Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI MELALUI MEDIA MAJALAH DINDING (MADING) PADA SISWA SD NEGERI 1 LABUHAN RATU Nani Angraini1. Ulul Azmi Muhammad2. Putut Wisnu Kurniawan3. Ira Dwi Abrina4. Viona Amalia5 STKIP PGRI Bandar Lampung anggraininani767@gmail. com1, spartauam. 20@gmail. com2, pututbukan@gmail. abrina@gmail. com4, vionaamalia@gmail. Abstrak: Salah satu masalah yang mendasar di Indonesia adalah rendahnya literasi Dalam rangka meningkatkan literasi di Indonesia pemerintah membuat program Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang terdiri dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi Keluarga, dan Gerakan Literasi Masyarakat. Guna mendukung kegiatan tersebut TIM PKM STKIP PGRI Bandar Lampung menggalakkan kegiatan yang berfokus pada peningkatan literasi di sekolah. Salah satu Upaya yang dilakukan adalah dengan pembuatan mading. Adapun PKM yang dilakukan adalah pendampingan berupa bimbingan belajar dan pelatihan dalam meningkatkan literasi. Dalam pendampingan menerapkan beberapa metode. Seperti metode pembelajaran berbasis kelompok belajar dengan pendekatan seperti saintifik, tematik, tutorial, drill dan ceramah sedangkan pada pelaksanaan pelatihan literasi disampaikan metode membaca dan menulis yang baik. Dari hasil kegiatan yang dilakukan menunjukan adanya peningkatkan literasi pada siswa di SDN 1 Labuhan Ratu melalui mading. Hal tersebut dikarenakan ketertarikan siswa-siswi dengan tema kontekstual yang dijadikan mading dengan kereativitas mereka sendiri. Selain meningkatnya literasi siswa pembuatan mading juga meningkatakan kreativitas dan keterampilan siswa di SDN 1 Labuhan Ratu. Kata Kunci: Literasi, mading Abstract: One of the fundamental problems in Indonesia is the low literacy of the In order to improve literacy in Indonesia, the government has created a National Literacy Movement (GLN) program consisting of the School Literacy Movement (GLS). Family Literacy Movement, and Community Literacy Movement. In order to support these activities, the STKIP PGRI Bandar Lampung PKM TEAM is promoting activities that focus on improving literacy in schools. One of the efforts made is by making a wall magazine. The PKM carried out is mentoring in the form of tutoring and training in improving literacy. In mentoring, several methods are applied. Such as group-based learning methods with approaches such as scientific, thematic, tutorial, drill and lecture while in the implementation of literacy training, good reading and writing methods are delivered. The results of the activities carried out show an increase in literacy in students at SDN 1 Labuhan Ratu through the wall magazine. This is due to the students' interest in contextual themes that are used as wall magazines with their own In addition to increasing student literacy, making wall magazines also increases the creativity and skills of students at SDN 1 Labuhan Ratu. Keywords: Literacy, wall magazine Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Android di SMP Negeri 27 Bandar Lampung PENDAHULUAN Di era globalisasi, kemajuan teknologi dan globalisasi mengubah cara orang berinteraksi dan mendapatkan data. Di satu sisi, ini memungkinkan akses pengetahuan dari seluruh dunia, yang membuat pertukaran ide dan pengalaman lebih mudah. Sebaliknya, lebih banyak akses ke informasi juga meningkatkan kemungkinan penyebaran informasi yang salah, hoax, atau bahkan berbahaya. Di era digital ini, literasi informasi dan kemampuan untuk berpikir kritis semakin penting. Sangat penting untuk menggunakan informasi dengan benar. Kemampuan seseorang untuk menemukan sumber yang dapat dipercaya, memahami bias atau keberpihakan yang mungkin ada dalam informasi yang disajikan, dan membuat keputusan yang bijak dan terinformasi. Keterampilan literasi informasi juga membantu orang melindungi diri dari hoaks dan disinformasi serta membantu mereka menjadi bagian aktif dari masyarakat yang didorong oleh informasi. Akibatnya, penting bagi masyarakat untuk memiliki keterampilan literasi yang kuat di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi agar mereka dapat menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh dunia yang semakin terhubung ini. Literasi, menurut Rakib (Wahyuni et al. , 2. , adalah kemampuan untuk memahami, menalar, mengakses, dan menggunakan informasi dengan bijak melalui berbagai tindakan, seperti membaca, menyimak, melihat, berbicara, dan sebagainya. Karena literasi termasuk dalam aktivitas sehari-hari manusia, memahami informasi sangat penting. Tujuan dari Gerakan Literasi Nasional (GLN) Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi adalah untuk meningkatkan literasi masyarakat melalui tiga elemen pendidikan: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Program ini dimulai pada tahun 2016 dan terdiri dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi Keluarga, dan Gerakan Literasi Masyarakat. "Gerakan Nasional Literasi Bangsa (GNLB)" adalah kampanye literasi nasional yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ini dibuat sesuai dengan Permendikbud No. 23 Tahun 2015 membangun program unggulan yang disebut "Gerakan Nasional Literasi Bangsa (GLB)", yang bertujuan untuk meningkatkan moral dan karakter melalui membaca dan menulis, atau "budaya literasi" . Budaya literasi harus segera ditanamkan pada anak-anak karena memengaruhi pembelajaran. Apabila seorang anak menyukai membaca sejak kecil, diharapkan minat tersebut akan bertahan sampai dewasa. Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kemendikbudristek, belum diterapkan di semua sekolah. Ketidaksesuaian dalam pelaksanaannya disebabkan oleh sejumlah variabel, termasuk kondisi sekolah, fasilitas penunjang, dan jumlah siswa. Oleh karena itu, sekolah harus memperbarui program literasi mereka dengan mempertimbangkan kekuatan sekolah dan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, buda sebelum pelajaran dimulai kegiatan literasi atau membaca buku bacaan dilakukan di SD Negeri 1 Labuhan Ratu selama lima belas Sesuai dengan rencana literasi sekolah, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan literasi siswa. Salah satu upaya peningkatan itu bisa melalui majalah dinding. Menurut Santoso (Supriyadi et al. majalah dinding adalah media komunikasi massa tulis paling sederhana yang disajikan di dinding sekolah. Majalah dinding sangat penting di sekolah Nani Angraini. Ulul Azmi Muhammad. Putut Wisnu Kurniawan. Ira Dwi Abrina. Viona Amalia Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 179- 184 keterampilan, dan sikap siswa. Mading dinding atau majalah dinding adalah salah satu alat atau media yang dapat digunakan siswa untuk menyalurkan minat, bakat, kretivitas, dan inovasi mereka dalam kegiatan tulismenulis di sekolah, seperti yang dinyatakan oleh Nasir . Mading mengandung elemen literasi yang tersedia dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, seperti penulisan berita, opini, artikel, resensi buku, cerpen, dan sebagainya. Sejalan dengan hal tersebut. Nurhayati . menyatakan bahwa peran menulis sangat penting dalam pembelajaran tingkat dasar hingga tingkat tinggi, meskipun menulis tetap menjadi keterampilan bahasa yang paling sulit menyimak, dan berbicara. Untuk mengetahui tingkat literasi siswa di SD N 1 Labuhan Ratu, minat baca mereka disurvei di setiap jenjang Hasil yang diperoleh dari wawancara yang dilakukan, nampak bahwa masih kurangnya pemusatan perhatian, motivasi membaca serta usaha membaca pada setiap jenjang kelas. Hasil wawancara tersebut menunjukan bahwa rata-rata tingkat literasi siswa jenjang kelas 1 sampai kelas 6 masih dalam kategori rendah. Solusi terhadap masalah tersebut adalah dengan majalah dinding. Majalah dinding merupakan media komunikasi massa tulis paling sederhana yang penyajiannya dipampang di dinding Peran majalah dinding dalam sekolah sangat penting karena mampu pengetahuan, keterampilan, sikap peserta Selain itu, majalah dinding juga sebagai bentuk dalam implementasi kegiatan literasi yang ada di sekolah. Majalah dinding juga berfungsi sebagai cara untuk melaksanakan kegiatan literasi yang sudah ada di sekolah. Oleh karena itu, pelatihan ini akan membahas upaya TIM PKM dari STKIP PGRI Bandar Lampung untuk meningkatkan literasi siswa melalui program kerja majalah dinding atau mading sekolah. METODE Metode ini memiliki tujuan untuk mengatasi masalah. Pelatihan Peningkatan Literasi Melalui Media Majalah Dinding (Madin. pada Siswa SD Negeri 1 Labuhan Ratu meningkatkan literasi melalui majalah dinding yang dilaksanakan pada bulan September tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung selama 1 hari, dimulai pukul 00 sampai dengan 15. 00 dengan waktu 30 sampai dengan 13. Peserta kegiatan ini adalah siswa SD Negeri 1 Labuhan Ratu. Persiapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Adapun kegiatan-kegiatan yang pengabdian kepada masyarakat, yaitu: Melakukan studi pustaka tentang literasi melalui Mading. Menentukan waktu pelaksanaan dan bersama-sama tim pelaksana. Mengirim surat kepada kepala Sekolah SD Negeri 1 Labuhan Ratu terkait dengan kesediaannya untuk mengikuti pelatihan. Kesepakatan bersama dengan mitra tentang pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Rencana kegiatan pelatihan akan dimulai dari pukul 08. 00 hingga 15. dengan susunan acara: Registrasi Peserta Pembukaan perwakilah salah satu Kepala Sekolah SD Negeri 1 Labuhan Ratu selaku tuan rumah dan Ketua TIM Pengabdian Kepada Masyarakat Nani Angraini. Pd. Penyampaian Materi Pelatihan Peningkatan Literasi Melalui Media Majalah Dinding (Madin. Pada Siswa SD Negeri 1 Labuhan Ratu Materi Pertama disampaikan Oleh Nani Angraini. Pd. Materi Kedua disampaikan Oleh Bapak Ulul Azmi Muhammad. Pd. Materi Ketiga disampaikan oleh Bapak Putut Wisnu K. Pd. Pd. Refleksi dan Evaluasi dipandu oleh TIM Pelaksana. Kesan dan Pesan peserta kegiatan dan TIM Pelaksana. Penutupan oleh Kepala SD Negeri 1 Labuhan Ratu selaku Tuan Rumah HASIL DAN PEMBAHASAN Literasi adalah kemampuan setiap orang untuk mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup (Faizah et al. , 2. Literasi membantu mengenal, memahami, dan menerapkan pengetahuan yang mereka pelajari di sekolah. Ini berarti bahwa siswa harus belajar membaca sejak kecil karena keterampilan membaca sangat penting untuk kehidupan. Salah satu masalah utama di SD Negeri 1 Labuhan Ratu adalah rendahnya tingkat literasi siswa. Oleh karena itu, untuk mengetahui tingkat literasi siswa, dilakukan wawancara tentang minat baca siswa di setiap jenjang kelas. Hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa di memperhatikan dan mencoba membaca. Dengan adanya sosialisasi kepada masyarakat disampaikan di sekolah yakni dengan beberapa metode seperti ceramah, motivasi, dan Tanya jawab. Adapun respon guru sangatlah baik. Mereka menyambut dengan senang program ini karena kegiatan ini sangat bermanfaat terutama dalam membantu siswa dalam Tim menyampaikan motivasi agar anak- anak mempergunakan waktu sebaik mungkin. Dan juga disampaikan akan pentingnya anak-anak literasi yaitu ketrampilan membaca dan Sebagaimana pendapat Suragangga. N . yang menyatakan bahwa dibiasakan mulai sejak dini karena meningkatkan kemampuan seseorang untuk memahami berbagai konsep dengan Salah pengabdian ini adalah adanya pelatihan Pada disampaikan tentang materi teknik membaca dan menulis. Anak-anak diberikan pengetahuan tentang teknik membaca permulaan, membaca cepat, menulis kalimat, menulis sesuai ejaan yang berlaku (EYD) dan seterusnya. Materi tentang literasi juga disampaikan oleh anggota tim pengabdian yaitu Nani Angraini. Pd. Ulul Azmi Muhammad. Pd. Pd. Dan Putut Wisnu K. Pd. Pd. Anak-anak sangat antusias pada pelatihan tersebut. Literasi yang digalakkan pada pengabdian ini berbasis kontekstual. Jadi bacaan dan menulis melalui karangan pendek bertemakan tentang daerah tempat tinggal masing-masing. Karena seringnya anak-anak memanfaatkan event ini untuk aktivitas mereka. Maka dalam melatih literasi, hal ini membuat anak-anak semakin tertarik baik untuk membaca maupun menulis. Harapannya dapat memberikan kesadaran kepada anak-anak akan pentingnya literasi sehingga dapat mensukseskan Gerakan Literasi Bangsa (GLB). Salah meningkatkan literasi mereka adalah membuat program kerja majalah dinding yang disebut Mading. Majalah ini dibuat oleh siswa dari kelas satu hingga kelas Mading di sekolah dapat berfungsi sebagai media atau wadah untuk meningkatkan keterampilan berekspresi siswa dan memberikan saran informasi, menurut Jayanti et al. 4: . Nani Angraini. Ulul Azmi Muhammad. Putut Wisnu Kurniawan. Ira Dwi Abrina. Viona Amalia Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 179- 184 Saat kegiatan siswa juga diberikan lembar kerja terkait literasi saat Seperti terhadap bacaan terkait kearifan lokal, menulis kalimat pendek dari sebuah gambar, dan bahkan sampai dengan membuat karangan deskripsi. Seperti pendahuluan, bahwa anak-anak masih memiliki kemampuan literasi yang Kemampuan memahami bacaan masih kurang, menulis kalimat masih belum baik. Saat pembuatan mading dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan siswa yaitu Mading yang menyajikan bacaan yang jelas, lengkap dan mudah dipahami serta mampu meningkatkan kegiatan literasi dan pendidikan karakter serta menambah pengetahuan siswa. Alasan membuat mading selain menjadi motivasi dalam membuat karya juga menjadi wadah bagi siswa untuk menggali dan mengeksplor kemampuan literasi siswa. Dalam dilaksanakan dengan strategi sebagai Pertama. TIM PKM bersama Guru mendampingi siswa dari kelas 1 sampai 6 untuk menentukan apa saja tema yang akan diinformasikan di mading. Langkah ke dua yakni para siswa di ajak untuk membaca buku, membaca majalah, membaca koran dan mencari informasi di internet untuk mendorong mereka menentukan ide atau gagasan apa saja yang akan di tuangkan dalam karya yang pembuatan mading. Karya siswa bisa berupa artikel, opini, puisi, pantun maupun gambar. Langkah yang ketiga yakni setelah para siswa menemukan ide atau gagasan yang akan dituangkan dalam karya, selanjutnya para siswa berdiskusi bersama kelompoknya untuk menentukan konsep dan menyetorkan karya mereka masingmasing. Langkah yang ke empat adalah tiap kelompok mulai menyusun mading mulai dari memasang puisi, pantun, artikel yang telah mereka buat. menempelkan gambar yang telah mereka menambahkan hiasan berupa pewarnaan, lukisan hiasan tangan dan Langkah yang terakhir yakni memasang mading yang telah selesai dibuat di papan mading yang telah disediakan untuk dipamerkan dan di baca seluruh warga sekolah. Papan mading di tempatkan di depan perpustakaan, lokasi tersebut sangat strategis untuk dikunjugi. Setelah mading dipajang Tim PKM menyarankan sekolah untuk mulai melakukan keberlanjutannya dengan rutin mengajak para siswa membuat mading menghasilkan pembiasaan bagi siswa untuk selalu menulis dan membaca. Dari hasil observasi yang telah dilakukan menunjukan bahwa dengan adanya pembuatan majalah dinding . cukup meningatkan literasi atau minat baca siswa-siswi di SD Negeri 1 Labuhan Ratu, hal tersebut didadasari siswa-siswi mengunjungi papan mading untuk membaca ataupun sekedar melihat mading yang sudah terpanjang. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah ketertarikan siswa-siswi dengan tema mereka ditulis dengan sekreasi mungkin dan disertai dengan gambar-gambar yang Faktor keterlibatan siswa dalam pembuatan mading serta menggali ide sesuai dengan pengalaman mereka untuk dituangkan dalam sebuah ide dan dikerjakan oleh siswa-siswi secara berkelompok dengan pemikiran mereka sendiri. Selain itu rasa bangga pada karya yang telah dibuat juga menjadi pendorong para siswa sering meningkatnya literasi siswa di SD Negeri 1 Labuhan Ratu melalui mading, juga dapat dilihat berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kembali di setiap jenjang Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan setelah terlaksana PKM. Pelatihan Peningkatan Literasi Melalui Media Majalah Dinding (Madin. Pada Siswa SD Negeri 1 Labuhan Ratu pembuatan mading berlangsung tampak bahwa minat baca pada komponen Rata-rata motivasi membaca pada jenjang kelas 1 sampai 6 meningkat dari yang awalnya rendah menjadi sedang dan tinggi. Rata-rata usaha menulis juga mengalami peningkatan, begitu pula dengan usaha membaca. Ketiganya dalam kategori cukup baik. Hal ini sejalan dengan pengamatan selama proses pelaksanaan mading kelas yang telah terlaksana dan para siswa sudah mulai mengunjungi papan mading walaupun hanya sekedar melihat-lihat. SIMPULAN Dari hasil kegiatan ini dapat disimpulkan, jika mading . ajalah dindin. dapat meningkatkan literasi serta minat baca siswa di SD Negeri 1 Labuhan Ratu. Pembuatan mading yang dikelola dengan baik menjadikan para siswa memiliki wadah yang tepat untuk mengembangkan keterampilan literasi Keterampilan literasi yang dapat dikembangkan melalui mading meliputi kemampuan membaca dan menulis. Pengelolaan mading yang berkelanjutan akan menghasilkan pembiasaan bagi siswa untuk selalu menulis dan membaca. Pembiasaan ini juga meningkatkan kreativitas pada siswa. Hasil kegiatan diperoleh informasi bahwa siswa di SD Negeri 1 Labuhan Ratu memberikan respon yang baik terhadap kegiatan ini. Kegiatan yang telah dilakukan yakni pemberian materi tentang literasi baik membaca maupun menulis. Dengan demikian didapatkan hasil kemajuan ini dibuat telah mencapai 70% dari target yang akan dicapai, siswa di SD Negeri 1 Labuhan Ratu sekitar memberi respon yang baik pada kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA