Jurnal Ilmiah Citra Ilmu: Kajian Kebudayaan dan Keislaman Volume 3. Nomor 2. Bulan Oktober. Tahun 2023 p-ISSN: 1979-5866, e-ISSN: 2722-1547 Open Access: http://ejournal. id/index. php/JICI Konsep Pendidikan Agama Terhadap Anak di Lingkungan Keluarga Perspektif Hadist Day Suryani Khalimah1*. Yahya Muhajir Fadholi2. Ana Rahmawati3 1,2,3 Pendidikan Agama Islam. Universitas Nahdlatul Ulama Jepara. Jepara. Indonesia ARTICLE INFO Article history: Received June, 05, 2023 Accepted October, 28, 2023 Available online October, 28, 2023 Kata Kunci: Pendidikan. Keluarga. Perspektif Hadist Keywords: Education. Family. Hadith Perspective This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2023 by Author. Published by Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung https://doi. org/ 10. 58523/jici. v%vi%i. ABSTRAK Berbicara mengenai konsep pendidikan agama terhadap anak di lingkungan keluarga dalam perspektif hadist untuk mengetahui pentingnya pendidikan Agama terhadap anak dalam lingkup keluarga. Dan pentingnya orang tua sadar dan tahu bahwa keluarga adalah pendidikan pertama bagi anak yang nantinya akan mempengaruhi pola perilaku anak. Bahkan tidak lepas dari perbandingan hadist yang berisi panduan mendidik Jenis riset yang digunakan adalah penelitian kepustakaan sebagai dasardengan literasi . berupa buku hadist tarbawiy. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep Pendidikan agama terhadap anak di lingkungan keluarga dalam perspektif hadist meliputi Pendidikan ibadah. Pendidikan akidah,dan Pendidikan akhlakul karimah. ABSTRACT Talking about the concept of religious education for children in the family environment in the perspective of hadith to find out the importance of religious education for children within the family sphere. And the importance of parents being aware and knowing that the family is the first education for children which will later affect children's behavior patterns. It cannot even be separated from the comparison of hadiths that contain guidelines for educating children. The type of research used is literature research as a basis for literacy . in the form of tarbawiy hadith books. The results showed that the concept of religious education for children in the family environment in the perspective of hadith includes worship education, creed education, and moral education. Pendahuluan Saat ini, pendidikan sangat esensial terutama bagi anak, melalui proses pembelajaran individu akan mengalami kemajuan dan tanpa bantuan dari orang lain, seseorang tidak akan bisa mengembangkan dirinya. Oleh karena itu, peran orang lain sangat penting dalam proses pembelajaran terutama pendampingan orang tua. Pendidikan agama tidak hanya bisa didapat melalui pendekatan formal di sekolah. Pendidikan agama sangat krusial dilaksanakan di dalam keluarga, pendidikan agama *Corresponding author. E-mail addresses: daysuryanik@gmail. Jurnal Ilmiah Citra Ilmu: Kajian Kebudayaan dan Keislaman Vol. No. Tahun 2023 seorang anak merupakan hal yang utama dalam keluarga karena pendidikan yang diperoleh seorang anak pertama-tama didapat dari keluarga yang merupakan madrasah pertama bagi anak. Banyak orang tua saat ini mengandalkan sekolah untuk memberikan seluruh pendidikan anak, termasuk perilaku, seolah-olah, tanggung jawab semuanya ada pada sekolah sehingga ketika anak berperilaku buruk, sekolah yang dipersalahkan. era digital, peran keluarga sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan agama pada anak sejak dini. Teknologi yang berkembang pesat saat ini dapat berdampak negatif pada anak jika tidak digunakan dengan bijak dan diawasi oleh orang tua. Untuk itu, orang tua harus memperhatikan perkembangan jasmani, ruhani, dan akal anak-anaknya. Tanggung jawab besar orang tua untuk mendidik anak menjadi pribadi yang shaleh tertuang dalam firman Allah SWT surat al-Tahrim ayat 6, yang artrinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkannya. Proses pendidikan saat ini dihadapkan pada tantangan untuk menginternalisasi arti dan perubahan mendasar terkait orientasi pandangan. Dalam hal ini, diperlukan perubahan perilaku dan sifat, yang merupakan tantangan besar karena pengaruh teknologi pada anak-anak saat ini sangat besar dan dapat berdampak negatif pada sifat dan karakter anak. Oleh karena itu, pendampingan orang tua sangat dibutuhkan. Apa saja yang didengarnya dan dilihat selalu ditirunya tanpa mempertimbangkan baik dan buruknya. Dalam hal ini sangat diharapkan kewaspadaan serta perhatian yang besar dari orang tua. Karena masa meniru ini secara tidak langsung turut membentuk watak anak di kemudian hari. mencegah terjadinya penyimpangan dalam pembentukan sifat dan perilaku anak. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui pentingnya pendidikan Agama terhadap anak dalam lingkup keluarga. Dengan merujuk latar belakang yang ada diatas, kami mengambil tema tersebut karena begitu pentingnya orang tua sadar dan tahu bahwa keluarga adalah pendidikan pertama bagi anak yang nantinya akan mempengaruhi pola perilaku anak. Metode Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif pada dasarnya dilaksanakan agar mendapatkan data yang mendalam dan penuh makna (Afifuddin & Saebani, 2012, p. Pendekatan kualitatif ini digunakan peneliti untuk menemukan konsep pendidikan agama terhadap anak di lingkungan keluarga dalam perspektif hadist. Jenis riset yang digunakan termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan . ibrary researc. Sumber yang dipakai dalam melaksanakan penelitian ini sepenuhnya bersumber dari data kepustakaan (Harahap, 2014, p. Untuk itu, peneliti fokus Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2. , 155. Hery Noer Aly. Munzier. Watak Penidikan Islam (Jakarta: Friska Agung Insani, 2. , 220. Departemen Agama RI. Al QurAoan dan Terjemahnya (Semarang: Kumudasmoro Grafindo, 1. p-ISSN: 1979-5866, e-ISSN: 2722-1547 Jurnal Ilmiah Citra Ilmu: Kajian Kebudayaan dan Keislaman Vol. No. Tahun 2023 terhadap analisis menemukan konsep pendidikan agama terhadap anak lingkungan keluarga dalam perspektif hadist. Hasil dan Pembahasan Pengertian Pendidikan Anak dalam Keluarga Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang bersifat informal, yaitu pendidikan yang tidak mempunyai program yang jelas dan resmi, selain itu keluarga juga merupakan lembaga yang bersifat kodrati, karena terdapatnya hubungan darah antara orang tua dan anak didiknya. 4 Keluarga adalah tempat terbaik untuk menanamkan nilai-nilai agama. Pendidikan dan pembelajaran nilai-nilai agama harus diberikan kepada anak sejak dini, dan keluarga adalah institusi pendidikan pertama yang dikenal oleh anak. Zuhairini menyatakan bahwa keluarga merupakan tempat pendidikan utama bagi anak. Di sana, anak pertama kali menerima bimbingan dan pembelajaran dari orang tua atau keluarga lainnya. Keluarga adalah tempat di mana dasar-dasar kepribadian anak diletakkan pada usia dini, karena pada masa ini anak lebih mudah dipengaruhi oleh pendidikan yang diberikan oleh orang tua atau keluarga. Pendidikan ibadah Aspek pendidikan ibadah ini khususnya pendidikan sholat disebutkan dalam firman Allah yang artinya. AoAoHai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah manusia untuk mengerjakan yang baik dancegahlah mereka dari perbuatan munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu, sesungguhnya hal yang demikian itu termasuk diwajibkan oleh Alloh,AoAo(QS. Luqman:. Pendidikan dan pengajaran al-QurAoan serta pokok-pokok ajaran islam yang lain telah disebutkan dalam Hadis yang artinya: AoAosebaik-baik dari kamu sekalian adalah orang yang belajar al-QurAoan dan kemudian mengajarkannya,AoAoPenanaman pendidikan ini harus disertai contoh konkret yang masuk pemikiran anak, sehingga penghayatan mereka didasari dengan kesadaran rasional. Dengan demikian anak sedini mungkin sudah harus diajarkan mengenai baca dan tulis kelak menjadi generasi QurAoani yang tangguh dalam menghadapi zaman. Pendidikan Akhlakul Karimah Orang tua mempunyai kewajiban untuk menanamkan akhlakul karimah pada anak-anaknya, dan pendidikan akhlakul karimah sangat penting untuk diberikan oleh orang tua kepada anak-anknya dalam keluarga, sebagai firman Alloh yang AuDan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu dan sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara himar,Ay (QS. Luqman:. Dari ayat ini telah menunjukkan dan menjelaskan bahwa tekanan pendidikan keluarga dalam islam adalah pendidikan akhlak, dengan jalan melatih anak membiasakan hal-hal yang baik, menghormati kedua orang tua, bertingkah laku sopan baik dalam berperilaku keseharian maupun dalam bertutur kata. Suwarno. Pengantar Umum Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 1. , 66 Abdullah Nasih Ulwan. Pendidikan Anak menurut Islam: Kaidah-kaidah Dasar. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012. Zuhairini, dkk. Metodik Khusus Pendidikan Agama (Surabaya: Usaha Nasional, 1. , 38. Day Suryani Khalimah / Konsep Pendidikan Agama Terhadap Anak di Lingkungan Keluarga Perspektif Hadist Jurnal Ilmiah Citra Ilmu: Kajian Kebudayaan dan Keislaman Vol. No. Tahun 2023 . Pendidikan Akidah Pendidikan islam dalam keluarga harus memperhatikan pendidikan akidah islamiyah, dimana akidah itu merupakan inti dari dasar keimanan seseorang yang harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Sejalan dengan firman Alloh yang artinya: AuDan ingatlah ketika lukman berkata kepada anaknya di waktu ia memberi pelajaran padanya: Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Alloh benar-benar merupakan kedlaliman yang besar,AoAo(QS,luqman:. Ayat tersebut menjelaskan bahwa akidah harus ditanamkan kepada anak yang merupakan dasar pedoman hidup seorang muslim. Hadits dan Terjemah Orang tua adalah pendidik pertama dan utama dalam keluarga sesuai Hadits: Al-Bukhori ca eAI a aO a se aIA ca aO aIe a aO aEaI a a e aI aeA aAI aIe a aO N a aO ea a aaOA a e A acaaIa aI a acaaIa A a a AEeIA a AENeA ca AEA AEEN a aEaOeN a Oa acaEI a E a acE IaO eEaOs OaOEa a aEaO E eAaea a A aa aOaN a OaN aOa aIaN a a eOA a AE CaA a AEEN a aI eN a CaA ca AEI a acO AaEacOA ca a a AE EeaNaOIa a aI eA a a AOaI a aIaN a a eO OaIA a a AaIaN aEaIaA a A EeaNaOI a a N aEe a aO A aONa aeaA Terjemah : Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dza'bin dari Az Zuhriy dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata. Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi. Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya (HR. Bukhori. No. Ahmad bin Hambal a AE aaOA a AE CaA a AE acaaIa Eea eI aa aIe a aO AaEa s aIe a aO N a aO ea a CaA a A acaaIa OaEaO U CaA ca AEEN a AaEacOA ca AEA a AEENA a AE I aca UE acaE IaOeEaOs OaOEa a aEaO E eAaea a A aa aOaN a OaN aOa aIaNA a AaEaOeN a Oa acaEI a I a I aIe IaO eEaOs OaOEa a au acE aEaO EeIEac a a O aCaA aAEEN a a eEaI a aIa E aIaO aI aEaOIA a AE CaA a a AE aEA a e AEEN a a aa O ea I aIe I aa CaA a AE Oa aaOA a AO aOaI a aIaN a O aO aeaE aIaN a C aOA ca AEA ca AEA Terjemah : Telah menceritakan kepada kami Waki', dia berkata. menceritakan kepada kami Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada bayi yang dilahirkan kecuali di atas millah . gama Isla. , -dan sesekali beliau bersabda: "Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani atau Musyrik, " maka ditanyakanlah kepada beliau. "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu bagi mereka yang meninggal sebelum umur baligh?" maka beliau bersabda: "Allah lebih tahu dengan yang mereka kerjakan (HR. Ahmad. No: 9. p-ISSN: 1979-5866, e-ISSN: 2722-1547 Jurnal Ilmiah Citra Ilmu: Kajian Kebudayaan dan Keislaman Vol. No. Tahun 2023 Perbandingan Dalil Hadist Kritik Sanad Kesahihah sanad . hahyh al-Isny. belum menjadi jaminan bagi kesahihan matan . hahyh al-mat. Sebuah hadis yang sanadnya sahih muttasil dapat saja memiliki matan yang tidak sahih, dan demikian juga sebaliknya. Penelitian kedua aspek . anad dan mata. menjadi penting untuk menemukan validitas dan otentisitas sebuah hadis. Jika hadis tentang fitrah ini dicermati, maka terdapat perbedaan redaksi matan atau kalimat yang digunakan oleh masing-masing periwayat. Sanad dari Hadits ca eAI a aO a se aIA ca aO aIe a aO aEaI a a e aI aeA aAI aIe a aO N a aO ea a aaOA a e A acaaIa aI a acaaIa A a a AEeIA a AENeA ca AEA AEEN a aEaOeN a Oa acaEI a E a acE IaO eEaOs OaOEa a aEaO E eAaea a A aa aOaN a OaN aOa aIaN a a eOA a AE CaA a AEEN a aI eN a CaA ca AEI a acO AaEacOA ca a a AE EeaNaOIa a aI eA a a AOaI a aIaN a a eO OaIA a a AaIaN aEaIaA a A EeaNaOI a a N aEe a aO A aONa aeaA Nama Perowi Abu Hurairah Abu Musalamah bin Abdur Rahman Az Ae Zuhriy Ibnu Abi Dzibin Adam Al Bukhori Keterangan Perawi I Perawi II Perawi i Perawi IV Perawi V Mukharrij Sanad dari Hadits a ca AEA a AE aaOA a AE CaA a AE acaaIa Eea eI aa aIe a aO AaEa s aIe a aO N a aO ea a CaA a A acaaIa OaEaO U CaA a AEEN AaEacO acEENA a AE I aca UE acaE IaOeEaOs OaOEa a aEaO E eAaea a A aa aOaN a OaN aOa aIaNA a AaEaOeN a Oa acaEI a I a I aIe IaO eEaOs OaOEa a au acE aEaO EeIEac a a O aCaA aAEEN a a eEaI a aIa E aIaO aI aEaOIA a AE CaA a a AE aEA a e AEEN a a aa O ea I aIe I aa CaA a AE O a aaOA a AO aOaI a aIaN a O aOaeaE aIaN a C aOA ca AEA ca AEA Nama Perowi Abu Hurairah Abu Shalih Al AAomas Al WaqiAo Ahmad bin Hanbal Keterangan Perawi I Perawi II Perawi i Perawi IV Mukharrij Kritik Matan Kesahihah sanad . hahyh al-Isny. belum menjadi jaminan bagi kesahihan matan . hahyh al-mat. Sebuah hadis yang sanadnya sahih muttasil dapat saja memiliki matan yang tidak sahih, dan demikian juga sebaliknya. Penelitian kedua Day Suryani Khalimah / Konsep Pendidikan Agama Terhadap Anak di Lingkungan Keluarga Perspektif Hadist Jurnal Ilmiah Citra Ilmu: Kajian Kebudayaan dan Keislaman Vol. No. Tahun 2023 aspek . anad dan mata. menjadi penting untuk menemukan validitas dan otentisitas sebuah hadis. Jika hadis tentang fitrah ini dicermati, maka terdapat perbedaan redaksi matan atau kalimat yang digunakan oleh masing-masing periwayat. RaslullAh shallallAhu 'alayhi wa sallam bersabda: ca AI a I aIe IaO eEaOs auA U A E eaNaOI a a aNaOI aA a a A EaIa aI eAUa AaIaNA a a A A aa aOaN a OaN aOa aIaN a a eO OaI a aIaN a a eO OaIAUa AE OaOEa a aEaO EeAaeaA a AEEN a acEaO a a A acaI OaC aOA. " a AaIe a a N aEe a acaOIa A aONa I aIe aeaA ca a AE a aO N a aO ea a A O EEN IN Ae {AaeaA ca a A aEaOeN. EOaA a AEIA perbedaan redaksi atau kalimat yang digunakan oleh masingmasing dan perbedaan redaksinya Redaksi Al-Bukhari AEE IOEO UOE EO EAA Redaksi Ahmad bin Hambal Ai IoE E EO EIEA Al-Bukhari pada hadis yang dijadikan titik tolak kajian dalam buku ini menggunakan kalimat kullu maulyd yylad dan al - fitrah, sedangkan Ahmad bin Hambal menggunakan kalimat yang berbeda redaksi my min maulyd yuladu illy dan menggunakan kata al-millah. Perbedaan redaksi atau lafal yang demikian merupakan sesuatu yang wajar dalam periwayatan hadis, karena kebanyakan periwayatan hadis dilakukan secara makna . l-riwyyah bil-maAon. Oleh sebab itu, perbedaan lafal menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari dalam periwayatan hadis. Perbedaan lafal dalam hadis tentang fitrah tidak terjadi syudzudz . dan illah . Kemudian Abu Hurairah radhiyallAhu 'anhu berkata membawakan firman AllAh SubhAnahu wa Ta'Ala: ca a AEEN a acEaO a ( A aEaO eN aA a AEIA ca a A) AaeaA (Tetaplah hendaknya pad. fitrah AllAh, fitrah yang AllAh telah ciptakan manusia pada fitrah itu. ) (QS Ar Rum: . ca a AE EaEaO e aI aIaOeAU Aae aa EEcN a acE a eO a AIA a e AE EaOA a a AC EEcN a cEA a e AE Ea aEA a e A aEaOeNa E a aeaOA a AEIA a a aC a eI O ae NA ca a AEeC aOaI aoa O aE cAE acaI aEe aA . aoaA E a OaeEaIaOeIA a AEIA Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Isla. fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut . Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itula. agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Para pensyarah hadis mengkaitkan pemaknaan fitrah dalam hadis dengan penafsiran fitrah dalam alQurAoan. Ibnu AoAbd al-Barr, seorang ahli hadis, sebagaimana dinukil oleh al-Mubyrakfuri, ketika mensyarahi hadis: Departemen Agama RI. Al QurAoan dan Terjemahnya (Semarang: Kumudasmoro Grafindo, 1. p-ISSN: 1979-5866, e-ISSN: 2722-1547 Jurnal Ilmiah Citra Ilmu: Kajian Kebudayaan dan Keislaman Vol. No. Tahun 2023 a AE IaOeEaOes OaO eEa a aEaO EeAaeaA a aAEA beliau menyatakan bahwa kata fitrah yang dimaksud adalah Islam. Arti ini berlaku pula pada umumnya di kalangan ulama salaf. Kandungan Hadits Secara alami, anak membutuhkan pendidikan atau bimbingan dari orang Kebutuhan ini dapat dipahami dari kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak yang hidup di dunia ini. Anak merupakan amanah dari Allah Subhanahu Wata'ala kepada kita, setiap orang tua berharap anaknya menjadi anak yang baik, oleh karena itu tanggung jawab dan peran orang tua harus dioptimalkan. Meskipun seorang anak lahir dengan fitrah, namun ini tidak berarti kita bisa membiarkannya tanpa arahan dan bimbingan yang baik dan terarah. Hal ini disebabkan karena sesuatu yang baik jika tidak dijaga dan dirawat, maka akan menjadi buruk karena pengaruh faktor eksternal. Pendidikan dan bimbingan yang baik terhadap anak seharusnya dimulai sejak anak tersebut belum lahir bahkan sebelum anak tersebut ada di dalam Dari hal ini, kita dapat memahami bahwa manusia dengan seluruh perwatakannya dan pertumbuhannya adalah hasil dari dua faktor yaitu faktor warisan dan faktor lingkungan. Faktor ini mempengaruhi manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan sejak ia menjadi embrio hingga akhir hayat. Selanjutnya, lingkungan yang nyaman dan mendukung sangat diperlukan bagi terselenggaranya suatu pendidikan, karena lingkungan juga berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan. Hal yang sama berlaku dalam sistem pendidikan Islam, lingkungan harus dibuat sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri. Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab atas kedewasaan anak didik, namun lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan dan berpengaruh besar terhadap anak didik. Oleh karena itu, bagaimanapun seorang anak tinggal dalam suatu lingkungan, lingkungan tersebut akan mempengaruhi anak tersebut, baik disadari atau tidak. Kesimpulan Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa. Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang bersifat informal, yaitu pendidikan yang tidak mempunyai program yang jelas dan resmi, selain itu keluarga juga merupakan lembaga yang bersifat kodrati, karena terdapatnya hubungan darah antara orang tua dan anak Pendidikan Anak dalam Keluarga adalah agar anak dapat berkembang secara optimal dan dapat bertahan hidup dengan baik. Memelihara, merawat dan memberi latihan agar seseorang memiliki ilmu pengetahuan seperti yang diharapkan . entang sopan santun, akal budi, akhlak, dan sebagainy. Sedangkan pendidikan sendiri artinya proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses perbuatan, cara mendidik. Dari masalah diatas ada dua Hadits yang menjelaskan tentang fitrah anak riwayat Imam Al Bukhori dan ImamAhmad bin Hambal dan Hadits diatas memiliki sanad-sanad dan matan matan yang jelas. Day Suryani Khalimah / Konsep Pendidikan Agama Terhadap Anak di Lingkungan Keluarga Perspektif Hadist Jurnal Ilmiah Citra Ilmu: Kajian Kebudayaan dan Keislaman Vol. No. Tahun 2023 Daftar Pustaka