HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL ANAK MELALUI PROGRAM LES PRIVAT KOMPUTER DI DESA HILIZIHONO Agung Prasetya Putra Sarumaha1 . Christ Mesti Dame Sihura2. Haogozatulo Buulolo3,Imel Kanis Wau4. Kei Santrisca Manao5. Putri Ceriani Halawa6. Senidar Ndruru7. Testan Ayu Duha8. Wilson Sihura9. Yohanes Rifaldo Laia10. Yoseph Edision Gowasa11. Melkana Damanik12. Hasaziduhu Moho13 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12 Pemerintahan Desa Hilizihono. Kecamatan Fanayama. Kabupaten Nias Selatan Universitas Nias Raya (Sarumahaagung4@gmail. com christmesti7@gmail. com2, haogozatulo15@gmaiil. imelkanis@gmail. com4, santrisca@gmail. com5, putriceriani582@gmail. Senidar ndruru9@gmail. com7, testanayuduha@gmail. com8, wilsonsihura18@gmail. yohanesrifaldo@gmail. com10, yosephgowasa57@gmail. melkanadamanik4@gmail. com12 , mohohasaziduhu@gmail. Abstrak Artikel ini membahas implementasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berupa les privat komputer sebagai upaya meningkatkan literasi digital anak-anak di Desa Hilizihono. Di era digital saat ini, kemampuan literasi digital menjadi sangat penting bagi anak-anak sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Namun, keterbatasan akses dan pengetahuan teknologi di daerah pedesaan menjadi kendala utama. Melalui program pengabdian masyarakat ini, mahasiswa KKN memberikan pelatihan dasar komputer kepada anak-anak Desa Hilizihono dengan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Hasil implementasi program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dasar komputer, kemampuan pengoperasian perangkat lunak, serta kesadaran akan etika dan keamanan digital. Meskipun dihadapkan pada beberapa tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan perangkat, program ini berhasil memberikan dampak positif bagi masyarakat desa. Artikel ini merekomendasikan pentingnya keberlanjutan program serupa serta kolaborasi multi-pihak untuk peningkatan literasi digital secara menyeluruh di Kata Kunci: Literasi digital. KKN, les privat computer. Desa Hilizihono. Pengabdian masyarakat Abstract This article discusses the implementation of the Community Service Program (KKN) in the form of private computer tutoring as an effort to improve the digital literacy of children in Hilizihono Village. In today's digital era, digital literacy skills are crucial for children to prepare them for future Copyright . Agung Prasetya Putra Sarumaha. Christ Mesti Dame Sihura. Haogozatulo Buulolo,Imel Kanis Wau. Kei Santrisca Manao. Putri Ceriani Halawa. Senidar Ndruru. Testan Ayu Duha. Wilson Sihura. Yohanes Rifaldo Laia. Yoseph Edision Gowasa. Melkana Damanik. Hasaziduhu Moho. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya However, limited access to and knowledge of technology in rural areas is a major obstacle. Through this community service program. KKN students provided basic computer training to children in Hilizihono Village using interactive and fun learning methods. The program's implementation results showed significant improvements in basic computer understanding, software operation skills, and awareness of digital ethics and security. Despite facing several challenges such as limited infrastructure and devices, this program successfully had a positive impact on the village This article recommends the importance of continuing similar programs and multistakeholder collaboration to improve digital literacy comprehensively in rural areas. Keywords: Digital literacy. KKN, private computer lessons. Hilizihono Village. Community service Pendahuluan semakin memprihatinkan ketika melihat Di era digital saat ini, kemampuan kesenjangan digital antara perkotaan dan teknologi informasi dan komunikasi telah pedesaan yang masih cukup signifikan. Desa Hilizihono, yang terletak di salah kehidupan sehari-hari. Transformasi digital yang terjadi di berbagai sektor kehidupan menuntut setiap individu, termasuk anak- anak, untuk memiliki literasi digital yang dalam literasi digital. Dengan mayoritas Literasi digital tidak hanya penduduknya bekerja sebagai petani dan memiliki latar belakang pendidikan yang perangkat komputer, tetapi juga mencakup relatif rendah, akses terhadap teknologi pemahaman tentang cara kerja internet. Sumatera, nyata dari penggunaannya masih Anak-anak di desa ini umumnya hanya perangkat komputer, bahkan banyak di Indonesia, menjadi perhatian serius mengingat masih membuat konten digital secara bertanggung mengoperasikan komputer sama sekali. banyaknya masyarakat, terutama di daerah Kondisi pedesaan, yang memiliki akses terbatas minimnya fasilitas pendidikan teknologi di terhadap teknologi digital dan pendidikan sekolah setempat dan kurangnya akses terhadap internet yang stabil. Akibatnya. Informatika Republik Indonesia mencatat anak-anak di Desa Hilizihono berpotensi bahwa tingkat literasi digital nasional pada mengalami kesulitan dalam menghadapi tahun 2021 masih berada di angka 3,49 dari tuntutan pendidikan dan karir di masa skala 5, yang menunjukkan bahwa masih depan yang semakin berorientasi digital. ada ruang untuk perbaikan. Kondisi ini Selain itu, ketidaktahuan tentang etika dan Kementerian Komunikasi Copyright . Agung Prasetya Putra Sarumaha. Christ Mesti Dame Sihura. Haogozatulo Buulolo,Imel Kanis Wau. Kei Santrisca Manao. Putri Ceriani Halawa. Senidar Ndruru. Testan Ayu Duha. Wilson Sihura. Yohanes Rifaldo Laia. Yoseph Edision Gowasa. Melkana Damanik. Hasaziduhu Moho. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya keamanan digital juga membuat mereka Dengan memahami kerangka teori ini, rentan terhadap risiko di dunia maya, program les privat komputer di Desa Hilizihono dirancang tidak hanya untuk siber, dan paparan konten yang tidak sesuai. mengajarkan keterampilan teknis, tetapi Melihat kondisi ini, program les privat juga untuk mengembangkan pemahaman komputer di Desa Hilizihono dirancang yang lebih komprehensif tentang dunia sebagai solusi untuk meningkatkan literasi Program ini diharapkan dapat digital anak-anak di desa tersebut. Program meningkatkan literasi digital anak-anak di pengetahuan dan keterampilan dasar dalam desa tersebut, sekaligus menjadi model menggunakan komputer serta memahami untuk program serupa di daerah pedesaan dunia digital secara bertanggung jawab. Melalui program ini, diharapkan anak-anak Desa Hilizihono dapat memiliki bekal yang Metode Pelaksanaan cukup untuk menghadapi era digital. Metode pelaksanaan kegiatan program sehingga mereka tidak hanya menjadi les privat computer di desa hilizihono konsumen teknologi, tetapi juga mampu melalui beberapa tahap: menjadi produsen konten digital yang Persiapan Program kreatif dan inovatif. Pada persiapan kegiatan program les Program les privat komputer ini privat di lingkungan hilizihono didasarkan pada kerangka teori literasi mahasiswa KKN melakukan survei atau digital yang dikembangkan oleh para ahli. obsevasi di beberapa lokasi termasuk di Menurut Gilster . , literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan kemampuan terhadap anak yang di desa menggunakan informasi dalam berbagai tersebut dalam mengoperasikan computer dan memahami apa yang menjadi bagian- disajikan melalui komputer. Sementara itu, bagian dalam perangakt tersebut. Bawden . memperluas konsep ini Pelaksanaan Program dengan menambahkan aspek pengetahuan Setelah kami lalui tahap persiapan tentang bagaimana teknologi digital bekerja baik bahan dan alat telah di persiapkan dan setelah nya memberikan infomasi kepada Selain Eshet-Alkalai . masyarakat melalui pengumuman dan surat mengidentifikasi lima keterampilan utama edaran kepada masyarakat bahwa kegiatan dalam literasi digital, yaitu: . pemikiran atau program yang dilaksanakan akan foto-visual, . reproduksi, . branching, . informasi, dan . socio-emotional literacy. berada di lokasi KKN KKN Copyright . Agung Prasetya Putra Sarumaha. Christ Mesti Dame Sihura. Haogozatulo Buulolo,Imel Kanis Wau. Kei Santrisca Manao. Putri Ceriani Halawa. Senidar Ndruru. Testan Ayu Duha. Wilson Sihura. Yohanes Rifaldo Laia. Yoseph Edision Gowasa. Melkana Damanik. Hasaziduhu Moho. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Gambar. Peserta Les Privat Gambar. Kegiatan Setelah sosialisasi kepada anak-anak Dan anak-anak Hasil Kegiatan dan Pembahasan masyarakat di desa tersebut mengikuti Hasil privat tersebut dan bahan-bahan ajaran Hasil dari terlaksananya kegiatan ini yang di berikan sesuai dengan apa yang anak-anak sudah dapat memahami apa telah di kuasai oleh para pemateri. yang menjadi bagian-bagian dari perangkat- Gambar. Siswa Yang Belajar Privat perangkat dalam computer dan dapat mengoperasikan computer tersebut 1 Anak-anak bagian-bagian dari computer tersebut 2 Anak-anak memberikan pemahaman kepada anak terkait dari pengoperasian tersebut dan menjadikan anak-anak memahami apa itu computer. Pelaksanan Sosialisasi 3 Analisis Setelah di laksanakan nya program sesudah program menunjukkan bahwa kepada masyarakat terutama kepada anak- intervensi melalui les privat komputer ini anak dan orang tua betapa pentingnya di berikan sosialisasi tersbebut kepada peserta digital anak-anak di Desa Hilizihono. privat computer untuk mengetahui apa Faktor keberhasilan program ini antara yang menjadi perangkat dalam kegiatan lain adalah pendekatan pembelajaran yang interaktif dan praktis, keterlibatan memahami dasar-dasar terlebih dahulu tutor yang kompeten dan sabar, serta kepada masyarakat. dukungan masyarakat dan pemerintah Agar Selain itu, penggunaan aula desa Copyright . Agung Prasetya Putra Sarumaha. Christ Mesti Dame Sihura. Haogozatulo Buulolo,Imel Kanis Wau. Kei Santrisca Manao. Putri Ceriani Halawa. Senidar Ndruru. Testan Ayu Duha. Wilson Sihura. Yohanes Rifaldo Laia. Yoseph Edision Gowasa. Melkana Damanik. Hasaziduhu Moho. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya dan ikon-ikon dasar di layar. Hal ini lokasinya yang strategis dan mudah merupakan langkah awal yang penting diakses oleh semua peserta. untuk memperkenalkan mereka pada Gambar. 4 Peserta Les Privat dunia digital. 3 Kemampuan Menggunakan Microsoft Word Peserta dapat membuat dokumen sederhana, mengetik paragraf, mengubah ukuran huruf menambahkan gambar, serta menyimpan hasil pekerjaan mereka. 4 Kemampuan Menggunakan Microsoft Excel Anak-anak mampu membuat tabel melakukan perhitungan dasar seperti 4 pemerintah sudah menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. memadai untuk mendukung kegiatan 5 Kemampuan Menggunakan Microsoft PowerPoint Anak-anak dapat membuat slide presentasi sederhana dengan teks dikembangkan tidak hanya untuk dan gambar, serta menambahkan animasi 5 anak-anak tetapi juga untuk remaja dan Hal ini menjadi pengalaman dewasa di desa untuk menciptakan baru yang menyenangkan bagi mereka. masyarakat yang benar-benar melek 6 Meningkatnya digital secara komprehensif. Kelima, tugas, seperti membuat dokumen atau Hal ini menumbuhkan rasa terhadap perkembangan peserta dan percaya diri sekaligus motivasi untuk masyarakat desa secara keseluruhan. belajar lebih lanjut. Adapun hasil positif dari kegiatan program Pengetahuan bangga ketika berhasil menyelesaikan dampak jangka panjang dari program ini 1 Peningkatan Motivasi Kepercayaan Diri Anak-anak merasa perlu adanya mekanisme monitoring dan Meskipun sederhana, keterampilan ini mempertimbangkan pengadaan fasilitas 7 Respon Dasar Masyarakat Orang memberikan apresiasi positif, karena Komputer 2 Anak-anak sudah mampu menyalakan dan mematikan komputer, menggunakan anak-anak Pemerintah keyboard, serta memahami fungsi mouse Copyright . Agung Prasetya Putra Sarumaha. Christ Mesti Dame Sihura. Haogozatulo Buulolo,Imel Kanis Wau. Kei Santrisca Manao. Putri Ceriani Halawa. Senidar Ndruru. Testan Ayu Duha. Wilson Sihura. Yohanes Rifaldo Laia. Yoseph Edision Gowasa. Melkana Damanik. Hasaziduhu Moho. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya dengan memberikan tempat dan fasilitas Hasil pre-test yang dilakukan terhadap 45 Pembahasan menunjukkan tingkat pengetahuan dan Kondisi Literasi Digital Anak di Desa keterampilan digital yang sangat rendah: Hilizihono Sebelum Program Privat . Sebanyak Komputer Berdasarkan . Hanya orang tua, guru sekolah dasar setempat, dan menggunakan aplikasi pengolah kata observasi langsung, diperoleh gambaran (Microsoft tentang kondisi literasi digital anak-anak di (PowerPoin. Desa Hilizihono Wor. Sebanyak 90% peserta tidak memiliki program les privat komputer. pengetahuan tentang internet dan cara Akses terhadap Perangkat Teknologi mencari informasi secara online. Hasil survei menunjukkan bahwa akses . Semua peserta . %) tidak memiliki anak-anak di Desa Hilizihono terhadap email pribadi. perangkat teknologi masih sangat terbatas. Sebanyak 95% peserta tidak memiliki Dari 75 anak yang disurvei: Hanya 12 anak . %) yang memiliki keamanan digital. komputer atau laptop di rumah. Rendahnya tingkat pengetahuan dan . Sebanyak 25 anak . ,3%) memiliki akses keterampilan digital ini sejalan dengan terhadap smartphone milik orang tua. Tidak ada anak yang memiliki tablet atau akses terhadap perangkat Selain itu, kurikulum sekolah perangkat digital pribadi lainnya. Desa Hilizihono . Sebanyak 38 anak . ,7%) tidak memiliki mengintegrasikan pembelajaran teknologi akses sama sekali terhadap perangkat informasi secara maksimal, sehingga anak- teknologi digital di rumah. anak tidak mendapatkan pembelajaran Keterbatasan akses ini disebabkan oleh formal tentang komputer dan teknologi beberapa faktor, seperti kondisi ekonomi masyarakat yang masih rendah, minimnya Persepsi Masyarakat terhadap Teknologi kesadaran akan pentingnya teknologi untuk Digital pendidikan, serta kurangnya infrastruktur Berdasarkan wawancara dengan orang pendukung seperti jaringan internet yang tua dan tokoh masyarakat, ditemukan stabil di desa. beberapa persepsi yang berkembang di Pengetahuan dan Keterampilan Digital Desa Hilizihono teknologi digital: Copyright . Agung Prasetya Putra Sarumaha. Christ Mesti Dame Sihura. Haogozatulo Buulolo,Imel Kanis Wau. Kei Santrisca Manao. Putri Ceriani Halawa. Senidar Ndruru. Testan Ayu Duha. Wilson Sihura. Yohanes Rifaldo Laia. Yoseph Edision Gowasa. Melkana Damanik. Hasaziduhu Moho. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya . Teknologi sebagai kebutuhan sekunder: Sebagian Program les privat komputer di Desa Hilizihono menganggap teknologi digital sebagai minggu dengan mengikuti rencana yang kebutuhan mewah yang tidak prioritas, telah disusun. Berikut adalah deskripsi implementasi program: Persiapan Sarana dan Prasarana pakaian, dan tempat tinggal. Salah satu tantangan terbesar dalam . Kekhawatiran terhadap dampak negatif: Banyak pelaksanaan program adalah ketersediaan sarana dan prasarana. Untuk mengatasi keterbatasan perangkat komputer di desa, dampak negatif bagi anak-anak, seperti tim KKN melakukan beberapa upaya: kecanduan game, mengurangi waktu . Meminjam perangkat dari sekolah: Tim belajar, atau terpapar konten yang tidak KKN bekerja sama dengan SD Negeri Hilizihono untuk meminjam 2 unit . Keterbatasan pengetahuan: Orang tua komputer yang ada di sekolah selama dan masyarakat umumnya memiliki pelaksanaan program. pengetahuan terbatas tentang teknologi . Membagi peserta dalam kelompok kecil: Dengan ketersediaan 12 unit komputer, anak-anak menggunakan teknologi secara bijak. Sebagian Hilizihono. Pembagian praktik langsung. Menyiapkan mendapatkan giliran yang cukup untuk bagi masa depan anak-anak. pentingnya literasi digital sebagai bekal Kondisi kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 anak . Minimnya kesadaran akan pentingnya Mengingat pemadaman listrik di desa, tim KKN Desa sebagai sumber daya listrik alternatif agar pembelajaran teknis tetapi juga melalui program tetap dapat berjalan. peningkatan kesadaran dan pemahaman Selain perangkat keras, tim KKN juga masyarakat tentang pentingnya teknologi menyiapkan perangkat lunak dan modul Implementasi Program Les Privat Komputer Untuk akses internet, tim KKN mengunduh berbagai sumber belajar dan Copyright . Agung Prasetya Putra Sarumaha. Christ Mesti Dame Sihura. Haogozatulo Buulolo,Imel Kanis Wau. Kei Santrisca Manao. Putri Ceriani Halawa. Senidar Ndruru. Testan Ayu Duha. Wilson Sihura. Yohanes Rifaldo Laia. Yoseph Edision Gowasa. Melkana Damanik. Hasaziduhu Moho. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya tutorial offline yang dapat diakses tanpa koneksi internet. Pendekatan ini meningkatkan motivasi Pelaksanaan Pembelajaran dan memberikan konteks nyata bagi Pembelajaran . Peer teaching: Anak-anak yang lebih cepat memahami materi diminta untuk Beberapa aktivitas yang dilakukan antara lain: mengalami kesulitan. Pendekatan ini . Pengoperasian Microsoft Word: Anak- tidak hanya membantu teman tetapi juga anak belajar mengetik, memformat teks, memperkuat pemahaman anak yang menyisipkan gambar, dan menyimpan teman-temannya . Pembelajaran . Membuat Setelah Beberapa aktivitas dirancang untuk dikerjakan mempelajari Microsoft Word, anak-anak kehidupan di desa mereka. kolaborasi dan komunikasi. Pengoperasian PowerPoint: Anak-anak . Pembelajaran Materi belajar membuat presentasi sederhana pembelajaran dikaitkan dengan konteks dengan beberapa slide, teks, dan gambar. kehidupan sehari-hari anak-anak di desa, . Presentasi Anak-anak sehingga lebih relevan dan bermakna. mempresentasikan hasil karya mereka di depan teman-teman sekelompok. Pengenalan Anak-anak . Pendampingan Setiap instruktur yang siap membantu anak- diperkenalkan dengan konsep internet, anak yang mengalami kesulitan. browser, dan mesin pencari. Keterlibatan Masyarakat . Pencarian informasi: Anak-anak belajar Untuk meningkatkan keberlanjutan mencari informasi tentang hewan atau program, tim KKN melibatkan masyarakat tanaman yang ada di sekitar desa mereka. Pendekatan Pembelajaran Selama pelaksanaan program, tim KKN . Pelibatan orang tua: Orang tua diundang untuk hadir pada sesi terakhir setiap minggu untuk melihat perkembangan efektivitas pembelajaran: anak-anak. Selain itu, tim KKN juga . Pembelajaran berbasis proyek: Setiap mengadakan pertemuan dengan orang kelompok mengerjakan proyek mini tua untuk membahas perkembangan anak dan memberikan tips tentang cara Copyright . Agung Prasetya Putra Sarumaha. Christ Mesti Dame Sihura. Haogozatulo Buulolo,Imel Kanis Wau. Kei Santrisca Manao. Putri Ceriani Halawa. Senidar Ndruru. Testan Ayu Duha. Wilson Sihura. Yohanes Rifaldo Laia. Yoseph Edision Gowasa. Melkana Damanik. Hasaziduhu Moho. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya . Studi Kasus: Anak membuat blog tentang teknologi di rumah. Pelibatan pemuda desa: Dua orang Ie Nias pemuda desa yang memiliki kemampuan keterampilan teknis. Data: pelatihan khusus agar dapat membantu dengan aktivitas ekonomi/kebudayaan KKN Penutup asisten instruktur. Mereka diberikan Kesimpulan . Kolaborasi dengan sekolah: Tim KKN Berdasarkan hasil pelaksanaan program, bekerja sama dengan guru SD Negeri Hilizihono komputer di Desa Hilizihono efektif dalam materi pembelajaran teknologi informasi meningkatkan literasi digital anak-anak. dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Program . Sosialisasi kepada masyarakat luas: Tim KKN mengadakan sosialisasi tentang peserta, mengubah sikap terhadap teknologi digital, serta menciptakan dampak positif masyarakat luas melalui pertemuan di Kendala balai desa dan siaran radio desa. dihadapi selama pelaksanaan dapat diatasi Faktor Keberhasilan Program: Sinergi dengan modifikasi metode pembelajaran Pendekatan Teknis dan Sosial dan pendekatan yang lebih kontekstual. Relevansi Kurikulum Kontekstual Program Untuk pengembangan program serupa di tempat lain, disarankan untuk melakukan dirancang berbasis kebutuhan lokal dan keterbatasan infrastruktur: melibatkan masyarakat secara aktif, dan . Dampak: 65% peserta mampu mengolah data-data, meningkatkan efisiensi usaha yang memadai. Bagi pemerintah daerah, . Teori Pendukung: Contextual Learning Theory (Johnson, anggaran khusus untuk peningkatan literasi digital di desa-desa serta menyediakan menekankan pembelajaran harus terkait fasilitas komputer dan internet yang dapat dengan pengalaman nyata peserta. diakses oleh masyarakat. Metode Pembelajaran Partisipatif Penelitian lebih lanjut disarankan untuk Pendekatan peer teaching dan proyek berbasis budaya lokal menjadi kunci: program ini terhadap prestasi akademik dan Copyright . Agung Prasetya Putra Sarumaha. Christ Mesti Dame Sihura. Haogozatulo Buulolo,Imel Kanis Wau. Kei Santrisca Manao. Putri Ceriani Halawa. Senidar Ndruru. Testan Ayu Duha. Wilson Sihura. Yohanes Rifaldo Laia. Yoseph Edision Gowasa. Melkana Damanik. Hasaziduhu Moho. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Libatkan orang tua dalam co-design kurikulum melalui workshop "Digital literasi digital yang lebih sesuai dengan Parenting" konteks pedesaan. Dengan dukungan yang negatif tentang teknologi. Adopsi metode memadai dari berbagai pihak, program train the trainer dengan membentuk "Tim seperti ini dapat menjadi solusi efektif Pemuda Digital" dari kalangan remaja dalam mengurangi kesenjangan digital di desa yang akan menjadi instruktur Indonesia. Integrasikan konteks lokal Program Les Privat Komputer di Desa dalam materi: contoh praktik pengolahan Hilizihono telah berhasil meningkatkan data (Exce. untuk catatan hasil panen, literasi digital anak-anak, terutama pada atau pembuatan blog tentang potensi desa . erajinan, pertania. SMP. Mereka memahami dasar penggunaan komputer Strategi Pembelajaran Inklusi Terapkan gender-responsive perkantoran sederhana. Kegiatan ini juga approach: alokasikan kuota minimal berdampak pada meningkatnya motivasi 50% peserta perempuan dan desain belajar, rasa percaya diri, dan dukungan materi yang menarik bagi mereka . isal: desain grafis untuk batik Saran Persiapan Sumber Daya yang Holistik Kembangkan sistem buddy system Lakukan need assessment mendalam 3 untuk anak-anak dengan kemampuan bulan sebelum pelaksanaan untuk heterogen, di mana anak cepat belajar mengidentifikasi kebutuhan spesifik berpasangan dengan anak lambat. umlah anak, ketersediaan listrik. Gunakan minat masyaraka. poin/reward digital . ertifikat digital. Galang donasi perangkat tidak hanya badg. untuk setiap milestone yang laptop, tetapi juga modem portable dan power bank untuk mengatasi Daftar Pustaka