MABNY : Journal of Sharia Management and Business Vol. 2 No. 1 April 2022 Teori Produksi Berdasarkan Perspektif Islam Habibulloh. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Indonesia Corresponding author: habibulloh059@gmail. Abstract: Production activity is a mandatory thing to do in order to meet all human needs and to take advantage of the availability of natural resources to fulfill all what is needed by humans by producing them and processing them. In Islam itself, it is also explained about being a good producer based on the theory of production in Islamic economics. Therefore, this journal aims to provide a general description and knowledge of the general public and especially for producers to understand the flow of the Islamic religion in explaining production theory and regulating it. The method used to describe this research is descriptive qualitative method, meaning that the technique used in this research is a literature study that focuses on finding information from journals, books or other forms of writing. The results of this study are a producer in the view of Islam has limits in production, but this limitation does not only apply to creativity but also to the prohibition on producing illicit goods. Basically, conventional theory and sharia have differences in terms of the amount, revenue and costs themselves, in conventional production theory also recognizes the interest system which is contrary to sharia production theory which recognizes profit sharing. Keywords: Islam. Production Theory. Economics Abstrak: Aktivitas produksi merupakan hal wajib dilakukan guna memenuhi segala kebutuhan manusia dan untuk memanfaatkan ketersediaan dari sumber daya alam guna memenuhi segala apa yang dibutuhkan oleh manusia dengan memproduksinya maupun mengolahnya. Dalam islam sendiri juga dijelaskan perihal menjadi produsen yang baik dengan berlandasakan kepada teori produksi dalam ekonomi islam. Maka itu jurnal ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum maupun pengetahuan terhadap masyarakat umum serta terkhusus bagi produsen agar memahami alur agama islam dalam menjelasakan teori produksi serta mengaturnya. Metode yang dipakai untuk memaparkan penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, artinya teknik yang dipakai dalam penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang berfokus terhadap pencarian infomasi dari jurnal, buku ataupun dari bentuk kepenulisan lainnya. Hasil pada penelitian ini adalah seorang produsen dalam pandangan islam memilki batsan dalam berproduksi, namun batasan ini tidak hanya berlaku pada kreatifitasnya melainkan terhadap larangan dalam memproduksi barang Pada dasarnya antara teori konvensional dengan syariah memiliki perbedaan dalam segi jumlah, penerimaan dan biaya itu sendiri, dalam teori produksi konvensional juga mengenal sistem bunga yang bertolak belakang dengan teori produksi syariah yang mengenal bagi hasil. Kata Kunci: Islam. Teori Produksi. Ekonomi Habibulloh PENDAHULUAN Dalam lingkup dunia usaha banyak sekali hal-hal yang perlu diperhatikan baik dalam segi pemasaran, menentukan segmentasi pasar, persaingan pasar serta hal yang tak kalah penting yaitu perihal produksi, sebab jika membicarakan terkait skala usaha mulai dari terbesar hingga yang terkecil atau dari skala perusahaan besar hingga home industri hal yang tidak pernah terlepas dari materi pembahasan adalah produksinya. Pada kenyataannya, hal yang termasuk ke dalam permasalahan ekonomi mencakup permasalahan produksi, distribusi serta konsumsi, produksi merupakan usaha untuk menghasilkan maupun menambah nilai dari kegunaan suatu barang, distribusi merupakan upaya dalam menyalurkan barang dan konsumsi merupakan suatu aktivitas dalam menggunakan suatu barang produksi. Dan permasalahan pokok dalam lingkup perekonomian dapat dirumuskan dengan beberapa pertanyaan yaitu bagaimana, siapa, apa dan untuk apa produksi tersebut. Dengan adanya berbagai masalah pada lingkup produksi, maka seorang produsen diharuskan agar bisa bersikap lebih kreatif dan inovatif saat memenuhi hal-hal yang dibutuhkan konsumen dengan mengkolaborasikan pedoman yang telah ditetapkan oleh syariat islam dalam teori produksi. Islam adalah sebuah agama yang didalamnya mengandung berbagai aturan untuk manusia dalam segala hal dan problematika, begitu pun pada aktivitas produksi. Pada aktivitas produksi produsen diharuskan agar selalu berpegang teguh kepada ekonomi islam. Muhammad berpendapat jika terdapat aturan yang wajib dilakukan oleh seorang produsen muslim ketika memproduksi suatu barang diantaranya: bermanfaat, berpotensi ekonomi, memuaskan pelanggan, bernilai tambah, halal dan thoyyib. Adapun tujuan dari tulisan ini untuk memaparkan berbagai informasi terhadap pelaku ekonomi dan terkhusus terhadap para produsen tentang bagaimana islam mengajarkan teori produksi di lingkup perekonomian. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang merupakan bentuk dari studi kepustakaan, metode deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan atau memaparkan secara objektif dan faktual yang dilakukan secara Adapun studi kepustakaan menurut pendapat Widiasworo1 adalah penelitian yang berfokus kepada telaah materi kepustakaan sepertii literatur, buku, catatan dan semacamnya yang masih memiliki keterkaitan dengan obyek penelitian yaitu teori produksi berdasarkan perspektif Bentuk pengolahan data serta analisis yang digunakan pada analisis dekriptrif pada penelitian saat ini bertujuan untuk mengenal lebih dalam tentang teori produksi berdasarkan perspektif islam, untuk menganalisis data yang diperolah digunakan teknik analisis data kualitatif, sebab data-data yang didapat adalah bentuk keterangan-keterangan. Analisis data diproses dengan mulai menelaah data-data yang tersedia dari berbagai sumber yang didapat dari bukubuku yang terkait serta karya tulis ilmiah lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep dasar produksi Teori produksi merupakan suatu bentuk kajian terhadap aktivitas produksi maupun prosesnya melalui faktor produksi untuk menghasilkan barang produksi. Dalam memproduksi suatu barang diperlukan sumber daya untuk menghasilkan suatu barang 1 Trygu. AuStudi Literatur Problem Based Learning Untuk Masalah Motivasi Bagi Siswa Da. - Google Books,Ay September. December https://w. id/books/edition/Studi_Literatur_Problem_Based_Learning_u/bX8DwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Pengertian studi kepustakaan menurut Sugiyono 2017&pg=PA26& printsec=frontcover. Teori Produksi Berdasarkan Perspektif Islam maupun jasa dan dalam aktivitas produksi poin utamanya adalah untuk menambah nilai terhadap suatu barang. 2 Adapun Kahf memberikan pengertian produksi berdasarkan perspektif islam sebagai bentuk usaha dari manusia guna menyempurnakan sisi lain dari kondisi fisiknya yaitu moralitasnya karena termasuk ke dalam sarana demi menggapai tujuan hidup seperti apa yang telah ditetapkan oleh agama islam yaitu kebahagian dunia Tujuan utama dari adanya produksi adalah penyempurnaan takaran moderat manusia yang kemudian akan menghasilkan dua implikasi. Pertama kuantitas dalam memproduksi tidak berlebihan dan hanya pada taraf kebutuhan wajar, sebab kelebihan dalam produksi jasa maupun barang biasanya berdampak pada mis-alokasi dalam sumber daya ekonomi serta kemubadziran, di lain sisi juga akan terjadi eksplotasi pada sumber daya alam yang mempengaruhi pembangunan ekonomi di era modern ini. Kedua barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen merupakan barang kebutuhan knsumen bukan keinginan, sebab dalam perspektif islam barang yang dihasilkan harus mempunyai manfaat nyata bagi kehidupan manusia dan bukan hanya memberikan rasa kepuasan kepada konsumen serta tidak asal menerapkan prinsip customer satisfaction yang menjadi pedoman produsen Meskipun demikian seorang produsen tetap harus berjiwa proaktif, inovatif, dan kreatif agar dapat menemukan jenis barang maupun jasa yang benar-benar dibutuhkan oleh manusia . Adanya orientasi ke masa yang akan datang menjadikan produsen untuk selalu melakukan pengembangan dan juga riset, di lain sisi juga memperhatikan pengembangan terhadap efisiensi karena dengan menggunakan cara ini dapat menjaga kesinambungan dan kelangsungan pembangunan . reen productio. Prinsip pembangunan yang bersifat berkesinambungan pada dasarnya baru dikembangankan pada pembangunan ekonomi konvensional dan berfokus kepada pemeberian persediaan untuk generasi mendatang. Penyempurnaan sarana dan prasarana untuk kegiatan sosial serta ibadah kepada Alloh dasarnya merupakan tujuan yang sangat orisinil dalam aktivitas produksi serta penyempurnaan kebutuhan yang harus berorientasi kepada ibadah kepada Allah dan kegiatan sosial. Motif dalam ekonomi islam sendiri menganjurkan untuk menjalankan proses produksi serta relasinya diiringi ibadah, agama islam juga memperhatikan pentingnya posisi produksi untuk mendapatkan sumber-sumber kekayaan sebagai bentuk penguatan kecukupan terhadap kebutuhan masyarakat. Dan adanya keyakinan jika Alloh mencipatakan dunia ini agar manusia dapat mengambil manfaatnya serta memakmurkan dengan peranan sebagai khaliafah di muka bumi. Ketentuan produksi Di era saat ini aktivitas produksi sangat berperan penting baik dalam perspektif kovensional maupun islam. Islam sendiri mengartikan aktivitas perekonomian sebagai bentuk usaha untuk meraih ridho Allah dan tentunya juga perlu diiselaraskan dengan aturan-aturan yang diperbolehkan oleh syariah, karena disisi lain Allah juga memberikan ganjaran pahala yang berlipat ganda selama bertujuan untuk menopang eksitensi, mensejahterakan manusia hingga meninggikan derajat mereka. Ketentuan produksi berdasarkan perspektif islam sendiri sebagai berikut: Menghasilkan barang serta jasa yang bersifat halal baik dari tahap awal produksi hingga tahap akhir produksi 2 Erlina Rufaidah. Ilmu Ekonomi (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2. , 43Ae44. 3 Monzer Kahf. Ekonomi Islam: Telaah Analitik Terhadap Fungsi Sistem Ekonomi Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, n. ), 45. 4 Hendrie Anto. Pengantar Ekonomika Mikro Islami (Yogyakarta: Ekonisia, 2. 5 Abdullah Abdul Husain At-Tariqi. Ekonomi Islam Prinsip. Dasar. Dan Tujuan (Yogyakarta: Magistra Insania Press, 2. , 163. Habibulloh Memproduksi juga menjaga lingkungan sekitar seperti tidak menambah kerusakan baik dengan pencemaran polusi, limbah dan eksploitasi sumber daya alam Memiliki tujuan untuk memenuhi segala kebutuhan baik individu maupun masyarakat Pemenuhan kebutuhan didasarkan kepada ketetapan yang telah ditentukan oleh agama yaitu untuk menjaga tegaknya agama, memelihara akal, keturunan, nyawa serta kemakmuran material Bertujuan untuk menambah kualitas mental dan fisaik ataupun spiritual pada sumber daya manusianya Produksi dalam perspektif islam tidak bisa dipisahkan dengan tujuan kemandirian umat, maka dari itu umat hendaknya mempunyai kemampuan, keahlian serta sarana dan prasarana yang dapat mendukung kebutuhan spriritual maupun material. Dalam konsep ekonomi sosialis ataupun kapitalis pada dasarnya tidak ada penerapan terhadap batas-batas norma, nilai, serta moral terlebih pada barang haram atau halal. Mereka hanya melihat kepada sisi keuntungan sosial secara umum atau individu semata tanpa melihat apakah barang yang dihasilkan tersebut membawa manfaat atau mudharat dan selaras dengan norma ataupun tidak. Adapun dalam konsep ekonomi islam, seorang produsen muslim tidak diizinkan untuk menanam atau memproduksi sesuatu yang memabukkan, memudharatkan, membahayakan bahkan sampai mengancam nyawa, sehingga seorang produsen diharuskan agar benar-benar memahami poin-poin yang ada dalam konsep ekonomi islam untuk mendapatkan manfaat secara maksimum. Biaya produksi Biaya dalam ruang lingkup produksi memiliki pengertian segala beban atau tanggungan yang wajib ditanggung produsen guna mengahasilkan suatu barang produksi. 7 Biaya produksi memiliki dua jenis diantaranya: Biaya eksplisit, merupakan jenis biaya yang benar-benar dikeluarkan untuk mendapatkan suatu faktor produksi . ilai dari semua jenis input yang telah dibeli untuk menhasilkan suatu barang produks. Dalam hal ini bentuk pembayarannya berwujud uang guna memperoleh faktor-faktor produksi maupun bahan mentah yang diperlukan oleh perusahaan, seperti: biaya sewa geduang dan tenaga kerja. Biaya implisit atau ongks tersembunyi . mputed cos. , merupakan jumlah biaya dari produksi yang dimiliki secara pribadi oleh perusahaan serta turut digunakan pada proses produksinya, seperti: pemakaian gedung milik perusahaan pribadi. Pengkelompokan jenis biaya produksi Biaya jangka pendek, jika dilihat berdasarkan korelasinya dengan produksi terbagi menjadi dua macam: Hubunganya dengan tujuan biaya Biaya langsung adalah jenis biaya yang bisa ditelaah langsung dalam suatu proses tertentu atau output tertentu, seperti: biaya tenaga kerja, bahan baku, listrik, supervise, serta biaya overhead lainnya. Biaya tidak langsung adalah jenis biaya yang tidak bisa ditelaah secara langsug dalam suatu proses tertentu ataupun output tertentu, seperti: biaya Air Conditioning utnuk fasilitas atau biaya lampu dan sebagainya. 6 Muh. Izza,AuEkonomi Mikro - Google Books,Ay Maret, 95, last modified 2021, accessed December 14, 2021, https://w. id/books/edition/EKONOMI_MIKRO/1ksoEaQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=produks i yang diharamkan dalam islam&pg=PA96&printsec=frontcover. 7 Rufaidah. Ilmu Ekonomi, 54. Teori Produksi Berdasarkan Perspektif Islam Hubungan dengan berubahnya skala kegiatan8 Biaya tetap total . otal fixed cost/FC) merupakan jenis biaya tetap yang wajib dikeluarkan perusahaan apapun kondisinya atau bisa dikatakan sebagai biaya untuk masing-masing unit waktu untuk pembelian tetap suatu input, seperti: biaya pembuatan gedung, sewa tanah, pembelian mesin-mesin beserta gaji Biaya variable total . otal variable cost/VC) meupkam jenis biaya yang wajib dikeluarkan jika berproduksi, artinya semakin banyak memproduksi sutu barang maka biaya variablenya akan semakin besar Biaya total . otal cost/TC) adalah keseluruhan dari biaya produksi yang telah dikeluarkan oleh perusahaan termasuk di dalamnya biaya variable dan biaya tetap, atau dengan kata lain merupakan jumlah total dari biaya variable dan Biaya tetap rata-rata . verage fixed cost/AFC) merupakan hasil bagi dari biaya tetap total dengan total barang yang dihasilkan. Biaya variable rata-rata . verage variable cost/AVC) merupakan biaya variable dalam setahun unit produksi. Biaya total rata-rata . verage cost/AC) merupakan biaya total dari barang tertentu (Q). Biaya marginal . arginal cost/MC) merupakan bentuk tambahan biaya yang diakibatkan dari perhitungan rata-rata antara biaya total dibagi banyaknya jumlah barang sebab adanya tambahan satu unit produksi. Biaya ini didapat dari selisih antara total cost dengan selisih kuantitas dari barang yang Biaya jangka panjang, dalam hal ini suatu perusahaan bisa menambah segala jenis faktor produksi maupun input yang akaan dipakai, maka dari itu dalam hal ini tidak perlu membedakan antara biaya tetap dengan biaya berubah, sebab semua biaya bersifat variable. Biaya rata-rata jangka panjang . ong-run average cost/LAC) merupakan bentuk biaya total yang dibagi dengan jumlah output. Biaya marginal jangka panjang . ong-run marginal cost/LMC) merupakan bentuk tambahan biaya disebabkan menambah satu unit produksi. Biaya total jangka panjang . ong-run total cost/LTC) merupakan jenis biaya yang dikeluarkan untuk menhasilkan seluruh output serta semuanya adalah variable. Mekanisme produksi secara islami Perbedaan antara ekonomi konvensional dengan ekonomi islam terletak pada filosofinya yang dijadikan sebagai landasan serta bukan pada keilmuannya. Dari segi faktor modal yang dipakai dalam perspektif ekonomi konvensional terdapat campur tangan dari bunga, sedangkan dalam perspektif ekonomi islam bunga merupakan sesuatu yang dilarang karena termasuk ke dalam riba. Saat memproduksi sebuah produk maka diperlukan biaya tetap (FC) serta biaya keseluruhan (TC). Hasil dari produk itu akan diijual untuk mendapat penerimaan, sehingga didapatkan jumlah penerimaan dari penjualan hasil produk atau bisa disebut juga dengan total revenue (TR) dan hubungan antara ketiganya dapat digambarkan sebagaimana grafik 8 M. Muhazil Amshari. AuAnalisis Biaya Dan Efisiensi Produksi Dalam Ekonomi Islam,Ay Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam 1, no. : 136, http://ejurnal. id/index. php/balanca/article/download/1043/594/. 9 Rufaidah. Ilmu Ekonomi, 59. 10 Muhammad. Ekonomi Mikro Dalam Perspektif Islam, 2004/2005. (Yogyakarta: BPFE, 2. , 260Ae261. Habibulloh Gambar kurva 1. Biaya yang digunakan dalam pengeluaran untuk produksi dibagi menjadi dua jenis yaitu biaya variable (VC) serta biaya tetap . Biaya tetap merupakan jumlah besaran biaya yang produsen keluarkan namun tidak terpengaruh dengan jumlah banyaknya output maupun produk yang dihasilkan. Maka dari itu garis FC disimbolkan dengan garis Biaya variable merupakan jumlah besaran biaya yang ditetapkan langsung oleh jumlah output yang dihasilkan, semakin banyak jumlah output maka akan semkin banyak juga biaya variable. Biaya total merupakan jumlah keseluruhan biaya yang produsen keluarkan untuk menghasilkan suatu barang produksi (TC = FC VC). Total penerimaan merupakan jumlah pemasukan atau penerimaan yang didapatkan dari hasil penjualan produk yang laku dijual, kemudian karena produsen memilki beban bunga yang wajib dibayarkan . iaya teta. maka dalam kondisi ini biaya tetap juga turut naik, yang di sisi lain juga menaikkan biaya total ke TCi yang sebelumnya TC. Kenaikan pada baiya total akan mempngaruhi titik impas (BEP) untuk bergeser dari Q satu ke Q setelahnya, dan dapat digambarkan dengan grafik di bawah ini: Gambar kurva 2. TR =TRi TCi FCi QCA QCC Adanya tanggungan bunga membuat biaya tetap menjadi naik, maka dengan hal itu menjadikan baiya kesuluruahan ikut naik dan Q berpindah dari Q1 ke Q2, serta mekanisme total penerimaan dalam bunga tidak terpengaruh oleh TR = TRi. Dalam perspektif eknomi islam pada pembahasan akad dikenal sebagai akad mudharabah, yaitu sebuah akad antara seorang pemodal dengan seorang pelaksana atau pengelola, dan dianatara keduannya terdapat kesepakatan bagi hasil yang dijadikan pedoman saat usaha tersebut mendapatkan untung, akan tetapai saat mengalami kerugian maka kerugian tersebut 100% hanya ditanggung oleh pemodal jika penyebab dari kerugian tersebut bukan dari kelalaian pihak pengelola atau melanggar kesepakatan yang telah ada, sebaliknya jika kerugian disebabkan oleh pihak pengelola maka kerugian ditanggung pihak pengelola. 11 Ibid, 261-262 Teori Produksi Berdasarkan Perspektif Islam Di sisi lain antara pihak pemodal dengan pihak pelaksana terdapat kesepakatan dalam bagi hasil, jika terdapat kesepakatan seluruh biaya ditanggung pengelola dan pemodal terlepas dari segala produksi maka yang dibagikan berupa . evenue sharin. penerimaan saja, sistem ini biasanya didapati pada sistem muzaraAoah, yaitu sebuah kerjasama pemodal sebagai pemilik tanah dengan pengelola sebagai orang yang menanggung pupuk, bibit dan hal-hal lainnya, akan tetapi jika antara keduanya ada kesepakatan pihak pemodal menanggung segala biaya maka disebuat sebagai . rofit sharin. pembagian keuntungan, dan apabila ada kesepakatan segala biaya ditanggung bersama maka disebut . oss-profitshrarin. pembagian kerugian dan keuntungan. Contoh perbandingan kurva diantara Penerimaan (Revenue sharin. Gambar kurva 3. TRrs Qrs Pembagian keuntungan (Profit Sharin. Gambar kurva 4. TRps Qps Habibulloh Pembagian kerugian dan keuntungan (Loss and profit sharin. Gambar kurva 5. Biaya penerimaan TRAo TRAy Pada bagian loss profit sharing disebutkan jika kurva TR ada kalanya turun ke kurva TRAo dalam keadaan sumbu putar di titik BEP. Jangka waktu putaran kurva TR berada di daerah antara TC dan TR ataupun sebaliknya, maka dari itu kurva TR bisa turun pula menjadi TRAy. Adapun hasil keuntungan berada di Aumulut buayaAy atas , antara TR dengan TC. Sedangkan kerugian berada di Aumulut buayaAy bawah, antara TC dengan TR. Ketika mendapat keuntungan maupun kerugian maka akan akan dibagi secara adil antara dua belah pihak, oleh sebab itu pada sistem lost profit sharing ini dapat merubah posisi BEP dan total produksi yang ada di titik impas akan tetap di titik Q. 12 Anto. Pengantar Ekonomika Mikro Islami, 259Ae260. Teori Produksi Berdasarkan Perspektif Islam KESIMPULAN Teori produksi merupakan kajian tentang proses dalam ekonomi untuk merubah faktor produksi ke hasil produksi. Produksi merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk menambah nilai suatu barang. Dalam mekanisme pandangan islam seorang produsen muslim dalam melakukan aktivitas produksinya tidak hanya didasarkan hanya sebatas untuk mendapat keuntungan melainkan juga harus didasarkan kepada prinsipprinsip islam yang telah ditetapkan, dalam produksi islam mengenal sistem bagi hasil yaitu profit sharing, revenue sharing dan loss profit sharing. Akan tetapi dalam pendangan konvensional lebih mengenal riba dan pada dasarnya letak perbedaan diantara keduanya terletak pada filosofi yang dijadikan landasannya dan bukan pada keilmuannya. Profit sharing merupakan tata cara bagi hasil dengan kesepakatan jika pihak pemodal menanggung segala biaya, maka keuntungan yang akan dibagi. Revenue sharing merupakan tata cara bagi hasil dengan kesepakatan seluruh biaya ditanggung pengelola dan pemodal terlepas dari segala produksi. Loss profit sharing merupakan tata cara bagi hasil dengan kesepakatan keduannya menanggung segala kondisi secara bersama-sama dalam usahanya. DAFTAR PUSTAKA