Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi dengan Pemberian Konsentrasi dan Asal Bahan Asap Cair Response of Growth and Production of Rice Plants by Providing Concentration and Origin of Liquid Smoke Materials Nely Murniati*. Sumini. dan Yoki Orlando1 Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas Diterima 17 Desember 2019 Disetujui 24 Maret 2020 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman padi dengan pemberian konsentrasi dan asal bahan asap cair. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Karang Ketuan kota Lubuklinggau dari bulan Desember 2017 sampai dengan April 2018. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga kali Faktor I yaitu perlakuan konsentrasi asap cair (A) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu A1 : Konsentrasi asap cair 1%. A2 : Konsentrasi asap cair 2%. A3 : Konsentrasi asap cair 3%. Faktor II yaitu perlakuan bahan baku Asap cair (B) yang terdiri dari 3 bahan yaitu B1 : Kayu karet. B2 : Kayu jati. B3 : Kayu Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asap cair (A) berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, produksi perpetak namun tidak nyata pada perlakuan berat 1000 bulir dan berat berangkasan basah, serta hasil terbaik terdapat pada perlakuan A2. Perlakuan bahan baku asap cair (B) berpengaruh nyata terhadap berat berangkasan basah dan tidak nyata terhadap peubah lainnya serta perlakuan B2 mendapatkan hasil Interaksi perlakuan konsentrasi dan bahan baku (AB) asap cair berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang di amati dan perlakuan A2B2 memberikan respon terbaik pada semua peubah. Kata kunci: Asap cair, padi, konsentrasi ABSTRACT This study aims to determine the response of growth and production of rice plants by giving concentration and origin of liquid smoke material. The study was conducted in the Karang Ketuan Kelurahan of Lubuklinggau from December 2017 to April 2018. The research method used was an experimental method with randomized block design (RBD) arranged factorially with two treatment factors and three replications. Factor I is the treatment of liquid smoke concentration (A) which consists of 3 levels, namely A1: concentration of liquid smoke 1%. A2: concentration of liquid smoke 2%. A3: concentration of liquid smoke 3%. Factor *) Korespondensi : murniatibimasri@gmail. Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 II is the treatment of liquid raw material B (B) consisting of 3 materials, namely B1: Rubber wood. B2: Teak wood. B3: Pelangas wood. The results showed that the concentration of liquid smoke (A) had a very significant effect on plant height, number of productive tillers, plot production but was not significant in the treatment of 1000 grains and wet trunk weight, and the best results were in the A2 The treatment of liquid smoke raw material (B) has a significant effect on the weight of wet and not significant bearing on other variables and treatment B2 gets the best results. The interaction of concentration and raw material (AB) treatment of liquid smoke did not significantly affect all variables observed and A2B2 treatment gave the best response to all variables. Keywords: Liquid smoke, rice, concentration permasalahan produktivitas tersebut PENDAHULUAN Tanaman padi (Oryza sativa adalah dengan melalui inovasi teknik ) merupakan tanaman pangan yang budidaya tanaman, antara lain dengan mempunyai kandungan karbohidrat pemberian larutan asap cair (Liquid smok. yang di semprotkan secara berkala pada tanaman. Asap cair Indonesia. Hampir separuh penduduk merupakan asap yang di cairkan dari Asia hasil pembakaran kurang sempurna yang di kondensasikan. Hal yang terkandung di dalam asap cair menyebabkan kebutuhan beras akan berupa asam asetat dan methanol terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. pertumbuhan dan produksi tanaman Namun sampai saat ini laju peningkatan produktivitas (Yatagai, 2. padi sangat lambat sehingga belum Menurut Senyawa Muhakka mampu mengiringi dan mengimbangi . menjelaskan bahwa asap cair peningkatan kebutuhan pangan dunia dari bahan kayu karet mempunyai (Puslitbagtan, 2. kandungan asam lebih tinggi dari Upaya untuk meningkatkan pada asap cair dari bahan lainnya, produktivitas padi terus dilakukan tetapi mempunyai kandungan fenol yang lebih rendah, komponen utama Salah satu upaya penting yang dapat dilakukan guna mengatasi benzendikarboksilat dan dietil 5 ester. Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 Asap cair dari kayu jati, lamtoro, menghasilkan asam . ebagai asam Metode aseta. 4,27 - 11,30%. Komponen digunakan yaitu metode eksperimen kandungan asap cair dari bahan kayu dengan Rancangan Acak Kelompok jati adalah selulosa 47,5%. (RAK) yang disusun secara faktorial 29,9%. pentosan 14,4%, abu 1,4% dengan dua faktor perlakuan dan tiga dan silika 0,4% (Untung et al. , 2. Pemberian asap cair pada Perlakuan dicobakan adalah sebagai berikut: Perlakuan konsentrasi Asap Cair (A) proses pertumbuhan dan produksi yang terdiri dari 3 taraf , yaitu : A1 : Konsentrasi asap cair 1 % mempunyai kandungan asam asetat A2 : Konsentrasi asap cair 2 % dan metanol. Dimana asam asetat dan A3 : Konsentrasi asap cair 3 % metanol mempunyai fungsi sebagai Perlakuan bahan baku Asap cair (B) yang terdiri dari 3 bahan yaitu : Hasil B1 : Kayu karet Nurhayati . B2 : Kayu jati menjelaskan bahwa asap cair dengan B3 : Kayu pelangas konsentrasi 2% dapat meningkatkan Lahan dibuat petakan-petakan pertumbuhan tanaman padi dan dapat dengan ukuran 2 x 2 meter, dan meningkatkan produksi gabah kering dibuat sebanyak 3 kelompok dengan panen sebesar 33%. Penelitian ini jarak antar kelompok 100 cm. Benih bertujuan untuk Pengaruh konsentrasi padi yang digunakan adalah benih dan asal bahan asap cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman direndam dengan air selama 24 jam padi (Oryza sativa L. lalu ditiriskan, selanjutnya di simpan Benih dalam nampan plastik selama 24 jam METODOLOGI PENELITIAN Penelitian perkecambahan benih. Benih yang Kelurahan Karang Ketuan Kabupaten telah berkecambah kemudian disemai Musi Rawas yang berlangsung dari didalam nampan plastik yang telah bulan Desember 2017 sampai April Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 diisi tanah dan diberi air sampai macak-macak. Persemaian dilakukan selama 10 hari kemudian benih siap diamati adalah tinggi tanaman, jumlah ditanam pada lahan sawah. anakan produktif, produksi per petak. Penanaman padi berumur 10 hari setelah semai. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penyulaman dilakukan pada tanaman konsentrasi asap cair (A) berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, sedangkan perlakuan bahan baku asap Urea cair (B) dan interaksi perlakuan (AB) sebanyak tiga kali yaitu pada tanaman berpengaruh tidak nyata terhadap beumur 14 hst, 21 hst, 42 hst tinggi tanaman. Berdasarkan uji BNJ sebanyak 200 Kg/ha. menunjukan bahwa perlakuan A1 Penanaman dilakukan sebanyak 2 berat 1000 bulir dan berat basah Pemberian Sedangkan pupuk SP36 dan KCL diberikan satu kali pada tanaman berumur 14 hst perlakuan A2 dan A3, dan perlakuan yaitu SP36 sebanyak 150 Kg/ha dan A2 berbeda tidak nyata dengan KCL sebanyak 100 Kg/ha. perlakuan A3 (Tabel . Aplikasi asap cair dilakukan Secara tabulasi pada perlakuan konsentrasi asap cair (A) tinggi Penyemprotan dilakukan pada sore perlakuan A2 yaitu 125,20 cm dan hari yaitu pukul 17. 30 WIB sampai yang terendah pada A1 yaitu 118,06 dengan selesai, dengan konsentrasi sedangkan pada perlakuan asal dan asal bahan asap cair disesuaikan bahan asap cair (B) menunjukan Pemanenan bahwa perlakuan B3 memberikan dilakukan jika daun bendera dan bulir hasil tertinggi yaitu 124,53 cm dan padi telah berwarna kuning. Panen hasil terendah pada perlakuan B2 dilakukan pada pagi hari dengan yaitu 121,35 cm. Sedangkan interaksi menggunakan sabit. Peubah yang perlakuan menunjukan bahwa tinggi Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 126,87 kombinasi perlakuan A2B1 yaitu terendah pada kombinasi perlakuan A1B2 yaitu 116,00 cm. Tabel 1. Hasil Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dan tabulasi data terhadap peubah tinggi tanaman . Bahan Baku (B) Konsentrasi(A) Rerata A 116,00 123,47 118,06Aa 114,73 124,33 124,40 125,20 bB 126,87 123,73 125,73 124,26 bB 123,33 121,64 121,35 124,53 Rerata B Uji BNJ A 0,05=4,27 Uji BNJ A 0,01=5,59 Keterangan : Angka Ae angka yang di ikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berarti berbeda tidak nyata pada taraf uji 5% dan 1% Hasil yaitu 13,15 batang dan jumlah anakan produktif terendah terdapat pada konsentrasi asap cair (A) berpengaruh perlakuan A3 yaitu 11,63 batang. sangat nyata terhadap jumlah anakan Sedangkan pada perlakuan asal bahan produktif, sedangkan perlakuan bahan asap cair (B) memberikan jumlah baku asap cair (B) dan interaksi anakan produktif terbanyak yaitu perlakuan (AB) berpengaruh tidak 13,31 batang pada perlakuan B2 dan nyata terhadap peubah jumlah anakan memberikan hasil terendah terdapat Hasil uji BNJ menunjukan bahwa perlakuan A1 berbeda tidak nyata dengan perlakuan A2 dan perlakuan A2B2 memberikan anakan terbanyak yaitu 14,60 batang dan perlakuan A3 (Tabel . Secara konsentrasi asap cair (A) menunjukan terbanyak terdapat pada perlakuan A2 12,13 Sedangkan untuk interaksi perlakuan A3B1 yaitu 11,47 batang. Hasil konsentrasi asap cair (A) berpengaruh Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 baku asap cair (B) dan interaksi perpetak, sedangkan perlakuan bahan perlakuan (AB) berpengaruh tidak nyata terhadap produksi per petak. Berdasarkan perlakuan A2 dan berbeda tidak nyata BNJ menunjukan bahwa perlakuan A1 Tabel 2. dengan perlakuan A3 (Tabel . Hasil uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dan tabulasi terhadap peubah jumlah anakan produktif . Bahan Baku (B) Konsentrasi (A) Rerata A 13,11bB 12,47 13,67 13,20 13,15bB 12,47 14,60 12,40 11,63aA 11,47 11,67 11,75 Rerata B 12,13 13,31 12,45 Uji BNJ A 0,05=1,19 Uji BNJ A 0,01=1,55 Keterangan : Angka Ae angka yang di ikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berarti berbeda tidak nyata pada taraf uji 5% dan 1% Tabel 3. Hasil uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dan tabulasi data terhadap peubah produksi per petak (K. Bahan Baku (B) Konsentrasi (A) Rerata A 1,29aA 1,36 1,35 1,18 2,47bB 2,46 2,89 2,06 1,79abAB 2,08 1,85 1,46 Rerata B 1,96 2,03 1,56 Uji BNJ A 0,05=0,74 Uji BNJ A 0,01=0,97 Keterangan : Angka Ae angka yang di ikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berarti berbeda tidak nyata pada taraf uji 5% dan 1% Perlakuan aspa cair perlakuan B2 memberikan cair (A) secara tabulasi menunjukan produksi perpetak terbanyak yaitu bahwa produksi perpetak terbanyak 2,03 Kg dan terendah pada perlakuan terdapat pada perlakuan A2 yaitu 2,47 B3 yaitu 1,56 Kg. Kg. terbanyak pada kombinasi perlakuan Sedangkan pada perlakuan asal bahan A2B2 yaitu 2,89 Kg dan yang 1,29 Untuk interaksi Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 terendah pada kombinasi perlakuan Hasil A1B3 yaitu 1,18 Kg. konsentrasi asap cair (A), perlakuan Perlakuan bahan baku asap cair B2 bahan baku asap cair (B) dan interaksi berat 1000 bulir perlakuan (AB) berpengaruh tidak 31,11 nyata terhadap berat 1000 bulir. terendah pada perlakuan B3 yaitu Berdasarkan 30,44 gram. Sedangkan interaksi menunjukan bahwa hasil perlakuan perlakuan A2B2 menghasilkan berat A2 menghasilkan 1000 bulir tertingi yaitu 32,67 gram, berat 1000 bulir 31,22 dan perlakuan A3B3 menghasilkan perlakuan A3 menghasilkan berat berat 1000 bulir terendah yaitu 29,67 1000 bulir terendah yaitu 30,22 gram. gram (Gambar . Berat 1000 bulir . A1=1% A2=2% A3=3% Berat 1000 bulir . Perlakuan Konsentrasi Asap Cair . B1=Kayu Jati B2=Kayu Karet B3=Kayu Pelangas Perlakuan Asal Bahan Asa Cair Gambar 1. Grafik konsentrasi asap cair . dan asal bahan asap cair . pada peubah berat 1000 bulir Hasil konsentrasi asap cair (A) dan interaksi perlakuan (AB) berpengaruh tidak Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 nyata terhadap berat berangkasan baku asap cair (B) berpengaruh nyata basah, sedangkan perlakuan bahan terhadap berat berangkasan basah (Tabel . perlakuan A1 yaitu 290,86 gram dan Berdasarkan BNJ berat berangkasan basah terendah menunjukan bahwa perlakuan B1 terdapat pada perlakuan A3 yaitu berbeda nyata dengan perlakuan B3 265,46 gram. dan berbeda tidak nyata dengan perlakuan B2. berangkasan basah tertinggi terdapat Berat berangkasan Sedangkan untuk pada kombiasi perlakuan A1B1 yaitu perlakuan B1 yaitu 312,24 gram dan 347,33 gram dan yang terendah terendah terdapat pada perlakuan B3 terdapat pada kombinasi perlakuan yaitu 246,66 gram. A1B3 yaitu 230,73 gram. Secara tabulasi menunjukan bahwa berat berangkasan Tabel 5. Hasil Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dan tabulasi terhadap peubah berat berangkasan basah . Bahan Baku (B) Konsentrasi (A) Rerata A 290,86 347,33 294,53 230,73 274,53 317,40 246,40 259,80 265,46 272,00 274,93 249,47 Rerata B 312,24b 271,95ab 246,66a Uji BNJ A 0,05=60,22 Keterangan : Angka Ae angka yang di ikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berarti berbeda tidak nyata pada taraf uji 5%. Berdasarkan asam asetat, methanol dan fenol yang memberikan ketahanan pada tanaman perlakuan konsentrasi asap cair (A) berpengaruh sangat nyata terhadap merangsang pertumbuhan sehingga membuat tanaman padi tumbuh dan anakan produktif, dan produksi per berproduksi dengan baik. Santoso . bahwa asap cair yang Hal ini karena asap cair mengandung komponen kimia seperti Menurut Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 mampu membuat batang tanaman hijau dikarenakan adanya senyawa padi menjadi kuat dan daun menjadi mineral sebagai unsur hara dan fenol yang bersifat sebagai anti mikrobia telah membuat ketahanan tanaman dan bakterisida. Berdasarkan bkebutuhan tanaman akan senyawa dan hara yang ada pada asap cair, baik itu asam asetat, fenol maupun berpengaruh tidak nyata pada peubah unsur N. P, dan K. Sejalan dengan berangkasan basah. Nurhayati . Hal ini diduga menjelaskan bahwa asap cair dengan karena kandungan senyawa dan hara konsentrasi 2% dapat meningkatkan pada asap cair yang diserap untuk pertumbuhan tanaman padi dan dapat peubah tersebut relatif sama sehingga meningkatkan produksi gabah kering panen sebesar 33%. walaupun dengan pemberian tingkat konsentrasi yang berbeda. Perlakuan konsentrasiasap cair Menurut A3 . %) memberikan hasil terendah MasAoud . unsur hara merupakan terhadap semua peubah yang di amati, salah satu hal yang dibutuhkan oleh hal ini di duga konsentrasi asap tanaman untuk pertumbuhan dan cairA3. %) memberikan kandungan produksi, oleh sebab itu pemberian yang berlebih, sehingga kandungan konsentrasi asap cair yang sesuai asam asetat, fenol dan metanol yang dapat mensuplai unsur hara pada tanaman dan menghasilkan produksi Perlakuan Sejalan dengan penelitian cair A2 . %) memberikan hasil Komaryati tertinggi pada semua peubah yang di pemberian konsentrasi asap cair harus amati, hal ini di duga konsentrasi asap melihat kondisi tanaman yang diteliti cair A2 ( 2%) merupakan konsentrasi dan kebutuhan haranya, sehingga yang optimal untuk pertumbuhan dan tidak berlebih dalam konsumsi hara. pemberian asap cair pada dosis 2% ,. Berdasarkan Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 perlakuan bahan baku asap cair ( B ) berat berangkasan basah, hal ini di berpengaruh nyata terhadap peubah kandungan senyawa fenol yang dapat nyata pada pertumbuhan dan produksi meningkatkan ketahanan tanaman, tanaman padi. meningkatkan kualitas akar dalam Hasil bahwa perlakuan bahan baku asap cair dari kayu jati (B. memberikan Selain itu kandungan hasil tertinggi pada semua peubah, hal ini dikarena kandungan kimia dan mempercepat pertumbuhan tanaman, senyawa pada bahan baku kayu jati tanaman tidak mudah layu dan hasil produksi yang banyak. Sejalan tanaman serta memenuhi kebutuhan dengan pendapat Gani . yang tanaman padi sehingga dapat tumbuh menyatakan bahwa asap cair dapat meningkatkan serapan unsur hara perlakuan bahan baku asap cair dari pada tanaman. kayu pelangas (B. memberikan hasil Berdasarkan Secara terendah pada semua peubah yang Hal ini di duga karena perlakuan bahan baku asap cair (B) kandungan hara pada kayu pelangas berpengaruh tidak nyata terhadap lebih rendah dari kandungan bahan baku yang lain, sehingga belum anakan produktif, produksi per petak mampu mencukupi kebutuhan hara dan berat 1000 bulir. Hal ini di duga karena komposisi kimia asap cair pertumbuhan dan produksi. sangat tergantung pada sifat kayu. Berdasarkan temperatur pirolisis, jumlah oksigen, kelembaban kayu, ukuran partikel kayu, serta alat pembuatan asap cair. pengaruh tidak nyata terhadap semua Sehingga kualitas bahan baku asap peubah yang di amati, di duga kedua cair yang di berikan relatif sama dan perlakuan yang di berikan belum tidak memberikan pengaruh yang sehingga menghasilkan pertumbuhan Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 dan produksi yang relatif sama. Hal yang kurang mendukung, seperti ini dikarenakan faktor lingkungan terbatasnya ketersediaan air pada saat tanaman berada pada fase pegetatif belum mampu mempengaruhi dan memberikan asupan hara yang di Menurut butuhkan oleh tanaman padi, di Muhakka et al,. pertumbuhan karenakan kebutuhan senyawa dan hara tanaman padi kurang jika di mempengaruhi serapan hara yang berikan hanya dengan konsentrasi asap cair 1% sehingga menyebabkan konsentrasi yang diberikan. Hasil ketahanan tanaman serta pertumbuhan dan produksinya lebih rendah dari bahwa interaksi perlakuan A2B2 perlakuan lainnya, sejalan dengan memberikan respon terbaik terhadap semua peubah yang diamati. Hal ini bahwa interaksi antara bahan baku dikarenakan pada konsentrasi 2% asap cair dan konsentrasi yang tidak Nurhayati ,. membuat ketahanan tanaman lebih pertumbuhan hama dan penyakit serta senyawa dan hara asap cair tercukupi unsur hara. Menurut (Sitompul Guritno, 2. tanaman padi dapat meningkat KESIMPULAN Perlakuan konsentrasi asap cair ketahanan tanaman dan evektifitasnya (A) berpengaruh sangat nyata dalam menyerap unsur hara jika terhadap tinggi tanaman, jumlah terdapat interaksi yang sesuai antar perpetak namun tidak nyata pada Hasil perlakuan berat 1000 bulir dan berat berangkasan basah, serta perlakuan A1B3 memberikan hasil terendah pada semua peubah yang perlakuan A2. Hal ini diduga konsentrasi 1% dengan bahan baku kayu pelangas Perlakuan bahan baku asap cair (B) berpengaruh nyata terhadap Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 berat berangkasan basah dan lainnya lainnya serta perlakuan B2 mendapatkan hasil terbaik. Interaksi perlakuan konsentrasi dan bahan baku (AB) asap cair Jurnal Tanaman tropika. :30-41 Muhakka. Napoleon. IstiAoadah. Pengaruh pemberian asap cair terhadap pertumbuhan (Pennisetum Jurnal Pastura. :30-34. berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang di amati dan A2B2 DAFTAR PUSTAKA Gani A. Pengaruh KOMARSCA (Komposisi-Arang Aktif-Asap cai. Dari Hasil Pengolahan Sampah Organik pertumbuhan tanaman Gynura pseudochna . Dc. studi kimia Fkip Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Komaryati. Gusmailina. Pari. 2011 Produksi asap cair hasil Pusat penelitian dan kehutanan dan pengolahan hasil Bogor. MasAoud. Petunjuk penggunaan Penebar Swadaya. Jakarta Muhakka. Budianto. Munandar. Abubakar. Optimalisasi pemberian pupuk organic dan sulfur terhadap produksi rumput . annisentum Nurhayati. Pasaribu. Mulyadi. Produksi dan Pemanfaatan Arang dan Asap Cair dari Serbuk Gergaji Kayu Campuran. Jurnal Penelitian Hasil Hutan Nurhayati. Asap Cair dan Penggunaannya Pertanian. Gramedia. Jakarta. Puslitbagtan. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Irigasi. Petunjuk teknis Lapang. Puslitbagtan. Departemen Pertanian. Santoso RS. Asap Cair Sabut Kelapa sebagai Repelan Bagi Hama Padi Walang Sangit (Leptocorisa oratoriu. Jurnal Sainsmat. :81-86. Sitompul. Guritno. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta Utomo BSB. Wibowo. Widianto. Asap Cair. Penebar Swadaya. Jakarta Yatagai. Kandungan Asap Cair. Pustaka