Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma IMPLEMENTASI MANAJEMEN KELAS DI SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA Zulkifli. ,*. Muhammad. Dedi Purwanto . Didit Haryadi . 1,2,3,. STKIP Taman Siswa Bima *Correspondence Autor: ijulk. bima@gmail. [Naskah Masuk : 15 Oktober 2025, diterima untuk diterbitkan : 03 Desember 2. Abstrak: Kemampuan dalam mengelola dan melaksanakan manajemen kelas yang baik merupakan upaya penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan yang berhubungan dengan proses belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu, manajemen kelas yang efektif sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam hal ini, guru memiliki peran kunci yang menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. Guru perlu terus menerus memastikan dan menciptakan suasana yang kondusif dan efektif di dalam kelas. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan objek penelitian di SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA . Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru telah merancang dan mengelola proses pembelajaran dengan baik, yang meliputi: . Perencanaan manajemen kelas yang melibatkan penyusunan silabus dan RPP. Pelaksanaan manajemen kelas yang mencakup tindakan mengatasi hambatan dalam proses manajemen kelas serta menciptakan iklim atau suasana kelas yang mendukung. Aktivitas penutup pembelajaran berupa evaluasi yang diberikan kepada siswa secara lisan dan tulisan. Efektivitas pembelajaran yang diukur dari kemampuan guru mengelola kelas, ketuntasan belajar, aktivitas belajar siswa, dan respon positif siswa terhadap pembelajaran, faktor-faktor pendukung dalam implementasi manajemen kelas untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran siswa kelas 3 SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA yang telah dipaparkan diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana dan solusi bagi guru untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan manajemen kelas di SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA. Kata Kunci: Implementasi. Manajemen Kelas. Perencanaan. Evaluasi. Abstract: The ability to manage and implement effective classroom management is an essential effort in supporting the improvement of educational quality, particularly in the teaching and learning process within the classroom. Therefore, effective classroom management is highly required to achieve learning objectives. In this context, teachers hold a key role in determining studentsAo learning success. Teachers must continuously ensure and create a conducive and effective classroom atmosphere. This study employed a qualitative approach with a descriptive method, collecting data through interviews, observations, and documentation, with the research site at SDN 3 Jatiwangi. Bima City. The results of the study Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma indicate that teachers have planned and managed the learning process well, which includes:. Classroom management planning, involving the development of a syllabus and lesson plans (RPP). The implementation of classroom management, which includes efforts to address obstacles in the classroom management process and create a supportive classroom . Closing learning activities, consisting of evaluations given to students both orally and in written form. Learning effectiveness, measured by the teacherAos ability to manage the classroom, studentsAo learning mastery, studentsAo learning activities, and studentsAo positive responses toward learning. The supporting factors in the implementation of classroom management to improve learning effectiveness for third-grade students at SDN 3 Jatiwangi. Bima City, as described above, are expected to serve as a reference and solution for teachers in overcoming obstacles in classroom management at SDN 3 Jatiwangi. Bima City. Keywords: Implementation. Classroom Management. Planning. Evaluation. PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan, wawasan sangat dibutuhkan oleh seorang guru dalam memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang berkenaan dengan memandang serta cara bersikap yang lebih umum, yang dimiliki setiap guru dalam menghadapi tugas-tugasnya seperti wawasan dalam hal belajar mengajar. Seorang pendidik harus mengerti esensi dari pendidikan karena ia perlu dapat memandang pendidikan sebagai suatu proses dan tujuan sekaligus. Pendidikan adalah aktivitas dalam masyarakat yang bertujuan untuk menciptakan manusia yang utuh dalam lingkungan Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penting bagi seorang guru untuk memiliki kemampuan dalam mengelola dan melaksanakan manajemen Manajemen kelas adalah upaya yang dilakukan secara sengaja untuk merencanakan, mengorganisir, mengaktualisasikan, serta melakukan pengawasan dan supervisi terhadap aktivitas yang berlangsung di kelas agar proses belajar mengajar berjalan dengan sistematis, efektif, dan efisien, yang memungkinkan optimalisasi dari potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Penciptaan manajemen kelas yang efektif di sekolah didukung oleh lingkungan fisik yang kondusif dan memadai, yang membantu meningkatkan intensitas pembelajaran dan memberikan dampak positif pada pencapaian tujuan pengajaran. AuManajemen kelas di sekolah tidak hanya tentang pengaturan pembelajaran, fasilitas fisik, dan rutinitas, tetapi juga tentang menciptakan kondisi kelas dan lingkungan sekolah yang nyaman dan mendukung suasana belajar yang efektif. Ay Oleh karenanya, penting bagi sekolah dan kelas untuk dikelola dengan baik untuk menciptakan iklim belajar yang mendukung. Proses pembelajaran akan berjalan optimal jika didukung oleh guru yang profesional dan kompeten. Guru yang baik adalah mereka yang dapat membangkitkan semangat dan motivasi belajar di kalangan peserta didik, yang pada Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma akhirnya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mencapai prestasi yang Selain itu, guru yang terampil adalah mereka yang dapat menerapkan fungsifungsi manajemen dalam berbagai program dan aktivitas kelas. Karena itu, manajemen kelas sangat penting dalam peningkatan kualitas pendidikan. Berdasarkan pengamatan awal di SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA yang diperkuat dengan diskusi informal dengan guru-guru di sana, manajemen kelas 3 SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA terlihat menarik. Ini terlihat dari cara mereka menyiapkan Sekolah tersebut juga menyelenggarakan program peningkatan kualitas guru yang bertujuan untuk menciptakan guru yang siap dan kompeten dalam mengajar dan mengelola kelas serta mengatasi gangguan yang tidak terduga. Gangguan tersebut umumnya berupa sikap siswa yang kurang peduli terhadap pembelajaran, kesulitan dalam memahami penjelasan guru, atau lingkungan belajar yang tidak kondusif. Hal ini menunjukkan bahwa ada beberapa aspek dalam proses kegiatan mengajar yang perlu diperbaiki untuk mengatasi permasalahan tersebut dan agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif, pembelajaran yang efektif dapat menciptakan proses belajar mengajar yang menyenangkan bagi siswa. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan metode deskriptif, yaitu menggambarkan subjek mengenai situasi dan data yang diperoleh selama observasi dan wawancara sehingga menjadi informasi yang berguna dan mudah dipahami oleh para pembaca. Menurut Prasanti . alam Bhughe, 2. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang digunakan dalam meneliti objek yang alamiah dimana peneliti berperan sebagai instrumen kunci yang teknik pengumpulan datanya dilakukan secara gabungan, analisis data bersifat induktif dan hasil dari penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna dari pada generalisasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari Implementasi Manajemen Kelas meningkatkan efektivitas belajar siswa kelas 3 ddn 3 jatiwangi kota bima, ditemukan hasil-hasil sebagai berikut: Perencanaan Manajemen Kelas dalam proses pembelajaran Berdasarkan informasi yang didapat peneliti, guru kelas 3 sdn 3 jatiwangi kota bima harus membuat program perencanaan yang meliputi: Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma Penyusunan Silabus di SDN 3 jatiwangi kota bima , penyusunan silabus dilakukan oleh beberapa guru dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan mendapat dukungan serta pemeriksaan dari kepala Kepala sekolah terlibat langsung mulai dari proses penyusunan hingga pemberian bantuan jika guru menghadapi kendala. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP, yang,digunakan sebagai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA . Pembuatan RPP harus dilakukan oleh guru sebelum mengajar untuk memastikan bahwa materi disampaikan dengan efektif dan menjadi acuan dalam proses belajar mengajar. RPP juga Dapat meningkatkan kepercayaan diri guru dalam mengajar dan berinteraksi dengan siswa. Pelaksanaan Manajemen Kelas dalam Proses Pembelajaran . Tindakan dalam manajemen kelas Dari penelitian, beberapa tindakan yang dilakukan guru kelas SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA adalah: Menerapkan pendekatan pribadi dengan siswa. Guru perlu menggunakan pendekatan pribadi dengan siswa, terutama ketika siswa tampak kurang antusias atau sulit diinstruksikan. Dengan memahami psikologi siswa, guru dapat lebih efektif dalam membina hubungan yang mendukung kebutuhan pembelajaran siswa. Memotivasi Kemampuan guru dalam memotivasi siswa sangat penting untuk membantu mereka berkonsentrasi selama belajar. Motivasi bisa berupa pujian, nasihat, dan pemberian penghargaan kepada siswa yang Selain itu, komunikasi efektif juga penting sebagai sarana Memberikan penguatan dan hukuman yang mendidik. Guru harus memberikan penguatan untuk mendukung aktivitas positif di kelas dan meningkatkan prestasi. Penguatan ini bisa berupa hadiah yang bersifat moral atau materi. Selain itu, pemberian hukuman yang mendidik juga Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma diperlukan untuk memperbaiki perilaku siswa yang melakukan kesalahan, dengan tujuan agar mereka tidak mengulangi kesalahan tersebut. Pengkondisian suasana kelas yang dilakukan guru kelas SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA sebagai berikut: Ruang Kelas Ruang kelas harus diatur sedemikian rupa agar nyaman, memberikan kemudahan bagi siswa dan guru untuk berinteraksi dan bergerak dengan leluasa selama pembelajaran. Efektivitas guru dalam mengontrol kelas menentukan kondisi ruang kelas, karena guru adalah pemimpin dalam kelas. Menurut hasil penelitian, kondisi ruang kelas sudah memenuhi standar karena telah disesuaikan dengan jumlah siswa, memungkinkan mereka untuk bergerak bebas tanpa berdesakan, dan memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Pengaturan Tempat Duduk Pengaturan tempat duduk merupakan strategi penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Formasi yang tepat dari tempat duduk dapat membuat proses belajar menjadi lebih efektif. Pengaturan ini harus memungkinkan siswa duduk dengan nyaman dan memudahkan guru dalam mengawasi selama proses Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tempat duduk sering diubah sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, yang mendukung kelancaran proses pembelajaran. Metode Pembelajaran Penguasaan berbagai metode pembelajaran sangat penting bagi guru untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif. Pemilihan metode yang tepat sangat ditentukan oleh keahlian guru. Berdasarkan hasil penelitian, guru di SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA menggunakan beragam metode, mulai dari ceramah hingga role play, disesuaikan dengan materi yang diajarkan. Metode tersebut akan dievaluasi dan diubah jika diperlukan, untuk mencapai efektivitas maksimal dalam kelas. Penggunaan Media Pembelajaran Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma Optimalisasi media pembelajaran sangat penting untuk membantu siswa memahami materi secara maksimal. Guru di SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA menggunakan berbagai media seperti buku paket dan media elektronik seperti laptop dan handphone. Media ini dimanfaatkan untuk membuat proses belajar lebih menarik, seperti menggunakan foto atau video sejarah yang ditampilkan melalui proyektor. Interaksi Guru dan Siswa Interaksi yang efektif antara guru dan siswa dianggap kunci keberhasilan Interaksi yang baik tidak hanya terjadi di dalam kelas tapi juga di luar kelas, menciptakan motivasi belajar yang tinggi pada siswa. Berdasarkan hasil penelitian, guru telah menggunakan berbagai cara untuk meningkatkan interaksi ini, termasuk metode tanya jawab dan pemberian reward untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Guru juga aktif menggunakan sumber daya dan media pembelajaran secara kreatif sesuai dengan kebutuhan siswa. Kegiatan akhir Manajemen Kelas dalam Proses Pembelajaran Biasanya, di akhir sesi pembelajaran, guru melakukan evaluasi untuk mengukur sejauh mana siswa memahami materi yang telah diajarkan. Menurut Suchman, evaluasi dianggap sebagai proses untuk menentukan pencapaian dari berbagai aktivitas yang dilakukan guna mencapai suatu tujuan. Dalam konteks pembelajaran, evaluasi bertujuan untuk mengukur perkembangan dan pertumbuhan siswa selama proses belajar mengajar. Penting bagi guru untuk mengukur kemajuan setiap siswa, baik secara individu maupun dalam kelompok, mengingat siswa memasuki kelas dengan berbagai tingkat kemampuan yang berbeda. Ada siswa yang cepat menyerap materi, beberapa dengan kecepatan moderat, dan ada pula yang lebih lambat. Guru perlu menilai kemajuan ini dengan memantau kinerja siswa dari awal hingga akhir proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, evaluasi biasanya dilakukan melalui tes lisan dan Tes ini melibatkan tanya jawab yang diajukan oleh guru kepada siswa berdasarkan materi yang dipelajari pada hari tersebut. Selain tes, evaluasi juga bisa Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma dilakukan melalui metode roleplay atau dengan menyuruh siswa menjelaskan kembali materi secara singkat. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji seberapa baik siswa dapat mendengarkan dan memahami pelajaran yang diberikan. Efektivitas Pembelajaran . Kemampuan Pengelolaan Pembelajaran oleh Guru Guru di sdn 3 jatiwangi telah mengelola pembelajaran dengan efektif, yang terlihat dari tahapan perencanaan dengan penyusunan silabus dan RPP, hingga pelaksanaan yang mencakup motivasi, pendekatan, pemberian reward dan hukuman, serta menciptakan kondisi kelas yang kondusif. Evaluasi juga dilakukan untuk memastikan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, dan guru-guru ini berhasil mengatasi berbagai hambatan dalam kelas dengan baik. Ketuntasan Belajar Ketuntasan belajar bukan hanya diukur dari prestasi akademik siswa tetapi juga dari pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Nasution menyatakan bahwa ketuntasan belajar bisa dilihat dari kemampuan siswa memahami pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas 3 sdn 3 jatiwangi kota bima memahami materi yang disampaikan selama proses belajar, menandakan keefektifan metode pengajaran yang digunakan guru. Aktivitas Belajar Siswa Aktivitas belajar yang merangsang potensi siswa sangat penting untuk perkembangan mereka. Paul D. Dierich, seperti yang dikutip oleh Hamalik, mengategorikan aktivitas belajar ke dalam delapan kelompok termasuk Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas 3 sdn 3 jatiwangi kota bima telah terlibat dalam berbagai aktivitas pembelajaran yang mendukung interaksi yang produktif antara guru dan siswa. Respon Siswa terhadap Pembelajaran Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma Hasil penelitian menunjukkan respon positif dari siswa kelas 3 sdn 3 jatiwangi kota bima terhadap metode pembelajaran yang diterapkan. Siswa memberikan umpan balik yang baik, dengan menjawab pertanyaan dengan tepat, memahami instruksi dengan cepat, dan menunjukkan antusiasme selama pembelajaran. Teori dari Syaiful Bahri Djamarah mengemukakan bahwa manajemen kelas yang baik memungkinkan pemanfaatan potensi kelas secara maksimal untuk mendukung interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran. Implementasi manajemen kelas telah terbukti membantu keefektifan pembelajaran di kelas 3 sdn 3 jatiwangi kota bima , mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi akhir pembelajaran. Manajemen kelas ini tidak hanya mendukung kegiatan belajar mengajar, tetapi juga membantu dalam mengatasi kendala pembelajaran, serta mengevaluasi dan memperbaiki rencana pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Keefektifan ini terlihat dari kelancaran kegiatan belajar mengajar, kemampuan guru dalam mengelola kelas, ketuntasan belajar, aktivitas pembelajaran yang berlangsung, dan respon positif dari siswa. Faktor Penghambat dan Pendukung Implementasi Manajemen Kelas 3 sdn 3 jatiwangi kota bima . Faktor Penghambat dalam Implementasi Manajemen Kelas Dalam penerapan manajemen kelas, berbagai hambatan sering kali muncul yang mengganggu kelancaran proses pembelajaran. Usaha untuk mengatasi hambatan ini sangat penting agar pembelajaran dapat berjalan dengan teratur dan lancar. Hasil penelitian melalui wawancara menunjukkan beberapa faktor penghambat utama dalam proses pembelajaran, antara lain: Siswa yang kurang aktif dan disiplin dalam menyelesaikan tugas. Siswa yang sering keluar masuk kelas selama pembelajaran Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma Kesulitan siswa dalam menerima instruksi dan kurang konsentrasi saat belajar. Keterbatasan sarana dan prasarana yang memadai. Faktor utama penghambat adalah sikap siswa yang kurang menyadari pentingnya menjalankan tugas sebagai pelajar. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk terus memberikan motivasi dan dukungan agar siswa tidak mengulangi kesalahan yang sama. Selain itu, kegiatan sekolah dan manajemen kelas secara efektif. Guru diharapkan dapat memanfaatkan sarana prasarana yang ada sebaik mungkin. Faktor Pendukung dalam Implementasi Manajemen Kelas 3 sdn 3 jatiwangi kota Bima Ada juga faktor-faktor yang mendukung implementasi manajemen kelas yang efektif, di antaranya: Penggunaan media pembelajaran yang tersedia dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Pembinaan terhadap guru mengenai pengelolaan kelas melalui In House Training (IHT) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Program muwajjah yang bertujuan untuk memudahkan guru dalam berinteraksi dan mendekati siswa yang mengalami kesulitan belajar di kelas. Dukungan tenaga kependidikan dalam meningkatkan disiplin siswa di luar kelas, yang berpengaruh pada peningkatan efektivitas pembelajaran di dalam kelas. Dengan adanya faktor-faktor pendukung tersebut, diharapkan guru Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma mengimplementasikan manajemen kelas di sdn 3 jatiwangi kota bima dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. IV. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Hasil penelitian tentang Implementasi Manajemen Kelas untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran kelas 3 SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: Implementasi manajemen kelas di SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA terdiri dari: . Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan silabus dan RPP. Pelaksanaan manajemen kelas mencakup tindakan dalam mengatasi masalah di kelas, seperti pendekatan personal, motivasi untuk meningkatkan konsentrasi siswa, pemberian penguatan dan hukuman, serta pengaturan suasana kelas yang melibatkan penataan ruang kelas, pengaturan tempat duduk, pemilihan metode pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, dan interaksi antara siswa dan guru. Kegiatan akhir manajemen kelas yaitu evaluasi pembelajaran yang dilaksanakan dengan tes tulis dan lisan. Efektivitas pembelajaran diukur dari kemampuan guru mengelola kelas, ketuntasan belajar, aktivitas belajar siswa, serta respon positif siswa terhadap Implementasi manajemen kelas berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi akhir, membantu mengatasi kendala, dan mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran serta identifikasi aspek yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Faktor penghambat dan pendukung dalam implementasi manajemen kelas: Faktor penghambat meliputi: Siswa yang kurang aktif dan disiplin. Siswa yang sering keluar masuk . Kesulitan siswa dalam menerima instruksi dan kurang . Penggunaan . Keterbatasan sarana dan prasarana. Faktor pendukung meliputi: Penggunaan media pembel ajaran yang tersedia dan Dukungan tenaga kependidikan dalam meningkatkan disiplin siswa di luar kelas. Penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen kelas di SDN 3 JATIWANGI KOTA BIMA efektif namun belum optimal akibat beberapa hambatan, terutama keterbatasan sarana prasarana. Meski demikian, hambatan ini dapat diminimalisir dengan memanfaatkan sarana yang ada secara maksimal. Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma SARAN Disarankan untuk menambahkan aspek tujuan atau konteks penelitian, misalnya menekankan pada efektivitas pembelajaran, strategi guru, atau kondisi pembelajaran tertentu. Selain itu, mencantumkan pendekatan atau ruang lingkup studi dapat membuat judul lebih akademis dan informatif. DAFTAR PUSTAKA