SARGA: JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM VOLUME 19 NO 1 JANUARI 2025 P-ISSN: 0853-4748 E-ISSN: 2961-7030 Journal Home Page: https://jurnal2. id/index. php/sarga METODE PEMILIHAN MATERIAL ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA REDESAIN WISATA PANTAI INDAH POPOH Methods For Selecting Neo-Vernacular Architecture Materials In The Redesign of Indah Popoh Beach Tourism | Received June 25, 2024 | Accepted October 18, 2024 | Available online January 31, 2025 | | DOI 10. 56444/sarga. 1205 | Page 27 - 32 | Dinka Sekar Tiara1*. Benny Bintarjo2. Darmansjah Tjahja Prakasa3 1441900126@surel. untag-sby. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Surabaya. Indonesia1* bbintarjo@untag-sby. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Surabaya. Indonesia2 darmansjahtp@untag-sby. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Surabaya. Indonesia3 ABSTRAK Wisata Pantai Indah Popoh yang berada di Desa Besole Kecamatan Besuki merupakan wisata unggulan Kabupaten Tulungagung. Akan tetapi. Wisata Pantai Indah Popoh ini kalah bersaing dengan wisata-wisata baru yang memiliki desain yang menarik sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung semakin menurun. Beberapa fasilitas pada destinasi wisata juga rusak, tidak layak, dan masih belum memadai. Hal ini juga dipengaruhi oleh pemilihan material dalam pengembangan fasilitas penunjang wisata yang kurang tepat sehingga diperlukan adanya metode pemilihan material sehingga diperoleh material yang berkualitas dan Selain itu, pendekatan Neo-Vernakular dugunakan untuk terciptanya keselarasan antara material, desain, dan lingkungan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan penjabaran eliminir pada prosesnya. Hasilnya penelitian ini menunjukan bahwa pemilihan material yang ideal dapat diperoleh dari karakteristik material gaya arsitektur, analisis SWOT, manufacturing and logistics, end of life recycling. Kata kunci: Metode. Material. Neo-Vernakular. Pantai Indah Popoh ABSTRACT Popoh Indah Beach Tourism, located in Besole Village. Besuki District, is the leading tourist attraction in Tulungagung Regency. However, the Indah Popoh Beach Tourism is unable to compete with new tourist attractions that have attractive designs so the number of tourists visiting is decreasing. Several facilities at tourist destinations are also damaged, inadequate and still inadequate. This is also influenced by the selection of materials in the development of tourism support facilities that are not quite right so that a material selection method is needed so that quality and ideal materials are obtained. In addition, the NeoVernacular approach is used to create harmony between materials, design, and the environment. The method used is qualitative descriptive with an explanation of elimination in the process. The results of this study indicate that the selection of ideal materials can be obtained from the characteristics of architectural style materials. SWOT analysis, manufacturing and logistics, end-of-life recycling. Keywords: Method. Material. Neo-Vernacular. Indah Popoh Beach Metode Pemilihan Material Arsitektur Neo-Vernakular pada Redesain Wisata Pantai Indah Popoh PENDAHULUAN Wisata Pantai Indah Popoh merupakan wisata unggulan yang terletak di Desa Besole KecamatanBesuki Kabupaten Tulungagung dimana menurut Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 11 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tulungagung Tahun 2012-2032 Pasal 48. Pantai Popoh yang terletak di Kecamatan Besuki merupakan kawasan utama pengembangan wisata alam yang dipusatkan di daya tarik wisata. Wisata Pantai Indah Popoh ini berpotensi dikembangkan menjadi wisata unggulan yang berkelanjutan. Namun sayangnya. Wisata Pantai Indah Popoh ini kalah bersaing dengan wisata-wisata baru yang memiliki desain dan beragam aktivitas wisata yang menarik sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung semakin menurun. Beberapa fasilitas pada destinasi wisata juga rusak, tidak layak, dan masih belum memadai. Hal ini juga dipengaruhi oleh pemilihan material dalam pengembangan fasilitas penunjang wisata yang kurang tepat sehingga dalam waktu beberapa tahun fasilitas penunjang yang terdapat pada wisata sudah tidak layak digunakan. Berdasarkan pemaparan tersebut maka diperlukan adanya metode pemilihan material sehingga diperoleh material yang berkualitas dan ideal. Selain itu diperlukan kontribusi gaya arsitektur dalam pemilihan material guna tercipta keselarasan antara material, desain, dan lingkungan. Akibat baiknya, bangunan mampu beradaptasi dengan lingkungan. TINJAUAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Pada era Post Modern, berkembanglah Neo-vernakular yang konsep arsitekturnya merupakan interpretasi terhadap bangunan vernakular yang terinspirasi dari unsur-unsur yang ada pada lingkungan arsitektur vernakular lalu diinterpolasikan ke arsitektur kontemporer sehingga menghasilkan desain yang mengekspresikan bahasa, teknologi, dan estetika pada masanya. Bangunan-bangunan Neo-Vernakular dirancang dengan tujuan efisiensi energi dengan menyesuaikan pada kondisi iklim lokasi sehingga dapat menghasilkan strategi desain (Chahanjiri , 2. Bangunan Neo-Vernakular memanfaatkan lingkungan alam sebagai elemen keindahan untuk menciptakan keharmonisan antara bangunan dan lingkungannya sehingga bangunan yang dirancang dapat diterima oleh lingkungan tanpa merusak karakteristik lingkungan alam yang sudah Dalam buku AuLanguage of Post-Modern ArchitectureAy oleh Charles Jencks disebutkan bahwa arsitektur Neo-Vernakular memiliki karakteristik material yaitu selalu menggunakan material lokal . atu bat. Selain itu terdapat baja, kaca, dan besi. Pemilihan material dalam arsitektur NeoVernakular didasarkan pada kemudahan mendapatkannya, kondisi lingkungan sekitar sehingga tidak merusak maupun mengakibatkan dampak pencemaran bagi pantai dan wisata itu sendiri dan merupakan material keberlanjutan. METODE Metode/yang/digunakan berupa dekriptif kualitatif dengan pengumpulan data dari kegiatan observasi, survei, dan studi literatur yang berupa kalimat dan gambar (Moeloeng,2. Pada penelitian ini akan menggambarkan kondisi eksisting tapak dengan memakai metode deskriptif. Data/yang/digunakan/yaitu/data/primer yang merupakan hasil dari observasi langsung dan data sekunder yang didapat dari survei dan studi literatur. Kemudian dilakukan pembahasan dari data tersebut sehingga menghasilkan kesimpulan. HASIL DISKUSI DAN PEMBAHASAN Zoning dan Eksisting Wisata Pantai Indah Popoh di Kabupaten Tulungagung Tapak merupakan Wisata Pantai Indah Popoh yang terletak di Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung dengan luasan A2,23 Ha. SARGA - VOLUME 19 NO. JANUARI 2025 Dinka Sekar Tiara. Benny Bintarjo. Darmansjah Tjahja Prakasa Gambar 1. Site Plan Wisata Pantai Indah Popoh (Kir. Zoning Wisata Pantai Indah Popoh (Kana. Sumber: Penulis, 2024 Gambar 2. Pendopo . iri-ata. Panggung Kesenian . anan-ata. Gedung Pertemuan . iri-bawa. Penginapan . iri-bawa. Tabel Material Pada Eksisting Sumber: Dokumentasi penulis, 2024 Pemilihan Material Lokal pada Redesain Wisata Pantai Indah Popoh Pemilihan metode ini didasarkan pada karakteristik material arsitektur Neo-Vernakular sehingga didapatkan metode yang digunakan pada pemilihan material yaitu memilih rekomendasi material berdasarkan karakteristik arsitektur Neo-Vernakular. Selanjutnya dianalisis menggunakan metode SWOT (Strength. Weaknesses. Opportunities. Threat. untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada setiap bahan juga untuk memahami apa yang dapat dicapai dan aspekaspek apa saja yang perlu menjadi perhatian (Daniel Start dan Ingie Hovland, 1. Tahap selanjutnya, dari hasil analisis SWOT ruang analisis diperkecil dengan digunakannya analisis Manufacturing and Logistics untuk mengetahui adakah penyedia bahan terdekat dari tapak. Pada tahap ini material dengan jarak terjauh dan penyedia bahan paling sedikit dieliminasi sehingga mendukung adanya efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon. Tahap terakhir yaitu analisis End of Life (EOF) Recycling guna mengetahui apakah material dapat didaur ulang. Material yang mampu melewati 4 tahap analisis ini akan digunakan sebagai bahan pada redesain Wisata Pantai Indah Popoh. SARGA - VOLUME 19 NO. JANUARI 2025 Metode Pemilihan Material Arsitektur Neo-Vernakular pada Redesain Wisata Pantai Indah Popoh Gambar 3. Kerangka Metode Analisis Sumber: Penulis, 2024 Tahap 1 Rekomendasi jenis material didasarkan pada buku AuLanguage of Post-Modern ArchitectureAy yaitu bata, kaca kayu, genteng, baja, beton, keramik, serta marmer Tulungagung. Tahap 2 : SWOT (Strength. Weaknesses. Opportunities. Threat. SARGA - VOLUME 19 NO. JANUARI 2025 Dinka Sekar Tiara. Benny Bintarjo. Darmansjah Tjahja Prakasa Gambar 4. Tabel Analisis SWOT Material Sumber: Penulis, 2024 Tahap 3 : Manufacturing and Logistics SARGA - VOLUME 19 NO. JANUARI 2025 Metode Pemilihan Material Arsitektur Neo-Vernakular pada Redesain Wisata Pantai Indah Popoh Gambar 5. Tabel Analisis Manufacturing and Logistics Sumber: Penulis, 2024 Tahap 4 : End of Life (EOL) Recycle Gambar 6. Tabel Analisis EOL Sumber: Penulis, 2024 Berdasarkan tabel analisis akhir, jenis material yang dipilih secara keseluruhan merumpakan material yang dapat didaur ulang dengan metode recycle ataupun reuse. Metode recycle dapat digunakan pada genteng tanah liat, baja, kaca tempered, dan kayu jati. Sedangkan marmer didaur ulang mengguanakn metode reuse upcycling. Penerapan pada Redesain Gambar 7. Tabel Penerapan Material Sumber: Penulis, 2024 KESIMPULAN Metode dalam pemilihan material sangat penting dilakukan guna mengetahui kualitas hingga mengetahui bagaimana sifat material tersebut terhadap lingkungannya sehingga didapatkan material yang ideal. Dari 4 tahap analisis yang telah dilakukan, didapatkan bahwa memiliki karakteristik sangat penting dalam menentukan material untuk penerapan desain. Penggunaan analisis SWOT yang sederhana mempermudah mengetahui kekuatan, kelemahan, potensi, dan ancaman apa saja pada material sehingga dapat menentukan untuk apa penggunaan material dan solusi pada kelemahan setiap material. Analisis manufaktur dan logistik dapat memberikan peluang bagi masyarakat sekitar untuk memproduksi hingga mengembangkan industri bahan konstruksi lokal yang strategis, sehingga dapat juga membantu upaya mengurangi polusi udara. Analisis End of Life (EOL) juga sangat penting guna mengetahui apakah material ramah lingkungan dan SARGA - VOLUME 19 NO. JANUARI 2025 Dinka Sekar Tiara. Benny Bintarjo. Darmansjah Tjahja Prakasa mendukung berkelanjutan. Sedangkan pada redesain, metode pemilihan material sangat penting untuk menerapkan pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular serta memberikan potensi bangunan yang berkualitas dan bernilai tinggi sebagai wisata. Pemilihan genteng, kayu, dan batu bata yang disesuaikan dengan iklim. Kaca sebagai dinding fasad untuk memanfaatkan sinar matahari dan view, marmer sebagai penyejuk di tengah hawa panas pantai, dan baja sebagai material yang tahan Pemilihan material yang tepat dapat membantu bangunan beradaptasi dengan lingkunan sehingga mengakibatkan keselarasan antara bangunan dan lingkungan. DAFTAR PUSTAKA