Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Pembinaan Atlet Federasi Triathlon Indonesia Jawa Tengah Dalam Menghadapi Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh Sumut Tahun 2024 Iik Suryati Azizah1*. Ripto Susilo2 Politeknik Bumi Akpelni Semarang Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung *e-mail: Iik@akpelni. Abstracts This study aims to identify the organizational conditions, coaching, human resource management, training programs, and facilities for the Central Java Triathlon Federation in preparing for the 21st National Sports Week in Aceh and North Sumatra in 2024. The research conducted is a quantitative descriptive study. The subjects in this study are 5 members of the Central Java Provincial KONI, 5 members of the Central Java FTI, 5 triathlon coaches from Central Java, and 5 triathlon athletes from Central Java. In the data collection technique, the researcher used a questionnaire given to the The data analysis techniques used include validity tests, reliability tests, and descriptive percentage analysis techniques. From the research conducted, it can be concluded that . the condition of the organization of the Central Java Provincial Board of the Indonesian Triathlon Federation is in very good condition with a percentage of 84%. The condition of the triathlon athlete development in Central Java Province is in very good condition with a percentage of 85%. The condition of human resource management of the Indonesian Triathlon Federation in Central Java is in good condition with a percentage of 76%. The condition of the triathlon athlete training program in Central Java Province is in very good condition with a percentage of 85%. Meanwhile, the condition of the facilities and infrastructure of the Indonesian Triathlon Federation in Central Java is in good condition with a percentage of 77%. Keywords: Organization. Training. Facilities and Infrastructure. Achievements Abstrak Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi organisasi, pembinaan, manajemen SDM, program latihan, dan sarana prasarana untuk Federasi Triathlon Jawa Tengah dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional ke XXI Aceh Sumut tahun 2024. Penelitian yang dilakukan adalah penilitian deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengurus KONI Provinsi Jawa Tengah sebanyak 5 orang, pengurus FTI Jawa Tengah sebanyak 5 orang, pelatih triathlon Provinsi Jawa Tengah sebanyak 5 orang, dan atlet triathlon Jawa Tengah sebanyak 5 orang. Didalam teknik pengumpulan data peneliti menggunakan angket yang diberikan kepada para Teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan teknik analisis deskriptif persentase. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa . Kondisi organisasi Pengurus Provinsi Federasi Triathlon Indonesia Jawa Tengah dalam keadaan sangat baik dengan persentase 84%. Kondisi pembinaan atlet triathlon Provinsi Jawa Tengah keadaannya sangat baik dengan persentase 85%. Kondisi manajemen sumber daya manusia Federasi Triathlon Indonesia Jawa Tengah dalam keadaan baik dengan persentase 76%. Kondisi program latihan atlet triathlon Provinsi Jawa Tengah dalam keadaan sangat baik dengan persentase 85%. Sedangkan Keadaan sarana prasarana Federasi Triathlon Jawa Tengah dalam keadaan baik dengan persentase 77%. Kata Kunci: Organisasi. Pembinaan. Sarana dan Prasarana. Prestasi https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang PENDAHULUAN Menurut keUndang - Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem, keolahragaan adalah setiap kegiatan yang sistematis yang ditujukan untuk meningkatkan potensi fisik . Undang Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Pertahanan Negara , olahraga adalah setiap kegiatan yang sistematis yang ditujukan untuk meningkatkan potensi fisik , mental, dan sosial Olahraga biasanya dibagi menjadi dua kategori: olahraga wisata dan olahraga Olahraga wisata adalah olahraga yang dilakukan secara pribadi dengan tujuan mencapai kesehatan, kebugaran, dan kesenangan dan didukung oleh ilmu dan teknologi keolahragaan melalui pembinaan dan pengembangan atlet secara terarah, berjenjang, dan Kompetisi adalah salah satu ukur guna mengukur kemampuan prestasi atlet setelah mengikuiti rangkaian latihan. Pekan Olahraga Nasional, yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali, adalah kompetisi multievent yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi dan meningkatkan sumber daya olahraga Nasional. Tujuan dari Pekan Olahraga Nasional adalah untuk meningkatkan prestasi olahraga di tingkat Nasional, memantau atlet, dan meningkatkan Triathlon adalah cabang olahraga yang memadukan tiga cabang olahraga . enang, bersepeda, dan lar. dalam satu kompetisi yang dilakukan oleh atlet secara bertahap. Nomer perlombaan dalam olahraga triathlon adalah : Standart Distance ( Renang 1500 m. Sepeda 40 Km. Lari 10 Km ). Sprint Distance (Renang 750 m. Sepeda 20 Km. Lari 5 Km ). Duathlon. Aquathlon. Atlet mulai perlombaan dengan melakukan renang terlebih dahulu dilanjutkan bersepeda , setelah itu berlari secara berurutan. Triathlon adalah olahraga wisata ( sport tourisem ). Event triathlon dapat juga sebagai ajang promosi untuk mengenalkan budaya dan Di Indonesia, banyak pertandingan triathlon telah diadakan, seperti Pariaman ASTC Sprint Triathlon Asian Cup 2015. Palembang ASTC Triathlon Championship 2017, dan Palembang Asian Games 2018. Dengan banyaknya acara yang diadakan, banyak komunitas triathlon muncul. Triathlon Buddies pertama kali dibentuk di Jakarta pada tanggal 7 Januari 2012 dan berkembang menjadi komunitas besar yang memiliki badan hukum pada tanggal 7 Maret 2017. Triathlon Indonesia mempunyai federasi induk. Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jawa Tengah, yang terbentuk pada tanggal 1 Januari 2006. Triathlon di Jawa Tengah telah berkembang, dan mereka telah mencapai prestasi di Eksebisi PON XX Papua 2021. Aloysius Reckyardo Mardian menerima emas dalam nomor aquathlon, dan M. Syifa Jagatnata menerima perunggu dalam nomor triathlon di Triathlon Jawa Tengah. Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh Ae Sumut tahun 2024 triathlon resmi dipertandingkan. Dimana sudah terbentuk 28 pengurus provinsi Federasi Triathlon Indonesia di Provinsi di Indonesia yang akan mengirimkan atletnya guna mengikuti Pekan Olahraga Nasional yang diselenggarakan di Aceh. Dengan pembentukan organisasi ini, diharapkan pembinaan triathlon di di daerah dapat berjalan lancar dan mencapai prestasi terbaik. Pembinaan adalah proses yang direncanakan dan dilakukan secara teratur untuk memperkenalkan, mengembangkan , membina, dan membangun pengetahuan dan keterampilan yang ada untuk mencapai tujuan tertentu. Keberhasilan pembangunan sebuah wilayah sangat bergantung pada pelatihan olahraga, terutama dalam hal kualitas dari sumber daya manusianya. METODE Dalam penelitian ini peneiti menggunakan metode : Studi kuantitatif ini meneliti keadaan, gejala, atau kondisi pada variabel dengan angka Angket digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber tanpa campur tangan peneliti. https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Subjek Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah pengurus KONI Jawa Tengah, pengurus FTI Jawa Tengah, pelatih, dan atlet triathlon Jawa Tengah yang akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional XXI di Aceh - Sumut 2024. Sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki karakteristik tertentu yang dapat mewakili dari seluruh populasi yang ada, (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini sampel yang akan digunakan adalah sebagai berikut: Tabel 1. Sampel Penelitian Sampel Jumlah Pengurus Koni Provinsi Jawa Tengah Pengurus Provinsi FTI Jawa Tengah Pelatih triathlon Jawa Tengah Atlet triathlon Jawa Tengah Jumlah Prosedur Penelitian Dalam penelitian ini teknik sampling yang akan digunakan adalah teknik purposive Purposive sampling adalah teknik pengumpulan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai kebutuhan penelitian, (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dengan menggunakan sumber primer dan sekunder digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang subjek yang diteliti. Data primer merupakan data yang dikumpulkan langsung dari subjek penelitian, (Sugiyono, 2. Data primer dalam penelitian ini menggunakan teknik interview dan kuesioner. Informasi yang telah dikumpulkan sebelumnya dan digunakan untuk melengkapi data penelitian disebut data Sumber data sekunder dalam penelitian ini berasal dari sejarah, buku, jurnal, dan temuan penelitian sebelumnya yang terkait dengan subjek dan variabel penelitian. Untuk menganalisis data penelitian, penelitian ini menggunakan teknik deskriptif persentase, yang terdiri dari beberapa langkah: Menghitung nilai responden dan sub variabel. Merekap nilai. Menghitung persentase dengan rumus: ycu DP = ycA y 100 Keterangan: DP : Deskriptif Persentase (%) n : Nilai yang diperoleh. N : Jumlah seluruh nilai. Cara menentukan tingkat kriteria: Menentukan persentase tertinggi. ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco y 100% ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco y100% = 100% . Menentukan persentase terendah. ycycoycuyc ycoycnycuycnycoycayco y 100% ycycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang y 100% = 25% Rentang persentase : 100% - 25% = 75% Interval kelas persentase : 75% : 4 = 18,75% Untuk mengetahui tingkat kriteria skor yang diperoleh disesuaikan dengan tabel kriteria Tabel 2. Kriteria Analisis Deskriptif Persentase Sampel Jumlah 81,26% - 100% Sangat Baik 62,51% - 81,25 Baik 43,76% - 62,50% Cukup >25% - 43,75% Kurang HASIL DAN PEMBAHASAN Data hasil dari penelitian Pembinaan Triathlon Jawa Tengah dalam persiapan mengikuti Pekan Olahraga Nasional XXI tahun 2024 Aceh - Sumut adalah sebagai berikut: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Tengah Keadaan organisasi Tabel 3. Indikator Keadaan Organisasi Kategori Frekuensi Persentase Jumlah Frekuensi Jawaban Dalam tabel 3 dari 5 butir soal yang disajikan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 10 atau 52. 63%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 7 atau 47. 37%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak atau 0%, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 0 atau 0%. Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut: Skor Nilai Gambar 1. Diagram Indikator Keadaan Organisasi Pembinaan Tabel 4. Indikator Pembinaan No Kategori Frekuensi Persentase Jumlah https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Frekuensi Jawaban Dalam tabel 4 dari 7 butir soal yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 13 atau 48. 15%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 11 atau 40. 74%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak 0 atau 0%, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 3 atau 11. Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut: Skor Nilai Gambar 2. Diagram Indikator Pembinaan Manajemen sumber daya manusia Tabel 5. Indikator Manajemen Sumber Daya Manusia No Kategori Frekuensi Persentase Jumlah Frekuensi Jawaban Dalam tabel 5 dari 7 butir soal yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 13 atau 42. 11%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 7 atau 26. 31%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak 3 atau 13. 15%, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 5 atau 18. Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut: Skor Nilai Gambar 3. Diagram Indikator Manajemen Sumber Daya Manusia Sarana prasarana Tabel 6. Indikator Sarana Prasarana No Kategori Frekuensi Persentase 45,83 % Jumlah https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Frekuensi Jawaban Dalam tabel 6 dari 6 butir soal berkaitan dengan sarana prasarana yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 10 atau 41. 67%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 11 atau 45. 83%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak 3 atau 12. 50%, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 0 responden atau 0%. Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut Skor Nilai Gambar 4. Diagram Indikator Sarana Prasarana Pengprov Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jawa Tengah Keadaan organisasi Tabel 7. Indikator Keadaan Organisasi No Kategori Frekuensi Persentase Jumlah Frekuensi Jawaban Dalam tabel 7 dari 5 butir soal yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 10 atau 41. 67 %, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 8 atau 38. 10%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak 0 atau 0 %, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 3 atau 14. Indikator keadaan organisasi dibagi menjadi 4 sub indikator sebagai berikut: Skor Nilai Gambar 5. Diagram Indikator Keadaan Organisasi Pembinaan Tabel 8. Indikator Pembinaan No Kategori Frekuensi Persentase Jumlah https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Frekuensi Jawaban Dalam tabel 8 dari 6 butir soal yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 12 atau 46. 15%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 7 atau 26. jawaban C atau nilai 2 sebanyak 4 atau 15. 38%, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 3 atau Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut: Skor Nilai Gambar 6. Diagram Indikator Pembinaan Manajemen sumber daya manusia Tabel 9. Indikator Manajemen Sumber Daya Manusia No Kategori Frekuensi Persentase Jumlah Frekuensi Jawaban Dalam tabel 9 dari 7 butir soal yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 10 atau 34. 48%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 9 atau 31. 03%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak 6 atau 20. 69%, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 4 atau 13. Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut : Skor Nilai Gambar 7. Diagram Indikator Manajemen Sumber Daya Manusia Sarana prasarana Tabel 10. Indikator Sarana Prasarana No Kategori Frekuensi Persentase Jumlah https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Frekuensi Jawaban Dalam tabel 10. dari 6 butir soal berkaitan sarana prasarana yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 6 atau 23. 08%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 6 atau 08%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak 11 atau 42. 31%, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 3 Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut: Skor Nilai Gambar 8. Diagram Indikator Sarana Prasarana Pelatih Triathlon Pengprov FTI Jawa Tengah Keadaan organisasi Tabel 11. Indikator Keadaan Organisasi No Kategori Frekuensi Persentase Jumlah Frekuensi Jawaban Dalam tabel 11 dari 2 butir soal yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 4 atau 28. 57%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 3 atau 21. 43%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak 4 atau 28. 57%, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 3 atau 21. Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut: Skor Nilai Gambar 9. Diagram Indikator Keadaan Organisasi Manajemen sumber daya manusia Tabel 12. Indikator Manajemen Sumber Daya Manusia No Kategori Frekuensi Persentase Jumlah https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Frekuensi Jawaban Dalam tabel 12 dari 12 butir soal yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 20 atau 45. 45%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 5 atau 11. 36%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak 12 atau 27. 27 %, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 7 atau 15. 91 %. Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut: Skor Nilai Gambar 10. Diagram Indikator Manajemen Sumber Daya Manusia Program latihan Tabel 13. Indikator Program Latihan No Kategori Frekuensi Persentase Jumlah Frekuensi Jawaban Dalam tabel 13 dari 18 butir soal yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 13 atau 68. 42%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 6 responden atau 58%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak 0 atau 0%, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 0 responden atau 0%. Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut: Skor Nilai Gambar 11. Diagram Indikator Program Latihan Sarana dan prasarana Tabel 14. Indikator Sarana Prasarana No Kategori Frekuensi Persentase Jumlah https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Frekuensi Jawaban Dalam tabel 14 dari 5 butir soal berkaitan dengan sarana prasarana yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 9 atau 42. 86%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 3 atau 14. 28%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak 9 atau 42. 87%, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 0 atau %. Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut: Skor Nilai Gambar 12. Diagram Indikator Sarana Prasarana Atlet Triathlon Pengprov FTI Jawa Tengah Keadaan organisasi Tabel 5. Indikator Keadaan Organisasi No Kategori Frekuensi Persentase Jumlah Frekuensi Jawaban Dalam tabel 1. 16 dari 2 butir soal yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 7 atau 70%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 3 atau 30%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak 0 atau 0 %, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 0 atau 0%. Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut: Skor Nilai Gambar 13. Diagram Indikator Sarana Prasarana Manajemen sumber daya manusia Tabel 16. Indikator Manajemen Sumber Daya Manusia No Kategori Frekuensi Persentase Jumlah https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Frekuensi Jawaban Dalam tabel 16 dari 13 butir soal yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 15 atau 31. 25%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 18 responden atau 50%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak 10 responden atau 20. 83%, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 5 atau 10. Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut: Skor Nilai Gambar 14. Diagram Indikator Manajemen Sumber Daya Manusia Program latihan Tabel 17. Indikator Program Latihan No Kategori Frekuensi Persentase Jumlah Frekuensi Jawaban Dalam tabel 17 dari 5 butir soal yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 10 atau 43. 48%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 6 atau 26. 09%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak 4 atau 17. 39%, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 3 atau 13. Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut: Skor Nilai Gambar 15. Diagram Indikator Program Latihan Sarana dan prasarana Tabel 18. Indikator Sarana Prasarana No Kategori Frekuensi Persentase Jumlah https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Frekuensi Jawaban Dalam tabel 18 dari 5 butir soal berkaitan sarana prasarana yang diajukan kepada 5 responden yang menjawab A atau skor 4 sebanyak 7 atau 33. 33%, jawaban B atau nilai 3 sebanyak 11 atau 52. 38%, jawaban C atau nilai 2 sebanyak 3 atau 14. 28%, jawaban D atau nilai 1 sebanyak 0 atau 0 %. Untuk lebih jelas dapat dilihat dalam grafik berikut: Skor Nilai Gambar 16. Diagram Indikator Sarana Prasarana Pembahasan Hasil menunjukkan bahwa penelitian Studi Pembinaan Triathlon Provinsi Jawa Tengah dalam persiapan Pekan Olahraga Nasional Aceh-Sumut Tahun 2024 berjalan dengan baik. Dengan memperhatikan sejumlah komponen antara lain : . Organisasi . Pembinaan olahraga . Manajemen sumber daya manusia . Program latihan, dan . Sarana prasarana dalam mempersiapkan diri mengikuti Pekan Olahraga Nasional Aceh Ae Sumut Tahun 2024 Organisasi . adalah alat yang digunakan dalam pencapaian sutatu tujuan Pengorganisasian . , di sisi lain, mengacu pada proses dan tindakan sistematis yang dilakukan untuk membangun dan memperluas organisasi atau sebagai salah satu dasar manajemen (Effendhie, 2. Untuk mencapai prestasi, organisasi olahraga harus mengelola dan berkoordinasi dengan berbagai sumber daya dan pengetahuan dengan menggunakan kemampuan, keterampilan, dan teknologi mereka. Dalam industri olahraga, ada tiga jenis organisasi. Yang pertama adalah organisasi publik, yang dibentuk oleh departemen pemerintahan daerah yang bertanggung jawab atas penyediaan prasarana dan sumber daya olahraga serta program olahraga prestasi dan rekreasi. Yang kedua adalah organisasi sosial, yang terdiri dari Komite Olimpiade Indonesia. Komite Olimpiade Internasional. Federasi Triathlon Indonesia (FTI). Assosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI). Persatuan Sepatu Roda Seluruh Insonesia ( PERSEROSI ) Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI), dan induk organisasi cabang olahraga lainnya. Yang terakhir adalah organisasi nirlaba. seperti produsen alat olahraga, pengelola pusat fitnes, lapangan golf, lapangan sepak bola, dll. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional, terangkan bahwa. AuPembinaan dan pengembangan keolahragaan adalah usaha sadar yang dilakukan secara sistematis untuk mencapai tujuan keolahragaanAy(Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional, 2. Menurut Mylsidayu & Kurniawan . , ada tiga tahapan pembinaan prestasi: prestasi tinggi, spesialisasi, dan pengembangan multilateral. Mengelola sumber daya manusia dalam organisasi untuk meningkatkan daya saing perusahaan dikenal sebagai manajemen SDM. Fungsi manajemen termasuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, sedangkan fungsi operasional termasuk pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan penilaian kegiatan kerja. https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Dalam dunia olahraga sumber daya manusia dibagi dalam 4 buku dasar Ae dasar manajemen olahraga (Lismadiana, 2. Orang yang terlibat langsung dalam kegiatan olahraga disebut pelaku olahraga, sedangkan pembina olahraga adalah orang yang tahu dan bisa mengelola pembinaan dan pengembangan olahraga. (Olahragawa. Tenaga keolahragaan adalah profesional atau seseorang yang memiliki sertifikasi dan kompetensi dalam olahraga. Menyusun program latihan berarti menyusun materi latihan, beban, intensitas, sasaran, dan metode yang akan diterapkan. Program latihan juga merupakan rangkaian kegiatan berlatih yang disusun dengan sistematis dengan mempertimbangkan beban dan intensitas latihan. Program latihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fisik, fungsi organ tubuh, dan kesehatan mental (Mylsidayu & Kurniawan, 2. Untuk mencapai prestasi terbaik, latihan jangka panjang diperlukan. Dalam buku Canadian Sport For Life Long-Term Athlete Development 1. 2 mengungkapkan tentang program jangka panjang (Balyi et al. , 2. , dengan 7 tahapan Active start. Fundamental. Learn to train . elajar untuk berlati. Train to train . erlatih untuk berlati. Train to compete . erlatih untuk bersain. Train to win . erlatih untuk menan. Active for life (Competitive for life. Fit for life. Sport and physical activity Alat yang digunakan secara langsung dalam kegiatan olahraga disebut prasarana olahraga, yang berfungsi untuk mendukung kegiatan olahraga secara konsisten. Prasarana olahraga termasuk dalam dua kategori: yang pertama adalah peralatan . , yang berarti alat yang digunakan, seperti baju, sepeda, helm sepeda, dan sepatu berlari. Yang kedua adalah perlengkapan . , yang berarti alat yang melengkapi kebutuhan prasarana, seperti cone, bendera sebagai tanda, garis batas, dan sebagainya. SIMPULAN Berdasarkan analisis data penelitian mengenai Studi Pembinaan Pengprov FTI Jawa Tengah dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh Sumut 2024 , secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Keadaan Organisasi Keadaan Organisasi Pengprov Federasi Triathlon Indonesia Jawa Tengah dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh Sumut tahun 2024 dalam keadaan sangat baik dengan prosentase 84%. Dari sudut pandang KONI Jawa Tengah sebesar 88%. Pengprov FTI Jawa Tengah sebesar 85%. Pelatih triathlon Provinsi Jawa Tengah sebesar 67%. Atlet Triathlon Jawa Tengah sebesar 96%. Keadaan Pembinaan Keadaan Pembinaan Pengprov Federasi Triathlon Indonesia Jawa Tengah dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh Sumut tahun 2024 dalam keadaan sangat baik dengan prosentase 85%. Dari sudut pandang KONI Jawa Tengah sebesar 86%. Pengprov FTI Jawa Tengah sebesar 83%. Keadaan Manajemen Sumber Daya Manusia Keadaan Manajemen Sumber Daya Manusia Pengprov Federasi Triathlon Indonesia Jawa Tengah dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh Sumut tahun 2024 dalam keadaan baik dengan presentase 76%. Dari sudut pandang KONI Jawa Tengah sebesar 79%. Pengprov FTI Jawa Tengah sebesar 75%. Pelatih triathlon Pengprov FTI Jawa Tengah sebesar Atlet Triathlon Jawa Tengah sebesar 76%. Keadaan Program Latihan Keadaan Program Latihan Pengprov Federasi Triathlon Indonesia Jawa Tengah dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh Sumut tahun 2024 dalam keadaan sangat baik dengan prosentase 85%. Dari sudut pandang pelatih triathlon Pengprov FTI Jawa Tengah sebesar 89%. Atlet Pengprov FTI Jawa Tengah sebesar 82%. https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Keadaan Sarana Prasarana Keadaan Sarana Prasarana Pengprov Federasi Triathlon Indonesia Jawa Tengah dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh Sumut tahun 2024 dalam keadaan baik dengan prosentase 77%. Dari sudut pandang KONI kota Jawa Tengah sebesar 85%. Pengprov FTI Jawa Tengah sebesar 65%. Pelatih triathlon Pengprov FTI Jawa Tengah sebesar 75%. Atlet Triathlon Jawa Tengah sebesar 82%. Saran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta Agar cabang olahraga baru seperti triathlon dapat berkembang dan mengimbangi olahraga yang sudah ada sebelumnya, program pembinaan harus dibuat. Selain itu. KONI Jawa Tengah harus sering mengadakan bimbingan teknis untuk pengurus, pelatih, dan atlet sehingga KONI dapat mencapai tujuan yang sama: mengembangkan olahraga di Jawa Tengah dan Indonesia pada Semua cabang olahraga yang dibangun oleh KONI harus lebih memperhatikan prasarana yang ada. Pengprov Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jawa Tengah Untuk menghindari rangkap jabatan, pengurus diberi tugas dan jabatan sesuai dengan keahlian mereka. Untuk mempertahankan olahraga triathlon yang semakin berkembang setiap tahunnya, pelatih memerlukan program bimbingan teknis rutin. Mempertimbangkan kondisi kelengkapan sarana prasarana, kesejahteraan pelatih dan atlet, dan kondisi kesejahteraan atlet. Pelatih Triathlon Jawa Tengah Disarankan untuk terus belajar tentang perkembangan triathlon agar dapat menerapkannya di Jawa Tengah dan mengembangkannya untuk menghasilkan atlet terbaik Indonesia. Atlet Triathlon Jawa Tengah Atlet dari Jawa Tengah diharapkan dapat mengembangkan bakat dan potensi mereka dengan lebih sering mengikuti event Ae event nasional dan bergabung dengan klub triathlon yang aktif. DAFTAR PUSTAKA