ISSN (Prin. : 1411 Oe 8890. ISSN (Onlin. : 2541 Oe 4518 http://journal. id/index. php/emitor EMITOR: Jurnal Teknik Elektro Rancang Bangun Antena Mikrostrip MIMO 4 Elemen Untuk Komunikasi 5G Pada Frekuensi Band N40 Fannush Shofi AkbarO . Aulia Saharani Jurusan Teknik Telekomunikasi. Fakultas Teknologi Elektro dan Industri Cerdas. Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) Surabaya. Indonesia O fannush. akbar@ittelkom-sby. AbstractOe This study discusses the design of the MIMO microstrip antenna which is implemented in a 5G communication system that works on the N40 frequency band . 3 Oe 2. 4 GH. with the center frequency of 2. 35 GHz. The parameters that are unique of this antenna is focusing on the mutual coupling and correlation of MIMO antennas. The MIMO configuration was chosen because it can meet the high data transmission needs of 5G communication systems. The antenna is composed of a square patch with a microstrip insert feed-line technique. Then, the substrate uses FR-4 material, with a dielectric constant value of 4. After the design of a single element antenna that works according to the criteria is obtained, then the antenna is arranged into a configuration of 4 parallel elements, a 2 y 2 MIMO configuration with uniform polarization, and a 2 y 2 MIMO configuration with non-uniform polarization. After the design process, the antenna design is fabricated and then measured using a Vector Network Analyzer (VNA). The analysed antenna parameters are return loss, mutual coupling. Voltage Standing Wave Ratio (VSWR), bandwidth, and radiation pattern. From the element measurement results, it is found that the return loss is Oe11. 24 dB and the bandwidth is 70 MHz at the center frequency of 2. 35 GHz. As for the analysis of mutual coupling between elements, the best results were obtained from the MIMO configuration of 2 y 2 non-uniform polarization with values < Oe20 dB for all elements. The antenna measurement results obtained indicate a similarity with the simulation results. This result is suitable for MIMO applications that require very low mutual coupling and correlation between elements. AbstrakOe Penelitian ini membahas desain antena mikrostrip MIMO yang diimplementasikan pada sistem komunikasi 5G yang bekerja pada frekuensi band N40 . 3 Oe 2. 4 GH. dengan frekuensi tengah 2. 35 GHz. Parameter yang menjadi keunikan dari antena ini berfokus pada mutual coupling dan korelasi dari antena MIMO. Konfigurasi MIMO dipilih karena dapat memenuhi kebutuhan data transmisi yang tinggi pada sistem komunikasi 5G. Antena tersebut tersusun atas patch yang berbentuk persegi dengan teknik pencatuan mikrostrip insert feed-line. Kemudian pada bagian substrate menggunakan material FR-4, dengan nilai konstanta dielektrik sebesar 4. Setelah desain antena elemen tunggal yang bekerja sesuai kriteria didapatkan, kemudian antena tersebut disusun ke dalam susunan MIMO 2 y 2 dengan polarisasi antar elemen yang tak seragam. Setelah proses perancangan, desain antena dicetak kemudian dilakukan pengukuran dengan menggunakan perangkat Vector Network Analyzer (VNA). Parameter antena yang dianalisa yaitu return loss, mutual coupling. Voltage Standing Wave Ratio (VSWR), koefisien korelasi, bandwidth, dan pola radiasi. Dari hasil pengukuran elemen didapatkan return loss sebesar Oe11. 24 dB dan bandwidth sebesar 80 MHz pada frekuensi tengah 2. 35 GHz. Untuk analisa mutual coupling antar elemen, hasil terbaik yang didapatkan pada susunan MIMO 2 y 2 polarisasi tak seragam dengan nilai < Oe20 dB untuk semua elemen. Hasil pengukuran antena yang didapatkan tersebut menunjukkan adanya kesesuaian dengan hasil Hasil ini sangat cocok sekali untuk aplikasi MIMO yang membutuhkan nilai mutual coupling dan korelasi antar elemen yang sangat rendah. Kata KunciOe Antena. Mikrostrip. MIMO. Band N40 kecepatan data transmisi yang tinggi tersebut tentunya membutuhkan lebih banyak kanal yang disediakan agar ROSES transmisi data dengan kecepatan tinggi tercapai tujuan data rate yang tinggi . Ae. Salah samenjadi salah satu layanan terpenting pada sistem tu teknologi yang digunakan pada sistem komunikasi komunikasi seluler 5G. Untuk memenuhi kebutuhan 5G adalah menggunakan microcell yang ditempatkan Naskah diterima 8 Agustus 2022, diterima setelah revisi 11 Agustus pada area-area blank-spot yang tidak tercover oleh si2022, terbit online 2 September 2022. Emitor merupakan jurnal Teknik nyal dari Base Transceiver Station (BTS) utama . Ae. Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta yang terakreditasi Sinta 4 dengan alamat Gedung H Lantai 2 UMS. Jalan Ahmad Yani Tromol Pos 1 Ada beberapa metode yang dapat dilakukan dalam hal Surakarta Indonesia 57165. ini, seperti meningkatkan gain pada antena maupun P ENDAHULUAN doi: 10. 23917/emitor. menggunakan teknologi antena MIMO (Multiple Input Multiple Outpu. yang telah diadopsi sebagai kunci komponen standar yang berfungsi untuk memastikan efisiensi dalam transmisi data dengan menggunakan jumlah kanal yang banyak [ . Ae. Pada penelitian ini akan dilakukan perancangan, realisasi, dan pengukuran antena dengan konfigurasi MIMO pada aplikasi 5G frekuensi band N40. Antena yang telah dirancang tersebut nantinya akan digunakan sebagai antena microcell 5G. Jenis antena yang digunakan adalah mikrostrip patch persegi dengan pencatuan inset-feeding. Antena jenis mikrostrip digunakan karena memiliki ukuran dimensi yang kecil dan ringan serta mudah dalam pembuatan . Ae. Dimana nantinya antena mikrostrip persegi tersebut akan disusun secara MIMO 2 y 2 dengan memperhatikan parameter Mutual Coupling dan korelasi dari tiap-tiap antena. Efek mutual coupling dapat menyebabkan perubahan pada parameter antena baik VSWR, pola radiasi yang diinginkan, dan bandwidth antena tersebut . Ae. spesifikasi target, maka akan dilakukan optimasi dimensi antena pada proses simulasi, jika sudah sesuai maka lanjut menyusun elemen tunggal tersebut menjadi susunan MIMO 2 y 2 dengan polarisasi tak seragam. Antena MIMO 2 y 2 ini disimulasikan kembali dan dilakukan optimasi penggunaan jarak antar elemen agar mutual coupling dan korelasinya rendah. Setelah kinerja antena susunan MIMO 2 y 2 sudah sesuai, maka desain tersebut akan dicetak dan selanjutnya dilakukan pengukuran parameter-parameter kinerjanya. Langkah terakhir adalah melakukan analisis perbandingan hasil pengukuran dengan hasil simulasi. Spesifikasi Antena Elemen Pada penelitian ini, spesifikasi antena mikrostrip yang akan dirancang dapat dilihat pada Tabel 1, sedangkan material substrate yang akan digunakan adalah FR4 dengan nilai konstanta dielektrik Ar = 4. 3 dengan ketebalan h = 1. 6 mm. Tabel 1: Spesifikasi Antena Spesifikasi Nilai Frekuensi Tengah VSWR Return Loss Mutual Coupling Korelasi 35 GHz < Oe 10 dB < Oe 20 dB <0. Perhitungan Dimensi Antena Elemen Desain antena mikrostrip patch persegi dengan pencatuan inset-feeding dapat dilihat pada Gambar 2. Pada gambar tersebut terdapat juga dimensi antena yang dapat dihitung berdasarkan persamaan pada . Untuk menghitung lebar patch (Wp ) dapat dihitung dengan Persamaan . Gambar 1: Alur Penelitian II. M ETODE P ENELITIAN Alur penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1. Dari gambar alur dapat dilihat bahwa penelitian dimulai dengan menentukan spesifikasi antena (Tabel . , kemudian melakukan perhitungan dimensi antena microstrip patch persegi elemen tunggal, hasil perhitungan lalu disimulasikan pada software perancangan antena. Apabila hasil simulasi elemen tunggal masih belum sesuai Wp = Ar 1 dimana c adalah kecepatan cahaya . y 108 m/. , f adalah frekuensi kerja, dan Ar adalah konstanta dielektrik bahan substrate. Kemudian untuk mendapatkan panjang patch (L p ), terlebih dahulu mencari nilai konstanta dielektrik efektif (Areff ) seperti pada Persamaan . Ar 1 Ar Oe 1 Areff = . 1 12 . /Wp ) Emitor: Vol. 22 No. 02 September 2022 8h Ws Z0 = Oo Areff Ws 4h Sedangkan untuk kondisi Whs > 1 akan digunakan Persamaan . untuk mencari Areff dan Z0 . Ar 1 Ar Oe 1 Areff = . /Ws ) Gambar 2: Desain Antena Mikrostrip Patch Persegi Dengan Pencatuan Inset-Feeding dimana h adalah tebal substrate. Setelah itu menghitung OIL dan Leff menggunakan Persamaan . berikut, (Areff 0. OIL = 0. 412h (Areff Oe 0. Leff = Oo . 2 f Ar Sehingga, panjang patch (L p ) dapat diperoleh dalam Persamaan . L p = Leff Oe 2OIL Selanjutnya untuk mendapatkan lebar saluran pencatu (Ws ), tergantung dari impedansi karakteristik (Z0 ) yang diinginkan dengan Persamaan . Sr Oe 1 Ws = B Oe 1 Oe ln . B Oe . 60A 2 dengan B = Oo Z0 Ar dan = ln (B Oe . 39 Oe Ar Oo 120A Areff Z0 = Ws h 1. 393 3 ln h 1. Perancangan Antena Elemen Tunggal Dimensi antena mikrostrip patch persegi dengan pencatuan inset-feeding yang dihitung menggunakan Persamaan . dapat dilihat pada Tabel 2. Desain ini kemudian disimulasikan menggunakan CST Microwaves Studio untuk melihat kinerja returnloss. VSWR dan pola radiasinya. Tabel 2: Dimensi Antena Elemen Parameter Nilai Parameter Nilai 2 mm 2 mm 1 mm 5 mm 2 mm Gambar 3 menunjukkan hasil simulasi return-loss dimana terlihat bahwa desain ini bekerja dengan baik pada frekuensi kerja 2. 35 GHz dengan nilai -25. 8 dB. Selain itu, bandwidth yang didapatkan adalah sebesar 70 MHz, dari frekuensi 2. 32 Ae 2. 39 GHz. VSWR yang didapatkan adalah sebesar 1. 1, lihat Gambar 4. Hasil simulasi pola radiasi Co- dan Cross-polar dapat dilihat pada Gambar 5. Gain maksimal yang didapatkan adalah sebesar 5. 61 dBi, selain itu dari hasil ini juga dapat disimpulkan bahwa antena yang telah didesain Untuk kondisi h < 1 akan digunakan persamaan memiliki polarisasi linier karena terdapat perbedaan nilai gain yang signifikan antara pola radiasi Co- dan berikut untuk mencari Areff dan Z0 . Cross-polar pada sudut 0o . Gain sebesar 5. 61 dBi pada pola radiasi Co-polar, sedangkan Gain sebesar -60 dBi Ar 1 Ar Oe 1 pada pola radiasi Cross -polar. Areff = Dari hasil perancangan ini dapat disimpulkan bah1 12. /Ws ) . wa perancangan antena elemen tunggal menggunak 2 !# an mikrostrip patch persegi dengan pencatuan inset 0. 04 1 Oe feeding sudah berhasil karena hasil simulasinya sudah doi: 10. 23917/emitor. sesuai dengan spesifikasi target dan bekerja dengan ba- iv. Perancangan Susunan Antena MIMO 2 y 2 ik pada frekuensi 2. 35 GHz. Sehingga, antena elemen Dalam perancangan MIMO, akan digunakan 4 antena tunggal ini selanjutnya akan disusun dalam susunan elemen disusun dalam konfigurasi MIMO 2 y 2 dimana MIMO 2 y 2. antar elemen memiliki polarisasi tak seragam. Parameter analisisnya adalah mutual coupling dan korelasi dengan mempertimbangkan jarak antar. Gambar desain MIMO 2 y 2 dapat dilihat seperti pada Gambar 5. Gambar 3: Hasil Simulasi Return Loss Antena Elemen Tunggal Gambar 6: Desain Antena Dengan Konfigurasi Susunan MIMO 2 y 2 dengan polarisasi tak seragam Desain pada Gambar 5 akan disimulasikan juga menggunakan CST Microwaves Studio. Hasil simulasi return loss masing-masing elemen, mutual coupling dan korelasi antar elemen antena dapat dilihat pada Gambar . Dari hasil return loss elemen antena MIMO 2 y 2 dapat dilihat bahwa semua elemen tetap mengalami kinerja yang baik pada frekuensi 2. 35 GHz. Gambar 4: Hasil Simulasi VSWR Antena Elemen Tunggal yaitu -20. 39 dB. Hasil simulasi mutual coupling (Gambar . antar elemen juga menunjukkan kinerja yang sangat baik, dimana nilainya juga sudah sesuai target yaitu < Oe20 dB. Spesifikasi target untuk nilai korelasi antar elemen juga sudah tercapai seperti yang ditunjukkan pada Gambar 9, yaitu < 0. Nilai mutual coupling dan korelasi yang sangat kecil dibutuhkan karena masing-masing antena elemen MIMO mewakili kanal yang berbeda dimana kanal tersebut harus mempunyai korelasi yang sangat Semakin rendah nilai korelasi, maka kinerja . sistem MIMO akan semakin baik. Gambar 5: Hasil Simulasi Polaradiasi Antena Elemen Proses selanjutnya adalah mencetak antena eleTunggal . Co-Polar, . Cross-Polar men tunggal dan antena susunan MIMO 2 y 2 kemudian dilakukan pengukuran untuk proses validasi hasil Emitor: Vol. 22 No. 02 September 2022 Gambar 7: Hasil Simulasi Return Loss Masing-Masing An- Gambar 9: Hasil Simulasi Korelasi Antar Antena Elemen tena Elemen MIMO 2 y 2 MIMO 2 y 2 perancangan yang sudah berhasil dilakukan. sedangkan tampak belakang pada Gambar 10b menunjukkan ground-plane. Antena mikrostrip patch persegi tersebut menggunakan konektor SMA-to-PCB yang terhubung dengan feed-line mikrostrip sebagai input port. Hasil pengukuran return-loss (S. antena elemen tunggal ditunjukkan pada Gambar 11. Dapat dilihat bahwa nilai S11 yang didapatkan pada frekuensi 2. GHz adalah sebesar -11. 24 dB, sedangkan nilai S11 terendah didapatkan pada frekuensi 2. 38 GHz, yaitu 54 dB. Dari hasil pengukuran, bandwidth yang didapatkan adalah sebesar 80 MHz, dimulai dari 2. 4 GHz. Gambar 8: Hasil Simulasi Mutual Coupling Antar Antena Elemen MIMO 2 y 2 i. H ASIL P ENELITIAN DAN D ISKUSI Pada bagian ini akan dibahas hasil pengukuran dari . antena yang telah dicetak. Pengukuran yang dilakukan yaitu pada parameter return loss dan mutual coupling Gambar 10: Antena Elemen Tunggal Yang Telah Dicetak . Tampak Depan . Tampak Belakang antar elemen. Pengukuran dilakukan menggunakan perangkat VNA. Kemudian dilakukan analisis perbanPerbandingan hasil pengukuran dengan hasil sidingan hasil pengukuran dan simulasi pada proses permulasi ditampilkan pada Tabel 3. Dapat dilihat bahwa nilai S11 dari hasil pengukuran lebih tinggi 14. 56 dB dibandingkan dengan hasil simulasi. Hasil pengukuran Hasil Antena Elemen Tunggal S11 tersebut masih dapat dikatakan baik karena maAntena elemen tunggal yang telah dicetak dapat dilihat sih di bawah batas maksimal yaitu -10 db. Selain itu, pada Gambar 10. Tampak depan antena pada Gambar bandwidth yang didapatkan dari hasil pengukuran le10. menunjukkan patch persegi dengan inset-feeding, bih lebar 10 MHz dibandingkan dengan hasil simulasi. doi: 10. 23917/emitor. to-PCB terletak di sisi yang berbeda satu dengan yang Tampilan ground-plane dapat dilihat dari Gambar 12. , tampak belakang antena MIMO 2 y 2 yang telah Hasil pengukuran return-loss untuk semua elemen antena pada susunan MIMO 2 y 2 dapat dilihat pada Gambar 13. Hanya salah satu hasil pengukuran returnloss yang ditampilkan karena nilainya sama untuk semua elemen. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa nilai yang didapatkan adalah sebesar -9. 66 dB pada frekuensi 2. 35 GHz, sedangkan nilai terendah didapatkan pada frekuensi 2. 38 GHz, yaitu -17. 87 dB. Gambar 11: Hasil Pengukuran Return Loss Antena Elemen Tunggal Dari analisa ini dapat disimpulkan bahwa antena yang dicetak bekerja baik pada frekuensi 2. 35 GHz berdasarkan parameter return-loss (S. Tabel 3: Perbandingan Hasil Simulasi dan Pengukuran Antena Elemen Tunggal Parameter S11 . 35 Gh. Bandwidth Hasil Simulasi Pengukuran 8 dB 70 MHz 24 dB 80 MHz Gambar 13: Hasil Pengukuran Return Loss Antena Elemen MIMO 2 y 2 Pengukuran mutual coupling dilakukan dengan menggunakan elemen ke-1 sebagai referensi, sehingga pengukuran mutual coupling dilakukan untuk melihat efek pada elemen ke-2, ke-3, dan ke-4 terhadap elemen ke-1 (S21 . S31 , dan S41 ). Hasil pengukurannya ditampilkan pada Gambar 14. Dari hasil pengukuran pada 35 GHz, terlihat bahwa mutual coupling pada semua elemen bernilai < Oe20 dB. S21 sebesar 45. 17 dB. S31 sebesar -29. 73dB, dan S41 sebesar -42. Nilai ini artinya bahwa efek mutual coupling yang diterima pada masing-masing elemen nilainya sangat . kecil sekali, dan sudah sesuai spesifikasi yang diinginkGambar 12: Antena Susunan MIMO 2 y 2 Yang Telah Di- an. Tampak Depan . Tampak Belakang Hasil pengukuran antena susunan MIMO 2 y 2 yang telah didapatkan kemudian dibandingkan dengan hasil simulasi dan ditampilkan pada Tabel 4. Dari tabel Hasil Susunan Antena MIMO 2 y 2 tersebut dapat dilihat bahwa nilai S11 hasil pengukurSelain antena elemen tunggal yang dicetak, antena yang an lebih tinggi 10. 73 dB dibandingkan dengan hasil telah disusun secara MIMO 2 y 2 juga dicetak dan di- simulasi. Nilai S11 yang tinggi ini masih bisa ditetunjukkan pada Gambar 12. Pada tampilan tampak rima karena nilainya tidak jauh dari spesifikasi yang depan Gambar 12. terlihat bahwa terdapat empat ele- diinginkan. Hasil pengukuran untuk S21. S31, dan S41 men antena yang disusun dengan orientasi polarisasi nilainya lebih rendah sebesar 13. 22 dB, 0. 84 dB, dan yang berbeda, sehingga terdapat empat input port SMA- 11. 01 dB dibandingkan dengan hasil simulasi secara Emitor: Vol. 22 No. 02 September 2022 . Gambar 14: Hasil Simulasi Mutual Coupling Antar Antena Elemen MIMO 2 y 2 . S21 . S31 . S41 berurutan sehingga korelasi antar elemen antena pada susunan MIMO 2 y 2 sangat kecil sekali berdasarkan dari hasil pengukuran. Tabel 4: Perbandingan Hasil Simulasi dan Pengukuran Antena Susunan MIMO 2 y 2 Parameter S11 S21 S31 S41 IV. Hasil Simulasi Pengukuran 39 dB 95 dB 89 dB 73 dB 66 dB 17 dB 73 dB 74 dB K ESIMPULAN DAFTAR P USTAKA Baryun dan K. Ben Hamed. AuEvaluating data speed for 5g mobile technologies using queuing models,Ay in 2021 Ie Asia-Pacific Conference on Geoscience. Electronics and Remote Sensing Technology (AGERS), 2021, pp. 155Ae . Kurtz. Bektas. Dorsch, dan C. Wietfeld. AuNetwork slicing for critical communications in shared 5g infrastructures - an empirical evaluation,Ay in 2018 4th Ie Conference on Network Softwarization and Workshops (NetSof. , 2018, 393Ae399. Jung. Kim, dan J. -H. Kim. AuIntelligent active queue management for stabilized qos guarantees in 5g mobile networks,Ay Ie Systems Journal, vol. 15, no. 3, pp. 4293Ae4302, . Prados-Garzon. Ramos-Munoz. Ameigeiras. Andres-Maldonado, dan J. Lopez-Soler. AuModeling and dimensioning of a virtualized mme for 5g mobile networks,Ay Ie Transactions on Vehicular Technology, vol. 5, pp. 4383Ae4395, 2017. Antena susunan MIMO 2 y 2 untuk aplikasi sistem komunikasi 5G telah dirancang, dicetak, dan diukur. An- . Ajose dan A. Ibhaze. AuImprovement of gsm coverage using microcell,Ay vol. 4, pp. 233 Ae 244, 01 2012. tena tersebut bekerja pada frekuensi band N40 . Lippuner. Weber. Salomon. Korb, dan Q. Huang. GH. dengan frekuensi tengah 2. 35 GHz. Elemen anteAuEc-gsm-iot network synchronization with support for large na yang digunakan adalah antena patch yang berbentuk frequency offsets,Ay in 2018 Ie Wireless Communications and Networking Conference (WCNC), 2018, pp. 1Ae6. persegi dengan teknik pencatuan mikrostrip insert feedline. Terdapat empat antena elemen yang digunakan . Hoomod. Al-Mejibli, dan A. IssaJabboory. AuOptimizing som for cell towers distribution,Ay in 2017 Annual pada konfigurasi MIMO 2 y 2 tersebut dengan susunan Conference on New Trends in Information Communications orientasi polarisasi yang berbeda. Antena ini dirancang Technology Applications (NTICT), 2017, pp. 138Ae143. menggunakan FR4 sebagai bahan substrate. Dari hasil . Bhandari. Adil. Shrestha. Ntwalingwa. Hegde, perancangan simulasi dan pengukuran didapatkan bahdan S. Kumar. AuPerformance and improvement of gsm and 4g wa antena elemen tunggal bekerja dengan baik pada networking in development countries,Ay in 2019 Third Internafrekuensi 2. 35 GHz dengan nilai return loss sebesar tional Conference on Inventive Systems and Control (ICISC), 2019, pp. 273Ae278. 24 dB. VSWR 1. 1, dan bandwidth sebesar 80 MHz. Untuk antena susunan MIMO 2 y 2, nilai mutual co- . El Misilmani dan A. El-Hajj. AuMassive mimo design for 5g networks: An overview on alternative antenna configuraupling yang didapatkan nilainya < Oe20 dB. Nilai ini tions and channel model challenges,Ay in 2017 International artinya efek dan korelasi antar elemen antena sangat Conference on High Performance Computing Simulation kecil sekali. Nilai korelasi yang kecil ini sangat co(HPCS), 2017, pp. 288Ae294. cok sekali untuk aplikasi sistem komunikasi 5G yang . Larsson. AuMassive mimo for 5g: Overview and the menggunakan teknologi MIMO. road ahead,Ay in 2017 51st Annual Conference on Information Sciences and Systems (CISS), 2017, pp. 1Ae1. doi: 10. 23917/emitor. Ardianto. , dan B. Syihabuddin. AuAnalisis simulasi antena mimo 4 4 susunan persegi dan sirkular pada frekuensi 15 ghz,Ay Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI), 2018. TuOtuOncuO. AuMicrostrip antenna for 5g communication: Design and performance analysis,Ay in 2020 International Congress on Human-Computer Interaction. Optimization and Robotic Applications (HORA), 2020, pp. 1Ae4. antenna for 5g mobile communication,Ay in 2018 International Conference on Engineering and Emerging Technologies (ICEET), 2018, pp. 1Ae6. Lamri. Mansoul. Nakmouche, dan M. Belattar. AuDesign of novel uwb 4-element mimo microstrip patch antenna for sub-6 ghz 5g applications,Ay in 2021 International Conference on Radar. Antenna. Microwave. Electronics, and Telecommunications (ICRAMET), 2021, pp. 7Ae11. Alvarez Outerelo. Alejos. Garcia Sanchez, dan Vera Isasa. AuMicrostrip antenna for 5g broadband commu- . Naga Jyothi Sree dan S. Nelaturi. AuDesign and experimental verification of fractal based mimo antenna nications: Overview of design issues,Ay in 2015 Ie Internafor lower sub 6-ghz 5g applications,Ay AEU - International tional Symposium on Antennas and Propagation USNC/URSI Journal of Electronics and Communications, vol. 137, p. National Radio Science Meeting, 2015, pp. 2443Ae2444. 153797, 2021. Kaeib. Shebani, dan A. Zarek. AuDesign and analysis of a slotted microstrip antenna for 5g communication . Vasu Babu. Das. Sree. Patel. Pardha Saradhi, dan M. Tagore. AuDesign and development of networks at 28 ghz,Ay in 2019 19th International Conferenminiaturized mimo antenna using parasitic elements and ce on Sciences and Techniques of Automatic Control and machine learning . technique for lower sub 6 ghz 5g Computer Engineering (STA), 2019, pp. 648Ae653. applications,Ay AEU - International Journal of Electronics . Przesmycki. Bugaj, dan L. Nowosielski. AuBroadband and Communications, vol. 153, p. 154281, 2022. microstrip antenna for 5g wireless systems operating at 28 ghz,Ay Electronics, vol. 10, no. 1, 2021. Imran. Farooqi. Khattak. Ullah. Khan. Khattak, dan H. Dar. AuMillimeter wave microstrip patch . Antar. AuMicrostrip antenna design handbook . ook revie. ,Ay Ie Antennas and Propagation Magazine, vol. 2, pp. 86Ae86, 2003.