ISSN : 2442-4986 An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat . -Journa. Volume 10 . Desember 2023 DOI : http://dx. org/ 10. 31602/ann. PROFIL PENGETAHUAN PENYAKIT KANKER DAN DAMPAK BAHAN BERBAHAYA DI LINGKUNGAN MASYARAKAT PENGRAJIN SANDAL PROFILE OF KNOWLEDGE OF CANCER DISEASE AND THE IMPACT OF HAZARDOUS MATERIALS IN THE SANDAL CRAFTSMAN'S ENVIRONMENT Mahardian R1. Dinda M N Ratri2*. Yunarti Yusfar3. Samirah4. Chrismawan A5. Suharjono. 1,4,5,6 Departemen Farmasi Praktis. Fakultas Farmasi. Universitas Airlangga. Surabaya Departemen Farmasi. Rumah Sakit Universitas Airlangga. Surabaya Program Sutudi Magister Farmasi Klinik. Fakultas Farmasi. Universitas Airlangga. Surabaya Jl. Mulyorejo. Surabaya. Indonesia *Authors Correspondence : dindamonika@ff. ARTICLE INFO Article history Received: Dec 2022 Accepted: Oct 2023 Published Online : Dec 2023 Keywords: sandal craftsmen Kata kunci: Bahan Berbahaya. Gaya Hidup Sehat. Dampak Kesehatan. Kanker. Pengrajin Sandal ABSTRACT The incidence of cancer is predicted to continue to increase. Cancer can be caused by contact with environmental contaminants that can be minimized. Sandal craftsmen are often exposed to carcinogenic materials. This study aims to determine the knowledge and attitudes of the community around the sandal home industry regarding cancer, and the impact of hazardous materials on health. The research design is a cross-sectional study using purposive sampling data collection method. Questionnaires related to cancer and hazardous materials were distributed to the public in October 2020. From the data obtained, an analysis of knowledge and attitude scores was carried out, in addition to a correlation test using statistical Based on the results of this study, it was found that almost 80% of the public's knowledge was good and more than 90% had a good attitude towards prevention and a healthy lifestyle. There is a significant correlation between attitudes and the level of public knowledge . =0. pY, dimana R tabel sebesar 0. Nilai R untuk masing-masing pertanyaan berturut-turut adalah 634, 0. 537, 0. 371, 0. 267, 0. 607, 0. 519, 0. 565, 0. 588, 0. 698 dan 0. Selain itu, kuesioner memiliki reliabilitas yang kuat dengan nilai alpha Cronbach > R tabel (R=0. Banyaknya responden dari penelitian ini adalah 68 orang. Dilihat dari karakteristik masyarakat usia terbanyak adalah rentang 30-39 tahun 21 . orang dan 50-59 tahun 20 orang . 41%), dan yang paling sedikit adalah usia 20-29 tahun 3 orang ( 41%) dan 60-69 tahun 5 orang . 35%). Jika dilihat dari karakteristik pendidikan sebagian besar pada jenjang SMA 33 orang . 52%) dan yang menempuh hingga pendidikan tinggi sebanyak 10 orang . 70%), hal ini bisa dilihat pada tabel I. Dari penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar tingkat pendidikan tidak sesuai dengan Badan Pusat Statistik tahun 2018 (BPS). Pada data BPS didapatkan jika tingkat pendidikan penduduk kecamatan Waru paling banyak adalah tidak atau belum tamat SD. Dan total hanya 3% penduduk kecamatan Waru yang menempuh jenjang pendidikan perguruan tinggi (Surabaya BPSK. Studi ini juga menunjukkan jika sebagian Tabel. 3 Sikap masyarakat tentang SADAR dan pola hidup sehat Kategori Sikap . Kurang Cukup Baik Selain itu pada tabel 3 diketahui bahwa 98,53% masyarakat memiliki sikap baik. Hampir seluruh masyarakat setuju perlunya pemeriksaan payudara secara mandiri (SADARI) secara rutin, menjaga pola hidup sehat, perlunya menggunakan APD (Alat Pelindung Dir. dan pengelolaan limbah industri agar tidak mencemari lingkungan. Mahardian R dkk: Profil Pengetahuan Penyakit Kanker Dan Dampak Bahan Berbahaya Di Lingkungan Masyarakat Pengrajin Sandal Tabel 4. Korelasi antara pengetahuan dengan usia terkait pengetahuan kanker dan dampak bahan berbahaya pada kesehatan Variabel Tingkat Pendidikan Usia Penggunaan multimedia powerpoint, video dan booklet berdasarkan bukti klinik terbaru dapat meningkatkan angka pemeriksaan dini. Materi multimedia tersebut adalah terkait strategi, tujuan dan cara mengakses pemeriksaan kanker. Selain itu juga angka pemeriksaan dini untuk deteksi penyakit kanker juga dapat diupayakan dari intervensi petugas kesehatan . Pada penelitian ini didapatkan korelasi yang bermakna antara sikap dan tingkat pendidikan masyarakat. Hal ini mungkin disebabkan oleh karena masyarakat dengan tingkat pendidikan yang tinggi menunjang ketercapaian pola hidup sehat dibandingkan dengan masyarakat dengan tingkat pendidikan yang kurang . Paparan terkait isu kesehatan terutama kanker telah menjadi program nasional yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia . Dengan dukungan dari semua lintas sektor dan masyarakat, maka diharapkan program pengendalian kanker di Indonesia akan mencapai tujuan yaitu menurunkan angka kesakitann dan kematian akibat kanker. Meskipun penyakit kanker ini merupakan penyakit yang tidak diketahui penyebabnya secara pasti, namun dipengaruhi oleh banyak faktor seperti merokok/terkena paparan asap rokok, mengkonsumsi alkohol, paparan sinar ultraviolet pada kulit, obesitas dan diet tidak sehat, kurang aktifitas fisik, dan infeksi yang berhubungan dengan kanker. Penelitian ini menggambarkan pengetahuan masyarakat pada satu waktu dengan waktu yang cukup singkat. Studi ini tetap perlu dilakukan karena dapat menjadi peneltian awal pada populasi khusus yang memiliki faktor resiko paparan bahan zat Oleh karena itu, pogram peningkatan pengetahuan terkait deteksi dini kanker perlu selalu dilakukan secara berkesinambungan, selain itu studi lanjut terkait sikap dan pengetahuan masyarakat tentang hal tersebut perlu selalu dikaji P Value Tabel 5. Korelasi antara sikap dengan tingkat pendidikan dan usia terkait sikap terhadap penyakit kanker dan dampak bahan berbahaya pada kesehatan Variabel P Value Tingkat Pendidikan Usia Berdasarkan tabel 4 dan 5 tiga hasil analisis uji korelasi yang dilakukan pada studi ini, didapatkan bahwa tidak ada korelasi bermakna antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan . =0,959. p>yuC), korelasi antara usia dengan pengetahuan . =0,258. p>yuC), dan korelasi antara usia dan sikap . =0,283. p>yuC). Hal ini berbanding terbalik dengan uji korelasi antara variabel sikap dengan tingkat pendidikan . =0,045. pyuC). PEMBAHASAN Pengetahuan dan sikap tentang penyakit kanker dan dampak berbahaya yang baik, tidak cukup untuk mengurangi angka kejadian penyakit Hal ini disebabkan oleh angka deteksi dini penyakit kanker leher rahim dan kanker payudara dilaporkan hanya dilakukan oleh 2% perempuan berusia produktif pada kabupaten ini . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pemahaman dan sikap peserta sudah baik mengenai penyakit kanker, pencegahan kanker dan cemaran bahan Sejalan Mahardian R dkk: Profil Pengetahuan Penyakit Kanker Dan Dampak Bahan Berbahaya Di Lingkungan Masyarakat Pengrajin Sandal menggalakkan gaya hidup sehat sehat untuk mencegah kanker dan dampak cemaran serta bahan Ae bahan yang mencemari lingkungan. Dengan semakin meningkatnya pengetahuan tersebut maka diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker. UCAPAN TERIMAKASIH Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh staf dosen KBK Farmasi Klinik atas dukungan terhadap penyelenggaraan aktivitas ini. DAFTAR PUSTAKA