PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. Manajemen Strategis Kepala Madrasah Dalam Mengembangan Bakat Peserta Didik Dimas Nur Wahid1. Yetri Hasan2. Erni Yusnita3. Riuzen Praja Tuala4 1,2,3,4. Universitas Islam Negeri Raden Intan. Lampung. Indonesia Email: dimasmove8@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen yang diterapkan kepala madrasah dalam mengembangkan bakat peserta didik di MIN 6 Bandar Lampung. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bakat dilakukan melalui tiga tahap utama: penyusunan strategi, implementasi, dan evaluasi. Strategi dimulai dengan analisis kekuatan dan kelemahan serta asesmen minat dan bakat untuk mengidentifikasi potensi peserta didik. Pada tahap implementasi, kepala madrasah mengorganisasi sumber daya manusia dan menyediakan berbagai program ekstrakurikuler seperti futsal, hadroh, tahfidz, seni suara, dan tari, serta bekerja sama dengan pelatih profesional. Evaluasi dilakukan melalui kompetisi internal dan eksternal, pemberian penghargaan, serta umpan balik dari guru dan pelatih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepala madrasah memiliki peran penting dalam pengembangan bakat peserta didik secara sistematis dan Temuan ini memberikan rekomendasi bagi pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat kapasitas manajerial kepala madrasah dalam mengoptimalkan potensi siswa. Kata kunci: Manajemen Strategis. Kepala Madrasah. Bakat Peserta Didik ABSTRACT This study aims to analyze the management strategies applied by the madrasah head in developing students' talents at MIN 6 Bandar Lampung. The approach used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that talent development is carried out through three main stages: strategy development, implementation, and The strategy begins with analyzing strengths and weaknesses and assessing interests and talents to identify the potential of students. At the implementation stage, the madrasah head organizes human resources and provides various extracurricular programs such as futsal, hadroh, tahfidz, sound art, and dance, and works with professional trainers. Evaluation is done through internal and external competitions, awards, and feedback from teachers and trainers. This study concludes that madrasah principals have an important role in developing learners' talents systematically and sustainably. The findings provide recommendations for education stakeholders to strengthen the managerial capacity of madrasah principals in optimizing students' potential. Keywords: Strategic Management. Head Of Madrasah. Learners' Talents A 2025 Dimas Nur Wahid. Yetri Hasan. Erni Yusnita. Riuzen Praja Tuala Under the license CC BY-SA 4. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 158 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan dasar utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan berperan penting dalam memajukan suatu negara. Proses pendidikan adalah langkah fundamental untuk membentuk kepribadian individu menjadi sosok yang berkarakter serta Pemerintah berkomitmen penuh untuk memberikan bimbingan dan dukungan yang maksimal kepada para pendidik, mulai dari aspek pendidikan di lingkungan keluarga hingga bantuan dalam masyarakat, dengan tujuan untuk mencerdaskan bangsa serta memperhatikan potensi siswa dalam mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas (Yusriyah & Retnasari 2. Pendidikan di madrasah dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang kaya pengalaman, bersifat humanis, dan adaptif. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan perkembangan siswa yang beragam, khususnya bagi mereka yang memiliki bakat Untuk mencegah penurunan potensi anak berbakat, sangat penting untuk memberikan perhatian khusus dalam pengembangan kemampuan mereka secara seimbang. Dalam konteks ini, kepala madrasah memegang peranan penting dalam mengoptimalkan potensi siswa agar siap menghadapi tantangan di masa depan (Abidin & Nasirudin, 2. Keberhasilan suatu lembaga atau organisasi sangat bergantung pada kemampuan pemimpin dalam merumuskan strategi yang sesuai selama menjalankan organisasi dan memanfaatkan kondisi lingkungan, dengan memilih pengelolaan sumber daya internal yang efektif (Naim et al. Strategis dapat dipahami sebagai suatu pendekatan menyeluruh yang berkaitan dengan penerapan ide, perencanaan, serta kegiatan dalam jangka waktu tertentu. Sebuah strategi yang efektif harus memiliki tujuan yang jelas, mampu mengidentifikasi elemen-elemen pendukung yang sejalan dengan prinsip-prinsip pelaksanaan ide secara logis, efisien dalam penggunaan dana, serta memiliki taktik yang tepat untuk mencapai tujuan dengan cara yang efektif (Banun et al, 2. Menurut Pearce II & Robinson, manajemen strategis adalah serangkaian tindakan yang menghasilkan perumusan . dan pelaksanaan . rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai tujuan organisasi (Ynus, 2. Teori ini sejalan dengan teori Fred David. AuManajemen Strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan pengetahuan dalam merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan lintasfungsional yang memampukan sebuah organisasi mencapai tujuannyaAy (Bardiantoro, 2. Bakat secara umum mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu pengembangan dan latihan lebih lanjut (Hakim, 2. Bakat adalah potensi yang memerlukan usaha pengembangan dan pelatihan yang serius dan terstruktur agar dapat Sehubungan dengan bakat, dalam Al-Qur'an telah dijelaskan pada surah Al-Isro' . : 84. Yaitu: eeAaO UEA a eeACae aeOac aI aEA a eA EOea aEEaaNeeAa aac aEIeeaEa aIeea aIIeeN aaOeeaN OA Artinya : , "setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannyaAy Al-Isro' . : 84 (MunAoim. Ayat tersebut dapat dihubungkan dengan potensi yang dimiliki oleh setiap individu. Dalam ungkapan "setiap orang bertindak sesuai dengan karakter yang dimilikinya". Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 159 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. menunjukkan bahwa manusia dilahirkan dengan kemampuan atau bakat yang beragam. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kepala madrasah dalam merumuskan strategi yang efektif untuk mengembangkan potensi peserta didik. Berdasarkan hasil observasi peneliti pengembangan bakat MIN 6 Bandar Lampung sudah cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan beberapa prestasi peserta didik seperti juara 1 KSM tingkat kota Bandar Lampung, juara 1 Karate Pelajar Se-Provinsi Lampung. AXA Event XIV Se-Lampung juara 1 futsal, juara 3 MTQ dll. Namun masih ada beberapa hal yang dihadapi oleh kepala MIN 6 Bandar Lampung dalam mengembangkan bakat peserta didik yaitu keterbatasan tenaga pendidik yang memiliki ketrampilan dibidang extrakulikuler. Penelitian sebelumnya yang dilakukan Rambe & Fadli . yang berjudul AyPeran Kepala Sekolah Dan Guru Ekstrakurikuler Dalam Mengembangkan Minat BakatAy. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin di lembaga pendidikan harus bisa melaksanakan tugasnya dengan efektif. Peran kepala sekolah dalam meningkatkan bakat siswa adalah dengan menyediakan fasilitas seperti gedung serta peralatan yang diperlukan untuk pengembangan bakat. Faktor-faktor pendukung untuk meningkatkan bakat siswa termasuk penyusunan program pengembangan minat dan bakat, fasilitas yang memadai, serta penunjukan guru pembina yang berpengalaman dan berdedikasi di SMP ANNIZAM, kemudian guru ekstrakulikueler memberikan peran dalam mengembangkan minat bakat dengan mengimplementasikan program-program yang dibuat dan mengevaluasi program yang ada. (Mardhiah & Julike, 2. dalam penelitianya yang berjudul AuStrategi Guru Kelas Dalam Pengembangan Bakat Minat Peserta Didik Di Min 2 Ujung Baro Blangkejeren Gayo LuesAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Strategi yang dilakukan oleh guru kelas dalam pengembangan bakat minat peserta didik yaitu. membuat perencanaan melalui pembangian angket untuk mengetahui sejauh mana bakat minat yang dimiliki oleh peserta didik, memberikan motivasi kepada peserta didik dalam pengembangan bakat minatnya. perhatian terhadap peserta didik, dan menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik itu Faktor pendukung dalam pengembangan bakat minat peserta didik yaitu adanya dukungan dari orang tua yang tidak terlepas dari dukungan masyarakat serta dukungan sekolah. Meskipun telah dilakukan penelitian mengenai strategi pengembangan bakat di madrasah masih terdapat kesenjangan dimana pada penlitian sebelumya lebih fokus pada peran kepala madrsah serta kolaborasi antara guru dan orang tua. Namun penilitian ini berfukos pada mengidentifikasi dan menganalisis manajemen strategis kepala madrasah dalam mengembangkan bakat peserta didik dalam konteks yang spesifik. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang pengembangan bakat di madrasah dan memberikan rekomendasi praktis bagi kepala madrasah dan tenaga pendidik untuk mengoptimalkan potensi peserta didik. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang akan diterapkan adalah kualitatif deskriptif, yaitu pendekatan yang digunakan untuk menganalisis fenomena sosial dari perspektif subjek atau partisipan. Pendekatan ini menekankan pemahaman yang mendalam mengenai konteks, makna, dan pengalaman yang terkait dengan suatu fenomena (Nartin, 2. Penelitian ini di lakukan di Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 160 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. MIN 6 Bandar Lampung, yang beralamat di Jl. Kimaja No. 50 Kel. Way Halim PermaiKecamatan Way Halim Kota Bandar Lampung. Penelitian ini berfokus pada penggalian data secara mendalam tentang strategi kepala madrasah dalam mengembangkan bakat peserta didik. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini meliputi kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Beberapa narasumber yang dijadikan sebagai informan dalam penelitian ini antara lain kepala madrasah, wakil kepala kesiswaan MIN 6 Bandar Lampung. Untuk sumber data primer pada penelitian ini adalah kepala madrasah, dan wakil kepala kesiswaan. Sedangkan data sekunder didapat dari artikel ilmiah seperti jurnal, buku, dokumen madrasah dan referensi tertulis yang relevan dengan penelitian. Data yang terkumpul, kemudian dianalisis. Proses analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman, yang meliputi tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Huberman, & Miles, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di MIN 6 Bandar Lampung, ditemukan bahwa banyak peserta didik yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang akademik maupun non-akademik, seperti seni, olahraga, dan sains. Hal ini tercermin dari sejumlah prestasi yang diraih oleh peserta didik, yang dapat dilihat dari banyaknya piagam dan piala yang tertata rapi di dalam lemari. Beberapa prestasi yang berhasil didapatkan yaitu juara 1 dalam KSM tingkat Kota Bandar Lampung, juara 1 dalam lomba Karate Pelajar Se-Provinsi Lampung, juara 1 dalam AXA Event XIV Se-Lampung pada cabang futsal, serta juara 3 dalam MTQ dan berbagai penghargaan lainnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan wakil kepala kesiswaan MIN 6 Bandar Lampung pengembangan bakat di MIN 6 Bandar Lampung dilaksanakan pada hari jumat dan minggu, dimana dalam pelaksanaanya Futsal. Hadroh. Tilawah. Dai. Tahfidz. Kaligrafi. Seni Suara. Olimpiade. Pramuka, dan Tari, dilaksanakan pada hari jumat serta Karate dilaksanakan pada hari minggu. Dalam hal strategi pengembangan bakat. Kepala MIN 6 Bandar Lampung menjelaskan bahwa proses ini dimulai dengan analisis situasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, identifikasi bakat peserta didik melalui asesmen minat dan bakat yang dilakukan pada setiap penerimaan peserta didik baru. Tes ini bertujuan untuk mengetahui berbagai potensi bakat yang dimiliki oleh peserta didik. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, kepala madrasah kemudian menyusun program pengembangan yang spesifik melalui kegiatan ekstrakurikuler dan bimbingan khusus, yang disesuaikan dengan bidang bakat masing-masing peserta didik Setelah melakukan identifikasi. MIN 6 Bandar Lampung melaksanakan berbagai langkah untuk mengembangkan potensi peserta didik. Salah satu langkah yang diambil adalah pengorganisasian sumber daya manusia (SDM), di mana Kepala Madrasah melibatkan guruguru sesuai dengan keahlian mereka dan bekerja sama dengan pelatih profesional dari luar untuk meningkatkan kompetensi peserta didik. Selain itu, untuk mengakomodasi berbagai bakat yang dimiliki peserta didik. Kepala Madrasah menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler yang memungkinkan peserta didik mengembangkan bakat sesuai dengan minat Di samping itu, penyediaan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian penting, di Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 161 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. mana fasilitas seperti lapangan olahraga dan alat-alat penunjang kegiatan ekstrakurikuler disediakan dan dioptimalkan penggunaannya. Untuk mengetahui efektivitas strategi yang diterapkan. MIN 6 Bandar Lampung melaksanakan kompetisi internal dan eksternal. Madrasah menyelenggarakan kompetisi internal antar kelas serta mendorong peserta didik untuk mengikuti lomba-lomba tingkat kota hingga provinsi. Prestasi yang diraih, seperti Juara 1 KSM Kota Bandar Lampung. Juara 1 Karate Se-Lampung, dan berbagai prestasi lainnya, menjadi indikator keberhasilan strategi pengembangan bakat. Selain itu, pemberian apresiasi dan motivasi juga diterapkan dengan memberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat, piala, dan publikasi prestasi di media sosial madrasah, guna meningkatkan motivasi peserta didik lainnya. Pembahasan Menurut Pearce dan Robinson, strategi manajemen dapat dipahami sebagai rangkaian proses yang mencakup penyusunan dan pelaksanaan rencana-rencana yang dirancang secara sistematis untuk mencapai tujuan organisasi. (Ynus, 2. Pendapat tersebut sesuai dengan freed R. David. Manajemen strategi dapat dipahami sebagai kemampuan dan keahlian dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan yang melibatkan berbagai fungsi, yang memungkinkan suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan (Hadi, 2. Berdasarkan beberapa pendapat diatas kepala MIN 6 Bandar Lampung tidak semertamerta langsung merumuskan strategi dalam proses pengembangan bakat tetapi melalui beberapa tahap diantaranya yaitu: Perumusan Strategi Perumusan strategi pada tahap ini meliputi pengembangan visi dan misi lembaga pendidikan islam, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal lembaga pendidikan islam, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal lembaga pendidikan islam, serta menetapkan tujuan lembaga pendidikan islam untuk jangka panjang (Kautsar & Julaiha, 2. Proses ini melibatkan analisis berbagai sudut pandang mengenai penentuan visi dan misi, pengenalan peluang, serta pemilihan strategi paling efektif untuk mencapai sasaran organisasi. Dalam merancang strategi, penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, serta menetapkan tujuan jangka panjang, di samping itu juga mengenali elemen ancaman yang berasal dari luar organisasi. Formulasi strategi atau perumusan strategi merupakan langkahlangkah yang dirancang untuk diambil di masa depan dengan cara yang efektif untuk mencapai tujuan perusahaan (Anindya, et al, 2. Dalam konteks pengembangan bakat Kepala MIN 6 Bandar Lampung, perumusan strategi dilakukan melalui serangkaian langkah sistematis. Pertama, melakukan analisis situasi, dan identifikasi bakat peserta didik. Setelah itu. Kepala Madrasah juga mengidentifikasi fasilitas dan sumber daya yang ada di madrasah. Selanjutnya, tujuan dan sasaran pengembangan bakat ditetapkan dengan jelas, yang sejalan dengan visi dan misi pendidikan Pada tahap berikutnya, merancang program dan kegiatan pengembangan bakat yang sesuai, berdasarkan hasil dari proses pertimbangan dan identifikasi yang telah dilakukan Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 162 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. Implementasi Strategi Menurut Hunger dan Wheleen, implementasi strategi merupakan proses untuk merealisasikan strategi dan kebijakan ke dalam tindakan nyata melalui penyusunan anggaran, perencanaan program, serta penetapan prosedur operasional (Mudarris & Rizal, 2. Implementasi strategi, yang sering disebut dengan penerapan strategi, yaitu tindakan atau aksi yang diambil berdasarkan rencana strategi yang telah dirumuskan (Maulyan & Sandini, 2. Implementasi strategi merujuk pada tahap di mana rencana yang telah dirumuskan oleh kepala madrasah diterapkan dalam praktik sehari-hari. Dalam konteks pengembangan bakat peserta didik di MIN 6 Bandar Lampung, implementasi ini mencakup berbagai tindakan konkret yang dilaksanakan oleh kepala madrasah untuk mengembangkan bakat peserta Pengorganisasian Sumber Daya Menurut Hasibuan dalam (Aliefiani Mulya Putri et al. , 2. Pengorganisasian merupakan proses yang melibatkan pengelompokan, penentuan, dan pengaturan berbagai kegiatan yang digunakan untuk mencapai sasaran. Proses ini mencakup penempatan individu pada setiap kegiatan, penyediaan alat yang dibutuhkan, serta penetapan wewenang yang sesuai bagi setiap orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Untuk memastikan strategi berjalan dengan efektif. Kepala MIN 6 Bandar Lampung melakukan pengorganisasian sumber daya manusia, yang mencakup penentuan, pengelompokkan, dan pengaturan guru, staf, serta pelatih yang memiliki kemampuan untuk mendukung pengembangan bakat peserta didik. Kepala Madrasah juga memastikan bahwa tenaga pengajar dan pendamping ditempatkan pada tugas yang sesuai dengan kompetensi mereka, serta menyediakan wewenang yang jelas untuk setiap individu dalam melaksanakan aktivitas tersebut. Mengadakan asesmen minat bakat Penggunaan tes minat dan bakat adalah salah satu cara penerapan metode psikodiagnostik dalam pendidikan yang bertujuan untuk mengidentifikasi potensi individu, sehingga dapat memaksimalkan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing individu (Nastiti, 2. Asesmen minat dan bakat di MIN 6 Bandar Lampung dilakukan pada setiap penerimaan peserta didik baru untuk mengetahui potensi bakat yang dimiliki oleh setiap individu. Selain itu, asesmen ini berguna untuk melakukan identifikasi serta penilaian kebutuhan, yang menjadi dasar dalam penyusunan program pengembangan yang sesuai dengan potensi peserta didik. Menyedikan berbagai macam Ekstrakurikuler Menurut Usman dan Setyowati dalam (Annisa et al. , 2. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan aktivitas yang dilaksanakan diluar jam pelajaran, baik di lingkungan sekolah maupun di luar itu, yang tujuan untuk memperluas serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam berbagai aspek kehidupan. MIN 6 Bandar Lampung menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mengakomodasi bakat dan minat peserta didik, di antaranya: futsal, hadroh, tilawah, da'i, tahfidz, kaligrafi, seni suara, olimpiade, pramuka, tari, dan karate. Kegiatan ekstrakurikuler ini bertujuan untuk memperkaya dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta didik dari berbagai bidang kehidupan. Kepala madrasah perlu memastikan bahwa aktivitas Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 163 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. ekstrakurikuler tersebut berjalan dengan baik, serta dapat memenuhi kebutuhan pengembangan bakat peserta didik. Pembinaan dan Pelatihan Untuk mengoptimalkan pengembangan bakat peserta didik, khususnya dalam menghadapi keterbatasan tenaga pendidik yang memiliki keterampilan di bidang ekstrakurikuler. Kepala MIN 6 Bandar Lampung mendatangkan pelatih profesional dari luar untuk memberikan pelatihan yang lebih spesifik. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam bidang yang diminati serta memperluas wawasan mereka. Dalam hal pengorganisasian sumber daya manusia (SDM). Kepala Madrasah melibatkan guruguru sesuai dengan keahlian masing-masing dan bekerja sama dengan pelatih profesional eksternal untuk meningkatkan kompetensi peserta didik. Evaluasi Strategi Evaluasi merupakan salah satu usaha dalam memantau perkembangan dari formulasi, implementasi strategi serta menjadi include didalamnya menimbang kinerja lembaga, sehingga lembaga dapat mengambil langkah langkah guna untuk perbaikan jika suatu saat dibutuhkan (Mudarris & Rizal, 2. Evaluasi strategi berfungsi sebagai alat utama untuk menilai sejauh mana strategi yang diterapkan berjalan secara efektif. Terdapat tiga kegiatan pokok dalam proses evaluasi ini, yakni meninjau kembali faktor-faktor internal dan eksternal yang mendasari strategi yang sedang dijalankan, menilai hasil kinerja, serta menyusun tindakan korektif. Selain itu, evaluasi memegang peranan penting karena keberhasilan saat ini belum tentu menjamin pencapaian yang sama di masa depan. (Nata, 2. Evaluasi strategi merupakan tahap penutup dalam proses manajemen strategi. Seorang manajer perlu mampu mengidentifikasi ketika suatu strategi tidak berjalan secara optimal, dan evaluasi strategi menjadi sarana utama untuk memperoleh informasi tersebut (Ilham, 2. Untuk mengetahui strategi yang telah diterapkan. MIN 6 Bandar Lampung melakukan Kompetisi Internal dan Eksternal Madrasah menyelenggarakan kompetisi internal antar kelas serta mendorong peserta didik untuk mengikuti lomba tingkat kota hingga provinsi, serta melakukan apresiasi terhadap peserta didik guna untuk memberikan motivasi supaya kedepanya lebih bersemangat dalam mengembangkan potensi mereka. Selain itu Evaluasi juga melibatkan umpan balik dari guru dan pelatih kegiatan ekstrakurikuler untuk mengetahui sejauh mana metode yang diterapkan berhasil dalam mengasah bakat peserta didik. SIMPULAN Penelitian ini mengungkapkan strategi kepala madrasah dalam mengembangkan bakat peserta didik di MIN 6 Bandar Lampung dilakukan secara sistematis melalui tiga tahap utama: perumusan strategi, implementasi, dan evaluasi. Kepala madrasah tidak hanya mengidentifikasi potensi peserta didik melalui asesmen minat dan bakat, tetapi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, pelatihan khusus, serta sarana dan prasarana yang mendukung pengembangan bakat secara optimal. Keberhasilan strategi ini terlihat dari berbagai prestasi yang telah diraih oleh peserta didik, baik di tingkat kota, provinsi maupun nasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki peran sentral dalam merancang dan mengimplementasikan strategi pengembangan bakat. Oleh Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 164 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. karena itu, perlu adanya pelatihan manajerial dan kepemimpinan berkelanjutan bagi kepala madrasah agar mampu mengelola potensi peserta didik secara lebih maksimal. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari strategi pengembangan bakat yang telah diterapkan. Selain itu, penting untuk mengidentifikasi faktorfaktor eksternal yang mungkin mempengaruhi efektivitas strategi ini, serta mengevaluasi bagaimana pencapaian peserta didik dapat diukur secara lebih sistematis. REFERENSI