Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI) ISSN: Vol. No. Oktober 2022 Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Dengan Pelaksanaan PHBS Rumah Tangga Di Wilayahkerja Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji Ekta Puspita Sari Akademi Kebidanan Wahana Husada Bandar Jaya e-mail: ektap11@gmail. Abstract PHBS is still needed and practiced in everyday life, because the impact of behavior on health is quite large, various efforts are needed to change unhealthy behavior to be healthy. PHBS coverage in Lampung Province in 2018 was 59. Mesuji District was 42. Sumber Makmur Health Center was 8. The purpose of this study was to find out the relationship between family knowledge and attitudes and the implementation of household PHBS at the Sumber Makmur Health Center. Mesuji Regency in 2023. This type of quantitative research with a cross sectional approach. The population/subjects taken in this study were heads of households who owned a house and 315 families of infants aged 7-12 months, with a sample of 177 households using a proportional sampling technique. The research was conducted at the Sumber Makmur Health Center in Mesuji Regency in June-July 2023. Univariate and bivariate data analysis (Chi Squar. The results of the study were obtained from 177 respondents where the implementation of PHBS was not good as many as 115 . 0%), respondents with poor knowledge were 97 . 8%), and respondents with negative attitudes were 93 . 5%). There is a relationship between family knowledge and attitudes with the implementation of Household PHBS at the Sumber Makmur Health Center in Mesuji Regency in 2023 with a value . -value = 0. Suggestions for health workers can provide counseling about the importance and benefits of PHBS. Keywords : PHBS, knowledge, and attitude Abstrak PHBS masih diperlukan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, karena dampak dari perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar, maka diperlukan berbagai upaya untuk mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat. Cakupan PHBS di Provinsi Lampung tahun 2018 sebesar 59,2%. Kabupaten Mesuji sebesar 42,7% di Puskesmas Sumber Makmur sebesar 8,07% . Tujuan penelitian ini diketahui hubungan pengetahuan dan sikap keluarga dengan pelaksanaan PHBS rumah tangga di Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji tahun Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi / subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah Kepala Rumah Tangga yang memiliki rumah dan Bayi usia 7-12 bulan sebanyak 315 KK, dengan sampel yang digunakan sebanyak 177 KK menggunakan teknik proportional sampling. Penelitian telah dilakukan di Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji pada bulan Juni-Juli 2023. Analisis data secara univariat dan bivariat (Chi Squar. Hasil penelitian didapatkan dari 177 responden dimana pelaksanaan PHBS kurang baik sebanyak 115 . ,0%), responden dengan pengetahuan kurang baik sebanyak 97 . ,8%), dan responden dengan sikap negatif sebanyak 93 . ,5%). Ada hubungan pengetahuan keluarga dan sikap dengan pelaksanaan PHBS Rumah Tangga di Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji tahun 2023 dengan nilai . -value = 0,. Saran bagi tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya dan manfaat dari PHBS. Kata Kunci : PHBS, pengetahuan, dan sikap Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Dengan Pelaksanaan PHBS Rumah Tangga Di Wilayahkerja Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI) ISSN: Vol. No. Oktober 2022 PENDAHULUAN Untuk melaksanakan kebijakan peningkatan pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan, disusunlah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 . elanjutnya disebut RPJM Nasiona. sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan global 6 . elanjutnya disebut tujuan . , yaitu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) (Perpres RI, 2. Delngan melnggunakan pelrselntasel rumah tangga (RT) nasional yang melmiliki tujuan PHBLS selblelsar 80% namun pelncapaiannya selblelsar 32,3%, delngan DKI Jakarta melmiliki kinelrja telrblelsar . ,8%) dan Papua melmiliki pelncapaian telrelndah . ,4%), kita dapat melmpelrolelh gamblaran telntang blagaimana masyarakat Indonelsia selcara kelselluruhan melndelkati kelselhatannya. Provinsi Lampung, blelrsama delngan Papua. Acelh. NTT, dan Sumatelra BLarat, melrupakan salah satu dari 20 provinsi di Indonelsia yang RT-RTnya masih melmiliki nilai PHBLS di blawah rata-rata nasional. Mellahirkan delngan blantuan telnaga kelselhatan dianjurkan . ,6%), pelmblelrian ASI elksklusif dianjurkan . %) dan dilakukan olelh 47% iblu, jamblan selhat digunakan olelh 81% rumah tangga, larva diblasmi di rumah olelh 77% rumah tangga. kelluarga, aktivitas fisik selharihari dilakukan olelh 52,8% orang delwasa, dan melrokok tidak dianjurkan di 78% rumah. Au(Riskelsdas, 2. Ay Pada tahun 2018, penetrasi PHBS di Provinsi Lampung sebesar 59,2%. Kabupaten Lampung Tengah memiliki cakupan maksimal . ,2%), disusul Kabupaten Mesuji . ,8%) dan Kabupaten Way Kanan . ,8%). Kabupaten Pesawaran memiliki persentase penduduk tercakup PHBS terbesar pada tahun 2015 . ,8%), sedangkan Kabupaten Tulang Bawang memiliki persentase terendah . ,7%), menurut data Dinas Kesehatan Lampung . Meskipun Puskesmas tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Mesuji. Kecamatan Sumber Makmur memiliki tingkat pencapaian PHBS terendah di kabupaten tersebut, yakni sebesar 32,19 persen (Dinkes Kab. Mesuji, 2. Sejak tahun 2019 hingga tahun 2022, tingkat keberhasilan PHBS Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji bervariasi. tahun 2019 sebesar 16,9%, tahun 2020 sebesar 17,8%, tahun 2021 sebesar 8,07%, dan tahun 2022 turun kembali menjadi 2,19% (Data Puskesmas, 2. Puskesmas Pekon Sumber Makmur Kabupaten Mesuji tahun 2023 belum efektif menerapkan PHBS menurut statistik. Karena perilaku mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap status kesehatan, beberapa strategi digunakan dalam upaya mendorong individu untuk melakukan kebiasaan yang lebih sehat, seperti menyediakan alat yang mereka perlukan untuk menerapkan PHBS. Notoatmodjo, 2. Tiga kategori faktorAipengetahuan, sikap, keyakinan, dan motivasiAimempengaruhi perilaku terkait kesehatan seseorang, seperti yang dijelaskan oleh Green dalam Notoatmodjo . Kategori ini didukung oleh peraturan kesehatan, fasilitas kesehatan, serta sikap dan peran petugas kesehatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di wilayah pelayanan Kabupaten Mesuji oleh Puskesmas Sumber Makmur pada tahun 2023, persentase rumah tangga yang menerapkan PHBS masih di bawah target 75% (Puskesmas Puskesmas Sumber Makmur. Kabupaten Mesuji, 2. Ada berbagai variabel sosial dan kesehatan yang berkontribusi terhadap hal Dari sepuluh kepala rumah tangga yang disurvei pada tanggal 6 hingga 11 Mei 2023, tidak ada satupun yang mengetahui tentang PHBS. Selain itu, berdasarkan observasi, ditemukan bahwa 100% kepala rumah tangga merokok di dalam ruangan, 40% tidak memiliki akses terhadap jamban septik, dan 60% orang tua yang memiliki bayi berusia lebih dari enam bulan memberi makan anak mereka lebih dari jumlah yang disarankan. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Dengan Pelaksanaan PHBS Rumah Tangga Di Wilayahkerja Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI) ISSN: Vol. No. Oktober 2022 Penulis ingin melakukan penelitian dengan judul AuHubungan Pengetahuan dan Sikap Keluarga dengan Penerapan PHBS Rumah Tangga di Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji Tahun 2023Ay berdasarkan fakta yang disajikan pada rumusan masalah METODE PENELITIAN Metode kuantitatif diterapkan untuk penyelidikan ini. Desain studi cross-sectional digunakan untuk menyelidiki hubungan antara pemahaman terhadap PHBS dan penggunaannya di rumah. Seluruh kepala rumah tangga di wilayah puskesmas berpartisipasi dalam penelitian ini. Sampel dipilih dengan menggunakan kriteria yang telah ditentukan peneliti . urposive samplin. PHBS rumah tangga, pengetahuan PHBS, dan sikap PHBS merupakan faktor independen yang diteliti. mengumpulkan info dari penerima dengan mengirimkan survei. Juni dan Juli 2023 digunakan untuk penelitian ini. Data dianalisis dengan metode univariat dan bivariat (Chi Squar. HASIL DAN PEMBAHASAN Distrib usi fre kue nsi pe laksanaan PHB S Rumah Tangga, pe nge tahuan ke luarga dan sikap keluarga di Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji tahun 2023 Variabel Pelaksanaan PHBS Kategori Baik Kurang baik Baik Kurang baik Positif Negatif Pengetahuan Sikap Total Dari data pada tabel 1, kita dapat menyimpulkan bahwa dari 177 responden, 115 . %) responden tidak melaksanakan PHBS dengan baik, 97 orang . %) memiliki pemahaman yang terbatas, dan 93 orang . ,5%) berpendapat negatif. Analisis Bivariat Hub ungan pe ngetahuan ke luarga de ngan pelaksanaan PHB S Rumah Tangga di Puske smas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji tahun 2023 Pelaksanaan PHBS Baik Kurang baik Pengetahuan Baik Kurang Baik OR 95% p-value 3,805 0,001 . ,9817,. Berdasarkan data pada tabel 2, dari 80 responden yang dinilai berpengetahuan, 41 orang . ,2%) memiliki penerapan PHBS baik, sedangkan 39 . ,8%) memiliki penerapan PHBS buruk. Di antara 97 responden yang memiliki pemahaman terbatas, 21 . ,6%) menggunakan PHBS baik dan 76 . ,4%) menggunakan PHBS buruk. Dengan p-value sebesar 0,001 . =0,05. Ha diterim. , dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan keluarga dengan penerapan PHBS rumah tangga di Puskesmas Sumber Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Dengan Pelaksanaan PHBS Rumah Tangga Di Wilayahkerja Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI) ISSN: Vol. No. Oktober 2022 Makmur Kabupaten Mesuji tahun 2023. lebih spesifiknya, responden yang memiliki pengetahuan baik mempunyai peluang 3,8 kali lebih besar untuk menerapkan PHBS yang baik jika dibandingkan dengan responden yang berpengetahuan buruk. Hub ungan sikap ke luarga de ngan pe laksanaan PHB S Rumah Tangga di Puske smas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji Tahun 2023 Pelaksanaan PHBS Baik Kurang baik Sikap Positif Negatif OR 95% 0,001 5,158 ,61710,. Berdasarkan data pada tabel 3 dapat disimpulkan bahwa 45 . ,6% dari tota. dari 84 responden yang berpandangan positif menerapkan PHBS dengan baik, sedangkan 39 . ,4% dari tota. Sebagai perbandingan, hanya 17 . ,3%) dari 93 responden yang memiliki pandangan pesimistis yang menerapkan PHBS secara efektif, sementara 76 . ,7%) melakukannya dengan buruk. Berdasarkan data pada tabel 4. 3 dapat disimpulkan bahwa 45 . ,6% dari tota. dari 84 responden yang berpandangan positif menerapkan PHBS dengan baik, sedangkan 39 . ,4% dari tota. Sebagai perbandingan, hanya 17 . ,3%) dari 93 responden yang memiliki pandangan pesimistis yang menerapkan PHBS secara efektif, sementara 76 . ,7%) melakukannya dengan buruk Analisis Univariat Distribusi frekuensi PHBS Berdasarkan temuan, hanya 62 responden . ,0%) yang memiliki penerapan PHB baik, sedangkan sebanyak 115 . ,0%) responden memiliki penerapan PHBS yang buruk. Konsisten dengan temuan Prabowo . tentang hubungan antara PHBS dan berkurangnya penyakit dalam keluarga. Berdasarkan penelitian Sekar . , terdapat 227 responden . ,7%) yang tidak melakukan perilaku PHBS rumah tangga, sedangkan yang melakukan PHBS sebanyak 153 . ,3%). Studi ini menemukan bahwa 65,0% responden, atau 115 rumah tangga, tidak mengikuti pedoman PHBS. Hal ini disebabkan karena banyak ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya hingga bayinya berusia minimal 6 bulan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya responden yang mengaku telah memberikan bayinya makanan lain . eperti susu formula, bubur, dan pisan. sebelum usia tersebut. indikator lainnya, namun kedua indikator tersebut merupakan indikator dengan skor yang rendah jika dibandingkan dengan indikator yang lain, dan sebanyak 62 . ,0%) responden PBHS, artinya sebanyak 62 orang telah menerapkan 10 indikator PHBS dengan baik, sehingga menurut peneliti terdapat Harapannya keluarga-keluarga tersebut dapat berbagi pengalamannya kepada keluarga lain untuk dapat melakukan PHBS di rumah tangganya, dengan memberikan pengalaman berarti keluarga tersebut dapat menambah pengetahuan orang lain. Untuk mencapai kesehatan yang optimal, para peneliti PHBS yang baik meyakini dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di berbagai bidang seperti peningkatan derajat kesehatan, status gizi, dan pemanfaatan fasilitas kesehatan lingkungan. Rendahnya tingkat pengetahuan penduduk salah satunya adalah permasalahan kesehatan lingkungan, karena masyarakat masih terkendala oleh adat istiadat, kepercayaan, dan sejenisnya yang tidak sejalan dengan konsep kesehatan. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Dengan Pelaksanaan PHBS Rumah Tangga Di Wilayahkerja Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI) ISSN: Vol. No. Oktober 2022 Karena komunikasi dan interaksi yang terjadi dalam keluarga menjadi landasan pendidikan perilaku, maka keluarga mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kebiasaan gaya hidup bersih dan sehat harus ditanamkan pada anakanak sejak usia dini untuk memastikan kesehatan yang baik dan keterlibatan masyarakat seumur hidup. Distribusi frekuensi Pengetahuan Data menunjukkan bahwa dari total 198 responden, 80 orang . tau 45,2%) mempunyai pengetahuan yang baik, sedangkan 97 orang . tau 54,8%) mempunyai pengetahuan yang Hal ini sejalan dengan temuan penelitian Aminah . yang judulnya adalah Aupengetahuan dan sikap keluarga dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Sombaopu GowaAy. Berdasarkan temuan tersebut, sebagian besar peserta . = 17. 70,8%) memiliki pengetahuan mendalam, sedangkan hanya sebagian kecil . = . yang hanya memiliki informasi dasar. Berdasarkan survei Saini . , hanya 7 responden . ,2% dari tota. yang menunjukkan pemahaman kurang, sedangkan 17 responden . ,8%) menunjukkan pengetahuan sangat baik. Di antara banyak elemen yang diyakini para ahli mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang adalah tingkat pendidikannya. Sebagai aturan umum, mereka yang berpendidikan lebih formal akan memiliki basis pengalaman dan pengetahuan yang lebih besar dibandingkan mereka yang berpendidikan lebih rendah. Pengetahuan dapat membantu Anda mengapresiasi nilai-nilai pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan hal ini pada gilirannya berdampak pada penerapan PHBS yang baik. Sebagian besar responden menyadari bahwa menjaga rumah tetap bersih dan sehat dapat mengurangi kemungkinan penyakit pada diri mereka sendiri dan orang yang mereka cintai, terutama penyakit yang berhubungan dengan pilihan gaya hidup yang buruk seperti kurang tidur atau tidak mencuci tangan dengan benar. pola perilaku yang biasa. Meski demikian, 45,4% responden mengaku hanya mengetahui sedikit tentang PHBS dan tidak menerapkannya di rumah. Tingkat pendidikan yang rendah, yang didominasi oleh pendidikan dasar, menjadi salah satu penyebab ketidaktahuan Pengetahuan kesehatan lingkungan yang baik diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menciptakan kondisi lingkungan yang sehat, sehingga masyarakat dapat memutus mata rantai penularan penyakit melalui lingkungan dan mendorong masyarakat untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penularan penyakit. Penelitian yang dilakukan terhadap responden menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang cuci tangan dengan 6 langkah tersebut, bahwa perilaku mencuci tangan akan berhasil jika sudah tertanam dalam kebiasaan, dan tersedia juga sarana dan prasarana untuk mencuci Pengetahuan di bidang kesehatan adalah keadaan individu, keluarga, dan masyarakat umum yang bertanggung jawab terhadap kesehatan pribadi, keluarga, masyarakat, dan lingkungan, dan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pemberantasan jentik nyamuk juga mempengaruhi perilaku PHBS. Oleh karena itu, untuk meningkatkan perilaku PHBS di masyarakat, petugas kesehatan harus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencuci tangan dan menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk. Mayoritas responden dalam survei ini melaporkan tidak pernah menerima pendidikan kesehatan apa pun. Namun, upaya petugas kesehatan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga gaya hidup sehat belum memberikan manfaat yang seragam bagi masyarakat secara keseluruhan. Sebaliknya, program ini terutama memberikan manfaat bagi mereka yang sudah menderita penyakit tertentu atau yang memiliki keluhan kesehatan Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Dengan Pelaksanaan PHBS Rumah Tangga Di Wilayahkerja Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI) ISSN: Vol. No. Oktober 2022 Distribusi frekuensi Sikap Sebanyak 84 responden . ,5% sampe. mempunyai pandangan positif, sementara 93 responden . ,5%) mempunyai perasaan campur aduk terhadap topik tersebut. Sikap seseorang adalah disposisi mental yang dibawanya dalam interaksinya dengan orang lain dan dunia disekitarnya sebagai respons terhadap hal-hal yang dilihatnya, peristiwa yang disaksikannya, dan keadaan yang ditemuinya. Positif atau pesimisme terhadap suatu objek atau situasi merupakan indikasi dari pola pikir seseorang (Budiman, 2. Azwar . berpendapat bahwa seiring bertambahnya usia, mereka memperoleh lebih banyak pengalaman hidup dan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang baik dan buruk. Sikap dapat dibentuk oleh organisasi sekuler dan keagamaan. Keyakinan sangat dipengaruhi oleh kerangka etika yang dipelajari di sekolah dan diberitakan di gereja. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika ide-ide tersebut dapat mengubah cara pandang masyarakat. Pengetahuan dan Sikap Keluarga Terhadap Peningkatan Pola Hidup Bersih dan Sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Sombaopu Gowa menjadi judul penelitian Aminah tahun 2016. Penelitian menemukan bahwa 12 dari 18 peserta mempunyai sikap positif . %) dan 4 orang mempunyai sikap negatif . %). Penelitian Saini pada tahun 2018 Dua puluh empat orang berpartisipasi dalam penelitian ini, dan analisis sikap mereka mengungkapkan bahwa delapan belas dari mereka . %) memiliki pandangan positif, sedangkan enam . %) memiliki pandangan negatif. Sebanyak 93 responden . ,4% sampe. ditemukan memiliki sikap negatif terhadap penerapan PHBS di rumah tangganya karena kurangnya pengetahuan tentang topik tersebut. Meskipun PHBS sangat membantu di rumah, namun akan sangat bermanfaat bila digunakan untuk mencegah penyakit. Dengan demikian, pola hidup bersih sehat dan sehat (PHBS) dalam rumah tangga diperkirakan akan terus membaik. Belum adanya kebiasaan menggunakan toilet menjadi penyebab utama masalah ini. Salah satu alasan mengapa PHBS tidak diwajibkan adalah karena masyarakat belum terbiasa dengan hal tersebut. Alasan lainnya adalah tidak adanya cukup dana untuk membangun jamban. Tampaknya, sikap dapat dipengaruhi oleh faktor budaya. Pendidikan budaya kita secara tidak sadar telah membentuk pandangan kita terhadap tantangan hidup. Budaya telah memengaruhi cara pandang masyarakat karena budaya membentuk pengalaman mereka terhadap orang-orang yang mereka sayangi dan cara mereka memperlakukan mereka. Kajian terhadap responden menunjukkan masih rendahnya kesadaran keluarga mengenai bahayanya meninggalkan air di toilet dan pentingnya mencuci tangan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa metode pembuangan limbah yang tidak sehat . isalnya membuang kotoran manusi. dapat menyebabkan penyebaran penyakit. Untuk mencegah hal ini diperlukan pengelolaan jamban rumah tangga yang hati-hati untuk memastikan jamban tersebut aman untuk digunakan. Salah satu cara untuk mengurangi prevalensi penyakit menular adalah dengan mendorong individu untuk melakukan kebersihan tangan secara Penyebaran penyakit difasilitasi oleh tangan manusia. Perilaku higienis, seperti mencuci tangan dengan sabun, dapat meningkatkan PHBS sehingga menurunkan kemungkinan penularan penyakit. Analisis Bivariat Hubungan pengetahuan keluarga dengan pelaksanaan PHBS Rumah Tangga Ada hubungan antara pengetahuan keluarga dengan penerapan PHBS rumah tangga di Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji tahun 2023, hal ini ditunjukkan dari hasil uji statistik yang diperoleh . -value = 0,001 yang berarti p = 0,05 (Ha diterim. ), dan nilai OR sebesar 3,805 yang menunjukkan bahwa responden yang berpengetahuan baik mempunyai peluang 3,8 kali lebih besar untuk melaksanakan penerapan PHBS yang baik jika dibandingkan dengan responden yang berpengetahuan buruk. Menurut tesis Budiman . , manusia memperoleh pengetahuan ketika telah merasakan suatu benda. Manusia memiliki lima inderaAipenglihatan, pendengaran. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Dengan Pelaksanaan PHBS Rumah Tangga Di Wilayahkerja Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI) ISSN: Vol. No. Oktober 2022 penciuman, rasa, dan sentuhanAiyang mereka gunakan untuk mengumpulkan informasi tentang lingkungannya. Kemampuan manusia untuk melihat dan mendengar sangat penting untuk belajar. Nasihat sebagian besar ditujukan pada tindakan orang sehat agar tetap seperti itu, memastikan kelangsungan gaya hidup sehat. Menciptakan kebiasaan sehat sebagian besar bertujuan untuk membantu anak-anak menjadi terbiasa dengan kebiasaan tersebut seiring mereka tumbuh dewasa. Program pendidikan kesehatan harus menargetkan tiga bidang berikut agar dapat secara efektif mengatasi akar penyebab perilaku ini . (Notoatmodjo, 2. Dari 80 responden yang dianggap memiliki pengetahuan memadai, 51,2% bertekad menerapkan praktik PHBS yang efektif. Mereka yang memiliki sikap positif terhadap penerapan PHBS, misalnya, cenderung lebih berpengetahuan tentang risiko merokok dan kecil kemungkinannya untuk melakukan kebiasaan tersebut meskipun memiliki pengetahuan Namun, para peneliti menemukan bahwa bahkan di antara mereka yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi, hampir separuh sampel . ,8%) mempunyai pandangan negatif terhadap efektivitas program. Puskesmas yang selama ini kader kesehatannya belum sepenuhnya menjalankan perannya, artinya belum terlibat aktif, hanya memberikan rekomendasi kepada keluarga bahwa tidak ada tindakan setiap ada kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas. Puskesmas terlihat kegiatannya belum berjalan dengan baik, aturan yang dibuat dari kecamatan di wilayah kerja Puskesmas tentang larangan membuang sampah sembarangan belum dipatuhi. Survei menunjukkan bahwa 21 responden . ,6% dari tota. memiliki penerapan PHBS yang baik dari total 97 responden . ,9% dari tota. Meskipun informasi mengenai PHBS di rumah masih kurang, banyak masyarakat . ingga 76 atau 78,4%) yang melakukan praktik hidup sehat seperti tidak merokok di dalam rumah, makan buah dan sayur setiap hari, dan menimbang anak di posyandu. Para peneliti telah menunjukkan bahwa praktisi PHBS mempunyai kecenderungan untuk tidak berperilaku kontraproduktif. Hal ini terjadi karena masyarakat belum sadar akan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat. Kemungkinan seseorang melakukan perilaku PHBS menurun seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikannya. Tingkat pengetahuan seseorang sebanding dengan tingkat Berdasarkan temuan, sebagian besar tingkat pengetahuan responden cukup Banyak orang masih tidak melakukan tindakan pencegahan kebersihan dasar seperti mencuci tangan atau membuang tempat berkembang biak nyamuk, dan hal ini mungkin terjadi karena responden tidak memiliki pemahaman yang kuat tentang betapa pentingnya melakukan tindakan tersebut. Hubungan sikap sikap keluarga dengan pelaksanaan PHBS Rumah Tangga Dengan OR sebesar 5,158 . ebih besar kemungkinan melaksanakan PHBS baik sebesar 5,1 kali dibandingkan responden yang bersikap negati. maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sikap keluarga dengan pelaksanaan PHBS rumah tangga di Puskesmas Sumber Makmur Mesuji. Kabupaten pada tahun 2023. Nilai p-value sebesar 0,001 menunjukkan bahwa hipotesis tidak dapat ditolak pada tingkat signifikansi 0,05. Seperti yang diungkapkan Notoatmodjo . , sikap adalah Auorganisasi proses motivasi, emosional, persepsi, dan kognitif yang menetap mengenai aspek-aspek dunia individu,Ay yang mencakup kecenderungan untuk bereaksi secara positif atau negatif terhadap objek tertentu. Peneliti menemukan bahwa pengetahuan individu mempunyai andil dalam pembentukan sikap positif terkait penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dengan sikap positif sebanyak 84 responden dan sebanyak 45 . ,6% responde. PHBS berhasil. Sebanyak 39 . ,4% responde. yang menerapkan PHBS kurang baik menurut peneliti, hal ini bisa disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang pentingnya PHBS serta kurangnya sosialisasi atau informasi mengenai PHBS rumah tangga yang dilakukan oleh rumah tangga. sistem perawatan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 93 Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Dengan Pelaksanaan PHBS Rumah Tangga Di Wilayahkerja Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI) ISSN: Vol. No. Oktober 2022 responden yang mempunyai sikap negatif, terdapat 17 orang . ,3%) yang benar-benar melakukan PHBS rumah tangga, sehingga menurut peneliti tidak menutup kemungkinan ada dorongan dari pihak lain atau adanya faktor lain sehingga bahwa meskipun mempunyai sikap negatif, responden tetap melakukan PHBS. baik dan sebanyak 76 . ,7%) responden yang melaksanakan PHBS kurang baik menurut pandangan peneliti, sikap klien yang kurang baik tersebut disebabkan karena kurangnya pemahaman responden terhadap beberapa perilaku hidup bersih dan sehat dalam lingkungan sehari-hari khususnya rumah tangga KESIMPULAN Diketahui persentase responden dengan pengetahuan kurang . , sikap negatif . , dan pelaksanaan PHBS buruk . dari total 177. terdapat hubungan antara pengetahuan keluarga dengan penerapan PHBS rumah tangga . = 0,. Penerapan PHBS rumah tangga di Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji tahun 2023 berkorelasi dengan sikap keluarga . = 0,. Penerapan PHBS rumah tangga di Puskesmas Sumber Makmur Kabupaten Mesuji tahun 2023 berkorelasi dengan sikap keluarga . = 0,. DAFTAR PUSTAKA