Provitae Jurnal Psikologi Pendidikan 2020. Vol. No. 1, 92 Ae 108 Hubungan Perfectionism Dengan Harga Diri Pada Mahasiswa Dewasa Awal Angela Evania Santoso. Niken Widi Astuti, & Ninawati Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Abstract Self esteem is an individualAos assessment of his/her own abilities and evaluates himself/herself whether aperson is positive or negative, valuable or worthless. Perfectionism is someone who has too high a standard and overly worried about himself/herself being perfect and fear of failure will experience. Perfectionist feels him/her self esteem depends on the performance and results achieved. This paper aim to findout the relationship between perfectionism and self esteem in emerging adulthood students. This research is a correlational study using quantitative method of distuting quesionnaires to emerging adulthood in Jakarta area. Perfectionism questionnaire refers to Frost. Marten. Lahart, and Rosenberg, while self esteem questionnaire refers to Rosenberg. The research is using convenience sampling technique involving 429 students. The result of the study shows that adaptive perfectionism has a significant negative relationship with self esteem with r = -0. 301, p = 0. 000 < 0. maladaptive perfectionism has a significant negative relationship with self esteem with r = 0. 191, p = 0. 036 < 0. and non perfectionism has significant negative relationship with self esteem r = 0. 424, p = 0. 000 < 0. So, that the higher types of perfectionism . daptive, maladaptive, non perfectionis. , the lower studentAos self esteem. This study also shows that adaptive perfectionistsAoGPA scores were higher than maladaptive perfectionists. Keywords: Perfectionism, self-esteem, students Angela Evania Santoso merupakan lulusan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara. Niken Widi Astuti dan Ninawati merupakan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara. Korespondensi dapat melalui email: angelaevania28@gmail. Taylor. Papay. Weeb, & Reeve, 2. Harga diri adalah penilaian positif dan negatif secara keseluruhan terhadap diri sendiri (Rosenberg, 1. Tingginya harga Pendahuluan Harga diri berhubungan dengan kepuasan hidup, social adjustment, bertahan terhadap stres, mempengaruh aspek kehidupan penting well-being, (Rumberger, prestasi tinggi dalam pendidikan maupun pekerjaan (Biddle. Fox, & Boutcher, 2. Provitae Jurnal Psikologi Pendidikan 2020. Vol. No. 1, 92 Ae 108 Harga diri yang rendah dikaitkan dengan karakteristik individu yang perfeksionis prestasi yang rendah, depresi, gangguan yaitu menyamakan self-worth atau self- (Kaplan, esteem dengan keseluruhan kinerja dan Santrock, hasil dari tujuan yang mereka tetapkan sendiri (Hewitt & Flett, 2. Sikap kegagalan, dan cenderung mengalami perfeksionis yang tidak pernah merasa puas kemunduran (Orth. Robins. Trzesniewski, terhadap sesuatu yang dilakukan dan Maes, & Schmitt, dikutip dalam Luo, perasaan selalu merasa Wang. Zhang. Chen & Quan, 2. ketidaksempurnaan yang tidak tercapai Menurut Epstein, terdapat potensi yang menyebabkan individu merasa dirinya tidak mempengaruhi harga diri secara langsung layak dan tidak berharga sehingga harga diri menjadi rendah. AoAosuccess-failureAy Auacceptance- Menurut Moore dan Barrow . ikutip rejectionAy . ikutip dalam Murk, 2. dalam Rice. Ashby, & Slaney, 1. self- Lees dan Ellis . alam Luo et al. , 2. worth individu perfeksionis bergantung pada kinerja yang dilakukannya. Menurut kegagalan merupakan segi penting dari Frost. Marten. Lahart, & Rosenblate perfeksionisme maladaptif, terkait dengan . , perfectionism merupakan standar rendahnya harga diri dan self-efficacy. kinerja yang tinggi dan kecenderungan Menurut Missildine . alam Flett. Hewitt, untuk mengevaluasi terlalu kritis terhadap Blankstein & OAoBrien, 1. mengamati perilaku seseorang, seperti terlalu khawatir harga diri yang rendah dan pada kesalahan yang besar maupun kecil. Seseorang terhadap masalah kesehatan, penurunan Selain itu, salah satu Hubungan Perfectionism dengan Harga Diri pada Mahasiswa Dewasa Awal produktivitas, masalah hubungan, dan harga diri yang lebih tinggi dibandingkan rendahnya harga diri (Hairing. Hewitt & individu dengan maladaptive perfectionists Flett, dikutip dalam Santrok, 2. dan non-perfectionist. Individu dengan Depresi, kecemasan, dan gangguan makan adaptive perfectionists ditandai standar merupakan akibat umum dari perfeksionis pribadi yang tinggi tetapi tidak khawatir (Rice. Leever Noggle, & Lapsley, dikutip berlebihan akan kesalahan. Sedangkan Santrock. Menurut Hamachek, perfectionism dapat dibedakan kebalikannya, ditandai khawatir dan ragu menjadi dua jenis yaitu . normal yang berlebihan, tekanan, serta reaksi perferctionism, mengacu perfeksionis yang berdampak positif dimana keinginan yang Penelitian lain dilakukan oleh Taylor. Papay. Weeb, dan Reeve . yang memperoleh kepuasan diri dan mendorong dilakukan pada 290 mahasiswa perempuan. harga diri. neurotic perfectionism Hasil dari peneitian ini bahwa adaptive mengacu perfeksionis yang berdampak perfectionists memiliki hubungan yang negatif dengan kecenderungan individu positif dengan harga diri, dan maladaptive untuk mencapai standar yang terlalu tinggi perfectionists memiliki hubungan yang dan dimotivasi oleh ketakutan dengan negatif dengan harga diri. kegagalan serta berfokus kekecewaan Penelitian oleh Chen et al. dilakukan pada 200 mahasiswa Universitas di Korea Selatan dengan Cina. Penelitian menghasilkan bahwa penelitian dari Park dan Jeong . yang yang dilakukan pada 1957 mahasiswa di Berbeda dengan hasil penelitian di atas, orang lain . ikutip dalam Flett & Hewitt. Disimpulkan bahwa individu yang adaptive memiliki skor kualitas kehidupan, dan skor perfectionists dan non-perfectionists tidak ada perbedaan dalam level harga diri, perfectionism pada mahasiswa dewasa menunjukkan psychological well-being, kepuasan hidup dan harga diri yang rendah. Metode Penelitian Partisipan Penelitian serta tingkat depresi yang tinggi. Penelitian Sampel yang dipakai dalam penelitian dari Jayakumar. Sudhir, dan Mariamma ini adalah mahasiswa aktif yang berkuliah . yang dilakukan pada 192 mahasiswa di wilayah Jakarta. Penelitian ini tidak di Bengaluru. Hasil dari penelitian ini dibatasi oleh jenis kelamin, agama, suku bahwa terdapat hubungan negatif antara bangsa, dan status sosial ekonomi. Jumlah maladaptive perfectionists dan harga diri. sampel pada penelitian ini adalah 429 Namun, siswa, yang terdiri dari 99 mahasiswa laki- signifikan antara adaptive perfectionists laki dan 330 mahasiswi perempuan dengan dan harga diri karena hanya dimensi rentang usia 18-21 tahun. Penelitian ini personal standar yang terdapat hubungan. menggunakan teknik pengambilan sampel Perfectionism sudah lama sorotan akademik di Barat sebagai salah satu konstruk yang terkait dengan berbagai gejala psikologis negatif. Meski demikian, perfectionism belum banyak diteliti di Indonesia (Aditomo & Retnowati, 2. non-probability sampling, dengan jenis penelitian sampel yaitu teknik convenience Alat Ukur Kuesioner harga diri terdiri dari 10 butir item positif dan 10 butir item negatif. Berdasarkan latar belakang, fenomena dan Kuesioner perfectionism terbagi atas enam dimensi yaitu concern over mistakes, membahas ini, maka peneliti tertarik untuk personal standards, parental expectations, meneliti lebih lanjut tentang harga diri dan parental criticism, doubt about actions, dan Dimensi Hubungan Perfectionism dengan Harga Diri pada Mahasiswa Dewasa Awal mistakes terdiri atas sembilan butir item parental criticism, doubt about actions, dan positif, personal standards terdiri atas Tabel 1 Gambaran Data Dimensi Perfectionism Berdasarkan Jenis Perfectionism Mean Dimensi Adaptive Maladaptive Non-Perfectionsim Perfectionism Perfectionism Concern over Mistakes Personal Standards Parental Expectations Parental Criticism Doubt about Actions Organizations expectations terdiri atas lima butir item positif, parental criticism terdiri dari empat butir item positif, doubt about actions terdiri dari empat butir item positif, dan organizations terdiri dari enam butir item Skor Alat ukur harga diri diperoleh dari standards dan organizations, sedangkan Badan Riset dan Pengukuran Universitas skor rendah pada dimensi concern over Tarumanagara. Alat ukur untuk variabel mistakes, parental expectations, parental perfectionism yaitu Frost Multidimensional criticism, dan doubt about actions akan Perfectionism Scale (FMPS) diperoleh dari menunjukkan jenis adaptive perfectionism. Frost. Marten. Lahart, dan Rosenblate Skor . yang telah diadaptasi ke Bahasa standards dan organizations, sedangkan Indonesia. skor tinggi pada dimensi concern over mistakes, parental expectations, parental Hasil dan Pembahasan criticism, dan doubt about actions akan Hasil Berdasarkan tabel 1, terdapat gambaran Skor rendah pada semua dimensi concern over mistakes, personal berdasarkan pada hasil skor dari keenam standards, parental expectations, parental dimensi yaitu concern over mistakes, personal standards, parental expectations, organizations akan menunjukkan jenis non107 perfectionism (Chen et al. , 2. 00, tidak ada nilai rata-rata yang Tabel 2 Gambaran Rata-rata Harga Diri Berdasarkan Jenis Perfectionism Jenis Perfectionsim Jumlah Subyek Persentase (%) Mean Harga Diri Adaptive Perfectionism Maladaptive Perfectionism Non-Perfectionsim Total ekstrim diantara jenis perfectionism. Hal ini Hasil analisis data pada subyek penelitian ini di tabel 2 menunjukkan jenis adaptive juga dikarenakan hasil data penelitian merupakan data terdistribusi tidak normal. Tabel 3 Uji Korelasi terhadap Dimensi Adaptive Perfectionism dengan Skor Total Harga Diri Signifikan Keterangan Adaptive Perfectionism Ae Harga 000 Siginifikan -0. 301 Korelasi negatif, rendah Diri CM Ae Harga diri 000 Signifikan -0. 439 Korelasi negatif, sedang PS Ae Harga diri 010 Signifikan 0. 167 Korelasi positif, sangat rendah PE Ae Harga diri 051 Tidak Signifikan 0. 117 Korelasi positif, sangat rendah PC Ae Harga diri 013 Signifikan -0. 160 Korelasi negatif, sangat rendah DA Ae Harga diri 000 Signifikan -0. 257 Korelasi negatif, rendah O Ae Harga diri 080 Tidak Signifikan 0. 101 Korelasi positif, sangat rendah . ,5%), jenis non-perfectionism berjumlah 145 orang . 8%), dan jenis maladaptive perfectionism berjumlah 89 orang . 7%). Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, rata-rata perfectionism adalah 3. Rata-rata harga diri dari maladaptive perfectionism Rata-rata harga diri dari non-perfectionism Disimpulkan bahwa harga diri dari non-perfectionism paling tinggi dari jenis perfectionism lainnya, sedangkan harga diri dari maladaptive perfectionism paling rendah dari jenis perfectionism lainnya. Namun, rata-rata harga diri dari semua jenis perfectionism ini berada di tengah-tengah Berdasarkan tabel 3, pengujian korelasi antara hubungan adaptive perfectionism dengan harga dilakukan dengan Spearman. Dengan demikian, pada hasil perfectionism berkorelasi dengan r= -0. p= 0. 000 < 0. 05 sehingga terdapat perfectionism dengan harga diri. Hal ini berarti semakin tinggi adaptive perfectionism mahasiswa maka semakin rendah harga diri mahasiswa. Demikian pula, sebaliknya semakin rendah adaptive Hubungan Perfectionism dengan Harga Diri pada Mahasiswa Dewasa Awal perfectionism mahasiswa maka semakin tinggi harga diri mahasiswa. maka semakin tinggi harga diri mahasiswa. Tabel 4 Uji Korelasi terhadap Dimensi Maladaptive Perfectionism dengan Skor Total Harga Diri p Signifikan Keterangan Maladaptive Perfectionism Ae 000 Signifikan -0. 191 Korelasi negatif, sangat rendah Harga Diri CM Ae Harga diri 000 Signifikan -0. 350 Korelasi negatif, rendah PS Ae Harga diri 010 Signifikan 0. 247 Korelasi positif, rendah PE Ae Harga diri 135 Tidak Signifikan 0. 118 Korelasi positif, sangat rendah PC Ae Harga diri 040 Signifikan -0. 187 Korelasi negatif, sangat rendah DA Ae Harga diri 001 Signifikan -0. 326 Korelasi negatif, rendah O Ae Harga diri 028 Signifikan 0. 204 Korelasi positif, rendah Tabel 5 Uji Korelasi terhadap Dimensi Non-Perfectionism dengan Skor Total Harga Diri Signifikan Keterangan Non-Perfectionism Ae Signifikan -0. Korelasi negatif, sedang Harga Diri 000 Signifikan -0. 435 Korelasi negatif, sedang CM Ae Harga diri 000 Signifikan 0. 374 Korelasi positif, rendah PS Ae Harga diri 201 Tidak Signifikan 0. 070 Korelasi positif, sangat rendah PE Ae Harga diri 000 Signifikan -0. 544 Korelasi negatif, sedang PC Ae Harga diri 000 Signifikan -0. 507 Korelasi negatif, sedang DA Ae Harga diri 080 Signifikan 0. 372 Korelasi positif, rendah O Ae Harga diri Berdasarkan tabel 5, pengujian korelasi Berdasarkan tabel 4, pengujian korelasi antara hubungan non-perfectionism dengan harga diri dilakukan dengan menggunakan perfectionism dengan harga diri dilakukan perhitungan korelasi Spearman. Dengan dengan menggunakan perhitungan korelasi Spearman. Dengan demikian, pada hasil perfectionism mahasiswa maka semakin rendah harga diri mahasiswa. Demikian pula, sebaliknya semakin rendah non- rendah harga diri mahasiswa. Demikian Hal ini berarti semakin tinggi non- perfectionism mahasiswa maka semakin antara non-perfectionism dengan harga diri. perfectionism dengan harga diri. Hal ini 05 sehingga terdapat hubungan negatif p= 0. 036 < 0. 05 sehingga terdapat berkorelasi dengan r= -0. 424, p= 0. perfectionism berkorelasi dengan r= -0. perfectionism mahasiswa maka semakin tinggi harga diri mahasiswa. antara adaptive perfectionism dengan harga Tabel 6 Gambaran Rata-rata Nilai IPK Berdasarkan Jenis Perfectionism dan Harga Diri Adaptive Perfectionism Maladaptive Perfectionism Jumlah Subyek Jumlah Subyek Mean Kategori IPK Rendah Tinggi Mean perfectionism dengan harga diri pada mahasiswa dewasa awal, dan hubungan negatif antara non-perfectionism dengan Gambaran IPK terakhir bardasarkan jenis perfectionism dan harga diri dapat dilihat dalam tabel 6. Untuk uji perbandingan rata- harga diri pada mahasiswa dewasa awal. Hal ini berarti semakin tinggi jenis perfectionism . daptive, maladaptive, non- rata pada IPK terakhir dibagi menjadi dua perfectionis. mahasiswa maka semakin kategori yaitu . IPK rendah dengan nilai kurang dari atau sama dengan 3. 00 (O . IPK tinggi dengan nilai lebih dari 00 (> . Jenis perfectionism yang akan diuji melalui perbandingan rata-rata adalah adaptive perfectionism dan maladaptive Hasil data menunjukkan IPK rendah harga diri mahasiswa. Demikian pula, sebaliknya semakin rendah jenis perfectionism . daptive, maladaptive, nonperfectionis. mahasiswa maka semakin tinggi harga diri mahasiswa. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hipotesis dan pernyataan pada teori dan terakhir subyek dengan kategori rendah jurnal untuk adaptive perfectionism dan ataupun tinggi pada adaptive perfectionism non-perfectionism. Penelitian mendapatkan nilai rata-rata lebih tinggi Chen Pembahasan Berdasarkan kualitas kehidupan, dan skor harga diri yang lebih tinggi dibandingkan individu menunjukkan terdapat hubungan negatif dengan maladaptive perfectionists dan non- Hubungan Perfectionism dengan Harga Diri pada Mahasiswa Dewasa Awal Sedangkan, penelitian dari tengah-tengah antara 3. 00 untuk masing- Park dan Jeong . menghasilkan masing jenis perfectionism. Sehingga, tidak individu yang adaptive perfectionists dan menunjukkan adanya rata-rata harga diri non-perfectionists tidak ada perbedaan yang ekstrem saat menghubungkan antar maladaptive perfectionists menunjukkan perfectionism, maladaptive perfectionism, psychological well-being, kepuasan hidup dan rendah diri yang rendah, serta tingkat menyebabkan semua hasil menunjukkan depresi yang tinggi. Karakteristik normal hal yang sama yaitu hubungan negatif dan perfectionism . yaitu menetapkan Karena individu yang adaptive standar yang tinggi tapi realistis, harga diri perfectionism seharusnya memiliki rata- rata harga diri yang sangat tinggi, dan keunggulan, dapat menerima kegagalan, sebaliknya individu yang maladaptive terorganisir, bersemangat dan antusias. perfectionism memiliki rata-rata harga diri Sedangkan, karakteristik non-perfectionism yang sangat rendah. non-perfectionism. Hal Namun, hasil analisis data maladaptive perfectionism . yaitu bersikap santai, tidak terlalu suka keteraturan, dan mahasiswa memiliki hubungan negatif dan signifikan sesuai dengan hipotesis, serta dianggap tidak bisa diandalkan (Winter, pernyataan teori dan jurnal. Hasil penelitian dari beberapa jurnal menunjukkan bahwa Hal ini dikarenakan data penelitian merupakan data terdistribusi tidak normal pada variabel harga diri. Rata-rata dari disebabkan oleh rasa khawatir berlebihan variabel harga diri ini juga berada di titik akan kesalahan berfokus pada hal yang negatif, seperti kegagalan (Chen et al. Taylor. Papay. Weeb, & Reeve, ketidaklayakkan yang mengacu pada self- Park & Jeong, 2015. Jayakumar, worth atau harga diri seseorang. Sudhir, & Mariamma, 2. Menurut Pada tahap perkembangan dewasa awal. Winter . , individu yang neurotic mahasiswa telah mencapai commitment within relativism yaitu individu membuat dengan menetapkan standar yang tidak penilaiannya melalui keputusan sendiri dan realistis, dan dimotivasi oleh ketakutan apa yang dipercayai, serta memberikan . kegagalan, penolakan dan hukuman yang keyakinan yang melekat, tetapi merasa berdampak pada self-worth atau harga diri Hal ini membuktikan bahwa kepercayaan pada pendapat diri sendiri mahasiswa yang maladaptive perfectionism (Papalia & Martorell, 2. Mahasiswa nilai-nilai menetapkan standar yang tinggi tapi tidak pandangan, pemikiran dan kepercayaan yang salah, tetapi dianggap benar. Individu memiliki pemikiran bahwa melakukan mengenai kesalahan yang menganggap kesalahan merupakan sebuah kegagalan yang menyatakan dirinya tidak layak dan berdampak pada rendahnya harga diri tidak berharga sehingga akan menilai dirinya keseluruhan . arga dir. secara perfectionism tidak pernah merasa puas Selain itu, individu juga percaya bahwa orang lain akan memandang dirinya sempurna sehingga menjadi tertekan dan rendah dan tidak berharga yang akan dipenuhi rasa takut kegagalan, sehingga mempengaruhi penerimaan individu dari Karena Hubungan Perfectionism dengan Harga Diri pada Mahasiswa Dewasa Awal orang lain di lingkungan sosial. Secure ethnic identity melibatkan perasaan positif signifikan dengan harga diri, sedangkan mengenai identitas pribadinya dan budaya yang luas, serta berhubungan dengan penerimaan lebih besar dari kelompok lain dikarenakan mahasiswa pada dewasa awal (Phiney. Ferguson & Tate, dikutip dalam dikarakteristikkan tidak ketergantungan Papalia Martorell. Hal berhubungan dengan harga diri yang tinggi bertanggungjawab dan mampu mengambil (Umana-Taylor Updegraff, dalam Papalia & Martorell, 2. misalnya orang tua mengkritik hasil nilai Dimensi parental expectations dan parental criticism merupakan dimensi mengharapkan untuk semua nilai yang berkaitan dengan faktor peran orang tua, bagus, si anak akan mendengarkannya dimana kombinasi dari harapan orang tua bahwa anak harus menjadi sempurna dan bukan merasa bersalah dan tertekan akibat kitikan orang tua jika anak gagal untuk gagal memenuhi harapan orang tua, karena memenuhi harapan tersebut. Individu yang mahasiswa merasa kritikan orang tua perfeksionis merasa orang tua mereka merupakan hal yang wajar. Menurut menetapkan standar yang tidak bisa mereka Aditomo dan Retnowati . , memang capai, dan kegagalan yang dilakukannya harapan yang tinggi dari orang tua dapat dapat mengakibatkan kehilangan kasih menjadi beban mahasiswa, tetapi yang sayang dan penerimaan dari orang tua terpenting adalah bagaimana orang tua (Frost. Marten. Lahart, & Rosenblate, menyikapi kesalahan dan kegagalan anak Tetapi, hasil analisis data dari tiap jenis perfectionism menunjukkan bahwa Selain itu, analisis data tambahan dalam akan kegagalan. Selain itu. Individu dengan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang adaptive perfectionism memiliki rata- perasaan akan kepuasan dirinya sendiri dan prestasi (Rice. Lopez, & Vergara, 2. IPK Berbeda Hasil penelitian Rice dan maladaptive perfectionism yang mendapat Ashby . dengan penelitian ini bahwa IPK baik dibawah 3. 00 maupun diatas 3. nilai IPK adaptive perfectionism lebih lebih memandang secara negatif, tidak tinggi daripada maladaptive perfectionism pernah merasa puas dengan hasil yang yang dilakukan pada 1. 537 mahasiswa. kurang sempurna dan tujuan yang tidak Mahasiswa adaptive perfectionism yang mendapat IPK baik dibawah 3. 00 maupun kesalahan, sehingga 00 lebih memandang secara positif, tertekan dalam proses akademik yang merasa puas akan proses dan hasil yang terlihat dalam nilai IPK. Khawatir dengan diperoleh dalam akademik, serta menerima kesalahan dan ketakutan akan kegagalan kesalahan dan kegagalan sebagai awal dari dalam akademik membuatnya merasa takut keberhasilan dan kesempatan untuk belajar mengenai pandangan dan kritik dari orang dalam meraih prestasi. Individu merasa lain yang menganggap dirinya gagal dan termotivasi dengan berusaha terus-menerus tidak layak. Sehingga, individu fokus pada agar mampu mencapai tujuan. Menurut kekurangan dan kelemahannya daripada Winter . , adaptive perfectionism kegagalan dalam meraih prestasi akademik. individu menjadi kemampuan dan kelamahan diri sendiri. Maladaptive dan lebih terdorong oleh motivasi yang dengan hal negatif menunjukkan rendahnya positif untuk berprestasi daripada takut kesuksesan akademik seperti ketakutan Hubungan Perfectionism dengan Harga Diri pada Mahasiswa Dewasa Awal akan kegagalan, academic efficacy yang Saran rendah, dan prestasi akademik yang rendah Peneliti memiliki beberapa saran agar (Damian. Stoeber. Negru-Subtirica, dan Baban, 2. Individu lebih dimotivasi Pertama, oleh ketakutan akan konsekuensi negatif mencari jurnal-jurnal penelitian di budaya seperti kegagalan, penolakan dan hukuman Indonesia agar mengetahui lebih spesifik (Winter, 2. perbandingan penelitian yang dilakukan di Indonesia dengan di luar Indonesia ketika Kesimpulan dan Saran terdapat perbedaan hasil penelitian. Kedua. Kesimpulan mencari penjelasan lebih dalam mengenai Berdasarkan analisis data yang telah cluster analysis agar hasil yang didapat lebih sesuai dengan jurnal. Tetapi, dapat perfectionism dengan harga diri subyek mencari cara lain juga yang lebih praktis penelitian yang merupakan mahasiswa dewasa awal. Kesimpulan dalam penelitian Ketiga, penambahan data kontrol pada data ini bahwa terdapat hubungan negatif antara responden yang berkaitan dengan latar adaptive perfectionism dengan harga diri belakang sosial-budaya-ekonomi sehingga pada mahasiswa dewasa awal, hubungan data-data tersebut dapat dianalisis lebih negatif antara maladaptive perfectionism Keempat, dengan harga diri pada mahasiswa dewasa selanjutnya untuk mengolah dan analisis awal, dan hubungan negatif antara nondata perfectionism dengan harga diri pada Hal hasil data yang sangat mewakili . menunjukkan bahwa kedua variabel yang dan homogenitas saja. Kelima, penelitian selanjutnya mengontrol variabel harga diri berhubungan satu dengan lainnya. dengan cara dikelompokkan berdasarkan kegagalan serta menghargai kelebihan tingkat . inggi, sedang, dan renda. agar keberhasilan yang dicapai oleh anak. Selain itu, anak telah memasuki tahap dewasa selanjutnya lebih baik menggunakan data awal dimana anak harus belajar untuk IPK asli agar hasilnya lebih akurat. Karena mandiri, tidak ketergantungan dengan IPK yang dikelompokkan menjadi tidak orang tua, bertanggungjawab dalam segala terlihat rata-rata nilai IPK yang sebenarnya. hal, dan mengambil keputusan penting Keenam. Selain itu, penting bagi mahasiswa yang perfeksionis diharapkan dapat berdampak ke arah positif dengan cara belajar untuk mencintai dan menghargai diri sendiri, kekurangan, tidak perlu membandingkan diri sendiri dengan orang lain, menetapkan ekspektasi dan tujuan yang realistis, menerima kesalahan dan kegagalan yang dialami, serta merasa puas terhadap segala kinerja yang dilakukan dan dihasilkan sehingga mendorong harga diri yang tinggi. Pada orang tua, tidak menuntut anak AuperfeksionisAy menyebabkan anak menjadi tertekan, tetapi orang tua harus memahami dan mengerti dalam kehidupannya terutama mengenai masa depannya, sehingga orang tua dapat mengurangi kontrol yang ketat terhadap kehidupan anak. Pada dosen pembimbing (PA) membimbing mahasiswa yang memiliki kecenderungan maladaptive perfectionism yang mungkin membutuhkan bantuan dalam menetapkan tujuan yang tepat dan dapat dikelola untuk diri mereka sendiri, dan mempelajari coping skills untuk membantu mereka bereaksi secara tepat terhadap stresor, kesalahan, kekecewaan, bahkan kegagalan yang dialaminya. Dosen PA dapat membantu meningkatkan harga diri mahasiswa dengan memberikan arahan Hubungan Perfectionism dengan Harga Diri pada Mahasiswa Dewasa Awal doi:10. 1016/b978-0-12-3869159. Flett. , & Hewitt. Perfectionism and maladjustment: An overview of theoretical, definitional, and treatment issues. In G. Flett & Hewitt (Eds. Perfectionism: Theory, research, and treatment . Washington. DC. US: American Psychological Association. Flett. Hewitt. Blankstein. , & OAoBrien. Perfectionism and learned resourcefulness in depression and self-esteem. Personality and Individual Differences, 12. , 61Ae68. doi:10. 1016/0191-8869. 90132-u Frost. Marten. Lahart. , & Rosenblate. The dimensions of perfectionism. Cognitive Therapy and Research, 14. , 449Ae468. doi:10. 1007/bf01172967 Hewitt. , & Flett. When perfectionism? Current Psychiatry, 6. Jayakumar. Sudhir. Mariamma, . Procrastination, perfectionism, coping, and their relation to distress and self-esteem in college students. Journal of the Indian Academy of Applied Psychology, 42. , 82-91. Luo. Wang. Zhang. Chen. , & Quan. The effect of perfectionism on school burnout among adolescence: The mediator of self-esteem Personality Individual Differences, 202Ae208. doi:10. 1016/j. mereka, menetapkan tujuan yang realistis, kegagalan secara lebih positif. Daftar Pustaka