JURNAL Volume 4. Nomor 2 Desember 2024 P-ISSN: 27752062 E-ISSN: 27758729 Al-Manaj EFEKTIVITAS DAKWAH BERBASIS HUMOR: STUDI KASUS DI DAERAH MANDAILING NATAL Siti Rahma Harahap1. Fitri Ani Aulia Rangkuti2. Ilmi Khodijah3. Nur Prasanti4. Riski Deliana5* STAIN Mandailing Natal Email: riskidelianariskideliana@gmail. Kata kunci Abstrak dakwah, humor, efektivitas. Mandailing Natal Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas dakwah berbasis humor sebagai pendekatan baru dalam menyampaikan ajaran agama Islam di daerah Mandailing Natal. Sumatera Utara. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat umum yang terlibat dalam kegiatan dakwah berbasis humor. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola respons masyarakat terhadap dakwah ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan dakwah berbasis humor mampu menarik perhatian jamaah, menciptakan suasana yang santai, dan meningkatkan keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan Pendakwah yang menggunakan humor dengan bijak dapat menyampaikan pesan-pesan agama secara relevan tanpa mengurangi esensi ajaran Islam. Meskipun demikian, penggunaan humor harus tetap memperhatikan prinsip-prinsip etika dan moral Islam untuk menjaga kesucian dakwah. Temuan ini menawarkan pandangan strategis baru dalam upaya penyebaran nilai-nilai Islam yang lebih inklusif di era modern. Keywords da'wah, humor. Mandailing Natal Abstract This study explores the effectiveness of humor-based preaching as a new approach in conveying Islamic teachings in the Mandailing Natal area. North Sumatra. We collected data through in-depth interviews with religious leaders, traditional leaders, and the general public involved in humor-based preaching activities, using qualitative research methods and a case study approach. Thematic analysis was used to identify patterns of community response to this preaching. The results of the study indicate that the humor-based preaching approach is able to attract the attention of the congregation, create a relaxed atmosphere, and increase active community involvement in religious activities. Preachers who use humor wisely can convey religious messages relevantly without reducing the essence of Islamic teachings. However, the use of humor must still pay attention to the principles of Islamic ethics and morals to maintain the sanctity of preaching. These findings offer a new strategic perspective in efforts to spread more inclusive Islamic values in the modern era. Pendahuluan Di era modern ini, dakwah sebagai upaya menyebarkan nilai-nilai agama semakin dihadapkan pada tantangan yang kompleks. Salah satu pendekatan yang semakin digemari Fitri Ani Aulia Rangkuti. Ilmi Khodijah. Nur Prasanti. Riski Deliana. Siti Rahma Harahap Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 1-6 Efektivitas Dakwah Berbasis Humor: Studi Kasus di Daerah Mandailing Natal adalah dakwah yang menggabungkan elemen humor. Pendekatan ini tidak hanya mampu menarik perhatian audiens dengan cara yang unik, tetapi juga membuka jalan untuk memperluas pemahaman terhadap ajaran agama dalam konteks yang lebih santai dan Di daerah Mandailing Natal. Sumatera Utara, pendekatan ini terbukti menjadi fenomena menarik di kalangan masyarakat yang kental dengan budaya lokalnya yang kaya akan humor. Secara tradisional, masyarakat Mandailing dikenal dengan kehidupan beragam dan penuh warna. Dakwah yang disampaikan dengan sentuhan humor tidak hanya menjadi alat untuk menyebarkan pesan agama, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat ikatan sosial dan budaya di antara komunitas mereka. Hal ini tercermin dalam berbagai aktivitas seharihari, mulai dari pertemuan keluarga besar hingga acara komunal yang meriah, di mana humor menjadi bahasa yang mengikat berbagai kalangan masyarakat. Namun demikian, efektivitas dakwah berbasis humor tidak selalu sepenuhnya diterima secara universal. Beberapa kalangan mungkin masih meragukan kemampuannya dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara serius dan mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam bagaimana pendekatan ini dapat berkontribusi dalam memperluas jangkauan dakwah di tengah-tengah masyarakat Mandailing Natal yang unik ini. Melalui studi kasus yang mendalam, penelitian ini akan mengeksplorasi respons masyarakat terhadap dakwah berbasis humor, serta dampaknya terhadap pemahaman dan penerimaan terhadap ajaran agama. 2 Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pandangan baru dalam strategi penyampaian pesan agama di tengah masyarakat yang kaya akan warisan budaya dan tradisi lokalnya. Penelitian ini akan mengeksplorasi berbagai aspek, mulai dari teknik-teknik komunikasi yang digunakan hingga perubahan perilaku yang teramati dalam masyarakat Dengan demikian, studi ini diharapkan dapat memberikan landasan empiris yang kuat untuk mendukung pengembangan pendekatan dakwah yang lebih inklusif dan berdaya tahan di era digital ini. Dengan memahami dinamika ini secara lebih mendalam, diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangan signifikan dalam konteks teori dan praktik dakwah, khususnya dalam menghadapi tantangan-tantangan zaman yang terus berkembang Dalam konteks Islam, dakwah yang menggunakan humor dapat menjadi cara yang efektif untuk menghadirkan pesan- pesan agama dengan cara yang lebih menarik dan mudah dicerna oleh audiens. Ini dapat mencakup penggunaan anekdot lucu, perumpamaan yang menggelitik, atau cerita-cerita yang mengundang tawa tetapi tetap mengandung nilai-nilai moral atau ajaran agama yang dalam. Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan humor dalam dakwah haruslah berlandaskan pada prinsip-prinsip etika dan moral Islam. Hal ini mencakup menghindari penggunaan humor yang bersifat melecehkan, merendahkan, atau tidak pantas dalam konteks Rasulullah SAW sendiri dikenal menggunakan humor dalam interaksi sehari-hari dengan sahabat-sahabatnya, tetapi selalu dengan penuh hikmah dan sesuai dengan situasi yang tepat. Dakwah yang berbasis humor juga dapat membantu memecah kekakuan atau ketegangan dalam berkomunikasi tentang agama, sehingga lebih mudah untuk mencapai pemahaman dan keterlibatan yang lebih dalam dari audiens. Namun, kesadaran terhadap Mahdaniar. , & Surya. Perumusan Etis Humor dalam Desain Pesan Dakwah. INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah, 3. , 291-312. Nugraha. Shaleh. , & Arif. Augus. Retorika Dakwah Stand Up Comedy. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. No. 2, pp. Fitri Ani Aulia Rangkuti. Ilmi Khodijah. Nur Prasanti. Riski Deliana. Siti Rahma Harahap Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 1-6 Efektivitas Dakwah Berbasis Humor: Studi Kasus di Daerah Mandailing Natal batas- batas kepatutan dalam penggunaan humor tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kesucian dan keaslian pesan agama yang disampaikan. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan studi kasus sebagai instrumen utama untuk mengumpulkan data dari masyarakat Mandailing Natal. Metode wawancara digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pandangan, persepsi, dan pengalaman masyarakat terkait dengan dakwah yang disampaikan dengan menggunakan humor. Wawancara akan dilakukan dengan memilih responden yang mewakili berbagai lapisan masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, serta anggota masyarakat biasa yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan budaya. Studi kasus akan menjadi pendekatan utama dalam menganalisis efektivitas dakwah berbasis humor di tengah masyarakat Mandailing Natal. Melalui studi kasus ini, penelitian akan memeriksa secara mendetail bagaimana dakwah yang mengandalkan humor dipahami, diterima, dan direspons oleh masyarakat dalam konteks kehidupan sehari-hari mereka. Data akan dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan analisis dokumen terkait dengan kegiatan dakwah dan kegiatan komunitas yang melibatkan unsur humor. Partisipasi aktif peneliti dalam kegiatan masyarakat seperti pertemuan adat, ceramah agama, dan acara komunal akan memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang penggunaan humor dalam konteks dakwah. Observasi ini akan memungkinkan peneliti untuk melihat langsung bagaimana pesan-pesan agama disampaikan melalui humor, serta dampaknya terhadap interaksi sosial dan budaya di masyarakat Mandailing Natal. Analisis data akan dilakukan dengan pendekatan induktif, di mana temuan dari wawancara dan observasi akan dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi pola, tema, dan variasi dalam persepsi dan penerimaan terhadap dakwah berbasis humor. Melalui metode ini, diharapkan penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi dan batasan dari pendekatan ini dalam menyebarkan nilai-nilai agama di tengah masyarakat Mandailing Natal yang beragam dan multicultural Hasil dan Pembahasan Komedi atau humor adalah bentuk ekspresi atau karya seni yang bertujuan untuk menghibur atau membuat orang tertawa. Ini bisa meliputi cerita lucu, tingkah laku kocak, penggunaan kata-kata yang menggelitik, atau situasi yang mengundang tawa. Humor sering kali digunakan untuk mengurangi ketegangan sosial atau untuk menyampaikan pesan dengan cara yang ringan dan menghibur. Dalam Islam, dakwah mengacu pada upaya aktif untuk menyampaikan ajaran dan nilai- nilai Islam kepada orang lain dengan tujuan untuk membimbing mereka menuju pemahaman yang benar tentang ajaran agama dan kehidupan spiritual. Dakwah meliputi berbagai bentuk komunikasi seperti ceramah, pengajaran, diskusi, dan contoh nyata dari perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam. Tujuan utamanya adalah untuk membawa manusia kepada ketaatan kepada Allah SWT dan memperbaiki akhlak serta perilaku mereka sesuai dengan tuntunan agama Islam. Dalam konteks Islam, dakwah yang menggunakan humor dapat menjadi cara yang efektif untuk menghadirkan pesan-pesan agama dengan cara yang Al-Runi. Asfar. , & Syahrani. Wacana Humor Bahasa Melayu Sambas dalam Dakwah Ustaz Hatoli: Kajian Pragmatik. In Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS) (Vol. Fitri Ani Aulia Rangkuti. Ilmi Khodijah. Nur Prasanti. Riski Deliana. Siti Rahma Harahap Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 1-6 Efektivitas Dakwah Berbasis Humor: Studi Kasus di Daerah Mandailing Natal lebih menarik dan mudah dicerna oleh audiens4. Ini dapat mencakup penggunaan anekdot lucu, perumpamaan yang menggelitik, atau cerita-cerita yang mengundang tawa tetapi tetap mengandung nilai-nilai moral atau ajaran agama yang dalam. Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan humor dalam dakwah haruslah berlandaskan pada prinsip-prinsip etika dan moral Islam. 5 Hal ini mencakup menghindari penggunaan humor yang bersifat melecehkan, merendahkan, atau tidak pantas dalam konteks agama. Rasulullah SAW sendiri dikenal menggunakan humor dalam interaksi sehari-hari dengan sahabat-sahabatnya, tetapi selalu dengan penuh hikmah dan sesuai dengan situasi yang tepat. Dakwah yang berbasis humor juga dapat membantu memecah kekakuan atau ketegangan dalam berkomunikasi tentang agama, sehingga lebih mudah untuk mencapai pemahaman dan keterlibatan yang lebih dalam dari audiens. Namun, kesadaran terhadap batas- batas kepatutan dalam penggunaan humor tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kesucian dan keaslian pesan agama yang disampaikan. Dakwah dengan humor telah membuktikan keefektifannya dalam menarik minat jamaah di daerah Mandailing Natal. Sumatera Utara. Pendakwah yang mampu menghadirkan pesan-pesan agama dengan sentuhan humor tidak hanya membuat suasana lebih santai, tetapi juga meningkatkan keterlibatan aktif jamaah dalam kegiatan keagamaan. 7 Dalam konteks masyarakat Mandailing Natal yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai keislaman, pendekatan ini menjadi jembatan untuk lebih mendekatkan agama dengan kehidupan sehari-hari penduduk 8 Penggunaan humor dalam dakwah tidak hanya terbatas pada penghiburan semata, tetapi juga menjadi alat untuk menyampaikan pesan-pesan agama dengan cara yang lebih relevan dan menarik. Ini diperkuat oleh respons positif yang terlihat dari jamaah, yang merasa lebih terbuka dan menerima dengan baik dakwah yang dilakukan dengan gaya komunikasi yang lebih informal namun tetap bermutu. Dalam era digital saat ini, media sosial menjadi saluran yang efektif untuk menyebarkan dakwah berbasis humor ke seluruh pelosok masyarakat Mandailing Natal dan bahkan di luar wilayah tersebut. Namun demikian, tantangan dalam mengadopsi pendekatan ini juga tidak dapat Pendakwah perlu memastikan bahwa humor yang digunakan tidak mengurangi nilai-nilai kesucian agama atau menyinggung sensitivitas jamaah. Keseimbangan antara hiburan dan substansi ajaran agama menjadi kunci keberhasilan dakwah berbasis humor. Dengan memahami konteks lokal dan kebutuhan masyarakat, pendakwah dapat mengoptimalkan penggunaan humor sebagai strategi untuk membangun pemahaman yang lebih dalam tentang Islam serta memperkuat komitmen spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, dakwah berbasis humor di Mandailing Natal tidak hanya menghadirkan pendekatan yang inovatif dalam menyampaikan pesan agama, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun solidaritas sosial dan kebersamaan dalam komunitas. Dengan terus mengembangkan keterampilan humor dalam dakwah, masyarakat Mandailing Natal dapat lebih memperkaya pengalaman keagamaan mereka dan menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Hilmi. Humor dalam Pesan Dakwah. Jurnal Ilmu Dakwah, 38. , 87-110. Fitri. Nilai-nilai Dakwah Sufistik dalam Anekdot Humor Sufi Nasrudin Hoja. QULUBANA: Jurnal Manajemen Dakwah, 4. , 158-173. Wandi. Penggunaan humor dalam dakwah komunikasi Islam. Al-Din: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan, 5. , 84-100. Nugroho. humor sebagai komunikasi dakwah . tudi kasus humor kyai di pondok pesantren hudatul muna . (Doctoral dissertation. IAIN Ponorog. Fatoni. , & Hartati. Dakwah dan Humor: Sisipan Pesan Dakwah dalam Program Siaran Humor Radio. Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi, 1. Fitri Ani Aulia Rangkuti. Ilmi Khodijah. Nur Prasanti. Riski Deliana. Siti Rahma Harahap Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 1-6 Efektivitas Dakwah Berbasis Humor: Studi Kasus di Daerah Mandailing Natal Dalam sebuah wawancara dengan salah satu masyarakat Mandailing, diketahui bahwa pendakwah yang sering menyelipkan unsur humor dalam dakwahnya sangat disukai oleh penduduk sekitar. Menurutnya, ketika sebuah dakwah disampaikan dengan sentuhan humor yang tepat, tidak hanya menarik perhatian banyak orang tetapi juga menciptakan suasana yang lebih santai dan mengundang kehadiran jamaah yang lebih banyak. Ia menegaskan bahwa dakwah yang menghibur namun tetap bermuatan agama mampu merangsang minat dan partisipasi aktif dari masyarakat dalam memperdalam pengetahuan agama mereka. Dalam konteks dakwah di Mandailing Natal, penggunaan humor telah terbukti efektif dalam membangun relasi yang kuat antara pendakwah dan jamaah. Humor tidak hanya menciptakan suasana yang santai dan menyenangkan dalam pertemuan dakwah, tetapi juga memperkuat ikatan emosional dan sosial antara para peserta. Hal ini membantu menciptakan lingkungan yang inklusif di mana jamaah merasa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan mendalami ajaran agama tanpa merasa tertekan atau terbebani. Selain itu, dakwah berbasis humor juga membuka pintu bagi pendekatan yang lebih kreatif dan dinamis dalam menyampaikan nilai-nilai Islam. Dengan menyelipkan humor dalam ceramah dan pengajaran agama, pendakwah dapat menarik perhatian kaum muda yang cenderung lebih responsif terhadap metode komunikasi yang menarik dan tidak konvensional. Ini berpotensi meningkatkan partisipasi generasi muda dalam kegiatan keagamaan dan memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran Islam yang sesungguhnya. Tentu saja, penggunaan humor dalam dakwah perlu disertai dengan kebijaksanaan dan pengetahuan yang mendalam tentang nilai-nilai agama. Pendakwah harus mampu memilih humor yang relevan dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip moral Islam, serta tetap mempertahankan integritas pesan dakwah. Dengan cara ini, dakwah berbasis humor dapat menjadi alat yang efektif dalam menjawab tantangan zaman dan memperkuat keimanan serta kehidupan spiritual jamaah di Mandailing Natal. Terakhir, pengalaman positif dari pendekatan dakwah berbasis humor dapat dijadikan contoh bagi komunitas Muslim lainnya untuk mengadopsi strategi yang lebih inklusif dan menarik dalam menyebarkan ajaran Islam. Dengan terus mengembangkan kreativitas dan sensitivitas terhadap kebutuhan masyarakat, dakwah dapat tetap relevan dan bermanfaat dalam membimbing umat menuju kebaikan dan keselamatan, sesuai dengan ajaran Islam yang mengedepankan kedamaian, toleransi, dan keadilan. Simpulan Hubungan yang erat antara pendakwah dan masyarakat. Namun demikian, untuk menjaga kesucian pesan agama, perlu ditekankan bahwa penggunaan humor haruslah bijaksana dan sesuai dengan nilai-nilai moral Islam. Pendakwah perlu memahami dengan baik konteks lokal dan sensitivitas masyarakat untuk memaksimalkan potensi dakwah berbasis humor tanpa mengorbankan substansi ajaran agama. Untuk mengembangkan lebih lanjut pendekatan ini, disarankan agar pendakwah terus meningkatkan keterampilan dalam menggunakan humor sebagai alat komunikasi dakwah. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan dan pengembangan profesionalisme dalam seni bercerita dan penggunaan bahasa yang menarik. Selain itu, memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan dakwah berbasis humor juga dapat membuka peluang baru untuk mencapai audiens yang lebih luas, baik di Mandailing Natal maupun di luar wilayah tersebut. Dengan Sadili. Aspek Humor Dalam Retorika Dakwah Gus Baha Di Media Youtube. Jurnal Dakwah Tabligh, 22. Fitri Ani Aulia Rangkuti. Ilmi Khodijah. Nur Prasanti. Riski Deliana. Siti Rahma Harahap Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 1-6 Efektivitas Dakwah Berbasis Humor: Studi Kasus di Daerah Mandailing Natal cara ini, dakwah tidak hanya tetap relevan dalam era modern ini, tetapi juga dapat menjadi sarana yang kuat dalam mempererat ikatan sosial dan membangun masyarakat yang lebih baik berdasarkan nilai-nilai Islam. Referensi