Konsep Pendidikan Humanis Perspektif Islam dan Aplikasinya dalam Proses Belajar Mengajar Menurut al-Zarnuji Ahmad Khumaidi Email: adi765316@gmail. Siti Maryam Email: Sitimaryam1986@gmail. Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Abstract Education is an effort to learn with the help of others to achieve its The purpose of humanist education or learning / gaining knowledge here is a certain condition that is used as a reference to determine the success of learning / education. Goals are what humans proclaimed, put as the center of attention, and for the sake of realizing it he organizes his behavior. The goal is very important because it serves as the end of all activities, directing all educational From this, this study aims to explore the basic concepts of humanist education in the Islamic perspective according to al-Zarnuji and the Islamic perspective on human education . as education that seeks to humanize humans, and its application in the teaching and learning process. To achieve the above objectives, there are several approaches used by the author, namely the method of discussion which includes deductive methods, inductive methods, comparative methods, and descriptive methods. while the second uses library research, namely by collecting information from reading materials, books, magazines, seminars and other sources that are relevant to the subject matter, after that it is studied and researched carefully and then the data is generalized and sorted. -sorted based on suitability with the theme of the study, then the data obtained from the results of the sorting, analyzed in depth with the Islamic analysis method . ontent analysi. Keywords: Humanist education, its application in the teaching and learning process. Pendahuluan Dalam kehidupan suatu bangsa, pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dan strategis untuk menjamin kelangsungan dan perkembangan kehidupan bangsa. Dalam hal ini, pendidikan harus dapat meny iapkan warga negara untuk menghadapi masa depannya. Dengan demikian tidak salah apabila orang berpendapat bahwa celah tidaknya masa depan suatu negara sangat ditentukan oleh pendidikannya saat ini. Menurut Imron Rosidi1 menyatakan bahwa. AuMemasuki era global pada abad ke 21 ini, bangsa Indonesia menghadapi tantangan yang sangat berpengaruh pada kehidupan pendidikan siswa. Siswa mulai terpengaruh dunia luar, misalnya pergaulan bebas, cara berpakaian, cepat merambah dikehidupan siswa. Munculnya berbagai teknologi informatika telah membawa seorang anak menuju dunia lain, dunia yang dianggap modern, menginternasional dan memanusiakan manusia dengan kecanggiahannya. Tapi kadang menjadi sebaliknya, yaitu banyak kali kecanggihan teknologi menyebabkan rusaknya nilai-nilai kemanusiaan. Ay Gus Dur ( KH. Abdurrahman Wahi. menyatakan bahwa. Aubanyaknya kerusakan sosial di negara ini disebabkan karena kesalahan pada penekanan pendidikanAy. 2 Komentar yang menyoroti mutu pendidikan sudah sejak lama dilontarkan oleh pengamat pendidikan. Meskipun mengacu pada indikator yang berbeda, mereka sependapat bahwa mutu pendidikan kita masih rendah. Perbincangan mengenai rendahnya mutu pendidikan memang belum dan tidak akan kunjung selesai, karena banyaknya variabel yang mempengaruhi mutu pendidikan, mencari masalah tersebut agaknya seperti mengurai benang kusut yang sulit dicari ujung dan pangkalnya. Hubungan manusia dengan pendidikan pada hakikatnya dapat ditelusuri dari proses awal penciptakan manusia itu sendiri. Imrom Rosidi. Usrah Urgensi Pendidikan, (PP. Sidogiri Pasuruan: Ijtihad, 1. , h. Abdurrahman Wahid, kontruksi pendidikan Formal Dan Pesantren, toleransi kebablasan, (PP. Sidogiri Pasuruan: Ijtihad, 1. , h. Pendidikan humanis yang paling utama itu adalah ditekankan pada aspek ahklak dari sejak masa anak-anak, karena ahklak yang baik akan menyebabkan seseorang bahagia, dan dia hidup di dunia dalam keadaan kemulyaan, diridhai Allah Swt. dicintai keluarga dan semua Sedangkan ahklak yang tidak baik, akan menyebabkan seseorang celaka, dan dia hidup diantara manusia dalam keadaan hina. Sehingga umar bin ahmad baradja, berpesan. AuMaka ber-ahklaklah kamu dengan ahklak yang baik dari sejak masa kecilmu dengan akhlak yang baik, sehingga kamu tumbuh dan terbiasa pada masa tuamu, dan akhlak baik itu menjadi thabiAoat-muAy . stadz umar bin ahmad baradja, 1954: 5-. Sedangkan hakikat pendidikan sebagai proses pemanusiaan manusia . sering tidak terwujud karena terjebak pada pnghacuran nilai-nilai kemanusiaan . hal ini merupakan akibat adanya perbedaan antara konsep dengan pelaksanaan dalam lembaga pendidikan, kesenjangan ini mengakibatkan kegagalan pendidikan dalam mencapai misi sucinya untuk mengangkat harkat dan martabat manusia. Ajaran islam memberikan perlindungan dan jaminan nilai-nilai kemanusiaan kepada semua umat, setiap muslim dituntut mengakui, memelihara, dan menetapkan kehormatan diri orang lain, tuntutan ini merupakan cara mewujudkan sisi kemanusiaan manusia yang menjadi tugas pokok dalam membetuk dan melangsungkan kehidupan umat Hal ini sejalan dengan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 3, yang berbunyi : AuPendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak Umar Bin Ahmad Baradja. Pendidikan Islam Dari Sejak Anak-Anak, (Surabaya: C. Ahmad Nabhan, 1. mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam sistem pendidikan islam. Menurut Al - zarnuji bahwa: AuSifat dasar moral manusia itu bersifat good-interactive atau fitrah positif-aktif dalam klasifikasi pemikiran pendidikan IslamAy. 5 Artinya, pada dasarnya manusia itu baik, aktif/interaktif dan aksinya terhadap dunia luar bersifat proses kerjasama antara potensi alam dan lingkungan pendidikan. Yakni seseorang dapat saja dipengaruhi oleh alam lingkungannya secara penuh atau sebaliknya dunia luar dipengaruhinya sehingga sesuai dengan keinginannya. Atau dirinya dan dunia luar melebur menjadi tarik menarik secara terus menerus dan saling pengaruh serta proses kerjasama. Pandangan terhadap fenomena pendidikan di atas memberikan inspirasi pada penulis untuk lebih jauh mengungkap pikiran-pikiran para praktisi pendidikan yang dituangkannya dalam beberapa buku dan artikel yang banyak menyorot berbagai persoalan kontemporer yang dilandaskan pada kerangka kemanusiaan atau pemuliaan manusia yang didasarkan kepada potensi yang dimilikinya. Metode Pembahasan Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah merujuk pada metode yang dikembangkan oleh Jujun Suriasumantri yaitu deskriptif analitis kritis. Menurut Suriasumantri, metode ini merupakan pengembangan dari metode deskriptif atau yang dikenal dengan sebutan deskriptif analitis, yang mendeskripsikan gagasan manusia tanpa suatu analisis yang bersifat kritis. Menurut Suriasumantri, metode ini kurang menonjolkan aspek kritis yang justru sangat penting dalam mengembangkan sintesis. Karena itu, menurut Jujun Undang-undang RI NO. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasiononal, (Bandung : di-perbanyak oleh Penerbit Citra Umbara, 2. , h. Maragustam Siregar. Pendidikan Insan Hakim Dalam Alquran (Perspektif Tafsir Al-Tarbawy-Temati. , https://maragustamsiregar. /pemikiran-al-zarnuji-dalam-kitabtaAolim. seharusnya yang lengkap adalah metode deskriptis analisis kritis atau disingkat menjadi analitis kritis. Metode analitis kritis bertujuan untuk mengkaji gagasan primer mengenai suatu Auruang lingkup permasalahanAy yang diperkaya oleh gagasan sekunder yang relevan. Adapun fokus penulisan analitis kritis adalah mendeskripsikan, membahas dan mengkritik gagasan primer yang selanjutnya AudikonfrontasikanAy dengan gagasan primer yang lain dalam upaya melakukan studi berupa perbandingan, hubungan dan pengembangan Melihat banyaknya metode yang dapat dipakai dalam pengkajian suatu ilmu, maka penulis hanya akan menggunakan beberapa metode yang relevan dengan pembahasan yang antara lain : Metode Deduksi Pengertian dari metode deduktatif ialah cara berpikir yang berangkat dari pengetahuan atau hal-hal yang bersifat umum kemudian ditarik menuju hal-hal yang bersifat khusus. Sebagaimana dikatakan Sutrisno Hadi, adalah dengan deduksi kita berangkat dari pengetahuan yang bersifat umum, dan bertitik tolak dari pengetahuan umum itu, kita hendak memulai pekerjaan yang bersifat khusus. Metode ini digunakan untuk menguraikan suatu hipotesis atau asumsi yang bersifat umum kemudian digeneralisasikan pada asumsi baru atau anti tesis yang bersifat khusus. Metode Induksi Metode induksi yaitu suatu cara yang menuntun seseorang untuk hal-hal yang bersifat khusus menuju konklusi yang yang bersifat Berpikir induktif, artinya berpikir yang berangkat dari faktafakta atau peristiwa yang bersifat khusus dan kongkrit, kemudian ditarik pada generalisasi yang bersifat umum . Metode Komparasi Metode komparasi yaitu: suatu metode yang digunakan untuk membandingkan data-data yang ditarik kedalam konklusi baru. Komparasi sendiri berasal dari bahasa Inggris, yaitu compare, yang Sutrisno Hadi. Metodologi Research II, (Yogyakarta: Andi Offset, 1. , artinya membandingkan untuk menemukan persamaan dari dua konsep atau lebih. Dengan metode ini penulis bermaksud untuk menarik sebuah kongklusi dengan cara membandingkan ide-ide, pendapat-pendapat dan pengertian agar mengetahui persamaan dari ide dan perbedaan dari ide lainnya, kemudian dapat diambil kongklusi 7 Menurut Winarno Surahmad, bahwa metode komparatif adalah suatu penyelidikan yang dapat dilaksanakan dengan meneliti hubungan lebih dari satu fenomena yang sejenis dengan menunjukkan unsur-unsur persamaan dan unsur perbedaan. Dalam konteks ini peneliti banyak melakukan studi perbandingan antara satu teori dengan teori yang lain, atau studi gagasan dengan gagasan yang lain untuk disajikan suatu pemahaman baru yang lebih komprehensif. Metode Deskriptif Metode deskriptif adalah memaparkan keseluruhan data hasil penelitian yang diperoleh untuk dibahasakan secara rinci. Jadi, dengan metode ini diharapkan adanya kesatuan mutlak antara bahasa dan Pemahaman baru dapat menjadi mantap apabila dibahasakan sehingga kekhususan dan kekongkritannya bisa menjadi terbukti bagi pemahaman umum. Adapun sumber data dari penelitian ini menggunakan dua sumber data, yaitu data Primer dan data Skunder. Sesuai dengan metode yang digunakan dalam penulisan Penelitian ini, maka data Primer yang dimaksud berasal dari sumber utama yaitu kitab suci al-QurAoan dan pendapat az Ae zarnuji dalam kitab taAolim al-mutaAoallim, serta pendapat para pakar muslim yang relevan dengan pembahasan Penelitian ini. Sedangkan data Sekunder yang dimaksud penulis mengambil dan menyusun data yang berasal dari buku-buku, majalah, jurnal maupun artikel yang ada, dan kajian ilmiah yang lain. Dan Sebelum penulis menjelaskan tehnik pengumpulan data dari penulisan penelitian ini, perlu diketahui bahwa penulisan ini bersifat kepustakaan (Library Reaseac. Karena bersifat Library Reasech Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Ros. /karya, 2. , h. Ibid, h. maka dalam pengumpulan data penulis menggunakan tehnik dokumenter, artinya data dikumpulkan dari dokumen-dokumen, baik yang berbentuk buku, jurnal, majalah, artikel maupun karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan judul yang diangkat oleh penulis. Hasil dan Pembahasan Konsep Pendidikan Humanis Perspektif Islam Persoalan pendidikan merupakan masalah manusia yang berhubungan dengan kehidupan. Selama manusia ada, maka selama itu pula persoalan pendidikan ditelaah dan direkonstruksi dari waktu ke waktu, baik dalam arti makro seperti kebijakan pendidikan, politik pendidikan, maupun dalam arti mikro, seperti tujuan, metode, pendidik dan pembelajar, baik konsep filosufinya maupun tataran Perkembangan yang cepat sebagai dampak dari perkembangan ilmu dan teknologi, bagaimanapun juga mempengaruhi terhadap banyaknya masalah dalam usaha dan proses peningkatan kualitas pendidikan baik pada tataran konsep maupun tataran praktiknya, apalagi kalau dihubungkan dengan asumsi bahwa problem-problem pendidikan sebenarnya, berpangkal dari kurang kokohnya landasan filosufis pendidikannya. Sehingga kajian-kajian mengenai konsep pendidikan yang dilontarkan para ahli merupakan Menurut tohari musnamar,11 paling tidak ada lima perbedaan pendidikan Barat dengan Islam, yaitu: AuPertama : Pada umumnya di barat proses belajar mengajar tidak dihubungkan dengan Tuhan maupun ajaran agama, berdasarkan pandangan hidup barat yang sekularistik-materialistik, maka motif dan objek belajar pun adalah Haris Herdiyansyah. Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu Ilmu Sosial, (Jakarta: Salemba Humanika, 2. , h. Maragustam Siregar. Pendidikan Insan Hakim Dalam Alquran (Perspektif Tafsir Al-Tarbawy-Temati. , https://maragustamsiregar. /pemikiran-al-zarnuji-dalam-kitabtaAolim. Ibid, h. sema-mata masalah keduniaan, berbeda dengan barat. Islam mengajarkan bahwa aktivitas belajar dan mengajar itu merupakan suatu amal ibadah, berkaitan erat dengan pengabdian kepada Allah. Kedua : Pada umumnya konsep pendidikan barat beranggapan bahwa masalah belajar dan mengajar itu adalah semata-mata urusan manusia, sedangkan islam mengajarkan bahwa terdapat hak-hak allah swt dan hak-hak makhluk lainnya pada setiap individu, khususnya bagi orang yang berilmu. Mereka kelak akan diminta pertanggungan jawabnya bagaimana cara mengamalkan ilmunya. Ketiga : Pada umumnya konsep pendidikan barat tidak membahas masalah kehidupan sebelum dan sesudah mati, belajar hanyalah untuk kepentingan dunia sekarang. Al-zarnuji berpendapat, bahwa peserta didik harus memilh guru tepat dalam pendidikannya. Pertama: AuMencari guru yang lebih tinggi wawasannya darinya (Al AAolam. , sehingga dia dapat menambah ilmu Kedua: yang lebih waraAo sehinnga dapat menjaga dirinya dari barang yang haram. Ketiga: dan yang lebih dewasa darinya, sehinnga dapat memperoleh kedewasaAoan darinyaAy. Menurut omar muhammad al toumy al-syaibani,13 ada lima sumber nilai yang diakui dalam Islam, yaitu al-qurAoan dan Sunnah Nabi sebagai sumber pokok, kemudian qiyas, kemaslahatan umum yang tidak bertentangan dengan nash, ijmaAo ulama, ijtihad, dan ahli pikir Islami yang sesuai dengan sumber dasar Islam. Al-qurAoan dan Sunnah Nabi merupakan sumber nilai Islam yang utama. Sebagai sumber asal, al-qurAoan memiliki prinsip-prinsip yang masih bersifat global . , sehingga dalam proses pelaksanaan pendidikan terbuka adanya ijtihad dengan tetap berpegang pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar al-qurAoan dan Sunnah Nabi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sumber nilai yang menjadi dasar pendidikan Islam adalah al-qurAoan dan sunnah Nabi yang dapat dikembangkan dengan ijtihad, al-maslahah al-mursalah, istihsan, dan qiyas. al-qurAoan Ibid, h. Omar Muhammad al Toumy al-Syaibani. Pendekatakn Sistem Dan Proses, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2. , h. dan al hadist sebagai sumber utama yang dijadikan rujukan, sejalan dengan pernyataan rasulullah saw. dikemukakan dalam sabda beliau sebagai berikut, artinya: AuTelah aku tinggalkan kepadamu dua perkara, jika kamu berpegang teguh pada keduanya, maka tidak akan sesat setelahku selamalamanya, yaitu: kitab allah ( al qurAoan ) dan sunnah rasul . l hadis. Ay14 . uhammad ali fayyad, 1998:. Adapun menurut muhammad daud ali. bahwa sumber hukum islam ada tiga yaitu: . Aual QurAoan. Dan . , as-sunnah . Serta . , akal pikiran . aAoyuAy. Sedangkan Manusia yang bisa memenuhi syarat untuk berijtihad kerena pengetahuan dan pengalamannya, bisa mempergunakan berbagai jalan . atau cara, diantaranya adalah: . , ijmaAo. , qiyas. , istidlal. , almasalil al-mursalah. , istihsan. , istishab dan . , uruf. Dari uraian diatas penulis menyimpulkan bahwa dasar pendidikan Islam ada dua bagian, yaitu: dasar ideal dan dasar operasional. Dasar ideal ada enam macam yaitu: al-qur'an, sunnah nabi, qaul al-Shahabah, kemaslahatan umat, nilai-nilai dan adat kebiasaan masyarakat serta hasil pemikiran para pemikir Islam. Pengertian Pendidikan Humanis Perspektif Islam Menurut Al Ae Zarnuji Pengertian pendidikan itu adalah menjadikan seseorang menjadi terdidik baik dari segi jasmani atau rohaninya. oleh kerena itu al Ae zarnuji berpendapat. Aubahwa pada awalnya seorang laki-laki dan perempuan tidak diwajibkan mencari semua ilmu, bahkan al Ae zarniji mewajibkan seseorang untuk mencari dan mempelajari terlebih dahulu ilmu pekerjaAoan / . lmul ha. yaitu ilmu usuluddin dan ilmu fiqhAy16. Namun, adapun secara pengerjtian kata perkata al Ae zarniji Muhammad ali Fayyad. Pendekatan Sistem Dan Proses, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2. , h. Muhammad Daud Ali. Hukum Islam, (Jakarta: Devisi Buku Perguruan Tinggi. PT Grafindo Persada, 2. , h. Az Zarnuji, syarhu taAolimul mutallim, ( Surabaya : Nurul Hud. , h. menggunakan kata Aual Ae tarbiyahAy,17 termuat dalam halaman dua delapan dua baris dari atas posisi paling kanan dalam kitab . aAolim almutaAoalli. Al Ae zarnuji juga menamakan kitab karangannya dengan AuTaAolim Al Ae MutaAoallimAy termuat dalam halaman empat barisan paling atas. Jadi al Ae zarnuji menggunakan kata al-tarbiyah dan altaAolim dalam pengertian pendidikan islam. Dalam konteks pendidikan Islam, dikenal terminologi pendidikan Islam sebagai. Aual-tarbiyah, al-taAolim dan al-taAodibAy18 yang masingmasing memiliki karakteristik makna di samping mempunyai kesesuaian dalam pengertian pendidikan. Meskipun sesungguhnya terdapat beberapa istilah lain yang memiliki makna serupa seperti kata tabyin, tadris, dan riyadhah, akan tetapi ketiga istilah tersebut di atas dianggap cukup representatif dalam rangka mempelajari makna dasar pendidikan Islam. 19 Semua ini terlepas dari adanya sebuah polemik yang berkepanjangan sejak dekade 1970-an berkenaan dengan apakah Islam memiliki konsep pendidikan atau tidak. Adapun istilah-istilah di atas mengacu kepada pendapat masyhur tokoh pendidikan dalam Islam, bahwa Islam mempunyai sebuah konsep pendidikan. Perlu adanya penjelasan tentang ketiga term di atas letak perbedaan dan persamaannya dalam pendidikan. Al-tarbiyah Istilah tarbiyah berakar dari tiga kata, yakni rabba-yarbu yang berarti bertambah dan tumbuh, kata rabba-yarubbu juga memiliki arti: memperbaiki, menguasai, dan memimpin, menjga dan memelihara. Menurut Umar Yusuf Hamzah,20 kata kerja rabb yang berarti mendidik, sudah dipergunakan sejak zaman Nabi Muhammad saw, seperti di dalam al-qur'an dan hadits. Dalam bentuk kata benda, kata Ibid, h. Muhammad As Said. Filsafat Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Mitra Fustaka, 2. Moh. Shofan. Pendidikan Berparadigma Profetik. Upaya Konstruktif Membongkar Dikotomi Sistem Pendidikan Islam, (Yogyakarta: IRCiSoD, 2. , h. Umar Yusuf Hamzah. MaAoalim Al-Tarbiyah Fi Al-QurAoan Wa Al-Sunnah, (Yogyakarta: Dar Usamah, 1. , h. rabb ini digunakan juga untuk AuTuhanAy mungkin karena juga bersifat mendidik, mengasuh, memelihara dan mencipta (QS. al-israAo/17: 24. QS. yusuf/12: 23, dan QS. al-syuAoara/26: . A INIA AO a A a A II EI OC A aANI a EA AEA AI aEA )24-17-A (EA Aa AO A AEI a A Artinya : AaOA AaOA AaIA AuDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu (QS. Al-IsraAo/17: . ACA -AE aa E O OE AaOIa IE aaIOI (EA a Aa aE a AaOIa aaEOA AIIA a A a aA aa Aa aIA AIa A AA )18-26 Artinya : AuFiraun menjawab: "Bukankah kami telah mengasuhmu di antara . kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmuAy. (QS. Al-SyuAoara/26: Kata Rabb tidak hanya dibatasi dalam makna memelihara dan membimbing, tetapi jauh lebih luas, yaitu memelihara dan menjamin atau memenuhi kebutuhan yang dipeliharanya. membimbing dan mengawasi serta memperbaikinya dalam segala sesuatu, pemimpin yang menjadi penggerak utamanya secara keseluruhan, pimpinan yang diakui kekuasaannya, berwibawa dan semua perintahnya diindahkan. dan raja atau pemilik. 22 Dari sini tergambar bahwa kata AurabbAy yang berasal dari kata AutarbiyahAy mengandung cukup banyak makna yang berorientasi kepada peningkatan, perbaikan, dan penyempurnaan. Dengan demikian kata AutarbiyahAy mempunyai arti yang sangat luas dan bermacam-macam dalam penggunaannya, dan dapat diartikan Al Aliyy. Al QurAoan, 26: 18, (Bandug : cv. Penerbit Diponegoro, 2. Ibid, hlm. menjadi makna Aupendidikan, pemeliharaan, perbaikan, peningkatan, pengembangan, penciptaan dan keagungan yang kesemuanya ini menuju dalam rangka kesempurnaan sesuatu sesuai dengan kedudukannyaAy. Berdasarkan pengertian di atas, yang dimaksud dengan al-tarbiyah adalah: pertama, pendidikan adalah proses yang mempunyai tujuan. sasaran, dan target, kedua, pendidik yang sebenarnya adalah allah, karena dialah yang menciptakan fitrah dan bakat manusia, dan dialah yang membuat dan memberlakukan hukumhukum perkembangan serta bagaimana fitrah dan bakat itu dan ketiga, pendidikan menghendaki penyusunan langkah-langkah sistematis yang harus didahului secara bertahap oleh berbagai kegiatan pendidikan dan pengajaran. Al-taAolimAy23. Secara etimologis berasal dari kata kerja allama yang berarti Kata allama memberi pengertian sekedar memberi tahu, tidak mengandung arti pembinaan kepribadian, karena sedikit sekali kemungkinan ke arah pembentukan kepribadian yang disebabkan pemberian pengetahuan. Proses taAolim justeru lebih universal dibandingkan dengan proses tarbiyah, karena taAolim tidak berhenti pada pengetahuan yang lahiriyah, juga tidak sampai pada pengetahuan taklid, akan tetapi taAolim mencakup pula pengetahuan teoritis, mengulang kaji secara lisan dan menyuruh melaksanakan pengetahuan, taAolim mencakup pula aspek-aspek keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan serta pedoman berprilaku (QS. alBaqarah/2: 31/. AaO A AOEaaI aI EI EEaaN a aaI N aI EA AaOA Aa aO aIA AaE a aI aA AaIE aaE Aa CA AEA A aa aI NE auI E aI a aI A aaC aaOIA )31 . 2: A(OECA Artinya: AuDan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama . enda-bend. Ibid, h. seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu Burhanuddin az zar-nuji, 620 H, problematika pengembangan pemikiran pendidikan islam (Yogyakarta: Mitra Fustaka, 2. Ibid, h. berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" (QS. al-Baqarah/2: . AaO a IA Aa EA ACA AaE I EaIa E IaI aEOIA AE aE u E I a a a aE EA AauIa IEA aEOIA )32 . 2: A(O ECA Artinya: AuMereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha BijaksanaAy (QS. al-Baqarah/2: . Sejalan dengan persoalan di atas, istilah al-taAolim dalam konsep pendidikan islam juga punya makna. pertama, taAolim adalah proses pembelajaran secara terus-menerus sejak manusia lahir melalui pengembangan fungsi-fungsi pendengaran, penglihatan dan hati (QS. al-nahl/16: . sampai akhir usia. a AacOEE E aI II aOI aI E aEaIOI a OA AOE EaEIEA A aIN aA Aa aa a EaEaaE aI aEOIA AEI OE aA OE AA 16: A(OEIEA )78 Artinya : AuDan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukurAy. (QS. al-Nahl/16: . Kedua, proses taAolim tidak saja terhenti pada pencapaian pengetahuan dalam wilayah . kognisi semata, melainkan terus menjangkau psikomotor dan afeksi. Dengan demikian, taAolim dalam kerangka pendidikan tidak saja menjangkau domain intelektual an sich, melainkan juga persoalan sikap moral dan perbuatan dari hasil proses belajar yang dijalaninya. AlqurAoan Dan Hadist Digital. Kumpulan Dan Refrensi Belajar Al QurAoan Dan Hadist . UR'AN. zip - ZIP archive, unpacked size 59,438,112 byte. Ibid, h. Al-taAodibAy27. Adab merupakan disiplin tubuh, jiwa, dan ruh, disiplin yang menegaskan pengenalan dan pengakuan tempat yang tepat dalam hubungannya dengan kemampuan dan potensi jasmaniah, intelektual dan ruhaniah, pengenalan dan pengakuan akan realitas bahwa ilmu dan wujud ditata secara hirarkis sesuai dengan berbagai tingkatan dan derajat tingkatan mereka dan tentang tempat seseorang yang tepat dalam hubungannya dengan hakiki itu serta kapasitas dan potensi jasmani, intelektual, maupun rohaninya. Dalam adab akan tercermin keadilan dan kearifan, yang meliputi material dan spiritual. Karena adab menunjukkan pengenalan dan pengakuan akan kondisi kehidupan, kedudukan dan tempat yang tepat lagi layak, serta disiplin diri ketika berpartisipasi aktif dan sukarela dalam menjalankan Penekanan adab mencakup amal dan ilmu sehingga mengkombinasikan ilmu dan amal serta adab secara harmonis. Pendidikan dalam kenyataannya adalah al-ta Aodib, karena sebagaimana didefinisikan mencakup ilmu dan amal sekaligus. 28 AltaAodib merupakan salah satu konsep yang merujuk kepada hakikat dari inti makna pendidikan yang berasal dari kata adab, yang berarti memberi adab, mendidik dengan mengedepankan pembinaan moral. Adab dalam kehidupan sering diartikan sopan santun yang mencerminkan kepribadian, suatu pengetahuan yang mencegah manusia dari kesalahan-kesalahan penilaian. Istilah ini dianggap merepresentasikan makna utama pendidikan Islam. Kendatipun demikian, mayoritas ahli pendidikan Islam tampaknya lebih setuju mengembangkan istilah al-tarbiyah . endidikan, educatio. dalam merumuskan dan menyusun konsep pendidikan Islam dibandingkan istilah al-taAolim . engajaran, instructio. dan al-taAodib ( pendidikan khusus, bagi al-Attas ), mengingat cakupan yang mencerminkannya lebih luas, dan bahkan Muhammad Syed Al Naguib Al Attas, problematika pengembangan pemikiran pendidikan islam (Yogyakarta: Mitra Fustaka, 2. Ibid,. istilah al-tarbiyah sekaligus memuat makna dan maksud yang dikandung kedua term tersebut. Dari tiga terminologi pendidikan di atas, dapat dijadikan rujukan di dalam mendefinisikan pendidikan Islam sehingga terkonstruktur pemahaman yang komprehensif. Definisi pendidikan Islam memang berbeda dengan definisi pendidikan pada umumnya, karena di dalam pendidikan Islam terdapat ciri khusus yang membedakan antara pendidikan Islam dengan pendidikan pada umumnya. Ciri khusus tersebut terletak pada kata AuIslamAy yang mebedakan makna dan warna tertentu yaitu pendidikan yang bercorak Islam. Perspektif islam tentang pendidikan manusia Berbicara tentang pendidikan, kiranya tidak akan lepas dari pembahasan mengenai upaya memberdayakan seluruh potensi manusia (QS. ali imran/3: 190-. 30 Dalam pembahasan ini, penulis berusaha mengungkap tentang pendidikan manusia dan potensinya dalam pandangan Islam. Tentu hal ini tidak lepas dari beberapa definisi dan konsep yang telah dibahas oleh para pakar pendidikan. Karena itu, penulis juga akan menyajikan beberapa pandangan para pakar pendidikan tersebut tentang konsep pendidikan manusia yang diwarnai dengan nilai- nilai islami yang bersumber dari Al- QurAoan. Salah satu diantara ajaran Islam adalah mewajibkan kepada umat Islam untuk melaksanakan pendidikan. Karena pendidikan merupakan kebutuhan hidup manusia yang mutlak dan harus dipenuhi demi mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dengan pendidikan manusia akan mendapatkan berbagai macam ilmu pengetahuan untuk bekal dalam kehidupannya. Untuk itu perlu adanya batasan pengertian tentang pendidikan kaitannya dengan Islam. Pendidikan pada dasarnya adalah proses rekayasa atau rancang bangun . lue prin. kepribadian manusia. Maka Muhammad As Said. Filsafat Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Mitra Fustaka, 2. Ali alyy. AlqurAoan Dan Termahannya (Bandung: Diponegoro, 2. , h. kedudukan manusia dalam proses pendidikan menjadi sangat sentral. Sebagaimana diketahui bahwa manusia adalah sebagai khalifah allah di alam. Sebagai kalifah, manusia kuasa dan wewenang untuk melaksanakan pendidikan terhadap dirinya, dan manusia pun mempunyai potensi untuk melaksanakannya. Dengan demikian pendidikan merupakan urusan hidup dan kehidupan manusia, dan merupakan tanggung jawab manusia sendiri. 31 Dalam istilah atau nama pendidikan humanistik, kata humanistik pada hakikatnya adalah kata sifat yang merupakan sebuah pendekatan dalam pendidikan. Pendidikan humanistik sebagai sebuah teori pendidikan dimaksudkan sebagai pendidikan yang menjadikan humanisme sebagai pendekatan. Pendekatan humanisme yaitu pendekatan yang berfokus pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan mengembangkan kemampuan tersebut. Dalam paradigma humanis, manusia di pandang sebagai makhluk Tuhan yang memiliki fitrah-fitrah tertentu yang harus dikembangkan secara optimal. Dan fitrah manusia ini hanya bisa dikembangkan melalui pendidikan yang benar-benar memanusiakan manusia . endidikan humani. Diyakini, bahwa devinisi pendidikan cukup banyak kaya dan bervariasi tergantung darilatar belakangdisiplin ilmu para pakar Sementara menurut pandangan islam, hubungan manusia dan pendidikan ini dapat ditelusuri dari bagaimana pandangan islam terhadap manusia itu sendiri. Menurut muhammad fadhil al jamaly mengemukakan pandangan al qurAoan terhadap manusia adalah: manusia adalah terdiri dari materi dan ruh. Manusiaadalah khalifah allah dimuka bumi. Munusia memiliki kemulyaan dan kelebihan dibanding makhluk lainnya. Manusia memiliki individualitas yang ditujukan untuk mengabdikan diri kepada allah. Zahairini. Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta. Bumi Aksara. Bekerja Sama Dengan Direktorat Jendral Pembinaan Agama Islam. Departemen Agama, 2. , h. Manusia memiliki tanggung jawab sebagai individu, segala aktifitasnya akan tercatat dan dipertanggung jawabkan secara Oleh kerena banyaknya devinisi pendidikan maka konsep utama dari pemikiran pendidikan humanistik menurut Mangun Wijaya adalah AuMenghormati harkat dan martabat manusia. Hal mendasar dalam pendidikan humanistik adalah keinginan untuk mewujudkan lingkungan belajar yang menjadikan peserta didik terbebas dari kompetisi yang hebat, kedisiplinan yang tinggi, dan takut gagal. Ay Islam merupakan agama yang menjadikan manusia sebagaimana adanya, atau lebih tepatnya, islam selaras dengan fitrah manusia. Sebagaimana diterangkan dalam (QS. ar-rum: 30. A E NA A A a ONE EEA aa AaEA AaIA AaOA a Eaa EIaa a EA a aaOIA AaCA AaOA a a AA AaIA AOA A a a aaOE E aEC Ea aa I OEaE E EacI E IOA a Aa aaEE E a aaO aECa I A AaE IA AOA a AaIA AaOA ) 30 . 30: A( OEIA Artinya: AuMaka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama agama (Alla. ,tetaplah atas fitrah Allah . yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu, tidak adaperubahan pada fitrah Allah. Agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinyaAy. (QS. Al Rum: 30. Dari ayat di atas, terjalin suatu pengertian, bahwa fitrah manusia pada dasarnya selaras dengan fitrah . Allah. Demikian juga sebaliknya, agama Islam sebagai fitrah Allah yang selaras dengan fitrah manusia. Adapun fitrah yang dimaksud ini, mengacu pada fitrah manusia bermakna keadaan asli alami yang dibawa manusia ketika lahir. Dengan berdasarkan pada pengertian tersebut, akan dibahas terkait dengan manusia menurut pandangan Islam yang akan menjadi dasar pijakan bagi sebuah pendidikan Muhammad fadil al jamaliy, . 1:4-. pendekatan sistem dan proses, ( Jakarta:PT. RajaGrafindo, 2. , h. Al qurAoan , 30: 30. Islam yang humanis, yang meliputi hakikat wujud manusia, potensi insaniyah34 manusia, dan tujuan penciptaan manusia. Aplikasi Konsep Pendidikan Humanis Dalam Proses Belajar Mengajar Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat interpretasi tentang belajar. Seringkali perumusan dan tafsiran itu berbeda satu sama lain. Menurut Oemar Hamalik . , belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungannya. Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan (Thursan Hakim, 2007:. Dari definisi di atas, dapat digaris bawahi bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang diperlihatkan dalam bentuk bertambahnya suatu kualitas dan kuantitas kemampuan orang itu dalam berbagai bidang. Jika di dalam suatu proses belajar seseorang tidak mendapatkan suatu peningkatan kualitas dan kuantitas kemampuan, dapat dikatakan orang tersebut belum mengalami proses belajar atau dengan kata lain ia mengalami AukegagalanAy di dalam proses belajar. Dalam proses pembelajaran, para ahli membagi beberapa teori dalam memahaminya, karena dengan teori ini para ahli dapat mengklasifikasi aktivitas pembelajaran, di antara teori belajar yang dikenal dan akan dibahas tentang teori belajar humanisme. Menurut Teori humanistik, tujuan belajar adalah untuk memanusiakan 36 Proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri Quraish Shihab, pendekatan sisten dan proses, ( Jakarta:PT. RajaGrafindo, 2. , h. Hadi susanto. Teori Belajar Humanistik, . akarta: https: /bagawanabiyasa. Wordpress. Com, 2. , h. Ibid, h. dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang Istilah humanisme adalah temuan dari abad ke-19. Dalam bahasa Jerman Humanismus pertama kali diciptakan pada tahun 1808, untuk merujuk pada suatu bentuk pendidikan yang memberikan tempat utama bagi karya-karya klasik yunani dan latin. Dalam bahasa Inggris humanism mulai muncul agak kemudian. Pemunculan yang pertama dicatat berasal dari tulisan Samuel Coleridge Taylor . , di mana kata itu dipergunakan untuk menunjukkan suatu posisi Kristologis, yaitu kepercayaan bahwa Yesus Kristus adalah murni Karena Dari perspektif humanistik, pendidik seharusnya memperhatikan pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan kasih sayang siswa, maka dalam penulisan sekripsi ini akan menerangkan tentang pendidik, peserta didik, menurut perspektif islam dan langkah langkahnya. Az Ae zarnuji memberikan / menyarankan terpenuhinya enam suasana. Pertama: Seorang murid harus pintar dalam artian dia cepat dalam berusaha memahami pelajarannya. Kedua: istiqomah. Ketiga: sabar, dalam artian sabar dalam menghadapi ujiannya. Keempat: Kelima: guru. Keenam: lama dalam mencari ilmu. 37 Sedangkan menurut Bobbi DePorter38 menyarankan terpenuhinya enam suasana agar dapat membangkitkan minat, motivasi, dan keriangan peserta didik dalam mengikuti proses belajar. Pertama, menumbuhkan niat Hal itu hendaknya diwujudkan dalam suasana belajar di ruang kelas: tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan persoalan, terus berpikir untuk memecahkan masalah tersebut. Belajar dengan tantangan bisa mengurangi kejenuhan dan rasa kebosanan. Kelima, menciptakan rasa saling memiliki. Sebab, rasa saling memiliki Al Zar-nuji. Syarhu TaAolimul MuAotallim, (Surabaya: Maktabah WadbaAoah Nurul Huda, 2. , h. Bobbi DePorter dkk. Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas, (Bandung: Kaifa, 2. , h. membentuk kebersamaan, kesatuan, kesepakatan dan dukungan dalam Rasa saling memiliki juga akan mempercepat proses mengajar dan meningkatkan rasa tanggung jawab peserta didik. Pendidikan humanis amat mementingkan kebersamaan, kesatuan dan kesepakatan bersama untuk saling menghargai perbedaan dan menyelesaikan dan Keenam, menunjukkan teladan yang baik . swah Prilaku nyata akan lebih berarti daripada seribu kata . isan al-hal abyanu min lisana al-maqa. Hal yang diperbuat oleh guru akan menjadi cermin bagi para siswa. Untuk itu, sebaiknya mendahulukan bukti-bukti berupa sikap, sikap kasih sayang, empati, toleran, disiplin dan lain sebagainya, sebelum mengajarkan dengan kata kepada orang. Jadi, memberi teladan merupakan salah satu cara ampuh untuk membangun hubungan dan memahami orang lain, karena keteladanan membangun hubungan, memperbaiki kredibilitas, dan meningkatkan pengaruh. Perlu ditegaskan di sini, bahwa kualitas hubungan guru-siswa sangat berpengaruh kuat dalam membentuk prilaku dan prestasi para Untuk itu, para guru ditunt ut mengembangkan siswa sesuai dengan potensi atau kemampuan yang dimilikinya dengan berlandaskan prinsip kemanusiaan sebagaimana yang telah dijelaskan pada bab-bab terdahulu. Beberapa sikap yang harus dilaksanakan terutama oleh guru selaku penanggungjawab pelaksana pembelajaran di dalam proses belajar mengajar seperti uraian di bawah ini. Aplikasi teori humanisme lebih menunjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai teknik-teknik yang Peran guru dalam pembelajaran humanisme adalah menjadi fasilitator bagi para siswa, memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran dengan memahami panduan sebagai seorang fasilitator: Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal, situasi kelompok, atau pengalaman kelas. Ibid, h. Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuantujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum40. Aplikasi teori belajar humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan. Peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi para siswa, guru memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran. Siswa berperan sebagai pelaku utama . tudent cente. yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Diharapkan siswa memahami potensi diri, mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif. Kesimpulan Berdasarkan pemaparan dan kajian pustaka yang telah penulis uraikan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan guna menjawab semua rumusan masalah yang ada, diantaranya yaitu: Penulis dapatlah menyimpulkan bahwa al-Zarnuji dalam menentukan tujuan belajar / pendidikan berorientasi kepada tujuan ideal dan tujuan praktis, sekalipun lebih menekankan pada tujuan ideal. Karena dia berkeyakinan bahwa tujuan ideal akan dapat mewarnai terhadap diri pembelajar sehingga tujuan-tujuan praktis, seperti tujuan mencari ilmu untuk memperoleh kedudukan haruslah diberdayakan kepada tujuan mencari rida Allah dan kehidupan di akhirat. Bahwa konsep pendidikan humanis sangat menekankan pada kasih sayang Niat adalah hal yang wajib dilaksanakan dalam proses belajar mengajar (Mencari Ilm. yang humanis, karena niat itu adalah merupakan dasar dari semua beberapa tingkah dan pekerjaAoan Hadi Susanto. Teori Belajar Bagawanabiyasa. Wordpress. Com 2. , h. Humanistik, (Jakarta: Https:// Dalam Islam, ada tiga term pendidikan yang populer di kalangan para pendidik Islam. al tarbiyah yang berorientasi penyempurnaan kualitas. al taAolim yang berupa transfer pengetahuan yang bersifat teoritis dan proses pembelajaran secara terus-menerus melalui pengembangan fungsi-fungsi pendengaran, penglihatan dan hati. dan al taAodib sebagai suatu pendidikan yang mengedepankan pembinaan moral. Segala aktifitas pendidikan Islam mempunyai dasar yang bersifat ideal yang berupa al-QurAoan. Sunnah Nabi, dan hasil ijtihad, serta dasar operasional yang meliputi dasar historis, sosial, psikilogis dan filosofis. Daftar Pustaka