PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA. BUDAYA ORGANISASI DAN KETERIKATAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA TRINI KARYA YOGYAKARTA NODI PEBRIYANSYAH E-mail : nhodiefebri@gmail. Drs. Raswan Udjang. Si. E-mail : udjang@mercubuana-yogya. Universitas Mercu Buana Yogyakarta ABSTRACT This study discusses how the influence of the quality of work life and organizational culture on employee engagement as a moderating variable. This study aims to determine the effect of the quality of work life and organizational culture on employee engagement as a moderating variable. This research uses primary data obtained by distributing questionnaires to employees who work at Trini Karya Yogyakarta, totaling 30 respondents with saturated sampling Data analysis in this study is quantitative data analysis. This analysis includes the reliability test, validity test, statistical test through the Ttest. Ftest test, and the coefficient of determination R2, the classical assumption test and the Moderation Test. The research results show that after going through the above test, it is known that the quality of work life has a significant effect on employee performance as indicated by a significant value of 0. 001 <0. this value can prove the hypothesis is accepted. Organizational culture does not have a significant effect. indicated by a significant value of 0. 122> 0. this value can prove the hypothesis is rejected. Employee engagement has no significant effect on employee performance as indicated by a significant value of 0. 0149> 0. , this value prove the hypothesis is rejected. Keywords : Quality Of Work. Organizational Culture, . Employee Engagement. Employee Performance ABSTRAK Penelitihan menggunakatan data primer yang diperoleh dengan Penelitian ini membahas mengenai bagaimana pengaruh kualitas kehidupan kerja dan budaya organisasi dengan keterikatan karyawan sebagai variabel moderating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerja dan budaya organisasi dengan keterikatan karyawan sebagai variabel moderatingmenyebar kusioner kepada karyawan yang bekerja di Trini Karya Yogyakarta yang berjumlah 30 responden dengan teknik sampling jenuh. Analisis data pada penelitian ini yaitu analisis data kuantitatif. Analisis ini meliputi uji reliabilitas, uji validitas, uji statistik melalui uji Ttest. Ftest, serta koefisien determinasi R 2 , uji asumsi klasik dan Uji Moderasi. Hasil penelitihan menunjukan bahwa setelah melalui uji diatas, diketahui bahwah kualitas kehidupan kerja berpengruh signifikan terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan oleh nilai signifikan sebesar 0,001 . ,001 . ,001 < 0,. , nilai tersebut dapat membuktikan hipotesis diterimah. budaya organisasi tidak berpengaruh secara signifikan yang ditunjukan oleh nilai yang signifikan sebesar 0,122 . ,122 > 0,. , nilai tersebut dapat membuktikan hipotesis ditolak. keterikatan karyawan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan oleh nilai signifikan sebesar -0,149 . ,0149 > 0,. , nilai tersebut membuktikan hipotesis ditolak. Kata Kunci : Kualitas Kehidupan kerja. Budaya Organisisi. Keteriktan Karyawan. Kinerja Karyawan LATAR BELAKANG Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam memberi kontribusi mewujudkan tujuan perusahaan. Keberhasilan seluruh pelaksanaan tugas-tugas kerja suatu organisasi sangat ditentukan oleh adanya manajemen sumber daya yang berkualitas. Selain itu sumber daya manusia diharapkan mampu memberikan fungsi yang bermanfaat positif bagi perusahaan, masyarakat dan kepentingan individu. Mathis dan Jackson . menyatakan manajemen sumber daya manusia adalah sistem-sistem memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan-tujuan organisasional. Menurut Lau dan May . kualitas kehidupan bekerja didefinisikan sebagai strategi tempat kerja yang mendukung dan memelihara kepuasan karyawan dengan tujuan untuk meningkatkan kondisi kerja karyawan dan organisasi serta keuntungan untuk pemberi Sedangkan Walton . alam Kossen, 1. mendefinisikan kualitas kehidupan bekerja sebagai persepsi pekerja terhadap suasana dan pengalaman pekerja di tempat kerja mereka. Menurut Mangkunegara Budaya seperangkat asumsi atau sistem keyakinan nilai-nilai dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah-masalah adaptasi eksternal dan internal. Dalam sebuah organisasi untuk mencapai prestasi tentunya diperlukan komitmen dan kinerja yang tinggi dan disinilah budaya organisasi memiliki peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi kinerja dan komitmen organisasi. Keterikatan karyawan merupakan sauatu kondisi, sikap atau perilaku positif seorang karyawan terhdapa pekerjaan dan organisasi yang ditandai dengan perasaan semangat . , dedikasi . , dan keasyikan . untuk tercapainya dan tujuaan organisasi. Seseorang karyawan yang memiliki tingkat keterikatan . yang tinggi pada organisasi memiliki pemahaman dan keperdulian terhadap lingkungan operasional organisasi, antusias dalam bekerja, mampu berkerja sama dengan lain, berbicara positif mengenai organisasi, dan berbuat melebihi harapan organisasi. Berkaitan dengan hubungan antara kualitas kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan, pernyataan-pernyataan diatas sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Ramchandra dan Rathamani . , yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kualitas kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan. Pada dasarnya karyawan yang memiliki kualitas kehidupan kerja yang baik akan menimbulkan kepuasan kerja terhadap karyawan itu sendiri. Adanya kualitas kehidupan kerja yang baik juga dapat menumbuhkan keinginan para karyawan untuk tetap tinggal dan bertahan di dalam organisasi. Adapun organisasi terhadap kinerja karyawan yang dilakukan Jamaluddin et al . yang menunjukkan bahwa diperoleh tingkat hubungan yang signifikan antara pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan kategori Kuat. menyatakan, setiap peningkatan budaya organisasi kearah yang lebih kondusif akan memberikan sumbangan yang sangat peningkatan budaya organisasi kearah yang lebih kondusif akan memberikan sumbangan yang sangat berarti untuk peningkatan kinerja Adapun penelitihan terdahulu mengenai keterikatan karyawan terhadap kinerja karyawan yang dilakukan Muliawan et al . Berdasarkan hasil penelitihan yang telah ini adalah bahwa terdapat pengaruh signifikan antara keterikatan karyawan dan kinerja karyawan PT. Badja Baru. Perusahaan yang memiliki rasa ketrikatan yang tingi akan membuat karyawannya betah untuk bekerja ditempat tersebut. selain itu, produktifitas, keuntungan, pertumbuhan, dan kepuasan pelanggannya juga akan meningkat. Trini Karya adalah usaha yang bergerak pada bidang kerajinan. Trini Karya Merupakan usaha bersama sosial yang diinisiasi oleh mahasiswa dalam buktinya kepada masyarakat khususnya ibu-ibu di Desa Trini. Trini Karya adalah usaha yang rintis sejak tanggal 27 November pada awalnya terdapat masalah yang ada didusun Trini, sebagian dari mereka belum bisa keluar dari jerat permasalahan ekonomi karena sebagian bekerja dipabrik yang memberi upah yang rendah. Berangkat dari situ. Dosen dan Mahasiswa membuat suatu usaha. Trini Karya adalah sebuah model baru gerakan mahasiswa dan semoga menjadi inspirasi gerakan baru sehingga menjadi solusi nyata untuk mengakat harkat martabat buruh khususnya buruh paper bag. Tujuan utama organisasi adalah untuk memuaskan para pelangan, untuk mencapai itu semua organisai harus memiliki karyawan yang berkompeten dan berkualitas untuk mendapat karyawan yang berkualitas suatu organisasi harus menjalankan proses yang panjang, oleh karena itu jika karyawan terbaik sudah diperoleh, maka karyawan tersebut harus dipelihra . agar dia tetap bersama organisasi dan menunjukan kinerja yang terbaik. Salah satu cara perusahaan untuk mempertahankan karyawan yang berkualitas dan memiliki kinerja secara maksimal dengan memberikan program kesejahteraan, tunjangan, sarana dan prasarana yang memadai. Akan tetapi ada juga karyawan yang belum menunjukan kinerja secara optimal, ini merupakan permasalahaan yang harus diselesaikan oleh suatu Dari uraian diatas maka peneulis tertarik untuk menganalisa masalah dengan judul AuPengaruh Kualitas Kehidupan Kerja . Budaya Organisasi Dan Keterikatan karyawan Terhadap Kinerja Karyawan Pada Trini Karya Yogyakarta LANDASAN TEORI Kualitas Kehidupan Kerja Kualitas kehidupan kerja atau disebut dengan Quality of Worklife adalah pendekatan sistem manajemen atau cara pandang organisasi yang bertujuan untuk melakukan peningkatan kualitas kehidupan karyawan dalam lingkungan kerja dengan cara simultan dan Kualitas kehidupan bekerja adalah dinamika multidimensional yang meliputi beberapa konsep seperti jaminan kerja, sistem penghargaan, pelatihan dan karir peluang kemajuan, dan keikutsertaan di dalam pengambilan keputusan (Lau & Bruce dalam Considine & Callus, 2. Budaya Organisasi Budaya organisasi adalah norma perilaku dan nilai-nilai yang dipahami dan diterima oleh semua anggota organisasi dan digunakan sebagai dasar dalam aturan perilaku dalam organisasi tersebut. Nilainilai atau norma-norma sebagai unsur budaya manusia itu hidup dan berkembang secara dinamis sesuai dengan kondisi organisasi dan menjadi kendali cara berpikir, bersikap dan berperilaku hidup bersama dalam kebersamaan sebagai sebuah organisasi. Nilai-nilai atau normanorma itulah yang kemudian menjadi budaya organisasi. Keterikatan Karyawan Employee engagement atau keterikatan karyawan adalah suatu kondisi, sikap atau perilaku positif seorang karyawan terhadap pekerjaan dan organisasinya yang ditandai dengan perasaan semangat . , dedikasi . dan keasyikan . untuk tercapainya tujuan dan keberhasilan organisasi. Seorang karyawan yang memiliki tingkat keterikatan . yang tinggi pada organisasi memiliki pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan operasional organisasi, antusias dalam bekerja, mampu bekerja sama dengan karyawan lain, berbicara positif mengenai organisasi dan berbuat melebihi harapan organisasi. Kinerja Karyawan Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Jadi kinerja merupakan hal yang penting bagi perusahaan atau organisasi. Usaha untuk meningkatkan kinerja karyawan, diantaranya dengan memperhatikan lingkungan kerja. Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan (Nitisemito, 2. MOTODE PENELITIAN Menurut Margono. Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian para peneliti dalam ruang lingkup dan waktu yang telah Populasi ini juga berkaitan dengan data-data. Apabila manusia memberikan suatu data, maka jumlah populasi tersebut akan sesuai dengan banyaknya manusia. Dalam penelitihan ini populasi yang digunakan adalah 30 karyawan pada Trini Karya Yogyakarta. Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin di teliti oleh Menurut Sugiyono . sampel adalah bagian dari jumlah dan karekteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sehingga sampel merupakan bagian dari populasi yang ada, sehingga untuk pengambilan pertimbangan-pertimbangan yang ada. Metode penentuan banyaknya sampel dilakukan dengan menggunakan sampling jenuh. Menurut Sugiyono . sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Jumlah sampel yang diambil dari Trini Karya Yogyakarta adalah berjumlah 30 responden. PEMBAHASAN Pengaruh Kualiatas Kehidupan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Hasil pengujian analsisi regresi linier berganda menunujukan bahwa terdapat nilai signifikan sebesar 0,001 . ,001 < 0,. Nilai tersebut dapat membuktikan hipotesis diterimah. yang berartti bahwa Kualitas Kehidupas Kerja berprngaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada Trini Karya Yogyakarta. Hal ini menunjukan bahwa Kuliatas Kehidupan Kerja dapat meningkatkan kinerja. Menurut French (Arifin, 1999:. mengartikan Kualitas Kehidupan secara sempit yaitu teknik manajemen yang mencakup gugus kendali mutu, pengayaan pekerjaa . ob enrichmen. , suatu pendekatan untuk bernegosiasi dengan dengan serikat pekerja, upaya manajemen untuk memelihara kebugaran mental para karyawan, hubungan industry yang serasi, manajemen partisipatif dan sebagai salah satu bentuk investasi dan pengembangan organisasional. Kualitas kehidupan kerja dapat didefinisikan sebagai persepsi karyawan terhadap lingkungan organisasi mereka bekerja, dimana organisasi berupaya untuk memberikan kesesuaian antara karyawan, teknologi, pekerjaan dan lingkungan dengan cara mengembangkan lingkungan kerja yang nyaman serta kondisif, sehingga tercipta keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan mereka. Hal ini terbukti berdasarkan penelitihan sebelumnya oleh Rusdin Tahir . yang mana bahwa Kualitas kerja berpengaruh positif terjadap Kinerja Karyawan. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Hasil pengujian analisis linier berganda menunjukan bahwa tidak terdapat nilai yang signifikan sebesa 0,122 . ,122 > 0,. Nilai tersebut dapat membuktikan hipotesis ditolak, yang berarti Budaya Organisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada Trini Karya Yogyakarta. Hal ini menunjukan bahwa Budya Organisasi tidak dapat meningkatkan kinerja karyawan. Budaya oragnisasi pada dasarnya mempegaruhi produktifitas, kinerja, komitmen, kepercayaan diri, dan perilaku etis. Dalam hal ini budaya organisasi yang penerapannya yang baik akan membuat kinerja karyawan sebuah organisasi meningkat, sedangkan penerapan atau budaya organisasinya buruk maka akan membuat organisasi tidak mencapai tujuan yang telah ditetentukan dengan baik dan maksimal. Kuranganya pemberian pehamaman terhdapa karyawan sehingga budaya yang dijalankan tidak berjalan dan berkembang dalam organisasi. Karena dalam menjalankan aktivitas kinerja karyawan perushaan harus mampu memberikan pehamaman atau dampak dari terbentuknya budaya organisasi kepada seluruh karyawan Hal ini terbukti berdasarkan penelitihan sebelumnya oleh Muhammad Muris . yang mana budaya organisasi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh Keterikatan Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan Hasil pengujian analisis linier berganda menunjukan bahwa tidak terdapat nilai yang signifikan sebesar 0,149 . ,149 > 0,. Nilai tersebut dapat membuktikan hipotesis ditolak, yang berarti Keterikatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada Trini Karya Hal ini menunjukan bahwa Keterikatan Karyawan tidak dapat meningkatkan kinerja karyawan. keterikatan karyawan adalah suatu kondisi, sikap atau perilaku positif seorang karyawan terhadap pekerjaan dan organisasinya yang ditandai dengan perasaan semangat . , dedikasi . dan keasyikan . untuk tercapainya tujuan dan keberhasilan organisasi. bahwa keterikatan merupakan pemanfaatan diri anggota suatu organisasi untuk peran pekerjaan mereka dengan menggunakan dan mengekspresikan diri, baik secara fisik, kognitif dan emosional selama menjalankan peran mereka di dalam organisasi. Apabila karyawan mempunayi keterikatan yang maka kerja karyawan tersebut baik. Masih banyak karyawan yang menjalankan tugas dan pekerjaan dengan kurang teliti dan tidak mau tau dengan organisasinya, dan tidak jelas apa yang yang dibutuhkan dalam bekerja. Jelas sekali bahwa kontribusi rendah dan tingkat kepuasanapun rendah. Hal ini bertentangan dengan penelitihan yang dilakukan Oleh Yudi Muliawan et al . yang mana Keterikatan karyawan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini terbukti berdasarkan penelitihan sebelumnya oleh Aprilian . yang mana keterikatan karyawan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil pengujian uji analisia linier berganda dengan uji t menunjukan bahwa terdapat nilai signifikasi sebesar 0,001 . ,001 . ,001 < 0,. Nilai tersebut dapat membuktikan hipotesis diterimah. yang berartti bahwa Kualitas Kehidupas Kerja berprngaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada Trini Karya Yogyakarta. Hasil pengujian uji analisis linier berganda dengan uji t menunjukan bahwa tidak terdapat nilai yang signifikan sebesar 0,122 . ,122 > 0,. Nilai tersebut dapat membuktikan hipotesis ditolak, yang berarti Budaya Organisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada Trini Karya Yogyakarta. Hasil Pengujian uji analisis linier berganda dengan uji t menunjukan bahwa tidak terdapat nilai yang signifikan sebesar -0,149 . 0,05 ). Nilai tersebut dapat membuktikan hipotesis ditolak, yang berarti keterikatan karyawan tidak berpengaruhg secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada Trini karya Yogyakarta. Keterbatasan Penelitian yang dilakukan saat ini masih memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan, di antaranya. Adanya keterbatasan penelitihan dengan mengunakan kusioner yaitu terkadang jawaban yang diberikan oleh sampel tidak menunjukan keadaan sesungunya. Saran Perusahaan lebih meningkatkan kualitas kehidupan kerja agar karyawan lebih optimal lagi dalam menjalankan tugasnya sehingga membangun kinerja perusahaan yang unggul. Perushaan harus mampu memberikan pehamaman atau dampak dari Perushaan harus mampu memberikan pehamaman atau dampak dari terbentuknya budaya organisasi kepada seluruh karyawan c. Perusahaan melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan di dalam organisasi. Proses yang melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan, akan membuat karyawan merasa dihargai keberadaannya, dan belajar untuk mengembangkan kemampuannya dalam menyelesaikan permasalahan di dalam meningkatkan kinerjanya di dalam organisasi. Untuk penelitian selanjutnya akan melakukan penelitian yang terkait dengan kinerja karyawan , mengembangkan lebih banyak menggunakan variabel independen serta lebih banyak melibatkan responden dalam melakukan penelitian yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. DAFTAR PUSTAKA