PENGARUH PEMBERIAN NUTRISI CAIR HIDROPONIK (AB MIX) DAN BEBERAPA MEDIA TANAM TERHADAP TANAMAN SELADA Mardiah Laili1, Lukman2 Universitas Ibnu Chaldun – Jakarta Jl. Pemuda I Kav.97 RT.5/RW.2 Rawamangun, Jakarta Timur, Jakarta, 13220 2 Universitas Ibnu Chaldun – Jakarta Jl. Pemuda I Kav.97 RT.5/RW.2 Rawamangun, Jakarta Timur, Jakarta, 13220 1 Korespondensi : alamat surat elektronik penulis Diterima / Disetujui ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi nutrisi hidroponik dan jenis media tanam terhadap pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa L.) yang ditanam dengan sistem wick pada botol bekas air mineral. Penelitian dilaksanakan di Kebun Kampus Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari tiga konsentrasi nutrisi (560 ppm, 980 ppm, dan 1400 ppm) serta empat media tanam (rockwool, arang sekam, pupuk kandang sapi, dan kompos). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 1400 ppm menghasilkan bobot tanaman tertinggi, sementara media rockwool memberikan pertumbuhan terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot bersih. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi nutrisi tinggi dan media rockwool dapat meningkatkan produktivitas selada hidroponik. Kata kunci: Selada, Hidroponik, Nutrisi, Media tanam, Wick system ABSTRACT This study aimed to determine the effect of different hydroponic nutrient concentrations and growing media types on the growth of lettuce (Lactuca sativa L.) grown using a wick system in used mineral water bottles. The study was conducted at the Campus Garden of Ibnu Chaldun University, Jakarta, using a randomized block design with three replications. Treatments consisted of three nutrient concentrations (560 ppm, 980 ppm, and 1400 ppm) and four growing media (rockwool, rice husk charcoal, cow manure, and compost). The results showed that the 1400 ppm concentration produced the highest plant weight, while the rockwool medium provided the best growth in terms of plant height, number of leaves, and net weight. This study demonstrates that the combination of high nutrient content and rockwool can increase the productivity of hydroponic lettuce. Keywords: Lettuce, Hydroponics, Nutrients, Growing Media, Wick System PENDAHULUAN tubuh, selada lebih cepat layu, tampilan Tingginya minat pasar terhadap sayuran kurang segar serta hara jual lebih rendah hidroponik tiap tahun menyebabkan para dibandingkan dengan selada hidroponik. pebisnis kualahan untuk memenuhi permintaan pasar, sehingga mereka METODE PENELITIAN berusaha sedikit demi –sedikit terus Tempat Penelitian meningkatkan produksinya. Meski harga Penelitian dilakukan di Kebun Kampus sayuran hidroponik tinggi namun karena Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, jalan memiliki rasa yang lebih renyah, lebih Pemuda Rawamangun Jakarta Timur. segar, warna lebih cerah, serta bebas dari Bahan dan Alat pestisida sehingga produk sayuran Bahan yang digunakan pada penelitian diminati oleh kalangan ini antara lain : benih Selada (Lactuca menengah ke atas. Contohnya harga sativa L) botol bekas air mineral 1,5 liter selada per 250 gram adalah Rp16.000,- nutrisi AB mix, rockwool, sekam bakar, di pasar swalayan. pupuk kompos, pupuk kandang sapi, hidroponik plastik hitam. Budidaya selada hidroponik mempunyai kelebihan dibandingkan dengan selada konvensional karena budidaya hidroponik adalah budidaya sayuran tanpa memerlukan lahan yang luas serta dapat di panen sesuai keinginan bisa tiap minggu sekali atau setiap hari tergantung kebutuhan. Sedangkan budidaya selada konvensional membutuhkan waktu yang lebih lama mempunyai dalam banyak produksi serta kekurangan diantaranya selada mudah terserang penyakit, adanya tambahan pestisida yang membahayakan bagi kesehatan Alat yang digunakan adalah pisau, penggaris, gunting, tali rafia, pH meter, TDS meter, alat tulis, kamera, solder, Gerinda potong, kawat ayakan pasir, besi siku berlubang, timbangan digital. Perancangan Penelitian Penelitian yang dilakukan disusun secara rancangan petak terbagi (split plot design) dengan tiga kali ulangan dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Satu varietas Selada dengan tiga ppm yang berbeda, kombinasi perlakuan 4, selada ditanam pada media botol bekas air mineral 1,5 liter, perbotol berisi 1 bibit selada dengan ppm nutrisi yang Larutan nutrisi 1400 ppm P3 berbeda dan media yang berbeda, jumlah total botol yaitu 144 botol, terdapat 3 ulangan, satu ulangan terdapat 48 botol. Botol tersebut digantungkan pada kawat yang dibentuk membentuk seperti dinding, Dinding yang dibuat ada 3. Perlakuan dengan pemberian larutan nutrisi yang berbeda ppm-nya pada tiap botol serta media tanam berbeda. Pada pemberian nutrisi dengan ppm yang berbeda dikombinasikan dengan media tanam yang berbeda. 3 level ppm Media Tanam Media tanam Kode Rockwool M1 Arang sekam M2 Kompos M3 Pupuk kandang sapi M4 Dari kedua faktor tersebut, diperoleh 12 kombinasi perlakuan Kombinasi Perlakuan Media M1 M2 M3 M4 P1M2 P1M3 P1M4 P2M2 P2M3 P2M4 P3M2 P3M3 P3M4 tanam Larutan P1M berbeda yaitu sebagai berikut : P1 1 Larutan P2M P2 1 Larutan P3M P3 1 Jumlah konsentrasi Larutan nutrisi 560 ppm Larutan nutrisi 980 ppm Kode P1 P2 dengan uji DMRT Duncan’s Multiple Analisis Data Data kuantitatif sebagai berikut : nutrisi dengan 4 macam media yang Jumlah konsentrasi yaitu dari variabel Range Test pada taraf 5%. (pertumbuhan tanaman) yaitu tinggi PELAKSANAAN PENELITIAN tanaman dan jumlah daun yang dihitung Penyemaian tiap seminggu sekali serta berat kotor Penyemaian dan berat bersih tanaman yang diperoleh penanaman, dengan tujuan menyiapkan pada saat panen. Dari hasil penelitian bibit yang akan ditanam pada botol dan dianalisis dengan uji F taraf 1% dan 5%. untuk menyeleksi tanaman yang bagus Hasil anova menunjukkan perlakuan dan seragam. Penyemaian dilakukan macam diberikan untuk menyeragamkan tinggi tanaman berpengaruh nyata maka dilanjutkan dan kualitas benih tanaman semai. konsentrasi yang dilakukan sebelum Sehingga tanaman dapat tumbuh dengan lebih baik. Media untuk penyemaian Penyulaman berupa rockwool bekas AC yang telah Penyulaman dilakukan untuk mengganti disterilkan dengan penyiraman dan tanaman yang telah mati. Penyulaman perendaman dengan air panas selama dilakukan sampai tanaman berumur 5 satu hari setelah tanam. jam. Kemudian buang air rendamannya, ambil rockwoolnya yang Pemeliharaan ditempatkan pada tray semai. Setelah Pemeliharaan tray semai terisi dengan rockwool larutan nutrisi hiroponik AB mix dengan kemudian isi tiap kotak tray semai kadar ppm dengan bibit selada masing-masing satu penyiangan, dan pengendalian hama. bibit. Pemberian Media tanam yang akan digunakan nutrisi habis pada setiap botol secara dalam penelitian ini adalah rockwool, bersamaan. Penambahan nutrisi dengan arang sekam, kompos, dan pupuk kadar yang telah ditentukan, yaitu 250ml kandang sapi yang di tempatkan dalam tiap botol. Akar yang telah berkembang botol bekas air minum ukuran 1,5 liter hingga menembus tutup botol maka yang digantungkan pada dinding buatan. perlu diberi lubang lebih lebar sedikit Penanaman demi sedikit mengikuti perkembangan Hasil semaian selada yang sudah meliputi pemberian yang telah ditentukan, nutrisi sebelum larutan akar. Jika akar sudah maksimal dan berdaun 4 helai atau berumur 14 hari membutuhkan dipindahkan pada botol yang telah yang lebih besar maka tutup botol disediakan. Tiap botol diberi 1 bibit dilepas yaitu umur 14 hari setelah tanam. tanaman selada. Di dalam media tanam Hal ini dilakukan agar media tanam tidak terpasang sumbu sebagai penghubung masuk terlalu banyak pada larutan antara larutan nutrisi dengan akar nutrisi. Penyiangan dilakukan jika ada sebagai yang gulma yang tumbuh pada media tanam. dibutuhkan bagi tanaman selada. Metode Pengendalian hama dilakukan secara penanaman ini adalah metode sistem fisik. penyerapan nutrisi sumbu atau dalam hidroponik dikenal juga dengan sistem wick. ruang perkembangan Variabel Pengamatan Pertumbuhan Tanaman Variabel pengamatan tanaman meliputi pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun yang didata setiap 7 hari Parameter Pengamatan sekali dan berat kotor serta berat bersih Tinggi Tanaman tanaman tiap botol. Tinggi tanaman Tinggi tanaman diukur setiap minggu merupakan indikator pertumbuhan yang dengan paling mudah dilihat dan sebagai permukaan atas media sampai dengan parameter ujung tunas daun. yang digunakan untuk cara mengukur pengaruh lingkungan atau Jumlah Daun perlakuan yang Dihitung jumlah Pertumbuhan jumlah diterapkan. dari dan yang tumbuh seiring sempurna, dilakukan seminggu sekali dengan pertumbuhan tinggi tanaman, mulai dari minggu pertama setelah semakin tinggi suatu tanaman maka penanaman sampai panen. semakin Berat tanaman banyak daun mengukurnya jumlah daunnya. Produk tanaman diharapkan mempunyai Berat tanaman selada dilakukan saat tinggi dan jumlah daun yang optimal. panen beserta akarnya. Selada akan ditimbang dengan timbangan digital, dan dikelompokkan berdasarkan jenis konsentrasi nutrisi dan media yang digunakan. Selada ditimbang dari berat kotor dan berat bersih. HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Umum (kurus tinggi langsing). Hal ini terjadi Hasil pengamatan yang dilakukan secara karena kasat paranet. mata menunjukkan keadaan sinar matahari terhalang oleh Setelah diketahui bahwa tanaman di lapangan secara umum tanaman selada tersebut terkena etiolasi, pertumbuhannya normal, meskipun maka pada umur 14 hari setelah tanam sebagian besar tanaman mengalami paranet dilepas agar terkena sinar etiolasi atau biasa disebut kutilang matahari langsung. Tinggi Tanaman Tunggal Uji Lanjut Bnj Tinggi Tanaman 14 Hst, 21 Hst, 28 Hst, 35 Hst Perlakuan 14 HST 21 HST 28 HST 35 HST Pupuk P1 (EC = 560) 9.52 a 16.99 a 23.69 a 28.51 a P2 (EC = 980) 9.55 a 16.08 a 23.11 a 28.19 a P3 (EC = 1400) 9.64 a 16.57 a 22.96 a 28.03 a M1 = Rockwool 12.08 a 19.65 a 26.41 a 30.88 a M2 = Sekam bakar 10.91 a 17.18 b 23.29 b 27.88 ab M3 = Kompos 8.17 b 15.26 c 22.27 b 27.72 ab 7.11 b 14.10 c 21.04 b 26.49 b Media tanam kandang sapi M4 = Kompos daun Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNJ pada taraf 5% Pada tabel di atas, Nilai tertinggi pada rendah pada penelitian ini dengan nilai tanaman berumur 14 HST berada pada ppm 560. Sedangkan untuk media tanam P3 dengan nilai 9,64. Pada saat tanaman rockwool (M1) dari 14 HST, 21 HST, 28 berumur 21 HST, 28 HST, dan 35 HST HST, dan 35 HST mendapatkan nilai nilai tertinggi dimiliki oleh P1 yang tertinggi. Rockwool adalah media tanam mana P1 merupakan konsentrasi pupuk terbaik pada penelitian ini. hidroponik cair dengan nilai ppm paling Jumlah Daun Tunggal Uji Lanjut Bnj Jumlah Daun 14 Hst, 21 Hst, 28 Hst, 35hst 28 Perlakuan 14 HST 21 HST HST 35 HST Pupuk P1 (EC = 568) 4.54 a 5.40 a 6.21 ab 6.60 a P2 (EC = 980) 4.56 a 5.21 a 5.67 b 6.46 a P3 (EC = 1400) 4.52 a 5.46 a 6.27 a 6.77 a M1 = Rockwool 4.86 a 5.42 ab 5.92 ab 7.00 a M2 = Sekam bakar 4.42 b 4.86 b 5.31 b 5.83 b M3 = Kompos kandang sapi 4.33 b 5.61 a 6.50 a 7.06 a M4 = Kompos daun 4.56 ab 5.53 a 6.47 a 6.56 ab Media tanam Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNJ pada taraf 5% Pada tabel di atas pemberian pupuk cair pertumbuhan jumlah daun tertinggi hidroponik pada umur H1, H2, H3, dan didominasi oleh P3. P3 H4. P2 menunjukkan nilai tertinggi pada pemberian pupuk cair hidroponik saat umur tanaman 14 HST, selanjutnya dengan pada saat umur tanaman 21 HST (H2), penelitian ini dengan ppm 1400. nilai ppm adalah tertinggi pada 28 HST (H3), dan 35 HST (H4, panen) Berat Kotor Dan Berat Bersih Tanaman Tunggal Uji Lanjut Bnj Berat Kotor Dan Berat Bersih Tanaman Perlakuan tunggal Berat Kotor Berat Bersih Pupuk Tanaman Tanaman P1 5.88 A 3.93 a P2 6.14 A 3.88 a P3 6.59 A 4.29 a M1 7.46 A 5.12 a M2 5.38 A 2.97 b M3 5.66 A 4.02 ab M4 6.33 A 4.03 ab Media tanam Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNJ pada taraf 5% Pada tabel di atas, konsentrasi P3 M1(rockwool ) mendapatkan nilai mendapatkan nilai tertinggi untuk berat tertinggi pada penelitian ini dengan nilai kotor dan berat bersih dengan nilai berat berat kotor 7,46 gram dan berat kotor 6,59 gram dan berat kotor 4,29 bersihnya 5,12 gram. gram. Sedangkan dengan media tanam KESIMPULAN bersih. 1. Konsentrasi nutrisi 1400 ppm 3. Kombinasi nutrisi tinggi dengan menghasilkan bobot selada tertinggi. media rockwool merupakan pilihan 2. Media tanam rockwool memberikan terbaik untuk budidaya selada pertumbuhan terbaik pada tinggi hidroponik sistem botol bekas. tanaman, jumlah daun, dan bobot luas. Selain itu, pengaruh intensitas SARAN Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan kombinasi media tanam organik dan variasi konsentrasi nutrisi yang lebih DAFTAR PUSTAKA Cahyono, B. (2014). Budidaya selada. Yogyakarta: Kanisius. Lingga, P. (2005). Hidroponik untuk pemula. Jakarta: Penebar Swadaya. Rubatzky, V. E., & Yamaguchi, M. (1998). Sayuran dunia. Jakarta: UI Press. Saparinto, C. (2013). Teknik budidaya selada. Jakarta: Penebar Swadaya. Susila, A. D. (2006). Nutrisi tanaman hidroponik. Bogor: IPB Press. Sunarjono, H. (2014). Sayuran hidroponik. Jakarta: Penebar Swadaya. cahaya matahari dan lingkung