PERAN MUSLIMAT NAHDLATUL ULAMA DALAM MEMBENTENGI REMAJA DARI PERGAULAN BEBAS DI DESA BINA KARYA Rohmad Fiddin1 Artiyanto2 Depi Putri3 Agung Subakti4 1,2,3,4 Institut Agama Islam Al-Azhaar Lubuklinggau Abstract: The research objective was to determine the role of Muslimat NU as well as supporting and inhibiting factors in fortifying adolescents from promiscuity. The method used is descriptive-qualitative. The subjects were informants, and the research subjects were: first, 1 caretaker of the NU Muslimat Bina Karya Village, namely Kiyai Zainuddin. Second, the Head of the Muslimat Board of NU in Bina Karya Village, 1 person, namely Hj. Nur Khana. Third, the NU Muslimat Community in Bina Karya Village 6 people. Data collection technique. interviews, observation, and documentation. The data were analyzed in stages, namely: Data Reduction. Data Presentation, and Conclusion Drawing. The results of this study, provide a good example, instill discipline in It is classified as group guidance as an effort to guide individuals through groups, providing religious education, encouraging youth to fill their free time with activities that have positive values. Keywords: Role. Caring. Youth Abstrak: Tujuan penelitian adalah mengetahui peran Muslimat NU serta faktor pendukung dan penghambat dalam membentengi remaja dari pergaulan bebas. Metode yang digunakan deskreptif-kualitatif. Subyeknya adalah informan, dan subjek penelitian yaitu: pertama. Pengasuh Muslimat NU Desa Bina Karya 1 orang yaitu Kiyai Zainuddin. Kedua. Ketua Pengurus Muslimat NU Desa Bina Karya 1 orang yaitu Hj. Nur Khana. Ketiga. Jamaah Muslimat NU Desa Bina Karya 6 orang. Teknik pengumpulan data. wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara bertahap, yaitu: Reduksi Data. Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini. Memberikan Contoh yang Baik. Menanamkan Kedisiplinan pada Remaja. Hal tersebut digolongkan sebagai bimbingan kelompok merupakan suatu upaya bimbingan individu melalui kelompok. Memberikan Pendidikan Agama. Mendorong Remaja untuk Mengisi Waktu Kosong dengan Kegiatan yang Bernilai Positif. Kata Kunci: Peran. Membetengi. Remaja PENDAHULUAN Remaja adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Sejatinya, generasi muda sebagai bagian dari manusia yang fitrahnya diciptakan Allah paling sempurna jika dibandingkan dengan mahluk lainnya. Kemuliaan manusia itu ditandai dengan adanya kelengkapan akal dan nafsu. Potensi akal digunakan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan (Depaq. Perlu dipahami bahwa akal adalah bukan satu-satunya untuk melakukan perbuatan atau tindakan Oleh karena itu potensi akal yang ada dalam diri manusia, dalam mengaplikasikan perbuatan atau tindakan sebagai reaksi dari akal tersebut harus dibarengi dengan iman agar terhindar dari perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. Sedangkan nafsu digunakan untuk kecenderungan atau motivator untuk memiliki segala sesuatu dalam kehidupan manusia, termasuk instink untuk melakukan interaksi antara manusia dengan sesama manusia, terutama keinginan terhadap lawan jenisnya untuk melakukan pergaulan Peluang yang mengarah kepada seksual adalah terlalu banyak pengaruh budaya barat yang masuk ke dalam rumah-rumah orang Islam. Peluang remaja untuk melakukan sesuatu pergaulan yang serba bebas. Islam merupakan agama wahyu, yang sangat besar kepeduliannya terhadap ahlaqul karimah dalam konteks hubungan sesama manusia. Seiring dengan perkembangan teknologi pada dasawarsa sekarang di satu aspek diakui suatu kebenaran dan kehebatan dalam menghadirkan peralatan serba modern, yang dapat membantu kestabilan baik dalam hubungan dengan Allah maupun manusia dengan sesama manusia. Akan tetapi, perlu diketahui dibalik membawa umat manusia ke jalan yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Sudarsono mengatakan bahwa kenakalan remaja dirasa telah mencapai tingkat yang cukup meresahkan bagi masyarakat. Kondisi ini memberikan dorongan pihak-pihak masalah ini, seperti kelompok edukatif di lingkungan sekolah, kelompok hakim atau jaksa dibidang kehidupan kelompok (Sudarsono. Pergaulan dengan sesama manusia khususnya dengan lawan jenisnya dalam pandangan Islam, itu adalah suatu kewajaran dan juga merupakan indikasi kefitraan manusia yang akan kebutuhan seks. Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan dalam jenis laki-laki . dan wanita dengan segala ciri khas masingmasing mempunyai tujuan, fungsi dan tanggungjawab dalam ikatan keluarga, bisa menemukan dan kepentingan kedua belah pihak yang menurut Islam. Akan tetapi realitas remaja memberi kesan yang lain bahwa pergaulan bebas itu adalah sesuatu perbuatan yang wajar-wajar dilakukan pada zaman yang serba modern ini sehingga tidak ada lagi batasan yang sebenarnya. Di Desa Bina Karya berdasarkan pengamatan peneliti bahwa banyak remaja dalam pergaulaanya terlalu bebas, misalnya seperti banyaknya remaja yang apabila ada acara hiburan siang maupun malam atau hari-hari besar nasional mereka jalan-jalan memakai kendaraan rame-rame laki-laki perempuan yang bukan mukhrimnya. Remaja di Desa Bina Karya tidak masalah-masalah perhatian khusus. Berdasarkan dari deskripsi di atas, tulisan ini akan mengulas bagaimana Peran Muslimat Nu Dalam Membentengi Remaja Dari Pergaulan Bebas Di Desa Bina Karya Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara. Hasil tentang terjadinya pergaulan bebas di kalangan generasi muda dapat dilihat dari beberap fenomena baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini didukung oleh pendapat para ahli mengenai pergaulan bebas dikalangan generasi muda beragam, namun pada intinya bahwa para ahli sepakat tentang sisi negatif yang Kecamatan Karang DapoAy. Pada saat ini penelitian yang telah dilakukan Nurul, . Penanggulangan Kenakalan Remaja Menurut Konsep Kartini Kartono ditinjau dari Perspektif Pendidikan Islam. Adapun Hasil penelitiannya adalah Faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja seperti penyakit mental dan lingkungan Adapun pengawasan dan bimbingan. Penelitian Ika, . Dengan judul Bimbingan Konseling dalam Menangani Masalah Pergaulan Bebas. Penelitian ini menggunakan pendekatan Pendidikan Islam dan menjelaskan pergaulan bebas dan remaja merupakan persoalan yang sangat kompleks dan disebabkan oleh bermacam-macam faktor. Maka diperlukan bermacam-macam usaha, antara lain yang terpenting adalah usaha preventif, agar pergaulan itu dapat dibendung dan tidak menular pada anak yang masih baik. Tentu saja usaha represif dan rehabilitasi pun perlu diperhatikan agar anak yang terjerumus dalam pergaulan bebas dapat diperbaiki dan kembali hidup dalam anggota masyarakat. Sedangkan globalisasi sekarang, peran muslimat itu sangat penting karena moral anak bangsa negeri ini, sudah banyak yang rusak atau bobrok luar maupun dalamnya selain orang tua yang berperan para organisasi wanitapun cukup berpengaruh. Dalam memakai organisasi sosial keagamaan dan masyarakat khususnya kaum wanita di Indonesia dan sebagai salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama terbesar di Negara ini khususnya Indonesia. Walaupun demikian, ditimbulkan oleh pergaulan bebas Sebab-sebab terjadinya pergaulan bebas biasa berupa faktor misalnya, kondisi keluarga, keadaan sosial masyarakat, kesadaran yang rendah dan lain-lainnya. Dampak negatif pergaulan bebas generasi muda ditinjau dari pendidikan Islam adalah adanya pengaruh negatif dalam kehidupan pribadi seseorang maupun dalam kehidupan sosial. Timbul kehinaan bagi pelakunya di dunia maupun di akhirat. Hikmah pergaulan bebas adalah untuk menjaga kehormatan pribadi dan sosial penganut agama Islam itu sendiri baik untuk kehidupan dunia maupun akhiratnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ada dampak negatif yang mengancam generasi muda yang melakukan pergaulan bebas di antaranya adalah dampak negatif dari segi kesehatan, dampak negatif dari segi sosial maupun (Aisya, 2. Sedangkan globalisasi sekarang, peran muslimat itu sangat penting karena moral anak bangsa negeri kita ini sudah banyak yang rusak atau bobrok luar maupun dalamnya selain orang tua yang berperan para organisasi wanitapun cukup berpengaruh. Dalam memakai peranan muslimat dapat disimpulkan bahwa peranan muslimat tersebut merupakan organisasi khususnya kaum wanita di Indonesia dan sebagai salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama terbesar di Negara kita ini khususnya Indonesia. Sejauh pengamatan penulis, belum ada penelitian yang secara eksplisit dan rinci mengkaji tentang AuPeran Muslimat membentengi remaja dari peraulan bebas di Desa Bina Karya belum pernah ada peneliti yang memusatkan perhatiannya pada peran muslimat dalam membentengi remaja dari pergaulan bebas di desa Binakarya Kec Karang Dapo Kab Musirawas Utara. kondisi keagamaan masyarakat desa yang memprihatinkan. Anggota yang mengikuti kadang berkurang dan bertambah, gali lobang tutup lobang. Namun sebagai kelompok minoritas mereka selalu sabar dalam menjalani kegiatan yang dilakukan sehingga seiring berjalannya waktu, organisasi ini sedikit demi sedikit dapat diterima oleh masyarakat meskipun tidak semuanya mau menerima kehadiran Muslimat NU di Desa Bina Karya. Muslimat NU merupakan salah satu unit kegiatan Masyarakat yang berada di Desa Bina Karya. Jamaah Muslimat NU ini didominasi oleh khusus kaum wanita. Muslimat NU didirikan pada tanggal 07 Juni tahun 2008, pada awalnya kegiatan ini bertujuan untuk berkumpulnya ibuibu pada hari jumAoat, sekedar untuk kegiatan tausiyah. Pada tahun 2008 perkumpulan ibu-ibu pada hari jumAoat resmi di jadikan sebagai tempat pengajian Muslimat NU, yang pada mulanya hanya beberapa jamaah yang hadir. Terbentuknya Muslimat NU Desa Bina Karya berawal dari sebuah keprihatinan beberapa tokoh warga yang melihat kondisi Desa yang jauh dari kegiatan keislaman, dan praktek-praktek kesyirikan masih terlihat dan ada para ibu-ibu yang sering ikutan berjoget di panggung jikala ada warga yang punya hajatan pakai hiburan musik atau orgen tunggal di kehidupan Masyarakat Bina Karya. Pada awalnya Muslimat NU ini masyarakat Bina Karya. Pada saat itu peminat serta pengurus pengajian hanya sedikit dan mereka kurang aktif dan kreatif dalam membuat kegiatan-kegiatan didalam Muslimat NU. Pada awal berdirinya Muslimat NU hanya dikuti sekitar 35 jamaah saja, karena dalam acaranya hanya pengajian dan arisan saja. Seiring METODE Penelitian ini menggunakan deskreptif-kualitatif. Sutrisno, . Sedangkan Sugiyono, . Dan yang menjadi subjek penelitian yaitu: pertama. Pengasuh Muslimat NU Desa Bina Karya 1 orang yaitu Kiyai Zainuddin. Kedua. Ketua Pengurus Muslimat NU Desa Bina Karya 1 orang yaitu Hj. Nur Khana. Ketiga. Jamaah Muslimat NU Desa Bina Karya 6 Adapun objek penelitian adalah peran Muslimat NU dalm membentengi remaja dari pergaulan bebas di Desa Bina Karya. Peneliti mengambil lokasi yaitu Muslimat NU yang beralamatkan di Desa Bina Karya Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawras Utara. Penelitian dilakukan kurang lebih selama tiga bulan. Dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sugiyono, . Data yang diperoleh dari penelitian kemudian dianalisis secara bertahap, yaitu: Pertama. Reduksi Data. Kedua. Penyajian Data, dan selanjutnya Penarikan Kesimpulan. Sugiyono, . HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Muslimat NU di Desa Bina Karya Berdasarkan hasil penelitian bahwa Muslimat NU di Desa Bina Karya telah berdiri selama kurang lebih 16 tahun. Pada awal berdirinya organisasi ini belum mendapat dukungan dari masyarakat sekitar, merupakan warga pendatang dan berjalanya mengunakan metode-metode yang menarik dan mengadakan kegiatankegiatan. Muslimat NU mulai bertambah jamaahnya. Mingguan : Pengajian giliran dari rumah ke rumah jamaah. Bulanan : Pengajian masjid jamiAo. Khatam QurAoan Pengajian Akbar. Tahunan : Pengajian perayaan hari-hari besar Islam (Isra MiAoraj. Muharram Nuzul QuAora. , (Dokumentasi Muslimat NU. Letak Geografis Muslimat NU Muslimat NU beralamat di Desa Bina Karya Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara, numpang di Masjid JamiAo Desa Bina Karya. Juga berjumlahkan anggota 90 orang jamaah ibu-ibu. Muslimat NU ini sudah berjalan 15 tahun dari 2008 sampai sekarang dibawah binaan Bapak Ky Zainuddin. Peran Muslimat NU dalam pergaulan bebas di Desa Bina Karya. Visi dan Misi Muslimat NU Visi Majelis Muslimat NU Terselenggaranya Muslimat NU sebagai sarana pendidikan Muslim, beriman, berilmu. Missi Muslimat NU. Pertama. Menjadikan Muslimat NU sebagai salah satu pusat keIslaman dan pelayanan Kedua. Membentuk sebaik-baik umat yang makruf dan mencegah yang Ketiga. Membentuk pribadi Qurani Tujuan Muslimat NU yaitu. Membimbing dan mengajarkan dinnul Islam kepada masyarakat Desa Bina Karya. Mencetak manusia yang yang beriman dan . Untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah di masyarakat Bina Karya. (Dokumentasi Muslimat NU, 2. Berdasarkan data yang diperoleh mengenai peran Muslimat NU dalam membentengi remaja dari pergaulan bebas yaitu sebagai berikut: Bimbingan Individu Bimbingan individu agar dapat memecahkan permasalahan yang dialaminya. Adapun bimbingan individu yang dilakukan oleh Muslimat NU dalam membentengi remaja dari pergaulan bebas di Desa Bina Karya Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara yaitu: Memberikan Perhatian dan Kasih Sayang Kasih sayang memiliki peran Kondisi keluarga yang penuh dengan kasih sayang dapat menimbulkan kelembutan pada sikap remaja. Remaja yang keluarga yang penuh dengan kasih sayang dan perhatian akan memiliki kepribadian yang mulia. Program Kerja Pengurus Muslimat NU Desa Bina Karya Program kerja yang dilaksanakan secara rutin oleh Muslimat NU Desa Bina Karya adalah: senang mencintai orang lain dan berperilaku baik di dalam Seorang Penyuluh Agama Islam Kecamatan Karang Dapo ibu Tatik Jumiati mengungkapkan bahwa: AuKasih sayang bisa menyelamatkan remaja dari sifat Remaja yang kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya akan tumbuh sebagai anak yang merasa terkucilkan. Anak tersebut akan membenci orangtuanya, orang lain dan kemungkinan besar akan menjadi remaja yang suka melakukan halhal yang negatif. Dalam proses Muslimat mempengaruhi orang tua dalam dilandasi oleh kasih sayang dari perasaan yang dapat mendukung tercapainya tujuan remaja yang berperilaku baikAy. Berdasarkan pernyataan di atas. Nur Khana juga menegaskan AuSeorang remaja merasa diterima oleh orangtua apabila dia merasa diperhatikan serta merasa bahwa ada hubungan yang erat antara keduanya, sehingga remaja juga memperhatikan sesuatu yang diinginkan dan dilarang oleh Sama halnya ketika seorang remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas mendapat perhatian dan kasih sayang dari didapatkan sebelumnya, maka remaja tersebut akan merasa bersalah ketika berada dalam pergaulan bebas secara terusmenerusAy. Sesuai pernyataan di atas, peneliti memahami bahwa perhatian dan kasih sayang memang sangat dibutuhkan oleh remaja, baik itu remaja yang memiliki akhlak yang baik terlebih kepada remaja yang sudah terjerumus dalam pergaulan bebas. Perceraian dan konflik lainnya yang terjadi dalam sebuah rumah tangga bukan alasan untuk tidak memberikan perhatian dan kasih sayang kepada remaja, jangan sampai konflik yang terjadi tersebut menyebabkan remaja menjadi Karena hal tersebut tanggung jawab orang tua kepada anaknya agar remaja tersebut bisa menjadi anak yang patuh terhadap agama, orangtua, bangsa dan terhindar dari hal-hal yang . Memberikan Contoh yang Baik Memberikan contoh yang baik memang sangat penting untuk mengatasi pergaulan bebas yang terjadi pada remaja. Sesuai yang diungkapkan oleh Ernawati AuOrangtua memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya terutama yang usianya sudah remaja. Remaja yang terjerumus dalam pergaulan memerlukan contoh yang baik dari orangtuanya. Karena remaja akan lebih mudah keluar dari melakukan hal-hal yang negatif seperti bergaul dengan lawan jenisnya tanpa adanya ikatan pernikahan atau pergaulan yang melanggar norma, seperti pepatah yang mengatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ketika orang tua tidak mampu menjadi teladan bagi remaja maka besar kemungkinan remaja akan sulit keluar dari pergaulan bebas, karena remaja akan berpikir bahwa ia pantas terjerumus karena orangtuanya sendiri melalukan hal negatif Sebaliknya, ketika orang tua mampu menjadi teladan bagi remaja maka besar kemungkinan remaja akan mudah keluar dari pergaulan bebas, karena remaja akan berpikir bahwa ia tidak melalukan hal negatif tersebut, bahkan remaja itu akan merasa malu jika harus bertahan dengan perilakunya yang bertentangan dengan orangtua dan agamanya. Menanamkan Kedisiplinan pada Remaja Menanamkan pada remaja memang sangat perlu dalam kehidupan remaja, ini juga diungkapkan Nur Khana. Beliau mengatakan bahwa: AuRemraja memang harus disiplin, karena pergaulan bebas. Dengan disiplin, remaja lebih bisa mengatur waktunya dengan baik tanpa harus Remaja yang disiplin juga lebih patuh atau menaati aturan-aturan yang ada baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat sehingga ia bisa keluar dari pergaulan bebas. Ay Remaja yang disiplin akan patuh terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan, dan Disiplin merupakan cara efektif dalam Adapun macam-macam disiplin yaitu disiplin dalam menggunakan waktu, disiplin dalam beribadah, disiplin dalam keluarga, disiplin dalam bergaul dan sebagainya. Dengan disiplin dalam bergaul maka remaja akan sulit terpengaruh oleh lingkungan Ketika menjadi remaja yang disiplin maka remaja tersebut akan melangsungkan kehidupan yang teratur atau tidak berantakan seperti teratasi dari pergaulan Bimbingan Kelompok Bimbingan merupakan suatu upaya bimbingan individu melalui kelompok. Adapun bimbingan kelompok yang dilakukan Muslimat NU dalam remaja di Desa Bina Karya Kecamatan Karang Kabupatena Musi Rawas Utara yaitu: Memberikan Pendidikan Agama Pendidikan keyakinan yang sungguh-sungguh kepada Allah adalah kebutuhan jiwa yang pokok, yang dapat memberikan bantuan bagi si remaja untuk melepaskannya dari gejolak jiwa yang sedang menolongnya dalam menghadapi dorongan-dorongan negatif. Telah diungkapkan oleh seorang penyuluh agama Islam di Desa Bina Karya bahwa: AuRemaja yang diberikan pendidikan agama oleh orangtuanya mengendalikan diri dari perbuatan keji dan memiliki akhlak yang baik. Adapun salah satu cara mengatasi pergaulan bebas remaja yaitu menyekolahkan di sekolah berbasis Islam. Ketika remaja ditempatkan di sekolah yang berbasis Islam, maka ia akan memperoleh pendidikan agama yang tidak diperoleh dari lingkungan keluarga dan memperoleh pendidikan agama yang lebih dalam ketimbang pendidikan yang diperoleh dari sekolah umum lainnya. Dengan demikian, remaja akan lebih sering beribadah seperti salat wajib, salat sunnah, puasa wajib, puasa sunnah, tadarrus, kegiatan yang bersifat positif lainnya sehingga remaja memiliki mental yang kuat yang tidak mudah goyah dengan hal-hal yang buruk. Contohnya seperti pengaruh media sosial. Ay Pendidikan agama dan spiritual merupakan pondasi utama bagi pendidikan keluarga. Pendidikan agama ini meliputi pendidikan aqidah, mengenalkan hukum halal dan haram, memerintahkan anak beribadah . halat dan puas. , mendidik anak untuk mencintai Rasulullah saw. , keluarganya, orangorang yang shalih dan mengajar anak membaca Al-QurAoan. Memberikan pendidikan agama kepada remaja memang bisa mengatasi remaja dari pergaulan bebas. Salah satu contoh mendidik remaja dalam hal agama yaitu memerintahkannya beribadah terutama shalat. Pentingnya bersabar dalam mengerjakan shalat, tidak boleh bosan, tidak boleh berhenti dan segera mengerjakan jika datang Shalat tidak membawa keuntungan materi dan shalat tidak akan segera tampak hasilnya oleh Shalat merupakan urusan ketentraman jiwa dan sekaligus merupakan doa. Dengan kesabaran melakukan shalat, jiwa akan terasa tentram dan pikiran menjadi tenang sehingga bisa berfikir jernih dan melahirkan semangat juang dan etos kerja yang tinggi. Allah SWT memberikan jaminan bahwa kalau benar-benar menyerahkan diri kepada Allah SWT, melaksanakan shalat dengan tekun dan keluarganya juga diajak tekun beribadah, niscaya Allah SWT Mendorong Remaja untuk Mengisi Waktu Kosong dengan Kegiatan yang Bernilai Positif. Salah satu cara agar remaja tidak membuang waktu mereka dengan bermalas-malasan atau AukeluyuranAy tidak jelas yang nantinya bisa terjerumus ke dalam pergaulan digunakan dengan kegiatan yang Sesuai dijelaskan oleh Ernawati, beliau mengungkapkan bahwa: AoMendorong remaja untuk mengisi waktu kegiatan yang bernilai positif itu bisa mengatasi terjadinya pergaulan bebas pada saat ini. Ketika orangtua berhasil mendorong remaja tersebut seperti menunaikan shalat, belajar keagamaan, mengikuti pengajian rutin, berkarya sesuai hobbynya yang bahkan negara atau membuat kegiatan sosial lainnya yang berguna untuk korban bencana alam atau untuk diajak kerja bakti, maka remaja akan bisa merasakan manfaat yang besar ketika mereka melakukan hal itu dibandingkan menghabiskan waktu kosong dengan hal-hal yang tidak penting hingga terjerumus dalam pergaulan bebas. Orang tua yang memiliki niat baik dapat mengatasi pergaulan bebas pada anaknya, namun jika dilakukan dengan paksaan atau bahkan melakukan kekerasan itu justru membuat perilaku remaja semakin buruk. Peran orangtua sangat diperlukan untuk mendorong remaja mengisi waktu kosongnya dengan melakukan kegiatan yang bernilai positif. Karena orangtua merupakan pendidik utama. Untuk mendorong remaja mengisi waktu kegiatan yang bernilai positif, orangtua harus pintar menarik perhatian remaja tersebut tanpa harus memaksa atau bahkan melakukan pemasukan dari dalam Muslimat NU Sendiri. Ketiga. Sarana dan prasarananya jamaahnya lumayan banyak dan sangat Keempat. Pengurusnya sudah mempunyai fasilitas kendaraan roda empat dan alat komunikasi, yang tujuannya untuk operasional Muslimat NU. Pendukung Dari Luar Pertama, adanya peran antusias ikut menyetujui adanya Lembaga Dakwah Muslimat NU Desa Bina. Kedua, adanya izin Ketiga, keuangan dari para jamaahnya Muslimat itu sendiri. Faktor Pendukung dan Penghambat Muslimat NU Dalam Membentengi Remaja Dari Pergaulan Bebas Di Desa Bina Karya. Faktor Pendukung. Dalam melaksanakan sebuah program kegiatan yaitu perlu adanya faktor-faktor Muslimat NU Desa Bina Karya Kecamatan Karang Dapo sangatlah pelaksanaan program kegiatan yang telah dibuat. Berdasarkan hasil penelitian faktor-faktor pendukung kegiatan di Muslimat NU Deas Bina Karya dalam mmbentengi remaja dari pergaulan bebas adalah ada dua bentuknya yaitu: Pendukung Dari Dalam Pertama. Para Muslimat NU sangat yang sama dalam melaksanakan visi dan misi dan program Muslimat NU. Kedua. Para pengurus sudah penghasilan sendirisendiri Muslimat NU, bahkan ada yang Pegawai Negeri Sipil (PNS), pengusaha, sehingga untuk melaksanakan kegiatan pengelolaan Faktor Penghambat Di muslimat NU Desa Marga Sakti juga mempunyai penghambat dalam proses pengembangan Ahlak masyarakat Desa Marga Sakti. Yaitu. Kurangnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap organisasi muslimat NU. Masih adanya sebagian masyarakat khusunya muslimah yang tidak peduli dengan kegiatan muslimah. Mereka lebih mementingkan nilainilai kesibukan pekerjaan pribadi disaat adanya kegiatan Muslimat NU. Belum adanya kantor ranting NU yang menampung ruang-ruang seluruh banom NU di antaranya Muslimat NU. Masih banyaknya masyarkat yang ekonominya masih . sehingga setiap kali ada kegiatan muslimat yang melibatkan nilai-nilai materi mereka tidak mau ikut dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti bahwa Muslimat NU juga mempunyai penghambat yang dilihat dari kesehariannya yaitu ada beberapa warga ibu-ibu yang tidak hadir di saat terlaksananya kegiatan pengajian ( kajian mater. sarana dan prasarananya sudah ada. para Jamaahnya cukup banyak. pengurusnya sudah mempunyai fasilitas sendiri seperti kendaraan roda empat dan alat komunikasi, peran masyarakat setempa, adanya izin dari pemerintah setempat. Adanya pemasukan keuangan dari para jamaahnya perbulan. Adapun penghambatnya yaitu. kurangnya organisasi muslimat NU. Masih khusunya muslimah yang tidak peduli dengan kegiatan muslimah Mereka lebih mementingkan nilainilai kesibukan pekerjaan pribadi disaat adanya kegiatan Muslimat NU. Belum adanya kantor ranting NU yang menampung ruang-ruang seluruh banom NU di antaranya Muslimat NU. Masih banyaknya masyarakat yang ekonominya masih . sehingga setiap kali ada kegiatan muslimat yang melibatkan nilai-nilai materi mereka tidak mau ikut dalam kegiatan tersebut. SIMPULAN Muslimat NU Desa Bina Karya Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara bisa dikatakan baik, karena Pengurusnya sudah menjalankan peran di Muslimat NU sesuai dengan teori-teori yang telah di terapkan dalam penelitian ini yaitu. Memberikan Contoh yang Baik. Menanamkan Kedisiplinan pada Remaja. Hal tersebut di Bimbingan kelompok merupakan suatu upaya Adapun kelompok yang dilakukan oleh Muslimat NU dalam membentengi pergaulan bebas remaja di Desa Bina Karya Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara yaitu: Memberikan Pendidikan Agama. Mendorong remaja untuk mengisi waktu kosong dengan kegiatan yang bernilai positif. Faktor pendukung dan penghambat jalannya peran Muslimat NU dalam membentengi remaja dari pergaulan bebas di Desa Bina Karya di pengaruhi oleh 2 faktor yaitu pendukung dari dalam dan pendukung dari luar Muslimat NU. Faktor Muslimat NU yaitu. faktor pendukung, para pengurus sangat semangat dan mempunyai tujuan yang sama dalam melaksanakan visi dan misi dan program kegiatan. Para pengurus sudah mempunyai pemasukan penghasilan sendirisendiri di luar Muslimat NU. DAFTAR PUSTAKA