Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 3 No. 4 Desember 2019 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA SMP DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI Cicilia Melinda1 dan Ilham Rahmawati2 Program Studi Pendidikan IPS FKIP Universitas Pasir Pengaraian ciciliaakmal@gmail. Ilhamrahmawati4@gmail. ABSTRAK Salah satu kemampuan berpikir yang penting dikuasai oleh siswa adalah kemampuan berpikir analisis. Karena berpikir analitis memudahkan siswa berpikir secara logis, untuk itu di perlukan strategi pembelajaran yang sesuai untuk berpikir analisis, salah satu strategi pembelajaran yang sesuai dengan berpikir analisis adalah strategi pembelajaran Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskritif yang dilaksanakan di SMP Negri 4 Kepenuhan kabupaten Rokan Hulu. Subjek penelitian adalah siswa kelas Vi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran inkuiri memiliki kemampuan mengnalisis yang baik. Hal ini dilihat dari langakah langkah dalam belajar inkuiri yaitu orientasi, merumuskan maslah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis dan memberikan kesimpulan. Kata kunci: Kemampuan berpikir analisi, strategi pembelajaran inkiri. PENDAHULUAN Kemajuan ilmu pengetahuan, tekhnologi informasi dan revolusi industry yang terus berlanjut peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir analisis. Agar mereka mampu berfikir analisis perlu adanya upaya peningkatan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan Strategi pembelajaran yang membantu siswa untuk mencari informasi tentang materi pelajaran yang da serta mampu mengumpulkan data dan fakta serta informasi yang sesuai dengan tuntuan materi pembelajaran sehingga siswa mampu menganalisis suatu Secara umum, pembelajaran yang dilaksanakan di SMP di Rokan Hulu belum melatihkan kemampuan berpikir analisis siswa. Dalam proses pembelajaran di SMP pendidik lebih menekankan penghapalan fakta dalam materi pembelajaran IPS, sehingga melahirkan sumber daya manusia yang hanya mampu menjawab soal ujian disekolah tanpa mampu menganalisis sebab akibat dari suatu peristiwa dari materi pelajaran yang di ajarkan pendidik, sehingga siswa hanya fokus untuk menghapal materi pelajaran saja, tanpa bisa menganalisisnya dan menerapkan kemampuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu kemampuan berpikir analisis penting untuk dilatihkan kepada siswa. Kemampuan berpikir analisis dapat dilatihkan melalui pembelajaran dengan strategi pembelajaran inkuiri. Menurut Lufri . Strategi pembelajaran inkuiri merupakan pendekatan pembelajaran yang mengarahkan anak didik untuk menemukan pengetahuan, ide dan informasi melalui usaha sendiri. Pembelajaran berdasarkan inkuiri adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa di mana siswa dibawa ke dalam suatu persoalan atau mencari jawaban atas pertanyaanpertanyaan didalam suatu prosedur dan struktur yang digariskan seara Strategi pembelajaran inkuiri merupakan salah satu model yang menuntut adanya partisipasi aktif dan kontribusi siswa secara penuh. Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan guru dan siswa di SMP di Rokan Hulu, peneliti menemukan pembelajaran IPS bersifat teacher centered. Pembelajaran dikendalikan oleh guru. Siswa bertugas menjalankan perintah yang diberikan oleh guru Dalam kegiatan pembelajaran tersebut guru terlihat begitu aktif sedangkan siswa cenderung pasif. Dengan pembelajaran seperti ini maka siswa akan lebih sulit berkembang karena kurangnya kesempatan yang diberikan. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran guru menggunakan metode ceramah bevariasi. Ceramah akan menciptakan pembicaraan satu arah Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 3 No. 4 Desember 2019 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ yang kurang sesuai apabila terus menerus diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga guru kelas sesekali mengajak komunikasi dua arah seperti berdiskusi dan tanya jawab dengan kenyataanya, siswa belum berani menyampaikan pendapat maupun gagasannya, sehingga interaksi siswa dan guru kurang maksimal. Siswa juga tidak terlihat menanyakan hal-hal yang belum diketahui, siswa masih memilih diam dari pada menanyakannya kepada Apabila memang tidak ada pertanyaan maka guru akan malanjutkan proses Guru memberikan penugasan berupa soal-soal untuk dikerjakan siswa. Karakteristik siswa SMP yang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi seharusnya dapat dimanfaatkan oleh guru. Pemanfaatan ini dapat berupa penyusunan strategi pembelajaran yang sesuai yang dapat menjembatani siswa untuk mengembangkan kemampuannya. pembelajaran tersebut salah satunya yaitu pembelajaran dengan inkuiri. Dalam pembelajaran inkuiri tersebut siswa akan terlibat aktif untuk melakukan eksplorasi mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti akan mengadakan penelitian guna mengetahui pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir analisis mata pelajaran IPS pada siswa kelas Vi SMP Se kabupaten Rokan Hulu. METODE PENELITIAN Penelitian jenis ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metodologi penelitian deskriptif. Deskriptif . escriptive researc. merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena apa adanya tanpa memanipulasi terhadap objek penelitian. Sedangkan penelitian kualitatif menurut Saryono . Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif. Sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang dan perilaku yang dapat diamati. Oleh karena itu, penelitian ini akan bermula dari penggalian data berupa pandangan dan informan dalam bentuk cerita rinci atau asli yang diungkapkan apa adanya sesuai dengan bahasa danpandangan para subjek penelitian. Penelitian ini pada umumnya bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan karekteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat. Penelitian deskriptif menghasilkan data berupa kata-kata tulisan atau lisan tidak berupa angka-angka. Hal yang dideskripsikan dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir analitis siswa dengan strategi pembelajaran inkuiri. Dalam penyelesaian soal siswa dituntut memenuhi indikator berpikir analitis. Pendeskripsian ini ditelusuri melalui pengamatan langsung dalam proses menyelesaikan soal yaitu menganalisis pekerjaan siswa dalam merumuskan soal, menyelesaikan soal tersebut dengan cara wawancara semi terstruktur kepada subjek HASIL DAN PEMBAHASAN Berpikir adalah eksplorasi pengalaman yang dilakukan secara sadar dalam mencapai suatu Tujuan itu mungkin berbentuk pemahaman, pengambilan keputusan, perencanaan, pemecahan masalah, tindakan, dan penilaian. Menurut Ibrahim dan Nur . , berpikir memiliki beberapan pengertian antara lain: . berpikir adalah proses yang melibatkan operasi mental seperti induksi, deduksi, klasifikasi, dan penalaran. berpikir adalah proses secara simbolik menyatakan . elalui bahas. obyek nyata dan kejadian dan penggunaan pernyataan simbolik itu untuk menemukan prinsip-prinsip yang esensial tentang obyek dan kejadian itu. berpikir adalah kemampuan untuk menganalisis, mengkritik, dan mencapai kesimpulan berdasar pada inferensi atau pertimbangan yang seksama. Aderson & Krathwohl . alam Aksela, 2. menyatakan bahwa tingkatan keterampilan berpikir dalam Taksonomi Bloom terdiri dari enam tingkatan, yaitu pengetahuan . nowledge/recal. , pemahaman Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 3 No. 4 Desember 2019 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ , aplikasi . , analisis . , sintesis . , dan evaluasi . Jadi dalam berpikri ada tingkatan berpikir analisis, di mana berpikir analisis ini ada pada urutan ke empat yang berarti sanagat di perlukan untuk dilatihkan kepada siswa sekolah Menurut Sudjana dalam blog Herdian. Pd . Kemampuan analitis adalah kemampuan siswa untuk menguraikan atau memisahkan suatu hal ke dalam bagiannya dan dapat mencari keterkaitan antara bagian-bagian tersebut. Hal ini juga diperkuat oleh Amer . alam eni dkk: 2. mendefinisikan kemampuan berpikir analisis sebagai jalan untuk mengembangkan kapasitas untuk berpikir secara bijaksana, cerdas, memecahkan masalah, menganalisis data dan mengingat serta menggunakan informasi. SedangkanSurya . menyatakan ketrampilan berpikir analisis yaitu suatu ketrampilan untuk mengurai sebuah struktur atau suatu produk permasalahan menjadi berbagai bagian atau hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian atau pemahaman yang tepat arti keseluruhan atau untuk mengetahui pengorganisasian struktur yang membentuk pokok masalah tersebut. Harsanto . menyatakan bahwa kemampuan analisis siswa adalah kemampuan siswa dalam menerangkan hubungan-hubungan yang ada dan menkombinasikan unsur-unsur menjadi satu Kemampuan analisis artinya mampu memecah materi menjadi bagian-bagian pokok dan mengambarkan bagaimana bagian-bagian tersebut, dihubungkan satu sama lain maupun menjadi sebuah struktur keseluruhan. Dari pendapat ahli di atas, dapat di simpulkan bahwa kemapuan berpikira nalisis merupakan kemampuan dimana siswa dapat mengguraikan masalah atau teka-teki menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk mengetahui hubungan dan keterikatan antara satu bagian dengan bagian yanglain serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi, yang anatinya berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penelitian ini dapat dinyatakan beberapa ciri-ciri berpikir analitis. Berdasarkan hasil penelitian terhadap hasil pekerjaan siswa dalam menyelesaikan lembar tes kemampuan berpikir analitis yang diberikan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri menyelesaikan soal dengan baik. Pada tahap awal pembelajaran siswa masih canggung dengan strategi pembelajaran inkuir yang di berikan guru, karena strategi ini relative baru bagi siswa yang biasanya belajar dengan strategi pembelajaran yang hanya focus pada penguasan materi saja, pada pertemuan pertama siswa masih kurang memahami prosedur yang di berikan di awal pembelajaran, dan masih kau dan sedikit takut ketika memberikan jawaban semnetara dari permasalahan yang diajaukan di awal pembelajaran. Siswa juga hanya menjawab pertanyaan dengan data dan fakta yang ada dalam buku paket dan bahan ajar yang telah di bagikan sebelum proses pembelajaran dengan strategi pembelajaran inkiri Kemampuan berpikir analisis siswa mulai berkembang walaupun hanya memenuhi indikator kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan dalam mendefinisikan masalah sebenarnya, memiliki banyak gagasan, mampu menyingkirkan alternatif yang kurang efisien, mampu menentukan pilihan solusi terbaik yang memenuhi kriteria yang diterapkan. Namun pada pertemuan selanjutnya beberapa siswa sudah mampu memenuhi semua tahapan indikator kemampuan berpikir analitis walaupun masih dengan dorongan dan motivasi yang banyak dari guru saat proses pembelajaran berlangsung. Ditambah dengan kurang telitinya siswa dalam mengerjakan soal sehingga langkah dalam pengecekan kembali jawaban salah sehinga ada beberapa orang siswa yang tidak memenuhi satu indikator kemampuan berpikir analitis yaitu Kemampuan Kemampuan Mengetaui akibat dan dampak dalam menyelesaiakan Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 3 No. 4 Desember 2019 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Namun secara garis besar setealah strategi pembelajran inkuiri diterapkan dalam proses pembelajaran di SMP N 4 Kepenuhan siswa mampu memberikan solusi dari permasalahn yang di berikan, mampu menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sesuai data dan fakta serta informasi yang sesuai dengan materi pembelajaran, siswa juga sudah teliti dalam mencari informasi mana yang penting dan tidak penting dalam suatu permaslaahan yang di Hal ini terlihat dari hasil tes esai yang di berikan. Di awal dalam penelitian ini di berikan pretes dalam bentuk soal uraian. Soal ini di berikan untuk melihat apakah ada perubahan dalam kemampuan berpikir analisis siswa sebelum dan sesudah di terapkanya strategi pembelajaran inkuiri. Dari hasi ltes awal di dapatkan lah rata-rata hasil tes tersebut yaitu 59,10. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tersebut berada pada skala cukup. Untuk menmbuhkan kemampuan berpikir analisis siswa di terapkan strategi pembelajaran Yaitu dengan langkah langkah orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis dan membuat kesimpulan dari hipotesis yang telah di ujikan. Setelah di berikan perlakuan dengan strategi pembelajaran inkuiri maka di lakukan kembali test dalam bentuk essai terhadap siswa. Di dapatkan lah hasil rata-rata dari test tersebut yaitu: 81,05. Dari hasil rata-rat test tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan berpikir analisis siswa telah tumbuh dan dapat di kategorikan dengan table di atas ayitu ada pada kategori sangat baik. Berdasrkan hasil wawancara yang penulis lakukan dengan siswa di SMP N 4 Kepenuhan didapatkan beberapa keterangan yaitu, bahwa siswa siswa lebih merasa tertantang ketika di berikan pertanyaan yang hasur mereka kerjakan sendiri, mereka juga merasa lebih berani memberikan jawaban karena sudah di berikan tanggung jawab dengan mencari sendiri informasi data dan fakta yang akan mereka jawab dari permasalahan yang di berikan oleh guru sebelum proses pembelajaran berlangsung. Selain itu siswa-siswa setelah beberapa kali pertemuan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri merasa termotivasi untuk berbicara karena selalu di berikan kesempatan untuk tampil menjawab pertanyaan, memberikan solusi dan mereka merasa lebih berani berbicara di depan orang banyak dan di hadapan teman-teman Dari wawancara dengan guru mata pelajaran IPS juga didapatkan informasi bahwa dengan strategi pembelajaran inkuiri siswa yang selama ini hanya menerima saja materi dan jarang mengeluarkan pendapat dalam proses pembelajaran berangsur-angsur mulai mampu berbicara, mengeluarkan pendapatnya, mereka satu persatu mulai aktif belajar, belajarpun menjadi menyenangkan karena ada interaksi timbal balik antara siswa dan guru juga antara siswa dengan siswa lainya. Di tambah lagi strategi pembelajaran inkuiri ini juga di kembangkan menjadi inkuiri kelompok dan inkuiri Tanya jawab, sehingga setiap siswa di beri kesempatan untuk bertanya, memberikan jawaban sert juga boleh memberikan sanggahan dari pernyataan dan solusi yang di berikan oleh siswa lainya dalam proses pembelajaran. Jadi disini dapat dilihat bahwa strategi pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan dan menumbuhkan kemampan berpikir analisis bagi siswa SMP di kabupaten Rokan Hulu. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir analitis siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran inkuiri sangat baik. Dalam menganalisis kemampuan berpikir analitis siswa dengan strategi pembelajaran inkuiri dalam pemecahan masalah dapat dilakukan dengan memeberikan soal pemecahan masalah. Di mana, hasil dari kemampuan analisis siswa cukup baik . Hal ini membuktikan bahwa kemampuan siswa dengan strategi pembelajaran inkuiri memiliki kemampuan merumuskan maslah, menetapkan hipotesis sementara, memngumpulkan data, menguji hipotesis dan membuat kesimpulan memenuhi kriteria yang ditetapkan. Penulis menyarankan kepada guru mata pelajaran IPS di SMP antara lain: Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 3 No. 4 Desember 2019 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Hendaknya dalam proses pembelajaran guru dapat menggunakan soal-soal kemampuan berpikir analitis, karena kemampuan berpikir analitis dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kemampuan berpikir siswa. Hendaknya dalam proses pembelajaran, guru harus memberikan motivasi dalam belajar kepada siswa agar siswa dalam proses pembelajaan tidak hanya menghapal materi tapi juga menganalisis permasalahan yang akan berguna bagi kehidupanya dalam masyarakat. Penulis menyarankan kepada uru untuk menggunakan berbagai macam strategi yang mampu mengembangkan kemampuan berfikir sisiwa. DAFTAR PUSTAKA