https://jurnal. id/index. php/abdikes/index Volume 1. Nomor 2. Tahun 2023 p-ISSN: x-x e-ISSN: x-x PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN TENTANG DETEKSI DINI STUNTING DI POSYANDU MELATI KECAMATAN KEBON JERUK JAKARTA Lutfi Handayani1. Eggy Widya Larasati2 1,2Prodi Sarjana Kebidanan Universitas Binawan Jakarta. Jakarta Timur 13630. Indonesia Riwayat Artikel Diterima: 14 Agustus 2023 Disetujui: 15 Agustus 2023 Dipublikasi: 30 Agustus 2023 Keywords Deteksi Dini. Penyuluhan. Stunting Corresponding author: lutfi. handayani@binawan. Abstrak Kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dalam 1000 hari pertama kehidupan anak atau yang lebih dikenal dengan istilah AustuntingAy merupakan masalah yang saat ini di alami oleh Indonesia. Presiden menerbitkan Perpres pada bulan Agustus 2021 tentang percepatan penurunan stunting dengan no 72 tahun 2021. Percepatan ini dilaksanakan untuk mencapai penurunan stunting sampai dengan 14% pada tahun 2024 hal ini dilaksanakan guna melaksanakan amanat Rencana Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Perpres ini juga memperkuat penerapan Strategi Nasional percepatan penurunan stunting 2018-2024 yang bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi. Stunting didasarkan pada indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dimana dalam standar antropometri penilaian gizi anak, hasil pengukuran tersebut Z-Score<2standar . endek/stunte. dan <-3 standar deviasi . angat pendek/severe stunte. dari tabel status gizi WHO Child Growth Standard. Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku. Standar yang dimaksud terdapat pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan beberapa dokumen lainnya. (Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional, 2. Diharapkan setelah penyuluhan ini ibu-ibu mampu memahami tentang deteksi dini pencegahan stunting. PENDAHULUAN Kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dalam 1000 hari pertama kehidupan anak atau yang lebih dikenal dengan istilah AustuntingAy merupakan masalah yang saat ini di alami oleh Indonesia. Presiden menerbitkan Perpres pada bulan Agustus 2021 tentang percepatan penurunan stunting dengan no 72 tahun 2021. Percepatan ini dilaksanakan untuk mencapai penurunan stunting sampai dengan 14% pada tahun 2024 hal ini dilaksanakan guna melaksanakan amanat Rencana Jangka Menengah Nasional 20202024. Perpres ini juga memperkuat penerapan Strategi Nasional percepatan penurunan stunting 2018-2024 yang bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi. 64 | F S K U n i v e r s i t a s P G R I A d i B u a n a S u r a b a y a ABDIKES Jurnal Pengabdian Kesehatan / Vol. No. Tahun 2023 Stunting didasarkan pada indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dimana dalam standar antropometri penilaian gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada nilai AZ- Score<-2standar deviasi . endek/stunte. dan <-3 standar deviasi . angat pendek/severe stunte. dari tabel status gizi WHO Child Growth Standard. Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku. Standar yang dimaksud terdapat pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan beberapa dokumen lainnya. (Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional, 2. Stunting mulai terjadi ketika janin masih dalam kandungan disebabkan oleh asupan makanan ibu selama kehamilan yang kurang bergizi (WartaKesmas, 2. Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit. Anak stunting berisiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Bahkan, stunting dan berbagai bentuk masalah gizi diperkirakan berkontribusi pada hilangnya 2-3% Produk Domestik Bruto (PDB) setiap Oleh karena itu penting sekali memberikan edukasi kepada ibu tentang asupan gizi dalam upaya pencegahan stunting. Edukasi yang dilakukan saat ini sudah sangat baik akan tetapi harus ada upaya yang lebih konkrit untuk menyampaikan langsung kepada ibu hamil agar lebih efektif. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan upaya pendampingan terhadap ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting untuk melihat perilaku ibu hamil sehingga dapat diberikan pemberdayaan untuk merubah perilaku ibu yang kurang baik menjadi lebih baik terutama dalam pencegahan stunting. Pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan merupakan proses pemberian kesempatan seluas-luasnya yang bersifat tidak memerintah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat, agar masyarakat dapat secara mandiri mengkaji dan menganalisis problem kesehatan, merencanakan, mengambil keputusan untuk mencari jalan keluar terhadap problem kesehatan yang dihadapi secara tepatguna dengan cara memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya, potensi, prasarana yang ada, tanpa atau dengan bantuan pihak lain (Sulaeman, 2. Menurut hasil penelitian Dewi . , pendekatan melalui pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan akseptasi program pada lingkup komunitas Sehingga pemberdayaan pada ibu hamil perlu dilakukan agar mereka mau dan mampu melakukan upaya upaya untuk mencegah terjadinya stunting seperti mengkonsumsi makan-makanan yang bergizi, rutin mengkonsumsi tablet tambah darah, memeriksakan kehamilannya minimal 6 kali, dan melakukan pemeriksaan dengan USG agar dapat dideteksi jika janin mengalami ketidaksesuaian perkembangan. Dari data diatas kami berharap para orang tua mampu melakukan deteksi dini stunting agar anakanak bisa tumbuh sehat dan sesuai dengan masa pertumbuhannya. METODE Pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan tema pen tentang deteksi dini stunting dilakukan secara Luring pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah sebagai berikut: 65 | F S K U n i v e r s i t a s P G R I A d i B u a n a S u r a b a y a ABDIKES Jurnal Pengabdian Kesehatan / Vol. No. Tahun 2023 Tahapan persiapan Mengurus perizinan, mengurus izin dari Prodi Sarjana Kebidanan Universitas Binawan Jakarta. Universitas Binawan Jakarta, di Posyandu Melati Kelurahan Sukabumi Utara Melakukan koordinasi dengan ketua di Posyandu Melati Kelurahan Sukabumi Utara Mencari data mengenai stunting di Posyandu Melati Kecamatan Kebon Jeruk. Jakarta Barat Mengidentifikasi masalah stunting yang terjadi di Masyarakat kelurahan sukabumi Setelah menemukan suatu permasalahan, dilanjutkan dengan melakukan survei di tempat yang memiliki permasalahan terkait stunting Melakukan persamaan persepsi dan brieving dengan Tim pengabdian masyarakat dan ketua Posyandu Melati Menyiapkan Leaflet deteksi dini stunting yang akan dibagikan nantinya kepada masyarakat dan kader yang hadir Menyiapkan materi penyuluhan tentang deteksi dini stunting dan mempromosikan kegiatan penyuluhan melalui media sosial. Menentukan dan mengobservasi tempat pelaksanaan penyuluhan tentang deteksi dini stunting. Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini, kegiatan yang telah dilakukan adalah: Melakukan promosi Pengabdian Masyarakat Melalui Penyuluhan Tentang Deteksi Dini Stunting yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 12 Mei 2022 Jam 09. 00 WIB. yang bertempat di di Posyandu Melati Kelurahan Sukabumi Utara. Kecamatan Kebon Jeruk. Jakarta Barat. Metode pelaksanaan kegiatan edukasi pencegahan stunting ini berupa ceramah dan tanya jawab yang diberikan oleh Ibu Lutfi Handayani. Keb dan Ibu Eggy Widya Larasati. Keb selaku narasumber dari Dosen Universitas Binawan dengan menggunakan media laptop. LCD dan layar jumlah responden yang hadir dalam penyuluhan ini lebih kurang 25 orang. Adapun materi yang disampaikan adalah Deteksi Dini Stunting. Upaya Pencegahan Stunting. Kategori anak . Efek samping dari stunting. Waktu yang digunakan untuk kegiatan ini lebih kurang 50 menit, setelah selesai memberikan materi diadakannya sesi tanya jawab dengan membagikan dorprize kepada responden yang memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan di akhir sesi diadakan foto bersama dan pembagian leaflet. Tahap Evaluasi Evaluasi Sesi Evaluasi ini dilakukan pada setiap akhir sesi pertemuan tentang pencapaian tujuan masing-masing sesi. Evaluasi Akhir Evaluasi ini dilakukan bertujuan untuk melihat sejauh mana kesadaran dan dan tingkat pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini stunting serta implementasi dari pencegahan stunting di masyarakat. 66 | F S K U n i v e r s i t a s P G R I A d i B u a n a S u r a b a y a ABDIKES Jurnal Pengabdian Kesehatan / Vol. No. Tahun 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan tentang deteksi dini stunting dilaksanakan secara luring atau tatap muka dengan mengundang para kader dan ibu Posyandu Melati 1 Sukabumi Utara. Kebon Jeruk. Jakarta Barat. Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 15 Juni 2022. Peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para kader dan ibu Posyandu Melati 1 Sukabumi Utara. Kebon Jeruk. Jakarta Barat dan sekitarnya berjumlah 25 orang. Mulai IDENTIFIKASI MASALAH SURVEI LOKASI IZIN MATERI PENYULUHAN TANYA JAWAB EVALUASI SELESAI Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat pertama dengan melakukan identifikasi masalah stunting yang terjadi di masyarakat. Setelah menemukan suatu permasalahan, dilanjutkan dengan melakukan survei di tempat yang memiliki permasalahan terkait stunting. Setelah tempat yang disurvei tepat sasaran, selanjutnya mengajukan perizinan kepada pihak-pihak yang terkait. Kegiatan pengabidan masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan antara lain : Kegiatan pre test ini dilakukan kepada para peserta sebelum mendapatkan materi kesehatan tentang deteksi dini stunting bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan para ibu mengenai stunting. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan tentang pentingnya deteksi dini stunting dilaksanakan secara luring dilanjutkan diskusi dan tanya jawab dengan durasi waktu 20 menit. Setelah pemaparan materi dan diskusi selesai kegiatan berikutnya berupa post test. Post test dlakukan kepada peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan dari awal sampai akhir bertujuan mengetahuI tingkat pemahaman peserta setelah memaparkan materi tentang deteksi dini stunting. Deteksi dini stunting ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan dengan melakukan pencegahan yang akan terjadi pada anak stunting khususnya dikelurahan Sukabumi Utara. Penyuluhan stunting diawali dengan pembukaan, sambutan dari ketua posyandu. Koordinator Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Binawan, serta sambutan dari salah satu Dosen Universitas Binawan. Kegiatan inti dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu penyampaian materi dari narasumber tentang deteksi dini stunting dan sesi tanya jawab, kemudian diakhiri dengan penutup. 67 | F S K U n i v e r s i t a s P G R I A d i B u a n a S u r a b a y a ABDIKES Jurnal Pengabdian Kesehatan / Vol. No. Tahun 2023 Terkait dengan penyuluhan deteksi dini stunting beberapa hal yang disampaikan oleh narasumber ialah Stunting didasarkan pada indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dimana dalam standar antropometri penilaian gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada nilai Z-Score<-2 standar deviasi . endek/stunte. dan <-3 standar deviasi . angat pendek/severe stunte. dari tabel status gizi WHO Child Growth Standard. Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku. Standar yang dimaksud terdapat pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan beberapa dokumen lainnya (Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional, 2. Stunting pada balita merupakan faktor risiko meningkatnya angka kematian, menurunkan kemampuan kognitif dan perkembangan motorik rendah serta fungsi-fungsi tubuh yang tidak seimbang. Menurut Branca and Ferrari . 2, dalam Puspita, 2. menunjukkan stunting pada balita berhubungan dengan keterlambatan perkembangan bahasa dan motorik halus sedangkan stunting yang terjadi pada usia 36 bulan pertama biasanya disertai dengan efek jangka panjang. Selain dampak kognitif yang berkurang, anak stunting juga memiliki risiko tinggi untuk menderita penyakit kronik, seperti obesitas dan mengalami gangguan intolerans glukosa. Sebuah penelitian menunjukkan stunting berhubungan dengan oksidasi lemak dan penyimpanan lemak tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko kejadian hipertensi (Puspita, 2. Setelah penyampaian materi oleh narasumber, masuk dalam sesi tanya jawab yang berupa penyampaian pertanyaan oleh peserta penyuluhan deteksi dini stunting. Diantaranya pertanyaan berupa apakah pentingnya deteksi dini stunting. Setiap responden yang bertanya ataupun mejawab pertanyaan diberikan dorprize. Selanjutnya, setelah sesi tanya jawab berakhir masuk ke dalam sesi penutup dari penyuluhan deteksi dini stunting. Pada sesi penutup, penyuluhan di tutup dengan membaca doa dan foto bersama serta pembagian Gambar 1. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat KESIMPULAN Dari hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 12 Mei 2022 Jam 09. 00 WIB. bertempat di Posyandu Melati Kelurahan Sukabumi Utara. Kecamatan Kebon Jeruk. Jakarta Barat dapat di ambil kesimpulan bahwa acara berjalan sesuai dengan rencana dan berlangsung lancar. Peserta yang terdiri dari Kader Posyandu dan warga masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut terlihat dari pertanyaan68 | F S K U n i v e r s i t a s P G R I A d i B u a n a S u r a b a y a ABDIKES Jurnal Pengabdian Kesehatan / Vol. No. Tahun 2023 pertanyaan yang disampaikan peserta kepada narasumber dan mampunya responden untuk menjawab pertanyaan narasumber. Diharapkan Setelah mendapatkan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan para ibu tentang pentingnya deteksi dini stunting. Semakin meningkat pengetahuan para ibu dapat mengaplikasikan dengan baik ilmu yang telah disampaikan seperti melakukan upayaupaya pencegahan stunting. UCAPAN TERIMA KASIH