PENGARUH PERSEPSI NASABAH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH (KPR) BNI GRIYA Achmad DurrifaAoi. Venny Adhita Octaviani Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kapuas Sintang Jalan Y. Oevang Oeray No. 92 Sintang. Kalimantan Barat Email: adhitavenny@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh persepsi nasabah terhadap keputusan pembelian Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) BNI Griya pada PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk di Kantor Cabang Sintang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunaka kuesioner yang telah dibuat berdasarkan indikator-indikator penelitian yang telah ditentukan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah BNI Griya KPR pada PT. BNI Kantor Cabang Sintang, dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang responden. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi sedarhana dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil pengelohan data diperoleh hasil penelitian yakni . model regresi linier sedarhana untuk memprediksi besarnya pengaruh persepsi nasabah terhadap keputusan pembelian dalam penelitian ini dapat dirumuskan Y = 1,995 0,938X, yang artinya bahwa jika terdapat peningkatan persepsi nasabah maka akan berdampak pada meningkatnya keputusan pembelian . Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa persepsi nasabah memiliki hubungan yang sangat kuat dengan keputusan pembelian dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,921 atau 92,1%. Kata Kunci: PersepsiNasabah. KeputusanPembelian. KPR jangka panjang yang sangat menggiurkan. Dengan adanya rumah akan bisa melindungi masa depan baik diri sendiri dan keluarga, karena diketahui bahwa harga rumah dari waktu ke waktu selalu cenderung naik. Latar Belakang Penelitian Penyaluran kredit perbankan pada sektor konsumsi mengalami peningkatan yang drastis sejak Indonesia dilanda krisis ekonomi belasan tahun lalu. Hal ini terjadi karena banyaknya perusahaan-perusahaan besar bangkrut sehingga sektor korporasi sangat sedikit menyerap kredit dari bank. Bank-bank kemudian semakin menyadari bahwa peluang di pasar konsumsi semakin besar, dimana resiko yang dihadapi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kredit pada pasar Pembangunan perumahan yang dibiayai melalui fasilitas kredit atau disebut juga kredit pemilikan rumah (KPR), merupakan program dari bank untuk menyediakan salah satu kebutuhan primer masyarakat. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah fasilitas pinjaman yang diberikan untuk pembelian rumah . idalam maupun diluar real estat. , merenovasi / membangun rumah, membeli tanah / ruko, dimana pinjaman ini dapat diangsur dalam jangka waktu yang tertentu dengan jumlah angsuran yang sesuai dengan kemampuan. Dalam pemasaran jasa KPR, keberhasilan penjualannya sangat tergantung pada pemahaman terhadap persepsi konsumen. Rumah menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Sulitnya keadaan ekonomi dan banyaknya tuntutan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh masyarakat menjadikan bank sebagai salah satu tempat bagi masyarakat untuk memiliki rumah secara kredit, terutama bagi masyarakat yang tingkat ekonominya menengah ke Pembelian rumah secara kredit dikalangan masyarakat menjadi pilihan yang sangat menarik. Persepsi konsumen adalah suatu proses mengorganisasikan, dan menginterpretasikan rangsangan-rangsangan yang diterima menjadi suatu gambaran yang berarti dan lengkap tentang Persepsi yang baik akan membuat konsumen akan lebih mantap dengan produk yang akan dibelinya. Oleh karena itu tantangan bagi bank Tidak hanya sebagai kebutuhan, rumah saat ini banyak digunakan orang-orang sebagai cara untuk berinvestasi. Investasi memang sedang menjadi trend masa kini. Banyak orang berlombalomba berinvestasi dan rumah menjadi investasi Achmad DurrifaAoi. Venny Adhita Octaviani Pengaruh Persepsi Nasabah Terhadap Keputusan Pembelian KPR 55 dalam menciptakan persepsi yang baik agar nasabah semakin tertarik untuk membeli Melalui pemahaman terhadap persepsi nasabah pihak bank dapat mengetahui dan menentukan kegiatan pemasaran yang tepat dalam memasarkan produk mereka, khususnya KPR. PT. Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk selanjutnya disebut BNI merupakan salah satu bank yang bergerak dalam bidang jasa Kredit Pemilikan Rumah. Salah satu produk KPR BNIyaitu BNI Griya, yaitu fasilitas kredit yang diberikan kepada masyarakat untuk pembelian, pembangunan, atau renovasi rumah termasuk ruko, rukan, apartemen, villa, tanah kavling dan sejenisnya yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan membayar kembali masing-masing calon debitur dengan kredit mulai 15 juta - 5 Milyar. Tidak hanya itu juga, produk BNI Griya juga bisa memberikan pinjaman dana untuk renovasi atau pembangunan serta take over plusbagi nasabah yang sudah memiliki rumah demi memperindah tempat tinggal. Adapun produk BNI selain BNI Griya yakni BNI Multi Guna dan BNI Flexi. BNI Multi Guna yaitu suatu fasilitas kredit untuk keperluan yang bersifat konsumtif atau serba guna. Fasilitas: minimal Rp. 250 juta dan maksimal Rp. 1 Miliar. Keunggulan produk yakni leluasa dalam penggunaan dana, misalnya: renovasi rumah, biaya tanah, biaya sekolah, biaya perawatan kesehatan, pembelian barang elektronik/furniture, atau keperluan konsumtif lain serta fleksibel, jangka waktu pembayaran hingga 10 . tahun atau disesuaikan dengan kemampuan. BNI Flexi yaitu fasilitas kredit yang diberikan kepada karyawan yang sistem pembayaran gajinya dibayar melalui Bank BNI. Saat ini sistem seperti ini populer disebut Kredit Tanpa Agunan (KTA) sampai maksimal 100 juta rupiah. BNI memiliki mekanisme pemasaran yang memilikikeunggulandibanding bank-bank lainnya,antara lain: suku bunga kompetitif, jangka waktu kredit sampai hingga 25 tahun, memiliki jaringan yang luas dan kerjasama dengan lebih dari 000 Developer diseluruh Indonesia, dan proses relative cepat dan mudah. Selanjutnya menurut American Marketing Assosiation (AMA) . alam Kotler, 2008: . , mendefiniskan Au pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan memberi nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingannyaAy. Dalam rangka pemasaran suatu produk, dibutuhkan suatu strategi pemasaran yan tepat. Strategi pemasaran merupakan strategi untuk melayani pasar atau segmen pasar yang di jadikan target oleh perusahaan. Definisi strategi pemasaran menurut Kotler . 1: . adalah sebagai berikut:Aystrategi pemasaran adalah logika pemasaran yang digunakan oleh perusahaan dengan harapan agar unit bisnis dapat mencapai tujuan perusahaanAy. Merancang strategi pemasaran yang kompetitif dimulai dengan melakukan analisis terhadap pesaing. Perusahaan membandingkan nilai dan kepuasan pelanggan dengan nilai yang diberikan oleh produk, harga, promosi dan distribusi . arketing mi. terhadap pesaing dekatnya. Perilaku Konsumen Perilaku konsumen pada hakikatnya untuk memahami AuMengapa konsumen melakukan dan apa yang mereka lakukanAy. Dalam kajian teori perilaku konsumen. Schiffman dan Kanuk . mengemukakan bahwa Austudi perilaku konsumen adalah suatu studi mengenai bagaimana seorang mengalokasikan sumber daya yang tersedia . aktu, uang, usaha, dan energ. Konsumen memiliki keragaman yang menarik untuk dipelajari karena ia meliputi seluruh individu dari berbagai usia, latar belakang budaya, pendidikan, dan keadaan sosial ekonomi lainnya. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mempelajari bagaimana konsumen berperilaku dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku tersebutAy. Landasan Teori Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah perilaku pembelian konsumen akhir yang melibatkan pembelian atau proses pertukaran untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen. Pemasaran (Marketin. Persepsi Konsumen Menurut Kotler dan Amstrong . , menyatakan bahwa AuPemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka inginkan dan butuhkan melalui penciptaan dan pertukaran barang dan nilai dengan pihak lainAy. Aktivitas pemasaran tersebut antara lain perencanaan produk, kebijakan harga, melakukan promosi, distribusi, penjualan, pelayanan, membuat strategi pemasaran, riset pemasaran, sistem informasi pemasaran dan lain- lain yang terkait dengan pemasaran. Ay Bagi pemasar, persepsi konsumen akan suatu barang dan jasa memiliki arti yang sangat Dari persepsi tersebutlah pemasar dapat mengetahui apa yang konsumen butuhkan dan Menurut Kotler . 8 : . AuPersepsi adalah proses yang digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi dan menginterprestasikan masukan informasi guna menciptakan gambaran dunia yang memiliki artiAy. Fokus. Volume 19. Nomor 1. Maret 2021, hlm. 54 - 60 Menurut Setiadi . AuPersepsi didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia iniAy. Jadi persepsi merupakan suatu gambaran yang berikan oleh seseorang atas informasi yang didapatkannya. Persepsi konsumen mengenai mutu suatu jasa dapat menjadi indikator dan suatu perusahaan jasa agar perusahaan dapat mengetahui tingkat kepuasan. Persepsi dapat bernilai negatif dan positif. Jika konsumen memiliki kesan positif terhadap produk yang ditawarkan perusahaan maka hal tersebut akan menghasilkan persepsi positif, begitu juga sebaliknya. Persepsi dalam diri seseorang sangat dipengaruhi oleh pikiran dan lingkungan Selain itu, persepsi secara subtansial dapat sangat berbeda dengan kenyataan atau realitas Keputusan Pembelian Menurut Kotler . Au keputusan pembelian adalah tindakan dari konsumen untuk mau membeli atau tidak terhadap produk. Dari berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa, biasanya konsumen selalu mempertimbangkan kualitas, harga dan produk sudah yang sudah dikenal oleh masyarakatAy. Pengertian lain tentang keputusan pembelian menurut Schiffman dan Kanuk . 8: . adalah Authe selection of an option from two or alternative choiceAy,yang jika diartikan yakni keputusan pembelian adalah suatu keputusan seseorang dimana dia memilih salah satu dari beberapa alternatif pilihan yang ada. Berdasarkan definisi diatas disimpulkan bahwa keputusan pembelian adalah tindakan yang dilakukan konsumen untuk melakukan pembelian sebuah produk. Oleh karena itu, pengambilan keputusan pembelian konsumen merupakan suatu proses pemilihan salah satu dari beberapa alternatif penyelesaian masalah dengan tindak lanjut yang Setelah itu konsumen dapat melakukan evaluasi pilihan dan kemudian dapat menentukan sikap yang akan diambil selanjutnya. Dalam proses pengambilan keputusan pembelian terdapat tahap-tahap yang akan dilalui oleh seorang konsumen. Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam pembelian mereka. Menurut Kotler . proses pengambilan keputusan tersebut merupakan sebuah pendekatan penyelesaian masalah yang terdiri atas lima tahap yaitu sebagai berikut:. Pengenalan Masalah, . Pencarian Informasi,. Evaluasi Alternatif, . Keputusan Pembelian, dan . Perilaku Pascapembelian. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Menurut Hardjono . AuKPR atau Kredit Pemilikan Rumah merupakan salah satu jenis pelayanan kredit yang diberikan oleh bank kepada para nasabah yang menginginkan pinjaman khusus untuk memenuhi kebutuhan dalam pembangunan rumah atau renovasi rumahAy. Menurut Basuki . 8: . AuKredit Pemilikan Rumah dalam hal ini tergolong dalam kredit konsumtif dimana pengertian Kredit Pemilikan Rumah adalah kredit yang diberikan oleh suatu lembaga keuangan atau bank yang bertindak sebagai kreditur kepada debitur yang tidak mempuyai dana yang cukup untuk membeli rumah beserta tanahnya secara tunaiAy. Dengan demikian pengertian Kredit Pemilikan Rumah adalah kredit yang diberikan oleh bank untuk membantu anggota masyarakat, guna membeli sebuah rumah berikut tanahnya untuk KPR juga muncul karena adanya berbagai kondisi penunjang yang strategis diantaranya adalah pemenuhan kebutuhan perumahan yang semakin lama semakin tinggi namun belum dapat mengimbangi kemampuan daya beli kontan dari Secara umum, ada 2 jenis KPR yaitu:. KPR Subsidi. Yaitu, suatu kredit yang diperuntukan kepada masyarakat yang mempunyai penghasilan menengah kebawah, hal ini guna untuk memenuhi kebutuhan memiliki rumah atau perbaikan rumah yang telah dimiliki sebelumnya. Adapun bentuk dari subsidi tersebut telah diatur tersendiri oleh pemerintah, sehingga tidak semua masyarakat yang mengajukan kredit dapat diberikan fasilitas ini. KPR Non Subsidi. Yaitu, suatu KPR yang diperuntukan bagi seluruh masyarakat tanpa adanya campur tangan pemerintah. Ketentuan KPR ditetapkan oleh bank itu sendiri, sehingga penentuan besarnya kredit maupun suku bunga dilakukan sesuai dengan kebijakan bank yang bersangkutan. Permohonan KPR diajukan dengan mengisi formulir pemesanan unit dari pengembang serta melunasi biaya pemesanan dan uang muka. Lengkapi formulir pengajuan kredit dan siapkan dokumen-dokumen penting seperti yang tertera dalam daftar persyaratan Dokumen KPR Standar yakni :Usia tidak lebih dari 50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR. Fotokopi KTP pemohonAkta nikah atau cerai. Kartu keluarga. Surat keterangan WNI . ntuk WNI keturuna. Dokumen kepemilikan agunan (SHM. IMB. PBB). Dokumen Tambahan untuk Karyawan sepertiSlip gaji atau Surat keterangan dari tempat bekerja. Buku rekening tabungan yang menampilkan kondisi keuangan 3 bulan terakhir, dan Dokumen Tambahan untuk Wiraswasta atau Profesional. Setelah melewati proses analisis risiko kredit dan survey penilaian properti, pengajuan KPR akan dilanjutkan dengan akad kredit. Apabila biaya dan kebutuhan administrasi berikut telah terpenuhi tahap selanjutnya adalah:pelunasan BPHTB (Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Banguna. sejumlah 5% dari harga jual properti Achmad DurrifaAoi. Venny Adhita Octaviani Pengaruh Persepsi Nasabah Terhadap Keputusan Pembelian KPR 57 sebelum pajak, asuransi FIDUCIA, provisi kredit, asuransi unit properti umumnya ditanggung pengembang, dan biaya notaris untuk pengikatan kredit secara hukum. Jika akad kredit sudah selesai, maka bank akan mengalirkan dana kredit yang umumnya ditransfer langsung ke rekening penjual atau Proses ini umumnya memakan waktu maksimum 7 hari kerja. Suku bunga kredit akan dikaji secara berkala, umumnya setiap 3 atau 6 Apabila semua angsuran KPR telah dilunasi, bank akan mengeluarkan Surat Pelunasan Utang dan Sertifikat Asli Kepemilikan Unit Properti. Inilah akhir dari proses KPR. penelitian ini seluruh nasabah BNI Griya Kredit Pemilikan Rumahpada PT. Bank Negara Indonesia di Kantor Cabang Sintang yang berjumlah 1. Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode Penelitian Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini dietntukan dengan menggunakan pendapat Solvin . alam Umar, 2005. dengan rumus sebagai berikut: n = 92 responden. Jenis penelitian ini berupa deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang mengukur kekuatan hubungan antar dua variabel atau lebih untuk menggambarkan sifat-sifat . dari objek penelitian yang dilakukan melalui pengumpulan dan analisis data. Populasi dalam Teknik analisis data yang digunakan yakni menggunakan analisis linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 16. Sebelum dilakukan uji analisis data, peneliti terlebih dahulu melakukan uji validitas dan realibilitas. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Uji Validitas Dan Reliabilitas Hasil uji validitas data penelitian dapat dilihat pada tabel sebagai berikut : Tabel 1. Hasil Pengujian Validitas Variabel/No. Item Persepsi Nasabah (X) Persepsi1 Persepsi2 Persepsi3 Persepsi4 Persepsi5 Persepsi6 Persepsi7 Persepsi8 Keputusan Pembelian (Y) Keputusan1 Keputusan2 Keputusan3 Keputusan4 Keputusan5 Keputusan6 Keputusan7 Keputusan8 Sumber: Data Primer. Diolah, 2020. Nilai r Hitung Nilai r Syarat Hasil Uji 0,616 0,437 0,625 0,627 0,581 0,694 0,698 0,615 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,691 0,688 0,700 0,596 0,486 0,617 0,512 0,451 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Fokus. Volume 19. Nomor 1. Maret 2021, hlm. 54 - 60 Tabel 1 tersebut menunjukan nilai r hitung untuk setiap item pertanyaan pada setiap variabel melebihi r syarat, sehingga seluruh item pertanyaan dalam instrumen penelitian ini dapat dinyatakan Adapun hasil olahan data mengenai uji reliabilitas data instrumen penelitian dapat dirangkum pada tabel 2 sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha 0,861 0,852 Variabel Persepi Nasabah (X) Keputusan Pembelian (Y) CronbachAos Alpha Standar Hasil Uji 0,60 0,60 Reliabel Reliabel Sumber: Data Primer. Diolah, 2020 Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas yang terdapat pada tabel 2 tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel memiliki nilai Alpha Cronbach lebih besar dari nilai cronbachAos alpha standar,sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item di dalam penelitian ini dinyatakan reliabel. Uji Analisis Linier Regresi Sederhana Selanjutnya adalah hasil uji analisis linier regresi sederhana yang terlihat pada tabel 3 sebagai Tabel 3. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error Beta (Constan. Persepsi Nasabah(X) Sig. Dependent Variable: Keputusan Pembelian ( Y) Sumber: Data Primer. Diolah 2020. Tabel 3 tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: . Nilai koefisien regresi (B) yang dihasilkan pada persamaan regresi adalah beta positif yakni 0,938 yang artinya bahwa jika terdapat peningkatan persepsi nasabah maka akan berdampak pada meningkatnya keputusan . Model regresi linier sederhana untuk memprediksi besarnya pengaruh persepsi nasabah terhadap keputusan pembelian dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Y = 1,995 0,938X. Uji Korelasi Hasil uji korelasi dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Korelasi Correlations Keputusan Pembelian Pearson Correlation Sig. -taile. Keputusan Pembelian Persepsi Nasabah Keputusan Pembelian Persepsi Nasabah Keputusan Pembelian Persepsi Nasabah Persepsi Nasabah Sumber: Data Primer. Diolah 2020. Achmad DurrifaAoi. Venny Adhita Octaviani Pengaruh Persepsi Nasabah Terhadap Keputusan Pembelian KPR 59 Pengujian Hipotesis Uji t Uji t digunakan untuk menguji secara parsial masing-masing variabel. Hasil uji t dapat dilihat pada tabel coefficient pada kolom sig . Jika probabilitas nilai t signifikan < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel Hasil uji t dapat dilihat pada tabel 5 sebagai Tabel 5 Nilai Koefisien t Variabel Penelitian Model (Constan. Persepsi Nasabah 1,429 22,366 Sig. 0,157 0,000 Dependent Variable: Keputusan Pembelian (Y) Sumber: data primer, diolah 2020. Berdasarkan hasil uji tersebut terlihat bahwa besarnya koefisien t hitung sebesar 22,366 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kurang dari 0,05, dan dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga hipotesis dalam penelitian ini yakni Persepsi Nasabah berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian KPR BNI Griya di PT Bank Negara Indonesia Kantor Cabang Sintang. membuat keinginan seorang nasabah menjadi lebih mempertimbangkan untuk membeli suatu produk. Persepsi nasabah menjadi variabel yang dapat mempengaruhi keputusan seseorang untuk memutuskan membeli atau tidak suatu produk. Persepsi yang positif akan memperkuat keinginan seorang nasabah untuk membeli suatu produk, sebaliknya persepsi yang negatif juga akan KPR BNI Griya berupaya memberikan persepsi yang positif bagi calon nasabahnya yang ditunjukkan dengan memberikan produk berkualitas dengan suku bunga bersaing dan pelayanan yang maksimal yang mengedepankan kebutuhan calon nasabah. Koefisien Determinasi Koefisien determinan (R Squar. dapat dipakai untuk memprediksi seberapa besar kontribusi pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Hasil pengujian koefesien determinan dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 6. Koefisien Determinan Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Persepsi Nasabah Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber: Data primer, diolah tahun 2020. Dari hasil analisis pengolahan data variabel persepsi nasabah terhadap keputusan pembelian menunjukkan bahwa besarnya nilai RSquare = 0,848 yang artinya, 84,8% keputusan responden untuk memilih KPR BNI Griya pada PT BNI Kantor Cabang Sintang dipengaruhi oleh variabel persepsi nasabah, sedangkan sisanya sebesar 15,2 % dipengruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperolehkesimpulan sebagai berikut: . Model regresi linier sederhana untuk memprediksi besarnya pengaruh persepsi nasabah terhadap keputusan pembelian dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Y = 1,995 0,938X, yang artinya bahwa jika terdapat peningkatan persepsi nasabah maka akan berdampak pada meningkatnya keputusan . Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa variabel persepsi nasabah memiliki hubungan atau korelasi yang sangat kuat dengan variabel keputusan pembelian yakni dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,921 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa persepsi nasabah berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian KPR BNI Fokus. Volume 19. Nomor 1. Maret 2021, hlm. 54 - 60 Griya di PT Bank Negara Indonesia Kantor Cabang Sintang, yang ditunjukkan dengan nilai koefisien t hitung sebesar 22,366 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kurang dari 0,05. Hasil uji koefisien determinan menunjukkan bahwa sebesar 84,8% keputusan responden untuk memilih KPR BNI Griya pada PT BNI Kantor Cabang Sintang dipengaruhi oleh variabel persepsi nasabah, sedangkan sisanya sebesar 15,2 % dipengruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, untuk meningkatkan keputusan pembelian KPR BNI Griya pada PT BNI Kantor Cabang Sintang, dapat disarankan . agar PT BNI dapat meningkatkan promosi produk KPR melalui media cetak, media elektronik maupun melalui internet agar calon nasabah semakin tertarik untuk membeli KPR, . Diharapkan agar PT BNI tetap mempertahankan pelayanan yang prima dalam menghadapi calon nasabah, agar persepsi nasabah terhadap PT BNI tidak bernilai negatif, dan . Diharapkan agar PT BNI mempertimbangkan suku bunga KPR, agar dapat bersaing dengan KPR pada bank lainnya, serta dapat meningkatkan jumlah nasabah. Daftar Pustaka