AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 C-ISSN 2528-2697 Human Resource Management through the Teacher Inspiration Program at MAN 1 Nagan Raya. Aceh Rofi Wahyuni1 1 Universitas KH Abdul Chalim Email: rofiwahyunielfian26@gmail. ABSTRACT Human resource management is one of the key factors in improving educational quality through the development of teachers' competence and professionalism. This study aims to analyze the implementation of human resource management through the Teacher Inspiration Program and evaluate its impact on improving teachers' competence and performance at MAN 1 Nagan Raya. Aceh. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observations, in-depth interviews with the principal, vice principal, program coordinator, and teachers, as well as document analysis. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that human resource management within the Teacher Inspiration Program has been implemented systematically through the stages of planning, organizing, implementation, and evaluation. The program has enhanced teachers' participation in professional development activities, strengthened a collaborative work culture, and improved pedagogical, professional, and social competencies, as well as creativity in the teaching and learning process. Furthermore, the program has positively influenced teachers' work motivation, discipline, and commitment to improving the quality of educational services. This study concludes that the Teacher Inspiration Program is an effective human resource management strategy for promoting teachers' professional development and improving educational quality at MAN 1 Nagan Raya. Aceh. The findings are expected to serve as a reference for other Islamic schools in implementing similar school-based teacher development programs. Keywords: human resource management. Teacher Inspiration Program. teacher competence. professional development. Islamic school. Rofi Wahyuni Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A Manajemen Sumber Daya Manusia melalui Program Inspirasi Guru di MAN 1 Nagan Raya Aceh Rofi Wahyuni1 1 Universitas KH Abdul Chalim Email: rofiwahyunielfian26@gmail. ABSTRAK Manajemen sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan kompetensi dan profesionalisme Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan manajemen sumber daya manusia melalui Program Inspirasi Guru serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja guru di MAN 1 Nagan Raya Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, wakil kepala madrasah, koordinator program, dan guru, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sumber daya manusia dalam Program Inspirasi Guru telah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis. Program ini mampu meningkatkan keterlibatan guru dalam kegiatan pengembangan profesional, memperkuat budaya kolaboratif, serta mendorong peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kreativitas dalam proses pembelajaran. Selain itu, program memberikan dampak positif terhadap motivasi kerja, disiplin, dan komitmen guru dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di madrasah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Inspirasi Guru merupakan strategi manajemen sumber daya manusia yang efektif dalam mendukung pengembangan profesional guru dan peningkatan mutu pendidikan di MAN 1 Nagan Raya Aceh. Temuan penelitian diharapkan menjadi rujukan bagi madrasah lain dalam mengembangkan program peningkatan kapasitas guru berbasis sekolah. Kata Kunci: manajemen sumber daya manusia. Program Inspirasi Guru, kompetensi guru, pengembangan profesional, madrasah. PENDAHULUAN Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu agenda penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Keberhasilan suatu lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana maupun kurikulum yang diterapkan, tetapi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia, terutama AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A guru sebagai pelaksana utama proses pembelajaran. Guru memegang menanamkan nilai-nilai karakter, serta mewujudkan tujuan pendidikan Oleh sebab itu, pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dalam lembaga pendidikan harus dilakukan secara profesional, sistematis, dan berkelanjutan agar mampu menghasilkan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi, integritas, dan komitmen tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan (Hasibuan, 2019. Mulyasa, 2. Dalam perspektif manajemen pendidikan, sumber daya manusia merupakan aset paling berharga yang menentukan keberhasilan organisasi Pengelolaan SDM tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, seperti penempatan dan pembagian tugas, tetapi juga mencakup pembinaan, pengembangan kompetensi, peningkatan motivasi kerja, serta evaluasi terhadap kinerja tenaga pendidik. Menurut Kompri mengembangkan seluruh potensi sumber daya manusia melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan secara Dengan demikian, kualitas pendidikan akan meningkat apabila lembaga mampu mengelola guru secara profesional sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan zaman. Madrasah Islam tantangan yang semakin kompleks seiring dengan perubahan kebijakan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap mutu layanan pendidikan. Kondisi tersebut mengharuskan setiap madrasah melakukan berbagai profesionalisme, kreativitas, dan produktivitas tenaga pendidik. Sagala AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A . menjelaskan bahwa guru profesional tidak hanya dituntut menguasai kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan serta terus mengembangkan diri melalui kegiatan pembelajaran berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilan suatu madrasah sangat ditentukan oleh efektivitas manajemen sumber daya manusia yang diterapkan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas guru adalah melalui program pengembangan kapasitas berbasis Program semacam ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelatihan, tetapi juga menjadi media pembentukan budaya kerja, kolaborasi, dan inovasi di lingkungan madrasah. Mulyasa . menegaskan bahwa pengembangan profesional guru perlu dilakukan secara berkesinambungan melalui kegiatan yang mampu membangun motivasi, kreativitas, serta komitmen guru dalam meningkatkan kualitas Dengan adanya program pengembangan internal, guru tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga memiliki ruang untuk berbagi pengalaman, memperbaiki praktik pembelajaran, dan memperkuat kerja sama antartenaga pendidik. Berangkat dari kebutuhan tersebut. MAN 1 Nagan Raya Aceh mengembangkan Program Inspirasi Guru sebagai salah satu strategi pengelolaan sumber daya manusia. Program ini dipandang sebagai inovasi yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekaligus membangun budaya kerja yang lebih produktif dan kolaboratif. Program Inspirasi Guru tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan mengajar, tetapi komunikasi profesional, menumbuhkan kreativitas, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi seluruh warga madrasah. Dengan demikian, program ini menjadi bagian penting dari upaya pengembangan AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A sumber daya manusia berbasis peningkatan mutu internal . nternal school Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini mengangkat judul Manajemen Sumber Daya Manusia melalui Program Inspirasi Guru di MAN 1 Nagan Raya Aceh. Penelitian difokuskan pada pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dalam lingkungan pendidikan dengan penekanan pada efektivitas Program Inspirasi Guru sebagai strategi inovatif dalam meningkatkan kualitas guru. Pentingnya penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk mengetahui sejauh mana implementasi program mampu mengoptimalkan potensi guru sebagai aset utama lembaga pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan mengungkap dinamika pelaksanaan manajemen SDM berbasis pengembangan sekolah dari dalam . nternal school improvemen. sehingga dapat memberikan gambaran mengenai keterkaitan antara teori manajemen pendidikan dengan praktik pengelolaan guru di lapangan. Fokus penelitian diarahkan pada dua aspek utama yang saling Pertama, menganalisis bagaimana pelaksanaan manajemen sumber daya manusia melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi dalam Program Inspirasi Guru di MAN 1 Nagan Raya Aceh. Kedua, menganalisis dampak program tersebut terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja guru, baik dari aspek pedagogik, profesional, maupun sosial. Kedua fokus tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai proses manajerial sekaligus hasil yang diperoleh setelah program dijalankan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mendeskripsikan mekanisme pelaksanaan program, tetapi juga mengevaluasi efektivitasnya sebagai model pengembangan sumber daya manusia di madrasah. Kajian ini AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A menjadi relevan mengingat banyak lembaga pendidikan Islam yang sedang berupaya meningkatkan mutu melalui penguatan kualitas guru sebagai faktor utama keberhasilan pendidikan (Wahjosumidjo, 2. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan manajemen sumber daya manusia melalui Program Inspirasi Guru serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan kualitas guru di MAN 1 Nagan Raya Aceh. Secara khusus, penelitian ini bertujuan memetakan strategi perencanaan dan implementasi program, mengidentifikasi keterlibatan mengevaluasi pengaruh program terhadap motivasi kerja, kreativitas, dan kompetensi guru. Tujuan tersebut dirumuskan agar penelitian mampu menjawab persoalan mengenai efektivitas inovasi manajemen SDM dalam meningkatkan mutu pendidikan. Selain memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu manajemen pendidikan, hasil penelitian ini juga diharapkan menjadi referensi praktis bagi madrasah lain yang ingin mengembangkan program serupa sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu lembaga. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus . ase stud. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang mendalam mengenai fenomena sosial berdasarkan pengalaman, persepsi, serta makna yang dibangun oleh para informan dalam konteks alamiah (Moleong, 2. Desain studi kasus digunakan karena penelitian berfokus pada satu lembaga pendidikan, yaitu MAN 1 Nagan Raya Aceh, yang memiliki karakteristik khusus dalam Program Inspirasi Guru pengembangan sumber daya manusia. Melalui pendekatan ini, peneliti AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A pelaksanaan, evaluasi, serta dampak program terhadap peningkatan Dengan mendeskripsikan fakta empiris, tetapi juga menginterpretasikan makna yang terkandung dalam setiap proses pelaksanaan program sesuai dengan konteks madrasah (Yin, 2. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru pelaksana Program Inspirasi Guru, dan tenaga kependidikan yang terlibat dalam administrasi program. Penentuan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan informan secara sengaja berdasarkan pertimbangan bahwa mereka memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterlibatan langsung terhadap objek penelitian (Sugiyono, 2. Kepala madrasah dipilih karena memiliki kewenangan dalam merumuskan kebijakan dan mengawasi pelaksanaan program. Wakil kepala bidang kurikulum dipilih karena berperan dalam mengintegrasikan program dengan kegiatan Guru dipilih sebagai informan utama karena menjadi Program Inspirasi Guru, pelaksanaan program. Pemilihan informan tersebut diharapkan mampu manajemen sumber daya manusia di MAN 1 Nagan Raya Aceh. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik, yaitu wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Wawancara mendalam digunakan untuk memperoleh informasi mengenai proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta dampak Program Inspirasi Guru berdasarkan pengalaman dan pandangan para informan. Observasi AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A partisipatif dilakukan dengan mengamati secara langsung aktivitas guru selama pelaksanaan program sehingga peneliti dapat memahami situasi, interaksi, dan budaya kerja yang berkembang di lingkungan madrasah. Sementara itu, studi dokumentasi dilakukan terhadap berbagai dokumen seperti program kerja, notulen rapat, laporan kegiatan, foto kegiatan, dan dokumen evaluasi sebagai sumber data pendukung. Penggunaan ketiga teknik tersebut dimaksudkan untuk memperoleh data yang lebih lengkap dan mendalam, sekaligus memperkuat validitas temuan melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode (Sugiyono, 2023. Moleong. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model Miles. Huberman, dan Saldaya yang meliputi tiga tahapan utama, yaitu data condensation . ondensasi dat. , data display . enyajian dat. , dan conclusion drawing/verification . enarikan serta verifikasi kesimpula. (Miles et al. , 2. Tahap kondensasi data dilakukan dengan memilih, memfokuskan, mengelompokkan, dan menyederhanakan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya, data disajikan dalam bentuk uraian naratif dan matriks tematik sehingga memudahkan peneliti dalam mengidentifikasi hubungan antar kategori. Tahap akhir dilakukan melalui penarikan dan verifikasi kesimpulan secara berulang dengan membandingkan hasil analisis terhadap data lapangan dan kerangka teori yang digunakan. Proses analisis dilakukan secara terusmenerus sejak awal pengumpulan data hingga penelitian selesai sehingga menghasilkan temuan yang kredibel dan mampu menggambarkan secara mendalam implementasi manajemen sumber daya manusia melalui Program Inspirasi Guru di MAN 1 Nagan Raya Aceh. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A PEMBAHASAN Pelaksanaan Manajemen Sumber Daya Manusia melalui Program Inspirasi Guru di MAN 1 Nagan Raya Aceh Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen sumber daya manusia melalui Program Inspirasi Guru di MAN 1 Nagan Raya Aceh telah dilaksanakan secara sistematis dengan mengacu pada fungsi-fungsi . , pengorganisasian . , pelaksanaan . , dan pengawasan . Keempat fungsi tersebut saling berkaitan dalam membentuk sistem pengelolaan guru yang berorientasi pada peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan mutu pembelajaran di madrasah. Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Program Inspirasi Guru tidak hanya menjadi kegiatan pengembangan kompetensi, tetapi juga menjadi instrumen manajemen sumber daya manusia dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif dan berorientasi pada peningkatan mutu Tahap pertama yang ditemukan dalam penelitian adalah proses perencanaan program. Kepala madrasah bersama tim manajemen melakukan identifikasi kebutuhan guru melalui evaluasi pembelajaran, supervisi akademik, serta diskusi bersama seluruh tenaga pendidik. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar dalam menyusun tujuan, sasaran, indikator keberhasilan, jadwal kegiatan, serta bentuk pengembangan kompetensi yang akan dilaksanakan dalam Program Inspirasi Guru. Menariknya, proses perencanaan tidak dilakukan secara sepihak oleh pimpinan madrasah, tetapi melibatkan guru sebagai subjek utama program melalui forum musyawarah. Keterlibatan guru sejak tahap awal menghasilkan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan nyata di AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A lapangan sekaligus meningkatkan rasa memiliki . ense of ownershi. terhadap program yang dijalankan. Temuan sebagaimana dikemukakan oleh George R. Terry telah diterapkan secara Terry menjelaskan bahwa perencanaan merupakan proses menentukan tujuan serta langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapainya (Terry, 1. Dalam konteks pendidikan, perencanaan menjadi fondasi utama bagi keberhasilan seluruh proses manajemen karena menentukan arah pengembangan organisasi. Sejalan dengan pendapat tersebut. Mulyasa . menegaskan bahwa keberhasilan program peningkatan mutu pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan yang disusun berdasarkan kebutuhan riil sekolah. Dengan demikian, perencanaan Program Inspirasi Guru di MAN 1 Nagan Raya telah memenuhi prinsip partisipatif, sistematis, dan berbasis kebutuhan sehingga memiliki peluang besar untuk mencapai tujuan yang telah Tahap berikutnya adalah pengorganisasian program. Penelitian menemukan bahwa kepala madrasah membentuk struktur organisasi pelaksana yang terdiri atas koordinator program, guru senior, serta tenaga Masing-masing unsur memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas mulai dari penyusunan jadwal, koordinasi kegiatan, penyediaan sarana pendukung, hingga pelaporan hasil pelaksanaan program. Pembagian tugas tersebut mempermudah koordinasi antarpelaksana sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan apabila ditemukan kendala selama kegiatan berlangsung. Selain itu, kepala madrasah tetap menjalankan fungsi supervisi untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A Temuan ini menunjukkan bahwa fungsi organizing telah diterapkan secara efektif. Menurut Terry . , pengorganisasian merupakan proses membagi pekerjaan, menetapkan tanggung jawab, serta membangun hubungan kerja agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien. Pendapat tersebut diperkuat oleh Hasibuan . yang menyatakan bahwa pengorganisasian merupakan upaya menyusun struktur kerja sehingga setiap individu memahami tugas, wewenang, dan tanggung Dalam penelitian ini terlihat bahwa struktur organisasi yang jelas memberikan dampak positif terhadap kelancaran pelaksanaan Program Inspirasi Guru. Guru tidak mengalami kebingungan mengenai perannya, sedangkan koordinasi antarbagian berlangsung secara efektif sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan sesuai target. Selanjutnya, hasil penelitian memperlihatkan bahwa pelaksanaan program dilaksanakan melalui berbagai kegiatan seperti lokakarya . , diskusi kelompok, praktik pembelajaran, refleksi bersama, serta berbagi pengalaman antar guru. Pendekatan yang digunakan bersifat menyampaikan pengalaman, mendiskusikan permasalahan pembelajaran, serta memperoleh solusi dari rekan sejawat. Pola pembelajaran kolegial tersebut mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang lebih kreatif, sekaligus memperkuat budaya belajar di lingkungan madrasah. Guru tidak lagi menjadi peserta pasif, tetapi berperan aktif sebagai pembelajar sekaligus narasumber bagi guru lainnya. Pelaksanaan tersebut mencerminkan fungsi actuating, yaitu kemampuan manajemen dalam menggerakkan seluruh sumber daya organisasi agar bekerja secara optimal. Terry . menjelaskan bahwa keberhasilan suatu organisasi tidak hanya bergantung pada perencanaan AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A yang baik, tetapi juga pada kemampuan pemimpin dalam memotivasi dan Hasil memperlihatkan bahwa kepala madrasah berhasil menciptakan suasana kerja yang kondusif melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Temuan ini juga sejalan dengan pendapat Kompri . yang menyatakan bahwa pengembangan sumber daya manusia di sekolah akan berhasil apabila guru diberikan ruang untuk berpartisipasi, berkolaborasi, dan mengembangkan kreativitas secara berkelanjutan. Tahap terakhir adalah pengawasan dan evaluasi program. Berdasarkan hasil penelitian, evaluasi dilakukan secara berkala melalui forum refleksi setelah setiap kegiatan selesai dilaksanakan. Guru diberikan kesempatan menyampaikan pengalaman, manfaat yang diperoleh, hambatan yang dihadapi, serta rekomendasi perbaikan program pada periode berikutnya. Selain evaluasi lisan, madrasah juga melakukan peninjauan terhadap dokumen kegiatan, hasil supervisi pembelajaran, serta perkembangan kompetensi guru sebagai indikator keberhasilan Model evaluasi yang diterapkan bersifat partisipatif sehingga guru tidak hanya menjadi objek penilaian, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. Temuan tersebut memperlihatkan implementasi fungsi controlling sebagaimana dijelaskan oleh Terry . , yaitu proses memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Dalam konteks pendidikan, pengawasan bukan sekadar mencari kesalahan, tetapi merupakan proses pembinaan yang bertujuan meningkatkan kualitas kinerja guru secara berkelanjutan. Usman . menegaskan bahwa evaluasi dalam manajemen pendidikan harus menghasilkan umpan balik . yang dapat digunakan sebagai dasar perbaikan program. Oleh karena itu, evaluasi reflektif yang diterapkan dalam Program Inspirasi AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A Guru menjadi salah satu faktor penting yang menjaga keberlanjutan program sekaligus memperkuat budaya belajar organisasi di MAN 1 Nagan Raya Aceh. Secara keberhasilan Program Inspirasi Guru tidak terlepas dari penerapan fungsifungsi manajemen secara terpadu. Perencanaan yang partisipatif menghasilkan program yang sesuai kebutuhan guru, pengorganisasian yang jelas memperlancar koordinasi, pelaksanaan yang kolaboratif meningkatkan partisipasi guru, sedangkan evaluasi yang reflektif menjadi sarana perbaikan berkelanjutan. Temuan ini memperkuat pandangan Mulyasa . bahwa peningkatan mutu pendidikan hanya dapat dicapai apabila seluruh fungsi manajemen dilaksanakan secara konsisten dan Dengan demikian. Program Inspirasi Guru dapat dipandang sebagai praktik manajemen sumber daya manusia yang efektif dalam mendukung peningkatan kualitas guru serta penguatan budaya organisasi di lingkungan madrasah. Dampak Program Inspirasi Guru terhadap Kompetensi dan Kinerja Guru Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Inspirasi Guru di MAN 1 Nagan Raya Aceh memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja guru. Dampak tersebut terlihat dari meningkatnya motivasi kerja, kemampuan pedagogik, kompetensi sosial, serta budaya kolaboratif di lingkungan madrasah. Guru tidak lagi hanya menjalankan tugas sebagai pengajar, tetapi juga berperan sebagai pembelajar yang aktif melalui kegiatan berbagi pengalaman, diskusi profesional, dan refleksi bersama. Program ini mendorong guru untuk lebih kreatif dalam merancang pembelajaran, memanfaatkan media AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A pembelajaran yang inovatif, serta mengembangkan metode pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia melalui Program Inspirasi Guru telah berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di Peningkatan motivasi kerja guru merupakan salah satu temuan utama penelitian ini. Berdasarkan hasil wawancara, guru mengaku lebih bersemangat dalam melaksanakan tugas karena memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan dan menyampaikan gagasan secara terbuka. Keterlibatan aktif dalam setiap kegiatan program juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap kebijakan madrasah sehingga berdampak pada meningkatnya disiplin, tanggung jawab, dan komitmen profesional. Temuan ini sejalan dengan Robbins dan Judge . yang menyatakan bahwa motivasi kerja merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja individu dalam organisasi. Pendapat tersebut diperkuat oleh Uno . yang menjelaskan bahwa lingkungan kerja yang memberikan kesempatan berkembang akan meningkatkan motivasi dan produktivitas guru dalam melaksanakan tugas pendidikan. Selain meningkatkan motivasi kerja. Program Inspirasi Guru juga berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi pedagogik dan sosial Guru menjadi lebih terampil dalam menyusun perangkat pembelajaran, menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif, serta melakukan evaluasi pembelajaran secara lebih efektif. Di sisi lain, hubungan antarguru menjadi lebih harmonis melalui budaya diskusi, kolaborasi, dan saling berbagi praktik baik dalam pembelajaran. Temuan ini sesuai dengan teori kompetensi Spencer dan Spencer . yang pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berkembang melalui AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A pengalaman serta proses pembelajaran yang berkelanjutan. Mulyasa . juga menegaskan bahwa pengembangan profesional guru harus dilakukan secara terus-menerus agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan. Hasil penelitian ini sekaligus mengonfirmasi konsep school improvement yang dikembangkan Hopkins . , bahwa peningkatan mutu sekolah tidak hanya bergantung pada kemampuan individu guru, tetapi juga pada perubahan budaya kerja organisasi. Program Inspirasi Guru berhasil membangun budaya kerja yang lebih reflektif, kolaboratif, dan inovatif sehingga mendorong terciptanya organisasi pembelajar . earning organizatio. di lingkungan madrasah. Dengan demikian. Program Inspirasi Guru tidak hanya meningkatkan kompetensi guru secara individual, tetapi juga memperkuat kualitas kelembagaan MAN 1 Nagan Raya Aceh melalui pengelolaan sumber daya manusia yang terencana, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. PENUTUP Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan manajemen sumber daya manusia melalui Program Inspirasi Guru di MAN 1 Nagan Raya Aceh telah dilaksanakan secara sistematis melalui fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan . , pengorganisasian . , pelaksanaan . , dan pengawasan . Seluruh tahapan tersebut diterapkan secara partisipatif dengan melibatkan kepala madrasah, tim manajemen, dan guru sebagai pelaksana utama program. Pola pengelolaan yang kolaboratif menjadikan Program Inspirasi Guru tidak hanya sebagai kegiatan pengembangan kompetensi, tetapi juga AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A sebagai strategi manajemen sumber daya manusia yang mampu Temuan menunjukkan bahwa penerapan fungsi-fungsi manajemen secara konsisten berkontribusi terhadap efektivitas pelaksanaan program dan mendukung tercapainya tujuan peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa Program Inspirasi Guru memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi kerja, kreativitas pembelajaran, serta kompetensi pedagogik dan sosial guru. Program ini juga mendorong terbentuknya budaya kerja yang lebih reflektif, kolaboratif, dan inovatif sehingga guru semakin terbuka terhadap pembelajaran berkelanjutan dan pengembangan profesional. Temuan tersebut menguatkan relevansi teori manajemen George R. Terry, teori kompetensi Spencer dan Spencer, serta konsep school improvement dari Hopkins dalam menjelaskan keberhasilan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan madrasah. Dengan demikian. Program Inspirasi Guru dapat dipandang sebagai salah satu model inovatif pengembangan sumber daya manusia yang layak diterapkan pada madrasah lain untuk mendukung peningkatan kualitas guru dan mutu pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa rekomendasi yang Pertama, pelaksanaan Program Inspirasi Guru agar melibatkan seluruh guru secara berkelanjutan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara merata. Kedua, kepala madrasah diharapkan memperkuat dukungan kelembagaan melalui penyediaan anggaran, fasilitas, dan kebijakan yang mendukung pengembangan profesional guru. Ketiga, evaluasi program perlu dikembangkan menjadi sistem monitoring dan tindak lanjut yang berkesinambungan agar inovasi yang dihasilkan guru dapat terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang terhadap mutu AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rofi Wahyuni. Manajemen Sumber Daya Manusia A Selain itu. Kementerian Agama maupun pemerintah daerah dapat menjadikan Program Inspirasi Guru sebagai salah satu alternatif model pengembangan kompetensi guru berbasis madrasah yang dapat masing-masing Penelitian ini masih memiliki beberapa keterbatasan. Penelitian hanya dilakukan pada satu madrasah sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan untuk seluruh madrasah di Indonesia. Selain itu, penggunaan pendekatan kualitatif memberikan pemahaman yang mendalam mengenai proses pelaksanaan program, tetapi belum mampu mengukur efektivitas program secara kuantitatif. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kuantitatif atau mixed methods dengan melibatkan lebih banyak madrasah sebagai objek penelitian agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas Program Inspirasi Guru dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mutu pendidikan Islam. DAFTAR PUSTAKA