Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 PENATALAKSAAN FISIOTERAPI PADA KASUS LUKA BAKAR Agung Suharsono 1*. I Made Agus Wira Amidharna 2. I Gede Dharma Swandhitha 3. Gusti Ayu Putu Diantari Dewi 4 1,2,3 Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis. Fakultas Kesehatan Dan Sains. Universitas Dhyana Pura E-mail : diantaridewi14@gmail. ABSTRAK Luka bakar merupakan Luka bakar merupakan cedera dengan efek destruktif, jenis trauma yang tidak pasti dan tidak terduga yang dapat memengaruhi keadaan fisik dan psikososial penderita dan dapat mengenai hampir seluruh sistem organ. Luka bakar dapat disebabkan oleh trauma dengan kontak sumber panas seperti paparan sinar matahari, sengatan listrik, kobaran api, kontak langsung dengan benda yang dipanaskan, atau terkena bahan kimia. Luka bakar dibagi menjadi tiga klasifikasi yaitu Derajat I . Derajat II . artial thicknes. Derajat i . ull thicknes. Derajat IV. Tujuan : Untuk mengetahui efek pemberian kombinasi modalitas fisioterapi dengan latihan fisiok dala menangani pasien dengan kasus luka bakar. Studi kasus : Pasien mengeluhkan nyeri pada daerah luka bakar, yakni daerah wajah, tangan kanan dan kiri, serta kedua pergelangan kaki. Pasien mengalami kondisi combustio grade II AB 12%. Berdasarkan hal tersebut fisioterapi melakukan pemeriksaan berupa pengecekan tanda vital, pemeriksaan fungsi gerak dasar pasif, aktif dan isometrik. Skala Nyeri. Expansi Thorax, dan Skala Decubitus. Program intervensi yang diberikan berupa Breathing Exercise (Deep Breathing Exercis. Ekspansi Thorax. ROM Exercise. Mobilisasi Bertahap. Hasil : Setelah dilakukan intervensi terjadi kestabilan tanda vital dan penurunan nyeri. Kata Kunci: luka bakar, intervensi fisioterpi Pendahuluan Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan . hysics, elektroterapeutis dan mekani. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 pelatihan fungsi, dan komunikasi (PMK 65 tahun 2. Pada pelayanan kesehatan, fisioterapis berperan dalam pelayanan pasien dengan berbagai bidang pelayanan Kesehatan antara lain yaitu gangguan neuromuskuler, musculoskeletal, kardiorespirasi, kardiopulmonal, pediatri, dan geriatric. Selain itu gangguan atau idera yang dapat ditangani fisioterapi adalah cidera yang berhubungan dengan integument atau kulit. Salah satu gangguan atau cideranya adalah luka bakar. Luka bakar adalah Luka bakar merupakan suatu trauma yang diakibatkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih dalam. Luka bakar yang luas mempengaruhi metabolisme dan fungsi sel tubuh, semua sistem dapat terganggu, terutama sistem kardiovaskuler. Luka bakar juga yang kadang-kadang mengakibatkan luka yang luas dan dalam dan kematian. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan setiap tahun sekitar 11 juta orang menderita luka bakar, 180. 000 diantaranya meninggal karena luka bakar Kedalamam kerusakan jaringan yang diakibatkan oleh Luka bakar dibedakan berdasarkan dari derajatnya, penyebab, dan lamanya kontak dengan permukaan tubuh. kedalaman luka bakar ditentukan oleh tingginya suhu dan lamanya kontak langsung dengan suhu tinggi. Terdapat 3 derajat pada luka bakar yaitu. luka bakar derajat 1 hanya mengenai lapisan luar dari epidermis, kullit merah . , sedikit edema dan nyeri, tanpa terapi sembuh dalam 2-7 hari. Luka bakar derajat 2 mengenai epidermis dan sebagian dermis, terbentuk bula, edema dan nyeri berat, pada luka bakar derajat 2 terbagi lagi dari dalam dan dangkal. Tanpa terapi dapat sembuh dalam 3-4 minggu. Luka bakar derajat 3 mengenai seluruh lapisan dari kulit dan kadang-kadang mencapai jaringan yang berada di bawahnya (Huswatu, hasanah dkk: 2. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Oleh karena itu pasien luka bakar memerlukan penanganan yang serius dari berbai multidisplin ilmu yaitu salah satunya dari fisioterapi untuk mencegah terjadinya kekakuan otot, tendon dan ligament dengan melakukan exercise sehingga dapat membantu proses menyembuhan luka bakar tersebut. Metode Penelitian Case presentasion pasien datang dengan keadaan sadar, mengeluhkan nyeri pada daerah wajah, tangan kanan dan kiri, serta kedua pergelangan kaki dikarenakan terkena ledakan kompor gas LPG 3kg di rumahnya. Saat pasien datang ke RS, pasien tidak menggunakan C-spine protection, tidak ada riwayat mengonsumsi obat, tidak dalam pengaruh NAPZA, tidak sedang hamil, menggunakan IV-line dan menggunakan airway device. Saat ini pasien sudah mendapatkan penanganan dari dokter. Dalam laporan ini menggunakan metode studi kasus dengan analisis deskriptif dimana dalam laporan akan memuat data pengukuran sebelum dan sesudah pemberian intervensi Hasil Dan Pembahasan Luka bakar merupakan cedera dengan efek destruktif, jenis trauma yang tidak pasti dan tidak terduga yang dapat memengaruhi keadaan fisik dan psikososial penderita dan dapat mengenai hampir seluruh sistem organ. Luka bakar dapat disebabkan oleh trauma dengan kontak sumber panas seperti paparan sinar matahari, sengatan listrik, kobaran api, kontak langsung dengan benda yang dipanaskan, atau terkena bahan kimia (Garcia, et al. , 2. Salah satu faktor utama yang perlu dipertimbangkan saat mengevaluasi kulit yang terbakar adalah luasnya luka bakar . ihitung dengan persentase total luas permukaan tubuh yang terbaka. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 memperkirakan persentase total luas permukaan tubuh yang terbakar adalah sebagai berikut (Douglas, 2. : - Rule of Nine Merupakan metode dengan membagi tubuh ke dalam bagian-bagian anatomi, pada orang dewasa dengan presentasi kepala mewakili 9%, masing-masing ekstremitas atas 9%, dada dan perut18%, punggung 18%, masing-masing ekstremitas bawah 18%, dan perineum 1%. U-uk anak-anak, kepala 18%, dan kaki masing-masing 13,5%. Luka bakar dapat juga dinilai keparahannya dengan dikategorikan ke dalam luka bakar ringan, sedang, dan berat (Garcia, et al. , 2017. Kaddoura, et al. , 2. Kategori luka bakar ringan adalah luka bakar derajat II <15% pada orang dewasa, luka bakar derajat II <10% pada anak-anak, dan luka bakar derajat i <2% pada luas total permukaan tubuh. Luka bakar sedang dikategorikan dengan luka bakar derajat II 1525% pada orang dewasa, luka bakar derajat II 10-20% pada anak-anak, atau luka bakar derajat i <10%. Luka bakar berat adalah luka bakar derajat II >25% pada orang dewasa, luka bakar derajat II >20% pada anak-anak, luka bakar derajat i <10% atau lebih, luka bakar mengenai tangan, telinga, mata, kaki dan perineum, luka bakar dengan cedera inhalasi disertai trauma lain. Hasil dalam penelitian ini dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah diberikan intervensi yang terdapat dalam tabel sebagai berikut : Tabel 1. hasil sebelum dan sesudah pengukuran. Pengukuran Nyeri VAS Sebelum Sesudah Nyeri diam: 4/10 Nyeri diam: 3/10 Nyeri tekan: 5/10 Nyeri tekan: 4/10 Nyeri gerak: 5/10 Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Nyeri 4/10 Expansi Thorax Midline Skala Decubitus Braden Scale Axilla : 3 cm Axilla : 3 cm Nipple Line : 3 cm Nipple Line : 3 cm Proc. Xiphoideus: Proc. 3 cm 3 cm Total Total Xiphoideus: isiko renda. isiko renda. Kemampuan Index 5 (Ketergantungan Aktivitas Fungsional Barthel (Ketergantungan Berdasarkan hasil diatas didapatkan ada nya perubahan hasil pengukuran yang dilakukan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Adapun in tervensi yang diberikan pada pasien luka bakar berdasarkan kondisi pasien yaitu : Intervensi Breathing Exercise (Deep Breathing Dosis 2 set, masing- masing set 10 repetisi Exercis. isesuaikan toleransi nyeri pasie. Ekspansi Thorax . isesuaikan toleransi nyeri pasie. ROM Exercise set, masing-masing set 10 repetisi masing-masing 10 repetisi Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 . isesuaikan toleransi nyeri pasie. Mobilisasi bertahap set, masing-masing set 10 repetisi . isesuaikan toleransi nyeri pasie. Kesimpulan Fisioterapi penanganan pada kasus integument yang salah satu kasusnya adalah luka bakar. Luka bakar dapat terjadi pada setiap orang dan berbagai macam penyebab. Fisioterapi dalam menangani luka bakar dapat berperan untuk mencegah terjadinya kekakuan otot, tendon dan ligament dengan melakukan exercise sehingga dapat membantu proses menyembuhan luka bakar tersebut. Dalam penelitian ini didapatkan bahwa dengan memberikan intervensi berupa breathing exercise. Ekspansi Thorax. ROM Exercise. ROM Exercise dan mobilisasi bertahap dala satu kali penangan dapat menurutkan nyeri yang dirasakan pada pasien yang mengalami luka bakar. Ucapan Terima Kasih Terima kasih kami ucapkan terutama kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat-nya penelitian ini dapat berjalan dengan lancar, dan terima kasih kepada orangtua kami serta kerabat sejawat kami dan pihak pendukung lainnya yang telah banyak mendukung untuk penelitian ini. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Daftar Pustaka