Syntax Admiration: p-ISSN 2722-7782 | e-ISSN 27225356 Vol. No. Oktober 2024 Pengaruh Religiusitas. Literasi. Akuntabilitas terhadap Minat Berwakaf Tunai di Bank Syariah Indonesia dengan Pemahaman sebagai Moderasi 1,2,3 Antria Susilawati1*. Mursyid2. Abubakar Idham Madani3 Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris. Samarinda. Indonesia Email: moonstar220199@gmail. com, mursyid@uinsi. abubakaridhammadani@gmail. Abstrak Wakaf tunai adalah salah satu bentuk pemberdayaan keuangan Islam yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan sosial. Namun, minat masyarakat terhadap wakaf tunai masih tergolong rendah dibandingkan wakaf tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh religiusitas, literasi, dan akuntabilitas terhadap minat berwakaf tunai di Bank Syariah Indonesia, dengan tingkat pemahaman sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 35 nasabah Bank Syariah Indonesia di Kelurahan Teritip. Balikpapan Timur. Data dianalisis menggunakan teknik analisis Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas, literasi, dan akuntabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwakaf Selain itu, tingkat pemahaman memoderasi hubungan antara religiusitas, literasi, dan akuntabilitas dengan minat berwakaf tunai. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan pemahaman masyarakat tentang wakaf tunai dapat memperbesar potensi partisipasi mereka dalam program tersebut. Kata Kunci: Religiusitas. Literasi Wakaf. Akuntabilitas. Minat Berwakaf Tunai. Tingkat Pemahaman. Bank Syariah Indonesia Abstract Cash waqf is a form of Islamic financial empowerment that has great potential in improving social welfare. However, public interest in cash waqf is still relatively low compared to traditional This study aims to analyze the influence of religiosity, literacy, and accountability on interest in cash waqf in Bank Syariah Indonesia, with the level of understanding as a moderation The method used was quantitative with a data collection technique through a questionnaire distributed to 35 customers of Bank Syariah Indonesia in Teritip Village. East Balikpapan. The data was analyzed using the Partial Least Squares (PLS) analysis technique. The results of the study show that religiosity, literacy, and accountability have a positive and significant effect on interest in cash waqf. In addition, the level of understanding moderates the relationship between religiosity, literacy, accountability and interest in cash waqf. The conclusion of this study shows that increasing public understanding of cash waqf can increase their potential participation in the program. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Pengaruh Religiusitas. Literasi, dan Akuntabilitas terhadap Minat Berwakaf Tunai di Bank Syariah Indonesia dengan Tingkat Pemahaman sebagai Variabel Moderasi Keywords: Religiosity. Waqf Literacy. Accountability. Interest in Cash Waqf. Level of Understanding. Bank Syariah Indonesia Pendahuluan Wakaf tunai telah menjadi perhatian di berbagai negara sebagai salah satu instrumen keuangan Islam yang potensial dalam upaya pemberdayaan sosial dan ekonomi (Adistii et al. , 2. Namun, terlepas dari potensi yang dimiliki, kesadaran dan minat masyarakat dunia untuk berpartisipasi dalam wakaf tunai masih tergolong rendah. Menurut laporan Bank Dunia . , kendala dalam pemanfaatan wakaf tunai terutama berasal dari kurangnya pemahaman dan literasi terkait produk-produk keuangan Islam di kalangan masyarakat, terutama di negara-negara yang sedang berkembang. Di beberapa negara dengan mayoritas Muslim, seperti Indonesia dan Malaysia, wakaf tunai sering disalahpahami sebagai bentuk donasi tradisional yang hanya ditujukan untuk pembangunan masjid atau sekolah (Firawati & Katman, 2. Padahal, dengan pengelolaan yang profesional, wakaf tunai dapat digunakan untuk mendanai proyekproyek sosial yang berkelanjutan dan bermanfaat jangka panjang. Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan rendahnya minat berwakaf tunai di masyarakat. Pertama, rendahnya literasi keuangan Islam, khususnya terkait wakaf, merupakan hambatan terbesar (Budi et al. , 2. Banyak masyarakat yang tidak sepenuhnya memahami bagaimana wakaf tunai dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas. Kedua, faktor religiusitas juga memengaruhi minat seseorang untuk berwakaf (Fitriyana, 2. Religiusitas sering kali berhubungan dengan sejauh mana individu memahami ajaran agama tentang wakaf dan keharusan bersedekah (Amansyah & Suryaningsih, 2. Ketiga, akuntabilitas dari lembaga pengelola wakaf turut menjadi faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk berwakaf tunai (Purwidayani & Slamet, 2. Ketidakpercayaan terhadap lembaga wakaf karena kurangnya transparansi dan laporan yang akurat tentang pengelolaan dana wakaf tunai dapat menurunkan minat masyarakat dalam berpartisipasi (Muthiah & Saptono, 2. Rendahnya tingkat literasi, religiusitas, dan akuntabilitas lembaga pengelola wakaf memberikan dampak negatif terhadap optimalisasi potensi wakaf tunai. Berdasarkan laporan dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) tahun 2022, wakaf tunai hanya mampu mengumpulkan dana sebesar Rp7,166,000 di Bank Syariah Indonesia, lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp13,752,000 (Putri et , 2. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun potensi wakaf tunai sangat besar, masih terdapat tantangan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Selain itu, minimnya literasi wakaf di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Kalimantan Timur, menyebabkan potensi wakaf tunai tidak dimanfaatkan secara maksimal. Berdasarkan survei BWI tahun 2022, indeks literasi wakaf di Kalimantan Timur hanya mencapai 38, yang dikategorikan rendah (Nurahida, 2. Penelitian ini berfokus pada beberapa variabel kunci yang mempengaruhi minat masyarakat dalam berwakaf tunai, yaitu religiusitas, literasi, dan akuntabilitas. Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Antria Susilawati. Mursyid. Abubakar Idham Madani Religiusitas diartikan sebagai tingkat keimanan dan ketaatan individu terhadap ajaran agama, yang mempengaruhi seberapa besar keinginan mereka untuk berpartisipasi dalam aktivitas filantropi seperti wakaf. Literasi wakaf mengacu pada pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang konsep wakaf, termasuk manfaat dan cara pengelolaannya (Suhasti et al. , 2. Tingkat literasi yang baik diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Akuntabilitas lembaga pengelola wakaf adalah faktor penting lainnya yang dapat memengaruhi minat masyarakat. Transparansi dan laporan yang akurat dari lembaga pengelola wakaf dapat meningkatkan kepercayaan publik, sehingga lebih banyak orang yang tertarik untuk berwakaf tunai (Sukarsa & Gandhiadi, 2. Tingkat pemahaman juga dijadikan variabel moderasi dalam penelitian ini. Sebagai variabel moderasi, tingkat pemahaman diharapkan dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara religiusitas, literasi, dan akuntabilitas terhadap minat berwakaf tunai. Semakin baik pemahaman masyarakat mengenai wakaf tunai, semakin besar kemungkinan mereka untuk berpartisipasi dalam program tersebut (Amansyah & Suryaningsih, 2. Penelitian ini menawarkan kebaruan dalam dua hal utama. Pertama, penggunaan variabel moderasi, yaitu tingkat pemahaman, sebagai faktor yang memperkuat hubungan antara religiusitas, literasi, akuntabilitas, dan minat berwakaf tunai. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Fujiagustina . dan Abdul Latif Imam Haryadi . hanya fokus pada pengaruh langsung dari religiusitas dan literasi terhadap minat berwakaf, namun penelitian ini memperkenalkan variabel moderasi untuk melihat sejauh mana pemahaman masyarakat dapat memperkuat pengaruh variabel lainnya. Kedua, penelitian ini juga dilakukan pada nasabah Bank Syariah Indonesia di wilayah Kalimantan Timur, yang memiliki karakteristik unik dengan tingkat literasi wakaf yang rendah dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan baru dalam konteks lokal. Hasil dari penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Fujiagustina . didapati bahwa ada hubungan secara langsung dan tidak langsung antara variabel religiusitas, literasi, akuntabilitas dan tingkat pemahaman. Sehingga dalam penelitian selanjutnya menjadikan variabel tingkat pemahaman sebagai variabel moderasi, yang menghubungkan antara variabel religiusitas, literasi, akuntabilitas terhadap minat berwakaf tunai khusunya pada nasabah Bank Syariah Indonesia yang mana variabel tingkat pemahaman ini peneliti dapatkan dari saran peneliti sebelumnya yaitu Sania Sakinah yang mana tingkat pemahaman yang dimaksud adalah tingkat pemahaman terkait adanya wakaf benda bergerak dan tidak bergerak. Urgensi dari penelitian ini sangat tinggi mengingat rendahnya minat masyarakat dalam berwakaf tunai, padahal potensi yang dimiliki cukup besar. Wakaf tunai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia, terutama dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial. Seperti yang ditunjukkan oleh data dari Bank Syariah Indonesia, realisasi dana wakaf tunai jauh di bawah potensinya, dan diperlukan upaya yang lebih besar untuk meningkatkan literasi Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Pengaruh Religiusitas. Literasi, dan Akuntabilitas terhadap Minat Berwakaf Tunai di Bank Syariah Indonesia dengan Tingkat Pemahaman sebagai Variabel Moderasi dan pemahaman masyarakat tentang manfaat wakaf tunai. Selain itu, kurangnya kepercayaan terhadap lembaga pengelola wakaf juga menjadi penghalang utama yang harus segera diatasi dengan peningkatan akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk: . Mengukur pengaruh religiusitas terhadap minat berwakaf tunai yang dimoderasi oleh tingkat pemahaman. Menganalisis pengaruh literasi terhadap minat berwakaf tunai yang dimoderasi oleh tingkat pemahaman. Menilai pengaruh akuntabilitas terhadap minat berwakaf tunai yang dimoderasi oleh tingkat pemahaman. Mengetahui seberapa besar religiusitas, literasi, dan akuntabilitas mempengaruhi minat berwakaf tunai secara keseluruhan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun Secara teoritis, penelitian ini dapat menambah wawasan tentang hubungan antara religiusitas, literasi, dan akuntabilitas dengan minat berwakaf tunai, serta peran tingkat pemahaman sebagai variabel moderasi. Temuan penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam konteks wakaf tunai dan ekonomi Islam. Secara praktis, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi bagi lembaga pengelola wakaf, seperti Bank Syariah Indonesia, untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas mereka, sehingga dapat memperbesar kepercayaan masyarakat. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemerintah dan institusi terkait untuk memperbaiki program literasi wakaf guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam wakaf tunai. Hipotesis H1 : Religiusitas berpengaruh terhadap minat pengguna Bank Syariah Indonesia dimoderasi oleh tingkat pemahaman untuk berwakaf tunai. H2 : Literasi berpengaruh terhadap minat pengguna Bank Syariah Indonesia dimoderasi oleh tingkat pemahaman untuk berwakaf tunai. H3 : Akuntabilitas berpengaruh terhadap minat pengguna Bank Syariah Indonesia dimoderasi oleh tingkat pemahaman untuk berwakaf tunai. H4 : Religiusitas berpengaruh terhadap minat pengguna Bank Syariah Indonesia untuk berwakaf tunai. H5 : Literasi berpengaruh terhadap minat pengguna Bank Syariah Indonesia untuk berwakaf tunai. H6: Akuntabilitas berpengaruh terhadap minat pengguna Bank Syariah Indonesia untuk berwakaf tunai. Metode Penelitian Penelitian ini dirancang sebagai sebuah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam berbagai variabel yang memengaruhi minat berwakaf tunai di kalangan nasabah Bank Syariah Indonesia. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini dirancang secara komprehensif, agar mampu mengungkap faktor-faktor utama yang mendorong maupun menghambat minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam wakaf tunai. Pemilihan pendekatan deskriptif dalam penelitian ini sangat relevan, mengingat kompleksitas isu yang melibatkan Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Antria Susilawati. Mursyid. Abubakar Idham Madani berbagai aspek seperti religiusitas, literasi, akuntabilitas, dan tingkat pemahaman Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Teritip. Balikpapan Timur. Kalimantan Timur, yang merupakan salah satu wilayah dengan populasi Muslim yang cukup besar. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa meskipun potensi wakaf tunai di wilayah ini besar, tingkat partisipasi masyarakat masih Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Juli 2024, dengan memperhatikan situasi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat. Waktu pelaksanaan penelitian disesuaikan dengan kebutuhan untuk mendapatkan data yang representatif dan mendalam, serta memastikan bahwa semua variabel yang dianalisis telah mencakup dinamika yang terjadi selama periode penelitian. Penelitian ini menyangkut beberapa aspek yang berkaitan dengan minat masyarakat terhadap wakaf tunai, yang dijadikan variabel utama. Subjek penelitian adalah nasabah Bank Syariah Indonesia yang berdomisili di Kelurahan Teritip. Populasi dalam penelitian ini mencakup 350 nasabah yang secara aktif melakukan transaksi perbankan di Bank Syariah Indonesia. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, yaitu mereka yang sudah memiliki pemahaman tentang wakaf, baik dalam bentuk tradisional maupun wakaf tunai, namun belum sepenuhnya berpartisipasi dalam program wakaf tunai. Populasi ini diambil dari berbagai latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan tingkat ekonomi yang beragam, sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih luas tentang minat masyarakat dalam berwakaf tunai. Sampel penelitian ini diambil menggunakan metode purposive sampling, yang memungkinkan peneliti untuk fokus pada individu-individu yang dianggap memiliki informasi yang relevan terhadap topik penelitian. Sebanyak 35 sampel dipilih dari total populasi, dengan pertimbangan bahwa jumlah ini sudah cukup untuk menggambarkan tren dan pola yang ada di masyarakat. Pemilihan sampel ini juga didasarkan pada pengamatan langsung serta rekomendasi dari pihak Bank Syariah Indonesia, yang memberikan akses kepada peneliti untuk mengidentifikasi nasabah yang memenuhi kriteria penelitian. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dikembangkan secara spesifik untuk mengukur variabel religiusitas, literasi wakaf, akuntabilitas lembaga, dan tingkat pemahaman masyarakat tentang wakaf tunai. Kuesioner ini didesain untuk mengumpulkan data primer dari responden, dengan menggunakan skala Likert untuk menilai berbagai pernyataan yang terkait dengan setiap variabel. Penggunaan skala Likert memungkinkan peneliti untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci mengenai pandangan, sikap, dan persepsi responden terhadap wakaf tunai. Selain kuesioner, observasi juga dilakukan sebagai instrumen tambahan untuk mendapatkan data pendukung mengenai pola perilaku masyarakat terkait wakaf tunai. Observasi dilakukan di lingkungan sekitar Bank Syariah Indonesia dan pada acara-acara yang berkaitan dengan program literasi keuangan Islam yang diselenggarakan di Kelurahan Teritip. Observasi ini memberikan gambaran lebih lanjut tentang interaksi Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Pengaruh Religiusitas. Literasi, dan Akuntabilitas terhadap Minat Berwakaf Tunai di Bank Syariah Indonesia dengan Tingkat Pemahaman sebagai Variabel Moderasi sosial masyarakat dan bagaimana mereka merespon informasi yang diberikan tentang wakaf tunai. Data dikumpulkan melalui kombinasi teknik, yaitu survei, observasi, dan Survei dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden secara langsung maupun melalui platform digital untuk meningkatkan tingkat partisipasi. Survei ini bertujuan untuk menggali persepsi, pemahaman, serta minat masyarakat terhadap wakaf tunai. Peneliti juga melakukan observasi terhadap kegiatan yang berlangsung di Bank Syariah Indonesia serta program-program edukasi yang diselenggarakan untuk meningkatkan literasi keuangan Islam. Observasi ini penting untuk melihat bagaimana masyarakat merespon secara nyata terhadap program-program wakaf yang dijalankan oleh bank. Dokumentasi digunakan sebagai pelengkap, yaitu dengan mengumpulkan laporan dan data sekunder dari Bank Syariah Indonesia terkait jumlah dana wakaf tunai yang terkumpul, laporan triwulan, dan data historis mengenai minat masyarakat dalam berwakaf tunai. Untuk memastikan bahwa data yang diperoleh valid dan reliabel, beberapa langkah dilakukan dalam proses penelitian. Validitas kuesioner diuji melalui uji validitas konstruk, di mana setiap indikator yang diukur harus memiliki hubungan yang kuat dengan variabel yang diteliti. Uji ini dilakukan dengan cara menganalisis data yang dikumpulkan dan mengevaluasi apakah setiap indikator mampu menjelaskan variabel secara memadai. Sementara itu, reliabilitas instrumen diuji dengan menggunakan uji Cronbach's Alpha, yang digunakan untuk mengukur konsistensi internal dari kuesioner. Skor Cronbach's Alpha yang tinggi menunjukkan bahwa kuesioner memiliki tingkat reliabilitas yang baik. Selain itu, untuk menghindari bias dalam pengumpulan data, peneliti memastikan bahwa responden yang dipilih berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, baik dari segi pendidikan, pekerjaan, maupun tingkat pendapatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh dapat mewakili populasi yang lebih luas dan memberikan hasil yang lebih akurat. Data yang diperoleh dari kuesioner diolah dan dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden dan hasil yang diperoleh dari setiap variabel penelitian. Misalnya, analisis ini akan memberikan gambaran tentang bagaimana religiusitas, literasi, akuntabilitas, dan tingkat pemahaman memengaruhi minat berwakaf tunai. Sementara itu, analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam penelitian ini. Pengujian dilakukan menggunakan perangkat lunak SmartPLS untuk mengukur pengaruh langsung maupun moderasi antara variabel-variabel yang diteliti. Teknik analisis yang digunakan juga meliputi pengujian model Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), yang memungkinkan peneliti untuk menganalisis hubungan antara beberapa variabel independen dan dependen secara Model ini dipilih karena mampu menangani kompleksitas hubungan antar variabel yang ada dalam penelitian, terutama ketika melibatkan variabel moderasi seperti Syntax Admiration. Vol. No. Oktober 2024 Antria Susilawati. Mursyid. Abubakar Idham Madani tingkat pemahaman. Analisis ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai bagaimana setiap variabel memengaruhi minat berwakaf tunai. Hasil dan Pembahasan Kurangnya integrasi antara hasil penelitian dengan literatur yang ada. Diskusi