JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 PENERAPAN STANDAR LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN SAK EMKM (Studi kasus UMKM KIOS BERKAT di Kecamatan Kakas Bara. Florence O. Moroki1. Freddy S Kawatu2. Theofilus A. Wongkar3 1,2,Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Manado. Tondano, indonesia e-mail: florence_moroki@unima. id, freddykawatu@unima. id , wongkartheo14@gmail. Diterima:12-04-2025 Disetujui:29-04-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat ketepatan penyusunan laporan keuangan pada Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah Kios Berkat berdasarkan ketentuan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa laporan keuangan yang disusun masih belum sepenuhnya memenuhi standar yang berlaku. Oleh karena itu, penelitian ini berkontribusi untuk membantu dalam penyusunan laporan keuangan yang meliputi laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, serta catatan atas laporan keuangan untuk meningkatkan akurasi, keterandalan, dan relevansi informasi keuangan yang dihasilkan Kata kunci: UMKM. Penerapan Laporan Keuangan. SAK EMKM Abstract The aim of this study is to evaluate the accuracy of financial reporting in micro, small, and medium-sized enterprises (Kios Berka. based on the provisions of the Accounting Standards for Micro. Small, and Medium-Sized Enterprises (CSME. The research method is a qualitative approach using data collection techniques through in-depth interviews, participant observation, and documentation. Data analysis includes the phases of data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the analysis showed that the prepared financial reports do not yet fully comply with applicable standards. Therefore, this study aims to support the preparation of financial reports, including income statements, balance sheets, and notes, in order to improve the accuracy, reliability, and relevance of the prepared financial information. Keywords: UMKM. implementation of financial reports. SAK EMKM JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 166 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Pendahuluan UMKM Kios Berkat terletak di desa passo kecamatan kakas barat, yang awalnya berdiri pada tahun 2010. UMKM Kios berkat ini bergerak di bidang penjualan bahan pokok, kebutuhan rumah tangga, alat bangunan sederhana, penjualan pulsa/kouta dan penyewahan UMKM Kios Berkat memilikin pendapatan pertahun sebesar Rp. Berdasarkan omset pertahun dari UMKM Kios Berkat maka usaha ini di kategorikan sebagai usaha kecil. UMKM kios berkat memiliki masalah dalam pembuatan laporan keuangan, dimana laporan keuangan yang di buat tidak berdasarkan SAK EMKM. Bahkan sering terjadi tidak adanya pembuatan laporan keuanga dan hanya berpatokan kepada nota pembelian untuk menaruh harga jual kepada barang barang yang dibeli untuk dijual kembali. Laporan keuangan yang tidak tersedia dengan cukup baik berdampak pada informasi yang tidak tepat terhadap kemajuan UMKM Kios Berkat, sehingga Kios Berkat cenderung akan mengalami kesulitan dalam pengambilan Keputusan. Tidak semua UMKM, termasuk Kios Berkat, telah menerapkan SAK EMKM dalam operasional mereka. Hal ini tentu dapat menyulitkan pemilik usaha dalam mengelola laporan keuangan yang rapi dan sistematis, yang pada gilirannya berdampak pada ketidakjelasan kondisi keuangan usaha dan sulitnya mendapatkan akses Belum semua UMKM, termasuk Kios Berkat, telah menerapkan SAK EMKM dalam operasional mereka. Penerapan SAK EMKM juga meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, seperti investor atau lembaga keuangan, yang dapat mempermudah akses pendanaan atau pembiayaan untuk perkembangan usaha. Penerapan SAK EMKM juga meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, seperti investor atau lembaga keuangan, yang dapat mempermudah akses pendanaan atau pembiayaan untuk perkembangan usaha (Aritonang et al. , 2. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) fungsi krusial dalam mendorong perkembangan ekonomi di Indonesia. Selain menjadi tulang punggung perekonomian. UMKM juga berperan besar dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan Menariknya, sekitar 99% dari seluruh unit bisnis di Indonesia berasal dari sektor UMKM, yang menunjukkan betapa pentingnya peran mereka dalam menggerakkan roda ekonomi bangsa serta pertumbuhan ekonomi nasiona (Syah et al. , 2. Menurut Bank Indonesia. UMKM memiliki peran penting antara lain sebagai penyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, serta mempunyani keahlian agar menggunuka bahan baku lokal dan menghasilkan barang kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau (Sastri Ayu Lestari & Andi Mulyono, 2. Sektor Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) mempunyai urgensi dalam menyediakan peluang kerja serta mendorong pemerataan pendapatan melalui penciptaan berbagai kesempatan berwirausaha (Utari et al. , 2. Salah satu kunci penting untuk bisa bertahan dan berkembang adalah melalui pengelolaan keuangan yang tertib dan transparan. Dalam hal ini, penerapan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) menjadi langkah strategis. SAK EMKM hadir untuk membantu pelaku UMKM membuat laporan keuangan dengan cara yang lebih mudah, tetapi masih akurat dan relevan dengan kebutuhan usaha mereka (Petra et al. , 2. Adanya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus terus mendapatkan dukungan untuk dapat terus eksis, memperbanyak peluang usaha, dan menciptakan tempat pekerjaan baru (Sumual Eliza M. Sumual Tinneke E. , 2. UMKM yang telah menyusun laporan keuangan umumnya belum mengikuti ketentuan yang berlaku di Indonesia, yakni SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro. Kecil, dan Menenga. Oleh karena itu peting dalam melakukan sosialisasi tengan laporan keuangan kepada para pelaku usaha (Rosidah, 2. Dengan adanya SAK EMKM, pemilik usaha bisa lebih mudah dalam membuat penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar, sehingga transparansi dan akuntabilitas mereka meningkat. Laporan JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 167 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 keuangan yang akurat dan transparan Pencatatan laporan keuangan yang baik dan benar membantu pengusaha dalam membuat keputusan yang lebih tepat, mengelola arus kas dengan lebih efisien, serta memberikan gambaran yang jelas mengenai kesehatan keuangan usaha mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana penerapan SAK EMKM dapat meningkatkan kualitas pelaporan keuangan pada entitas UMKM seperti Kios Berkat. Melalui SAK EMKM. UMKM dapat lebih mudah dalam pembuatan laporan keuangan yang sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga transparansi dan akuntabilitas mereka dapat meningkat, hal ini penting karena banyak UMKM sebelumnya tidak memiliki sistem akuntabilitas yang baik. Dalam penelitian ini menggunakan Teori Akuntansi Positif, karena teori akuntansi positif dapat digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi bagaimana keputusan pencatatan keuangan pada UMKM dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan sumber daya, pengetahuan akuntansi, dan kebutuhan akan akses pembiayaan. Dengan ini teori akuntansi positif berupaya menjelaskan atau memprediksi fenomena nyata dan mengujinya secara empiris (Setijaningsih, 2. , yang akan sangat berguna dalam memahami penerapan SAK EMKM dan dampaknya terhadap kinerja UMKM Kios Berkat. SAK EMKM merupakan karya acuan yang membantu pelaku ekonomi dalam menyusun laporan keuangan yang baik dan akurat. Aturan akuntansi SAK EMKM jauh lebih sederhana dibandingkan SAK ETAP. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk membantu UMKM memiliki panduan akuntansi yang sederhana, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini mempermudah proses transaksi yang terjadi agar pelaku usah ada dapat mengetahui sejauh mana perkembangan usaha yang dijalankannya (Kessek et al. , 2. SAK EMKM mengharuskan pemilik UMKM untuk memisahkan aset pribadinya dengan aset yang berasal dari hasil usahanya (Imawan et al. , 2. SAK EMKM hadir sebagai versi yang lebih sederhana dari SAK ETAP, karena dirancang khusus untuk mengelola jenis pembelian yang sering dibuat oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (Ardiani & Nopiyani, 2. SAK EMKM menggunakan pendekatan pengukuran berdasarkan biaya perolehan, maka dari itu EMKM hanya perlu melakukan pencatatan nilai asset dan kewajiban sebesar biaya pendapatannya (Ahmad et al. , 2. SAK EMKM dirancang lebih sederhana dari standar akuntansi lainnya karena hanya mengelola pembayaran yang biasanya dilakukan oleh entitas mikro, kecil, dan menengah (Kusumawati, 2. Dengan diberlakukannya standar ini, para pelaku UMKM diharapkan dapat segera menyesuaikan proses pencatatan serta pelaporan keuangan mereka agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Handayani, 2. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif sendiri berfokus pada data yang diperoleh langsung dari responden atau informan, baik melalui pernyataan lisan maupun tulisan. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah studi kasus, karena peneliti ingin menggali secara mendalam bagaimana suatu fenomena terjadi dalam konteks nyata. Penelitian kualitatif bertujuan untuk menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata, ucapan, atau perilaku yang dapat diamati dan dianalisis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh (Nopalia, 2. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber pertama . melalui teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan kuesioner( Sugiyono, 2. Adapun Sumber dalam penelitian ini adalah Ibu Bita sebagai pemilik UMKM Kios Berkat. Untuk mendapatkan data yang akan akan diteliti peneliti perlu datang langsung ke lapangan untuk mengetahui bagaimana keadaan Dengan mengetahui keadaan langsung UMKM Kios Berkat peneliti akan mempelajari lebih dalam mengenai subjek penelitian yang akan diteliti. Dalam penelitian ini menggunakan analisis data yaitu metode Mails & Huberman, dengan tahap pengumpulan data yaitu: Reduksi data, peneliti mereduksi data dengan memfokuskan pada penerapan SAK EMKM pada UMKM Kios Berkat. Penyajian data. Peneliti penyajikan data berupa penerapan SAK EMKM pada Kios Berkat. JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 168 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Hasil dan Pembahasan Dari hasil observasi yang dilakukan peneliti di lapangan, didapatkanlah hasil wawancara dengan pemilik UMKM Kios Berkat, yang dimana UMKM kios berkat masih belum memiliki laporan keuangan yang sesuai dengan standar dan tidak memisahkan keuntungan dan beban serta aset yang dimiliki. Berdasarkan SAK EMKM yang menjelaskan bahwa terdapat tiga komponen utama, yaitu laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan catatan atas laporan keuangan. Laporan posisi keuangan membedakan antara aktiva lancar dan aktiva tetap, kewajiban, dan ekuitas, sedangkan laporan laba rugi membedakan antara pendapatan, beban, dan pajak penghasilan. Hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagaimana yang telah penulis sebutkan di atas menunjukkan bahwa memang belum ada sama seklai pencatatan ataupun penerapan laporan keuangan terhadap kios berkat. Hasil dari penerapan SAK EMKM untuk UMKM Kios Berkat Tabel 3. Laporan Baba/Rugi Laporan Laba Rugi Kios Berkat Per 31 Desember 2023 Sumber: Data Diolah 2025 Tabel 4 Laporan Posisi Keuangan Laporan Posisi Keuangan Kios Berkat Per 31 Desember 2023 Aset Tetap Tanah Rp. Bangunan Rp. Kendaraan Rp. Peralatan Rp. Total Aset Tetap Rp. Akumulasi Penyusutan Bangunan Rp. Kendaraan Rp. Peralatan Rp. Total Akumulasi Penyusutan Rp. Total Aset Rp. Liabilitas Kewajiban Jangka Pendek Utang usaha Rp. Kewajiban Jangka panjang Utang Bank Rp. Ekuitas Modal Pemilik Rp. Laba Tahun Berjalan Rp. Total liabilitas dan ekuitias Rp. Sumber: Data Diolah 2025 Catatan Atas Laporan Keungan Catatan Atas Laporan Keuangan Kios Berkat Per 31 Desember 2023 Umum UMKM Kios berkat terletak di desa passo kecamatan kakas barat, yang awalnya berdiri pada tahun Aa. UMKM Kios berkat ini bergerak di bidang penjualan bahan pokok, kebutuhan rumah tangga, alat bangunan sederhana, penjualan pulsa/data dan penyewahan playstesion JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 169 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Pernyataan Kepatuhan. Laporan keuangan dibuat merujuk dalam SAK EMKM. Dasar penyusunan: Laporan keuangan disusun berdasarkan biaya historis dan menggunakan asumsi akrual utama. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah rupiah. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Kios Berkat tidak memiliki dasar yang jelas dalam penyusunan laporan keuangan, bahkan mereka belum pernah membuat laporan keuangan sama sekali. Kas dan Setara Kas mengacu pada uang tunai yang dapat segera dicairkan dan digunakan oleh UMKM ketika Persediaan dihitung berdasarkan harga perolehan yang dikurangi dengan biayabiaya yang terkait dengan pembelian. Aset tetap dicatat berdasarkan biaya perolehan. Pendapatan dicatat berdasarkan nilai wajar dari imbalan yang diterima, yang mencerminkan hasil akuisisi pelanggan selama tahun tersebut. Beban dicatat saat uang tunai dibayarkan . erdasarkan ka. Untuk kewajiban, saat ini tidak ada kewajiban yang perlu dikeluarkan oleh UMKM Kios Berkat. Sementara itu, terkait dengan ekuitas. Kios Berkat tidak mencatatkan ekuitas dalam laporan keuangan mereka. Penilaian ekuitas didasarkan pada persamaan akuntansi, yaitu selisih antara aset dan kewajiban Laporan Laba Rugi Selama satu tahun, usaha ini berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 558 juta, yang diperoleh dari penghasilan rutin bulanan sebesar Rp 46,5 juta. Namun tentu saja, untuk menjaga kelangsungan operasional, ada beberapa pengeluaran penting yang harus ditanggung, seperti membayar gaji karyawan sebesar Rp 18,6 juta, tagihan listrik sebesar Rp 5,4 juta, dan biaya perlengkapan yang cukup besar yaitu Rp 397,63 juta. Jika seluruh pengeluaran tersebut dijumlahkan, total beban operasional mencapai Rp 421,63 juta. Setelah semua biaya itu dipotong dari pendapatan, tersisa laba bersih sebesar Rp 136,37 juta dalam setahunAiyang jika dibagi rata, setara dengan keuntungan sekitar Rp 11,36 juta per bulan. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun beban operasional cukup tinggi, usaha ini tetap mampu menghasilkan keuntungan yang cukup sehat dan menjanjikan. Laporan Posisi Keuangan UMKM memiliki aset tetap dengan total nilai sebesar Rp340. 000, yang terdiri dari tanah senilai Rp100. 000, bangunan Rp150. 000, kendaraan Rp50. 000, dan peralatan Rp40. Dari jumlah tersebut, aset tetap selain tanah dikenakan penyusutan, dengan total akumulasi penyusutan sebesar Rp49. Penyusutan tersebut terdiri atas bangunan sebesar Rp30. 000, kendaraan sebesar Rp9. 000, dan peralatan sebesar Rp10. Setelah dikurangi akumulasi penyusutan, nilai buku aset tetap menjadi Rp290. Dari sisi kewajiban dan ekuitas. UMKM memiliki total liabilitas sebesar Rp140. 000, yang terdiri dari utang usaha . ewajiban jangka pende. sebesar Rp40. 000 dan utang bank . ewajiban jangka panjan. sebesar Rp100. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp150. 000, yang terdiri dari modal pemilik sebesar Rp14. 000 dan laba tahun berjalan sebesar Rp136. Dengan demikian, total liabilitas dan ekuitas sebesar Rp290. 000, seimbang dengan total aset UMKM. Berikut kesimpulan dari kedua laporan tersebut: Berdasarkan laporan aset tetap serta laporan liabilitas dan ekuitas, dapat disimpulkan bahwa kondisi keuangan UMKM Kios Berkat berada dalam posisi yang seimbang, di mana total aset sebesar Rp290. 000 setara dengan total liabilitas dan ekuitas. Hal ini mencerminkan bahwa seluruh aset yang dimiliki UMKM Kios Berkat telah didanai secara proporsional oleh sumber eksternal . maupun internal . odal dan lab. Selain itu. UMKM ini menunjukkan kinerja keuangan yang positif, terlihat dari laba tahun berjalan sebesar Rp136. 000 yang berkontribusi besar terhadap peningkatan modal. Akumulasi penyusutan juga telah dicatat secara wajar, menunjukkan adanya pengelolaan aset tetap yang sesuai dengan prinsip akuntansiRp136. Dengan demikian, total liabilitas dan ekuitas sebesar Rp290. 000, seimbang dengan total aset UMKM. Berikut kesimpulan JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 170 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 dari kedua laporan tersebut: Berdasarkan laporan aset tetap serta laporan liabilitas dan ekuitas, dapat disimpulkan bahwa kondisi keuangan UMKM Kios Berkat berada dalam posisi yang seimbang, di mana total aset sebesar Rp290. 000 setara dengan total liabilitas dan Hal ini mencerminkan bahwa seluruh aset yang dimiliki UMKM Kios Berkat telah didanai secara proporsional oleh sumber eksternal . maupun internal . odal dan lab. Selain itu. UMKM ini menunjukkan kinerja keuangan yang positif, terlihat dari laba tahun berjalan sebesar Rp136. 000 yang berkontribusi besar terhadap peningkatan modal. Akumulasi penyusutan juga telah dicatat secara wajar, menunjukkan adanya pengelolaan aset tetap yang sesuai dengan prinsip akuntansi. Tabel 6. Metode penyusutan dan masa manfaat aset tetap Nama Aset Metode Penyusutan Masa Manfaat Tanah Bangunan Garis Lurus Kendaraan Garis Lurus Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa Kios Berkat masih belum melakukan pencatatan laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Laporan keuangan yang ada di Kios Berkat saat ini masih sangat sederhana, hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap hari tanpa adanya format atau sistem yang lebih terstruktur. Selain itu, pencatatan tersebut belum dilakukan secara konsisten, yang mengarah pada ketidakakuratan dan ketidaklengkapan dalam merepresentasikan kondisi keuangan usaha. Akibatnya, penelitian ini menunjukkan bahwa Kios Berkat tidak memiliki laporan keuangan yang memadai sesuai dengan ketentuan yang seharusnya diterapkan oleh sebuah UMKM untuk memantau dan mengelola usahanya secara lebih profesional. Ibu Bita, selaku pemilik usaha, mengaku bahwa selama Kios Berkat beroperasi, ia memang pernah mencoba untuk melakukan pencatatan laporan keuangan, namun pencatatan tersebut sangat sederhana dan tidak konsisten. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman mengenai cara penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan prinsipprinsip akuntansi yang benar. Ibu Bita juga mengungkapkan bahwa tidak ada sosialisasi atau pelatihan yang memadai terkait pentingnya penerapan sistem pencatatan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku untuk UMKM. Oleh karena itu, meskipun ia menyadari pentingnya pencatatan yang baik, keterbatasan pengetahuan dan sumber daya menjadi kendala utama dalam menerapkan sistem pencatatan yang lebih formal dan Penelitian ini menunjukkan bahwa pencatatan yang diterapkan di Kios Berkat belum memenuhi SAK EMKM. Hal ini menyebabkan informasi yang diperoleh dari catatan keuangan yang ada tidak sepenuhnya dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih menyeluruh dan strategis dalam kegiatan operasional usaha. Tanpa laporan keuangan yang sistematis dan sesuai standar. Kios Berkat kesulitan dalam mengevaluasi kinerja usaha secara objektif, serta kesulitan dalam membuat perencanaan keuangan yang lebih baik ke Keadaan ini juga berdampak pada terbatasnya kemampuan usaha dalam mengakses pembiayaan atau kerja sama dengan pihak lain, karena pihak luar mungkin akan kesulitan menilai potensi dan kesehatan finansial Kios Berkat tanpa adanya laporan keuangan yang jelas dan terstruktur. Setelah temuan yang diperoleh dari penelitian ini, di mana Kios Berkat masih belum menerapkan pencatatan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM, pemilik usaha. Ibu Bita, menyadari pentingnya perbaikan dalam sistem pencatatan keuangan untuk JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 171 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 mendukung perkembangan usaha yang lebih baik. Dalam upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut. Ibu Bita mulai menerapkan pencatatan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Penerapan ini dimulai dengan menyusun laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas yang lebih terstruktur dan sistematis. Dengan adanya standar yang jelas, pencatatan keuangan tidak hanya berfokus pada pemasukan dan pengeluaran harian, tetapi juga mencakup perencanaan jangka panjang dan pemantauan yang lebih mendalam terhadap kondisi keuangan Kios Berkat. Penerapan SAK EMKM di Kios Berkat membawa dampak positif terhadap pengelolaan keuangan usaha. Pemilik usaha dan karyawan kini dapat memantau secara lebih tepat arus kas, keuntungan, dan pengeluaran yang terjadi setiap bulan. Sebelumnya, pencatatan yang tidak konsisten dan sederhana menyebabkan ketidaktahuan mengenai kesehatan keuangan usaha dalam jangka panjang. Dengan adanya laporan keuangan yang terstruktur sesuai dengan SAK EMKM. Ibu Bita merasa lebih yakin dalam mengambil keputusan strategis, seperti pengalokasian dana untuk pembelian barang baru, penambahan modal, atau bahkan pengajuan pembiayaan kepada lembaga keuangan. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan hal hal sebagai berikut. Kios Berkat sudah pernah melakukan pencatatan laporan keuangan namun belum konsisten dan sangt sederhana, dikarenakan pemilik kios berkat tidak memiliki pendidikan yang cukup soal pengetahuan pembuatan laporan keuangan dan tidak adanya pemahaman, dari standar akuntansi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Oleh karena itu, informasi yang diperoleh dari catatan tersebut belum sepenuhnya berguna dan membantu dalam pengambilan keputusan berdasarkan kegiatan operasional UMKM itu sendiri. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penerapan pencatatan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM di UMKM Kios Berkat menunjukkan perbaikan signifikan dalam sistem pengelolaan keuangan. Sebelum penerapan SAK EMKM, pencatatan keuangan di Kios Berkat masih dilakukan secara sederhana dan tidak konsisten, hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran harian tanpa struktur yang jelas. Setelah penerapan SAK EMKM, laporan keuangan mulai disusun dengan format yang lebih terstruktur, mencakup laporan laba rugi, neraca, dan arus kas, sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kondisi keuangan usaha. Meskipun ada beberapa tantangan dalam adaptasi awal, penerapan standar akuntansi ini memberikan dasar yang kuat bagi keberlanjutan dan perkembangan usaha yang lebih profesional di masa depan. Adapun saran dari penelitian ini adalah: Untuk Pemilik Kios Berkat, disarankan agar Kios Berkat mulai Menyiapkan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Hal ini penting untuk memastikan UMKM memiliki catatan keuangan yang jelas dan akurat. , dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat. Selain itu, pemilik juga diharapkan meningkatkan pemahaman terkait akuntansi dasar melalui pelatihan atau bimbingan teknis agar mampu menyusun laporan secara mandiri dan berkelanjutan. Untuk Pemerintah atau Lembaga Terkait: Pemerintah, khususnya melalui dinas koperasi dan UMKM, diharapkan lebih aktif dalam memberikan pendampingan, pelatihan, dan sosialisasi terkait penyusunan laporan keuangan berbasis SAK EMKM bagi pelaku UMKM. Dengan adanya program pelatihan yang terstruktur dan mudah diakses. UMKM seperti Kios Berkat akan lebih siap dalam mengelola keuangan usaha, serta meningkatkan daya saing dan kepercayaan mitra atau lembaga keuangan terhadap usaha Untuk UMKM Lainnya: UMKM lain yang masih belum menerapkan pencatatan keuangan secara formal disarankan mulai menyadari pentingnya laporan keuangan sebagai alat kontrol dan evaluasi usaha. Pencatatan yang tertib dan sesuai standar seperti SAK EMKM akan membantu pemilik usaha dalam melihat perkembangan bisnis, mengatur arus kas, serta mempermudah akses ke pembiayaan dan kerja sama. Pembelajaran dari pengalaman UMKM seperti Kios Berkat juga dapat menjadi motivasi untuk melakukan perbaikan tata kelola usaha secara berkelanjutan. JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 172 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Daftar Pustaka