility to provide equal rights and opportunities for the This is because the lack of knowledge of parents or families about how to care for, educate, nurture and meet the needs of these children. Parents or families are the most important factor in facilitating the growth and protection of children with special needs Keyword: Children with Special Needs. Services ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 yang positif. Orangtua atau keluarga sebagai pemberi layanan utama terhadap anak berkebutuhan khusus, pada umumnya masih kurang mempunyai kesadaran dan tanggung jawab untuk memberikan persamaan hak dan kesempatan bagi anakanak tersebut. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan orangtua atau keluarga tentang bagaimana merawat, kebutuhan anak-anak tersebut. Orangtua atau keluarga merupakan faktor terpenting dalam perlindungan anak berkebutuhan khusus. PENDAHULUAN Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami keterbatasan atau hambatan, baik fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional, seperti : anakautis, tunarungu, tunadaksadan lain-lain dapat berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya. Masalah merupakan masalah yang cukup kompleks secara kuantitas maupun kualitas. Mengingat berbagai jenis anak berkebutuhan khusus mempunyai permasalahan yang berbedabeda, maka dibutuhkan penanganan secara Jika anak berkebutuhan khusus khususnya keterampilan hidup . ife skil. sesuai minat dan potensinya, maka anak akan lebih mandiri. Namun, jika tidak ditangani secara tepat, maka perkembangan kemampuan anak mengalami hambatan dan menjadi beban orangtua, keluarga, masyarakat dan negara. Pihak yang menangani identifikasi merupakan pihak professional di bidangnya masing-masing. Kegiatan identifikasi sifatnya masih sederhana dan tujuannya lebih ditekankan pada menemukan atau mengenali apakah seorang anak tergolong anak dengan kebutuhan khusus atau bukan. Maka biasanya identifikasi dapat dilakukan oleh orang-orang yang dekat . ering berhubungan/bergau. dengan anak, seperti orang tua, guru, dan pihak-pihak yang terkait Sedangkan langkah berikutnya, yang sering disebut asesmen, bila diperlukan dapat dilakukan oleh tenaga profesional, seperti dokter, psikolog, neurolog, orthopedagog, therapis, dan lain-lain. Tujuan penangananyang dilakukan oleh semua ahli akan berdampak positif bagi anak berkebutuhan khusus. Dalam berbagai aspek seperti dalam bidang akademik mampu mengikuti mata pelajaran denganbaik, dalam bidang social anak mampu bersosialisasi dengan masyarakat dan dalam bidang emosi anak dapat menyalurkan emosi kedalam hal METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen program studi Pendidikan Khusus FKIP Unipa Surabaya dengan tema Keterlibatan Orang Tua dalam Kegiatan Pemberian Layanan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus dilaksanakan dalam 2 hari yaitu: Hari I pada tanggal 26 Maret 2018 Pada pelaksanaan hari pertama diberikan oleh Muchamad Irvan. Pd. Pd dengan materi sebagai berikut: Pemberdayaan Masyarakat dalam pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, dijelaskan apa saja peran masyarakat dalam pelayanan anak berkebutuhan khusus, dan . Sikap masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus, dijelaskan bagaimana sikap seseorang sebagai bagian dari masyarakat dalam memberikan hak pada anak berkebutuhan . Hari II pada tanggan 30 Maret 2018. Pada pelaksanan hari kedua ini materi diberikan oleh Dian Psupa Dewi. Pd. ,M. Pd dengan materi Pihak-pihak yang terkait dalam pemberian layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, dijelaskan unsur-unsur masyarakata dalam pemenuhan pelayanan pendidikan bagi anak bekrebutuhan khusus. HASIL DAN PEMBAHASAN Anak Berkebutuhan Khusus Pengertian anak berkebutuhan khusus Dalam buku Exceptional Children and Youth, menurut William Cruickshank dan G. Orville Jonhson ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 . 8 : . , pengertian anak berkelainan: pada dasarnya anak berkelainan adalah seseorang anak yang mengalami penyimpangan intelektual, phisik, sosial atau emosional secara menyolok dari apa yang dianggap sebagai pertumbuhan dan perkembangan normal, tentu saja yang bersangkutan tidak dapat menerima manfaat maksimal dari memerlukan kelas khusus atau tambahan pengajaran dan berbagai Klasifikasi Tunarungu Menurut Somad dan Hernawati . 6 : . , mengemukakan bahwa pengertian tunarungu adalah Seseorang yang mengalami mendengar baik sebagian atau seluruhnya yang diakibatkan sebagian atau seluruh alat pendengaran, sehingga ia tidak pendengarannya dalam kehidupan sehari Ae sehari yang membawa dampak terhadap kehidupannya secara kompleks. Anak tunarungu diklasifikasikan . Ketunarunguan ringan, yaitu kondisi di mana orang masih dapat mendengar bunyidengan intensitas 20-40 dB . ecibel, disingkat dB, ukuran intensitas/tekananpada Mereka sering tidak menyadari bahwa sedang diajak bicara,mengalami kesulitan dalam percakapan. Ketunarunguan sedang, yaitu kondisi di mana orang masih dapat mendengar bunyidengan intensitas 40-65 dB. Mereka mengalami wajah pembicara, sulit mendengar dari kejauhan atau dalamsuasana gaduh, tetapi dapat terbantu dengan alat bantu dengar . Ketunarunguan berat, yaitu kondisi di mana orang hanya dapat mendengar bunyidengan intensitas 65-95 dB. Mereka sedikit memahami percakapan pembicara bila memperhatikan wajah pembicara dengan suara keras, tetapi percakapan normal dilakukannya, tetapi dapat terbantu dengan alat bantu dengar. Ketunarunguan parah, yaitu kondisi di mana orang hanya dapat mendengar bunyi dengan intensitas 95 dB atau lebih keras. Percakapan normal tidak mungkin baginya, ada yang dapat terbantu dengan alat bantu dengar tertentu, sangat bergantung pada komunikasi Selain itu anak tunarungu memiliki karakteristik sebagai berikut. Karakteristik Intelegensi : anak tunarungu akan mempunyai prestasi lebih rendah jika dibandingkan dengan anak normal pendengarannya untuk materi yang diverbalisasikan. tetapi untuk materi yang tidak diverbalisasikan prestasi anak tunarungu akan seimbang dengan anak mendengar. Karakteristik dalam Segi Bahasa dan Bicara: karena anak tunarungu tidak bisa berkembang bila tidak dididik atau dilatih secara khusus. akibat dan bandingkan dengan anak yang mendengar dengan usia yang sama. Karakteristik Dalam Segi Emosi Sosial: egosentrisme yang melebihi anak ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 normal, mempunyai perasaan, ketergantungan terhadap orang lain, perhatian mereka lebih sukar dialihkan (Somad Permanaria, 1995:36-. Tunanetra . Pengertian tunanetra Somantri . 6 : . Tunanetra adalah Individu yang indra penglihatannya . edua-duany. berfungsi sebagai saluran penerima informasi dalam sehari-hari sepertihalnya orang awas. Anak Tunanetra memiliki keterbatasan atau bahkan ketidak mampuan dalam menerima rangsang atau informasi dari luar darinya melalui indra penglihatannya. Penerimaan rangsang hanya dapat dilakukan melalui pemanfaatan indra-indra lain diluar indra penglihatan. Klasifikasi tunanetra . Buta : Dikatakan buta bila anak sama sekali tidak rangsang cahaya dari luar . isusnya -. Low Vision : Bila anak masih mampu menerima cahaya dari luar, tetapi ketajamannya lebih dari 6/21, atau jika anak hanya headline pada surat kabar . Karakteristik Keterbatasan tertentu dari lingkungan kepekaan indera pendengar yang tinggi, pada hal-hal tertentu anak tunanetra masih tergantung pada orang lain, memiliki perasaan yang mudah tersinggung, karena mempunyai perasaan curiga yang besar pada orang lain, keterbatasan tunanetra dalam melakukan orientasi dengan lingkungan sekitar, rasa Tunagrahita . Pengertian tunagrahita Definisi tunagrahita menurut AAMD (American Association Mental Deficienc. intelektual dibawah rata-rata secara jelas dengan disertai penyesuaian perilaku dan (Somantri, 2006: . Klasifikasi tunagrahita : mampu didik, mampu rawat dan mampu latih . Karakteristik tunagrahita Keterhambatan kecerdasan secara umum atau perilaku sosial, hambatan perilaku adaptif terjadi pada usia perkembangan yaitu sampai dengan usia 18 tahun. Tunadaksa . Pengertian tunadaksa Tunadaksa dapat dikatakan pula sebagai cacat tubuh. White House Conference . bahwa, tunadaksa berarti suatu keadaan rusak atau terganggu sebagai akibat hambatan pada tulang, otot, dan sendi dalam fungsinya yang normal. Kondisi ini ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 penyakit, kecelakaan, atau dapat juga disebabkan olah (Somantri, 2006: . Klasifikasi tunadaksa mengalami kelainan ortopedi . oliomyelitis, dystrophy, spina bifida, dl. mengalami kelainan saraf yaitu cerebral palsy . pastic, dyskenisia, ataxia, dl. Karakteristik tunadaksa . Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh, . Kesulitan dalam gerakan . idak sempurna,tidak lentur, tidak terkendal. , . Terdapat bagian anggota lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari Tunalaras . Pengertian tunalaras AuAnak tunalaras adalah hambatan emosi dan tingkah laku sehingga kurang dapat atau mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri lingkungannya dan hal ini akan mengganggu situasi belajarnyaAy (Somantri. Klasifikasi tunalaras Anak beberapa jenis. menjadi dua, yaitu: anak tunalaras dengan tingkah laku yang beresiko tinggi dan anak tunalaras dengan tingkah laku yang Anak tunalaras dengan tingkah laku yang beresiko tinggi antara pembangkang, anak yang menarik diri dari Sedangkan anak tunalaras dengan tingkah laku yang beresiko rendah antara lain: autism dan scizofrenia . Karakteristik tunalaras . Bersikap membangkang, . Mudah mudah marah, . Sering tindakan agresif, merusak, . Sering melanggar norma sosial/ norma susila/ hukum Autis . Pengertian autis Anak autis adalah anak yang mengalami dan memiliki gangguan dalam komunikasi sosial dan interaksi sosial yang disertai dengan prilaku berlebihan, minat terbatas serta memiliki gangguan dalam hubungan timbal balik sosial (Arlington, 2013 : . Pada umumnya, anak-anak autism spectrum disorder menunjukan karakteristiknya yaitu kesulitan bersosialisasi dengan teman sebaya atau orang lain dilingkungan sekitarnya, tidak mampu merespon suatu aktivitas yang (Kaufman, 2013 : . Klasifikasi autis . Level 3 "Membutuhkan dukungan yang sangat besar"Defisit parah dalam keterampilan komunikasi nonverbal menyebabkan gangguan parah pada fungsi, inisiasi yang sangat terbatas interaksi ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 sosial, dan respon minimal terhadap tawaran sosial dari orang lain. Misalnya, memulai interaksi. Level 2 "Membutuhkan dukungan substansial" Defisit dalam keterampilan komunikasi sosial verbal dan nonverbal, gangguan sosial, inisiasi terbatas interaksi sosial, dan mengurangi atau menanggapi yang abnormal atau tidak sesuai terhadap tawaran sosial dari orang lain. Level 1 "Membutuhkan Tanpa adanya dukungan dari lingkungan, defisit dalam komunikasi sosial pada anak autis menyebabkan gangguan interaksi sosial. Kesulitan memulai interaksi sosial, dan contoh-contoh yang jelas dari respon atipikal atau gagal terhadap tawaran sosial lain. Karakteristik autis . Komunikasi Kesulitan penggunaan komunikasi sosial baik verbal dan nonverbal seperti berikut dalam komunikasi yang efektif, partisipasi sosial, hubungan sosial, prestasi akademik, atau kinerja kerja, secara individu atau dalam kombinasi. Interaksi sosial : Defisit digunakan untuk interaksi komunikasi verbal dan nonverbal buruk, kelainan pada kontak mata dan bahasa tubuh atau defisit dalam pemahaman dan kurangnya ekspresi wajah . Perilaku : Gerakan motorik stereotipe atau berulang, penggunaan benda, atau . isalnya, tubuh, berbaris mainan atau membalik benda. Anak berkesulitan belajar . Pengertian anak berkesulitan Hallahan dan Kauffman dalam Delphie . 6: . mengemukakan bahwa: Kesulitan belajar spesifik yang terjadi berkaitan dengan faktor psikologis sehingga berbahasa, saat berbicara, dan menulis, pada umumnya mereka tidak mampu menjadi pendengar yang baik, untuk berpikir, untuk berbicara, huruf, bahkan perhitungan yang bersifat Kondisi kelainan dapat disebabkan handicaps,brain minimal brain dysfunction, developmental`aphasia. Klasifikasi anak berkesulitan belajar Kirk dan Gallagher dalam Wardani. Hernawati, dkk . 7: 8. menjelaskan bahwa kesulitan belajar dibedakan dalam 2 kategori besar yaitu: Kesulitan belajar yang berhubungan . evelopmental learning disabilitie. Kesulitan . cademic learning disabilitie. ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 sampai terpenuhi. Peka terhadap situasi di sekelilingnya. Senang dengan hal-hal yang baru. Senang bergaul dengan anak-anak yang lebih Pihak Yang Terlibat Orang Tua Ayah dan/atau ibu seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Umumnya, orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak Guru Seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru profesional dengan tugas utama mengevaluasi peserta didik Dokter Orang yang memiliki kewenangan dan izin sebagaimana mestinya kesehatan, khususnya memeriksa dan mengobati penyakit dan dilakukan menurut hukum dalam pelayanan kesehatan Psikiater Profesi dokter spesialistik yang Psikiater tidak hanya menangani masalah gangguan jiwa berat, tetapi juga ringan Konselor Seorang yang mempunyai keahlian konseling/penyuluhan Ahli terapifisik. Seseorang yang mempunyai ilmu menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak/fungsi tubuh yang terganggu yang proses/metode terapi gerak Karakteristik tunagrahita . Aspek kognitif Masalah-masalah kemampuan bicara, membaca, menulis, mendengarkan, berpikir, dan matematis semuanya merupakan penekanan terhadap aspek akademik atau kognitif. Aspek bahasa Masalah bahasa anak berkesulitan belajar menyangkut bahasa reseptif maupun ekspresif. Aspek motorik Masalah motorik anak berkesulitan keterampilan motorik-perseptual yang meniru pola. Aspek sosial dan emosi Terdapat dua karakteristik sosialemosional anak berkesulitan belajar ialah: kelabilan emosional dan keimpulsif-an. Kelabilan emosional ditunjukakan oleh sering berubahnya suasana hati dan temperamen. Tingkat impulsive merujuk kepada lemahnya pengendalian terhadap dorongandorongan untuk berbuat seseuatu Anak berbakat . Pengertian anak berbakat Anak berbakat atau anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa adalah Auanak yang memiliki potensi kecerdasan . , terhadap tugas. ask commitmen. di atas anak-anak seusianya . nak norma. , sehingga untuk mewujudkan potensi nya menjadi prestasi nyata, memerlukan Pendidikan khususAy (Direktorat Pendidikan Luar Biasa 2004:. Klasifikasi anak berbakat Linguistik. Logis-matematis. Spatial. Musikal. Jasmani Interpersonal, dan Intrapersonal. Karakteristik anak berbakat Punya kepercayaan diri yang kuat. Konsisten dengan keinginannya ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 Ahli Terapi kognitif . ognitive behavioral terapis. Seorang ahli yang menangani masalah klinik seperti cemas, schizophrenic, substance abuse, gangguan kepribadian, gangguan Dalam prakteknya, terapi ini dapat diaplikasikan dalam pendidikan, tempat kerja dan seting lainnya. AhliTerapiperilaku. ehavioral Seorang yang memberikansalah Anak Berkebutuhan Khusus dimana terapi ini difokuskan kepada kemampuan anak untuk merespon perilakuperilaku yang umum AhliTerapiokupasi. ccupational Seorang yang memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat atau pasien yang mengalami gangguan fisik dan atau mental dengan latihan/aktivitas terseleksi. individu pada area aktivitas sehari-hari, produktivitas dan pemanfaatan waktu luang dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan Ahli Terapi wicara Seorang yang mempunyaisuatu ilmu/kiat normal/abnormal dipergunakan untuk memberikan terapi pada penderita gangguan kelainan kemampuan bahasa, bicara, suara, irama/kelancaran, berinteraksi dengan lingkungan secara wajar AhliT erapi massage Seorang dengan memberikan tekanantekanan tertentu pada anggota Teknik relaksasi adalah teknik untuk menurunkan respon relaksasi sebagai mekanisme protektif terhadap stress yang metabolisme, laju pernapasan dan tonus otot Masyarakat Sekelompok membentuk sebuah sistem semi tertutup . tau semi terbuk. , di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok KESIMPULAN Keterlibatan professional bagi anak berkebutuhan khusus memiliki makna yang berarti bagi proses perlindungan dan tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, pengetahuan dan peningkatan kapasitas pendamping, yaitu orangtua, keluarga, dan masyarakat, dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus sejak dini akan memberikan dampak signifikan dalam merawat, memelihara, mendidik, dan meramu bakat atau potensi yang dimiliki setiap anak berkebutuhan khusus. Kesiapan dan kesiagaan orang tua dan keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus merupakan kunci sukses penanganan, ditambah dukungan dari menyediakan lingkungan dan fasilitas yang ramah terhadap anak berkebutuhan khusus. REFERENSI