Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Trisda Kurniawan,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 KORELASI ANTARA KETAHANAN PENETRASI, pH TANAH. KADAR KLOROFIL. MORPHO AGRONOMI SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CABAI MERAH DENGAN APLIKASI KOMPOS. NPK DAN PENYEMPROTAN ELISITOR BIOSAKA Correlation Between Penetration Resistance. Soil pH. Chlorophyll Content. Morpho Agronomic and Antioxidant Activity of Red Chili With Compost. NPK and Biosaka Elisitor Spraying Application Trisda Kurniawan1*. Cut Nur Ichsan1. Erita Hayati1 Program Studi Agroteknologi. Universitas Syiah Kuala. Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee 3 Darussalam Banda Aceh 23111. Indonesia *Corresponding author: trisdakurniawan@unsyiah. ORCID ID: 0009-0005-5467-761X ABSTRAK Aplikasi kompos, pupuk NPK penyemprotan elisitor berpengaruh terhadap tinggi tanaman, kadar klorofil, ketahanan penetrasi tanah, berat berangkasan basah, berat buah pertanaman, berangkasan akar basah tanaman cabai dan aktivitas antioksidan buah cabai. Terdapat korelasi positif antara parameter tinggi tanaman, kadar klorofil dengan tinggi tanaman, berat berangkasan basah dengan berat buah, ketahanan penetrasi tanah dengan pH tanah. Terdapat korelasi negatif antara ketahanan penetrasi tanah dengan kadar klorofil. Perlakuan kompos, pemupukan NPK dan penyemprotan elisitor dapat meningkatkan aktivitas antioksidan pada buah cabai. Aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 terendah terdapat pada perlakuan tanaman cabai yang ditanam dengan dosis kompos 20 t ha-1. NPK 900 kg ha-1 dan disemprot dengan elisitor biosaka 2 minggu Aplikasi kompos, pemupukan NPK dan penyemprotan elisitor merupakan praktek pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan untuk produksi cabai yang sustainable. Kata Kunci: IC50. DPPH. Morpho_agronomi, tahanan penetrasi tanah. ABSTRACT Application of compost. NPK fertilizer and elicitor spraying affect plant height, chlorophyll content, soil penetration resistance, biomass wet weight, fruit weight plant-1, wet root weight of chili plants and antioxidant activity of chili fruit. There is a positive correlation between plant height parameters, chlorophyll content with plant height, wet root weight with fruit weight, soil penetration resistance with soil pH. There is a negative correlation between soil penetration resistance with chlorophyll content. Compost treatment. NPK fertilization and elicitor spraying can increase antioxidant activity in chili fruit. The highest antioxidant activity with the lowest IC50 value is found in the treatment of chili plants planted with a compost dose of 20 t ha-1. NPK 900 kg ha-1 and sprayed with biosaka elicitor once every 2 weeks. Application of compost. NPK fertilization and elicitor spraying are environmentally friendly sustainable agricultural practices for sustainable chili Keywords: IC50. DPPH. Morpho_agronomic, soil penetration resistance. dari tahun 2021. Pada tahun 2022 produksi cabai di provinsi Aceh mencapai 800 ton. Produksi cabai merah di provinsi Aceh masih dalam keadaan yang fluktuatif (BPS, 2. PENDAHULUAN Cabai merah (Capsicum annum L. merupakan komoditas sayur yang digunakan sebagai bahan pangan fungsional terutama sebagai penyedap makanan. Produksi cabai besar di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 000 ton, naik sebesar 8,47% . Produksi cabai di Indonesia sangat fluktuatif dan dipengaruhi oleh harga pasar. Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Trisda Kurniawan,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 musim tanam, serta stress lingkungan. Pada waktu panen raya harga sangat rendah dan tidak mencukupi untuk kembalinya modal yang telah dikeluarkan. Pada waktu panen menurun harga sangat tinggi dikarenakan pasokan cabai yang sangat kecil. Hal ini dikarenakan faktor abiotik dan biotik. Faktor berkembangnya hama penyakit cabai yang membatasi produksi cabai. Kekeringan dapat terjadi setiap saat walaupun di daerah Praktek agronomi yang tepat dalam mengatasi kekeringan sejak dini dengan menggunakan varietas tahan kering dan penggunaan kompos untuk meningkatkan kelembaban tanah pada musim kering. Penggunaan varietas toleran kekeringan dan tahan terhadap hama dan penyakit dapat mengurangi penurunan produksi akibat cekaman biotik (Zeng, 2022. Atiq, 2022. Kachelo et al. , 2. meningkatkan produksi tanaman serta kesuburan tanah. Kompos dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan hara. Pemberian kompos berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai baik pada tinggi tanaman, lebar daun, jumlah buah dan berat basah buah (Imas et al. Swari et al. , 2. Selain pupuk organik, pupuk anorganik juga harus ditambahkan untuk memastikan jumlah hara yang cukup dan seimbang di dalam tanah. Pupuk NPK yang terdiri dari unsur N. P dan K sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman dan produksinya. Hutubessy . menyatakan pemupukan NPK dapat meningkatkan jumlah daun dan buah cabai. Pemberian NPK 450 kg ha-1 meningkat 40% kandungan N dalam tanah dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemberian NPK (Peniwiratri et al. , 2. Menurut Merry . bahwa pupuk NPK Phonska dengan dosis 600 kg ha-1 meningkatkan hasil tanaman cabai secara Menurut Hutubessy . , 900 kg ha-1 pupuk NPK, per tanaman menghasilkan 1,91 kg buah cabai per tanaman. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan yang lebih baik dapat dicapai dengan jumlah unsur N yang cukup dengan hasil panen yang lebih tinggi (Molla et al. , 2019. Silva et al. , 2021. Ateka et al. , 2. Kompos sebagai bahan organik mudah didapat dari pengomposan limbah pertanian dan tanaman liar. Berbagai bahan organik dapat diubah menjadi kompos oleh mikroba. Tanaman dapat menggunakan kompos sebagai nutrisi untuk mengefektifkan penggunaan pupuk kimia. Kompos dapat mempengaruhi pH. KTK, kemampuan tanah memegang air, agregasi tanah, aerasi yang mempengaruhi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Kompos mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman, yaitu unsur hara makro seperti Nitrogen (N). Fosfor (P) dan Kalium (K) dalam jumlah yang sangat kecil namun kompos dapat meningkatkan ketersediaan hara (Imas et al. , 2017. Tangga et al. , 2. Selain NPK penggunaan elisitor juga merupakan strategi untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Hal ini dikarenakan elisitor dapat berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh dan pestisida yang ramah Elisitor adalah molekul yang sangat stabil yang menginduksi respons pertahanan kekebalan pada tanaman, memiliki berat molekul rendah dan disintesis atau dilepaskan dari prekursor polimer selama infeksi (Kabita et al. , 2020. Mondal et al. Indratmi et al. , 2. Elisitor terdiri dari abiogenik dan biogenik. Elisitor biogenik dibagi menjadi dua kelompok, eksogen dan Eksogen diisolasi dari media kultur patogen, sedangkan endogen diisolasi dari tanaman yang sama, sedangkan elisitor abiogenik adalah banyak logam berat, penghambat tahap metabolisme tertentu, radiasi UV, beberapa jenis antibiotik dan Penambahan kompos ke dalam tanah dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi Tanaman yang diberi kompos menunjukkan hasil lebih tinggi dibandingkan tanpa kompos. Hal ini karena unsur hara yang dibutuhkan tanam tersedia. Tanaman yang diberi kompos menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman yang tidak diberi kompos (Friday et , 2021. Widowati et al. , 2. Pemberian kompos 20 t ha-1 berpengaruh pada jumlah buah dan bobot segar buah per tanaman cabai (Setiyawan, 2012. Amaral et al. , 2. Pemberian kompos berpotensi untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia dan Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Trisda Kurniawan,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 fungisida (Manurung, 2023. Ngibad et al. Qi et al. , 2. Implementasi biosaka pada berbagai tanaman memiliki sejumlah manfaat dan keunggulan yang mencakup reaksi dari biosaka dapat terlihat dalam waktu singkat, yakni 24 jam setelah aplikasi. Biosaka dapat digunakan mulai dari fase benih hingga panen. Proses fermentasi sehingga proses produksinya lebih Cukup menggunakan 40 ml biosaka yang dicampur dengan 15 liter air untuk satu penyemprotan 1 minggu sekali (Tarafdar. Azhimah et al. , 2023. Melo-Sabogal dan Contreras-Medina, 2. Cocok untuk tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan rumput pakan ternak. Biosaka dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 30Ae70%, bahkan pada beberapa kasus tidak memerlukan pupuk kimia sama sekali, sehingga menghemat biaya produksi (Goyi et , 2021. Franzoni et al. , 2022. Ansari et al. Dibandingkan dengan biogenik, abiogenik menginduksi reaksi pertahanan tanaman yang diberikan dalam dosis yang relatif tinggi, sedangkan biogenik aktif pada dosis yang menyebabkan gejala stres senyawa beracun yang menginduksi sensitisasi jaringan tanaman dan meningkatkan ketahanan terhadap infeksi. Elisitor mengandung senyawa kimia yang dapat mengubah respon fisiologi, morfologi dan akumulasi fitoaleksin serta meningkatkan aktivasi dan ekspresi gen yang terkait dengan biosintesis metabolit sekunder (Costa et al. Gaibor-Vaca et al. , 2022. Lee et al. Senyawa kimia ini juga dapat menyebabkan tumbuhan menjadi lebih tahan terhadap cekaman lingkungan (Rampe et al. Costa et al. , 2021. Gong et al. , 2. Elisitor biosaka adalah salah satu pilihan untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik untuk tanaman. Biosaka merupakan metode dalam pertanian yang melibatkan ekstraksi tanaman menggunakan teknik peremasan manual dan pencampuran perlahan dengan air sebagai pelarut ekstraksi. Metode ini merupakan suatu formula yang berasal dari proses ekstraksi berbagai jenis tumbuhan (Ansar et al. , 2023. Susanti et al. , 2023. Sulaeni et al. , 2. Biosaka terbuat dari rumput, tanaman liar dan berbagai jenis gulma yang mengandung fitoaleksin. Fitoaleksin dapat melindungi tanaman dari hama dan penyakit serta mengurangi penggunaan pupuk anorganik 50% hingga 90%. Hal ini peting dalam pertanian organik. Pertanian organik adalah konsep dasar pertanian di mana senyawa kimia sintetik, seperti pestisida, pupuk dan zat pengatur tumbuh, digunakan seminimal mungkin serta meningkatkan penggunaan input internal (Caicedo-Lopez et , 2021. Costa et al. , 2021. Azhimah et al. Penggunaan biosaka pada tanaman telah terbukti dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia sintetis sebanyak 50Ae90%. Biosaka dapat menggantikan peran pupuk kimia sintetis meskipun sebenarnya biosaka merupakan produk yang memiliki efek yang serupa dengan pupuk (Rampe et al. , 2019. Ansar et al. , 2023. Ndruru et al. , 2. Bahan baku biosaka tersedia di lingkungan petani, dapat diakses kapan saja dan di mana Petani dapat membuat biosaka sendiri dari bahan yang melimpah di sekitar pertanian, tanpa risiko kerugian bagi petani atau Biosaka tidak berbahaya dan tidak beracun, mengurangi serangan hama dan penyakit pada tanaman, meningkatkan kesuburan lahan, mempercepat waktu panen karena elisitor mempercepat laju pertumbuhan vegetatif untuk memasuki fase generatif, meningkatkan produktivitas dan hasil produksi tanaman (Matthews et al. , 2022. Alfonso et al. Ansar et al. , 2. Cara pembuatan elisitor biosaka yaitu daun/rumput/tanaman liar/gulma yang akan digunakan dipilih yang paling bagus, tidak boleh terdapat lubang atau pun kerusakan pada bagian daunnya. Kemudian daun/rumput/tanaman liar/gulma yang digunakan dicuci sampai bersih menggunakan air bersih. Dilakukan peremasan daun dengan tangan kanan berlawanan arah dengan arah jarum jam dengan ditambahkan 12 L air. Peremasan dilakukan selama 10-20 Ramuan biosaka yang sudah siap diremas disaring menggunakan saringan dan dimasukkan ke dalam botol, ramuan biosaka siap digunakan. Penggunaan amandemen tanah. NPK dan elisitor biosaka dapat pertumbuhan dan hasil cabai, perlu dikaji lebih Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Trisda Kurniawan,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 dalam untuk praktek agronomi yang ramah lingkungan pada budidaya cabai secara berkelanjutan (Costa et al. , 2021. Indratmi et , 2024. Ndruru et al. , 2. dicampur dengan 15 L air dan disemprotkan keseluruh bagian tanaman. Pemindahan bibit ke media tanam dilakukan pada saat bibit berumur 1 bulan setelah semai atau berdaun lebih dari 8 . helai, bibit dikeluarkan dari polybag persemaian satu persatu untuk ditanam ke pot Penanaman bibit dilakukan dengan kedalaman 10 cm dari permukaan tanah agar perakaran tanaman cabai menjadi Setelah bibit ditanam lalu disiram hingga cukup basah untuk menghindari Penyiraman dilakukan dua kali sehari pada pagi dan sore hari disesuaikan dengan cuaca. Penyulaman dilakukan pada saat tanaman berumur 7 HST menggunakan bibit cadangan untuk menggantikan tanaman yang telah mati atau layu. Agar tanaman cabai tidak rebah saat tanaman sudah mulai besar dan berkembang, maka dilakukan pengajiran dengan menggunakan bambu yang dipasang di samping tanaman cabai. Pemangkasan atau perempelan dilakukan pada umur 28 HST. Pemangkasan memotong tunas air yang tumbuh pada batang Penyiangan mencabut rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman. Penyiangan dilakukan satu kali seminggu. Pengendalian hama dilakukan apabila terdapat serangan hama demikian pula Pengendalian menggunakan insektisida berbahan aktif profenofos dengan konsentrasi 1 ml L. pengendalian penyakit menggunakan fungisida Azoksistrobin Difenokonazol dengan konsentrasi 1 ml L. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini telah dilaksanakan di Rumah Kaca. Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Lama dan Laboratorium Analisis Pangan Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala. Darussalam. Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2023 sampai Februari 2024. Rancangan Percobaan Penelitian dilakukan dengan rancangan split split plot 3x2x2 dengan 3 kali ulangan. Petak utama dosis kompos K0 tanpa kompos. K1 kompos 10 ha-1. K2 20 t ha-1. NPK sebagai anak petak. N1 NPK 100 kg ha-1. N2 900 kg ha1 , elisitor sebagai anak petak E1 disemprot seminggu sekali E2 disemprot 2 minggu sekali. Pelaksanaan Penelitian Benih yang digunakan dalam penelitian ini lado F1, disemai menggunakan kertas merang yang sudah direndam dengan air kemudian disimpan di tempat yang lembab selama 2x24 jam. Media semai menggunakan tanah Entisol yang diambil dari Lambaro Kabupaten Aceh Besar. Tanah dimasukkan kedalam polybag pembibitan kemudian disiram dan dibuat lubang tanam untuk di isi satu benih perlubang tanam. Persemaian disiram setiap hari. Sampai berumur 1 bulan atau berdaun 8 helai. Selain itu juga melakukan pemeliharaan dengan cara menjaga semaian dari serangan hama dan penyakit. Pemanenan dilakukan sebanyak 4 kali ketika buah telah masak . Pemanenan dimulai pada umur 70 HST dengan interval panen 5 . hari sekali. Uji antioksidan dilakukan terhadap buah cabai dari masing-masing perlakukan dengan metoda DPPH (Ananta dan Anjasmara, 2. Tanah Entisol di ayak terlebih dahulu dan dimasukkan ke dalam pot 40 cm x 20 cm . erat tanah pot-1 adalah 10 k. Kemudian disiram dan dibiarkan dalam keadaan lembab sampai umur bibit siap ditanami. Pemberian kompos dilakukan pada saat persiapan media untuk media tanam. Kompos di aduk dengan Pemberian pupuk NPK dilakukan setelah tanaman pindah tanam. Pemupukan dilakukan 3 kali masing-masing 1/3 dosis pada umur saat tanam, 30 HST dan 60 HST. Pemberian Elisitor dilakukan setelah pindah Pemberian dilakukan setiap 1 minggu dan 2 minggu sekali dengan cara 40 ml elisitor Analisis Data Data hasil penelitian kemudian dianalisis ANOVA (Analysis Varianc. Apabila hasil dari uji F menunjukkan berpengaruh nyata ( O 0,. , maka akan dilanjutkan dengan uji DNMRT (Duncan New Multiple Range Tes. untuk mengatahui beda nilai rata Ae rata antar taraf Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Trisda Kurniawan,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 tinggi tanaman, berat berangkasan basah, berat buah, berat akar basah dan antioksidan dengan tingkat korelasi antar parameter seperti pada gambar dan table dibawah ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara dosis kompos. NPK dan penyemprotan elisitor terhadap kadar klorofil. Kadar Klorofil Kadar Klorofil Kadar Klorofil (AA mL-. 100,00 80,00 60,00 40,00 42 HST 20,00 0,00 Perlakuan Gambar 1. Rata-rata kadar klorofil cabai pada umur 42 HST akibat interaksi antara kompos, pemupukan NPK dan penyemprotan elisitor. *bar yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata (DMRT. P O 0,. aplikasi kompos 10 t ha-1. NPK 900 kg ha-1 dan penyemprotan elisitor 2 minggu sekali yang berbeda nyata dengan kadar klofil pada perlakuan lainnya. Sedangkan perlakuan lainnya mempunyai kadar klorofil yang lebih rendah dan tidak berbeda nyata. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari pemberian kompos, pemupukan NPK dan penyemprotan elisitor pada daun cabai. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Ghazi, 2020. Mohsenzadeh et al. , 2023. El Hayany et al. Kadar klorofil 42 HST pada 12 kombinasi perlakuan tertinggi pada perlakuan K0N2E2 tidak diberikan kompos tetapi diberikan pemupukan NPK 900 kg ha-1 dan di lakukan penyemprotan elisitor 1 minggu sekali yang berbeda nyata dengan kadar klorofil pada perlakuan lainnya. Diikuti oleh kadar klorofil pada perlakuan K2N2E1 yaitu kompos 20 t ha-1. NPK 900 kg ha-1 dan penyemprotan elisitor 1 minggu sekali yang berbeda nyata dengan kadar klofil pada perlakuan lainnya. Kemudian diikuti oleh kadar klorofil pada K1N2E2 yaitu Tinggi Tanaman Tinggi Tanaman Tinggi Tanaman . 60,00 50,00 40,00 30,00 20,00 28 HST 35 HST 10,00 42 HST 0,00 49 HST Pelakuan Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Trisda Kurniawan,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 Gambar 2. Rata-rata tinggi tanaman cabai pada umur 28, 35, 42, 49 HST akibat interaksi antara kompos, pemupukan NPK, dan penyemprotan elisitor. *bar yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata (DMRT. P O 0,. Tinggi tanaman pada 49 HST tertinggi pada perlakuan K2N1E1 yang berbeda nyata dengan tinggi tanaman pada perlakuan lainnya. Demikian pula dengan tinggi tanaman pada 28, 35, 42 HST diikuti oleh tinggi tanaman pada perlakuan K0N1E2. K0N2E2. K1N1E2. K2N2E1 dan K2N1E2 yang berbeda nyata dengan tinggi tanaman pada perlakuan lainnya pada umur yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi kompos, dosis NPK dan penyemprotan elisitor mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap tinggi tanaman pada umur yang sama. Hal ini sejalan dengan penelitian Leyna, 2019. Widyastuti et al. Indratmi et al. , 2024. Rosniawaty et al. Aktivitas Antioksidan Aktivitas antioksidan dinyatakan dengan IC50 yang menunjukkan konsentrasi ekstrak buah cabai yang dapat meredam 50% radikal dari DPPH. Semakin tinggi aktivitas antioksidan yang terdapat pada suatu sampel, maka semakin kecil nilai IC50. Apabila nilai IC50 yang dihasilkan 150 termasuk dalam kategori lemah (Mardawati et al. , 2008 dalam (Reizkina, 2. Tabel 1. Nilai IC50 (AAg/mL) Aktivitas Peredaman Radikal Dari Ekstrak Buah Cabai Sampel K0N1E1 K0N1E2 K0N2E1 K0N2E2 K1N1E1 K1N1E2 K1N2E1 K1N2E2 K2N1E1 K2N1E2 K2N2E1 K2N2E2 Persamaan linier y = 0,9414x 24,57. R2 = 0,9856 y = 0,8063x 32,905. R2 = 0,9914 y = 0,6797x 39,572. R2 = 0,9873 y = 0,7119x 37,677. R2 = 0,9989 Y = 0,6985x 40,573. R2 = 0,9932 Y = 0,7486x 39,333. R2 = 0,9995 Y = 0,7219x 39,029. R2 = 0,9949 Y = 0,8536x 31,16. R2 = 0,9862 Y = 0,7656x 35,974. R2 = 0,9925 Y = 0,576x 42,795. R2 = 0,9848 Y = 0,6567x 46,341. R2 = 0,9813 Y = 0,6437x 47,407. R2 = 0,9878 IC50 (AAg/mL) 27,01 15,34 13,50 15,20 18,32 5,57 Keterangan: angka yang diikuti huruf yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan hasil berbeda nyata pada uji DNMRT (=0. K0 = tanpa kompos. K1 = kompos 10 t. K2 = kompos 20 ha-1. N1 = NPK 600 kg ha-1. N2 = NPK 900 kg ha-1. E1 = Elisitor Biosaka 1 minggu sekali E2 = Elisitor Biosaka 2 minggu sekali. Klasifikasi IC50 <50 sangat kuat, 51-100 kuat, 100-150 sedang, >150 lemah. Y adalah IC 50. X adalah absorbansi. R adalah koefisien determinasi. Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Trisda Kurniawan,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 Dari 12 perlakuan aplikasi kompos hubungan regresi yang liner. Hal ini pemupukan NPK dan frekuensi penyemprotan menunjukkan bahwa dengan aplikasi kompos, edisitor, semua menghasilkan buah cabai pemupukan NPK dan penyemprotan elisitor dengan aktivitas antioksidan sangat kuat dapat meningkatkan kadar antioksidan pada terlihat dari kemampuan menangkal 50% buah cabai yang sangat baik untuk kesehatan radikal bebas (IC. Diantara ke manusia (Tortosa et al. , 2018. Hemida et al. 12 perlakuan yang paling kuat adalah Zhang et al. , 2. antioksidan pada buah cabai yang tumbuh Korelasi Antar Parameter pada perlakuan pemberian kompos 20 t ha-1, pemupukan NPK 900 kg ha Korelasi antar parameter kesuburan tanah, penyemprotan elisitor 2 minggu sekali dengan kadar klorofil dan morpho agronomi tanaman IC 50 4,0 nilai persamaan Y = 0,6437x cabai dapat dilihat pada table 2 yang 47,407. R2 = 0,9878 yang menunjukkan menunjukkan hubungan yang sangat kuat, terdapat hubungan yang liner antara kuat, sedang dan lemah sesuai dengan warnakonsentrasi ekstrak cabai dengan aktivitas warna pada table korelasi. =0,9878 Table 2. Korelasi Antar Parameter Kesuburan Tanah. Kadar Klorofil dan Morpho Agronomi Tanaman Cabai Korelasi Penetrasi Penetrasi pH tanah 21 Tanah 21 HST Tanah panen HST Penetrasi Tanah 21 HST Penetrasi Tanah panen pH tanah 21 HST pH tanah panen Kadar Klorofil 21 HST Kadar Klorofil 28 HST Kadar Klorofil 35 HST Kadar Klorofil 42 HST Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Kadar Klorofil Kadar Klorofil Kadar Klorofil Kadar Klorofil Kadar Klorofil Kadar Klorofil Berat Buah Tanaman 21 Tanaman 28 Tanaman 35 Tanaman 42 Tanaman 49 Tanaman 54 21 HST 28 HST 35 HST 42 HST 49 HST 54 HST Pertanaman HST HST HST HST HST HST pH tanah Brangkasan Basah Brangkasan Akar Basah Kadar Klorofil 49 HST Kadar Klorofil 54 HST Tinggi Tanaman 21 HST Tinggi Tanaman 28 HST Tinggi Tanaman 35 HST Tinggi Tanaman 42 HST Tinggi Tanaman 49 HST Tinggi Tanaman 54 HST Berat Buah Pertanaman Brangkasan Basah Brangkasan Akar Basah Keterangan: Orange: Sangat Kuat. Kuning: Kuat. Hijau: Sedang. Biru: Lemah. Tahanan penetrasi tanah berhubungan negatif kuat dan sedang dengan kadar klorofil 28 HST dan 35 HST. Hal menunjukkan semakin turun tahanan penetrasi tanah kadar klorofil semakin tinggi karena dengan tahanan penetrasi yang kecil tanah menjadi lembut sehingga akar mudah menembus tanah dan berkembang untuk mengambil air dan hara sehingga kadar klorofil menjadi tinggi karena klorofil mempunyai inti mineral seperti besi dan magnesium. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Shibaeva et al. , 2020. Alhai et al. Riyanto et al. , 2022. Tahanan penetrasi tanah pada saat panen berkorelasi positif dengan pH artinya semakin tinggi pH semakin tinggi tahanan penetrasi Semakin rendah pH semakin rendah tahanan penetrasi tanah. Hal ini menunjukkan Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Trisda Kurniawan,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 bahwa semakin tinggi pH menunjukkan banyaknya kelarutan garam mineral yang dapat berflokulasi menutupi pori tanah sehingga tanah menjadi lebih keras. Semakin rendah pH menunjukkan banyaknya bahan organik yang menghasilkan asam-asam organik sehingga pH menjadi rendah dan bahan organik dapat merubah porositas tanah menjadi lebih baik dan tanah menjadi lebih gembur, lemah dan lunak. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Zadorozhnaya, 2018. Al-Sammarraie dan Krlmaz, 2023 Suzuki et , 2024. Fajardo-Rebollar et al. , 2022. Juhariah dan Aulia, 2024. Berat buah berhubungan erat dengan berat berangkasan basah tanaman cabai. Hal ini menunjukkan bahwa semakin berat biomasa tanaman semakin banyak timbunan asimilat yang dapat di translokasikan ke buah cabai. Peningkatan hasil dapat dilakukan dengan meningkatkan biomassa sebagai sumber asimilat yang ditranslokasikan pada buah Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Rosmaina et al. , 2020. Padmini et al. , 2023. Singh et al. , 2024. Tahanan penetrasi tanah berhubungan positif sedang dengan berat buah pertanaman yang berarti semakin tinggi tahanan penetrasi tanah semakin tinggi berat buah. Hal ini dikarenakan tahanan penetrasi tanah yang tinggi disebabkan garam-garam mineral dapat mengeraskan tanah namun juga dapat meningkatkan ketersediaan hara pada kondisi yang diberikan kompos. Hara yang meningkatkan asimilat yang terbentuk lebih banyak dan berat buah pertanaman meningkat. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Yulina et al. , 2019. Riyanto et al. , 2022. AlSammarraie dan Krlmaz, 2023. Kesimpulan Terdapat korelasi antara ketahanan penetrasi, pH tanah, kadar klorofil dan morpho agronomi serta aktivitas antioksidan cabai Perlakuan kompos, pemupukan NPK dan penyemprotan elisitor mempengaruhi kesuburan tanah, morpho agronomi cabai dan antioksidan buah cabai. Perlakuan kompos 20 ton ha-1, pemupukan NPK 900 kg ha-1 dan penyemprotan elisitor 2 minggu sekali dapat meningkatkan tinggi tanaman, kadar klorofil, berat buah cabai pertanaman, berat berangkasan basah dan aktifitas antioksidan buah cabai serta dapat meningkatkan kesuburan tanah. Kadar klofil 35 HST berhubungan kuat dengan tinggi tanaman 21-54 HST. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar klofil di daun cabai maka semakin tinggi tanaman cabai karena semakin banyak hasil fotosintat yang ditimbun di daun dan digunakan untuk pembentukan jaringan seperti lain-lain menyebabkan tanaman tumbuh lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Chowdhury et al. , 2018. Ulinnuha dan Syarifah, 2025. Nafees et al. , 2025. Ucapan Terima Kasih