Edu-Sains Volume 15 No 1. Januari 2026 Pengembangan LKPD Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Berbasis Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Komputasi Matematis Development of a Problem-Based Learning Based Student Worksheet on ThreeVariable Linear Equation Systems to Enhance Mathematical Computational Thinking Skills Prifia Anggraeni Shania Putri. Isra Nurmai Yenti*. Dona Afriyani. Ali Umar Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Batusangkar. Indonesia *Corresponding author: isranurmaiyenti@uinmybatusangkar. Received: 30 September, 2025 Accepted: 1 January, 2026 Published: 30 January, 2026 Abstract The problem in this article is the low mathematical computational thinking ability of students due to the lack of learning resources on the SPLTV material. To overcome this, learning resources are needed that can improve mathematical computational thinking ability. The purpose of this study is to produce a valid, practical, and effective Problem-Based Learningbased Student Worksheet. This study uses the Research & Development method with a 4-D development model, but the dissemination stage is not implemented. The instruments used in this study are validation sheets, student response questionnaires, and mathematical computational thinking ability test questions. Furthermore, the data analysis techniques used are percentage analysis and N-Gain. The results of the study show that the Problem-Based Learning-based Student Worksheet has a very valid level of validity . 48%). The practicality test shows that the student response questionnaire . 02%) is in the very practical category. Then the results of the effectiveness test of the Problem-Based Learningbased Student Worksheet obtained an N-Gain of 0. 7735 (Hig. 35% (Effectiv. LKPD based on Problem-Based Learning, can be used to support mathematics learning at the SMA/MA level. Keywords: LKPD, mathematical computational thinking skills, problem-based learning Abstrak Permasalahan dalam artikel ini adalah rendahnya kemampuan berpikir komputasi matematis peserta didik akibat kurangnya sumber belajar pada materi SPLTV. Untuk mengatasinya, dibutuhkan sumber belajar yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir komputasi Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan LKPD berbasis Problem-Based Learning yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode Research & Development dengan model pengembangan 4-D, namun tahap disseminate tidak Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket respon peserta didik, dan soal tes kemampuan berpikir komputasi matematis. Selanjutnya teknis analisis data yang digunakan adalah analisis persentase dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan LKPD berbasis Problem-Based Learning memiliki tingkat validitas sangat valid . ,48%). Uji praktikalitas menunjukkan angket respon peserta didik . ,02%) dalam kategori sangat praktis. Kemudian hasil uji efektifitas LKPD berbasis Problem-Based Learning diperoleh N-Gain sebesar 0,7735 . atau 77,35% . LKPD berbasis Putri. , dk. Pengembangan LKPD A Problem-Based Learning dapat dijadikan penunjang pembelajaran matematika pada jenjang SMA/MA. Kata Kunci: LKPD, kemampuan berpikir komputasi matematis, problem-based learning permasalahan yan g men untut pemikiran tin gkat tin ggi, memecahkan masalah kon tekstual yan g berkaitan den gan situasi n yata den gan kehidupan sehari-hari (Simanjun tak et al. N amun sejumlah penelitian juga men gun gkapkan bahwa kemampuan berpikir komputasi peserta didik masih belum berkemban g secara optimal. Hal in i terlihat dari hasil pen elitian yan g Kamil et . men yatakan masih ban yak peserta didik yan g kesulitan ketika diberikan soal-soal HOT yang berkaitan den gan kehidupan sehari-hari. PENDAHULUAN Di In don esia, berpikir komputasi telah diin tegrasikan ke dalam Kurikulum Pen didikan melalui Permen dikbud N o. Tahun 2018, yan g ditujukan un tuk peserta didik jen jan g Sekolah Men en gah Pertama (SMP) dan Sekolah Men en gah Atas (SMA) (Wardan i et al. , 2. Men urut Islami et al. , pada Kurukulum Merdeka, berpikir komputasi termasuk salah satu keterampilan inti . yan g meliputi aspek pen getahuan dan keterampilan , serta memiliki peran pen tin g dalam men dukun g perkemban gan dan pencapaian pembelajaran. Den gan pesatn ya perkemban gan tekn ologi di era digital, berpikir komputasi kin i menjadi salah satu keterampilan esen siall bagi man usia abad ke-21. Dalam bidan g Pen didikan , kemampuan in i memegan g peran an pen tin g karen a men dukun g men gasah keterampilan berpikir kritis dan kreatif men ghadapi kompleks dikehidupan sehari- hari. Selain itu, kemampuan ini juga memungkin kan peserta didik untuk men emukan kesalahan atau kelemahan dalam suatu Solusi dan segera memperbaikin ya (Christi & Rajiman , 2. In dikator kemampuan berpikir komputasi matematis itu sen diri men cakup: Dekomposisi. Pen genalan pola. Berpikir algoritma. Abstraksi dan Gen eralisasi. Pada saat dilakukan observasi awal di SMAN 1 Padan g Gan tin g, diketahui bahwa kurikulum yan g diterapkan disekolah adalah kurikulum merdeka. Pada kegiata pembelajaran dikelas terlihat berpusat kepada pen didik, diman a pen didik men jelaskan kepada peserta didik men ggun akan papan tulis sebagai Setelah melakukan penilaian harian pada materi Sistem Persamaan Lin ear Tiga Variabel (SPLTV), men un jukkan hasil dimana 27 oran g peserta didik yan g memiliki hasil belajar dibawah kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP). Semen tara itu KKTP yan g digun akan pen didik yaitu 75 dan han ya 8 oran g peserta didik yan g memperoleh nilai diatas KKTP. Men urut Mufidah dalam Aisy & Hakim . men egaskan pen in gkatan kemampuan berpikir komputasi dalam pembelajaran matematika san gat pen tin g, karen a ban yak peserta didik men galami kesulitan dalam men gerjakan soal yan g men un tut pen gintegrasian in formasi yan g Kon disi in i berdampak pada ren dahn ya Pada ken yataan n ya, ban yak peserta didik yan g belum mampu men gemban gkan keterampilan tersebut Peserta didik dapat dikatakan memiliki kemampuan berpikir komputasi apabila in dikator keterampilan tersebut tercapai. Pen guasaan kemampuan in i san gat pen tin g dalam men ghadapi berbagai tan tan gan , karen a tidak han ya men dukun g pen gemban gan cara berpikir, tetapi juga Edu-Sain s Volume 15 N o 1. Januari 2026 secara optimal. Salah satu faktor yan g memengaruhi adalah kualitas sumber belajar, dan salah satu sumber belajar yan g dapat diman faatkan un tuk men dukun gn ya ialah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). produk sekaligus men guji tin gkat keefektifan n ya. Dalam pen elitian R&D in i, pen eliti menerapkan model 4D (Arum, 2. yan g meliputi empat tahapan , yaitu Defin e. Design . Developmen t, dan Dissemin ation . Tahap Define berfokus pada pen entuan produk yan g akan dibuat atau dikemban gkan . Tahap Design dilakukan den gan meran cang produk sesuai spesifikasi yan g telah ditetapkan . Selan jutnya, pada tahap Developmen t, produk dibuat, diuji validitas serta kepraktisann ya kesesuaian n ya den gan stan dar yan g Terakhir, tahap Dissemin ation den gan men yebarluaskan produk yan g sudah teruji agar dapat diman faatkan oleh khalayak luas. Pen didik sering men gun akan buku paket dalam proses belajar men gajar, padahal pen didik sudah merancan g sebuah LKPD un tuk materi SPLTV, n amun masalah yan g terdapat didalam LKPD belum jelas, dan aktivitas pada pertan yaan kuran g kon krit karena tidak jelas apakah ada Oleh karena itu, sebagai ben tuk Upaya men yukseskan Merdeka melalui pembelajaran , pen ggunaan LKPD tersebut belum dapat memaksimalkan kemampuan peserta didik. Salah satu solusin ya adalah men gemban gkan sebuah sumber belajar yaitu LKPD berbasis Problem-Based Learn in g (PBL). Subjek pen elitian adalah 33 oran g peserta didik kelas X. 1 di SMAN I Padan g Gan tin g yan g telah belajar materi SPLTV memberikan tan ggapan terkait aspek praktikalitas dan efektivitas LKPD yan g In strumen digun akan adalah lembar validasi, an gket respon peserta didik, dan soal tes In stumen penelitian ini terlebih dahulu divalidasi kepada 3 oran g validator yan g telah dipilih. In strumen lembar validasi digunakan untuk menilai tin gkat validitas produk LKPD yan g In strumen in i diberikan kepada tiga orang validator yan g telah sebelumn ya. Pen ilaian dilakukan den gan men ggunakan skala Likert yan g memiliki ren tang skor 1 hin gga 4 (Mon ica et al. , 2. Pen gemban gan LKPD berbasis PBL telah dilakukan oleh beberapa penelitian . N asri & Jamaan . men gemban gkan LKPD berbasis PBL untuk men in gkatkan komun ikasi peserta didik. Khovivah et al. juga men gemban gkan LKPD berbasis PBL tapi un tuk kemampuan berpikir kritis. Oleh sebab itu, dikemban gkan sebuah LKPD yan g dapat men un jan g kemampuan men yelesaikan masalah kon tekstual, tetapi juga men dorong peserta didik dalam men gemban gkan kemampuan berpikir komputasi secara mendalam. Tujuan pen elitian ini adalah untuk men getahui validitas, praktikalitas dan efektivitas LKPD berbasis Problem-Based Learn in g. Tahap validasi menurut Hamzah & Muhlisrarin i dalam Yetti & Afriyan i . ada empat macam validasi yaitu sebagai berikut: Validitas isi. Validitas kegrafikan. Validitas kon struk, dan Validitas bahasa. Surjon o dalam Yen ti et . kelayakan dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: Kualitas isi. Kualitas bahasa dan Kualitas pen yajian. Ulumudin et al. men gatakan kriteria aspek Jen is pen elitian yan g digun akan termasuk Research Development (R&D) yaitu metode pen elitian dan pen gembangan yan g bertujuan un tuk men ghasilkan suatu METODE PENELITIAN Putri. , dkk. Pen gemban gan LKPD A kelayakan sumber belajar antara lain : kelayakan isi, kelayakan pen dukun g, pen yajian . Kriteria kelayakan pen elitian in i adalah kriteria aspek Ulumudin et al. ( 2. Praktikalitas keterlaksan aan maupun pen gelolaan suatu Produk dian ggap praktis apabila dilihat dari beberapa aspek antara lain :kemudahan pen ggun aan pen yajian (Agustyan in grum & Gusman ia. Hasil persentase, data validitas dan berdasarkan kategori berikut (Y. Trian a et , 2. Jika persen tase berada pada kisaran 0% hin gga 20%, din yatakan tidak valid atau tidak praktis. Persen tase 21% hin gga 40% men unjukkan kategori kuran g valid atau kuran g praktis. Apabila hadil berada dalam ren tang 41% hin gga 60%, produk dikategorikan cukup valid atau cuup praktis. Selan jutn ya, persen tase 61% hin gga 80% termasuk dalam kategori valid atau praktis, sedan gkan persen tase hin gga men an dakan produk tersebut san gat valid atau san gat praktis. Selan jutnya hasil N -Gain diten tukan berdasarkan klasifikasi keefektifan N Ae Gain (Sukarelawan et al. , 2. Jika persen tase yan g diperoleh kuran g dari 40%, maka din yatakan tidak efektif. Persen tase pada kisaran 40% hin gga 50% termasuk dalam kategori kuran g efektif. Apabila persentasen ya berada pada ren tan g 56% hin gga 75%, hasil tersebut dikategorikan cukup efektif. Sementara itu, persen tase yan g men capai lebih dari 76% men un jukan bahwa pembelajaran tergolon g efektif. Data hasil validasi, an gket respon peserta didik ditabulasi men ggunakan rumus: Oc ycycoycuyc ycyyceyc ycnycyceyco ycEyceycycyceycuycycaycyce = ycu 100% ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco Kategori N -Gain dapat dijelaskan sebagai N ilai N -Gain yan g berada pada ren tan g 0,70 hin gga 1,00 termasuk dalam kategori tin ggi. N ilai N -Gain an tara 0,30 hin gga kuran g dari 0,70 dikategorikan sedan g. Sementara itu, n ilai N -Gain pada ren tan g lebih dari 0,00 hin gga kuran g dari 0,30 masuk dalam kategori ren dah. Apabila N -Gain bernilai 0,00, hal in i men un jukkan pen in gkatan . Sebalikn ya, jika n ilai N -Gain berada pada ren tan g -1,00 hin gga kuran g dari 0,00, berarti telah terjadi pen urunan . HASIL DAN PEMBAHASAN An alisis data efektivitas LKPD berbasis Problem-Based Learn in g berdasarkan pen in gkatan komputasi matematis peserta didik sebelum dan sesudah peserta didik melakukan pembelajaran men ggunakan LKPD. Dapat dihitun g men ggunakan N Gain (Sukarelawan et al. , 2. , yaitu: Pada tahap defin e dilakukan an alisis terhadap materi, capaian pembelajaran , serta kon disi pembelajaran di SMAN 1 Padan g Gan tin g. Materi SPLTV merupakan salah satu materi pentin g pada kelas X semester gen ap yan g men un tut pemahaman kon sep sistem persamaan , kemampuan memodelkan permasalahan kon tekstual, serta penerapan metode substitusi, eliminasi, dan gabun gan . Hasil observasi menun jukkan bahwa proses pembelajaran masih bersifat satu arah, pen didik men ggunakan pen dekatan berpusat pada guru, dan peserta didik cenderun g pasif. Hal in i berdampak pada belum tercapain ya tujuan pembelajaran secara optimal. Dari hasil wawan cara yan g dilakukan pada 6 Agustus 2024, diketahui bahwa pen didik han ya men gan dalkan buku paket ycIycoycuyc ycyycuycycycyceycyc Oe ycIycoycuyc ycyycyceycyceycyc ycA Oe yaycaycnycu = ycIycoycuyc ycnyccyceycayco Oe ycIycoycuyc ycyycyceycyceycyc Edu-Sain s Volume 15 N o 1. Januari 2026 matematika kurikulum merdeka sebagai satu-satun ya sumber belajar. Padahal, isi cen derun g men yajikan lan gkah-lan gkah pen yelesaian soal secara sistematis, dan kuran g men ekan kan pada tahapan pen yelesaian masalah. Kon disi in i men yebabkan ban yak peserta didik men galami kesulitan memahami materi SPLTV, terutama mereka yan g belum memiliki dasar kon sep yan g kuat. Temuan in i sejalan dengan Saputri et al. yan g men yatakan bahwa pen didik cen derun g bergantun g pada buku teks sebagai sumber utama. Selain itu, karakteristik peserta didik kelas X. 1 juga men un jukkan keragaman dalam gaya belajar dan tingkat keaktifan . Terdapat peserta didik den gan gaya belajar auditori yan g lebih memahami melalui pen jelasan lisan , serta peserta didik den gan gaya belajar visual yan g lebih mudah memahami materi melalui gambar atau represen tasi warn a. Dari segi aktivitas, ditemukan variasi antara peserta didik yan g aktif dan cepat memahami, pasif n amun memahami, hin gga peserta didik yan g kesulitan tetapi en ggan bertan ya. Kon disi in i men gin dikasikan perlun ya pen gemban gan sumber belajar yan g lebih in teraktif dan kon tekstual. Oleh karena itu, pen eliti men gemban gkan LKPD berbasis PBL yan g diharapkan dapat men in gkatkan keterlibatan peserta didik, memban tu mereka memahami materi SPLTV secara men dalam, men gasah kemampuan berpikir komputasi matematis sesuai den gan pen dapat Rosmana et al. Men urut Salirawati dalam Wahyun i et al. man faat pen ggun aan LKPD yaitu sebagai berikut: Memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Memban tu pen didik dalam men garahkan peserta didik un tuk men emukan kon sep melalui Men gemban gkan min at dan keterampilan proses peserta didik, dan . Memban tu pen didik un tuk menilai prestasi belajar peserta didik. Setelah melakukan analisis permasalahan , tahap selanjutn ya yaitu tahap design LKPD berbasis PBL. LKPD merupakan alat belajar yan g berisi pan duan aktivitas yan g dirancan g untuk digunakan secara aktif oleh peserta didik dan men gacu pada tujuan pembelajaran yan g hendak dicapai (N . Triana, 2. Materi yang disajikan dalam LKPD adalah materi SPLTV. LKPD in i diran can g men ggunakan aplikasi canva. LKPD berbasis PBL in i dikembangkan den gan memuat beberapa kompon en men urut Prastowo dalam Revita . Hasil pen gemban gan LKPD sebagai berikut: Halaman cover LKPD in i didesain men ggun akan aplikasi Can va den gan memuat judul, logo Kurikulum Merdeka dan logo UIN Mahmud Yun us Batusan gkar pada sudut kiri atas, serta keterangan bahwa LKPD ditujukan un tuk kelas X. Cover juga dilengkapi ilustrasi tran saksi jual beli yan g dikemas den gan gambar dan pilihan warna men arik, kolom iden titas peserta didik yan g harus diisi, serta tata letak yan g diatur sedemikian rupa agar tampak rapi dan men arik. Dapat dilihat pada Gambar 1. Petun juk belajar ini berisikan lan gkahlan gkah pen ggunaan LKPD secara umum dan juga terdapat sin taks PBL dan in dikator kemampuan berpikir komputasi Dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 1. Cover Putri. , dkk. Pen gemban gan LKPD A . Orien tasi peserta didik pada masalah Pada bagian in i peserta didik diberikan suatu masalah kon tekstual dan disertai gambar sebagai pen dukung bagi mereka un tuk membayan gkan serta memahami masalah tersebut. Pada bagian in i memuat in dikator pertama dari kemampuan berpikir komputasi matematis yaitu men guraikan masalah kompleks menjadi bagian -bagian yan g lebih sederhan a. Dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar 2. Petun juk Belajar Berisikan capaian pembelajaran pada Fase E dan tujuan pembelajaran pada materi SPLTV. Dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 5. Orien tasi Peserta Didik Terhadap Masalah . Men gorgan isasikan peserta didik un tuk belajar Pen didik men gorgan isasikan men gatur peserta didik ke dalam kelompok-kelompok kecil dan peserta didik diarahkan un tuk men ggali in formasi men genai permasalahan yan g diberikan secara berkelompok. Pada bagian in i in dikator kemampuan berpikir komputasi matematis yaitu dekomposisi yan g merupakan men guraikan masalah kompleks menjadi bagian -bagian yan g lebih sederhan a. Dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar 3. Capaian Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran In formasi pen dukun g berisikan sejarah sin gkat mengen ai men emukan konsep sistem persamaan lin ear dan juga terdapat pen getahuan sin gkat men genai metode-metode yan g akan dibahas dalam materi SPLTV. Dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. In formasi Pen dukun g Tugas dan Lan gkah Kerja Adapun tahapan pada lan gkah kerja dalam LKPD sebagai berikut: Gambar 6. Men gorgan isasikan Peserta Didik Un tuk Belajar Edu-Sain s Volume 15 N o 1. Januari 2026 . Membimbin g pen yelidikan in dividu dan kelompok Peserta didik akan didoron g un tuk men gumpulkan in formasi dan melakukan pen yelidikan secara berkelompok terkait masalah yan g sudah diberikan dan Pada bagian ini memuat in dikator kedua dari kemampuan berpikir komputasi matematis yaitu pen genalan pola yan g merupakan mencari pola dalam data yan g dikumpulkan un tuk membuat Dapat dilihat pada Gambar 7. Men gan alisis men gevaluasi proses pemecahan masalah Pada bagian in i, jawaban yan g diperoleh dari tahapan sebelumnya di cek kembali sehin gga men ghasilkan jawaban atau solusi yan g tepat sehin gga dapat ditarik kesimpulan men genai uraian materi yan g telah dipelajari dan membuat sebuah kasus serupa terkait materi. Pada bagian in i in dikator kemampuan berpikir komputasi matematis yaitu abstraksi dan generalisasi yan g merupakan mengidentifikasi solusi yan g dapat diterapkan pada masalah lain yan g memiliki karakteristik serupa. Dapat dilihat pada Gambar 9. Gambar 7. Membimbin g Pen yelidikan In dividu dan Kelompok . Men gemban gkan dan men yajikan hasil karya Pada bagian ini peserta didik berdiskusi dalam men yelesaikan permasalahan yan g diberikan den gan men ggunakan kon sep atau informasi yan g sudah diperoleh sebelumn ya. In formasi yan g diperoleh dapat dilihat pada tahap penyelidikan . Pada bagian ini memuat in dikator ketiga dari berpikir komputasi matematis yaitu berpikir algoritma yan g merupakan men yusun prosedur atau lan gkah-lan gkah terperinci dalam solusi yan g diusulkan. Dapat dilihat pada Gambar 8. Gambar 8. Men gemban gkan dan Men yajikan Hasil Karya Pen ilaian berisikan soal yang disajikan pada setiap akhir kegiatan belajar terkait materi yan g sudah dipelajari dan rubrik pen ilaian teman sejawat serta juga terdapat rubrik penskoran kemampuan berpikir komputasi matematis peserta didik. Dapat dilihat pada Gambar 10. Gambar 9. Men gan alisis dan Men gevaluasi Proses Pemecahan Masalah Putri. , dkk. Pen gemban gan LKPD A validasi LKPD berbasis PBL kepada 3 oran g validator. Pada validasi LKPD berbasis PBL oleh validator din yatakan valid dan layak digun akan dalam kegiatan Validitas in i didapatkan dari analisis yan g dilakukan oleh validator terhadap LKPD berbasis PBL yang telah diran can g Den gan melakukan revisi berdasarkan umpan balik dan pertimban gan yan g disampaikan oleh Hasil validasi dapat dilihat pada Tabel 1. Gambar 10. Penlilaianl Pada tahap development . en gemban gan ) terlebih dahulu peneliti melakukan Tabel 1. Hasil Validasi LKPD Berbasis Problem-Based Learnlinlg No. Aspek Kelayakanl Isi Kelayakanl Penldukunlg Kelayakanl Bahasa Kelayakanl Penlyajianl Jumlah Validator Sanlgat Valid Sanlgat Valid Sanlgat Valid Sanlgat Valid 82,48 Sangat Valid Kategori Tabel 1 men unjukkan bahwa hasil validasi LKPD materi SPLTV berbasis PBL un tuk setiap aspek berkisar 81%-100%. Secara LKPD tergolon g san gat valid den gan persen tase 82,48%. Jadi. LKPD materi SPLTV berbasis PBL telah memenuhi kriteria mutu kelayakan suatu produk. Skor Maks Setelah seluruh ran gkaian pertemuan pembelajaran diselesaikan , peserta didik dimin ta untuk men gisi an gket respon gun a men getahui tan ggapan mereka terhadap proses pembelajaran yan g men ggunakan LKPD berbasis PBL. Data dikumpulkan men ggun akan lembar an gket respon peserta didik yan g disebarkan kepada 33 peserta didik kelas X. Hasil respon peserta didik men gen ai praktikalitas LKPD berbasis PBL tercan tum pada Tabel Setelah melakukan validasi LKPD berbasis PBL selan jutn ya melakukan uji coba yan g berlan gsun g seban yak 4 kali pertemuan yan g dilaksan akan pada tan ggal 19, 20, 26, dan 27 Mei 2025. Tabel 2. Hasil An gket Respon Peserta Didik No. Aspek Kemudahan Pen ggun aan LKPD Pen yajian LKPD Jumlah Skor Peserta Didik Skor Maks Kategori 81,39 San gat Praktis 82,95 82,02 San gat Praktis Sangat Praktis Edu-Sain s Volume 15 N o 1. Januari 2026 Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat hasil dari praktikalitas LKPD materi SPLTV berbasis PBL untuk men in gkatkan kemampuan berpikir komputasi matematis yan g dilakukan pada peserta didik kelas 1 di SMAN 1 Padan g Gan tin g adalah 82,02 %. Trian a et al. , . men gatakan bahwa in terval kepraktisan sebuah produk den gan ran ge persen tase 81%-100% dapat dikategorikan san gat Pada perhitun gan soal tes kemampuan berpikir komputasi matematis. Adapun hasil skor pretest dan posttest peserta didik yan g dihitun g men ggunakan N -Gain dapat dilihat dalam Tabel 3. Tabel 3. Hasil Skor Pretest Dan Posttest Peserta Didik Men ggun akan N -Gain Peserta Didik yang mengikuti Tes 33 Oran g Mean Skor 18,94 Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam pen elitian in i, dapat disimpulkan bahwa an sebuah produk berupa LKPD berbasis Problem-Based Learn in g Persen tase hasil uji validitas LKPD tersebut adalah 82,48% termasuk kedalam kategori san gat valid. Semen tara itu, hasil persen tase uji praktikalitas yan g diperoleh dari hasil an gket respon peserta didik yaitu 82,02% den gan san gat Selan jutnya, hasil uji efektifitas LKPD diperoleh N -Gain sebesar 0,7735 dan kemudian dikon versi ke persen tase KESIMPULAN Agustyan in grum. N . , & Gusman ia. Praktikalitas Dan Keefektifan Modul Geometri An alitik Ruan g Berbasis Kon struktivisme. Jurn al Dimen si, 6. , 412Ae420. https://doi. org/10. 33373/dms. Aisy. , & Hakim. Kemampuan Berpikir Komputasi Matematis Siswa SMP Pada Materi Pola Bilangan . Jurn al Didactical Mathematics, 5. , 348Ae360. Arum. Strategi Pembelajaran Kooperatif Pada Mata Kuliah Pen ataan Rambut. JTP - Jurn al Tekn ologi Pen didikan , 22. , 132Ae https://doi. org/10. 21009/jtp. Christi. N . , & Rajiman . Pen tin gn ya Berpikir Komputasion al dalam Pembelajaran Matematika. Journ al on Education , 5. , 12590Ae DAFTAR PUSTAKA