Pengaruh Citra Merek dan Label Halal Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus Produk Mie Instan Indomie dengan Mie Instan Koka di Lulu Hypermarket Cakung Jakarta Timu. Reva Andhika Feriansyah1. Resista Vikaliana2 Program Studi Administrasi Bisnis. Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami. Jakarta. Indonesia1 Program Studi Manajemen Logistik. Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami. Jakarta. Indonesia2 dosenresistaok@gmail. ABSTRAK Saat Ini banyak persaingan makanan dari berbagai produk berlombalomba untuk mendapatkan Keputusan Pembeliannya Salah satunya, meyakinkan bahwa produk mereka halal dengan mencatumkan label halal yang sudah disertifikasi BPOM dan LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan. Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesi. adalah cara mereka para produsen untuk meyakinkan bahwa produk mereka aman untuk dikonsumsi, selain untuk mendapatkan labelisasi halal, juga untuk alasan ekspor/ impor (Susanto, 2. Isu-isu negatif di Indonesia tentang ketidakhalalan makanan seperti pada kasus lemak babi pada susu, mie instan, penyedap makanan dan lain sebagainya tidak hanya menimbulkan gejolak yang dapat mempengaruh aspek sosial ekonomi masyarakat, akan tetapi juga . telah rnembuat sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia lebih selektif dalam memilih produk yang tidak saja higienis, bergizi dan memenuhi selera, tetapi Juga dihalalkan oleh agama. Keinginan masyarakat mengkonsumsi makanan halal dan thoyyib merupakan suatu keyakinan yang membudaya dalam kehidupan masyarakat muslirn. Seiring dengan perkembangan teknologi variasi produk makanan sebagai kebutuhan pokok yang ada di Indonesia terus berkembang. Makanan-makanan substitusi pun mulai bermunculan. Mie instan adalah salah satu produk makanan pengganti yang cukup diminati di Indonesia. Keberadaan mie instan sebagai makanan pengganti favorit di Indonesia ini juga membawa dampak negatif bagi masyarakat Fenomena saat ini yang terjadi mie instant dengan citra merek menggunakan label halal terhadap keputusan pembelian Mie Instant Memiliki banyak peminatnya dan sebelum membeli para konsumen melihat citra merek perusahaan dari produksi Mie instan tersebut kemudian dilihat label halal sebelum membeli ,sehingga penulis melihat banyak peminat mengambil Mie Instant Indomie dan Mie instan KOKA pada LULU Hypermarket Cakung Jakarta Timur. Untuk Mengetahui Seberapa Besar pengaruh dan besarnya pengaruh citra merek dan label halal terhadap Keputusan Pembelian . Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Konsumen Indomie di Jakarta yang pernah melakukan pembelian Indomie minimal sekali dan pernah mengkonsumsinya Dari perhitungan tersebut, besarnya sampel adalah 140 orang. Responden tersebut merupakan konsumen produk KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 23 Mie instant Indomie dan Mie instant Koka di LULU Hypermarket indonesia. bahwa nilai Adjusted R Square (R. menunjukkan nilai 0,924 atau 92,4% dimana hal ini menunjukan bahwa secara simultan besarnya pengaruh variabel Citra Merek (X. dan Label Halal(X. terhadap Keputusan Pembelian (Y) sebesar 0,924 atau 92,4%, sedangkan sisanya sebesar 7,6% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak ikut dihitung dalam penelitian ini. Kata kunci: Citra Merek ,Label Halal. Keputusa Pembelian ABSTRACT At present there are many food competitions from various products competing to get their Purchase Decision. One of them, ensuring that their products are halal by including a halal label that has been certified by BPOM and LPPOM MUI (Institute for the Study of Food. Drugs and Cosmetics of the Indonesian Ulema Counci. is their way of using it. producers to ensure that their products are safe for consumption, in addition to obtaining halal labeling, also for export / import reasons (Susanto, 2. Negative issues in Indonesia regarding the illegality of food such as the case of lard in milk, instant noodles, food seasonings and so on, not only cause turmoil that can affect the socio-economic aspects of society, but also. made the majority of Muslim communities in Indonesia more selective in choosing products that are not only hygienic, nutritious and fulfilling tastes, but also are legalized by religion. The publicAos desire to consume halal food and thoyyib is a cultural belief in Muslim society. Along with the development of technology, the variety of food products as a basic need in Indonesia continues to grow. Substitute foods began to appear. Instant noodles are one of the most popular food substitutes in Indonesia. The existence of instant noodles as a favorite substitute food in Indonesia also has a negative impact on society. The current phenomenon that occurs when instant noodles with a brand image using halal labels on purchasing decisions for Instant Noodles has a lot of interest and before buying consumers see the companyAos brand image from instant noodle production Then look at the halal label before buying, so the authors see many enthusiasts taking Indomie Instant Noodles and KOKA instant noodles at LULU Cakung Hypermarket. East Jakarta. To find out how much influence and how much influence the brand image and halal label have on purchasing decisions. The population in this study are Indomie consumers in Jakarta who have purchased Indomie at least once and have consumed them. From these calculations, the sample size is 140 people. These respondents are consumers of Indomie instant noodle products and Koka instant noodles at LULU Hypermarket Indonesia. that the value of Adjusted R Square (R. shows a value of 0. 924 or 92. 4%, which shows that simultaneously the influence of the Brand Image (X. and Halal Label (X. variables on Purchase Decisions (Y) is 0. 924 or 92. 4% , while the 6% is influenced by other variables not included in this study. Keywords: Brand Image. Halal Label. Purchase Decision 24 | PENGARUH CITRA MEREK DAN LABEL HALAL TERHADAP KEPUTUSAN. (Reva dan Resist. Pendahuluan Saat ini banyak persaingan makanan dari berbagai produk berlombalomba untuk mendapatkan Keputusan Pembeliannya Salah satunya, meyakinkan bahwa produk mereka halal dengan mencatumkan label halal yang sudah disertifikasi BPOM dan LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan. Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesi. adalah cara mereka para produsen untuk meyakinkan bahwa produk mereka aman untuk dikonsumsi, selain untuk mendapatkan labelisasi halal, juga untuk alasan ekspor/ impor (Susanto, 2. Isu-isu negatif di Indonesia tentang ketidakhalalan makanan seperti pada kasus lemak babi pada susu, mie instan, penyedap makanan dan lain sebagainya tidak hanya menimbulkan gejolak yang dapat mempengaruh aspek sosial ekonomi masyarakat, akan tetapi juga bergizi dan memenuhi selera, tetapi Juga dihalalkan oleh agama. Keinginan masyarakat mengkonsumsi makanan halal dan thoyyib merupakan suatu keyakinan yang membudaya dalam kehidupan masyarakat Seiring dengan perkembangan teknologi variasi produk makanan sebagai kebutuhan pokok yang ada di Indonesia terus Makanan-makanan substitusi pun mulai bermunculan. Mie instan adalah salah satu produk makanan pengganti yang cukup diminati di Indonesia. Keberadaan mie instan sebagai makanan pengganti favorit di Indonesia ini juga membawa dampak negatif bagi masyarakat. Pasalnya Mie Instan membawa pengaruh yang buruk terhadap kesehatan Melihat bahaya yang ditimbulkan oleh mie instan tidak lantas mematikan produksi mie instan itu sendiri. Justru industri mie instan di Indonesia berkembang semakin maju. Tabel 1 berikut menunjukkan perkembangan produksi mie instan di Indonesia telah rnembuat sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia lebih selektif dalam memilih produk yang tidak saja higienis. Tabel 1 Produk Indonesia Sumber:w. Dari Tabel 1 di atas, menurut Kantar Worldpanel yang baru saja merilis Brand Footprint 2017 . erek-merek yang paling banyak dibeli konsume. terlihat bahwa merek-merek dengan distribusi yang kuat bertengger di posisi puncak. KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 25 Brand Footprint merupakan penelitian Setelah penulis melihat kemasannya yang dasar pengukurannya dilakukan dengan salah satunya mie instant koka , produk menggunakan metriks Consumer Reach Tasty Singapore ini telah berlabel halal. Point (CRP), yaitu seberapa banyak rumah Yaitu halal Singapore bukan halal indonesia tangga membeli sebuah brand . Selain itu, kemasannya sangat informative, dan seberapa sering merek tersebut dibeli banyak tulisan tentang ingredients produk oleh konsumen . Penelitian yang tersebut. Yang pasti, diklaim tanpa pengawet, dilakukan selama setahun ini mengamati tanpa produk GMO dan tanpa MSG. 300 merek FMCG . ast Merek Tasty Singapore menyatukan moving consumer good. di 200 kategori di perusahaan pembuatan makanan dari satu miliar rumah tangga yang tersebar di 43 berbagai kategori produk kedalam sebuah negara, salah satunya Indonesia. merek Singapura yang sudah umum. Di Indonesia. Kantar Worldpanel Bergabung dalam satu merek Tasty melakukan survei kepada 5. 700 sampel Singapore memungkinkan perusahaan rumah tangga Indonesia urban yang diklaim makanan Singapura untuk memperkuat mewakili 28 juta juta penduduk atau 85% kehadiran mereka dengan menampilkan dari total rumah tangga urban tanah air. produk berkualitas dan inovatif yang Posisi tertatas diraih oleh merek mi instan mencakup seluruh kategori makanan. Moto Indomie. Berdasarkan survei itu, merek Tasty Singapore 2017-2018 adalah AuServing besutan Indofood tersebut dianggap sebagai tasty and healthy meals to the beloved merek yang paling banyak dibeli konsumen. familyAy dalam hal ini penulis melihat mie Penetrasi Indomie mencapai 99,1%. instant koka dari singapura dan label halal Selain mie instant indomie ada dari dari singapura mampu bersaing dengan Tasty Singapore ini adalah perusahaan produk lokal yaitu mie instan indomie Tidak hanya citra merek saja yang makanan dan minuman sehat yang didalamnya bergabung beberapa brand dimiliki oleh produk mie instant Indomie seperti Koka . neka mi. Win win . neka tetapi juga memiliki label halal yang dapat snac. Corniche . Captain Oat. Ripe Juice membuat masyarakat percaya bahwa produk cranberry. Prima Taste. Kecap Double ini layak dikonsumsi. Pagoda. Chee seng minyak wijen dll. Tabel 2 Jumlah Penganut Agama di Indonesia Sumber : w. 26 | PENGARUH CITRA MEREK DAN LABEL HALAL TERHADAP KEPUTUSAN. (Reva dan Resist. Dari Tabel 2, jumlah masyarakat muslim di Indonesia yang merupakan terbesar di dunia, sangat mempengaruhi citra merek sebuah produk. Citra merek dapat dianggap sebagai jenis asosiasi yang muncul dalam benak konsumen ketika mengingat suatu merek tertentu. Asosiasi tersebut secara sederhana dapat muncul dalam bentuk pemikiran atau citra tertentu yang dikaitkan dengan suatu merek, sama halnya ketika kita berpikir tentang orang Asosiasi ini dapat dikonseptualisasi berdasarkan jenis, dukungan, kekuatan dan produk lainnya, oleh karena itu pengelolaan merek pada suatu produk harus dilakukan. Mengelola merek merupakan ,menciptakan suatu asosiasi terhadap merek tersebut sehingga sebuah produk atau merek dapat menancap di benak konsumen dengan citra Selain memiliki citra merek, dengan menyebut produk mereka adalah Halal maka konsumen harus membuat keputusan pembelian dalam melaakukan setiap Citra merek yang baik merupakan salah satu aset bagi perusahaan, karena citra merek tersebut mempunyai suatu dampak pada setiap persepsi konsumen, di mana masyarakat akan mempunyai kesan positif terhadap merek tersebut. Hal ini juga merupakan upaya agar produk atau merek memiliki posisi yang strategis di pasar, memiliki daur hidup produk-merek yang lebih panjang, dan dapat bersaing lebih kuat di pasar. pembelian produk mie instant Dalam Penelitian Mohamad Rizan Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI) mendefinisakan Belch dan Belch . keputusan pembelian adalah tahap-tahap yang dilewati konsumen dalam membeli barang atau jasa. Sedangkan menurut Pride dan Ferrel keputusan pembelian adalah proses keputusan dan aktivitas pembelian dari orang-orang yang membeli produk Kebutuhan konsumen yang semakin tidak terbatas berkembang dari waktu ke waktu, kemajuan teknologi dan informasi telah membawa dampak besar bagi perubahaan gaya hidup. Gaya hidup modern yang cenderung praktis menuntut orang melakukan pekerjaan dengan cara yang cepat serta mudah. Hal ini berlaku juga dalam hal makanan terutama makanan cepat Salah satu produk makanan cepat saji untuk penggunaan pribadi atau rumah tangga dan tidak untuk tujuan bisnis. Hal tersebut mungkin sejalan dengan citra merek dan label halal yang ditimbulkan oleh mie instant itu sendiri. Dalam website perusahaannya Mie Indomie menanamkan citranya sebagai mie instant dengan kualitas Hal ini menunjukkan bahwa merek menjadi pembeda antara produk satu dengan yang telah mempunyai citra merek yang kuat dalam benak konsumen adalah produk mie instan merek Indomie yang diproduksi oleh salah satu produsen makanan terbesar di Indonesia yaitu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Penelitian ini mengambil produk Mie instan merek Indomie karena merupakan produk makanan cepat saji yang banyak diminati masyarakat karena KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 27 rasa, harga dan kualitasnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Begitu kuatnya citra merek Indomie di pasar. Fenomena saat ini yang terjadi mie instant dengan citra merek menggunakan label halal terhadap keputusan pembelian Mie Instant Memiliki banyak peminatnya dan sebelum membeli para konsumen melihat citra merek perusahaan dari produksi Mie instan tersebut kemudian dilihat label halal sebelum membeli ,sehingga penulis melihat banyak peminat mengambil Mie Instant Indomie dan Mie instan KOKA pada LULU Hypermarket Cakung Jakarta Timur. Berdasarkan fenomena penelitian ini bertujuan: Untuk Mengetahui Seberapa Besar pengaruh citra merek terhadap Keputusan Pembelian Untuk Mengetahui Seberapa Besar pengaruh label halal terhadap Keputusan Pembelian Untuk Mengetahui Seberapa Besar pengaruh dan besarnya pengaruh citra merek dan label halal terhadap Keputusan Pembelian Tinjauan Pustaka Manajemen Pemasaran Seluruh perusahaan menginginkan bahwa seluruh kegiatan yang dijalankan berjalan dengan baik, berkembang dan mendapatkan laba yang maksimal. Langkah untuk mencapai hal tersebut diperlukan pengelolaan yang baik dalam melaksanakan seluruh kegiatan pemasaran, pengelolaan dalamrangka melaksanakan kegiatan tersebut yang dikenal dengan istilah manajemen Definisi Manajemen Pemasaran menurut Philip Kotler dan Kevin Lene Keller . adalah AuSeni dan ilmu memilih pasar sasaran dan meraih, mempertahankan, serta menumbuhkan pelanggan dengan mengomunikasikan nilai pelanggan yang Ay Definisi ini menjelaskan bahwa manajemen pemasaran memiliki fungsi untuk menentukan dan meningkatkan permintaan di pasar melalui suatu proses yang menyangkut analisis, perencanaan dan pelaksanaan serta pengawasan program program yang ditujukan untuk melayani pasar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Penulis manajemen pemasaran adalah sebuah menganalisis dan melaksanakan adalah sebuah pemasaran Citra Merek Pengertian citra merek Merek . adalah suatu nama, istilah, simbol, tanda, desain, atau kombinasi dari semuanya yang digunakan untuk mengidentifikasikan produk dan membedakan produk perusahaan dengan pesaing(American Marketing Asosiation,2. Sedangkan menurut Kotler dan Lane . citra merek adalah penglihatan dan kepercayaan yang terpendam konsumen, sebagai cerminan asosiasi yang tertahan diingatan konsumen. 28 | PENGARUH CITRA MEREK DAN LABEL HALAL TERHADAP KEPUTUSAN. (Reva dan Resist. Ada faktor-faktor Mempengaruhi Citra Merek Schiffman dan Kanuk . menyebutkan faktor-faktor pembentuk citra merek yaitu: Oe Kualitas atau mutu, berkaitan dengan kualitas produk barang yang ditawarkan oleh produsen dengan merek Oe Dipercaya atau diandalkan. dengan pendapat atau kesepakatan yang dibentuk oleh masyarakat tentang suatu produk yang dikonsumsi. Oe Kegunaan atau manfaat yang terkait dengan fungsi dari suatu produk barang yang bisa dimanfaatkan oleh Oe Harga, yang dalam hal ini berkaitan dengan tinggi rendahnya atau banyak sedikitnya jumlah uang yang dikeluarkan konsumen untuk mempengaruhi suatu produk, juga dapat mempengaruhi citra jangka panjang. Oe Citra yang dimiliki oleh merek itu sendiri, yaitu berupa pandangan, kesepakatan dan informasi yang berkaitan dengan suatu merek dari produk Dimensi Citra Merek Menurut Kotler dalam Sangadji dan Sopiah . , merek dapat memiliki enam level pengertian, yaitu Oe Atribut Merek mengingatkan pada atributatribut tertentu, atribut tersebut dimiliki dan selalu dingat oleh pelanggan dari suatu restoran. Oe Manfaat Atribut perlu diterjemahkan menjadi manfaat fungsional dan emosional. Atribut Autahan lamaAy dapat diterjemahkan menjadi manfaat fungsional. Oe Nilai Merek juga menyatakan suatu tentang nilai produsen. Oe Budaya Merek juga mewakili budaya tertentu. Oe Kepribadian Merek juga mencerminkan kepribadian tertentu. Oe Pemakai Merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan Menurut Tjiptono . merek juga memiliki manfaat yaitu bermanfaat bagi produsen dan konsumen. Bagi produsen, merek berperan penting sebagai: Oe Sarana identifikasi untuk memudahkan proses penanganan atau pelacakan produk bagi perusahaan, terutama dalam pengorganisasian sediaan dan pencatatan akuntansi. Oe Bentuk proteksi hukum terhadap fitur atau aspek produk yang unik. Merek bisa mendapatkan perlindungan properti intelektual. Nama merek bisa diproteksi melalui merek dagang terdaftar . egistered trademark. proses pemanufakturan bisa dilindungi melalui hak paten dan kemasan bisa diproteksi melalui hak cipta . dan desain. KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 29 Oe Signal tingkat kualitas bagi para pelanggan yang puas, sehingga mereka bisa dengan mudah memilih dan membelinya lagi di lain waktu. Oe Sarana untuk menciptakan asosiasi dan makna unik yang membedakan produk dari para pesaing. Oe Sumber keunggulan kompetitif, terutama melalui perlindungan hukum, loyalitas pelanggan, dan citra unik yang terbentuk dalam benak konsumen. Oe Sumber financial returns, terutama menyangkut pendapatan masa Label halal Pengertian Label Label berhubungan erat dengan Label merupakan media penyampai informasi produk kepada Sebuah label biasanya berupa bagian dari kemasan,atau bisa pula merupakan tanda pengenal yang menempel pada produk. menurut (Stanton,et. dalam Tciptono,2001:. , secara garis besar terdapat tiga macam label yaitu: 1. Brand label, yaitu nama merek yang di berikan pada produk atau dicantumkan pada kemasan. Descriptive label, yaitu label yang memberikan informasi obyektif mengenai pengguna, konstruksi/pembuatan, perawatan/perhatian dan kinerja produk, serta karakteristik lainnya yang berhubungan dengan produk. Grade label,label yang mengidentifikasi penilain kualitas produk dengan suatu huruf,angka,atau kata. Adapun dasar hukum al- QurAoan yang digunakan untuk menjelaskantentang makanan halal diantaranya adalah: Artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadaNya. (QS:al-Maidah . Syarat kehalalan produk tersebut meliputi: Tidak mengandung babi dan bahan bahan yang berasal dari babi. Tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkan seperti. bahan yang berasal dari organ manusia,darah, dan kotoran-kotoran. Semua bahan yang berasal dari hewan yang disembelih dengan Semua tempat penyimpanan tempat penjualan pengolahan dan transportasinya tidak boleh digunakan untuk babi. jika pernah digunakan untuk babi atau barang yang tidak halal lainnya terlebih dahulu dibersihkan dengan tata cara yang diatur menurut Menurut (Kotler,2003:. label mempunyai fungsi,yaitu: Identifies. : label dapat menerangkan produk. Grade. ilai/kela. : label dapat menunjukkan nilai/kelas dari produk. produk buah peach kalengan diberi nilai A. B, dan C menunjukkan tingkat mutu. 30 | PENGARUH CITRA MEREK DAN LABEL HALAL TERHADAP KEPUTUSAN. (Reva dan Resist. Describe . emberikan keteranga. label menunjukkan keterangan mengenai siapa produsen dari produk, dimana produk dibuat, kapan produk dibuat, apa komposisi dari produk dan bagaimana cara penggunaan produk secara aman. Promote. : label mempromosikan produk lewat gambar dan warna yang menarik. Dimensi Label Labelitas halal menurut Mahwiyah . ada tiga, yaitu : Pengetahuan, merupakan informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan adalah informasi yang telah dikombinasikan dengan pemahaman dan potensi untuk menindaki yang lantas melekat di benak . Kepercayaan, merupakan suatu keadaan psikolog pada saat seseorang menganggap suatu premis benar atau dapat juga berarti anggapan,keyakinan bahwa sesuatu yang itu dipercayai itu benar atau . Penilaian terhadap lebelitas halal, merupakan proses,cara,pembuatan,menilai,p emberian nilai yang diberikan terhadap lebelitas halal. Keputusan Pembelian Pengertian Keputusan Pembelian Menurut Hasan (Tarigan, 2016:. definisi lain dari keputusan pembelian adalah Aukeputusan dalam memilih tindakan dari beberapa alternatif dalam membeli produk dan jasa yang akan dikonsumsi. Ay Menurut Suharno . keputusan pembelian adalah tahap dimana pembeli telah menentukan pilihannya dan melakukan pembelian produk serta mengkonsumsinya. Ay Pengambilan keputusan oleh konsumen melakukan pembelian suatu prosuk diawali oleh adanya kesdaran atas kebutuhan dan Dimensi Keputusan Pembelian Menurut Kotler dan Keller . AuProses pengambilan keputusan pembelian terdiri dari lima tahapan proses sebagai . Pengenalan Masalah Para pemasar perlu mengidentifikasi keadaan yang memicu kebutuhan tertentu, dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen. Pencarian Informasi Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak. Sumber informasi berasal dari : sumber pribadi . eluarga, teman, tetangga, kenala. , sumber komersial . klan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan di too. , sumber public . edia massa, organisasi penentu peringkat konsume. , sumber pengalaman . enanganan, pengkajian dan pemakaia. KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 31 Evaluasi Alternatif Beberapa konsep dasar akan membantu kita memahami proses evaluasi Pertama, konsumen berusaha memenuhi kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk. Ketiga, konsumen memandang masing-masing produk sebagai kumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan itu. Keputusan Pembelian Dalam melaksanakan maksud pembelian, konsumen bisa mengambil lima sub-keputusan : merek, dealer, kuantitas, waktu dan metode pembayaran. Perilaku Setelah Pembelian Setelah pembelian, konsumen mungkin mengalami konflik dikarenakan melihat fitur mengkhawatirkan tertentu atau mendengar hal-hal menyenangkan tentang merek lain, dan waspada terhadap informasi yang mendukung Komunikasi pemasaran seharusnya memasok keyakinan dan evaluasi yang memperkuat pilihan konsumen, dan membuatnya merasa nyaman tentang merek tersebut. Karena itu tugas pemasar tidak berakhir dengan pembelian, tindakan pesca pembelian, dan penggunaan produk pasca pembelian. Kerangka Teori 32 | PENGARUH CITRA MEREK DAN LABEL HALAL TERHADAP KEPUTUSAN. (Reva dan Resist. Hipotesis : Tidak terdapat pengaruh antara citra merek terhadap keputusan : Terdapat pengaruh antara citra Responden tersebut merupakan konsumen produk Mie instant Indomie dan Mie instant Koka di LULU Hypermarket indonesia. : Tidak terdapat pengaruh antara label halal terhadap keputusan pembelian Teknik pengambilan sampel dalam Nonprobability Sampling dengan accidental Peneliti mengambil sampel siapa saja yang berada di tempat atau kebetulan : Terdapat pengaruh antara label halal terhadap keputusan pembelian ketemu sebagai sampel yang dipandang cocok sebagai sumber data. merek terhadap keputusan pembelian Hasil Penelitian dan Pembahasan : Tidak terdapat pengaruh antara citra merek dan label halal terhadap keputusan pembelian : Terdapat pengaruh antara citra merek dan label halal terhadap keputusan Metode Penelitian Penelitian pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Populasi dalam penelitian ini tidak diketahui. Apabila populasi tidak diketahui jumlah sampel minimal adalah 5 . kali dari jumlah item pertanyaan yang terdapat pada kuesioner. Total pertanyaan dalam penelitian ini adalah 28, maka diperoleh hasil perhitungan sampel sebagai berikut : Jumlah sampel = 5 X indikator variabel = 5 X 28 indikator variabel = 140 sampel Dari penghitungan tersebut, maka Hasil Penelitian dan Pembahasan Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada Konsumen mie Instan sebagai responden, maka dapat diketahui kebutuhan setiap pelanggan. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa informasi ini dapat menjadi masukan bagi Mie Instant Indomie dalam mengetahui kebutuhan setiap pelanggannya dimasa yang akan datang. Karakteristik atau gambaran umum responden ini berdasarkan hasil dari kuesioner yang dibagikan kepada pengguna dan dilakukan pengolahan data yang dibagi berdasarkan jenis kelamin, usia, penghasilan perbulan dan pekerjaan. Tabel 3 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Frekuensi Persentase 41,4% 58,6% KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 33 Berdasarkan jenis kelamin pada Tabel 3 di atas, dari 140 responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 58 orang dengan persentase 41,4%% dan sisanya adalah responden laki-laki sebanyak 82 orang atau 58,6% Frekuensi Pernah Tidak Pernah Total Sumber : Hasil Pengujian Data SPSS, 2020 Berdasarkan Tabel 4 Responden Berdasarkan Usia < 15 thn 16 Ae 20 thn >21thn Total Frekuensi Persentase Sumber : Hasil Pengujian Data SPSS, 2020 Berdasarkan usia pada Tabel 4 di atas, dapat dilihat bahwa sebagian besar responden yang berusia <15 tahun sebesar 0 orang , usia 16-20 tahun terdapat 29 orang atau 20,7%, dan pada usia > 21 thn sebesar 111 orang atau 79,3%. Tabel 5 Responden Berdasarkan Pernah Membeli Produk Indomie Frekuensi Pernah Tidak Pernah Total Persentase Sumber : Hasil Pengujian Data SPSS, 2020 Berdasarkan AuPernah membeli Produk Mie Instant IndomieAy pada Tabel 5 di atas, yang pernah melakukan pembelian produk Indomie 140 Responden atau 100% . Tabel 6 Responden Berdasarkan Pernah Membeli Produk KOKA Persentase AuPernah Produk Mie Instant KOKAAy pada Tabel 6 di atas, yang pernah melakukan pembelian produk KOKA 25 Responden atau 17,9% sedangkan yang tidak pernah sebanyak 115 atau 82,1%. Tabel 7 Responden Berdasarkan pembelian Pembelian Mie Instant Indomie 1 Kali 2-5 Kali >5 Kali Total Frekuensi Persentase Sumber : Hasil Pengujian Data SPSS, 2020 Berdasarkan AuPembelian Mie instant Indomie Responden membeli Mie Instant IndomieAy pada Tabel 7 di atas, 2-5 Kali Sebanyak 7 atau 5,0n >5 kali sebanyak 133 Responden atau 95,0% sedangkan Yang Membeli Mie Instant KOKA sebanyak 1 Kali 37 responden atau 26,4% dan sisanya sebanyak 103 orang atau 73,6% tidak membeli Mie Instant KOKA Tabel 8 Responden Berdasarkan pembelian 34 | PENGARUH CITRA MEREK DAN LABEL HALAL TERHADAP KEPUTUSAN. (Reva dan Resist. Frekuensi 1 Kali 2-5 Kali >5 Kali Total sudah memenuhi syarat kualitas data, yakni uji validitas dan reliabilitas. Data yang dikumpulkan juga sudah memenuhi uji asumsi klasik, yaitu uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heterokedastisitas dan uji linieritas. Berikut ini dilakukan pengujian regresi linier berganda, koefisien korelasi dan determinasi, serta uji hipotesis t dan F. Persentase Sumber : Hasil Pengujian Data SPSS, 2020 Berdasarkan Tabel 8 di atas. AuPembelian Mie instant Indomie Responden membeli Mie Instant IndomieAy pada Tabel 8 di atas, 2-5 Kali Sebanyak 7 atau 5,0n >5 kali sebanyak 133 Responden atau 95,0% sedangkan Yang Membeli Mie Instant KOKA sebanyak 1 Kali 37 responden atau 26,4% dan sisanya sebanyak 103 orang atau 73,6% tidak membeli Mie Instant KOKA. Semua data primer hasil kuesioner. Uji Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu Kepercayaan dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian diperoleh hasil output dengan software SPSS, dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut: Tabel 9 Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Standardized Coefficients Unstandardized Coefficients (Constan. Std. Error Citra Merek Label Halal Beta Dependent Variable: Keputusan Pembelian Persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini dapat dibentuk dari hasil Coeficient pada kolom Standardized Coeficients adalah sebagai berikut : Y = (X ) (X ) Y = 24. 528 0,013 X1 186 X2 Hasil uji Regresi menunjukkan bahwa : Linier Berganda Nilai konstanta menunjukkan nilai sebesar 24,528, artinya jika nilai variabel independent . nol maka Sig. Sumber : Data diolah menggunakan SPSS 24 nilai variabel dependen . sebesar Nilai variabel Kepercayaan (X. terhadap Citra Merek 0,013 bernilai positif sehingga jika Citra merek mengalami kenaikan satu nilai, maka Keputusan pembelian akan meningkat sebesar 0,013. Nilai variabel Label Halal (X. menunjukkan nilai positif 1. 186 artinya setiap kenaikan satu nilai pada variabel Label maka akan menaikkan Keputusan pembellian sebesar 1. KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 35 Uji Koefisien Korelasi dan Determinasi Tabel 10 Koefisien Kolerasi Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate R Square Change Dari Tabel 10 di atas, diketahui bahwa nilai signifikan adalah 0,000 yang berarti < 0,05 maka dikatakan berkorelasi antara Change Statistics Change Sig. Change hubungan yang kuat antara variabel Citra Merek dan Label halal terhadap Keputusan Pembelian. variabel dan nilai R = 0,961 artinya terdapat Tabel 11 Uji Koefien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Label Halal. Citra Merek Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber : Data diolah menggunakan SPSS 24 Uji Hipotesis t Dari Tabel 11 di atas, terlihat bahwa nilai Adjusted R Square (R. menunjukkan nilai 0,924 atau 92,4% dimana hal ini menunjukan bahwa secara simultan besarnya pengaruh variabel Citra Merek (X. dan Label Halal(X. terhadap Keputusan Pembelian (Y) sebesar 0,924 atau 92,4%, sedangkan sisanya sebesar 7,6% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak ikut dihitung dalam penelitian ini. Uji t menunjukkan ada atau tidaknya pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen dan digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05 Tabel 12 Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. Error Citra Merek Dependent Variable: Keputusan Pembelian Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber : Data diolah menggunakan SPSS 24 36 | PENGARUH CITRA MEREK DAN LABEL HALAL TERHADAP KEPUTUSAN. (Reva dan Resist. 1,977maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima. maka dapat disimpulkan bahwa variabel Citra Merek (X. berpengaruh signifikan terhadap variabel Keputusan Pembelian (Y) Pada Mie Instan Indomie dan Mie Instan KOKA. Sesuai dengan Tabel 12 di atas, yaitu hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh Citra Merek (X. terhadap Keputusan Pembelian (Y) adalah 0,000 > 0,05 dan nilai t hitung 28,418 > nilai tta- Tabel 13 Uji Hipotesis t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. Error Standardized Coefficients Beta Label Halal Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sig. Uji Hipotesis F Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh Label Halal X2 terhadap Keputusan Pembelian Y adalah 0,0000 < 0,05 dan nilai thitung 40,965 > ni- Penggunaan software SPSS 24 memudahkan untuk penarikan kesimpulan dalam uji ini. Apabila nilai prob. F hitung lebih kecil dari tingkat kesalahan/error . 0,05 maka dapat dikatakan bahwa model regresi yang diestimasi layak. Sedangkan apabila nilai prob. F hitung lebih besar dari tingkat kesalahan 0,05 maka dapat dikatakan bahwa model regresi yang diestimasi tidak layak. Hasil uji F dapat dilihat pada tabel ANOVAa dibawah ini : lai t tabel 1,977 maka Ho2 ditolak dan Ha2 Artinya terdapat pengaruh variabel Label Halal(X. berpengaruh signifikan terhadap variabel Keputusan Pembelian (Y). Berdasarkan pembuktian ini maka dapat disimpulkan Hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima Pada Mie Instant Indomie dan Mie Instan KOKA. Tabel 14 Uji Hipotesis F ANOVAa Model Regression Sum of Squares Residual Total Mean Square Sig. Dependent Variable: Keputusan Pembelian Predictors: (Constan. Label Halal. Citra Merek Sumber : Data diolah menggunakan SPSS 24 KOMPETENSI - JURNAL MANAJEMEN BISNIS. VOL. NO. JANUARI - JUNI 2020 | 37 Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian citra merek dan label halal terhadap keputusan pembelian mie instan Indomie dan mie instan Koka di Lulu hypermarket Cakung Jakarta Timur, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian mie instan Indomie atau mie instan Koka Label halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian mie instan Indomie atau mie instant Koka Terdapat citra merek dan label halal berpengaruh positif dan signifikan sebesar 92,4% terhadap keputusan pembelian, sedangkan sisanya 7,6% ditentukan oleh variabel lain yang tidak ikut diteliti dalam penelitian ini. Beberapa saran yang dapat diberikan peneliti berdasarkan hasil rekapitulasi prediksi rata-rata dari variabel citra merek dan label halal terhadap keputusan pembelian pada mie instant Indomie dan Koka di Lulu hypermarket sebagai berikut. Dari variabel citra merek meskipun merek nya bagus dan terkenal haruslah produk menyehatkan dan memberikan manfaat yang bagi setiap orang yang ingin membelinya Dari variabel label halal sebagian besar mengenal produk mie instan Indomie karena adanya label halal sedangkan mie instant Koka belum diketahui Banyak orang yang mengetahui Indomie tetapi Indomie masih kekurangan dalam segi kualitas dan kepercayaan, begitu juga dengan Koka meskipun jarang diketahui kurang informatif dalam label maupun mereknya, tetapi unggul dalam kualitasnya yang tidak memiliki MSG di Daftar Pustaka